0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan13 halaman

Modul Math Bab 3

Dokumen ini adalah modul pembelajaran matematika untuk siswa SMP kelas VII yang berfokus pada tema perbandingan, mencakup rasio dan proporsi. Modul ini dirancang untuk mencapai capaian pembelajaran tertentu dalam waktu 6 jam pelajaran melalui metode Problem Based Learning dan melibatkan berbagai alat dan media. Selain itu, terdapat rencana asesmen, pengayaan, dan remedial untuk mendukung pemahaman siswa.

Diunggah oleh

myvictory.delia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan13 halaman

Modul Math Bab 3

Dokumen ini adalah modul pembelajaran matematika untuk siswa SMP kelas VII yang berfokus pada tema perbandingan, mencakup rasio dan proporsi. Modul ini dirancang untuk mencapai capaian pembelajaran tertentu dalam waktu 6 jam pelajaran melalui metode Problem Based Learning dan melibatkan berbagai alat dan media. Selain itu, terdapat rencana asesmen, pengayaan, dan remedial untuk mendukung pemahaman siswa.

Diunggah oleh

myvictory.delia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Informasi Umum

A. Identitas Modul
Penyusun Fidelia Septiany,[Link]
Jenjang SMP
Instansi SMPIT Tambun Islamic School
Tahun Penyusun 2025
Mata Pelajaran Matematika
Fase/ Kelas D / VII
Semester I (Ganjil)
Tema Perbandingan
Materi - Menjelaskan dan menyelesaikan masalah rasio dan proposi.
- Menjelaskan dan menyelesaiakan perbandingan senilai.
- Menjelaskan dan menyelesaiakan perbandingan berbalik nilai
- Menjelaskan dan menyelesaiakan masalah terkait dan
perbandingan senilai dan berbalik nilai
Alokasi Waktu 6 Jam Pelajaran
Jumlah Pertemuan 3 x Pertemuan
B. Capaian Pembelajaran
Di akhir fase D, peserta didik dapat membaca, menulis serta membandingkan bilangan bulat, bilangan
rasional dan irasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan dalam notasi ilmiah.
Mereka dapat menerapkan operasi aritmetika pada bilangan real & memberikan perkiraan dalam
menyelesaikan masalah (termasuk berkaitan dengan literasi finansial). Peserta didik dapat menggunakan
faktorisasi prima dan pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju perubahan) dalam penyelesaian masalah.
C. Elemen
Elemen Pemahaman Elemen Keterampilan Proses
Konsep
Perbandingan Mengenal, Menuliskan, Menghitung Perbandingan
D. Kompetensi Awal
1. Memahami konsep pecahan sebagai bagian dari keseluruhan, mampu menyederhanakan
pecahan, dan memahami hubungan antara pecahan, desimal, dan persen.
2. Memiliki keterampilan dasar dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat
dan pecahan, yang merupakan fondasi utama dalam perhitungan nilai rasio.
3. Menentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK),
yang diperlukan untuk menyederhanakan rasio.
4. Mengenali dan membedakan berbagai satuan besaran dalam kehidupan sehari-hari (seperti
panjang, berat, dan waktu) dan menyadari perlunya kesamaan satuan dalam melakukan
perbandingan.
5. Menggunakan tabel atau model visual sederhana untuk merepresentasikan hubungan antar nilai.
E. Profil Pelajar Pancasila
Kewargaan. Komunikasi.
Kreativitas. Kesehatan.
Kemandirian Kolaborasi
F. Alat dan Media
Alat :
- Alat tulis
- Papan tulis
- Proyektor LCD
- Kabel
- Sound
Media :
- LKPD
- Buku Paket
- Bahan Ajar
- Youtube :
[Link]
[Link]
[Link]
- Power Point
G. Target Peserta Didik
 Jumlah Peserta Didik :
 25 Peserta Didik
 Kriteria peserta didik :
1. Peserta didik A (High) :
Mampu menganalisis penggunaan bilangan pecahan dalam masalah kompleks.
2. Peserta didik B (Midle) :
Mampu membaca dan menuliskan bilangan pecahan dengan lancar.
3. Peserta didik C (Low) :
Memerlukan bantuan visual garis bilangan untuk mengenal angka negatif pada bilangan
pecahan.
H. Moda Pembelajaran
 Model pembelajaran : Problem Base Learning (PBL)
 Pendekatan pembelajaran : Teaching at The Right Level (TaRL) Diferensiasi
 Metode pembelajaran : Diskusi, Tanya Jawab dan Presentasi

