0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan77 halaman

Ma RPM Ipas 4

Modul ajar IPAS ini disusun oleh Sartika, S.Pd untuk kelas 4 dengan fokus pada pemahaman panca indra melalui pendekatan Deep Learning. Pembelajaran mencakup identifikasi, fungsi, dan perawatan panca indra, serta melibatkan kegiatan eksplorasi, eksperimen, dan proyek kreatif. Selain itu, modul ini menekankan pentingnya kesehatan dan kolaborasi dalam proses belajar.

Diunggah oleh

yamanlase341
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan77 halaman

Ma RPM Ipas 4

Modul ajar IPAS ini disusun oleh Sartika, S.Pd untuk kelas 4 dengan fokus pada pemahaman panca indra melalui pendekatan Deep Learning. Pembelajaran mencakup identifikasi, fungsi, dan perawatan panca indra, serta melibatkan kegiatan eksplorasi, eksperimen, dan proyek kreatif. Selain itu, modul ini menekankan pentingnya kesehatan dan kolaborasi dalam proses belajar.

Diunggah oleh

yamanlase341
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SARTIKA,S.

Pd SDN MEKARJAYA 7

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Panca Indra
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : SARTIKA,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN MEKARJAYA 7
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kesehatan: Peserta didik mampu menjaga kesehatan fisik dan mentalnya
melalui kebiasaan baik.
 [✓] Kemampuan Berkomunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide
dan informasi dengan jelas dan efektif.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk
mencapai tujuan bersama.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan inovatif.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi,
mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan yang logis.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan siap
belajar? Coba ceritakan, apa yang kalian rasakan saat bangun tidur tadi?"
2. Beribadah: "Setelah bangun, apa yang kalian lakukan pertama kali? Apakah
kalian sudah beribadah sesuai keyakinan masing-masing hari ini? Apa makna
ibadah bagi kalian?"
3. Berolahraga: "Ada yang suka bergerak di pagi hari? Olahraga apa yang
sudah kalian lakukan atau ingin kalian lakukan? Mengapa olahraga penting
untuk tubuh kita?"
4. Gemar Belajar: "Apakah ada hal baru yang kalian pelajari hari ini, bahkan
sebelum pelajaran dimulai? Mengapa penting bagi kita untuk terus belajar
dan mencari tahu hal baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Sarapan apa kalian tadi? Apakah makanan itu
sehat dan bergizi? Menurut kalian, mengapa kita perlu makan makanan yang
sehat?"
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, apa saja kegiatan yang
sudah kalian lakukan untuk membantu orang lain atau lingkungan?
Bagaimana rasanya ketika kita bisa membantu sesama?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, jam berapa kalian tidur? Bagaimana rasanya jika
kita tidur cukup? Mengapa tidur cukup itu penting untuk kesehatan dan
konsentrasi kita di sekolah?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi nama-nama panca indra (mata, telinga,
hidung, lidah, kulit) dengan benar.
 Peserta didik menjelaskan fungsi masing-masing panca indra (penglihatan,
pendengaran, penciuman, pengecap, peraba) dengan tepat.
 Peserta didik menghubungkan panca indra dengan objek atau sensasi yang
dirasakan melalui kegiatan observasi dan eksperimen sederhana.
 Peserta didik mengidentifikasi cara merawat panca indra dengan baik.
 Peserta didik mengembangkan rasa syukur atas anugerah panca indra
melalui refleksi.

E. Sarana dan Prasarana


1. Benda-benda dengan berbagai tekstur, bau, rasa, suara, dan warna (kapas,
amplas, jeruk, kopi, kerincingan, gambar).
2. Video interaktif tentang panca indra.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
5. Proyektor/Layar.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam memahami
materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Observasi, Presentasi,
Bermain Peran.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:


SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Pembelajaran Berbasis Masalah Nyata: Peserta didik akan


menghadapi "masalah" atau pertanyaan yang menantang pemahaman
mereka tentang panca indra.
o Eksplorasi Mendalam: Kegiatan akan mendorong peserta didik untuk
menggali lebih dalam fungsi dan keterkaitan panca indra melalui
pengalaman langsung.
o Koneksi Antar Konsep: Peserta didik diajak untuk melihat hubungan
antara satu panca indra dengan panca indra lainnya, serta
hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan diminta merefleksikan pemahaman
mereka dan bagaimana mereka dapat menggunakan panca indra
secara bertanggung jawab.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian benar-benar memperhatikan suara di
sekitar kita? Atau, bagaimana bau hujan setelah lama tidak turun? Apa yang
kalian rasakan saat menyentuh daun yang halus atau batu yang kasar?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian membayangkan bagaimana
rasanya jika salah satu panca indra kita tidak berfungsi? Seberapa penting
panca indra bagi kita untuk belajar dan memahami dunia di sekitar kita?"
 Joyful Learning: "Jika panca indra kita bisa berbicara, kira-kira apa yang
akan mereka katakan tentang apa yang sudah mereka rasakan hari ini? Apa
hal paling menarik yang ingin kalian coba dengan panca indra kalian hari ini?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Ice Breaking (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan permainan
"Tebak Suara" atau "Tebak Bau" dengan mata tertutup untuk memancing
rasa ingin tahu tentang panca indra.
3. Apersepsi (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful,
meaningful, joyful learning) untuk mengaitkan pengetahuan awal peserta didik
dengan materi panca indra.
4. Motivasi (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari panca indra dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga mengaitkan
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar" dan
"Kesehatan", dengan menekankan pentingnya panca indra untuk belajar dan
menjalani hidup sehat.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Mengenal Panca Indra dan Fungsinya
1. Eksplorasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Setiap kelompok diberikan "Kotak Misteri" berisi berbagai benda


dengan karakteristik berbeda (misal: kapas, amplas, lemon, kopi, bel,
cermin kecil).
o Secara bergantian, anggota kelompok diminta untuk mengamati,
mencium, menyentuh, dan (jika aman) mengecap benda-benda
tersebut. Mereka mencatat apa yang mereka rasakan dan panca indra
apa yang mereka gunakan.
2. Elaborasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil observasi mereka,
menjelaskan benda apa yang mereka rasakan dan panca indra apa
yang terlibat.
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi nama-nama
panca indra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) dan fungsi utamanya
(melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba).
o Guru menayangkan video singkat edukatif tentang panca indra dan
fungsinya untuk memperkuat pemahaman.
3. Koneksi (60 menit):
o Peserta didik diminta untuk membuat peta pikiran (mind map)
sederhana tentang panca indra, menghubungkan nama panca indra,
fungsinya, dan contoh benda/sensasi yang dirasakan. Ini melatih
kreativitas dan penalaran kritis mereka.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Eksperimen Sederhana dan Merawat Panca Indra
1. Aplikasi dan Kolaborasi (90 menit):
o Setiap kelompok merancang sebuah "stasiun panca indra" sederhana
di dalam kelas. Contoh: stasiun "bau-bauan" (bunga, sabun), stasiun
"rasa" (gula, garam), stasiun "sentuhan" (es batu, air hangat).
o Anggota kelompok saling mencoba stasiun panca indra yang dibuat
oleh kelompok lain dan mencatat pengalaman mereka. Ini mendorong
kolaborasi dan komunikasi.
o Setelah mencoba semua stasiun, setiap kelompok mendiskusikan
bagaimana panca indra mereka bekerja dan pentingnya merawatnya.
2. Refleksi dan Kreativitas (90 menit):
o Peserta didik mendiskusikan cara-cara merawat panca indra (misal:
tidak melihat terlalu dekat, menjaga kebersihan telinga, tidak mencium
bahan kimia berbahaya, makan makanan sehat).
o Setiap kelompok membuat poster atau brosur sederhana tentang "Tips
Merawat Panca Indra" secara kreatif. Ini melatih kreativitas dan
komunikasi dalam menyampaikan pesan.
o Guru berkeliling dan memberikan umpan balik konstruktif.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Dunia Panca Indraku"
1. Proyek Akhir (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat proyek kecil
berjudul "Dunia Panca Indraku".
o Proyek bisa berupa:
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

 Buku Mini: Cerita pendek tentang petualangan menggunakan


panca indra.
 Kolase: Menggunakan gambar-gambar yang mewakili berbagai
sensasi panca indra.
 Presentasi Sederhana: Menjelaskan panca indra favorit
mereka dan mengapa.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan selama proses
pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang panca indra, termasuk bagaimana panca indra
membantu mereka belajar dan berinteraksi dengan dunia. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru memberikan tugas singkat (misal: mencari
tahu lebih banyak tentang penyakit yang berhubungan dengan panca indra
atau cara menjaga kesehatan panca indra di rumah).
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat merancang stasiun panca
indra. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas).
 Penilaian Diri/Teman Sebaya: Melalui rubrik sederhana tentang partisipasi
dalam kelompok dan kontribusi ide.
 Peta Pikiran Panca Indra: Penilaian pemahaman konsep dan kemampuan
menghubungkan informasi.
 Poster/Brosur Tips Merawat Panca Indra: Penilaian kreativitas dan
kemampuan menyampaikan informasi penting.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Dunia Panca Indraku": Penilaian pemahaman mendalam tentang
fungsi panca indra, kemampuan mengaplikasikan pengetahuan, dan
keterampilan presentasi (menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di
LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur pemahaman
faktual tentang nama dan fungsi panca indra serta cara merawatnya.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami panca indra bukan hanya tentang mengetahui nama dan fungsinya,
tetapi juga tentang menyadari betapa pentingnya panca indra dalam membantu kita
memahami dan berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Panca indra
memungkinkan kita untuk menikmati keindahan alam, berkomunikasi dengan
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

sesama, belajar hal baru, dan melindungi diri dari bahaya. Dengan memahami dan
merawat panca indra dengan baik, kita dapat menjalani hidup yang lebih bermakna
dan penuh pengalaman. Panca indra adalah jendela kita menuju dunia.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Jendela Dunia: Panca Indra Kita
Panca indra adalah alat tubuh yang memungkinkan kita merasakan dan memahami
dunia di sekitar kita. Ada lima jenis panca indra utama yang kita miliki, yaitu mata,
telinga, hidung, lidah, dan kulit. Setiap indra memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-
beda, tetapi semuanya bekerja sama untuk memberikan informasi yang lengkap
tentang lingkungan. Misalnya, mata kita digunakan untuk melihat berbagai bentuk,
warna, dan ukuran benda. Telinga kita membantu kita mendengar suara, mulai dari
bisikan lembut hingga musik yang keras.

Fungsi dan Cara Kerja Panca Indra


Hidung kita memiliki peran penting dalam mencium berbagai aroma, baik itu aroma
makanan lezat, bau bunga yang harum, atau bahkan bau asap yang berbahaya.
Lidah kita memungkinkan kita untuk merasakan berbagai rasa seperti manis, asam,
asin, dan pahit dari makanan dan minuman. Terakhir, kulit kita adalah indra peraba
yang paling luas, memungkinkan kita merasakan sentuhan, suhu, tekanan, dan
bahkan rasa sakit. Setiap indra memiliki sel-sel khusus yang mendeteksi
rangsangan dari luar dan mengirimkan sinyal ke otak untuk diinterpretasikan.

Pentingnya Merawat Panca Indra


Karena panca indra sangat penting bagi kehidupan kita, kita harus menjaganya
dengan baik. Beberapa cara merawat panca indra adalah dengan menjaga
kebersihan, menghindari paparan yang merusak (misalnya suara terlalu keras atau
cahaya yang terlalu terang), dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Dengan
merawat panca indra, kita dapat memastikan bahwa mereka tetap berfungsi optimal
sehingga kita bisa terus belajar, bereksplorasi, dan menikmati segala keindahan
yang ditawarkan dunia.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling menarik yang kalian pelajari tentang panca indra
hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan kegiatan eksperimen dengan
panca indra?
3. Hal apa yang akan kalian lakukan untuk menjaga kesehatan panca indra
kalian mulai sekarang?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran hari
ini? Jika tidak, mengapa?
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika ada kendala, apa
yang bisa diperbaiki di pertemuan selanjutnya?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Panca Indra di Kehidupan Sehari-hari"


Diskusikan dalam kelompok kalian, bagaimana panca indra membantu kita dalam
kegiatan sehari-hari berikut. Tuliskan jawaban kalian pada kolom yang tersedia.

Kegiatan Sehari- Panca Indra yang Bagaimana Panca Indra


hari Digunakan Membantu?

Makan bakso
pedas

Menyeberang jalan

Membaca buku

Bermain musik

Memilih buah di
pasar
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Tema: "Panca Indra dan Dunia Kita"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelomp
ok

1. Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota


Kedala kelompo kelompok kelompok kelompok kelompok
man k tidak menunjukk menunju menunjukk menunjuk
Pemaha menunju an kkan an kan
man kkan pemaham pemaha pemaham pemaham
Materi pemaha an yang man an yang an
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

man sangat yang baik dan mendalam


tentang terbatas cukup mampu dan
panca tentang tentang mengaitka mampu
indra panca panca n konsep. mengaplik
dan indra dan indra dan asikan
fungsiny fungsinya. fungsinya konsep
a. . dengan
kreatif.

Kerja
sama
Kerja
sangat
Tidak sama Kerja
baik,
ada Sedikit cukup sama baik,
2. semua
kerja kerja baik, semua
Kolabor anggota
sama, sama, namun anggota
asi berpartisip
ada sebagian masih berpartisip
dalam asi penuh,
dominas besar ada asi aktif
Kelomp saling
i individu anggota anggota dan saling
ok menginspi
atau pasif. yang mendukun
rasi, dan
konflik. kurang g.
berkontrib
aktif.
usi
signifikan.

Anggota
Anggota
kelompok Anggota
Anggota kelompok
Anggota memberik kelompok
kelompo memberi
kelompok an ide-ide memberik
3. k tidak kan ide
memberik yang an ide-ide
Kontrib memberi yang
an sedikit relevan orisinal
usi kan ide cukup
ide, dan dan
Ide/Argu atau relevan,
namun mengemb argument
men argume namun
kurang angkan asi yang
n yang kurang
relevan. argumen kuat serta
relevan. dikemba
dengan logis.
ngkan.
baik.

Kualitas
Present
asi

Penyam Penyampa Penyamp Penyampa Penyamp


4.
paian ian kurang aian ian jelas, aian
Kejelasa
tidak jelas, cukup lugas, dan sangat
n
jelas, sering jelas, mudah jelas,
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Penyam sulit terputus, namun dimengerti persuasif,


paian dimenge dan masih oleh menarik,
rti, dan mengguna ada audiens. dan
berbelit- kan bagian mengguna
belit. bahasa yang kan
yang kurang bahasa
membingu lugas. yang
ngkan. efektif.

Menguasa
i materi
Tidak dengan
mengua Menguasai sangat
Kurang Cukup
sai materi baik,
menguasai menguas
5. materi, dengan mampu
materi, ai materi,
Pengua sering baik, menjelask
banyak namun
saan membac menjawab an konsep
ragu, dan masih
Materi a teks, pertanyaa secara
sering terlihat
Present atau n dengan mendalam
bergantun kurang
asi menjaw tepat, dan , dan
g pada percaya
ab di percaya menjawab
catatan. diri.
luar diri. pertanyaa
konteks. n dengan
analisis
tajam.

Present
Presenta Presentasi Presentasi
asi Presentasi
si cukup menarik, sangat
monoton sedikit
menarik, mengguna kreatif,
6. , tanpa menarik,
menggun kan media inovatif,
Kreativit media namun
akan yang interaktif,
as atau kurang
media relevan, dan
Present cara bervariasi
sederhan dan berhasil
asi penyam dalam
a, namun penyampai memikat
paian penyampai
kurang an cukup perhatian
yang an.
inovatif. bervariasi. audiens.
menarik.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat diberikan
tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Mencari tahu tentang penyakit yang berhubungan dengan panca indra


dan cara pencegahannya.
o Meneliti bagaimana teknologi membantu orang dengan keterbatasan
panca indra (misalnya, Braille, alat bantu dengar).
o Membuat karya seni yang menggambarkan pengalaman
menggunakan panca indra (misalnya, puisi tentang bau hujan, lukisan
tentang warna-warni pelangi).
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh yang lebih
sederhana atau media yang berbeda.
o Melakukan kegiatan praktikum atau observasi panca indra secara
langsung dengan pendampingan guru atau teman sebaya.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada konsep
dasar panca indra dan fungsinya.

