ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Nama Penulis : Markus Atto Pabetta, [Link]
Nama Instansi : SMP Negeri Nangahale
Mata Pelajaran : Matematika
KELAS :7
FASE :D
Unit Pembelajaran7.1: Bilangan Real (Bilangan Bulat positif, Bilangan bulat negative
dan Bilangan Berpangkat Pecahan) dan Operasi Bilangan
Real
Kelas 7
Domain Bilangan
PerkiraanJP. 35
Unit
Kata Kunci Bilangan Real, ( Bilangan bulat, Bilangan Rasional, Bilangan Berpangkat
Pecahan
Profil Pelajar Kreatif, Bernalar kritis dan Gotong royong
Himpunan,Himpunanbagian, 𝑅(simbolBilanganReal), 𝑄(simbolBilanganRasional),
Pancasila
𝑍(simbolBilanganBulat),W(simbolBilanganCacah),N(simbolBilanganAsli),SistemB
Glosarium
ilangan real, Diagram venn, Bilangankomposit, Bilangan Prima, Bilangan Bulat,
Bilangan Rasional, Pecahan Biasa,Pecahan Campuran, Bilangan desimal, Persen,
Permil, Garis Bilangan, Operasi aritmetika, Operasi campuran, Masalah kontekstual
Topik TujuanPembelajaran JP
Bilanganreal 1
B.1 Menjelaskan pengertian himpunan dan himpunan bagian
(BilanganBulat,Rasional, beserta contohnya kedalam kehidupan sehari-hari dan
Berpangkatpecahan)
kaitannya pada bilangan.
danoperasinya
Contoh : Himpunan rumah tradisional dari pulau Kalimantan.
Himpunan bilangan genap.
B.2 Menjelaskan sistem bilangan real
B.3 Menyebutkan contoh dari jenis bilangan real. 1
Contoh: Bilangan komposi tyang kurang dari 16adalah {4, 6, 9, 12,
15}
B.4 Menentukan jenis suatu himpunan bilangan dari himpunan
bilangan yang di berikan.
Contoh:{2, 3, 5, 7, 11, 13, 17} adalah himpunan bilangan prima
kurang dari 19.
B.5 Mengklasifikasikan bilangan real kedalam diagram venn 2
B.6 Membuat venn diagram himpunan bagian dari suatu bilangan
real yang diberikan.
Contoh. Q= -2, -1, 0, ½, 1, 2. 3, 4. W= 0, 1, 2, 3, 4
Z= -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4. N= 1, 2, 3, 4
Dalam diagram venn
B.7Memberikan contoh bilangan bulat dalam permasalahan kehidupan 2
sehari-hari.
Contoh: Tinggi dari suatu gunung dan kedalaman seorang penyelam
dilaut
2
B.8 Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan.
[Link] dan mengurutkan bilangan bulat.
B.10 Menentukan hasil dari operasi aritmetika dan operasi 1
campurannya pada bilangan bulat berdasarkan sifat-sifat perkalian
atau pembagian.
Contoh : Menentukan hasil dari (-250) + 175 dan 7500 : (-250) - 175
B.11 Menerjemahkan masalah kontekstual yang memuat bilangan 2
bulat kedalam operasi hitung bilangan bulat.
Contoh : Suhu dari suatu kota pada pukul 08.00 adalah 12'C.
Sianghari, suhu naik 3'C setiap jam dari jam 8.00, tentukan suhu pada
pukul 12.00 suhu akan menjadi = 12'C+(4x3'C) =
B.12 Menyelesaikan masalah kontekstual yang pada bilangan bulat.