Kompetensi Inti
PERTEMUAN KESATU ( 27 Agustus 2026 )

A. Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran


Tujuan Pembelajaran
Tujuan kognitif :
1. Melalui model pembelajaran problem based learning peserta didik mampu menganalisis
hubungan rasio, membedakan rasio bagian – terhadap – bagian dan bagian – terhadap –
keseluruhan, serta menyelesaikan masalah proporsi (senilai dan berbalik nilai) dalam
kehidupan sehari-hari dengan tepat
Tujuan sikap/karakter :
2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menunjukkan sikap bernalar kritis dalam
menafsirkan perbandingan antar variabel dan gotong royong dalam memecahkan tantangan
masalah proporsional secara kolaboratif .
Tujuan keterampilan :
3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mampu menyajikan visualisasi rasio
menggunakan model tape diagram (diagram batang), tabel proporsi, atau grafik untuk
mengomunikasikan hasil analisis mereka .
Alur Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian rasio dan cara penulisan rasio.
2. Peserta didik dapat menentukan proposi (perbandingan bagian dengan bagian dan bagian
dengan keseluruhan).
3. Peserta didik dapat menyelesaiakan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan
dengan rasio dan proposi.
B. Pemahaman Bermakna
Siswa memahami bahwa rasio adalah kunci untuk melihat hubungan antara berbagai kuantitas yang
ada di dunia nyata. Tanpa konsep rasio dan proporsi, manusia akan kesulitan memahami skala
dalam peta, konsentrasi bahan dalam resep, atau efisiensi penggunaan sumber daya. Memahami
rasio memungkinkan siswa melihat dunia sebagai sistem yang saling terkait secara proporsional,
bukan sekadar angka-angka yang berdiri sendiri
C. Pertanyaan Pemantik
"Jika sebuah resep membutuhkan 2 gelas tepung untuk 3 butir telur, apakah resep tersebut akan
tetap terasa sama jika kita menggunakan 10 gelas tepung? Bagaimana cara kita memastikan setiap
bahan tetap 'seimbang' dan proporsional tanpa merusak rasa makanannya?".
D. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan
Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi waktu
Pendahuluan ● Orientasi: Guru membuka pelajaran
dengan salam, doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Apersepsi (Mindful): Guru
menampilkan dua foto yang sama:
satu dalam ukuran proporsional dan 10 menit
satu lagi yang telah diubah
dimensinya (misal: ditarik memanjang
sehingga tampak aneh). Guru
bertanya, "Apa yang membuat foto
yang satu terlihat 'salah' atau tidak
alami?"
● Motivasi (Meaningful): Guru
menjelaskan bahwa rasio dan proporsi
bukan hanya angka, melainkan
bahasa keseimbangan. "Dalam
arsitektur, resep masakan, bahkan
teknologi layar ponsel kalian,
perbandingan yang tepat adalah kunci
kualitas. Hari ini, kita akan belajar
menjadi 'penyeimbang' yang mampu
menentukan takaran yang tepat untuk
segala situasi."
● Penyampaian Tujuan: Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini
Kegiatan inti ● Orientasi pada Masalah :
Guru menyajikan masalah nyata:
"Sebuah tim ingin membuat ramuan
minuman untuk 50 orang. Jika resep
asli untuk 5 orang membutuhkan 200
ml sirup dan 500 ml air, berapa liter
sirup dan air yang harus disiapkan