P. Glosarium
1. Panca Indra: Lima alat indra yang dimiliki manusia untuk merasakan
rangsangan dari luar, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.
2. Deep Learning (Pendekatan): Pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada pemahaman konsep secara mendalam, koneksi antar ide, dan
kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam berbagai situasi, bukan
hanya menghafal fakta.
3. Project-Based Learning (PBL): Model pembelajaran yang mengorganisir
kegiatan belajar di sekitar proyek. Peserta didik terlibat dalam desain,
perencanaan, dan penyelesaian proyek yang menuntut mereka untuk
menggunakan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks nyata.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Siklus Hidup Makhluk Hidup dan
Pelestarian Sumber Daya Alam

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : SARTIKA,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN MEKARJAYA 7
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran akan hak dan kewajiban
sebagai warga negara serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi,
mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan yang logis mengenai isu
lingkungan.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan inovatif
dalam mencari solusi pelestarian lingkungan.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk
mencapai tujuan bersama dalam upaya pelestarian.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil inisiatif dan bertanggung
jawab dalam belajar dan bertindak untuk pelestarian alam.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan informasi
dengan jelas dan efektif mengenai pentingnya pelestarian sumber daya alam.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dengan segar, kan?
Lingkungan yang sehat membantu kita bangun dengan nyaman. Apa yang
bisa kita lakukan agar lingkungan kita tetap bersih dan nyaman?"
2. Beribadah: "Setelah bangun, kalian beribadah sesuai keyakinan masing-
masing. Dalam ajaran agama kita, seringkali diajarkan untuk menjaga alam.
Bagaimana ibadah kita mengingatkan kita untuk merawat ciptaan Tuhan?"
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

3. Berolahraga: "Olahraga penting untuk tubuh yang sehat. Lingkungan yang


asri dan bersih membuat kita nyaman berolahraga. Bagaimana kita bisa
menjaga lingkungan agar selalu mendukung kita beraktivitas fisik?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar banyak tentang makhluk hidup dan
lingkungan. Mengapa penting bagi kita untuk terus belajar tentang alam di
sekitar kita?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan sehat dan bergizi berasal dari alam
yang lestari. Apa yang bisa kita lakukan agar sumber makanan kita tetap
tersedia dan sehat di masa depan?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, apakah kalian pernah melihat atau
terlibat dalam kegiatan menjaga kebersihan atau menanam pohon?
Bagaimana rasanya ketika kita ikut berkontribusi untuk lingkungan bersama-
sama?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar esok hari. Saat kita tidur, alam
juga 'beristirahat'. Bagaimana kita bisa membantu alam untuk terus lestari
dan 'beristirahat' dengan baik?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya;
masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam sebagai upaya
mitigasi perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi tahapan siklus hidup beberapa jenis makhluk
hidup (hewan dan tumbuhan) dengan benar.
 Peserta didik menjelaskan pentingnya pelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam bagi keberlangsungan hidup.
 Peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah yang mengancam
kelestarian sumber daya alam (misalnya, pencemaran, penebangan liar) di
lingkungan sekitar.
 Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian makhluk
hidup dan sumber daya alam di lingkungan sekolah atau rumah.
 Peserta didik menghubungkan tindakan manusia dengan dampaknya
terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
 Peserta didik mengembangkan sikap peduli dan bertanggung jawab
terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Poster/Video siklus hidup berbagai makhluk hidup (kupu-kupu, ayam,
tanaman).
2. Media tanam sederhana (pot kecil, biji kacang hijau/tanaman cepat tumbuh).
3. Bahan-bahan daur ulang (botol plastik, koran, kardus).
4. Akses internet untuk mencari informasi dan video edukasi.
5. Lingkungan sekolah (taman/halaman) sebagai tempat observasi.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam memahami
materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Observasi Langsung, Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana,
Kunjungan Lapangan (mini), Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Pembelajaran Berbasis Masalah Nyata: Peserta didik akan


menganalisis masalah pelestarian lingkungan yang relevan dengan
kehidupan mereka.
o Eksplorasi Mendalam: Kegiatan akan mendorong peserta didik untuk
menggali detail siklus hidup dan dampak tindakan manusia terhadap
lingkungan melalui pengalaman langsung.
o Koneksi Antar Konsep: Peserta didik diajak untuk menghubungkan
siklus hidup dengan pelestarian, serta dampak aktivitas manusia
terhadap perubahan iklim.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan didorong untuk merefleksikan
peran mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menjadi
agen perubahan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian mengamati bagaimana kupu-kupu
berubah dari ulat? Atau, bagaimana biji kecil bisa tumbuh menjadi tanaman
besar? Apa yang kalian rasakan saat melihat keindahan alam di sekitar kita?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk
menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan? Apa yang akan terjadi jika semua
pohon di hutan ditebang atau semua hewan di laut punah? Bagaimana
tindakan kecil kita bisa berdampak besar pada lingkungan?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan taman impian, tanaman dan
hewan apa yang akan kalian rawat di sana? Apa yang paling ingin kalian
lakukan hari ini untuk membantu bumi kita tetap indah dan sehat?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik menonton video singkat
tentang keindahan alam atau hewan/tumbuhan yang sedang tumbuh. Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful learning) untuk
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

mengaitkan pengetahuan awal peserta didik dengan materi siklus hidup dan
pelestarian.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestarian sumber daya
alam. Guru juga mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat,
terutama "Gemar Belajar", "Makan Sehat dan Bergizi", dan "Bermasyarakat"
untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
4. Menjelaskan Proyek (5 menit): Guru secara singkat memperkenalkan
proyek yang akan dilakukan selama beberapa pertemuan: "Proyek
Penyelamat Lingkungan Cilik".

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menjelajahi Siklus Hidup Makhluk Hidup
1. Observasi dan Eksplorasi (60 menit):
o Guru menayangkan gambar/video siklus hidup beberapa makhluk
hidup (misal: kupu-kupu, ayam, tanaman kacang hijau). Peserta didik
diminta mengamati dan mencatat tahapan-tahapan yang terjadi.
o Gambar
o Secara berkelompok, peserta didik ditugaskan untuk memilih satu jenis
makhluk hidup dan membuat diagram siklus hidupnya di kertas manila.
Ini melatih kreativitas dan kolaborasi.
o Peserta didik melakukan observasi langsung di sekitar sekolah
(taman/halaman) untuk mencari contoh tanaman atau serangga dan
mengamati tahapan hidup sederhana yang bisa mereka lihat (misal:
biji, tunas, daun, bunga pada tanaman).
2. Eksperimen Sederhana (60 menit):
o Setiap kelompok menanam biji kacang hijau dalam pot kecil dan
mencatat perkembangannya setiap hari selama beberapa hari ke
depan. Ini adalah eksperimen jangka pendek yang melatih
kemandirian dan penalaran kritis dalam mengamati perubahan.
3. Diskusi dan Elaborasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan diagram siklus hidup yang telah
mereka buat.
o Guru memandu diskusi tentang persamaan dan perbedaan siklus
hidup antar makhluk hidup serta pentingnya setiap tahapan.
o Guru menjelaskan mengapa menjaga kelestarian makhluk hidup itu
penting untuk keseimbangan alam.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Tantangan Pelestarian Sumber Daya Alam
1. Identifikasi Masalah (90 menit):
o Guru mengajak peserta didik menonton video atau melihat gambar
tentang masalah lingkungan di Indonesia (misalnya, tumpukan
sampah, hutan gundul, sungai tercemar).
o Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah
tersebut dan mendiskusikan dampaknya terhadap makhluk hidup dan
lingkungan. Ini melatih penalaran kritis dan kolaborasi.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Guru memandu diskusi untuk menghubungkan masalah lingkungan


dengan konsep perubahan iklim sederhana (misalnya, emisi dari
sampah yang menumpuk).
2. Mencari Solusi dan Ide Proyek (90 menit):
o Guru menantang setiap kelompok untuk memikirkan ide-ide solusi
sederhana yang bisa mereka lakukan di lingkungan sekolah atau
rumah untuk mengatasi masalah pelestarian sumber daya alam. Ini
adalah awal dari proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik" yang melatih
kreativitas dan kemampuan berkomunikasi.
o Setiap kelompok memilih satu ide proyek yang paling mungkin mereka
lakukan (misal: kampanye hemat air, membuat tempat sampah
terpilah, menanam tanaman di pot bekas).
o Peserta didik mulai merancang rencana proyek mereka (apa yang
akan dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, alat dan bahan yang
dibutuhkan).
Pertemuan 5 (2 JP): Presentasi Ide Proyek dan Komitmen Aksi
1. Presentasi Proyek (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan ide proyek "Penyelamat
Lingkungan Cilik" mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan
masalah yang ingin diatasi, solusi yang ditawarkan, dan langkah-
langkah pelaksanaannya. Ini melatih komunikasi dan kemandirian.
o Kelompok lain memberikan umpan balik dan saran yang konstruktif.
2. Komitmen Aksi (30 menit):
o Peserta didik secara individu atau kelompok menuliskan satu
komitmen pribadi tentang apa yang akan mereka lakukan untuk
menjaga lingkungan di rumah atau sekolah. Komitmen ini bisa ditempel
di papan pajangan kelas.
o Guru memberikan apresiasi dan motivasi.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya pelestarian,
dan peran mereka sebagai agen perubahan. Guru juga mengaitkan kembali
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah merancang proyek pelestarian.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menginstruksikan peserta didik untuk mulai
menjalankan proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik" mereka di rumah atau
sekolah, dan mencatat hasilnya untuk dilaporkan di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi


kelompok, saat melakukan observasi/eksperimen, dan saat merancang ide
proyek. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan
penalaran kritis).
 Diagram Siklus Hidup: Penilaian pemahaman tahapan siklus hidup.
 Catatan Observasi Perkembangan Tanaman: Penilaian kemampuan
mengamati dan mencatat.
 Rencana Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik": Penilaian kreativitas,
penalaran kritis dalam identifikasi masalah dan solusi, serta kemampuan
merancang.
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Ide Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik": Penilaian
pemahaman mendalam tentang masalah lingkungan dan solusi, kemampuan
mengaplikasikan pengetahuan, dan keterampilan presentasi (menggunakan
rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur pemahaman
faktual tentang siklus hidup, pentingnya pelestarian, dan identifikasi masalah
lingkungan.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami siklus hidup makhluk hidup dan pelestarian sumber daya alam bukan
hanya sekadar menghafal fakta, tetapi juga tentang menyadari bahwa kita semua
adalah bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Setiap tindakan kita, sekecil
apa pun, dapat memengaruhi makhluk hidup lain dan kelestarian lingkungan.
Dengan menjaga alam, kita tidak hanya melindungi masa depan bumi, tetapi juga
memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati keindahan dan manfaat
yang sama. Kita adalah "penjaga" bumi ini, dan sudah menjadi tugas kita untuk
merawatnya dengan penuh tanggung jawab.

L. Materi Bahan Ajar


Misteri Kehidupan: Siklus Hidup Makhluk Hidup
Setiap makhluk hidup di bumi, baik itu hewan maupun tumbuhan, memiliki
perjalanan hidup yang unik yang disebut siklus hidup. Siklus hidup adalah
serangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui oleh suatu
organisme, mulai dari kelahiran hingga mati. Misalnya, kupu-kupu memulai hidupnya
sebagai telur kecil, kemudian menetas menjadi ulat yang rakus makan, lalu berubah
menjadi pupa yang diam, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa yang indah.
Demikian pula, biji kecil dapat tumbuh menjadi tunas, lalu tanaman muda, hingga
menjadi tanaman dewasa yang berbunga dan berbuah.

Pentingnya Pelestarian Makhluk Hidup dan Sumber Daya Alam


Keberadaan semua makhluk hidup dan sumber daya alam sangat penting untuk
menjaga keseimbangan ekosistem di bumi. Tumbuhan menghasilkan oksigen yang
kita hirup, hewan membantu penyerbukan tanaman, dan air serta tanah menjadi
kebutuhan dasar bagi semua kehidupan. Jika salah satu bagian dari siklus ini
terganggu, misalnya karena pencemaran atau penebangan hutan secara berlebihan,
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

maka akan berdampak pada seluruh rantai kehidupan dan bahkan dapat
menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. Oleh karena itu, melestarikan makhluk
hidup dan sumber daya alam adalah tanggung jawab kita bersama.

Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Aksi Sederhana


Masalah seperti perubahan iklim global seringkali terasa besar dan jauh, namun
sebenarnya berakar dari tindakan kita sehari-hari. Contohnya, membuang sampah
sembarangan dapat menyebabkan penumpukan yang menghasilkan gas berbahaya,
atau penggunaan energi berlebihan yang meningkatkan emisi karbon. Kita dapat
berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui aksi-aksi sederhana
seperti mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, menghemat energi dan
air, serta mendaur ulang sampah. Setiap langkah kecil kita akan menjadi bagian dari
solusi besar untuk bumi yang lebih sehat.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian pahami tentang siklus hidup makhluk hidup
dan pentingnya menjaga lingkungan?
2. Bagaimana perasaan kalian saat merancang ide proyek "Penyelamat
Lingkungan Cilik"?
3. Satu hal apa yang akan kalian ubah dalam kebiasaan sehari-hari kalian untuk
lebih peduli lingkungan?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dan menunjukkan pemahaman
mendalam selama kegiatan pembelajaran? Jika tidak, strategi apa yang bisa
saya coba selanjutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, terutama dalam
mendorong penalaran kritis dan kreativitas?
3. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif dalam
menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab peserta didik terhadap
lingkungan?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Jejak Langkah Lingkungan Kita"


Diskusikan dalam kelompok kalian, masalah lingkungan apa yang paling sering
kalian temui di sekitar sekolah atau rumah. Kemudian, identifikasi dampaknya dan
berikan ide solusi sederhananya.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Masalah Dampaknya bagi


Ide Solusi Sederhana yang
Lingkungan yang Makhluk Hidup dan
Bisa Kita Lakukan
Ditemui Lingkungan

Menyumbat aliran air, Memungut sampah,


Contoh: Banyak
mencemari tanah, memilah sampah,
sampah plastik di
berbahaya bagi hewan membuat tempat sampah
selokan
air daur ulang

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Ide
Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik"
Tema: "Siklus Hidup dan Pelestarian Lingkungan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota
kelompok
Anggota Anggota Anggota menunjuk
kelompo kelompok kelompok kan
k tidak Anggota menunju menunju pemaha
menunju kelompok kkan kkan man
1.
kkan menunjukk pemaha pemaha mendala
Kedalam
pemaha an man man baik m,
an
man pemahama cukup dan mampu
Pemaha
tentang n terbatas tentang mampu menganal
man
masalah tentang masalah menjelas isis akar
Masalah
lingkung masalah lingkunga kan masalah
an yang lingkungan. n dan dampak dan
diidentifik dampakn secara dampakn
asi. ya. detail. ya
kompreh
ensif.

Ide solusi Ide solusi


Ide Ide solusi Ide solusi
2. relevan, sangat
solusi kurang cukup
Kualitas kreatif, relevan,
tidak relevan relevan
Ide dan inovatif,
relevan atau sulit dan bisa
Solusi realistis dan
atau diterapkan. diterapka
untuk berpoten
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

tidak n dengan diterapka si


realistis. bantuan. n. memberik
an
dampak
signifikan
.

Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak semua
cukup baik,
ada kerja Sedikit anggota
3. baik, semua
sama, kerja sama, berpartisi
Kolabora namun anggota
ada sebagian pasi
si dalam masih berpartisi
dominasi besar penuh,
Kelompo ada pasi aktif
individu anggota saling
k anggota dan
atau pasif. menginsp
yang saling
konflik. irasi, dan
kurang menduku
berkontri
aktif. ng.
busi
signifikan
.

Kualitas
Presenta
si

Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
Penyam an kurang aian Penyamp
sangat
paian jelas, cukup aian
jelas,
4. tidak sering jelas, jelas,
persuasif,
Kejelasa jelas, terputus, namun lugas,
menarik,
n sulit dan masih dan
dan
Penyam dimenger menggunak ada mudah
menggun
paian ti, dan an bahasa bagian dimenger
akan
berbelit- yang yang ti oleh
bahasa
belit. membingun kurang audiens.
yang
gkan. lugas.
efektif.

5. Tidak Kurang Cukup Menguas Menguas


Penguas menguas menguasai menguas ai materi ai materi
aan ai materi, materi, ai materi, dengan dengan
Materi sering banyak namun baik, sangat
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Presenta membac ragu, dan masih menjawa baik,


si a teks, sering terlihat b mampu
atau bergantung kurang pertanya menjelas
menjawa pada percaya an kan
b di luar catatan. diri. dengan konsep
konteks. tepat, secara
dan mendala
percaya m, dan
diri. menjawa
b
pertanya
an
dengan
analisis
tajam.

Presenta
si
Presenta Presenta menarik, Presenta
Presentasi
si si cukup menggun si sangat
sedikit
monoton, menarik, akan kreatif,
6. menarik,
tanpa menggun media inovatif,
Kreativit namun
media akan yang interaktif,
as kurang
atau cara media relevan, dan
Presenta bervariasi
penyamp sederhan dan berhasil
si dalam
aian a, namun penyamp memikat
penyampai
yang kurang aian perhatian
an.
menarik. inovatif. cukup audiens.
bervarias
i.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat diberikan
tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang siklus hidup makhluk hidup langka atau hewan
endemik di Indonesia dan upaya pelestariannya.
o Merancang kampanye mini tentang pelestarian lingkungan di media
sosial sekolah atau majalah dinding.
o Membuat karya seni (misalnya, puisi, lagu, gambar) yang bertema
pelestarian alam atau siklus hidup.
Remedial:
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat


diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan media yang lebih
visual atau konkret.
o Melakukan observasi siklus hidup sederhana di rumah dengan
pendampingan orang tua (misal: mengamati pertumbuhan kecambah).
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada tahapan
siklus hidup atau identifikasi masalah lingkungan dasar.

P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Serangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang
dilalui oleh suatu organisme dari awal kehidupan hingga mati dan
bereproduksi.
2. Mitigasi Perubahan Iklim: Upaya mengurangi risiko dan dampak dari
perubahan iklim, baik melalui pengurangan emisi gas rumah kaca maupun
adaptasi terhadap dampaknya.
3. Sumber Daya Alam: Segala sesuatu yang berasal dari alam dan
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti air, tanah,
hutan, dan hasil tambang.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Suara Pembaharuan. (2018). Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Perubahan Wujud Zat dan Energi

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : SARTIKA,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN MEKARJAYA 7
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis fenomena
perubahan wujud zat dan energi serta menemukan pola hubungannya.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu merancang eksperimen sederhana dan
membuat visualisasi perubahan wujud dan energi.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk
melakukan eksperimen dan diskusi.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan observasi dan mencatat
hasil eksperimen secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil observasi dan
kesimpulan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dan merasakan suhu
ruangan. Tahukah kalian, suhu ini ada hubungannya dengan energi? Apa
yang membuat kita merasa hangat atau dingin?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita sering menggunakan air. Air bisa berubah
wujud, lho! Pernahkah kalian melihat uap air saat memasak air wudu atau
saat hujan?"
3. Berolahraga: "Ketika berolahraga, tubuh kita mengeluarkan keringat dan
terasa hangat. Itu adalah salah satu contoh perubahan energi dalam tubuh
kita. Energi apa yang kalian rasa paling banyak kalian gunakan saat
berolahraga?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar banyak tentang bagaimana benda
bisa berubah dan bagaimana energi bekerja. Mengapa menurut kalian
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

penting sekali untuk mengetahui perubahan-perubahan ini dalam kehidupan


sehari-hari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan yang kita makan diolah oleh tubuh
menjadi energi. Energi inilah yang membuat kita bisa bergerak dan berpikir.
Apa yang terjadi pada makanan di dalam tubuh kita sehingga bisa
menghasilkan energi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan, kalian mungkin pernah
melihat orang tua memasak, menyetrika, atau menyalakan lampu. Itu semua
melibatkan perubahan energi. Bagaimana kita bisa menggunakan energi
dengan bijak agar bermanfaat bagi banyak orang?"
7. Tidur Cepat: "Saat kita tidur, tubuh kita juga membutuhkan energi untuk
memperbaiki diri. Bayangkan jika tidak ada energi, apakah kita bisa hidup?
Apa yang membuat tubuh kita berenergi setelah tidur cukup?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi;
sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan
sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dan
memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku,
menguap, mengembun, menyublim, mengkristal) dengan benar.
 Peserta didik melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati
perubahan wujud zat.
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari, listrik,
angin, air) yang ada di sekitar.
 Peserta didik menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi,
gerak, listrik) dan memberikan contohnya.
 Peserta didik menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, listrik menjadi cahaya dan panas pada
lampu).
 Peserta didik mengembangkan kesadaran akan pentingnya penggunaan
energi secara hemat dan bijak.

E. Sarana dan Prasarana


1. Es batu, air, lilin/spiritus, piring, gelas, teko, korek api.
2. Berbagai benda yang dapat menunjukkan perubahan energi (senter, baterai,
radio kecil, mainan bertenaga baterai).
3. Video interaktif tentang perubahan wujud zat dan energi.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
5. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam memahami
materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri)
 Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Demonstrasi,
Penyelidikan.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Mandiri: Peserta didik akan diajak untuk menyelidiki


fenomena perubahan wujud zat dan energi melalui eksperimen
langsung.
o Konstruksi Pengetahuan: Peserta didik akan membangun
pemahaman mereka sendiri melalui pengamatan, analisis, dan diskusi.
o Koneksi Konseptual: Peserta didik akan diajak menghubungkan
konsep-konsep perubahan wujud dan energi dengan aplikasi dalam
kehidupan nyata.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan merefleksikan hasil eksperimen
dan implikasinya terhadap pemahaman mereka tentang dunia.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Perhatikan lilin yang menyala. Apa yang terjadi pada
lilinnya? Mengapa air yang tadinya dingin bisa menjadi uap saat direbus? Apa
yang membuat benda-benda di sekitar kita bergerak, berbunyi, atau
bersinar?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang perubahan wujud
benda atau bagaimana energi berubah? Apa manfaatnya bagi kehidupan kita
sehari-hari? Bagaimana kita bisa menghemat energi di rumah dan di
sekolah?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan mesin yang mengubah satu
bentuk energi menjadi bentuk energi lain, mesin apa yang akan kalian buat
dan untuk apa? Eksperimen apa yang paling kalian ingin coba hari ini untuk
melihat keajaiban perubahan?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan permainan
singkat "Apa yang Berubah?" dengan menunjukkan beberapa benda dan
bertanya apa yang bisa berubah dari benda tersebut (misal: es batu yang
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

mencair, lilin yang meleleh). Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful,


meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari perubahan wujud zat serta energi dalam kehidupan sehari-hari,
dari memasak hingga menyalakan lampu. Guru juga mengaitkan dengan 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar" dan
"Bermasyarakat" (penggunaan energi yang bijak).
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini kita akan
menjadi "ilmuwan cilik" yang akan menyelidiki bagaimana benda-benda di
sekitar kita bisa berubah dan bagaimana energi bekerja.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menyelidiki Perubahan Wujud Zat
1. Eksplorasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan beberapa benda dan peralatan (es batu,
piring, lilin, korek api, teko berisi air panas).
o Guru meminta setiap kelompok melakukan eksperimen sederhana:
 Mengamati es batu yang mencair di suhu ruangan.
 Membakar lilin dan mengamati lilin yang meleleh.
 Mendekatkan piring dingin ke uap air dari teko panas untuk
mengamati pengembunan.
o Peserta didik mencatat pengamatan mereka: apa yang terjadi pada
benda, bagaimana wujudnya berubah, dan apa yang menyebabkan
perubahan itu. Ini melatih observasi dan penalaran kritis.
2. Elaborasi dan Konstruksi Pengetahuan (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen dan
pengamatan mereka.
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi wujud zat (padat,
cair, gas) dan jenis-jenis perubahan wujud zat (mencair, membeku,
menguap, mengembun). Guru menggunakan istilah-istilah ilmiah
dengan penjelasan yang sederhana.
o Guru menayangkan video animasi tentang partikel zat dan bagaimana
mereka bergerak saat terjadi perubahan wujud untuk membantu
pemahaman konsep abstrak.
3. Aplikasi (60 menit):
o Peserta didik diajak untuk mencari contoh perubahan wujud zat lain
yang sering mereka temui di rumah atau lingkungan sekitar (misal:
embun di pagi hari, air mendidih saat memasak mie, pembuatan agar-
agar).
o Setiap kelompok membuat poster sederhana yang menggambarkan
satu contoh perubahan wujud zat beserta penjelasannya. Ini melatih
kreativitas dan komunikasi.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengungkap Misteri Energi dan Perubahannya
1. Eksplorasi dan Observasi (90 menit):
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Guru membawa berbagai benda yang menunjukkan bentuk dan


perubahan energi (senter, baterai, radio kecil, mobil mainan, peluit).
o Peserta didik diminta mengamati dan mencoba mengoperasikan
benda-benda tersebut. Guru mengajukan pertanyaan: "Apa yang
membuat benda ini bekerja? Energi apa yang digunakannya? Apakah
ada energi lain yang muncul saat benda ini bekerja?"
oPeserta didik dalam kelompok mendiskusikan berbagai bentuk energi
(panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik) dan sumber-sumber energi
(matahari, air, angin, listrik, bahan bakar). Ini melatih penalaran kritis
dan kolaborasi.
2. Demonstrasi dan Elaborasi (90 menit):
o Guru melakukan demonstrasi sederhana tentang perubahan bentuk
energi (misal: menyalakan lampu dengan baterai, menggosok tangan
hingga hangat, menggunakan kalkulator bertenaga surya).
o Guru memandu diskusi tentang bagaimana energi dapat berubah dari
satu bentuk ke bentuk lain, memberikan contoh aplikasi dalam
kehidupan sehari-hari (misal: setrika mengubah listrik menjadi panas,
radio mengubah listrik menjadi bunyi).
o Peserta didik secara individu mengisi LKPD tentang contoh perubahan
bentuk energi di rumah dan di sekolah.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Hemat Energi di Rumahku"
1. Aplikasi dan Proyek (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang sebuah
kampanye kecil atau poster berjudul "Hemat Energi di Rumahku".
o Kampanye/poster harus berisi:
 Minimal 3 contoh penggunaan energi di rumah.
 Minimal 3 cara menghemat energi tersebut.
 Gambar atau ilustrasi yang menarik.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam menyampaikan pesan penting.
o Guru membimbing dan memberikan umpan balik selama proses
pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang perubahan wujud zat dan energi, serta bagaimana
mereka dapat menggunakan pengetahuan ini untuk bertindak bijak. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah merancang kampanye hemat energi.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menugaskan peserta didik untuk mengamati
perubahan wujud zat atau perubahan energi lain di rumah dan
menceritakannya di pertemuan selanjutnya.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat merancang poster.
(Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan
penalaran kritis).
 Catatan Eksperimen Perubahan Wujud: Penilaian pemahaman proses
perubahan wujud dan kemampuan observasi.
 Poster Perubahan Wujud Zat: Penilaian kreativitas dan kemampuan
menjelaskan konsep.
 LKPD Identifikasi Perubahan Bentuk Energi: Penilaian pemahaman
berbagai bentuk dan perubahan energi.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Hemat Energi di Rumahku": Penilaian pemahaman mendalam
tentang konsep energi, kemampuan mengaplikasikan pengetahuan, dan
keterampilan menyampaikan pesan (menggunakan rubrik penilaian analitik
terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur pemahaman
faktual tentang wujud zat, perubahan wujud, sumber energi, dan perubahan
bentuk energi.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami proses perubahan wujud zat dan berbagai bentuk energi adalah kunci
untuk memahami bagaimana dunia di sekitar kita bekerja. Dari es yang meleleh
menjadi air, hingga listrik yang diubah menjadi cahaya lampu, semua adalah bagian
dari fenomena alam yang menakjubkan. Pengetahuan ini membantu kita mengerti
mengapa kita bisa memasak, mengapa alat elektronik bisa berfungsi, dan
bagaimana kita dapat menggunakan sumber daya alam secara lebih efisien dan
bertanggung jawab. Dengan memahami energi, kita dapat menjadi agen perubahan
yang cerdas dan hemat.

L. Materi Bahan Ajar


Misteri Perubahan: Wujud Zat di Sekitar Kita
Benda-benda di sekitar kita ada dalam tiga wujud utama: padat, cair, dan gas.
Benda padat memiliki bentuk dan volume yang tetap, seperti meja atau batu.
Benda cair memiliki volume yang tetap tetapi bentuknya berubah mengikuti
wadahnya, seperti air dalam gelas. Sedangkan benda gas tidak memiliki bentuk
maupun volume yang tetap, dan akan memenuhi seluruh ruang tempatnya berada,
seperti udara di dalam balon. Ketiga wujud ini bisa saling berubah, misalnya es batu
(padat) mencair menjadi air (cair) ketika panas, dan air (cair) bisa menguap menjadi
uap air (gas) saat dipanaskan lagi.
Energi di Balik Perubahan
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Perubahan wujud zat terjadi karena adanya perubahan energi, khususnya energi
panas. Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ada banyak
bentuk energi yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti energi
panas (dari matahari atau api), energi cahaya (dari lampu atau senter), energi
bunyi (dari musik atau suara), energi gerak (dari angin atau kendaraan), dan
energi listrik (yang mengalir di kabel). Energi ini berasal dari berbagai sumber
energi, seperti matahari, air, angin, dan bahan bakar.
Transformasi Energi dan Penggunaannya
Energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bisa berubah bentuk dari satu
jenis ke jenis lainnya. Misalnya, saat kita menyalakan lampu, energi listrik diubah
menjadi energi cahaya dan sebagian menjadi energi panas. Ketika kita memasak
air dengan kompor gas, energi kimia dari gas diubah menjadi energi panas.
Memahami bagaimana energi berubah membantu kita menggunakan energi dengan
lebih efisien. Menghemat energi berarti menggunakan sumber daya alam secara
bijak, menjaga ketersediaannya untuk masa depan, dan membantu mengurangi
dampak negatif terhadap lingkungan.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling membuat kalian terkejut atau menarik tentang
perubahan wujud zat atau energi?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan eksperimen dan melihat
langsung perubahan wujud benda atau energi?
3. Satu kebiasaan baru apa yang akan kalian terapkan di rumah atau sekolah
untuk menghemat energi?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang konsep
perubahan wujud zat dan energi secara mendalam? Jika tidak, bagian mana
yang perlu diperkuat?
2. Apakah kegiatan eksperimen dan proyek berhasil memicu rasa ingin tahu dan
melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Detektif Perubahan di Sekitarku"


Diskusikan dalam kelompok kalian, temukan 3 contoh perubahan wujud zat dan 3
contoh perubahan bentuk energi yang sering kalian jumpai di rumah atau sekolah.
Jelaskan apa yang terjadi dan mengapa.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Contoh di
Jenis Perubahan Kehidupan Sehari- Apa yang Terjadi dan Mengapa?
hari

Perubahan Wujud
Zat

Es batu menjadi air karena


1. Mencair
menerima panas dari udara.

2. Menguap

3. Mengembun

Perubahan
Bentuk Energi

Lampu menyala dan terasa


1. Listrik ke
hangat karena energi listrik
Cahaya + Panas
diubah.

2. Gerak ke Bunyi

3. Kimia ke Panas
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Proyek "Hemat Energi di Rumahku"
Tema: "Perubahan Wujud Zat dan Energi: Hemat untuk Masa Depan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota Anggota Anggota


Anggota Anggota
kelompok kelompok kelompok
kelompo kelompok
menunju menunju menunjuk
1. k tidak menunjukk
kkan kkan kan
Kedalam menunju an
pemaha pemaha pemaha
an kkan pemahama
man man man
Pemaha pemaha n yang
man man sangat yang yang baik mendala
cukup dan m dan
Konsep tentang terbatas
perubah tentang tentang mampu mampu
konsep menjelas mengaitk
an konsep.
dan kan an
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

wujud/en contohny konsep berbagai


ergi. a. dengan konsep
benar. dengan
cermat.

