0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Trigger Finger

Trigger finger adalah kondisi peradangan pada sendi jari yang sering terjadi pada individu yang banyak menggunakan tangan, terutama pada penderita diabetes dan rheumatoid arthritis. Gejala meliputi kesulitan meluruskan jari, nyeri, dan bunyi klik saat bergerak. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi non-operatif atau operasi jika diperlukan, serta pencegahan dengan membatasi aktivitas berulang yang menggunakan tangan.

Diunggah oleh

LeonaldoKristian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan6 halaman

Trigger Finger

Trigger finger adalah kondisi peradangan pada sendi jari yang sering terjadi pada individu yang banyak menggunakan tangan, terutama pada penderita diabetes dan rheumatoid arthritis. Gejala meliputi kesulitan meluruskan jari, nyeri, dan bunyi klik saat bergerak. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi non-operatif atau operasi jika diperlukan, serta pencegahan dengan membatasi aktivitas berulang yang menggunakan tangan.

Diunggah oleh

LeonaldoKristian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TRIGGER FINGER

1. Pengertian Penyakit
Trigger finger merupakan suatu kondisi peradangan pada selaput sendi (synovial)
pada jari tangan. Trigger finger biasanya mengenai jari-jari tangan yang sering
digunakan, dan paling sering mengenai ibu jari, jari ketiga dan jari manis. Dapat
mengenai lebih dari 2 jari bersamaan atau ke dua tangan.
2. Penyebab terjadinya penyakit
a. Individu yang banyak menggunakan tangannya untuk menggenggam (menekuk
tangan) dalam waktu lama, baik dalam pekerjaan atau hobinya.
b. Sering didapatkan pada individu dengan penyakit tertentu seperti diabetes,
rheumatoid arthritis, amyloidosis, infeksi tertentu seperti TBC dan hypothiroid.
Paling sering adalah pada penderita diabetes dan rheumatoid arthritis.
3. Faktor resiko
a. Pergerakan berulang (repeated gripping) terlalu sering
Misalnya : bermain alat musik
b. Penyakit bawaan
Misalnya : Rheumatoid arthritis, DM, hypothyroidism, amyloidosis dan infeksi
(TB)
c. Jenis Kelamin
Wanita lebih banyak terkena dibandingkan pria, biasanya mengenai usia
40-60 tahun. Aktivitas rumah tangga seperti memasak, mencuci, menggunting
rumput sering disebut sebagai pemicunya.
4. Gejala dan diagnosis
a. Gejala
Gejala umumnya terjadi secara tiba-tiba tanpa pencetus. Keluhan dapat
terjadi ketika bangun tidur tiba-tiba ruas jari-jari kaku dan sulit diluruskan
(tertekuk) atau gejala dapat timbul setelah pemakaian jari-jari berlebih dalam
aktivitas sehari-hari.
Gerakan jari menggenggam berulang-ulang dapat menimbulkan gesekan
antara otot-otot jari tangan, yang akan mengakibatkan peradangan dan
pembengkakan pada tendon jari tangan tersebut.
Gejala lainnya berupa:
 Pada kondisi akut akan terjadi bengkak menyeluruh pada jari-jari yang
terkena, disertai kesulitan untuk menekuk jari-jari dan nyeri.
 Nyeri saat ditekan dan bengkak juga dapat terjadi pada bagian tengah
telapak tangan dekat dengan jari-jari yang terkena.
 Terdengar bunyi klik, dan sensasi menyangkut pada jari-jari yang terkena
pada saat kita hendak meluruskan jari-jari, kadang untuk meluruskannya
harus dibantu oleh tangan sebelahnya. Pada saat jari-jari berhasil
diluruskan akan terasa seperti tulang yang lepas.
 Pada keadaan yang berat, jari-jari akan terlihat selalu tertekuk pada
keadaan istirahat dan akan mengganggu gerakan normal pada tangan yang
terkena
 Gejala-gejala tersebut di atas akan dirasakan terutama pada saat kita tidak
beraktivitas, pada pagi hari bangun tidur atau pada malam hari setelah kita
beraktivitas seharian.
b. Diagnosis
Pada anamnesis didapatkan keluhan kesulitan meluruskan jari tangan yang
kadang disertai nyeri dan bengkak, dan sering terdengar bunyi klik saat pasien
meluruskan jari setelah menggenggam lama atau melakukan gerakan berlebihan
dan berulang-ulang pada jemari tangan. Pada pemeriksaan fisik didapat adanya
benjolan pada area yang sulit digerakan karena adanya penebalan ujung otot jari.
Untuk menegakan diagnosis dilakukan pemeriksaan tambahan berupa
ultrasound diperuntukan menentukan lokasi sakit dan letak untuk injeksi obat.
Jika dirasa ragu dapat dilakukan pemeriksaan foto rontgen untuk membedakan
penyebab lain.
5. Penanganan dan pengobatan
Terapi trigger finger meliputi tindakan non operasi untuk kasus yang ringan dan tindakan
operasi untuk kasus yang berat.
1. Terapi non-operatif
a. Istirahat
Istirahatkan jari-jari yang terkena dari aktivitas yang banyak menggunakan
jari-jari dalam jangka waktu lama, misal: gerakan menggenggam atau menekuk
jari-jari berulang, menggunakan jari-jari dengan mesin yang mempunyai getaran
tinggi.
b. Hand split
Hand splint adalah alat bantu yang berfungsi untuk menahan jari-jari pada
posisi lurus, dengan tujuan mengistirahatkan jari-jari, dan juga berfungsi untuk
menghindari posisi jari-jari menekuk yang tidak disadari pada saat tidur.
Hand splint diberikan pada keadaan akut dimana terdapat nyeri dan
bengkak yang hebat dan pada penderita yang sangat aktif, yang tidak dapat
mengistirahatkan jari-jarinya.

