0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan19 halaman

SSKK R1

Dokumen ini adalah syarat-syarat khusus kontrak untuk pembangunan gedung ruang kelas baru di MTsN 23 Jakarta Selatan. Terdapat ketentuan mengenai korespondensi, masa pelaksanaan, serah terima pekerjaan, dan penyesuaian harga. Selain itu, dokumen ini juga mencakup hak dan kewajiban penyedia serta prosedur pembayaran dan denda keterlambatan.

Diunggah oleh

fayadinmubar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan19 halaman

SSKK R1

Dokumen ini adalah syarat-syarat khusus kontrak untuk pembangunan gedung ruang kelas baru di MTsN 23 Jakarta Selatan. Terdapat ketentuan mengenai korespondensi, masa pelaksanaan, serah terima pekerjaan, dan penyesuaian harga. Selain itu, dokumen ini juga mencakup hak dan kewajiban penyedia serta prosedur pembayaran dan denda keterlambatan.

Diunggah oleh

fayadinmubar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2026

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK


PEMBANGUNAN GEDUNG RUANG KELAS BARU (RKB)
MTsN 23 JAKARTA SELATAN

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA


KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA
PROVINSI DAERAH KHUSUS JAKARTA
SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK

Pasal dalam
Ketentuan Data
SSUK
4.1 & 4.2 Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut:

Satuan Kerja Pejabat Penandatangan Kontrak: Kantor Wilayah


Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta

Nama : .......... [diisi nama Pejabat


Penandatangan Kontrak]
Alamat : Jl. D.I Panjaitan No. 10 Bypass Jakarta
Timur 13340
Website : [Link]
E-mail : .......... [diisi email Pejabat
Penandatangan Kontrak]
Faksimili : (021) 8512402

Penyedia : ........................ [diisi nama badan usaha/nama KSO]


Nama : .......... [diisi nama yang ttd surat
perjanjian]
Alamat : .......... [diisi alamat Penyedia]
E-mail : .......... [diisi email Penyedia]
Faksimili : .......... [diisi nomor faksimili
Penyedia]

4.2 & 5.1 Wakil Sah Para Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:
Pihak
Untuk Pejabat Penandatangan Kontrak:
Nama : .......... [diisi nama yang ditunjuk
menjadi Wakil Sah Pejabat
Penandatangan Kontrak]
Berdasarkan Surat Keputusan
Pejabat Penandatangan Kontrak ……
nomor .…. tanggal ……. [diisi
nomor dan tanggal SK pengangkatan
Wakil Sah Pejabat Penandatangan
Kontrak]
Untuk Penyedia:
Nama : .......... [diisi nama yang ditunjuk
menjadi Wakil Sah Penyedia]
Berdasarkan Surat Keputusan ……
nomor .…. tanggal ……. [diisi
nomor dan tanggal SK pengangkatan
Wakil Sah Penyedia]

6.3.b & 6.3.c Pencairan Jaminan Jaminan dicairkan dan disetorkan pada Kantor Pelayanan
44.4 & 44.6 Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta IV

27.1 Masa Pelaksanaan Masa Pelaksanaan selama 135 (seratus tiga puluh lima) hari
kalender terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang tercantum
dalam SPMK.

27.4 Masa Pelaksanaan 1. Masa Pelaksanaan bagian pekerjaan (bagian kontrak)


untuk Serah …………… [diisi bagian pekerjaannya] selama ......... [diisi
Terima Sebagian jumlah hari kalender dalam angka dan huruf] hari
Pekerjaan (Bagian kalender terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang
Kontrak) tercantum dalam SPMK.
2. Masa Pelaksanaan bagian pekerjaan (bagian kontrak)
…………… [diisi bagian pekerjaannya] selama ......... [diisi
jumlah hari kalender dalam angka dan huruf] hari

1
kalender terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja yang
tercantum dalam SPMK.
3. Dst.

Catatan:
Ketentuan di atas diisi apabila diberlakukan serah terima
sebagian pekerjaan (secara parsial) sesuai dengan yang
dicantumkan dalam dokumen pemilihan (Rancangan Kontrak)]

33.8 Masa Masa Pemeliharaan berlaku selama 180 [seratus delapan puluh]
Pemeliharaan hari kalender terhitung sejak Tanggal Penyerahan Pertama
Pekerjaan (PHO).