Contoh
Contoh
Contoh Contoh Contoh sangat
2. yang
kurang cukup relevan relevan,
Kualitas diberikan
relevan relevan, dan orisinal,
Contoh tidak
atau namun penjelasa dan
dan relevan
penjelasan penjelasa n rinci penjelasa
Penjelas atau
sangat n kurang serta n sangat
an penjelas
minim. rinci. akurat. rinci serta
an salah.
analitis.

Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak semua
cukup baik,
ada kerja Sedikit anggota
3. baik, semua
sama, kerja sama, berpartisi
Kolabora namun anggota
ada sebagian pasi
si dalam masih berpartisi
dominasi besar penuh,
Kelompo ada pasi aktif
individu anggota saling
k anggota dan
atau pasif. menginsp
yang saling
konflik. irasi, dan
kurang menduku
berkontri
aktif. ng.
busi
signifikan
.

Kualitas
Presenta
si
Proyek

Penyampai Penyamp Penyamp


Penyam Penyamp
4. an kurang aian aian
paian aian
Kejelasa jelas, cukup sangat
tidak jelas,
n sering jelas, jelas,
jelas, lugas,
Penyam terputus, namun persuasif,
sulit dan
paian dan masih menarik,
dimenger mudah
Pesan menggunak ada dan
ti, dan dimenger
an bahasa bagian menggun
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

berbelit- yang yang ti oleh akan


belit. membingun kurang audiens. bahasa
gkan. lugas. yang
efektif.

Menguas
ai materi
dengan
Menguas sangat
ai materi baik,
Tidak
Kurang Cukup dengan mampu
menguas
menguasai menguas baik, menjelas
ai materi,
5. materi, ai materi, mampu kan ide
sering
Penguas banyak namun menjelas proyek
membac
aan ragu, dan masih kan ide secara
a teks,
Materi sering terlihat proyek mendala
atau
Proyek bergantung kurang dengan m, dan
menjawa
pada percaya tepat, menjawa
b di luar
catatan. diri. dan b
konteks.
percaya pertanya
diri. an
dengan
analisis
tajam.

Proyek
Proyek menarik, Proyek
Proyek Proyek
cukup menggun sangat
monoton, sedikit
menarik, akan kreatif,
6. tanpa menarik,
menggun media inovatif,
Kreativit media namun
akan yang interaktif,
as dan atau cara kurang
media relevan, dan
Desain penyamp bervariasi
sederhan dan berhasil
Proyek aian dalam
a, namun desain memikat
yang penyampai
kurang cukup perhatian
menarik. an.
inovatif. bervarias audiens.
i.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat diberikan
tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Mencari tahu tentang energi terbarukan (surya, angin, air) dan


manfaatnya.
o Membuat model sederhana yang menunjukkan perubahan bentuk
energi (misalnya, dinamo sepeda, kincir angin sederhana).
o Menulis laporan sederhana tentang cara menghemat energi di
lingkungan sekitar (sekolah atau kompleks perumahan).
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh yang lebih
konkret dan relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
o Melakukan eksperimen ulang secara langsung dengan pendampingan
guru atau teman sebaya yang lebih paham.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada identifikasi
dasar wujud zat dan contoh-contoh perubahan energi.

P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi yang dapat berupa padat, cair, atau gas.
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja; dapat berubah
bentuk namun tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
3. Inquiry-Based Learning: Model pembelajaran yang mendorong peserta didik
untuk mengajukan pertanyaan, menyelidiki, dan menemukan jawaban sendiri
melalui eksperimen dan observasi.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Purwanto, B. (2018). Sains untuk Anak-anak: Seri Fisika Dasar. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Gejala Kemagnetan, Gaya, dan
Pengaruhnya

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : SARTIKA,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN MEKARJAYA 7
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis gejala kemagnetan
dan pengaruh gaya terhadap benda.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu merancang eksperimen sederhana dan
menciptakan benda berbasis magnet.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk
melakukan eksperimen dan diskusi.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan observasi dan mencatat
hasil eksperimen secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil observasi dan
kesimpulan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, saat bangun tidur, pernahkah kalian merasa
seperti ada 'tarikan' untuk kembali tidur? Itu mirip seperti gaya, lho! Gaya apa
yang membuat kita tetap di tempat tidur?"
2. Beribadah: "Ketika beribadah, kita bergerak dan kadang membawa sesuatu.
Apa yang membuat benda itu bisa kita angkat atau pindahkan? Ada gaya apa
di situ?"
3. Berolahraga: "Saat kita bermain bola, menendang atau melemparnya, bola
itu bergerak. Gaya apa yang membuat bola itu bergerak dan berubah arah?
Bagaimana tubuh kita mengeluarkan gaya?"
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan menjelajahi kekuatan tak terlihat seperti
magnet dan berbagai gaya. Mengapa menurut kalian penting sekali untuk
mengetahui tentang kekuatan-kekuatan ini dalam kehidupan sehari-hari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan memberi kita energi untuk bergerak
dan melakukan banyak hal. Gerakan dan tindakan kita adalah hasil dari gaya.
Bagaimana energi dari makanan diubah menjadi gaya gerak tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan, kalian mungkin pernah
melihat orang mendorong gerobak, menarik tali, atau menggunakan magnet
untuk menempelkan catatan di kulkas. Bagaimana pemahaman tentang gaya
dan magnet bisa membantu kita dalam kehidupan bermasyarakat?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar esok hari. Saat kita
beristirahat, ada banyak gaya di sekitar kita yang tetap bekerja, seperti gaya
gravitasi yang menahan kita di tempat tidur. Apa lagi gaya yang bekerja saat
kita tidur?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, jenis


gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet
dan benda yang tidak dapat ditarik magnet.
 Peserta didik menjelaskan sifat-sifat dasar magnet (kutub, tarik-menarik,
tolak-menolak) melalui eksperimen sederhana.
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai jenis gaya (gaya otot, gaya
gravitasi, gaya gesek, gaya pegas) yang bekerja dalam kehidupan sehari-
hari.
 Peserta didik menjelaskan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan bentuk
benda melalui observasi dan percobaan.
 Peserta didik merancang dan membuat alat sederhana yang memanfaatkan
konsep magnet atau gaya.
 Peserta didik mengembangkan sikap ingin tahu dan teliti dalam melakukan
penyelidikan ilmiah.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai jenis magnet (batang, U, cincin) dan benda-benda dari berbagai
bahan (besi, paku, klip kertas, pensil, karet, uang logam).
2. Mainan pegas/ketapel, bola, mobil mainan, tali, timbangan sederhana.
3. Video interaktif tentang magnet dan berbagai jenis gaya.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
5. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam memahami
materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
 Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Demonstrasi,
Penyelidikan.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Eksplorasi Mandiri: Peserta didik akan menemukan sendiri konsep


magnet dan gaya melalui serangkaian eksperimen.
o Generalisasi Konsep: Peserta didik akan diajak untuk merumuskan
sifat-sifat magnet dan pengaruh gaya berdasarkan hasil pengamatan
mereka.
o Koneksi dengan Kehidupan Nyata: Peserta didik akan
menghubungkan penemuan mereka dengan fenomena sehari-hari
yang melibatkan magnet dan gaya.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan merefleksikan pemahaman mereka
dan bagaimana ilmu tentang magnet dan gaya berguna.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian melihat magnet menempel pada kulkas
tanpa perekat? Atau, mengapa saat kita melompat, kita selalu kembali ke
bawah? Apa yang membuat mobil mainan bisa bergerak dan berhenti?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang magnet dan
berbagai gaya? Apakah ada manfaatnya dalam hidup kita? Bisakah kita
membuat sesuatu yang bergerak tanpa harus menyentuhnya?"
 Joyful Learning: "Jika kalian punya kekuatan super, gaya apa yang paling
ingin kalian miliki? Jika kalian bisa membuat mainan yang menggunakan
magnet, mainan apa yang akan kalian buat?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memulai dengan demonstrasi sederhana:
menempelkan klip kertas dengan magnet atau menjatuhkan penghapus dan
menanyakan mengapa jatuh. Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(mindful, meaningful, joyful learning) untuk memancing rasa ingin tahu.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari gejala kemagnetan dan jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-
hari, dari mainan hingga alat elektronik. Guru juga mengaitkan dengan 7
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar" dan


"Berolahraga".
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini kita akan
menjadi "ilmuwan cilik" yang akan melakukan penyelidikan dan penemuan
tentang kekuatan tak terlihat yaitu magnet dan gaya.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menjelajahi Misteri Magnet
1. Eksplorasi dan Penemuan (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan berbagai jenis magnet (batang, U, cincin)
dan kotak berisi berbagai benda (paku, klip kertas, koin, pensil, karet
gelang, uang kertas, kunci, sendok plastik).
o Guru meminta setiap kelompok melakukan eksperimen:
 Mencoba menarik benda-benda tersebut dengan magnet dan
mengelompokkan benda magnetis (ditarik magnet) dan non-
magnetis (tidak ditarik magnet).
 Mencoba mendekatkan dua magnet dan mengamati apa yang
terjadi (tarik-menarik atau tolak-menolak).
o Peserta didik mencatat pengamatan mereka dalam LKPD. Ini melatih
observasi dan penalaran kritis.
2. Elaborasi dan Generalisasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen dan penemuan
mereka.
o Guru memandu diskusi kelas untuk merumuskan sifat-sifat dasar
magnet:
 Magnet hanya menarik benda-benda tertentu (terbuat dari besi,
baja, nikel, kobalt).
 Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan).
 Kutub senama (sama) akan tolak-menolak, kutub tak senama
(berbeda) akan tarik-menarik.
 Gaya magnet bisa menembus benda tipis (kertas, plastik).
o Guru menayangkan video singkat tentang medan magnet untuk
memperkuat pemahaman.
3. Aplikasi dan Kreativitas (60 menit):
o Peserta didik diminta mencari contoh penggunaan magnet dalam
kehidupan sehari-hari (kompas, kulkas, pengunci tas, mainan).
o Setiap kelompok merancang sebuah "permainan magnet" sederhana
atau "alat ajaib" yang memanfaatkan sifat magnet. Ini melatih
kreativitas dan kolaborasi.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengenal Berbagai Jenis Gaya dan Pengaruhnya
1. Eksplorasi dan Observasi (90 menit):
o Guru menyiapkan beberapa "stasiun gaya" di kelas:
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

 Stasiun Gaya Otot: mendorong meja, mengangkat buku.


 Stasiun Gaya Gravitasi: menjatuhkan bola, mengamati benda
jatuh.
 Stasiun Gaya Gesek: mendorong balok di permukaan kasar
dan licin.
 Stasiun Gaya Pegas: menarik karet gelang, mainan pegas.
o Secara berkelompok, peserta didik mengunjungi setiap stasiun,
melakukan percobaan, dan mencatat pengamatan mereka tentang
bagaimana gaya mempengaruhi arah, gerak, atau bentuk benda. Ini
melatih penalaran kritis dan kemandirian.
2. Elaborasi dan Diskusi (90 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan mereka dari
stasiun gaya.
o Guru memandu diskusi kelas untuk memperkenalkan dan menjelaskan
berbagai jenis gaya (gaya otot, gaya gravitasi, gaya gesek, gaya
pegas).
o Guru menekankan bagaimana gaya dapat:
 Membuat benda diam menjadi bergerak.
 Mengubah arah gerak benda.
 Mengubah kecepatan gerak benda.
 Mengubah bentuk benda.
o Peserta didik diajak mengidentifikasi contoh gaya dalam kegiatan
sehari-hari mereka (misalnya, gaya otot saat menulis, gaya gesek saat
mengerem sepeda).
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Kreasi Gaya dan Magnetku"
1. Aplikasi dan Proyek (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang dan
membuat sebuah "Kreasi Gaya dan Magnetku".
o Proyek bisa berupa:
 Mainan sederhana yang menggunakan magnet (misal: pancing
magnet).
 Model yang menunjukkan pengaruh gaya (misal: ketapel
sederhana, mobil dari botol yang bergerak karena dorongan).
 Poster interaktif tentang jenis-jenis gaya dengan contohnya.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam mempraktikkan konsep yang telah dipelajari.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan selama proses
pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang magnet dan gaya, serta bagaimana mereka dapat
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

mengamati fenomena ini di sekitar mereka. Guru juga mengaitkan kembali


dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah membuat proyek.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menugaskan peserta didik untuk mencari
lebih banyak contoh gaya dan penggunaan magnet di rumah.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat merancang "permainan
magnet" atau "alat ajaib". (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi,
kreativitas, dan penalaran kritis).
 Catatan Eksperimen Magnet: Penilaian pemahaman sifat magnet dan
kemampuan observasi.
 LKPD Pengamatan Stasiun Gaya: Penilaian pemahaman pengaruh gaya
terhadap benda.
 Rancangan "Permainan Magnet" / "Alat Ajaib": Penilaian kreativitas dan
penerapan konsep.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Kreasi Gaya dan Magnetku": Penilaian pemahaman mendalam
tentang konsep magnet dan gaya, kemampuan mengaplikasikan
pengetahuan dalam bentuk produk, dan keterampilan presentasi
(menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur pemahaman
faktual tentang gejala kemagnetan, jenis gaya, dan pengaruhnya terhadap
benda.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami gejala kemagnetan dan berbagai jenis gaya adalah kunci untuk mengerti
bagaimana benda-benda di dunia ini berinteraksi. Dari benda yang menempel pada
kulkas karena magnet, hingga bola yang melambung tinggi karena tendangan,
semua adalah hasil dari gaya yang bekerja. Pengetahuan ini tidak hanya membuat
kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar, tetapi juga membantu kita memahami
cara kerja berbagai alat dan teknologi, serta mengapa benda bisa bergerak, berubah
arah, atau bahkan berubah bentuk. Kita dapat melihat bahwa gaya ada di mana-
mana, menggerakkan dan membentuk dunia kita.

