SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DIABETES MELLITUS
Dosen Pengampu: Ns. Janu Purwono, [Link], [Link]
Disusun Oleh: Kelompok 2
Saskia Anggraini 2023206203016
Nahwa Fatimah Azzahra 2023206203007
Arwita Eka Vallentina 2023206203032
Dio Septa Saputra 2023206203005
PRODI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PRINGSEWU
TA 2024/2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP) DIABETES MELLITUS
Materi Topik : Diabetes Mellitus
(DM) Sasaran : Masyarakat Umum
Waktu : 09.00 WIB - selesai
Tempat : Kelas 3A S1 Keperawatan, Universitas Muhammadiyah
Pringsewu Hari/Tanggal : Kamis, 28 November 2024
Pemberi Materi: Kelompok 2
A. TUM
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan masyarakat khususnya penderita Diabetes
Mellitus, yang sering terjadi pada lansia maupun dewasa dan remaja mampu mengetahui
pengertian Diabetes Mellitus, penyebab Diabetes Mellitus, gejala Diabetes Mellitus, dampak
dan komplikasi yang dapat terjadi serta penanganan dan pencegahan yang dapat di
aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperbaiki metabolisme tubuh.
B. TUK
Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran diharapkan mampu:
1. Menjelaskan kembali pengertian Diabetes Mellitus
2. Menjelaskan kembali jenis-jenis Diabetes Mellitus
3. Menjelaskan tentang penyebab Diabetes Mellitus
4. Menjelaskan tentang gejala Diabetes Mellitus
5. Menjelaskan tentang bahaya Diabetes Mellitus
6. Menjelaskan tentang dampak dan komplikasi yang terjadi Diabetes Mellitus
7. Menjelaskan cara pencegahan dan penanganan Diabetes Mellitus
C. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
D. KEGIATAN PENYULUHAN
No Tahap Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Waktu
Penyuluhan
1. Pendahuluan Pembukaan: Menjawab salam 5 menit
Membuka kegiatan Mendengarkan
dengan mengucapkan Memperhatikan
salam Memperhatikan
Memperkenalkan diri Memperhatikan
Kontrak waktu Menjawab soal pre-
Menjelaskan tujuan test
dari dilakukannya
penyuluhan
Menyebutkan materi
yang akan diberikan
pada peserta promkes
Memberikan soal pre-
test tentang Diabetes
Mellitus
2. Inti Pelaksanaan: Memperhatikan 15
Menjelaskan Memperhatikan menit
pengertian Memperhatiakan
DM dan menjawab
Menjelaskan jenis- pertanyaan yang
jenis-jenis DM diajukan
Menjelaskan gejala Memperhatikan
pada penderita DM Memperhatikan
Menjelaskan Memperhatikan
tentang penyebab Memperhatikan
DM Memperhatikan
Menjelaskan
tentang bahaya DM
Menjelaskan tentang
dampak dan
komplikasi yang
terjadi pada
penderita DM
Menjelaskan tentang
cara penanganan
dan pencegahan DM
3. Evaluasi Evaluasi: Memperhatikan 5 menit
Menyimpulkan isi Memperhatikan
penyuluhan materi Memberi
Menyampaikan secara pertanyaan tentang
singkat materi Diabetes Mellitus
penyuluhan
Memberi kesempatan
audiens untuk bertanya
4. Penutup Penutup: Menjawab 5 menit
Menanyakan pada pertanyaan
peserta mengenai mengenai hasil
hasil materi yang materi penyuluhan
diberikan Memperhatikan
Memberikan Memperhatikan
rangkuman dan Menjawab ucapan
kesimpulan materi
yang telah diberikan terimakasih
Menginformasikan penyuluh
topik materi tentang Menjawab salam
kegiatan penutup
penyuluhan yang
akan datang
Mengucapkan
terimakasih atas
peran dan partisipasi
para peserta promkes
Mengucapkan salam
penutup
E. MEDIA / ALAT
1. Leaflet
2. Lembar Balik
3. LCD
4. Laptop
F. EVALUASI
a) Pengertian Diabetes Mellitus
b) Jenis Diabetes Mellitus
c) Penyebab Diabetes Mellitus
d) Gejala Diabetes Mellitus
e) Bahaya Diabetes Mellitus
f) Dampak dan komplikasi Diabetes Mellitus
g) Pencegahan dan penanganan Diabates Mellitus
1. Struktur
Peserta hadir 40 orang
Penyelenggara penyuluhan dilakukan di kelas 3A S1
Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Pringsewu
Penyelenggara penyuluhan menggunakan media berupa laptop, leaflet, lembar
balik, dan LCD
2. Proses
Peserta antusias terhadap materi penyuluhan yang diberikan
Peserta konsentrasi mendengarkan penyuluhan
Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara lengkap dan
benar
Peserta dapat memahami materi penyuluhan
3. Hasil
Peserta mengetahui pengertian Diabetes Mellitus
Peserta mengetahui jenis Diabetes Mellitus
Peserta mengetahui penyebab Diabetes Mellitus
Peserta mengetahui gejala pada Diabates Mellitus
Peserta mengetahui bahaya Diabetes Mellitus
Peserta mengetahui dampak dan komplikasi yang terjadi pada Diabetes
Mellitus
Peserta mengetahui cara penanganan dan pencegahan Diabetes Mellitus
LAMPIRAN MATERI
A. Pengertian Diabetes Mellitus
Penyakit DM (Diabetes Mellitus) adalah kondisi medis yang terjadi ketika tubuh tidak
dapat mengatur kadar gula darah (glukosa) dengan baik. Hal ini bisa disebabkan oleh
kekurangan produksi insulin atau karena sel-sel tubuh tidak responsif terhadap insulin yang
ada. Diabetes melitus adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan penyakit
diabetes yang melibatkan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah dalam jangka waktu
yang lama. Istilah "melitus" berasal dari bahasa Latin yang berarti "manis" yang merujuk
pada gejala diabetes klasik di mana urin penderita diabetes memiliki rasa manis karena
kelebihan gula.