Gambar penggunaan handsplint pada penderita trigger finger


c. Farmakologi
Meminum obat antiinflamasi atau peradangan seperti aspirin, ibuprofen,
atau ketorofen untuk mengurangi peradangan bukan untuk menghilangkan nyeri.
Obat ini tidak boleh diberikan jangka panjang karena memiliki banyak efek
samping dan penggunaannya harus dalam pengawasan dokter. Maksimal
penggunaannya adalah 3 minggu.
d. Injeksi kortikosteroid
Kortikosteroid adalah obat anti peradangan yang poten. Tujuan terapi
injeksi dengan kortison hanya untuk menghilangkan peradangan dan
pembengkakan yang terjadi serta dapat mengurangi nyeri.
Injeksi kortikosteroid harus dilakukan oleh seorang dokter yang kompeten
dalam hal injeksi muskuloskeletal (otot, tulang, sendi) karena injeksi ini juga
mempunyai banyak efek samping bila tidak dipergunakan dengan benar.
Injeksi maksimal hanya boleh dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun
dengan interval minimal 1 bulan.

Gambar proses injeksi kortikosteroid pada penderita trigger finger


Pada keadaan trigger finger yang berat atau sudah lama, injeksi ini hanya bersifat
sementara dalam menghilangkan peradangan dan nyeri, dan tidak dapat
menghilangkan kelainan mekanik akibat adanya nodul pada tendon yang sudah
terbentuk, sehingga bunyi klik dan sensasi menyangkut pada saat meluruskan jari
tetap ada meskipun nyerinya sudah berkurang atau hilang.
e. Kompres hangat
Kompres hangat dengan cara merendam tangan ke dalam air hangat pada pagi
hari dan malam sebelum tidur akan membantu mengurangi kekakuan.
f. Program Rehabilitasi medik
 Fisioterapi dengan menggunakan ultrasound, laser, terapi dingin, stimulasi
listrik, serta pijat dan latihan jari-jari bertujuan untuk menghilangkan
peradangan, pembengkakan, nyeri dan memperbaiki kelenturan tendon
dan jaringan sekitarnya.
 Terapi okupasi untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari yang tidak
membebani jari-jari dan tangan, latihan menggunakan jari-jari dalam
aktivitas sehari-hari.
 Terapi ortosis-prostesis untuk pembuatan hand splint yang sesuai.
2. Terapi operatif
Tujuan dari operasi adalah membuka terowongan pembungkus tendon yang
sempit sehingga tendon dapat bergerak keluar masuk tanpa hambatan dengan teknik
percutaneous release.
Operasi dilakukan bila sudah terjadi kekakuan yang hebat sehingga jari-jari tetap
menekuk meski dalam keadaan istirahat/kekakuan permanen dan bila terapi non
operatif dalam waktu 3 bulan tidak berhasil.

Gambar. Teknik percutaneous release pada trigger finger


6. Pencegahan
Sesuai dengan pemicunya, tindakan pencegahan dilakukan dengan membatasi
semua aktivitas yang menggunakan tangan, agar tidak berlebihan.
Berikan waktu istirahat yang cukup setiap melakukan aktivitas berulang
menggunakan tangan, agar otot-otot di tangan tidak mengalami peradangan dan
pembengkakan.
7. Komplikasi
Komplikasi dari terapi operasi adalah jari tetap tidak dapat lurus penuh, bunyi tidak
hilang sepenuhnya, jari berbentuk seperti busur akibat pelepasan yang berlebihan dan
infeksi.
8. Kapan harus ke Dokter (CTA)
1. Saat sudah ada keluhan berupa nyeri pada jari sampai tidak bisa di gerakan, adanya
bunyi klik pada area nyeri.
2. Saat keluhan sudah mengganggu aktivitas
3. Keluhan sudah berlangsung >1 minggu
9. Sumber referensi
a. Newport ML, Lane LB, Stuchin SA. Treatment of trigger finger by steroid
injection. J Hand Surg [Am] 1990;15:748–50. doi: 10.1016/0363-5023(90)90149-
L.
b. Benson LS, Ptaszek AJ. Injection versus surgery in the treatment of trigger finger.
J Hand Surg [Am] 1997;22:138–44. doi: 10.1016/S0363-5023(05)80194-7.
c. Newport ML, Lane LB, Stuchin SA. Treatment of trigger finger by steroid
injection. J Hand Surg [Am] 1990;15:748–50. doi: 10.1016/0363-5023(90)90149-
L.

Anda mungkin juga menyukai