agar rasanya tetap sama?". 60 menit
● Eksplorasi (Deep Learning
-"Penyeimbang Rasio")
- Stasiun Visual (Tape Diagram):
Peserta didik menggunakan tape
diagram (pita perbandingan) untuk
memvisualisasikan hubungan
antara sirup dan air. Mereka
membagi pita menjadi bagian-
bagian yang sama untuk melihat
perbandingan per unit.
- Stasiun Proporsi (Algoritma):
Kelompok mengeksplorasi
hubungan senilai. Mereka mencari
faktor pengali yang
menghubungkan 5 orang ke 50
orang (yaitu dikali 10), lalu
menerapkannya pada setiap
bahan.
- Stasiun Analisis: Kelompok
mendiskusikan: "Apakah rasio
200:500 akan sama nilainya
dengan 2000:5000?". Mereka
membuktikan dengan
menyederhanakan pecahan rasio
tersebut.
● Diskusi (Joyful): Kelompok
merumuskan "Aturan Emas Proporsi":
"Apapun yang dikalikan atau dibagi
pada satu bagian rasio, harus
dilakukan dengan hal yang sama pada
bagian lainnya agar tetap seimbang."
● Presentasi: Setiap kelompok
menyajikan strategi mereka di depan
kelas menggunakan diagram batang
atau tabel perbandingan.
● Latihan Mandiri: Peserta didik
mengerjakan beberapa soal latihan
secara individu untuk menguji
pemahaman awal.
○ Pembelajaran Berdiferensiasi:
■ Proses: Peserta didik yang
cepat paham dapat langsung
mengerjakan soal-soal
tantangan, sementara yang
masih kesulitan akan mendapat
bimbingan dari guru.
■ Produk: Hasil latihan mandiri
dikumpulkan sebagai asesmen
formatif
Penutup ● Refleksi: Guru bertanya, "Apa
momen yang paling membuat kalian
sadar bahwa rasio itu ada di mana-
mana?" dan "Apakah strategi
menggunakan diagram lebih 10 menit
membantu kalian daripada sekadar
menghafal rumus?".
● Rangkuman: Guru dan peserta didik
menyimpulkan:
- Rasio adalah perbandingan dua
besaran.
- Proporsi adalah kesamaan antara
dua rasio.
- Kunci utama adalah menjaga
perbandingan tetap senilai
(dikali/dibagi angka yang sama)..
● Tindak Lanjut: Guru memberikan
tugas kecil: "Cari satu perbandingan di
kemasan makanan (misal:
perbandingan gula per sajian) dan
hitung berapa banyak gula yang kalian
konsumsi jika kalian memakan 3 porsi
sekaligus.".
● Penutup: Salam dan doa.
E. Asesmen
Jenis asesmen Ranah asesmen Bentuk asesmen
Asesmen diagnostik Penilaian pengetahuan Tes pilihan ganda
Penilaian pengetahuan Tes pilihan ganda
Asesmen formatif Penilaian sikap Lembar penilaian
antar teman
Penilaian keterampilan Lembar penilaian
presentasi
F. Pengayaan dan Remedial
 Remedial :
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai KKTP maka akan mendapatkan
pengulangan materi dengan pendekatan individu, dan juga akan diberikan tugas
tambahan sesuai dengan ketertarikannya untuk memperbaiki hasil belajar.
 Pengayaan :
Peserta didik yang hasil belajarnya telah mencapai KKTP maka akan diberikan
bahan literasi mengenai materi selanjutnya dan diberikan tugas untuk menuliskan
hasil analisis atau refleksi berkaitan dengan bacaan yang diberikan oleh guru.
G. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik
Refleksi peserta didik :
1. Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran hari ini ?
2. Apa saja materi yang sudah kalian pahami dari kegiatan pembelajaran hari ini?
3. Apa saja materi yang belum kalian pahami dari kegiatan pembelajaran hari ini?