33.19 Serah Terima Dalam Kontrak ini diberlakukan serah terima pekerjaan
Sebagian sebagian atau secara parsial untuk bagian kontrak sebagai
Pekerjaan berikut:
(Bagian Kontrak) 1. ...................
2. ...................
3. Dst
[diisi bagian pekerjaan yang akan dilakukan serah terima
sebagian pekerjaan (secara parsial sesuai dengan yang
dicantumkan dalam dokumen pemilihan (rancangan kontrak)]

33.18 Masa 1. Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan (bagian


Pemeliharaan Kontrak)…………… [diisi bagian pekerjaannya] selama
untuk Serah ......... [diisi jumlah hari kalender dalam angka dan huruf]
Terima Sebagian hari kalender terhitung sejak tanggal penyerahan pertama
Pekerjaan (Bagian bagian pekerjaan …………… [diisi bagian pekerjaannya].
Kontrak) 2. Masa Pemeliharaan bagian pekerjaan (bagian
Kontrak)…………… [diisi bagian pekerjaannya] selama
......... [diisi jumlah hari kalender dalam angka dan huruf]
hari kalender terhitung sejak tanggal penyerahan pertama
bagian pekerjaan …………… [diisi bagian pekerjaannya].
3. Dst.

Catatan:
Ketentuan di atas diisi apabila diberlakukan serah terima
sebagian pekerjaan (secara parsial) dan sudah ditetapkan dalam
Dokumen Pemilihan
35.1 Gambar As Built Gambar ”As built” diserahkan paling lambat 14 (empat belas)
dan Pedoman hari kalender
Pengoperasian dan
Perawatan/ dan/atau
Pemeliharaan
pedoman pengoperasian dan perawatan/pemeliharaan harus
diserahkan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah
Tanggal Penyerahan Pertama Pekerjaan.

38.7 Penyesuaian Harga Penyesuaian harga diberikan /tidak diberikan dalam hal
diberikan maka rumusannya sebagai berikut:
Hn = Ho (a+[Link]/Bo+[Link]/Co+[Link]/Do+.....)
Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan
dilaksanakan;
Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran;
a = Koefisien tetap yang terdiri atas
keuntungan dan overhead, falam hal
penawaran tidak mencantumkan
besaran komponen keuntungan dan
overhead maka a = 0,15
b, c, d = Koefisien komponen kontrak seperti
tenaga kerja, bahan, alat kerja, dsb;
Penjumlahan a+b+c+d+....dst adalah

2
1,00

Bn, = Indeks harga komponen pada b u l a n


Cn, saat pekerjaan d i l a k s a n a k a n .
Dn
Bo, = Indeks harga komponen pada bulan
Co, penyampaian penawaran.
Do

Rumusan tersebut diatas memperhatikan hal-hal sebagai berikut:


a) Penetapan koefisien bahan, tenaga kerja, alat kerja, bahan
bakar, dan sebagainya ditetapkan seperti contoh sebagai
berikut:
Koefisien Komponen
Pekerjaan a. b. c. d. a+b+c
+d
Timbunan 0,15 …. …. …. 1,00
Galian 0,1 …. …. …. 1,00
5
Galian 0,1 …. …. …. 1,00
dengan alat 5
Beton 0,1 …. …. …. 1,00
5
Beton 0,1 …. …. …. 1,00
bertulang 5
b) Koefisien komponen kontrak ditetapkan oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak dari perbandingan antara harga
bahan, tenaga kerja, alat kerja, dan sebagainya (apabila
ada) terhadap Harga Satuan dari pembobotan HPS dan
dicantumkan dalam Dokumen Pemilihan (Rancangan
Kontrak).
c) Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan
BPS.
d) Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan
BPS, digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh
instansi teknis.
e) Rumusan penyesuaian Harga Kontrak ditetapkan sebagai
berikut:
Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+....
dst
Pn = Harga Kontrak setelah dilakukan
penyesuaian Harga Satuan;
Hn = Harga Satuan baru setiap jenis
komponen pekerjaan setelah dilakukan
penyesuaian harga menggunakan
rumusan penyesuaian Harga Satuan;
V = Volume setiap jenis komponen
pekerjaan yang dilaksanakan.
f) Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak, apabila Penyedia telah
mengajukan tagihan disertai perhitungan beserta data-data
dan telah dilakukan audit sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
g) Penyedia dapat mengajukan tagihan secara berkala paling
cepat 6 (enam) bulan setelah pekerjaan yang diberikan
penyesuaian harga tersebut dilaksanakan.
h) Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh Pejabat
Penandatangan Kontrak, apabila Penyedia telah
mengajukan tagihan disertai perhitungan beserta data-data