L. Materi Bahan Ajar


Kekuatan Tak Terlihat: Gejala Kemagnetan
Magnet adalah benda yang memiliki kemampuan menarik benda lain yang terbuat
dari bahan tertentu, seperti besi, baja, nikel, dan kobalt. Benda-benda yang dapat
ditarik magnet disebut benda magnetis, sedangkan yang tidak dapat ditarik magnet
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

disebut benda non-magnetis. Magnet memiliki dua ujung yang disebut kutub, yaitu
kutub utara dan kutub selatan. Jika dua kutub magnet yang sama didekatkan,
mereka akan tolak-menolak. Sebaliknya, jika dua kutub magnet yang berbeda
didekatkan, mereka akan tarik-menarik. Gaya tarik magnet ini bahkan bisa
menembus benda tipis seperti kertas atau plastik.
Berbagai Jenis Gaya yang Bekerja
Selain magnet, ada banyak jenis gaya lain yang bekerja di sekitar kita. Gaya adalah
tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan pada benda. Beberapa
jenis gaya yang sering kita temui antara lain: Gaya Otot, yaitu gaya yang dihasilkan
oleh otot tubuh kita saat bergerak, seperti mendorong meja atau menarik tali. Gaya
Gravitasi, yaitu gaya tarik bumi yang membuat semua benda jatuh ke bawah dan
menahan kita tetap di permukaan bumi. Gaya Gesek, yaitu gaya yang muncul ketika
dua permukaan saling bersentuhan dan menghambat gerakan, seperti saat kita
mengerem sepeda. Serta Gaya Pegas, yaitu gaya yang dihasilkan oleh benda
elastis yang diregangkan atau ditekan, seperti pada ketapel atau per.
Pengaruh Gaya Terhadap Benda
Gaya memiliki banyak pengaruh terhadap benda. Pertama, gaya dapat membuat
benda diam menjadi bergerak. Contohnya, saat kita mendorong gerobak yang
diam, gerobak itu akan bergerak. Kedua, gaya dapat mengubah arah gerak benda.
Saat kita menendang bola, kita bisa mengubah arah gerak bola. Ketiga, gaya dapat
mengubah kecepatan gerak benda, seperti saat kita mengerem sepeda untuk
memperlambatnya atau mengayuh sepeda lebih kencang untuk mempercepatnya.
Keempat, gaya juga dapat mengubah bentuk benda, misalnya saat kita meremas
kertas atau menekan plastisin hingga berubah bentuk.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa eksperimen tentang magnet atau gaya yang paling kalian sukai hari ini?
Mengapa?
2. Hal apa yang paling penting yang kalian pelajari tentang bagaimana gaya
memengaruhi benda?
3. Bagaimana kalian akan menggunakan pengetahuan tentang magnet atau
gaya dalam kehidupan sehari-hari?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan penemuan dan
eksperimen? Jika ada yang pasif, bagaimana cara saya dapat lebih
melibatkan mereka di lain waktu?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, terutama dalam
mendorong penalaran kritis dan kreativitas peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Penyelidikan Gaya di Sekolahku"


Diskusikan dalam kelompok kalian, temukan 3 contoh kegiatan di sekolah yang
melibatkan gaya. Identifikasi jenis gayanya dan jelaskan pengaruh gaya tersebut
terhadap benda.

Kegiatan di Jenis Gaya


Pengaruh Gaya terhadap Benda
Sekolah yang Bekerja

Contoh:
Gaya Otot, Gaya otot membuat ayunan bergerak,
Bermain
Gaya Gravitasi gaya gravitasi menariknya ke bawah.
ayunan

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi


Proyek "Kreasi Gaya dan Magnetku"
Tema: "Kekuatan di Balik Gerak dan Bentuk Benda"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota
Anggota
Anggota kelompok
kelompok
Anggota kelompok menunju
Anggota menunju
kelompok menunju kkan
kelompok kkan
tidak kkan pemaha
1. menunjukk pemaha
menunju pemaha man
Kedalama an man
kkan man mendala
n pemaham yang baik
pemaha yang m dan
Pemaham an yang dan
man cukup mampu
an sangat mampu
tentang tentang mengaitk
Konsep terbatas menjelas
magnet konsep an
tentang kan
atau dan berbagai
konsep. konsep
gaya. contohny konsep
dengan
a. dengan
benar.
cermat.

2. Identifika Identifikasi Identifika Identifika Identifika


Kualitas si gaya/peng si si si
Identifika gaya/pen aruh gaya/pen gaya/pen gaya/pen
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

si garuh kurang garuh garuh garuh


Gaya/Pen salah tepat atau cukup tepat dan sangat
garuh atau sangat tepat, penjelasa tepat,
tidak minim. namun n rinci orisinal,
relevan. penjelasa serta dan
n kurang akurat. penjelasa
rinci. n sangat
rinci
serta
analitis.

Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja baik,
sama sama semua
Tidak
Sedikit cukup baik, anggota
ada kerja
3. kerja baik, semua berpartisi
sama,
Kolabora sama, namun anggota pasi
ada
si dalam sebagian masih berpartisi penuh,
dominasi
Kelompo besar ada pasi aktif saling
individu
k anggota anggota dan mengins
atau
pasif. yang saling pirasi,
konflik.
kurang menduku dan
aktif. ng. berkontri
busi
signifikan
.

Kualitas
Presenta
si Proyek

Penyampa
Penyamp Penyamp
ian kurang
aian Penyamp aian
Penyamp jelas,
cukup aian sangat
aian tidak sering
4. jelas, jelas, jelas,
jelas, terputus,
Kejelasan namun lugas, persuasif
sulit dan
Penyamp masih dan ,
dimenger mengguna
aian ada mudah menarik,
ti, dan kan
Konsep bagian dimenger dan
berbelit- bahasa
yang ti oleh menggun
belit. yang
kurang audiens. akan
membingu
lugas. bahasa
ngkan.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

yang
efektif.

Menguas
ai materi
dengan
Menguas sangat
ai materi baik,
Tidak
Kurang Cukup dengan mampu
menguas
menguasai menguas baik, menjelas
ai materi,
materi, ai materi, mampu kan ide
5. sering
banyak namun menjelas proyek
Penguasa membac
ragu, dan masih kan ide secara
an Materi a teks,
sering terlihat proyek mendala
Proyek atau
bergantun kurang dengan m, dan
menjawa
g pada percaya tepat, menjawa
b di luar
catatan. diri. dan b
konteks.
percaya pertanya
diri. an
dengan
analisis
tajam.

Proyek
Proyek
sangat
Proyek sedikit Proyek
Proyek kreatif,
monoton, menarik, menarik,
cukup inovatif,
6. tidak fungsi berfungsi
menarik, berfungsi
Kreativita berfungsi terbatas, dengan
berfungsi dengan
s dan , atau atau baik, dan
sederhan sangat
Fungsi tanpa kurang desain
a, namun baik, dan
Proyek media bervariasi cukup
kurang berhasil
yang dalam bervarias
inovatif. memikat
menarik. penyampai i.
perhatian
an.
audiens.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat diberikan
tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang prinsip kerja alat-alat yang menggunakan magnet
(misalnya, bel listrik, kompas).
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Menyelidiki gaya-gaya lain yang ada di sekitar kita (misalnya, gaya


dorong, gaya angkat).
o Mencoba membuat eksperimen gaya atau magnet yang lebih
kompleks dan mendokumentasikannya.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh yang lebih
konkret dan mudah diamati.
o Melakukan eksperimen sederhana secara langsung dengan
pendampingan guru atau teman sebaya yang lebih paham.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada identifikasi
benda magnetis/non-magnetis atau contoh-contoh pengaruh gaya.

P. Glosarium
1. Magnet: Benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat dari bahan
tertentu (besi, baja, nikel, kobalt) karena memiliki medan magnet.
2. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan pada
benda (misalnya, mengubah arah, gerak, atau bentuk benda).
3. Discovery Learning: Model pembelajaran yang mendorong peserta didik
untuk menemukan konsep dan prinsip sendiri melalui kegiatan eksperimen
dan observasi.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Suripto, A. (2017). Konsep Dasar IPA Fisika untuk SD. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan
Interaksi Sosial

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : SARTIKA,[Link]
 Satuan Pendidikan: SDN MEKARJAYA 7
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran akan hak dan kewajiban
sebagai anggota masyarakat serta peduli terhadap lingkungan sosial.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran, tugas, dan
tanggung jawab individu dalam berbagai interaksi sosial.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk
menyelesaikan masalah sosial dan menciptakan lingkungan yang harmonis.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu memahami dan menjalankan
perannya sendiri dalam interaksi sosial dengan penuh tanggung jawab.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan informasi
tentang interaksi sosial dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dan bersiap untuk
berinteraksi dengan keluarga di rumah. Apa peran kalian di rumah setelah
bangun tidur? Ada tugas apa yang biasa kalian lakukan?"
2. Beribadah: "Saat kita beribadah, kita merasakan ketenangan. Dalam
kehidupan bermasyarakat, ketenangan juga penting. Bagaimana kita bisa
menciptakan ketenangan dan kerukunan dalam interaksi sosial kita?"
3. Berolahraga: "Saat berolahraga bersama teman, kita belajar kerja sama dan
menghargai satu sama lain. Bagaimana kegiatan bersama seperti olahraga ini
melatih kita untuk berinteraksi dengan baik?"
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar tentang peran kita di masyarakat
dan bagaimana kita berinteraksi. Mengapa penting bagi kita untuk memahami
peran dan tanggung jawab kita dalam kelompok atau masyarakat?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan sehat dan bergizi seringkali disiapkan
bersama di rumah. Siapa yang punya peran menyiapkan makanan di rumah
kalian? Bagaimana pembagian tugas itu membuat semuanya berjalan
lancar?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, kalian pasti sering bertemu tetangga,
teman, atau orang dewasa. Bagaimana cara kalian menyapa atau
berinteraksi dengan mereka? Mengapa interaksi yang baik itu penting?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar untuk berinteraksi esok hari.
Bayangkan jika semua orang di sekitar kita tidak menjalankan perannya
dengan baik, apa yang akan terjadi? Bagaimana ini memengaruhi interaksi
kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial
yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung jawab
individu di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.
 Peserta didik menjelaskan pentingnya menjalankan peran dan tanggung
jawab masing-masing dalam interaksi sosial.
 Peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial yang terjadi di
lingkungan tempat tinggal dan sekolah (misalnya, kerja sama, tolong-
menolong, musyawarah).
 Peserta didik menjelaskan dampak positif dan negatif dari berbagai bentuk
interaksi sosial.
 Peserta didik merancang ide kegiatan kolaboratif untuk meningkatkan
interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah atau rumah.
 Peserta didik mengembangkan sikap toleransi, empati, dan rasa tanggung
jawab sosial.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Poster/Video tentang berbagai profesi atau aktivitas sosial di
lingkungan sekitar.
2. Kartu peran (untuk permainan peran) dengan berbagai tugas.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
5. Lingkungan sekolah (kelas, halaman, kantin) sebagai tempat observasi.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam memahami
materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Masalah)
 Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Peran (Role Play), Observasi, Studi
Kasus, Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Analisis Masalah Nyata: Peserta didik akan menganalisis masalah-


masalah yang muncul akibat ketidaksesuaian peran atau interaksi
sosial yang kurang baik.
o Pengembangan Solusi: Peserta didik akan mencari solusi kreatif dan
bertanggung jawab untuk meningkatkan interaksi sosial yang positif.
o Koneksi Diri dengan Masyarakat: Peserta didik akan melihat
relevansi peran dan interaksi sosial dengan kehidupan mereka sendiri
dan masyarakat yang lebih luas.
o Refleksi Etis: Peserta didik akan merefleksikan nilai-nilai moral dan
etika dalam berinteraksi dengan orang lain.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Perhatikan teman sebangku kalian. Apa peran dia di
kelas ini? Apa yang terjadi jika ada teman yang tidak menjalankan tugasnya?
Bagaimana perasaan kalian ketika teman membantu kalian?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa hidup sendiri? Mengapa kita
membutuhkan orang lain? Apa gunanya kita punya peran dan tanggung
jawab di rumah dan di sekolah?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menjadi 'agen perubahan' di sekolah,
perubahan apa yang ingin kalian lakukan untuk membuat interaksi antar
teman menjadi lebih menyenangkan dan saling membantu?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memutar video singkat atau menampilkan
gambar tentang kegiatan sosial di lingkungan sekitar (misalnya, kerja bakti,
gotong royong, atau anak-anak yang saling membantu di sekolah). Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari peran, tugas, tanggung jawab, serta interaksi sosial dalam
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

menciptakan lingkungan yang harmonis. Guru juga mengaitkan dengan 7


Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Bermasyarakat" dan "Gemar
Belajar" untuk menumbuhkan kesadaran sosial.
4. Penyajian Masalah (5 menit): Guru menyajikan sebuah skenario masalah
sederhana yang terkait dengan interaksi sosial (misalnya, ada teman yang
sering datang terlambat saat kerja kelompok, atau sampah berserakan di
kelas karena tidak ada yang piket). Guru meminta peserta didik memikirkan
mengapa ini terjadi.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Mengenali Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab
1. Eksplorasi Peran (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diminta untuk mendaftar berbagai peran yang ada di
keluarga mereka, di sekolah, dan di lingkungan sekitar (misal: ayah,
ibu, anak, guru, kepala sekolah, petugas kebersihan, ketua RT).
oUntuk setiap peran, mereka mendiskusikan apa saja tugas dan
tanggung jawab yang melekat pada peran tersebut.
2. Permainan Peran (60 menit):
o Guru menyiapkan beberapa kartu peran dengan skenario sederhana
(misal: "Seorang anak yang membantu ibunya menyiapkan makan
malam", "Seorang ketua kelas yang memimpin diskusi", "Seorang
petugas kebersihan yang membersihkan sekolah").
o Secara bergantian, kelompok memainkan peran dan
mendemonstrasikan tugas dan tanggung jawabnya. Kelompok lain
mengamati dan memberikan umpan balik. Ini melatih kolaborasi,
komunikasi, dan empati.
3. Diskusi dan Elaborasi (60 menit):
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi pentingnya setiap
individu menjalankan peran dan tanggung jawabnya.
o Apa yang terjadi jika ada yang tidak menjalankan perannya? (misal:
pekerjaan tidak selesai, terjadi kekacauan, orang lain merasa
dirugikan).
o Guru menekankan bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki
makna penting dalam sebuah komunitas.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Memahami Bentuk dan Dampak Interaksi Sosial
1. Observasi dan Studi Kasus (90 menit):
o Guru menayangkan video atau menyajikan beberapa kasus cerita
pendek tentang berbagai bentuk interaksi sosial (misal: kerja bakti di
lingkungan, musyawarah kelas untuk memilih ketua, pertengkaran
antar teman, saling menolong saat ada yang kesulitan).
o Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi bentuk interaksi yang
terjadi (kerjasama, persaingan, konflik, asimilasi, akomodasi, dsb.) dan
mendiskusikan dampak positif dan negatif dari interaksi tersebut. Ini
melatih penalaran kritis.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Peserta didik juga diminta mengamati interaksi sosial yang terjadi di


lingkungan sekolah selama istirahat atau di kantin dan mencatatnya.
2. Identifikasi Masalah Interaksi dan Solusi (90 menit):
o Guru meminta setiap kelompok untuk mengidentifikasi satu masalah
interaksi sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah atau di antara
teman-teman.
oKemudian, kelompok berdiskusi dan merancang ide solusi untuk
mengatasi masalah tersebut agar interaksi menjadi lebih positif dan
harmonis. (Misal: membuat aturan piket yang jelas, mengadakan sesi
"rujuk" jika ada yang bertengkar, membuat jadwal diskusi kelompok).
Ini melatih kreativitas dan kolaborasi.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku"
1. Rancangan Proyek (90 menit):
o Setiap kelompok mengembangkan ide solusi dari pertemuan
sebelumnya menjadi sebuah rencana proyek aksi sosial yang lebih
konkret berjudul "Aksi Sosial Positif di Sekolahku".
o Rencana proyek harus mencakup: nama proyek, tujuan, langkah-
langkah pelaksanaan, siapa yang terlibat, dan hasil yang diharapkan.
(Misal: Proyek "Kelas Bersih Tanggung Jawab Bersama": membuat
jadwal piket bergambar, mengadakan lomba kebersihan kelas).
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam merancang perubahan positif.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan selama proses
pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting yang
telah dipelajari tentang peran, tanggung jawab, dan interaksi sosial. Guru
menekankan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam
menciptakan lingkungan yang positif. Guru juga mengaitkan kembali dengan
7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah merancang proyek aksi sosial.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk benar-benar
mencoba menerapkan ide proyek mereka di kelas atau di rumah, dan
melaporkan hasilnya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat permainan peran, dan saat mengidentifikasi masalah/solusi
interaksi. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan
penalaran kritis).
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

 Catatan Hasil Permainan Peran: Penilaian pemahaman peran dan tanggung


jawab.
 LKPD Identifikasi Interaksi Sosial: Penilaian pemahaman bentuk dan
dampak interaksi.
 Rancangan Ide Solusi Interaksi: Penilaian kreativitas dan penalaran kritis.
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Rencana Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku": Penilaian
pemahaman mendalam tentang peran dan interaksi sosial, kemampuan
menganalisis masalah, merancang solusi, dan keterampilan presentasi
(menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur pemahaman
faktual tentang peran, tugas, tanggung jawab, dan bentuk-bentuk interaksi
sosial.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial adalah fondasi
penting untuk menjadi anggota masyarakat yang baik. Kita tidak hidup sendiri; setiap
individu memiliki peranan dan terhubung dengan orang lain. Dengan menjalankan
peran kita dengan penuh tanggung jawab dan berinteraksi secara positif, kita dapat
menciptakan lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang harmonis,
nyaman, dan saling mendukung. Belajar tentang ini membantu kita menjadi pribadi
yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama demi kebaikan bersama.