Refleksi pendidik :
1. Adakah tantangan dan kendala yang dihadapi dalam proses kegiatan pembelajaran ?
2. Apakah seluruh siswa terlibat dalam seluruh kegiatan pembelajaran?
3. Hal apa saja yang menjadi keberhasilan dalam pembelajaran?
H. Lampiran
1. Bahan ajar
2. Lembar kerja peserta didik (LKPD)
3. Asesmen
I. Glosarium
- Besaran: Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka serta satuan (misalnya
panjang, massa, waktu, atau kecepatan).
- Faktor Skala: Angka atau faktor pengali yang digunakan untuk memperbesar atau
memperkecil suatu ukuran objek tanpa mengubah bentuknya.
- Perbandingan (Rasio): Cara membandingkan dua nilai atau lebih dari besaran yang
sejenis. Rasio dapat dinyatakan sebagai pecahan,dengan tanda titik dua, atau dalam
bentuk kata-kata ("a berbanding b").
- Perbandingan Berbalik Nilai: Hubungan antara dua besaran di mana jika satu besaran
bertambah nilainya, maka besaran lainnya akan berkurang nilainya secara proporsional
(contoh: kecepatan kendaraan dan waktu tempuh).
- Perbandingan Senilai (Proporsi): Hubungan antara dua besaran di mana jika satu besaran
bertambah nilainya, maka besaran lainnya juga bertambah nilainya dengan perbandingan
yang tetap (contoh: jumlah barang dan total harga).
- Proporsi: Pernyataan kesamaan antara dua rasio
- Rasio Bagian-terhadap-Bagian: Perbandingan antara satu bagian dengan bagian lain
dalam satu kelompok (contoh: rasio jumlah siswa laki-laki terhadap siswa perempuan di
kelas).
- Rasio Bagian-terhadap-Keseluruhan: Perbandingan antara satu bagian dengan jumlah
total seluruh objek (contoh: rasio jumlah siswa laki-laki terhadap total seluruh siswa di
kelas).
- Skala: Perbandingan antara ukuran pada gambar (peta atau model) dengan ukuran
sebenarnya. Biasanya dinyatakan dalam bentuk 1 : n.
- Sederhana: Bentuk rasio yang pembilang dan penyebutnya sudah dibagi dengan FPB
(Faktor Persekutuan Terbesar) sehingga tidak bisa dibagi lagi dengan angka yang sama
selain satu.
J. Daftar Pustaka
Umi Salamah. (2020). Berlogika Dengan Matematika, Jakarta : Tiga Serangkai.
Wono Setya Budhi & Wini Kristianti. Matematika. Jakarta : Erlangga.