3
dan telah dilakukan audit sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

45.b Pembayaran Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh
Tagihan Pejabat Penandatangan Kontrak untuk pembayaran tagihan
angsuran adalah 10 (sepuluh) hari kerja terhitung sejak tagihan
dan kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan
diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

49.i Hak dan Kewajiban Hak dan kewajiban Penyedia :


Penyedia 1. ……….
2. ……….
3. Dst
[diisi hak dan kewajiban Penyedia yang timbul akibat lingkup
pekerjaan selain yang sudah tercantum dalam SSUK]

56.3 Tindakan Penyedia Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan
yang Mensyarat- Pejabat Penandatangan Kontrak adalah: ....................
kan Persetujuan
Pejabat [diisi selain yang sudah tercantum dalam SSUK, apabila ada]
Penandatangan
Kontrak
56.3 Tindakan Penyedia Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan
yang Mensyarat- Pengawas Pekerjaan adalah: ....................
kan Persetujuan
Pengawas [diisi selain yang sudah tercantum dalam SSUK, apabila ada]
Pekerjaan
58 Kepemilikan Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan
Dokumen piranti lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini
dengan pembatasan sebagai berikut: ....................

[diisi batasan/ketentuan yang dibolehkan dalam


penggunaannya, misalnya: untuk penelitian/riset setelah
mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat Penandatangan
Kontrak]
65 Fasilitas Pejabat Penandatangan Kontrak akan memberikan fasilitas
berupa: Lokasi untuk Direksi Keet/Gudang/Bedeng

[diisi fasilitas milik Pejabat Penandatangan Kontrak yang akan


diberikan kepada Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan ini (apabila ada)]
66.1.h Peristiwa Termasuk Peristiwa Kompensasi yang dapat diberikan kepada
Kompensasi Penyedia adalah .....................

[diisi apabila ada Peristiwa Kompensasi lain, selain yang telah


tertuang dalam SSUK]

70.1.e Besaran Uang Pejabat Penandatangan Kontrak tidak memberikan Uang Muka
Muka pada kontrak ini

4
70.2.d Pembayaran Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara Termin,
Prestasi Pekerjaan dengan ketentuan tahapan pembayaran sebagai berikut:

No Tahapan Besaran % pembayaran Keterangan


pembayaran dari Harga Kontrak
(milestone)
1 Tahapan (25% x Nilai Kontrak) Termin 1
Pembayaran
Termin I (Pertama),
Prestasi Pekerjaan
dengan Bobot
25,00%
2 Tahapan (25% x Nilai Kontrak) Termin 2
Pembayaran Termin
II (Kedua), Prestasi
Pekerjaan dengan
Bobot 50,00%
3 Tahapan (25% x Nilai Kontrak) Termin 3
Pembayaran Termin
III (Ketiga), Prestasi
Pekerjaan dengan
Bobot 75,00%
4 Tahapan (20% x Nilai Kontrak) Termin 4
Pembayaran
Termin IV
(Keempat), Prestasi
Pekerjaan dengan
Bobot 100%.
Apabila sampai
batas akhir
pembayaran yang
ditetapkan KPPN
maka berlaku
ketentuan dibayar
sesuai prestasi yang
dicapai dan sisanya
penyedia harus
membuat jaminan
akhir tahun sebesar
nilai pekerjaan
yang belum
terselesaikan.
5 Tahapan (5% x Nilai Kontrak) Termin 5
pembayaran
termijn V (kelima),
setelah masa
pemeliharaan
selesai dibuktikan
dengan berita acara
serah terima akhir
(FHO), berkenaan
baru dapat
diselesaikan pada
tahun berikutnya,
maka pembayan
dimajukan pada
tahun anggaran
berjalan dengan
menyarahkan
jaminan
pemeliharaan
sebesar nilai yang
ditagihkan

Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan


tagihan pembayaran prestasi pekerjaan:
1. Laporan Prestasi Pekerjaan Penyedia;
2. Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan;
3. Berita Acara Prestasi Pekerjaan;
4. Kuitansi; dan
5. Faktur Pajak.