Contoh: Suhu dari suatu kota pada pukul 08.00 adalah
12'C. Siang hari, suhu naik 3'C setiap jam dari jam
8.00, tentukan suhu pada pukul 12.00
menjadi1 2'C + (4x3'C) =12'C +12'C =24'C
B.13 Memberikan contoh bentuk bilangan pecahan (pecahan 2
biasa, pecahan campuran, desimal, persen dan permil)
B.14 Mengubah bentuk bilangan pecahan biasa kepecahan
campuran dan sebaliknya
B.15 Mengubah bentuk bilangan pecahan biasa dan pecahan
campuran kepecahan decimal dan sebaliknya
B.16 Mengubah bentuk bilangan pecahan biasa, campuran dan
decimal kepersen dan permil serta sebaliknya
B.17 Membandingkan bilangan pecahan (pecahan biasa, pecahan 2
campuran, decimal, Persen dan permil) dan mengurutkannya
B.18 Menentukan hasil operasi arimetika pada bilangan pecahan
termasuk operasi campuran.
Contoh : 2,5 - 1/25 x 10% - 11/2.
4
B.19 Menterjemahkan masalah kontekstual kedalam operasi
aritmetika pada bilangan pecahan.
Contoh : Sebuah wadah menampung 72 literair. Air tersebut
dipindahkan ke dalam botol-botol berkapasitas 3/8 liter, maka untuk
mencari banyak botol menjadi 72 : 3/8
2
B. 20 Menyelesaikan masalah kontekstual pada bilangan pecahan.
Contoh : Sebuah wadah menampung 72 literair. Air tersebut
dipindahkan kedalam botol-botol berkapasitas 3/8liter. Berapa banyak
botol? 72 : 3/8 =192 botol
B.21 Menjelaskan konsep dari bilangan berpangkat dan bilangan 2
berpangkat tak sebenarnya.
2
B.22 Mengubah bilangan berpangkat dua dan tiga kedalam bentuk
akar dan sebaliknya
2
B.23 Melakukan operasi aritmetika pada bilangan berpangkat dua
dan tiga, serta akar pangkatnya dengan beberapa cara dan
menggunakannya dalam menyelesaikan masalah
2
3
Contoh:√676 − √8× 32
B.24 Memberikan estimasi/perkiraan hasil dari akar kuadrat dan 2
akar pangkat tiga yang bukan bilangan kuadrat sempurna atau
bilangan kubik sempurna kedalam bilangan decimal terdekat
dengan membulatkan bilangan decimal kebilangan bulat terdekat
Contoh : √10≈3,1≈3
Aritmetika sosial 2
B.25 Memberikan estimasi/perkiraan hasil operasi aritmetika
campuran (dalam rentang nilai maupun satu nilai tertentu) pada
bilangan bulat, bilangan rasional (pecahan) & bilangan decimal
dengan mengajukan alasan yang masuk akal (argumentasi).
√15+0,9
Contoh : Estimasi nilai dari kedalam satuan terdekat
adalah 3
2
B.26 Menerapkan estimasi/perkiraan hasil dari bilangan bulat dan 2
pecahan dalam masalah kontekstual .