PERTEMUAN KEDUA Kompetensi Inti ( 2 September 2026 )

A. Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran


Tujuan Pembelajaran
Tujuan kognitif :
1. Melalui model pembelajaran problem based learning peserta didik mampu menganalisis
hubungan dua besaran yang senilai, menyusun model matematika, serta menyelesaikan
masalah kontekstual yang melibatkan perbandingan senilai dengan akurat. .
Tujuan sikap/karakter :
2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menunjukkan sikap bernalar kritis dalam
mengidentifikasi hubungan antar variabel dan gotong royong dalam memecahkan tantangan
aritmetika secara kolaboratif.
Tujuan keterampilan :
3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menyajikan visualisasi data perbandingan
senilai menggunakan tabel atau grafik untuk mengomunikasikan hasil analisis mereka.

Alur Tujuan Pembelajaran.


5. Peserta didik dapat menjelaskan konsep perbandingan senilai.
6. Peserta didik dapat menentukan nilai perbandingan senilai.
7. Peserta didik dapat menyelesaiakan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan
dengan perbandingan senilai.
B. Pemahaman Bermakna
Siswa memahami bahwa perbandingan senilai adalah representasi matematis dari prinsip "keadilan"
atau "keseimbangan" dalam kuantitas. Pemahaman ini membantu siswa dalam membuat estimasi
yang logis dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung biaya total belanja berdasarkan harga
satuan atau menyesuaikan takaran dalam sebuah resep, sehingga mereka menjadi konsumen dan
perencana yang lebih cerdas
C. Pertanyaan Pemantik
"Jika 1 buah apel harganya Rp5.000, maka berapakah harga untuk 5 buah apel? Apakah ada
hubungan yang konsisten antara jumlah apel yang dibeli dengan total harga yang harus dibayar?
Bagaimana kita bisa menggunakan pola ini untuk memprediksi harga berapapun jumlah apelnya?"
D. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan
Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi waktu
Pendahuluan ● Orientasi: Guru membuka pelajaran
dengan salam, doa, dan memeriksa
kehadiran.
Apersepsi (Mindful) : Guru
menampilkan ilustrasi sederhana: "Jika 1
buku tulis harganya Rp5.000, berapa 10 menit
harga 2 buku? 3 buku? 10 buku?". Guru
mengajak siswa sejenak mengamati
bahwa ada hubungan "keterikatan"
antara jumlah buku dengan total harga
yang harus dibayar..
● Motivasi (Meaningful): Guru
memberikan pesan: "Dalam kehidupan,
banyak hal yang bergerak seirama. Jika
satu bagian bertambah, bagian lain ikut
bertambah dengan porsi yang sama.
Memahami perbandingan senilai adalah
cara kita memprediksi masa depan
secara matematis agar kita tidak salah
dalam mengambil keputusan belanja
atau merencanakan sesuatu.".
● Penyampaian Tujuan: Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini
Kegiatan inti ● Orientasi pada Masalah (Problem
Statement): Guru menyajikan masalah
nyata: "Sebuah konveksi dapat menjahit
15 baju dalam 3 hari. Berapa lama waktu
yang dibutuhkan konveksi tersebut
untuk menjahit 50 baju? Apakah kita
bisa langsung menebaknya, atau ada 60 menit
pola matematis yang harus kita ikuti?".
● Eksplorasi (Deep Learning - "Detektif
Proporsi"):
-Stasiun Data (Tabel): Peserta didik
menyusun data baju dan hari ke
dalam tabel. Mereka mengamati
hubungan antara variabel x (jumlah
baju) dan variabel y (jumlah hari).
- Stasiun Grafik (Visual): Peserta didik
memplot titik-titik koordinat dari
tabel tersebut pada kertas berpetak.
Mereka menemukan bahwa pola
perbandingan senilai selalu
membentuk garis lurus yang
melewati titik pusat (0,0).
- Stasiun Strategi (Algoritma):
Kelompok berdiskusi menemukan
konsep. Mereka mencoba strategi
perkalian silang sebagai cara paling
efisien untuk mencari nilai yang
belum diketahui..
● Diskusi "Paradoks Negatif"
(Meaning-Making): Kelompok
mendiskusikan: "Mengapa grafik
perbandingan senilai harus berupa garis
lurus? Apa artinya jika garisnya
melengkung?".
● Presentasi: Setiap kelompok
menyajikan hasil "Laporan Analisis
Proporsi" mereka yang berisi tabel,
grafik, dan pembuktian perhitungan di
depan kelas
● Latihan Mandiri: Peserta didik
mengerjakan beberapa soal latihan
secara individu untuk menguji
pemahaman awal.
○ Pembelajaran Berdiferensiasi:
■ Proses: Peserta didik yang cepat
paham dapat langsung
mengerjakan soal-soal tantangan,
sementara yang masih kesulitan
akan mendapat bimbingan dari
guru.
■ Produk: Hasil latihan mandiri
dikumpulkan sebagai asesmen
formatif
Penutup ● Refleksi: Guru bertanya, "Apa yang
kalian rasakan saat melihat pola angka
yang tadinya berantakan berubah
menjadi garis lurus yang rapi di grafik?"
● Rangkuman: Guru dan peserta didik 10 menit
menyimpulkan:
- Perbandingan senilai terjadi jika dua
besaran berubah dengan rasio yang
tetap.
- Jika x naik, y ikut naik.
- Penyelesaian bisa menggunakan
tabel, grafik, atau perkalian silang.
● Tindak Lanjut:Guru memberikan tugas:
"Amati label harga di toko swalayan, cari
satu barang yang menerapkan
perbandingan senilai (misalnya: harga
per kilogram buah), lalu buat tabel dan
prediksinya."
● Penutup: Salam dan doa.
E. Asesmen
Jenis asesmen Ranah asesmen Bentuk asesmen
Asesmen diagnostik Penilaian pengetahuan Tes pilihan ganda
Penilaian pengetahuan Tes pilihan ganda
Asesmen formatif Penilaian sikap Lembar penilaian
antar teman
Penilaian keterampilan Lembar penilaian
presentasi
F. Pengayaan dan Remedial
 Remedial :
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai KKTP maka akan mendapatkan
pengulangan materi dengan pendekatan individu, dan juga akan diberikan tugas
tambahan sesuai dengan ketertarikannya untuk memperbaiki hasil belajar.
 Pengayaan :
Peserta didik yang hasil belajarnya telah mencapai KKTP maka akan diberikan
bahan literasi mengenai materi selanjutnya dan diberikan tugas untuk menuliskan
hasil analisis atau refleksi berkaitan dengan bacaan yang diberikan oleh guru.
G. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik
Refleksi peserta didik :
1. Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran hari ini ?
2. Apa saja materi yang sudah kalian pahami dari kegiatan pembelajaran hari ini?
3. Apa saja materi yang belum kalian pahami dari kegiatan pembelajaran hari ini?