[diisi dokumen yang disyaratkan]

5
70.3.f Pembayaran Bahan Penentuan dan besaran pembayaran untuk bahan dan/atau
dan/atau Peralatan peralatan yang menjadi bagian permanen dari pekerjaan utama
(material on site), ditetapkan sebagai berikut:
1. ....[diisi bahan/peralatan].... dibayar .......% dari harga satuan
pekerjaan;
2. ....[diisi bahan/peralatan].... dibayar .......% dari harga satuan
pekerjaan;
3. ..............dst.

[contoh yang termasuk material on site peralatan: eskalator, lift,


pompa air stationer, turbin, peralatan elektromekanik;
bahan fabrikasi: sheet pile, geosintetik, konduktor, tower,
insulator,wiremesh pabrikasi, bahan jadi: beton pracetak]

contoh yang tidak termasuk material on site: pasir, batu, semen,


aspal, besi tulangan

70.4.c Denda akibat Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap hari
Keterlambatan keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari Harga
Bagian Kontrak yang tercantum dalam Kontrak (sebelum PPN)

[diisi dengan memilih salah satu dari Harga Kontrak atau harga
Bagian Kontrak yang tercantum dalam Kontrak dan belum
diserahterimakan apabila ditetapkan serah terima pekerjaan
secara parsial]

78.2 Umur Konstruksi a. Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki Umur Konstruksi


dan Pertanggungan selama 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Penyerahan Akhir
terhadap Kegagalan Pekerjaan.
Bangunan [diisi sesuai dengan yang tertuang dalam dokumen
perancangan]
b. Pertanggungan terhadap Kegagalan Bangunan ditetapkan
selama 10 (sepuluh) tahun sejak Tanggal Penyerahan Akhir
Pekerjaan.
[diisi sesuai dengan umur rencana pada huruf a apabila
umur konstruksinya tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun]

79.3 Penyelesaian Penyelesaian perselisihan/sengketa para pihak dilakukan


Perselisihan/ melalui Mediasi/Konsiliasi/Arbitrase/Musyawarah/LPSLKPP
Sengketa

6
LAMPIRAN A SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK

DAFTAR HARGA SATUAN TIMPANG*)

Harga Harga Satuan %


Mata Satuan
No Kuantitas Satuan HPS Penawaran Terhadap Keterangan
Pembayaran Ukuran
(Rp) (Rp) HPS
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*)Didapatkan dari pokja pemilihan (apabila ada)

DAFTAR PEKERJAAN YANG DISUBKONTRAKKAN DAN SUBKONTRAKTOR (apabila ada)

a. Pekerjaan Utama
Nama Alamat
Bagian Pekerjaan yang Kualifikasi
No Subkontraktor Subkontraktor Keterangan
Disubkontrakkan*) **) **)
Subkontraktor**)
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**) Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran

b. Pekerjaan bukan Pekerjaan Utama


Nama Alamat
Bagian Pekerjaan yang Kualifikasi
No Subkontraktor Subkontraktor Keterangan
Disubkontrakkan*) **) **)
Subkontraktor**)
1 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
2 ……….. ……….. ……….. ……….. ………..
3 Dst
Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**) Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran

DAFTAR PERSONEL MANAJERIAL

Posisi Keahlian Pengalaman


- Pelaksana ( 1 orang ) SKK Pekerjaan Pelaksana Lapangan Pekerjaan 2 tahun
Gedung Jenjang 5

- Petugas Keselamatan Konstruksi ( 1 SKK Petugas Keselamatan Konstruksi 0 tahun


orang )

Catatan:
*) Wajib diisi oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**)Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran

7
DAFTAR PERALATAN UTAMA

No Nama Peralatan
Kapasitas**) Jumlah**) Status Kepemilikan**)
Utama*)
1 Dump truck (Pajak 3-5 m3 3 unit Milik sendiri/ sewa
STNK, KIR masih
berlaku)
2 Genset 5-10 kva 1 unit Milik sendiri/ sewa

3 Mixer beton 0,3 m3 2 unit Milik sendiri/ sewa

4 Pickup (Pajak STNK, 1,44 m3 2 unit Milik sendiri/ sewa


KIR masih berlaku)