Menurut World Health Organization (WHO), diabetes melitus didefinisikan sebagai
penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan
tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan
protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan
oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar
pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.
Di seluruh dunia, sekitar 422 juta orang menderita diabetes, mayoritas tinggal di negara
berpenghasilan rendah dan menengah, dan 1,5 juta kematian secara langsung dikaitkan
dengan diabetes setiap tahunnya. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat
selama beberapa dekade terakhir. Sedangkan di Indonesia, laporan hasil Riset Kesehatan
Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi DM meningkat menjadi 10,9% dan prediksi
International Diabetes Federation (IDF) memprediksikan akan ada peningkatan jumlah
penderita diabetes di Indonesia dari 10,7 juta tahun 2019 menjadi 13,7 juta di tahun 2030
B. Jenis-Jenis Diabetes Mellitus
Diabetes terbagi menjadi beberapa jenis, yang paling umum adalah:
1. Diabetes Tipe 1
Tubuh tidak dapat memproduksi insulin sama sekali karena sistem kekebalan tubuh menyerang
sel-sel penghasil insulin di pankreas. Biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja. Diabetes
Mellitus Tipe 1 terjadi sekitar 5% hingga 10% kasus Diabetes Mellitus, yang disebabkan oleh
rusaknya sel-sel beta penghasil insulin pada kelenjar pankreas. Hal ini yang menyebabkan
terjadinya kekurangan seksresi insulin secara mutlak.
2. Diabetes Tipe 2
Tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif atau tidak memproduksi cukup
insulin. Ini lebih umum terjadi pada orang dewasa dan sering berhubungan dengan pola
hidup yang tidak sehat, seperti kurang aktivitas fisik dan obesitas. Diabetes Mellitus Tipe 2
terjadi pada 90% kasus Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus Tipe 2 disebabkan oleh
kurangnya respon sel-sel tubuh terhadap insulin, atau disebut resistensi insulin. Diabetes
mellitus menjadi salah satu masalah kesehatan dunia. Organisasi International Diabetes
Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang usia 20-79 tahun di
dunia yang menderita Diabates Mellitus. Seiring dengan bertambahnya usia, prevalensi
Diabetes Mellitus juga meningkat. Perubahan pola hidup dan peningkatan obesitas,
prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 pun meningkat.
3. Diabetes Gestasional
Terjadi selama kehamilan dan umumnya hilang setelah melahirkan, tetapi meningkatkan
risiko berkembangnya diabetes tipe 2 di kemudian hari.
C. Penyebab Diabetes Mellitus
Gula darah merupakan komponen penting dalam tubuh sebagai sumber energi agar fungsi
tubuh lebih maksimal saat beraktivitas. Jumlah asupan gula harus disesuaikan dengan
aktivitas harian kita. Namun, yang menjadi masalah adalah saat tubuh mendapatkan asupan
gula, sementara aktivitas fisik kita sangat terbatas. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan
penumpukan gula darah. Dalam jangka panjang, penumpukan gula darah dalam tubuh akan
meningkatkan risiko diabetes.
Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan tubuh gagal membakar gula yang ada dalam
tubuh secara maksimal, di antaranya adalah:
1. Kurangnya aktivitas fisik
2. Faktor genetic
3. Gaya hidup tidak sehat
4. Obesitas/ kelebihan berat badan
5. Asupan gula yang terlalu tinggi
6. Terganggunya respons tubuh terhadap insulin
7. Berkurangnya produksi insulin oleh pankreas.
8. Kinerja insulin terhambat akibat adanya hormon lain
D. Gejala Diabetes Mellitus
Secara umum gejala diabetes meliputi, antara lain:
1. Sering buang air kecil, hal ini terjadi karena tubuh berusaha membuang
kelebihan gula dalam darah melalui urine.
2. Rasa haus meningkat, terjadi karena tubuh berusaha mengganti cairan yang
hilang akibat sering buang air kecil.
3. Rasa lapar meningkat, meskipun makan banyak, tubuh tetap merasa lapar karena
gula tidak dapat masuk ke sel untuk dijadikan energi.
4. Penurunan berat badan: meskipun nafsu makan meningkat, berat badan justru turun
karena gula tidak terpakai.
5. Kelelahan, dikarenakan kurangnya energi akibat gula darah yang tidak terkontrol.
6. Pandangan kabur: Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi lensa mata.
7. Luka yang sulit sembuh, dikarenakan gula darah yang tinggi dapat mengganggu
proses penyembuhan luka.
E. Bahaya Diabetes Mellitus
Bahaya Diabetes Melitus adalah suatu kondisi gangguan metabolik kronik yang
ditandai dengan hiperglikemia persisten. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sekresi insulin
oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, resistensi insulin, atau keduanya.
Berikut beberapa bahaya utama dari penyakit Diabetes Mellitus, baik tipe 2 dan tipe 2, yaitu:
1. Komplikasi Kardiovaskular (Penyakit jantung dan Pembuluh darah)
2. Kerusakan Ginjal (Diabetic Nephorapathy)
3. Kerusakan Saraf (Neuropati Diabetic)
4. Masalah Penglihatan (Retinopati Diabetic)
5. Infeksi penyembuhan luka yang lambat
6. Masalah Kulit (infeksi jamur, jamur, dan bisul)
7. Disfungsi Sosial
8. Kesehatan mental
9. Peningkatan resiko kanker
10. Kematian dini
Diabetes mellitus secara luas diklasifikan menjadi tiga tipe berdasarkan penyebab dan
manifestasi klini, antara lain diabetes mellitus tipe 1 (DMT1), diabetes mellitus tipe 2
(DMT2), dan diabetes gestasional (DM dalam kehamilan).
Diabetes Mellitus Tipe 1 (DMT1) terjadi sekitar 5% hingga 10% kasus Diabetes Mellitus, yang
disebabkan oleh rusaknya sel-sel beta penghasil insulin pada kelenjar pankreas. Hal ini yang
menyebabkan terjadinya kekurangan seksresi insulin secara mutlak.
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) terjadi pada 90% kasus Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus
Tipe 2 disebabkan oleh kurangnya respon sel-sel tubuh terhadap insulin, atau disebut
resistensi insulin. Diabetes mellitus menjadi salah satu masalah kesehatan dunia. Organisasi
International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang
usia 20-79 tahun di dunia yang menderita Diabetes Mellitus. Seiring dengan bertambahnya
usia, prevalensi Diabetes Mellitus juga meningkat. Perubahan pola hidup dan peningkatan
obesitas, prevalensi Diabetes Mellitus Tipe 2 pun meningkat.
F. Dampak dan Komplikasi Diabetes Mellitus
Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius seperti
penyakit jantung, gangguan ginjal, kebutaan, dan kerusakan saraf. Pengelolaan diabetes
melibatkan perubahan pola makan, olahraga, pengobatan, dan pemantauan kadar gula darah
secara rutin.
1. Penyakit jantung, dikarnakan tingginya kadar gula darah dapat merusak pembuluh
darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
2. Kerusakan ginjal, dikarenakan ginjal berperan dalam menyaring darah, dan
kerusakan ginjal dapat terjadi akibat diabetes.
3. Kerusakan saraf, dikarenakan Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf pada
berbagai bagian tubuh, termasuk kaki.
4. Kerusakan mata, dikarenakan retinopati diabetik adalah komplikasi mata yang serius
akibat diabetes.
G. Penanganan dan Pencegahan Diabetes Mellitus
1. Rutin berolahraga
2. Menjaga berat badan tetap ideal
3. Mengurangi konsumsi gula berlebih dan karbohidrat olahan (cepat saji)
4. Istirahat yang cukup
5. Melakukan diet yang sehat
6. Menerapkan pola makan sehat
7. Melakukan pengecekan gula darah secara berkala
8. Mengelola stress
9. Minum air putih secukupnya
10. Mempertahankan kadar vitamin D secara optimal
11. Menghentikan mebiasaan Merokok
12. Menghindari bermalas-malasan