Refleksi pendidik :
4. Adakah tantangan dan kendala yang dihadapi dalam proses kegiatan pembelajaran ?
5. Apakah seluruh siswa terlibat dalam seluruh kegiatan pembelajaran?
6. Hal apa saja yang menjadi keberhasilan dalam pembelajaran?
H. Lampiran
1. Bahan ajar
2. Lembar kerja peserta didik (LKPD)
3. Asesmen
I. Glosarium
- Besaran: Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka serta satuan (misalnya
panjang, massa, waktu, atau kecepatan).
- Faktor Skala: Angka atau faktor pengali yang digunakan untuk memperbesar atau
memperkecil suatu ukuran objek tanpa mengubah bentuknya.
- Perbandingan (Rasio): Cara membandingkan dua nilai atau lebih dari besaran yang
sejenis. Rasio dapat dinyatakan sebagai pecahan,dengan tanda titik dua, atau dalam
bentuk kata-kata ("a berbanding b").
- Perbandingan Berbalik Nilai: Hubungan antara dua besaran di mana jika satu besaran
bertambah nilainya, maka besaran lainnya akan berkurang nilainya secara proporsional
(contoh: kecepatan kendaraan dan waktu tempuh).
- Perbandingan Senilai (Proporsi): Hubungan antara dua besaran di mana jika satu besaran
bertambah nilainya, maka besaran lainnya juga bertambah nilainya dengan perbandingan
yang tetap (contoh: jumlah barang dan total harga).
- Proporsi: Pernyataan kesamaan antara dua rasio
- Rasio Bagian-terhadap-Bagian: Perbandingan antara satu bagian dengan bagian lain
dalam satu kelompok (contoh: rasio jumlah siswa laki-laki terhadap siswa perempuan di
kelas).
- Rasio Bagian-terhadap-Keseluruhan: Perbandingan antara satu bagian dengan jumlah
total seluruh objek (contoh: rasio jumlah siswa laki-laki terhadap total seluruh siswa di
kelas).
- Skala: Perbandingan antara ukuran pada gambar (peta atau model) dengan ukuran
sebenarnya. Biasanya dinyatakan dalam bentuk 1 : n.
- Sederhana: Bentuk rasio yang pembilang dan penyebutnya sudah dibagi dengan FPB
(Faktor Persekutuan Terbesar) sehingga tidak bisa dibagi lagi dengan angka yang sama
selain satu.
J. Daftar Pustaka
Umi Salamah. (2020). Berlogika Dengan Matematika, Jakarta : Tiga Serangkai.
Wono Setya Budhi & Wini Kristianti. Matematika. Jakarta : Erlangga.

PERTEMUAN KETIGA Kompetensi Inti ( 3 September 2026 )


A. Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
Tujuan kognitif :
1. Melalui model pembelajaran problem based learning peserta didik mampu menganalisis
hubungan dua besaran yang berbalik nilai, menyusun model matematika, serta
menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perbandingan berbalik nilai dengan
akurat.
Tujuan sikap/karakter :
2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menunjukkan sikap bernalar kritis dalam
menafsirkan hubungan antar variabel dan gotong royong dalam memecahkan masalah
kompleks yang memerlukan logika berpikir terbalik.
Tujuan keterampilan :
3. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menyajikan visualisasi data perbandingan
berbalik nilai menggunakan tabel atau grafik kurva untuk mengomunikasikan hasil analisis
mereka.
Alur Tujuan Pembelajaran
5. Peserta didik dapat menjelaskan konsep perbandingan berbali nilai.
6. Peserta didik dapat menentukan nilai perbandingan berbalik nilai.
7. Peserta didik dapat menyelesaiakan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan
dengan perbandingan berbalik nilai.
B. Pemahaman Bermakna
Siswa memahami bahwa tidak semua hubungan antar variabel bersifat searah. Dalam perbandingan
berbalik nilai, siswa belajar bahwa "lebih banyak tidak selalu berarti lebih besar," melainkan bisa
berarti "lebih cepat" atau "lebih efisien." Pemahaman ini sangat krusial dalam manajemen waktu,
efisiensi kerja, dan perencanaan logistik, melatih siswa untuk berpikir lebih fleksibel dan tidak
terjebak pada asumsi linear.
C. Pertanyaan Pemantik
"Jika 4 orang pekerja dapat membangun sebuah rumah dalam waktu 30 hari, apa yang akan terjadi
dengan waktu pengerjaannya jika kita menambah jumlah pekerja menjadi 8 orang? Apakah waktu
pengerjaannya akan menjadi lebih lama atau lebih singkat? Mengapa demikian?"
D. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah kegiatan
Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi waktu
Pendahuluan ● Orientasi: Guru membuka pelajaran
dengan salam, doa, dan memeriksa
kehadiran.
● Apersepsi : Guru memberikan ilustrasi:
"Jika kita berkendara dari Jakarta ke
Bandung dengan kecepatan rendah, 10 menit
waktu tempuhnya lama. Namun, jika kita
mempercepat laju kendaraan, waktu
tempuhnya menjadi lebih singkat." Guru
mengajak siswa untuk mengamati
bahwa ada hubungan yang "berlawanan"
antara kecepatan dan waktu.
● Motivasi (Meaningful): Guru
memberikan pesan: "Matematika
mengajarkan kita bahwa tidak semua
hubungan itu searah. Dalam
perbandingan berbalik nilai, kita belajar
tentang efisiensi. Jika kita ingin sesuatu
selesai lebih cepat, kita butuh sumber
daya yang lebih besar. Ini adalah logika
dasar dalam manajemen waktu dan
produktivitas."
● Penyampaian Tujuan: Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini
Kegiatan inti ● Orientasi pada Masalah (Problem
Statement): Guru menyajikan masalah
nyata: "Sebuah proyek renovasi sekolah
direncanakan selesai oleh 10 pekerja
dalam waktu 30 hari. Jika kepala sekolah
ingin renovasi selesai lebih cepat, yaitu
dalam 20 hari, berapa banyak pekerja 60 menit
tambahan yang dibutuhkan?".
● Eksplorasi (Deep Learning - "Detektif
Efisiensi") :
- Stasiun Visual: Peserta didik
menggunakan kertas lipat atau blok
pecahan. Mereka mencoba secara
fisik menggabungkan bagian-bagian
tersebut.
- Stasiun Algoritma: Kelompok
mendiskusikan mengapa
penjumlahan langsung pembilang
menghasilkan nilai yang salah jika
dibandingkan dengan model visual.
- Stasiun Strategi: Peserta didik
dibimbing untuk menemukan KPK
dari penyebut (4 dan 6) dan
mengonversi pecahan menjadi
pecahan senilai dengan penyebut
yang sama.
● Diskusi (Meaning-Making):
- Diskusi: Kelompok mendiskusikan:
"Mengapa kita tidak bisa
menggunakan perkalian silang
seperti pada perbandingan senilai?
Apa yang terjadi jika kita memaksa
menggunakan aturan perbandingan
senilai di sini?".
● Presentasi: Setiap kelompok
menyajikan "Laporan Efisiensi Proyek"
yang memuat tabel, grafik kurva, dan
langkah perhitungan yang logis di depan
kelas.
● Latihan Mandiri: Peserta didik
mengerjakan beberapa soal latihan
secara individu untuk menguji
pemahaman awal.