5 Borpile Dia 30 cm 3 unit Milik sendiri/ sewa

6 Bar Cutter 3000 watt, 32 rpm 2 unit Milik sendiri/ sewa

Catatan:
*) Wajib diisi oleh PPK sewaktu penyusunan rancangan kontrak
**)Wajib diisi saat rapat persiapan penandatanganan kontrak berdasarkan dokumen penawaran

8
LAMPIRAN B SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)

CONTOH
BENTUK RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

................. RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI

[Logo & Nama Perusahaan] [digunakan untuk usulan penawaran]

DAFTAR ISI

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi


A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3. Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1. Sumber Daya
C.2. Kompetensi
C.3. Kepedulian
C.4. Komunikasi
C.5. Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasi
D.2. Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
E.2. Tinjauan manajemen
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi

9
Penjelasan mengenai isi Komitmen Keselamatan Konstruksi poin (A.2) sesuai dengan format di bawah ini:

[Contoh Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi Badan Usaha Tunggal/Atas Nama Sendiri]

PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : …………… [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan : .............
Bertindak untuk : PT/CV/Firma/atau lainnya ………… [pilih yang sesuai dan cantumkan nama]
dan atas nama

dalam rangka pengadaan …………… [isi nama paket] pada …………… [isi sesuai dengan nama Pokja
Pemilihan] berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan
memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:

1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;


2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP);
7. Memenuhi 9 (Sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.

………… [tempat], ….. [tanggal] ………… [bulan] 20…. [tahun]

[Nama Penyedia]

[tanda tangan],
[nama lengkap]

10
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3

Nama Perusahaan : ..................


Kegiatan : ..................
Lokasi : ..................
Tanggal dibuat : .................. halaman : ….. / …..

Tabel Error! No text of specified style in document.-1 Contoh Format Tabel IBPRP*
CONTOH

Keterangan:
1. PPK mengisi kolom 1, 2 dan 3.
2. PPK mengisi kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” berdasarkan tahapan pekerjaan.
3. Kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” yang diisi oleh PPK berdasarkan tahapan pekerjaan,
dimana penyedia jasa dapat menambahkan uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya dari yang sudah
dicantumkan oleh PPK berdasarkan analisis Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi dan/atau
Petugas Keselamatan Konstruksi.
4. Kolom 12, 13, 14, 15, dan 16, diisi berdasarkan kondisi pengendalian di lapangan atas dasar penilaian
Ahli K3 Konstruksi/ Ahli Keselamatan Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi, apabila
dinilai tidak ada yang diisikan, maka dapat ditulis "tidak ada" atau "n/a".

Dibuat oleh,

Kepala Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi

B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)

Tabel Contoh Format Tabel Sasaran Khusus dan Program Khusus


Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
Lokasi : ..................
Tanggal dibuat : .................. CONTOH

Pengendalian Sasaran Program


Risiko (Sesuai
No. Kolom Tabel 6 Uraian Jadwal Indikator Penanggung
IBPRP) Uraian Tolok Sumber Bentuk Monitoring
Kegiatan Pelaksanaan Pencapaian Jawab
ukur Daya

Dibuat oleh,

Kepala Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi

11
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi

Tabel. Contoh Jadwal Program Komunikasi


NO Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan
1 Induksi Keselamatan Konstruksi
(Safety Induction)
2 Pertemuan pagi hari
(safety morning)
3 Pertemuan Kelompok Kerja (toolbox
meeting)
4 Rapat Keselamatan Konstruksi
(construction safety meeting)

D. Operasi Keselamatan Konstruksi

Tabel Contoh Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)

Nama Pekerja : …… [Isi nama pekerja]


Nama Paket Pekerjaan : …….
Tanggal Pekerjaan : …..s/d……

Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan:


1 Helm/Safety Helmet √ 4. Rompi Keselamatan/Safety Vest √
2 Sepatu/Safety Shoes √ 5. Masker Pernafasan/Respiratory √
3 Sarung Tangan/Safety Gloves √ 6. …. Dst.