Contoh : Memperkirakan biaya dari 8 karung beras yang akan dibeli
jika harga perkarung berasa dalah Rp 125.257,00 atau
memperkirakan saldo 2
Tabungan dibank pada akhir tahun jika bunga pertahun adalah 4%
dan saldo bulan Januari Rp 370.892,00
ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
FASE D
KELAS 7
Unit Pembelajaran 7.2 : Faktorisasi Prima
Kelas 7
Domain Bilangan
Perkiraan 10
[Link]
Kata Kunci Faktorisasi Bilangan Prima, Bilangan prima
ProfilPancasila Kreatif,
Faktor,
Glosarium
Bilangan Prima
Bilangan Komposit
Metode Pohon Akar
Metode Pembagian
Topik Tujuanpembelajaran JP
Faktorisasi Prima B. 27 .Menjelaskan faktor dari suatu bilangan bulat 2
B.28 Mengidentifikasi bilangan prima dan bilangan komposit
atau Menyebutkan contoh bilangan prima dan bilangan
komposit
Contoh. 12 adalah bilangan komposit
13 adalah bilangan prima
B.29 Menentukan faktorisasi bilangan prima pada suatu bilangan 6
tertentu menggunakan pohon akar dan metode pembagian
B.30. Menyelesaikan masalah kontekstual dengan faktorisasi bilangan
Unit Pembelajaran : 7.3 Bentuk Aljabar, Persamaan Linear Satu Variabel dan Pertidaksamaan Linear
Satu Variabel
Kelas 7
Domain Aljabar
32
Pekiraan JP JP unit
KataKunci Aljabar, Bentuk Aljabar, Unsur Aljabar, Operasi Aritmetika
Bentuk Aljabar, Persamaan Linier Satu Variable,
Pertidaksamaan Linier Satu Variabel
Profil pelajar Pancasila Kreatif dan Bernalar Kritis
Glosarium Aljabar, Koefisien, Variabel, Konstanta, Sukusejenis Suku
taksejenis, Derajat, Komutatif, Asosiatif, Distributif, Algebra
tiles, Persamaan, Persamaan linier satu variabel,
Pertidaksamaan, Pertidaksamaan linier satu variabel
Model matematika
Topik Tujuan Pembelajaran JP
Aljabar 4
A.1Menjelaskan unsur-unsu raljabar (koefisien, variable dan
konstanta), suku sejenis dan sukutak sejenis.
A.2 Mengidentifikasi variabel, koefisien, konstanta, sukualjabar,
koefisien suku, suku sejenis dan suku tak sejenis dalam suatu
bentuk aljabar
A.3 Menyusun bentuk aljabar berdasarkan unsurnya (dari derajat tertinggi)
8
A.4 Melakukan operasi aritmetika bentuk aljabar dan bentuk pecahan
aljabar (penjumlahan, pengurangan , perkalian, pembagian)
dengan suku sejenis
A.5 Menjelaskan dan menggunakan sifatoperasi (komutatif, asosiatif 4
dan distributif) pada bentuk aljabar
.Contoh: memfaktorkan bentukaljabar
Persamaan A.6 Menjelaskan konsep persamaan 4
Linier Satu
Variabel Contoh: Menggunakan timbangan atau algebratiles sebagai media
untuk memvisualisasi persamaan aljabar kedalam bentuk
nyata
A.7 Menjelaskan dan menghitung persamaan linear satu variable
Contoh: x–1=5
A.8` Membuat model matematika dan menyelesaikan model 4
matematika dari masalah kontekstual yang berkaitan dengan persamaan
linier satu variabel. Contoh: Ani mempunyai x permen, jika adik Ani
mengambil 1 permen, sisa permen Ani ada 5 permen. Jumlah permen Ani
mulanya adalah 6.
Menentukan panjang sisi yang tidak diketahui jika luas atau keliling
suatu bangun datar diketahui
Pertidaksamaan A. 9 Menjelaskan konsep pertidaksamaan dengan symbol "<", ">", "≤"
Linier Satu dan "≥".
Variabel 8
A.10 Menjelaskan dan menentukan himpunan penyelesaian variable
dari suatu pertidaksamaan linear satu variabel.
Contoh: 3x+1>6
A.11 Membuat model matematika dari masalah kontekstual yang 2
berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel
A.12 Menyelesaikan modelmatematika dari masalah kontekstual
yang berkaitan dengan pertidaksamaan linier satu variable
Unit Pembelajaran : 7.4 Rasio Dan Proporsial
Kelas 7
Domain Bilangan
Perkiraan JP Unit 24
Kata Kunci Rasio, Perbandingan senilai, Perbandingan Berbalik nilai, Skala dan Laju
Perubahan Kreatif dan Bernalar kritis
Profil Pelajar Kreatif dan Bernalar kritis
pancasila
Glosarium Rasio, Perbandingan senilai ,Perbandingan Berbalik Nilai ,Faktor skala
Laju perubahan, Kecepatan, Debit.