○ Pembelajaran Berdiferensiasi:
■ Proses: Peserta didik yang cepat
paham dapat langsung
mengerjakan soal-soal tantangan,
sementara yang masih kesulitan
akan mendapat bimbingan dari
guru.
■ Produk: Hasil latihan mandiri
dikumpulkan sebagai asesmen
formatif
Penutup ● Refleksi: Guru bertanya, "Apa yang
paling menantang ketika kita harus
mengubah logika berpikir dari 'semakin
banyak semakin besar' menjadi 'semakin
banyak semakin kecil'? 10 menit
● Rangkuman: Guru merangkum materi
yang telah dipelajari.
● Tindak Lanjut: Guru memberikan
tugas: "Amati aktivitas di rumah, cari
satu contoh kegiatan yang jika
dikerjakan bersama-sama (banyak
orang) akan selesai lebih cepat, hitung
perkiraan waktu pengerjaannya."
● Penutup: Salam dan doa.
E. Asesmen
Jenis asesmen Ranah asesmen Bentuk asesmen
Asesmen diagnostik Penilaian pengetahuan Tes pilihan ganda
Penilaian pengetahuan Tes pilihan ganda
Asesmen formatif Penilaian sikap Lembar penilaian
antar teman
Penilaian keterampilan Lembar penilaian
presentasi
F. Pengayaan dan Remedial
 Remedial :
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai KKTP maka akan mendapatkan
pengulangan materi dengan pendekatan individu, dan juga akan diberikan tugas
tambahan sesuai dengan ketertarikannya untuk memperbaiki hasil belajar.
 Pengayaan :
Peserta didik yang hasil belajarnya telah mencapai KKTP maka akan diberikan
bahan literasi mengenai materi selanjutnya dan diberikan tugas untuk menuliskan
hasil analisis atau refleksi berkaitan dengan bacaan yang diberikan oleh guru.
G. Refleksi Peserta Didik dan Pendidik
Refleksi peserta didik :
1. Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran hari ini ?
2. Apa saja materi yang sudah kalian pahami dari kegiatan pembelajaran hari ini?
3. Apa saja materi yang belum kalian pahami dari kegiatan pembelajaran hari ini?
Refleksi pendidik :
4. Adakah tantangan dan kendala yang dihadapi dalam proses kegiatan pembelajaran ?
5. Apakah seluruh siswa terlibat dalam seluruh kegiatan pembelajaran?
6. Hal apa saja yang menjadi keberhasilan dalam pembelajaran?
H. Lampiran
1. Bahan ajar
2. Lembar kerja peserta didik (LKPD)
3. Asesmen
I. Glosarium
- Besaran: Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka serta satuan (misalnya
panjang, massa, waktu, atau kecepatan).
- Faktor Skala: Angka atau faktor pengali yang digunakan untuk memperbesar atau
memperkecil suatu ukuran objek tanpa mengubah bentuknya.
- Perbandingan (Rasio): Cara membandingkan dua nilai atau lebih dari besaran yang
sejenis. Rasio dapat dinyatakan sebagai pecahan,dengan tanda titik dua, atau dalam
bentuk kata-kata ("a berbanding b").
- Perbandingan Berbalik Nilai: Hubungan antara dua besaran di mana jika satu besaran
bertambah nilainya, maka besaran lainnya akan berkurang nilainya secara proporsional
(contoh: kecepatan kendaraan dan waktu tempuh).
- Perbandingan Senilai (Proporsi): Hubungan antara dua besaran di mana jika satu besaran
bertambah nilainya, maka besaran lainnya juga bertambah nilainya dengan perbandingan
yang tetap (contoh: jumlah barang dan total harga).
- Proporsi: Pernyataan kesamaan antara dua rasio
- Rasio Bagian-terhadap-Bagian: Perbandingan antara satu bagian dengan bagian lain
dalam satu kelompok (contoh: rasio jumlah siswa laki-laki terhadap siswa perempuan di
kelas).
- Rasio Bagian-terhadap-Keseluruhan: Perbandingan antara satu bagian dengan jumlah
total seluruh objek (contoh: rasio jumlah siswa laki-laki terhadap total seluruh siswa di
kelas).
- Skala: Perbandingan antara ukuran pada gambar (peta atau model) dengan ukuran
sebenarnya. Biasanya dinyatakan dalam bentuk 1 : n.
- Sederhana: Bentuk rasio yang pembilang dan penyebutnya sudah dibagi dengan FPB
(Faktor Persekutuan Terbesar) sehingga tidak bisa dibagi lagi dengan angka yang sama
selain satu.
J. Daftar Pustaka
Umi Salamah. (2020). Berlogika Dengan Matematika, Jakarta : Tiga Serangkai.
Wono Setya Budhi & Wini Kristianti. Matematika. Jakarta : Erlangga.

Mengetahui, Bekasi, 17 Juli 2025


Kepala Sekolah SMPIT Tambun Islamic School Guru Bidang Studi

Faimah, S.S Fidelia Septiany, [Link]. Gr

Anda mungkin juga menyukai