Urutan Langkah Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab


Pekerjaan

E. Evaluasi Keselamatan Konstruksi


E.1 Pemantauan dan Evaluasi

Tabel Contoh Jadwal Inspeksi dan Audit


Bulan Ke-
No Kegiatan PIC
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Inspeksi Keselamatan Konstruksi
2 Patroli Keselamatan Konstruksi
3 Audit internal

12
SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

A. Uraian Spesifikasi Teknis


Uraian spesifikasi teknis disusun berdasarkan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh PPK sesuai jenis
pekerjaan yang akan ditenderkan, dengan ketentuan :
1. Dapat menyebutkan merk dan tipe serta sedapat mungkin menggunakan produksi dalam negeri;
2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional (SNI);
3. Metode pelaksanaan harus logis, realistis dan dapat dilaksanakan;
4. Jangka waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metode pelaksanaan;
5. Mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan
dalam pelaksanaan pekerjaan;
6. Mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan;
7. Mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk;
8. Mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan;
9. Mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.
10. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi:
a. Pokja Pemilihan harus memastikan bahan bangunan konstruksi sesuai hasil yang telah
diidentifikasi oleh PPK.
b. Setiap jenis bahan bangunan konstruksi yang tergolong sebagai bahan berbahaya dan beracun
(B3), seperti cat, thinner, gas acetylene, BBM, BBG, bahan peledak, dll, harus diberi penjelasan
bahayanya, cara pengangkutan, penyimpanan, penggunaan, pengendalian risiko dan cara
pembuangan limbahnya sesuai dengan prosedur dan/atau peraturan perundangan yang
berlaku;
c. Informasi tentang penanganan B3 dapat diperoleh dari Lembar Data Keselamatan Bahan
(Material Safety Data Sheet) yang diterbitkan oleh pabrik pembuatnya, atau dari sumber-
sumber yang berkompeten dan/ atau berwenang.
11. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan:
a. Pokja Pemilihan harus memastikan setiap jenis alat dan perkakas sesuai hasil yang telah
diidentifikasi oleh PPK .
b. Alat dan perkakas yang digunakan harus dipastikan telah diberi sistem perlindungan atau
kelengkapan pengaman untuk mencegah paparan (expose) bahaya secara langsung terhadap
tubuh pekerja;
c. Informasi tentang jenis, cara penggunaan/pemeliharaan/pengamanannya alat dan perkakas
dapat diperoleh dari manual produk dari pabrik pembuatnya, ataupun dari
pedoman/peraturan pihak yang kompeten.
12. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
a. Pokja Pemilihan (yang bersertifikat Ahli K3 Konstruksi/ Ahli Keselamatan Konstruksi
/petugas Keselamatan Konstruksi atau dengan melibatkan Ahli K3 Konstruksi/ Ahli
Keselamatan Konstruksi /petugas Keselamatan Konstruksi) harus menilai kesesuaian
identifikasi bahaya dari setiap tahapan kegiatan yang sudah ditetapkan oleh PPK;
b. Setiap proses/kegiatan harus dilengkapi dengan prosedur kerja, sistem perlindungan terhadap
pekerja, perlengkapan pengaman, dan rambu-rambu peringatan dan kewajiban pekerja
menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan potensi bahaya pada proses
tersebut;
c. Setiap jenis proses/kegiatan pekerjaan yang berisiko tinggi, atau pekerjaan yang berisiko tinggi
pada keadaan yang berbeda, harus lebih dulu dilakukan analisis keselamatan pekerjaan (Job
Safety Analysis) dan tindakan pengendaliannya;
d. Setiap proses/kegiatan yang berbahaya harus melalui prosedur izin kerja lebih dulu dari
penanggung-jawab proses dan Ahli K3 Konstruksi /Ahli Keselamatan Konstruksi;
e. Setiap proses dan kegiatan pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh tenaga kerja dan/atau
operator yang telah terlatih dan telah mempunyai kompetensi untuk melaksanakan jenis
pekerjaan/tugasnya, termasuk kompetensi melaksanakan prosedur keselamatan konstruksi
yang sesuai pada jenis pekerjaan/tugasnya tersebut.
13. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja

13
a. Analisis Keselamatan Pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan terhadap setiap
metode konstruksi/ metode pelaksanaan pekerjaan, dan persyaratan teknis untuk mencegah
terjadinya kegagalan konstruksi dan kecelakaan kerja;
b. Metode kerja harus disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan dengan
menggunakan peralatan, perkakas, material dan konstruksi sementara, yang sesuai dengan
kondisi lokasi/tanah/cuaca, dan dapat dikerjakan oleh pekerja dan operator yang terlatih;
c. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun dan menggunakan metode
kerja dapat meliputi penggunaan alat utama dan alat bantu, perkakas, material dan konstruksi
sementara dengan urutan kerja yang sistematis, guna mempermudah pekerja dan operator
bekerja dan dapat melindungi pekerja, alat dan material dari bahaya dan risiko kegagalan
konstruksi dan kecelakaan kerja;
d. Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus dianalisis keselamatan
pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA), diuji efektivitas pelaksanaannya dan efisiensi biayanya.
Jika semua faktor kondisi lokasi/tanah/cuaca, alat, perkakas, material, urutan kerja dan
kompetensi pekerja/operator telah ditinjau dan dianalisis, serta dipastikan dapat menjamin
keselamatan, kesehatan dan keamanan konstruksi dan pekerja/operator, maka metode kerja
dapat disetujui, setelah dilengkapi dengan gambar dan prosedur kerja yang sistematis dan/atau
mudah dipahami oleh pekerja/operator;
e. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama yang mempunyai potensi bahaya tinggi harus
dilengkapi dengan metode kerja yang didalamnya sudah mencakup analisis keselamatan
pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA). Misalnya untuk pekerjaan di ketinggian, mutlak harus
digunakan perancah, lantai kerja (platform), papan tepi, tangga kerja, pagar pelindung tepi,
serta alat pelindung diri (APD) yang sesuai antara lain helm dan sabuk keselamatan agar
pekerja terlindung dari bahaya jatuh. Untuk pekerjaan saluran galian tanah berpasir yang
mudah longsor dengan kedalaman 1,5 meter atau lebih, mutlak harus menggunakan turap dan
tangga akses bagi pekerja untuk naik/turun;
f. Setiap metode kerja harus melalui analisis dan perhitungan yang diperlukan berdasarkan data
teknis yang dapat dipertanggung-jawabkan, baik dari standar yang berlaku, atau melalui
penyelidikan teknis dan analisis laboratorium maupun pendapat ahli terkait yang independen.
14. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
a. Setiap kegiatan/pekerjaan perancangan, perencanaan, perhitungan dan gambar-gambar
konstruksi, penetapan spesifikasi dan prosedur teknis serta metode pelaksanaan/
konstruksi/kerja harus dilakukan oleh tenaga ahli yang mempunyai kompetensi yang
disyaratkan, baik pekerjaan arsitektur, struktur/sipil, mekanikal, elektrikal, plumbing dan
penataan lingkungan maupun interior dan jenis pekerjaan lain yang terkait;
b. Setiap tenaga ahli tersebut pada butir a. di atas harus mempunyai kemampuan untuk
melakukan proses manajemen risiko (identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian
risiko) yang terkait dengan disiplin ilmu dan pengalaman profesionalnya, dan dapat
memastikan bahwa semua potensi bahaya dan risiko yang terkait pada bentuk rancangan,
spesifikasi teknis dan metode kerja/konstruksi tersebut telah diidentifikasi dan telah
dikendalikan pada tingkat yang dapat diterima sesuai dengan standar teknik dan standar
Keselamatan Konstruksi yang berlaku;
c. Setiap kegiatan/pekerjaan pelaksanaan, pemasangan, pembongkaran, pemindahan,
pengangkutan, pengangkatan, penyimpanan, perletakan, pengambilan, pembuangan,
pembongkaran dsb, harus dilakukan oleh tenaga ahli dan tenaga terampil yang berkompeten
berdasarkan gambar gambar, spesifikasi teknis, manual, pedoman dan standar serta rujukan
yang benar dan sah atau telah disetujui oleh tenaga ahli yang terkait;
d. Setiap tenaga ahli dan tenaga terampil dibidang K3 Konstruksi di atas harus melakukan analisis
keselamatan pekerjaan (job safety analysis) setiap sebelum memulai pekerjaannya, untuk
memastikan bahwa potensi bahaya dan risiko telah diidentifikasi dan diberikan tindakan
pencegahan terhadap kecelakaan kerja dan/atau penyakit di tempat kerja;

B. Keterangan Gambar
Gambar-gambar untuk pelaksanaan pekerjaan harus ditetapkan oleh PPK secara terinci, lengkap dan
jelas, antara lain :
1. Peta Lokasi

14
2. Lay out
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi

C. Pejabat Penandatangan Kontrak mengacu pada hasil dokumen pekerjaan jasa Konsultansi Konstruksi
perancangan dan/atau berkonsultasi dengan Ahli K3 Konstruksi/Ahli Keselamatan Konstruksi
dalam menetapkan uraian pekerjaan, identifikasi bahaya, dan penetapan tingkat Risiko Keselamatan
Konstruksi pada Pekerjaan Konstruksi.
Dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap RKK dan penerapan SMKK, Pejabat
Penandatangan Kontrak dapat dibantu oleh Ahli K3 Konstruksi/ Ahli Keselamatan Konstruksi
dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi.