Topik Tujuan pelajaran JP
Rasio dan proporsi 4
B.34 Menjelaskan pengertian rasio dan cara penulisan rasio
B.35 Mengubah rasio kedalam bentuk yang sederhana
[Link] masalah dalam kehidupan sehari-hari yang
berhubungan dengan rasio
4
B.37 Menjelaskan konsep perbandingan senilai
B.38 Menentukan nilai perbandingan senilai
B.39 Menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang berkaitan dengan perbandingan senilai
B.40 Menjelaskan konsep perbandingan berbalik nilai 3
B. 41 Menentukan perbandingan berbalik nilai
B.42 Menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari
yang berkaitan dengan perbandingan berbalik nilai
Membuat Denah B.43 Menjelaskan konsep skala perbandingan 3
B.44 Menjelaskan konsep skala perbandingan dan hubungannya
dengan rasio
B.45 Membuat denah dengan menggunakan konsep skala
perbandingan dan hubungannya dengan rasio
Skala pada Peta B.46 Menjelaskan konsep skala pada peta 6
B.47 Menentukanskala,jikaunsuryanglaindiketahui
B.48 Menentukanjarakpadapeta,jikaunsuryanglaindiketahui
B.49 Menentukanjaraksebenarnya,jikaunsuryanglaindiketahui
Laju Perubahan B.50 Menjelaskan pengertian kecepatan 4
B.51 Menjelaskan pengertian debit
B.52 Menyelesaikan persoalan terkait dengan rasio dan laju
perubahan (kecepatan dan debit) dalam masalah
kontekstual
Unit Pembelajaran 7.5 : Garis dan Sudut
Kelas 7
Domain Geometri
Perkiraan JP Unit 13
Kata Kunci Garis. Sudut. Garis Lurus, Garis Sejajar. Kedudukan dua garis. Garis Transversal
Profil Pelajar Kreatif dan Bernalar kritis
pancasila
Glosarium Garis Sudut Pelurus
Sudut Sudut Siku
Ruas garis garis transversal
Garis yang sejajar Garis lurus
Garis yang berhimpit Sudut sehadap
Garis yang berpotongan Sudut bertolak belakang
Sudut komplemen Sudut berseberangan dalam
Sudut bersebarangan luar
Sudut Suplemen
Topik Tujuan Pembelajaran JP
Garis dan Suddut G.1 Menjelaskan pengertian garis dan pengertian sudut 4
G.2 Mengidentifikasi jenis garis dan jenis sudut berdasarkan besar sudut
Contoh: Ruas Garis 𝐴𝐵, garis p, ⦟ABC
dan menulis nama garis dan nama sudut.
G.3 Mengidentifikasi kedudukan dua garis (sejajar,
berhimpit,berpotongan)
G.4. Membedakan sudut komplemen dan sudut suplemen pada 2
perpotongan dua garis atau lebih yang membentuk jumlah sudut siku-
siku dan jumlah sudut pelurus.
G.5 Menggambar dua garis lurus yang sejajar dan berpotongan dengan 4
garis transversal
G.6 Dari hasil gambar, siswa mengidentifikasi dan menemukan sudut
yang sama besar yang terbentuk dari perpotongan dua garis lurus
yang sejajar dengan garis transversal
G.7 Dari hasil gambar, siswa menjelaskan hubungan antar sudut pada dua
buah garis lurus yang sejajar dan berpotongan dengan garis
transversal. Contoh: sudut sehadap, sudut bertolak belakang, sudut
berseberangan dalam dan luar, dll.