L. Materi Bahan Ajar


Pentingnya Peran dan Tanggung Jawab dalam Interaksi Sosial
Setiap orang memiliki peran yang berbeda di berbagai lingkungan, seperti peran
sebagai anak di rumah, sebagai siswa di sekolah, atau sebagai tetangga di
masyarakat. Setiap peran ini datang dengan tugas dan tanggung jawab tertentu.
Misalnya, sebagai anak, tugas kita mungkin membantu pekerjaan rumah; sebagai
siswa, tugas kita adalah belajar dan mengerjakan PR. Jika setiap orang memahami
dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, maka interaksi sosial
akan berjalan lancar dan harmonis. Sebaliknya, jika ada yang tidak peduli dengan
perannya, bisa timbul masalah dan ketidaknyamanan dalam hubungan dengan
orang lain.
Berbagai Bentuk Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu satu dengan individu
lain, atau antara kelompok satu dengan kelompok lain. Ada berbagai bentuk
interaksi sosial yang terjadi setiap hari. Bentuk yang paling sering kita temui adalah
kerja sama, di mana orang-orang saling membantu untuk mencapai tujuan
bersama, seperti kerja bakti atau belajar kelompok. Ada juga tolong-menolong
yang merupakan bentuk kerja sama saat seseorang membutuhkan bantuan. Namun,
ada juga interaksi yang kurang positif seperti pertengkaran atau persaingan yang
tidak sehat, yang dapat menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik.
Dampak Interaksi Sosial dan Peran Kita
Interaksi sosial memiliki dampak yang besar dalam kehidupan kita. Interaksi yang
positif, seperti kerja sama dan tolong-menolong, dapat menciptakan suasana yang
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

rukun, saling menghargai, dan membuat pekerjaan lebih mudah diselesaikan. Kita
merasa nyaman dan didukung. Sebaliknya, interaksi yang negatif dapat
menimbulkan permusuhan, kesalahpahaman, dan ketidaknyamanan. Oleh karena
itu, kita memiliki tanggung jawab untuk selalu berinteraksi secara positif, dengan
berbicara santun, bersikap ramah, saling menghormati, dan menyelesaikan masalah
melalui musyawarah. Peran aktif kita dalam menciptakan interaksi positif sangat
penting bagi diri sendiri dan orang lain.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian sadari tentang peran dan tanggung jawab
kalian di rumah atau sekolah?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan permainan peran atau
merancang proyek aksi sosial?
3. Satu hal apa yang akan kalian lakukan mulai sekarang untuk membuat
interaksi kalian dengan teman atau keluarga menjadi lebih baik?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang pentingnya
peran dan tanggung jawab dalam interaksi sosial? Jika tidak, bagaimana cara
saya dapat memperkuat pemahaman tersebut?
2. Apakah kegiatan pembelajaran berhasil memicu empati dan keinginan
peserta didik untuk menciptakan interaksi positif?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning tentang nilai-nilai sosial pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Skenario Interaksi Sosial"


Diskusikan dalam kelompok kalian, bagaimana kalian akan bereaksi atau bertindak
dalam skenario berikut agar tercipta interaksi sosial yang positif. Jelaskan peran
kalian dan dampaknya.

Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Sosial Bisa Kalian
Dampaknya Terhadap Interaksi
Ambil

Menawarkan bantuan,
Contoh: Teman menjelaskan kembali materi.
Teman yang
sebangku kesulitan Dampaknya: teman merasa
membantu
memahami pelajaran. terbantu, hubungan makin
akrab.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Sosial Bisa Kalian
Dampaknya Terhadap Interaksi
Ambil

1. Ada teman yang


sering membuang
sampah sembarangan di
kelas.

2. Kalian melihat teman


bertengkar karena
masalah kecil.

3. Guru meminta kalian


kerja kelompok untuk
tugas sulit.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Rencana Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku"
Tema: "Membangun Interaksi Sosial yang Harmonis"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota
Anggota Anggota
kelompo
Anggota kelompo kelompok
k
kelompo Anggota k menunjuk
menunju
1. k tidak kelompok menunju kan
kkan
Kedalam menunju menunjukk kkan pemaham
pemaha
an kkan an pemaha an
man
Pemaha pemaha pemahama man mendala
yang
man man n yang yang m,
baik dan
Peran & tentang sangat cukup mampu
mampu
Tanggun peran terbatas tentang mengaitk
menjelas
g Jawab atau tentang peran an peran
kan
tanggung peran. dan dengan
peran
jawab. fungsiny dampak
dengan
a. sosial.
benar.

2. Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis


Kualitas interaksi interaksi interaksi interaksi interaksi
Analisis salah kurang cukup tepat dan sangat
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Interaksi atau tepat atau tepat, penjelas tepat,


Sosial tidak sangat namun an rinci orisinal,
relevan. minim. penjelas serta dan
an akurat penjelasa
kurang tentang n sangat
rinci. dampak. rinci serta
analitis
tentang
dinamika
sosial.

Kerja
sama
Kerja Kerja sangat
sama sama baik,
Tidak
cukup baik, semua
ada kerja Sedikit
3. baik, semua anggota
sama, kerja sama,
Kolabora namun anggota berpartisi
ada sebagian
si dalam masih berpartisi pasi
dominasi besar
Kelompo ada pasi aktif penuh,
individu anggota
k anggota dan saling
atau pasif.
yang saling menginsp
konflik.
kurang menduku irasi, dan
aktif. ng. berkontrib
usi
signifikan.

Kualitas
Presenta
si Proyek

Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
Penyamp an kurang aian Penyamp
sangat
aian jelas, cukup aian
4. jelas,
tidak sering jelas, jelas,
Kejelasa persuasif,
jelas, terputus, namun lugas,
n menarik,
sulit dan masih dan
Penyamp dan
dimenger menggunak ada mudah
aian menggun
ti, dan an bahasa bagian dimenger
Pesan akan
berbelit- yang yang ti oleh
bahasa
belit. membingun kurang audiens.
yang
gkan. lugas.
efektif.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Menguas
ai materi
dengan
Menguas
sangat
ai materi
Tidak baik,
Kurang Cukup dengan
menguas mampu
menguasai menguas baik,
ai materi, menjelas
5. materi, ai materi, mampu
sering kan ide
Penguas banyak namun menjelas
membac proyek
aan ragu, dan masih kan ide
a teks, secara
Materi sering terlihat proyek
atau mendala
Proyek bergantung kurang dengan
menjawa m, dan
pada percaya tepat,
b di luar menjawa
catatan. diri. dan
konteks. b
percaya
pertanyaa
diri.
n dengan
analisis
tajam.

Proyek
sangat
Proyek kreatif,
Proyek
Proyek menarik, inovatif,
sedikit Proyek
monoton, relevan, sangat
menarik, cukup
6. tidak dan relevan,
relevansi menarik,
Kreativit relevan, desain dan
terbatas, cukup
as dan atau cukup berpotens
atau kurang relevan,
Kelayaka tanpa bervarias i
bervariasi namun
n Proyek media i serta memberik
dalam kurang
yang layak an
penyampai inovatif.
menarik. dilaksana dampak
an.
kan. positif
yang
nyata.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat diberikan
tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Melakukan wawancara singkat dengan berbagai orang di sekolah
(misalnya, kepala sekolah, petugas kebersihan, pustakawan) tentang
peran dan tanggung jawab mereka.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Menulis cerita pendek tentang pentingnya kerja sama dalam mencapai


tujuan.
o Mencari tahu tentang organisasi sosial di lingkungan sekitar dan peran
mereka dalam masyarakat.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh-contoh
yang lebih konkret dan dekat dengan kehidupan mereka.
o Melakukan simulasi peran sederhana secara langsung dengan
pendampingan guru.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada identifikasi
peran dasar di keluarga dan sekolah.

P. Glosarium
1. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu, kelompok, atau
individu dengan kelompok dalam masyarakat.
2. Peran: Kedudukan atau fungsi yang harus dilakukan seseorang dalam suatu
kelompok atau masyarakat.
3. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seseorang
sesuai dengan perannya.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Geografi Lokal, Keanekaragaman, dan
Kearifan Lokal

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : SARTIKA,[Link]
 Satuan Pendidikan : SDN MEKARJAYA 7
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki pemahaman mendalam tentang
identitas lokal dan nasional serta peduli terhadap pelestarian budaya dan
lingkungan.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara
bentang alam, profesi, dan kebudayaan lokal.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dalam
melestarikan kearifan lokal dan budaya.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk
mengumpulkan informasi dan mempresentasikan hasil belajar.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi tentang daerahnya
sendiri secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi tentang
daerahnya dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun di kota/kabupaten
Karangsari, provinsi Jawa Timur. Tahukah kalian, di mana tepatnya kota kita
ini berada di peta Indonesia? Bagaimana rasanya tinggal di daerah yang
indah ini?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita belajar bersyukur atas segala ciptaan
Tuhan, termasuk kekayaan alam dan budaya di daerah kita. Bagaimana
ibadah kita mengingatkan kita untuk menjaga warisan leluhur dan alam
sekitar?"
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

3. Berolahraga: "Di daerah kita, mungkin ada olahraga tradisional atau


permainan rakyat. Pernahkah kalian mencobanya? Bagaimana olahraga ini
membuat kita lebih dekat dengan budaya daerah?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan menjelajahi tempat tinggal kita lebih dalam,
dari bentang alamnya hingga budayanya. Mengapa penting bagi kita untuk
mengenal dan mencintai daerah kita sendiri?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan khas daerah kita seringkali
menggunakan bahan-bahan alami dari bentang alam sekitar. Apa makanan
khas daerah kalian yang paling kalian suka? Dari mana asalnya bahan-bahan
makanan itu?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, kalian pasti menemukan
keanekaragaman budaya, seperti bahasa atau tradisi. Bagaimana kita bisa
hidup rukun dengan perbedaan-perbedaan ini? Apa yang bisa kita lakukan
untuk melestarikan kearifan lokal?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar untuk belajar dan beraktivitas.
Bayangkan jika semua pengetahuan tentang daerah kita, seperti cerita rakyat
atau adat istiadat, hilang begitu saja. Bagaimana perasaan kalian? Apa yang
bisa kita lakukan agar ini tidak terjadi?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya melalui
peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi
masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah
keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik menunjukkan letak kota/kabupaten Karangsari dan provinsi
Jawa Timur pada peta konvensional atau digital.
 Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alam di sekitar tempat
tinggalnya (dataran rendah, dataran tinggi, pantai, sungai, gunung) dan
memberikan contohnya.
 Peserta didik menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan jenis
profesi masyarakat di sekitarnya.
 Peserta didik mengidentifikasi keanekaragaman hayati (hewan dan
tumbuhan khas) dan keragaman budaya (adat istiadat, pakaian adat,
kesenian daerah) di daerahnya.
 Peserta didik menjelaskan contoh kearifan lokal yang masih diterapkan di
masyarakat tempat tinggalnya.
 Peserta didik mengumpulkan informasi tentang sejarah singkat keluarga
atau masyarakat di tempat tinggalnya.
 Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian
keanekaragaman hayati, keragaman budaya, dan kearifan lokal.
 Peserta didik mengembangkan sikap bangga terhadap daerah asal dan
semangat melestarikan kekayaan lokal.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

E. Sarana dan Prasarana


1. Peta Provinsi Jawa Timur dan Peta Indonesia (konvensional/digital).
2. Video/Foto tentang bentang alam, profesi, budaya, dan kearifan lokal daerah
Lumajang dan sekitarnya.
3. Alat dan bahan untuk membuat poster/maket sederhana (kertas karton,
spidol, pensil warna, plastisin, barang bekas).
4. Akses internet/komputer untuk mencari informasi dan video edukasi.
5. Narasumber lokal (jika memungkinkan, untuk sesi wawancara).

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam memahami
materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Penyelidikan Lapangan (mini), Wawancara (sederhana), Observasi,
Diskusi Kelompok, Pembuatan Proyek (Peta Interaktif/Pameran Mini),
Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Otentik: Peserta didik akan melakukan penyelidikan


langsung terhadap lingkungan dan budaya sekitar mereka.
o Pembelajaran Berbasis Konteks Lokal: Materi akan sangat relevan
dengan kehidupan peserta didik, mendorong pemahaman mendalam.
o Sintesis Informasi: Peserta didik akan menggabungkan berbagai
jenis informasi (geografi, budaya, sejarah) untuk membentuk
pemahaman yang komprehensif.
o Koneksi Emosional: Kegiatan akan mendorong rasa bangga dan
kepemilikan terhadap warisan lokal.
o Pengembangan Produk Nyata: Peserta didik akan menghasilkan
proyek yang menunjukkan pemahaman mendalam mereka tentang
daerahnya.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pejamkan mata sejenak, bayangkan rumah kalian,
sekolah kalian, sawah di dekat rumah, atau gunung yang terlihat dari
kejauhan. Apa yang kalian rasakan saat membayangkan tempat-tempat itu?
Bisakah kalian menggambarkannya?"
 Meaningful Learning: "Jika ada orang dari negara lain datang ke sini, apa
yang paling ingin kalian tunjukkan atau ceritakan tentang daerah kita?
Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang tempat tinggal kita, budaya,
dan sejarah keluarga kita?"
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

 Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pemandu wisata di daerah kita,
ke mana saja kalian akan mengajak tamu? Apa cerita paling menarik yang
akan kalian sampaikan tentang Karangsari dan Jawa Timur?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan peta Indonesia.
Guru bertanya: "Di mana pulau Jawa? Di mana Provinsi Jawa Timur? Di
mana letak kota/kabupaten kita?" Guru bisa menggunakan peta digital
interaktif. Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful
learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari lebih dalam tentang daerah tempat tinggal mereka, dari
geografinya hingga budayanya. Guru mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar" dan "Bermasyarakat" untuk
menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial.
4. Pengenalan Proyek (15 menit): Guru memperkenalkan proyek utama
selama tema ini: "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku". Setiap kelompok akan
membuat sebuah diorama, poster interaktif, atau presentasi digital yang berisi
informasi lengkap tentang Karangsari dan Jawa Timur, termasuk bentang
alam, profesi, budaya, kearifan lokal, dan sejarah singkat.