15
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA/DAFTAR KELUARAN DAN HARGA

Keterangan

1. Daftar Kuantitas dan Harga/Daftar Keluaran dan Harga harus sesuai dengan Instruksi Kepada Peserta
(IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi
Teknis dan Gambar.
2. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan kuantitas/keluaran pekerjaan
terpasang yang dimintakan dan dikerjakan sebagaimana diukur dan diverifikasi oleh para pihak, serta
dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga/Daftar Keluaran dan
Harga, kecuali bagian pekerjaan Material on-Site (bagian pekerjaan di lapangan).
3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga/Daftar Keluaran dan Harga telah mencakup semua biaya
pekerjaan, personel, pengawasan, bahan-bahan, perawatan, asuransi tenaga kerja/BPJS, laba, pajak,
bea, keuntungan, overhead dan semua risiko, tanggung jawab, dan kewajiban yang diatur dalam
Kontrak.
4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran, terlepas dari apakah kuantitas/keluaran
dicantumkan atau tidak. Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka
pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar
Kuantitas dan Harga/Daftar Keluaran dan Harga.
5. Semua biaya yang dikenakan/dibebankan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah
termasuk dalam setiap mata pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya
dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait.
6. Dalam tender dilakukan koreksi aritmatik (untuk bagian pekerjaan harga satuan) atas kesalahan
penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut:
(a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf pada Surat Penawaran
maka yang dicatat nilai dalam huruf; dan
(b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan maka
dilakukan pembetulan, dengan ketentuan volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum
dalam Dokumen Pemilihan dan harga satuan tidak boleh diubah.

16
Daftar 1: Mata Pembayaran Umum

A. Bagian Pekerjaan Harga Satuan


Satuan Harga Total
No. Uraian Pekerjaan Kuantitas
Ukuran Satuan Harga

Total Daftar 1
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

B. Bagian Pekerjaan Lumsum


Persentase/ Satuan
Uraian Satuan Harga Total
No. Ukuran
Keluaran/output Keluaran/output Harga
Keluaran/output

Total Daftar 1
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

Keterangan:
1. Mata Pembayaran Umum memuat rincian komponen pekerjaan yang bersifat umum.
2. Total harga adalah semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas/Keluaran dan
Harga merupakan harga sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

17
Daftar 2: Mata Pembayaran Perkiraan Biaya Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan
Konstruksi*)

CONTOH

Satuan
Harga Total
No. Uraian Pekerjaan Ukuran Kuantitas
Satuan Harga
**)
1 Penyiapan RKK
1.1 ...... Rp....... Rp.......
1.2 ...... dst Rp....... Rp.......
2 Sosialisasi, promosi, dan pelatihan;
2.1 ...... Rp....... Rp.......
2.2 ...... dst Rp....... Rp.......
3 Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri
3.1 ...... Rp....... Rp.......
3.2 ...... dst Rp....... Rp.......
4 asuransi dan perizinan
4.1 ...... Rp....... Rp.......
4.2 ...... dst Rp....... Rp.......
5 Personel Keselamatan Konstruksi
5.1 ...... Rp....... Rp.......
5.2 ...... dst Rp....... Rp.......
6 Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan
6.1 ...... Rp....... Rp.......
6.2 ...... dst Rp....... Rp.......
7 Rambu-rambu yang diperlukan
7.1 ...... Rp....... Rp.......
7.2 ...... dst Rp....... Rp.......
8 Konsultasi dengan ahli terkait Keselamatan Konstruksi
8.1 ...... Rp....... Rp.......
8.2 ...... dst Rp....... Rp.......
9 Kegiatan dan peralatan terkait dengan pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi
9.1 ...... Rp....... Rp.......
9.2 ...... dst Rp....... Rp.......
Total Daftar 2 Rp.......
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)
*) Sesuai dengan ketentuan SMKK
**) Satuan ukuran dapat berupa meter, orang, buah, LS sesuai dengan ketentuan SMKK

18

Anda mungkin juga menyukai