0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan2 halaman

Spo Code Blue

Dokumen ini menjelaskan prosedur 'Code Blue' di RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan, yang merupakan tindakan penyelamatan jiwa untuk pasien dalam keadaan darurat. Tujuannya adalah memberikan pertolongan cepat dan terkoordinasi, dengan langkah-langkah yang jelas mulai dari identifikasi kebutuhan pertolongan hingga dokumentasi medis. Prosedur mencakup tindakan CPR, defibrilasi, dan evaluasi tindakan medis yang dilakukan oleh tim medis yang terlatih.

Diunggah oleh

Irmayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan2 halaman

Spo Code Blue

Dokumen ini menjelaskan prosedur 'Code Blue' di RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan, yang merupakan tindakan penyelamatan jiwa untuk pasien dalam keadaan darurat. Tujuannya adalah memberikan pertolongan cepat dan terkoordinasi, dengan langkah-langkah yang jelas mulai dari identifikasi kebutuhan pertolongan hingga dokumentasi medis. Prosedur mencakup tindakan CPR, defibrilasi, dan evaluasi tindakan medis yang dilakukan oleh tim medis yang terlatih.

Diunggah oleh

Irmayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE BLUE

No. Dokumen NO. Revisi Halaman :


RSUD
KABUPATEN 1 1/2
KONAWE
KEPULAUAN
Ditetapkan :
Tanggal terbit : Direktur RSUD Kabupaten Konawe
Kepulauan
SPO

dr. Ulam Fridslan


NIP. 19860523 201503 1 005
Pengertian Adalah suatu kelompok yang diorganisir untuk tindakan
penyelamatan jiwa (life saving) terhadap penderita yang sedang
terancam jiwanya karena sebab tertentu
Tujuan Memberikan pertolongan emergency cepat, tepat dan
terkoordinasi pada pasien/ pengunjung RSUD Kabupaten
Konawe Kepulauan yang mengalami gangguan/ penyakit yang
dapat mengancam nyawa.
Kebijakan Melakukan koordinasi pertolongan emergency agar terlaksana
dengan baik
Prosedur 1. Memastikan pasien memang membutuhkan pertolongan
segera demi menyelamatkan hidupnya.
2. Petugas yang menemukan segera menghubungi operator
untuk mengumumkan status code blue dengan menyebut
lokasi kejadian
3. Team akan dipimpin oleh dokter jaga dan perawat jaga.
4. Team medis lain berasal dari IRD dan emergency dating
dengan membawa tas emergency
5. Lakukan RJP pada pasien sesuai dengan ACLS
6. Melakukan cek nadi karotis dengan waktu 3-5 detik, bila tidak
teraba denyut nadi, lakukan kompresi jantung luar dengan
cara 30 kompresi dan 2x ventilasi dengan kecepatan komresi
100x per menit (dengan 1 atau 2 penolong)
7. Membebaskan jalan nafas :
a. Buka mulut pasien dengan teknik cross finger, lihat
adanya benda – benda asing, bersihkan.
b. Posisi kepala extensi dengan teknik head thil chin lift
8. Melakukan observasi pernafasan dengan cara
melihat,mendengar dan merasakan (5-10detik), bila tidak ada
tanda – tanda nafas spontan lakukan ventilasi buatan dengan
2x dengan ambu bag
9. Melakukan cek nadi karotis ulang setelah 5 siklus komresi
jantung dan paru Memasang monitor EKG dan lihat nilai
irama jantung, jika:
CODE BLUE

No. Dokumen NO. Revisi Halaman :


RSUD
KABUPATEN 1 2/2
KONAWE
KEPULAUAN
a. VT/VF tanpa nadi, lakukan defibrilasi dengan hitungan
jaule : 6joule/kgBB
b. Asistole /PEA/EMD lanjutkan dengan kompresi
10. Melakukan evaluasi tindakan diatas, jika belum berhasil,
lakukan intubasi dan pemasangan infuse jika belum
terpasang
11. Jika pasien sudah terintubasi maka kompresi jantung dan
ventilasi berjalan masing – masing dengan kecepatan
kompresi 100x/menit, kecepatan bagging 1x/6detik atau
10x/menit
12. Member terapi sesuai sesuai dosis/instruksi dokter :
adrenalin 0,1 cc/kgBB dengan konsentrasi 1/10.000
13. Melakukan CPR/resusitasi maksimal 30 menit, jika tidak
berhasil atau setelah ada tanda kematian, hentikan CPR, jika
berhasil observasi tanda vital, kesadaran,pupil dan warna
kulit. Jika memungkinkan pasien dipindahkan ke ICU.
14. Membereskan pasien dan alat – alat.
15. Mencuci tangan
16. Mendokumentasikan dalam rekam medis pasien
Unit Terkait 1. Rekam Medik
2. Unit Gawat Darurat
3. Rawat Inap
4. Kebidanan

Anda mungkin juga menyukai