Inti (14 JP)


Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengenal Bentang Alam dan Profesi Lokal
1. Eksplorasi Peta dan Bentang Alam (90 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan peta Provinsi Jawa Timur dan peta
Kabupaten Lumajang (jika ada). Mereka diminta mengidentifikasi dan
menandai lokasi SDN Karangsari 02.
o Guru menayangkan video/gambar berbagai bentang alam (gunung,
pantai, dataran rendah, sungai, sawah) yang ada di Jawa Timur,
khususnya sekitar Lumajang.
o Peserta didik mencatat karakteristik masing-masing bentang alam. Ini
melatih penalaran kritis dan observasi.
2. Keterkaitan Bentang Alam dan Profesi (90 menit):
o Guru memandu diskusi tentang hubungan antara bentang alam
dengan jenis-jenis profesi masyarakat yang ada di sana (misal: petani
di dataran rendah/sawah, nelayan di pantai, penambang di gunung,
pedagang di kota).
o Peserta didik mengidentifikasi profesi yang paling banyak ditemui di
sekitar tempat tinggal mereka dan menghubungkannya dengan
bentang alam.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Setiap kelompok memilih satu bentang alam dan profesi terkait, lalu
membuat sketsa atau mind map untuk proyek mereka.
3. Observasi Lingkungan (90 menit):
o Jika memungkinkan dan aman, guru mengajak peserta didik berkeliling
sekitar lingkungan sekolah (misal: ke sawah terdekat, sungai, atau
hanya mengamati dari kejauhan) untuk melihat langsung contoh
bentang alam dan aktivitas profesi.
o Peserta didik mencatat hasil observasi mereka.
Pertemuan 4-6 (6 JP): Menggali Keanekaragaman Budaya, Kearifan Lokal, dan
Sejarah
1. Keanekaragaman Hayati dan Budaya (90 menit):
o Guru menampilkan gambar/video tentang keanekaragaman hayati
khas Jawa Timur (misal: harimau jawa - meskipun punah, burung,
bunga rafflesia - contoh kekayaan hayati Indonesia, dsb) dan
keragaman budaya (tari remo, reog ponorogo, wayang kulit, baju adat,
bahasa daerah).
o Peserta didik mengidentifikasi beberapa contoh keanekaragaman
hayati dan budaya di daerah mereka.
o Guru bisa mengundang narasumber lokal (jika memungkinkan) untuk
bercerita tentang tradisi atau kesenian daerah.
2. Kearifan Lokal dan Sejarah (90 menit):
o Guru menjelaskan konsep kearifan lokal (kebiasaan atau
pengetahuan masyarakat turun-temurun yang baik untuk
lingkungan/masyarakat, misal: menjaga kebersihan sungai, gotong
royong).
o Peserta didik berdiskusi dan mencari contoh kearifan lokal yang masih
ada di lingkungan mereka.
o Guru bercerita singkat tentang sejarah berdirinya SDN Karangsari 02
atau sejarah singkat daerah Lumajang. Peserta didik juga bisa
ditugaskan untuk bertanya kepada orang tua atau kakek nenek tentang
sejarah keluarga atau lingkungan mereka.
o Ini melatih komunikasi dan kolaborasi serta menumbuhkan
kewargaan.
3. Merancang Pelestarian (90 menit):
o Setelah memahami berbagai kekayaan daerah, setiap kelompok
mendiskusikan upaya pelestarian yang bisa mereka lakukan untuk
menjaga keanekaragaman hayati, keragaman budaya, dan kearifan
lokal.
o Mereka mulai mengumpulkan ide dan bahan untuk proyek "Pameran
Mini: Aku Cinta Daerahku", fokus pada bagian keanekaragaman dan
pelestarian. Ini melatih kreativitas.
Pertemuan 7 (2 JP): Persiapan dan Finalisasi Proyek "Pameran Mini: Aku Cinta
Daerahku"
1. Penyelesaian Proyek (90 menit):
o Setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan proyek mereka.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Mereka memastikan semua informasi (letak geografis, bentang alam,


profesi, keanekaragaman, kearifan lokal, sejarah, dan upaya
pelestarian) terangkum dengan baik dan menarik dalam proyek
(diorama/poster/presentasi digital).
o Guru berkeliling memberikan bimbingan, umpan balik, dan memastikan
semua anggota kelompok berkontribusi (kolaborasi dan
kemandirian).

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah mereka
pelajari tentang daerahnya. Bagaimana perasaan mereka setelah mengetahui
begitu banyak hal tentang tempat tinggalnya? Guru juga mengaitkan kembali
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah menyelesaikan proyek.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menyiapkan jadwal untuk "Pameran Mini:
Aku Cinta Daerahku" di kelas atau di area sekolah yang dapat dilihat oleh
siswa lain atau orang tua. Peserta didik diharapkan bisa menjelaskan proyek
mereka kepada pengunjung pameran.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan observasi lapangan, dan saat merancang proyek.
(Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan
penalaran kritis).
 Catatan Hasil Observasi Lingkungan/Wawancara: Penilaian kemampuan
mengumpulkan informasi dan mencatat.
 Mind Map/Sketsa Awal Proyek: Penilaian pemahaman awal tentang
keterkaitan bentang alam dan profesi.
 Partisipasi Diskusi Identifikasi Kearifan Lokal/Sejarah: Penilaian
pemahaman dan kemampuan komunikasi.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku" (Diorama/Poster
Interaktif/Presentasi Digital): Penilaian pemahaman mendalam tentang
geografi lokal, keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal,
sejarah, serta upaya pelestariannya. Penilaian juga mencakup kreativitas,
kolaborasi, dan kemampuan presentasi (menggunakan rubrik penilaian
analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur pemahaman
faktual tentang letak geografis, jenis bentang alam, profesi, keanekaragaman
budaya, dan kearifan lokal.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

K. Pemahaman Bermakna
Mengenal dan memahami tempat tinggal kita lebih dalam adalah seperti
menemukan harta karun tersembunyi. Dari letak geografis di peta, ragam bentang
alam yang indah, hingga kekayaan budaya, kearifan lokal, dan sejarah
masyarakatnya, semua itu membentuk identitas kita sebagai warga daerah. Dengan
memahami hal ini, kita tidak hanya menjadi lebih bangga akan asal-usul kita, tetapi
juga menyadari pentingnya melestarikan warisan alam dan budaya agar tetap
lestari untuk generasi mendatang. Kita adalah bagian dari sejarah dan masa depan
daerah kita.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Jati Diri: Kota, Provinsi, dan Bentang Alam Kita
Setiap dari kita tinggal di sebuah daerah yang memiliki nama dan letak geografis
tertentu. Kita tinggal di Kota/Kabupaten Karangsari, yang merupakan bagian dari
Provinsi Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur memiliki berbagai macam bentang
alam yang indah dan beragam, seperti dataran rendah yang subur untuk pertanian,
dataran tinggi dengan pegunungan yang menjulang, garis pantai yang panjang,
serta sungai-sungai yang mengalir. Ragam bentang alam ini sangat memengaruhi
kehidupan masyarakat, termasuk jenis pekerjaan atau profesi yang digeluti
penduduknya. Misalnya, di daerah pantai, banyak penduduk menjadi nelayan,
sementara di dataran rendah, banyak yang menjadi petani.
Kekayaan Alam dan Budaya Daerah Kita
Selain bentang alam yang beragam, daerah kita juga kaya akan keanekaragaman
hayati, yaitu berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya. Kita juga
memiliki keragaman budaya yang sangat istimewa, mulai dari bahasa daerah,
pakaian adat, tarian tradisional, alat musik, hingga berbagai jenis makanan khas.
Semua ini adalah warisan dari leluhur kita yang harus kita jaga. Keanekaragaman ini
menjadi cerminan identitas daerah kita yang unik dan berwarna.
Menjaga Warisan: Kearifan Lokal dan Sejarah
Di tengah keragaman ini, masyarakat kita juga memiliki kearifan lokal, yaitu nilai-
nilai luhur, pengetahuan, atau kebiasaan turun-temurun yang baik dan bijaksana
dalam mengelola lingkungan atau mengatur kehidupan sosial. Contohnya, tradisi
gotong royong dalam membangun sesuatu atau kebiasaan menjaga kebersihan
sungai. Kearifan lokal ini seringkali lahir dari pengalaman dan sejarah panjang
masyarakat di daerah kita. Mempelajari sejarah keluarga dan masyarakat di sekitar
kita membantu kita memahami akar budaya dan nilai-nilai yang membentuk kita saat
ini, serta menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk melestarikan
semua kekayaan ini.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa fakta paling menarik yang kalian temukan tentang kota/kabupaten
Karangsari atau Provinsi Jawa Timur?
2. Bagaimana perasaan kalian setelah mengetahui begitu banyak tentang
kebudayaan dan kearifan lokal daerah kita?
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

3. Satu hal apa yang ingin kalian lakukan untuk membantu melestarikan
kekayaan alam atau budaya di daerah kalian?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang
keterkaitan antara geografi, budaya, dan profesi di daerah mereka? Jika tidak,
bagaimana cara saya dapat memperkuat pemahaman tersebut?
2. Apakah kegiatan proyek berhasil memicu rasa bangga dan keinginan peserta
didik untuk melestarikan warisan lokal?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning tentang identitas lokal dan tanggung jawab sosial pada peserta
didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Jejak Langkah di Karangsari"


Diskusikan dalam kelompok kalian, bagaimana bentang alam di sekitar Karangsari
memengaruhi kehidupan masyarakat dan profesi mereka. Kemudian, identifikasi
satu contoh kearifan lokal yang terkait dengan bentang alam tersebut.

Bagaimana
Kearifan
Profesi Bentang Alam
Bentang Alam di Lokal yang
Masyarakat Memengaruhi
Karangsari/Lumajang Terkait (jika
yang Terkait Profesi? (minimal
ada)
2 poin)

Tradisi
Tanah subur cocok
"Bersih
untuk menanam
Contoh: Dataran Desa"
Petani Padi padi. Air mudah
Rendah (persawahan) sebelum
didapat dari
menanam
sungai/irigasi.
padi

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi


Proyek "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku"
Tema: "Mengenal dan Melestarikan Kekayaan Daerahku"
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompo
k

Anggota
kelompok
Anggota Anggota
menunjuk
kelompok Anggota kelompok
kan
tidak Anggota kelompok menunju
pemaha
menunjuk kelompok menunju kkan
1. man
kan menunjukk kkan pemaha
Kedalam mendala
pemaha an pemaha man baik
an m dan
man pemahama man dan
Pemaha mampu
tentang n sangat cukup mampu
man mengaitk
geografi, terbatas tentang menjelas
Konsep an
budaya, tentang konsep kan
Lokal berbagai
atau konsep lokal dan konsep
konsep
kearifan lokal. contohny lokal
lokal
lokal a. dengan
secara
daerah. benar.
kompreh
ensif.

Analisis
keterkaita
n sangat
Analisis
tepat,
keterkaita Analisis Analisis
orisinal,
n Analisis keterkait keterkait
2. dan
bentang keterkaitan an cukup an tepat
Kualitas penjelasa
alam dan kurang tepat, dan
Analisis n sangat
profesi/bu tepat atau namun penjelasa
Keterkait rinci serta
daya sangat penjelasa n rinci
an analitis
salah minim. n kurang serta
tentang
atau tidak rinci. akurat.
hubunga
relevan.
n
kompleks
.

Tidak ada Sedikit Kerja Kerja Kerja


3.
kerja kerja sama, sama sama sama
Kolabora
sama, sebagian cukup baik, sangat
si dalam
ada besar baik, semua baik,
Kelompo
dominasi anggota namun anggota semua
k
individu pasif. masih berpartisi anggota
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

atau ada pasi aktif berpartisi


konflik. anggota dan pasi
yang saling penuh,
kurang menduku saling
aktif. ng. menginsp
irasi, dan
berkontri
busi
signifikan
.

Kualitas
Presenta
si
Proyek

Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
an kurang aian Penyamp
sangat
4. Penyamp jelas, cukup aian
jelas,
Kejelasa aian tidak sering jelas, jelas,
persuasif,
n jelas, sulit terputus, namun lugas,
menarik,
Penyam dimenger dan masih dan
dan
paian ti, dan mengguna ada mudah
menggun
Informas berbelit- kan bahasa bagian dimenger
akan
i belit. yang yang ti oleh
bahasa
membingu kurang audiens.
yang
ngkan. lugas.
efektif.

Menguas
ai materi
Menguas
dengan
ai materi
sangat
Tidak Kurang Cukup dengan
baik,
menguas menguasai menguas baik,
mampu
5. ai materi, materi, ai materi, mampu
menjelas
Penguas sering banyak namun menjelas
kan ide
aan membaca ragu, dan masih kan ide
proyek
Materi teks, atau sering terlihat proyek
secara
Proyek menjawa bergantung kurang dengan
mendala
b di luar pada percaya tepat,
m, dan
konteks. catatan. diri. dan
menjawa
percaya
b
diri.
pertanya
an
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

dengan
analisis
tajam.

Proyek
Proyek sangat
Proyek menarik, kreatif,
Proyek Proyek cukup menggun inovatif,
6. monoton, sedikit menarik, akan interaktif,
Kreativit tanpa menarik, menggun media dan
as dan media kurang akan yang berhasil
Kualitas atau cara bervariasi media relevan, memikat
Produk penyamp dalam sederhan dan perhatian
Proyek aian yang penyampai a, namun desain audiens
menarik. an. kurang cukup dengan
inovatif. bervarias produk
i. berkualita
s tinggi.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat diberikan
tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Membuat "peta harta karun" budaya daerah, yang menunjukkan lokasi
tempat-tempat bersejarah atau kesenian tradisional.
o Mengadakan mini-wawancara dengan tokoh masyarakat atau seniman
lokal tentang kearifan lokal atau sejarah daerah.
o Mendesain brosur wisata sederhana tentang daerah
Karangsari/Lumajang.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan peta fisik dan
gambar-gambar yang lebih konkret.
o Melakukan identifikasi sederhana tentang bentang alam atau profesi
yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada pengenalan
dasar peta dan contoh-contoh budaya lokal.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang bervariasi, seperti gunung,
pantai, dataran rendah, atau sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai luhur yang diwariskan secara
turun-temurun oleh suatu masyarakat dan berguna dalam kehidupan.
3. Keanekaragaman Hayati: Berbagai jenis makhluk hidup (tumbuhan dan
hewan) beserta ekosistem tempat hidupnya.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Setiawan, A. (2019). Geografi Sosial Budaya. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Kebutuhan, Keinginan, dan Uang

