0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan21 halaman

Modul 3 Inventory

Dokumen ini membahas akuntansi untuk aset lancar, khususnya persediaan, yang mencakup jenis usaha, metode perhitungan, dan pencatatan pembelian. Terdapat penjelasan mengenai sistem perpetual dan periodik, serta metode arus biaya seperti FIFO, LIFO, dan rata-rata. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan dampak pemilihan metode persediaan terhadap laporan keuangan dan perpajakan.

Diunggah oleh

Jamie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan21 halaman

Modul 3 Inventory

Dokumen ini membahas akuntansi untuk aset lancar, khususnya persediaan, yang mencakup jenis usaha, metode perhitungan, dan pencatatan pembelian. Terdapat penjelasan mengenai sistem perpetual dan periodik, serta metode arus biaya seperti FIFO, LIFO, dan rata-rata. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan dampak pemilihan metode persediaan terhadap laporan keuangan dan perpajakan.

Diunggah oleh

Jamie
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul 3

Accounting for Current Asset –


Inventory

D5811 – Frihardina Marsintauli, S.E., [Link]


Capaian Pembelajaran
Menjelaskan konsep dan prinsip akuntansi
sebagai dasar penyusunan laporan posisi
keuangan bagian aset lancar
Inventory

• Persediaan (Inventories) adalah barang yang


ditujukan untuk dijual atau barang yang akan
dipakai sebagai bahan baku dalam proses produksi
sampai dengan menjadi barang jadi.
• Adapun jenis usaha yang biasanya memiliki
persediaan adalah:
1. Usaha dagang (merchandiser)
2. Usaha produksi (manufacturing)
Inventory

1. Untuk merchandiser, mereka membeli


persediaannya dari pihak lain yang mana biaya
pembeliannya disebut cost of goods purchased.
Cost of goods purchased ini akan menjadi biaya
pokok penjualan (COGS).
2. Sedangkan untuk manufacturing, biaya
produksinya terdiri dari: biaya material,
biayatenaga kerja (labor), dan biaya overhead.
Jumlah dari ketiga biaya tersebut akan menjadi
biaya pokok penjualan (COGS).
Metode Persediaan

• Metode yang digunakan dalam perhitungan


persediaan yang biasanya digunakan adalah:
1. Sistem perpetual
• Dalam perpetual inventory system, perusahaan
memelihara catatan yang rinci mengenai setiap
transaksi dan perubahan pada inventory.
Perusahaan menentukan cost of goods sold (harga
pokok penjualan) setiap transaksi penjualan terjadi.
Metode Persediaan

Sistem periodik
• Dalam periodic inventory system, perusahaan tidak
memelihara catatan yang rinci mengenai
perubahan inventory selama periode tersebut.
Perusahaan hanya menentukan Cost of Goods Sold
(COGS) pada akhir periode akuntansi.
• Akhir Persediaan ditentukan oleh perhitungan fisik.
Metode Persediaan

Sistem periodik
Perhitungan Harga Pokok Penjualan:
Beginning inventory xxx
Purchases, net xxx
Goods available for sale xxx
Ending inventory (xxx)
Cost of goods sold xxx
Pembelian Inventory

• Pembelian barang dagangan dapat dilakukan


secara tunai maupun kredit.
• Pada umumnya saat pencatatan pembelian
barang dagangan adalah pada saat barang
dagangan tersebut diterima.
• Dokumen purchase invoice (tagihan dari
supplier) merupakan dokumen dasar untuk
mencatattransaksi pembelian.
Pembelian Inventory
Freight Costs (Pencatatan Biaya Angkut)

Biaya angkut atas pembelian barang dagangan dapat menjadi beban


penjual atau beban pembeli sesuai dengan kesepakatan. Dua istilah
yang dikenal umum yaitu FOB Shipping Point dan FOB Destination.
FOB singkatan dari Free On Board :
1. FOB Shipping Point
Artinya penjual tidak menanggung biaya angkut barang dagangan.
Pembeli harus membayar biaya angkutnya. Pada catatan pembeli,
biaya angkut ini dimasukkan dalam perhitungan persediaan.
2. FOB Destination
Artinya penjual menanggung biaya angkut barang sampai dengan
barang tersebut sampai di gudang pembeli.
Pembelian Inventory
(Purchase Discounts)

Credit terms tersebut antara lain:


 2/10, n/30 artinya penjual akan memberikan diskon sebesar
2% jika pembayaran dilakukan dalam 10 hari setelah tanggal
invoice. Sedangkan jatuh tempo pembayaran tanpa dikenai
bunga adalah pada hari ke-30
 1/10 EOM, artinya penjual akan memberikan diskon sebesar
1% jika pembayaran dilakukan dalam 10 hari, sedangkan
jangka waktu pembayaran adalah sampai dengan akhir
bulan.
 n/30 artinya penjual tidak menawarkan discount, jangka
waktu pembayaran adalah 30 hari.
Barang konsinyasi
(Consignment Goods)
• Satu pihak menitipkan barangnya (Consignor) kepada
pihak penjual (Consignee).
• Perjanjian antara consignor dan consignee menuliskan
jenis dan jumlah barang yang dititipkan, harga jual
barang yang dititipkan, biaya yang boleh dibiayakan
kepada consignor oleh consignee serta komisi yang
akan diterima oleh consignee dari hasil penjualan
barang titipan.
• Kepemilikan barang tetap dicatat di pihak consignor
sampai dengan barang tersebut terjual kepada pihak
ketiga.
Perpetual VS Periodic
Transaction Perpetual Inventory System Periodic Inventory System
Purchase of Inventory xxx Purchases xxx
merchandise on Account Payable xxx Account Payable xxx
credit
Freight costs on Inventory xxx Freight In xxx
purchases Cash xxx Cash xxx
Purchase returns Account Payable xxx Account Payable
and allowances Inventory xxx xxx
Purchase returns and
allowances xxx
Payment on account Account Payable xxx Account Payable xxx
with a discount Cash xxx Cash xxx
Inventory xxx Purchase Discount xxx
Perpetual VS Periodic
Transaction Perpetual Inventory System Periodic Inventory System
Sale of Account Receivable xxx Account Receivable xxx
merchandise Sales revenue xxx Sales revenue xxx
on credit
Cost of Goods sold xxx No entry for cost of goods sold
Inventory xxx
Return of Sales return and allowances xxx Sales return and allowances xxx
merchandise Account Receivable xxx Account Receivable xxx
sold
Inventory xxx No entry
Cost of goods sold xxx
Cash received Cash xxx Cash xxx
on account Sales discount xxx Sales discount xxx
with a Account receivable xxx Account receivable xxx
discount
Cost flow Asumption
terdiri dari 3 :
1. First In First Out (FIFO)
• Persediaan yang pertama kali masuk itulah yang pertama
kali dicatat sebagai barang yang dijual.
2. Rata-rata tertimbang (Average Cost)
• Metode harga perolehan rata-rata menetapkan harga
persediaan berdasarkan harga perolehan rata-rata atas
semua barang yang sama yang tersedia selama satu
periode.
3. Specific identification
• Biaya yang dicatat tergantung dari harga barang mana yang
dianggap sebagai barang yang terjual.
Cost flow Asumption
terdiri dari 3 :
1. First In First Out (FIFO)
• Persediaan yang pertama kali masuk itulah yang pertama
kali dicatat sebagai barang yang dijual.
• FIFO mengasumsikan bahwa barang yang dibeli pertama
adalah barang yang pertama kali dijual
2. Last In First Out
• LIFO mengasumsikan bahwa barang yang dibeli terakhir
adalah yang pertama kali dijual.
3. Average cost
• Average cost method mengalokasikan harga pokok ke COGS
dan persediaan akhir secara rata-rata.
Penggunaan metode arus
biaya
• Perusahaan harus memilih dan
menggunakan metode arus biaya persediaan
ini secara konsisten agar laporan keuangan
dapat diperbandingkan.
• Perubahan diperbolehkan dengan catatan
perubahan tersebut diyakini dapat
menyajikan informasi yang lebih andal dan
relevan kepada pengguna laporan keuangan.
Statement Presentation
and Analysis
Manajemen boleh memilih metode inventory dalam laporan
keuangannya. Alasan manajemen lebih memilih suatu metode
dari metode yang lain bervariasi.
Beberapa alasannya antara lain:
• Efek pada neraca
Manfaat utama penggunaan metode FIFO dalam periode
inflasi adalah persediaan akhir dalam neraca disajikan pada
biaya kini (current cost), sedangkan metode LIFO sebaliknya,
merupakan kelemahan karena akan mengalokasikan
persediaan akhir dalam neraca secara kurang saji (understated)
dari current cost-nya.
Statement Presentation
and Analysis
• Efek pada laporan laba rugi
Penggunaan metode arus biaya yang berbeda akan menghasilkan
laba/rugi perusahaan yang berbeda, seperti terlihat di bawah ini:
• Dalam ekonomi yang mengalami inflasi, penggunaan metode
FIFO akan menghasilkan net income yang lebih tinggi
dibandingkan dengan metode lainnya.
• Dengan demikian perusahaan akan membayar pajak penghasilan
perusahaan lebih besar dibandingkan menggunakan metode
lainnya. Sedangkan LIFO dalam periode inflasi diyakini akan
mengurangi kemungkinan perusahaan melaporkan profit di atas
kertas sebagai laba ekonomi.
Statement Presentation
and Analysis
• Efek perpajakannya
Dari tiga metode, metode yang menghasilkan efek pajak paling
besar adalah metode FIFO, sedangkan metode LIFO
menghasilkan net income paling kecil sehingga pajak yang
dibayarkan menjadi lebih kecil dibandingkan metode yang lain.
DAFTAR PUSTAKA / SUMBER

• Kieso, Weygandt, & Warfield. (2014). Intermediate


Accounting. IFRS Edition [Link]. JWS. New York. Chapter 8&9
• Weygandt, Kimmel, Kieso. (2013). Financial Accounting,
IFRS Edition. 2nd Edition. JWS. New Jersey. Chapter 6
Thank You

Anda mungkin juga menyukai