G.8 Menentukan nilai sudut jika diketahui salah satu sudutnya pada dua
buah garis lurus yang sejajar dan berpotongan garis transversal
G.9. Menerapkan hubungan antar sudut pada dua garis lurus yang sejajar 2
dan berpotongan dengan garis transversal dalam menentukan nilai sudut
yang tidak diketahui dalam segitiga dan segi-empat
Unit Pembelajaran 7.6
Kelas / Semester 7 / II
Domain Aljabar dan Geometri
Perkiraan JP Unit 10
Kata Kunci Koordinat Kartesius, Jarak dua titik, Luas Daerah
Profil Pelajar Kreatif dan Bernalar kritis
pancasila
Glosarium Bidang Koordinat kartesius Sumbu Y
Kuadran Jarak dua titik
Sumbu X Garis yang sejajar Luas Daerah
Topik Tujuan Pembelajaran JP
A.13. Menjelaskan bidang koordinat kartesius. 4
Contoh: letak sumbu x (ke kiri dan ke kanan) dan letak sumbu y (ke atas
dan ke bawah)
A.14. Mengidentifikasi kuadran setiap titik dalam bidang koordinat
A.15 Menggambarkan titik atau bangun datar pada koordinat kartesius.
A.16 Menjelaskan bagaimana mencari jarak suatu titik atau titik pada 2
bangun datar pada sumbu X dan sumbu Y
G.27 Menentukan jarak dua buah titik dalam suatu bidang koordinat
kartesius dan yang berkaitan dengan masalah kontekstual
A.17 Menentukan luas daerah pada bidang kartesius. Contoh: Mencari 4
luas dari bidang datar yang terbentuk dari titik-titik pada sumbu x
dan sumbu y
G.28 Menyajikan hasil dari jarak dua buah titik dan luas daerah pada
bidang kartesius
Unit Pembelajaran : 2.7 Transformasi Geometri
Kelas / Semester 7 / II
Domain Geometri
Perkiraan JP Unit 14
Kata Kunci Transformasi Geometri, Koordinat Kartesius, Translasi, Refleksi, Rotasi, Dilatasi
Profil Pelajar Kreatif
pancasila
Glosarium Transformasi geometri
Refleksi
Translasi
Rotasi
Dilatasi
Refleksi
Objek Bayangan
Topik Tujuan pelajaran JP
Transformasi G.10 Menjelaskan transformasi geometri (translasi, refleksi, rotasi 6
Geometri dan dilatasi) pada sebuah bidang koordinat menggunakan titik,
garis dan bidang dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-
hari
Contoh: membuat batik
G.11 Mengidentifikasi sifat-sifat dari refleksi, translasi, rotasi dan
dilatasi
G.12 Menggambarkan sebuah titik,garis dan bangun datar untuk 2
ditransformasikan pada bidang koordinat menjadi objek
bayangan
G.13. Menentukan titik-titik baru dari hasil transformasi sebuah 2
bangun datar di bidang koordinat
G.14. Menentukan jenis transformasi dari sebuah titik, garis dan 2
bangun datar pada bidang koordinat
Unit Pembelajaran : 2.8 Statistika
Kelas / semester 7 /II
Domain Analisa Data dan Peluang
Perkiraan JP Unit 14
Kata Kunci Sampel, Populasi, Data Tunggal, Histogram, Diagram Lingkaran, Mean, Median,
Modus
Profil Pelajar Kreatif dan Bernalar kritis
pancasila
Glosarium Sampel Data tunggal
Populasi Persentase
metode perbandingan Mean
Histogram Median
Diagram lingkaran Modus
Topik Tujuan pelajaran JP
D.1 Mengidentifikasi sebuah sampel dalam populasi pada kehidupan 2
sehari-hari
D.2 Memperkirakan suatu populasi berdasarkan sampel yang
digunakan dengan metode perbandingan
D.3 Menyajikan data ke dalam histogram (data tunggal) dan diagram 6
lingkaran (menggunakan persentase)
STATISTIKA
D.4 Menentukan nilai rerata pada suatu data tunggal 4
D.5 Menentukan nilai median pada suatu data tunggal
D.6 Menentukan nilai modus pada suatu data tunggal
D.7 Membandingkan informasi yang tersedia dengan menggunakan 2
rerata, median, dan modus sebagai pengukuran pusat