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : SARTIKA,[Link]
 Satuan Pendidikan : SDN MEKARJAYA 7
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis perbedaan antara
kebutuhan dan keinginan serta membuat keputusan finansial sederhana.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan ide-ide kreatif tentang cara
menabung atau menggunakan uang dengan bijak.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk
mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan bersama.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan pengeluaran dan
menabung secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan pemahaman mereka
tentang nilai uang dan pentingnya menabung.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini saat bangun, hal pertama apa yang
kalian butuhkan? Sarapan, minum air, atau mainan baru? Mengapa sarapan
lebih penting daripada mainan baru di pagi hari?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita belajar bersyukur. Bersyukur atas apa yang
kita miliki. Apa yang paling kalian syukuri saat ini, apakah itu sesuatu yang
kalian butuhkan atau hanya kalian inginkan?"
3. Berolahraga: "Ketika berolahraga, kita butuh pakaian dan sepatu yang
nyaman. Ini adalah kebutuhan. Apakah membeli baju olahraga yang paling
mahal adalah kebutuhan atau keinginan?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar tentang apa itu kebutuhan dan
keinginan, serta bagaimana uang membantu kita mendapatkan keduanya.
Mengapa penting sekali bagi kita untuk bisa membedakan keduanya?"
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan adalah kebutuhan dasar kita. Mengapa
penting untuk makan makanan sehat dan bergizi setiap hari? Apakah
membeli camilan yang tidak sehat itu kebutuhan atau keinginan?"
6. Bermasyarakat: "Di masyarakat, ada banyak orang dengan kebutuhan dan
keinginan yang berbeda. Bagaimana kita bisa saling membantu memenuhi
kebutuhan dasar, terutama bagi mereka yang kurang beruntung?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup adalah kebutuhan agar tubuh kita sehat.
Bayangkan jika kita tidak punya uang untuk membeli makanan atau tempat
tinggal. Apa yang akan terjadi? Mengapa uang itu penting?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan
fungsinya.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan dan keinginan
dengan memberikan contoh yang relevan.
 Peserta didik mengklasifikasikan daftar benda atau layanan ke dalam
kategori kebutuhan atau keinginan.
 Peserta didik menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar, alat pembayaran,
dan alat penyimpan nilai.
 Peserta didik mengidentifikasi nilai berbagai pecahan mata uang Rupiah
(kertas dan logam) dan menggunakannya dalam simulasi transaksi
sederhana.
 Peserta didik membuat rencana sederhana untuk menghemat atau
menabung uang untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tertentu.
 Peserta didik mengembangkan sikap bijak dalam mengelola uang dan
prioritas pengeluaran.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Flashcard berbagai benda kebutuhan (makanan, pakaian, tempat
tinggal) dan keinginan (mainan, gadget terbaru).
2. Replika mata uang Rupiah (kertas dan logam) atau gambar mata uang asli.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD) berupa tabel atau daftar.
5. Video/Animasi tentang sejarah uang atau cara menabung.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam memahami
materi ajar.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri)
 Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Simulasi (Role Play), Studi Kasus,
Brainstorming, Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Konseptual: Peserta didik akan menyelidiki dan


membedakan konsep abstrak kebutuhan dan keinginan.
o Aplikasi Praktis: Peserta didik akan mengaplikasikan pemahaman
tentang uang dalam simulasi kehidupan nyata.
o Pengambilan Keputusan: Peserta didik akan diajak untuk berpikir
kritis dalam membuat keputusan terkait prioritas pengeluaran.
o Koneksi Diri: Peserta didik akan merefleksikan kebiasaan belanja dan
menabung mereka sendiri.
o Pemecahan Masalah: Peserta didik akan mencari solusi untuk
memenuhi kebutuhan dengan sumber daya terbatas.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Jika kalian punya uang Rp10.000, apa yang akan kalian
beli? Apakah itu sesuatu yang harus kalian punya, atau hanya kalian
inginkan?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa membeli semua yang kita
inginkan? Mengapa penting bagi kita untuk tahu bedanya kebutuhan dan
keinginan?"
 Joyful Learning: "Kalau kalian bisa punya tabungan sebanyak-banyaknya,
hal apa yang paling ingin kalian wujudkan dengan uang itu? Mengapa itu
penting untuk kalian?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan
memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan dua gambar: satu
gambar anak sedang makan nasi dan lauk pauk sederhana, satu gambar
anak sedang bermain robot mahal. Guru bertanya: "Manakah yang lebih
penting? Mengapa? Apa bedanya?" Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat
mempelajari perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta fungsi uang dalam
kehidupan sehari-hari. Guru mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat, terutama "Makan Sehat dan Bergizi" (kebutuhan dasar) dan "Gemar
Belajar" (mengelola keuangan).
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini kita akan
menjadi "manajer keuangan cilik" yang akan belajar membedakan apa yang
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

kita perlukan dan apa yang kita inginkan, serta bagaimana menggunakan
uang dengan bijak.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Membedah Kebutuhan vs. Keinginan
1. Identifikasi dan Klasifikasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Guru menyediakan daftar benda/layanan (misal: makanan, air minum,
buku pelajaran, mainan, smartphone terbaru, liburan mewah, seragam
sekolah, pensil warna baru, biskuit).
o Setiap kelompok mendiskusikan dan mengklasifikasikan setiap item ke
dalam kategori kebutuhan (sesuatu yang harus ada untuk bertahan
hidup/penting) atau keinginan (sesuatu yang menyenangkan tapi tidak
harus ada).
o Peserta didik mengisi LKPD berupa tabel klasifikasi. Ini melatih
penalaran kritis dan kolaborasi.
2. Studi Kasus dan Prioritas (60 menit):
o Guru menyajikan beberapa skenario studi kasus (misal: "Keluarga Budi
hanya punya uang cukup untuk membeli beras atau membeli es krim.
Apa yang sebaiknya dibeli?" atau "Ani punya uang saku Rp 5.000. Dia
butuh pensil tapi juga ingin membeli permen.")
o Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan keputusan yang tepat
dan alasannya, dengan menekankan prioritas kebutuhan.
o Guru memandu diskusi kelas untuk menyimpulkan pentingnya
membedakan dan memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan.
3. Refleksi Diri (60 menit):
o Peserta didik secara individu menuliskan 3 kebutuhan utama mereka
dan 3 keinginan utama mereka.
o Kemudian, mereka menuliskan bagaimana cara mereka (atau keluarga
mereka) biasanya memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut. Ini
melatih kemandirian dan pemahaman diri.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengenal Nilai dan Fungsi Uang
1. Eksplorasi Uang (90 menit):
o Guru menunjukkan berbagai replika mata uang Rupiah (kertas dan
logam) dari pecahan terkecil hingga terbesar.
o Peserta didik diminta mengidentifikasi nilai setiap pecahan uang.
o Guru menjelaskan fungsi uang:
 Alat tukar: untuk membeli barang dan jasa.
 Alat pembayaran: untuk membayar sesuatu (tagihan, utang).
 Alat penyimpan nilai: untuk menabung di masa depan.
o Gambar
2. Simulasi Transaksi "Pasar Mini" (90 menit):
o Guru menyiapkan "pasar mini" di kelas dengan beberapa meja yang
menjual "barang" (benda sederhana atau gambar benda) dengan
harga yang tertera.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Setiap peserta didik diberikan sejumlah replika uang (misal: Rp10.000).


o Peserta didik secara bergantian berperan sebagai pembeli dan
penjual, melakukan transaksi jual beli dengan menghitung kembalian.
o Ini adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermakna untuk melatih
pengenalan nilai uang, berhitung, dan interaksi sosial dalam
konteks ekonomi sederhana.
Pertemuan 5 (2 JP): Merancang Rencana Keuangan Sederhana
1. Diskusi dan Perencanaan (90 menit):
o Guru memandu diskusi tentang pentingnya menabung untuk mencapai
tujuan (misal: membeli buku cerita, mainan, atau membantu orang
tua).
o Setiap peserta didik merancang rencana keuangan sederhana:
 Tuliskan satu keinginan yang ingin dicapai (misal: membeli buku
komik).
 Tuliskan harga barang tersebut.
 Tuliskan berapa banyak uang saku yang bisa ditabung setiap
hari/minggu.
 Hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menabung.
o Ini melatih penalaran kritis, kemandirian, dan kreativitas dalam
membuat keputusan finansial pribadi.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah mereka
pelajari tentang kebutuhan, keinginan, dan bagaimana mengelola uang. Guru
menekankan pentingnya menjadi pribadi yang bijak dalam keuangan. Guru
juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik tentang
kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan mengapa, serta apa
yang mereka rasakan setelah merancang rencana keuangan.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk mulai
menerapkan rencana menabung mereka di rumah dan menceritakan
pengalamannya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat simulasi pasar mini, dan saat merancang rencana keuangan.
(Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi, penalaran kritis, dan
kemandirian).
 LKPD Klasifikasi Kebutuhan vs. Keinginan: Penilaian pemahaman konsep.
 Partisipasi Simulasi Pasar Mini: Penilaian pengenalan nilai uang dan
keterampilan berhitung sederhana.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

 Rancangan Rencana Keuangan Sederhana: Penilaian kemampuan


perencanaan dan penerapan konsep.
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Konsep "Kebutuhan dan Keinginan dalam Hidupku": Peserta
didik mempresentasikan hasil klasifikasi pribadi dan rencana keuangan
mereka, menjelaskan mengapa item tersebut penting bagi mereka dan
bagaimana mereka akan mengelolanya. (Menggunakan rubrik penilaian
analitik terlampir di LKPD). Penilaian pemahaman mendalam, penalaran
kritis, dan komunikasi.
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur pemahaman
faktual tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai pecahan mata
uang, dan fungsi uang.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah pelajaran hidup
yang sangat penting. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang harus kita miliki untuk
hidup, seperti makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan keinginan
adalah hal-hal yang menyenangkan, namun tidak mutlak harus ada. Uang menjadi
alat yang sangat penting untuk mendapatkan keduanya. Dengan memahami fungsi
uang dan bagaimana mengelolanya dengan bijak, kita bisa memprioritaskan
pengeluaran, menabung untuk masa depan, dan mencapai tujuan finansial. Ini akan
membantu kita menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab dalam
mengelola sumber daya.

L. Materi Bahan Ajar


Kebutuhan dan Keinginan: Apa Bedanya?
Dalam hidup, kita sering kali mendengar istilah kebutuhan dan keinginan, tetapi
apa sebenarnya perbedaannya? Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus ada
atau harus kita miliki agar kita bisa bertahan hidup dan beraktivitas dengan baik.
Contohnya adalah makanan untuk dimakan, air untuk diminum, pakaian untuk
melindungi tubuh, dan rumah sebagai tempat tinggal. Tanpa kebutuhan ini, hidup
kita akan sulit atau bahkan tidak mungkin. Sebaliknya, keinginan adalah segala
sesuatu yang kita inginkan atau dambakan untuk membuat hidup kita lebih nyaman,
senang, atau mewah, tetapi tidak mutlak harus ada untuk bertahan hidup. Contoh
keinginan bisa berupa mainan baru, gadget mahal, liburan ke tempat jauh, atau
makanan ringan yang lezat. Membedakan keduanya membantu kita mengatur
prioritas.
Uang: Alat Ajaib dalam Hidup Kita
Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, kita membutuhkan uang. Uang adalah
alat tukar yang sah dan diterima secara umum. Di Indonesia, mata uang kita adalah
Rupiah, yang terdiri dari berbagai pecahan, baik dalam bentuk kertas maupun koin.
Uang memiliki beberapa fungsi penting. Pertama, sebagai alat tukar atau alat
pembayaran, artinya kita menggunakan uang untuk membeli barang atau
membayar jasa yang kita butuhkan. Kedua, uang berfungsi sebagai alat penyimpan
nilai atau alat tabungan, yang berarti kita bisa menyimpan uang untuk digunakan di
masa depan.
Mengelola Uang dengan Bijak
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Meskipun uang sangat penting, kita tidak bisa membeli semua yang kita inginkan.
Sumber daya kita terbatas. Oleh karena itu, kita perlu mengelola uang dengan
bijak. Cara terbaik adalah dengan selalu memprioritaskan kebutuhan di atas
keinginan. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan
keinginan. Salah satu cara bijak mengelola uang adalah dengan menabung.
Menabung berarti menyisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk tujuan tertentu
di masa depan, misalnya membeli sesuatu yang kita inginkan, atau untuk keadaan
darurat. Dengan menabung, kita belajar disiplin dan bertanggung jawab atas
keuangan kita sendiri.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Satu pelajaran paling berharga apa yang kalian dapatkan tentang uang hari
ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan simulasi "Pasar Mini" dan harus
menghitung kembalian?
3. Apakah kalian sekarang merasa lebih siap untuk menabung uang saku
kalian? Mengapa?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik dapat membedakan antara kebutuhan dan
keinginan dengan baik? Jika tidak, strategi apa yang bisa saya gunakan untuk
memperkuat pemahaman ini?
2. Apakah simulasi "Pasar Mini" efektif dalam membantu peserta didik
memahami fungsi dan nilai uang?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam memfasilitasi deep
learning tentang literasi keuangan dasar pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama:

Kelas:

Tugas Mandiri: "Daftar Kebutuhanku dan Keinginanku"


Petunjuk: Tuliskan 5 kebutuhan utama kalian dan 5 keinginan utama kalian.
Kemudian, berikan alasan mengapa kalian mengklasifikasikannya demikian.

Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan

Penting untuk sumber tenaga


1. Nasi Kebutuhan
dan kesehatan tubuh.

Menyenangkan, tapi tidak


2. Mainan Robot Keinginan
esensial untuk bertahan hidup.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.
Rencana Menabungku
Aku ingin menabung untuk membeli:
(Nama Barang
Keinginan/Tujuan Menabung)

Harga barang tersebut adalah: Rp.

Aku akan menabung sebesar: Rp. setiap


hari/minggu/bulan (coret yang tidak perlu)

Jadi, aku membutuhkan waktu sekitar hari/minggu/bulan untuk mencapai


tujuanku.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Presentasi Konsep "Kebutuhan dan Keinginan


dalam Hidupku"
Tema: "Bijak Mengelola Kebutuhan dan Keinginan dengan Uang"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Pemaha
man
Konsep

1. Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta


Pemaha didik didik didik didik didik
man tidak membedak membed membedak membed
Kebutuh dapat an dengan akan an dengan akan
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

an & membed kurang dengan baik dan dengan


Keingina akan tepat atau cukup memberika sangat
n kebutuh memberika tepat n contoh jelas,
an dan n contoh dan yang jelas memberi
keingina yang memberi serta kan
n atau terbatas. kan beralasan. contoh
memberi contoh orisinal,
kan yang dan
contoh relevan. alasan
yang yang
salah. mendala
m.

Peserta
didik
Peserta memaha
didik mi fungsi
Peserta Peserta
Peserta memahami dan nilai
2. didik didik
didik fungsi dan mata
Pemaha tidak memaha
memahami nilai mata uang
man memaha mi cukup
fungsi/nilai uang secara
Fungsi mi fungsi fungsi
uang dengan kompreh
dan Nilai atau nilai dan nilai
sangat baik, serta ensif,
Uang mata mata
terbatas. dapat termasuk
uang. uang.
menggunak peran
annya. uang
dalam
ekonomi.

Rencana
menabun
Rencana Rencana
g sangat
3. menabu Rencana menabu Rencana
realistis,
Perenca ng tidak menabung ng menabung
detail,
naan ada atau sangat cukup realistis dan
dan
Keuanga tidak sederhana realistis, terstruktur
menunju
n realistis dan kurang namun dengan
kkan
Pribadi sama realistis. detailnya baik.
pemikira
sekali. kurang.
n jangka
panjang.

Kualitas
Presenta
si
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Penyam
Penyampai
Penyam paian
an kurang
Penyam paian sangat
jelas,
paian cukup Penyampai jelas,
4. sering
tidak jelas, an jelas, persuasif
Kejelasa terputus,
jelas, namun lugas, dan ,
n dan
sulit masih mudah menarik,
Penyam mengguna
dimenge ada dimengerti dan
paian kan
rti, dan bagian oleh menggun
Ide bahasa
berbelit- yang audiens. akan
yang
belit. kurang bahasa
membingu
lugas. yang
ngkan.
efektif.

Tidak
percaya Sangat
Cukup
diri, Percaya percaya
Kurang percaya
menghin diri, mampu diri,
percaya diri,
5. Rasa dari menyampai antusias,
diri, sering namun
Percaya kontak kan ide dan
ragu, dan masih
Diri mata, dengan mampu
butuh terlihat
atau tenang dan mengins
dorongan. sedikit
berbicar jelas. pirasi
gugup.
a sangat audiens.
pelan.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat diberikan
tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang jenis-jenis alat pembayaran selain uang tunai
(misalnya, kartu debit, uang elektronik).
o Membuat daftar anggaran sederhana untuk pengeluaran sehari-hari.
o Menulis cerita pendek tentang seseorang yang berhasil menabung
untuk mewujudkan keinginannya.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi tentang perbedaan kebutuhan dan
keinginan dengan menggunakan contoh-contoh yang lebih konkret dan
relevan.
SARTIKA,[Link] SDN MEKARJAYA 7

o Melakukan latihan identifikasi nilai mata uang dan berhitung kembalian


dengan bantuan guru.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada pengenalan
dasar kebutuhan dan fungsi uang.

P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal dasar yang mutlak diperlukan untuk bertahan hidup dan
beraktivitas.
2. Keinginan: Hal-hal yang diharapkan atau didambakan untuk kesenangan
atau kenyamanan, tetapi tidak mutlak diperlukan.
3. Mata Uang: Alat pembayaran atau tukar yang sah dan diterima secara umum
di suatu negara (di Indonesia: Rupiah).

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas IV
Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar,
dan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Rahayu, A. (2018). Pendidikan Keuangan untuk Anak Usia Sekolah Dasar.
Bandung: Alfabeta.

Mengetahui Depok, Juli 2025

Kepala SDN Mekarjaya 7 Guru Kelas IV

RATNA WIJAYANTI,[Link] SARTIKA,[Link]

NIP.198909012014032001 NIP.197812312014102001

Anda mungkin juga menyukai