0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan83 halaman

15 RKM

Dokumen ini adalah Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM-1) MTs Negeri 5 Wonogiri untuk periode 2019-2022, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan delapan standar nasional pendidikan. Penyusunan RKAM ini diharapkan dapat memfasilitasi pengembangan program strategis dan memenuhi kebutuhan pendidikan di daerah. Dukungan dana dari pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

azimah novdi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan83 halaman

15 RKM

Dokumen ini adalah Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM-1) MTs Negeri 5 Wonogiri untuk periode 2019-2022, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sesuai dengan delapan standar nasional pendidikan. Penyusunan RKAM ini diharapkan dapat memfasilitasi pengembangan program strategis dan memenuhi kebutuhan pendidikan di daerah. Dukungan dana dari pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Diunggah oleh

azimah novdi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN MADARASAH

(RKAM-1)
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 5 WONOGIRI
TAHUN 2019 - 2022

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 5 WONOGIRI


2019
KATA PENGANTAR

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing pada
era globalisasi, MTs Negeri 5 Wonogiri Wonogiri berusaha meningkatkan layanan pendidikan
kepada masyarakat. Awal tahun pelajaran 2019/2022 diharapkan langkah awal untuk menuju
Madarasah berkualitas dan unggul yang ditandai dengan menyusun dan melaksanakan program
berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan yang meliputi Standar Kompetensi
Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar
Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan. Semua standar tersebut
pengimplementasiannya didasarkan pada Peraturan Mendiknas Nomor 22, 23, 24 Tahun 2005
dan Nomor 12, 13, 16, 18, 19, 20 Tahun 2007.
Untuk mencapai Madarasah yang berkualitas dan unggul sudah ada pagu yang harus
dicapai oleh setiap Madarasah, sehingga memudahkan dalam penyusunan program-program dan
sasaran Madarasah. Namun demikian, untuk bisa memenuhi delapan standar nasional
pendidikan membutuhkan SDM dan dana yang mencukupi untuk keperluan tersebut, sehingga
perlu adanya dukungan dana dari berbagai sumber, baik dari pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah.
Dengan penyusunan RKAM-1 dan RKAM-2, kami berharap akan memberikan
kemudahan bagi Madarasah dalam mengembangkan dan melaksanakan program-program
strategis dan sasaran Madarasah, guna memenuhi delapan standar nasional pendidikan.
Program-program strategis untuk empat tahun ke depan, dan program-program Tahun Pelajaran
2019/2022 sudah kami rencanakan, serta untuk diimplementasikan, jika ada dukungan dana
yang memadahi, baik dari Kementrian Agama Pusat maupun Kementrian Agama Propinsi.
Mudah-mudahan dana pendidikan sebesar 20% dari APBN dapat digunakan untuk
mencapai delapan standar nasional pendidikan, selanjutnya pada Tahun Pelajaran 2019/2020
MTs Negeri 5 Wonogiri sudah siap untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta didik
agar menjadi Madarasah yang unggul.

Wonogiri, Juli 2019


Kepala MTs Negeri 5 Wonogiri

Drs. Marimo, [Link].


NIP. 19620304 199303 1 005
DAFTAR ISI

Halaman Judul ..............................................................................................................i


Halaman Pengesahan ............................................................................................................ ii
Kata Pengantar .......................................................................................................... iii
Daftar Isi ............................................................................................................iv

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................1
A. Latar Belakang........................................................................................................1
B. Tujuan.....................................................................................................................3
C. Sasaran....................................................................................................................3
D. Manfaat...................................................................................................................3
E. Landasan.................................................................................................................4
BAB II. RENCANA KERJA MADARASAH (RKAM 1)
A. Analisis Lingkungan Strategi ................................................................................6
B. Analisis Kondisi Pendidikan Saat Ini ...................................................................7
C. Analisis Kondisi Pendidikan Masa Datang ...........................................................9
D. Identifikasi Tantangan Nyata ...............................................................................12
E. Program Strategis.................................................................................................19
F. Strategi Pelaksanaan.............................................................................................23
G. Pemenuhan Standar Isi.........................................................................................25
H. Pemenuhan Standar Proses...................................................................................26
I. Pemenuhan Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan....................................26
J. Pemenuhan Standar Sarana Prasarana..................................................................26
K. Pemenuhan Standar Pengelolaan..........................................................................27
L. Pemenuhan Standar Keuangan dan Pembiayaan..................................................28
M. Pemenuhan Standar Penilaian Pendidikan...........................................................29
N. Pengemabangan Budaya dan Lingkungan Madrasah...........................................29
O. Hasil yang Diharapkan.........................................................................................29
P. Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi....................................................................38
BAB III. IDENTIFIKASI KONDISI MADRASAH YANG DIHARAPKAN
A. Visi, Misi dan Tujuan Madarasah ........................................................................40
B. Sasaran dan Indikator Kinerja..............................................................................49
BAB IV. PERUMUSAN PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA
A. Program Kerja dan Penanggungjawab.................................................................58
B. Kegiatan, Indikator Kegiatan dan Jadwal Kegiatan.............................................59

LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran 1 Profil Madarasah
Lampiran 2 SK Kepala Madarasah
Lampiran 3 Foto Copy Sertifikat Tanah
Lampiran 4 Master Plan Madarasah
Lampiran 5 SK Komite Madarasah
Lampiran 6 SK Tim Penyusun RKAM
Lampiran 7 SK Tim Penyusun KTSP
Lampiran 8 SK Pembagian Tugas
Lampiran 9 Foto – Foto Profil Madarasah
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu dan teknologi pada dasawarsa terakhir ini sungguh sulit dibendung.
Kita tidak bisa menghindar dari pengaruh kemajuan teknologi tersebut, karena jika kita
menghindar, maka kita akan dilibas kemajuan teknologi yang sudah mendunia. Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap
warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pasal 34 ayat 2
menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib
belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya, sedangkan dalam ayat 3
menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan
oleh lembaga pendidikan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Konsekuensi dari
amanat undang-undang tersebut adalah Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan
layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD/MI dan
SMP/MTs) serta satuan pendidikan lain yang sederajat.
Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun dapat diukur dengan
Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI dan SMP/MTs. Pada tahun 2005 APK SD/MI telah
mencapai 115%, sedangkan SMP/MTS pada tahun 2009 telah mencapai 98,11%, sehingga
program wajar 9 tahun telah tuntas 7 tahun lebih awal dari target deklarasi Education For All
(EFA) di Dakar.
MTS sebagai salah satu instansi yang harus bertanggungjawab terhadap terlaksananya
wajar 9 tahun perlu melakukan penataan melalui program-programnya baik program jangka
menengah RKJM maupun Program Tahunan RAKS.
Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005, telah
berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun. Oleh karena
itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi
program BOS, dari perluasan akses menuju peningkatan kualitas.
Pada tahun 2012 dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mengalami perubahan
mekanisme penyaluran dan pada tahun anggaran 2011 penyaluran dana BOS dilakukan melalui
mekanisme transfer ke daerah kabupaten/kota dalam bentuk Dana Penyesuaian untuk Bantuan
Operasional Sekolah, dan mulai tahun anggaran 2012 dana BOS disalurkan dengan mekanisme
yang sama tetapi melalui pemerintah provinsi.
Tidak kalah pentingnya, bahwa untuk mendukung pelaksanaan program wajar 9 tahun
ini, sekolah perlu menyelenggarakan pola pengelolaan manajemen yang efektif, efisien dan
berdaya guna. Melalui optimalisasi MBS yang melibatkan seluruh stakeholder sekolah
diharapkan akan dapat menjalankan program-programnya secara optimal.
RKM (Rencana kerja Madrasah) adalah seperangkat rencana kegiatan sekolah
(madrasah) yang direncanakan dan akan dicapai dalam jangka waktu tertentu. Melalui dokumen
RKM ini madrasah akan mampu mengembangkan berbagai kegiatan secara terprogram, terarah
dan terukur, karena segala program yang tertuang didalam dokumen ini telah melalui kajian
analisis SWOT, analisis kajian program strategis maupun rutin, beserta indikator pencapaian
program yang jelas dan terukur. Program-program dan kegiatan yang tertuang dalam dokumen
RKM ini telah disesuaikan dengan potensi madrasah, kekhasan daerah, potensi daerah, serta
karakteristik peserta didik. Oleh sebab itu, dokumen RKM ini disusun oleh satuan pendidikan
untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi di
daerah. Selain itu, sebagai satuan pendidikan yang merupakan pusat pengembangan budaya,
RKM ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan
pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, jujur,
toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat
kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca,
peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai melingkupi dan terintegrasi
dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah.
Demikian halnya, MTs Negeri 5 Wonogiri dalam menentukan berbagai program dan
kegiatan didasarkan pada kondisi dan potensi masyarakat setempat. Hal-hal yang mendasari
penentuan, tersebut antara lain:
1. Masih rendahnya daya dukung orang tua terhadap pendidikan putra-putri mereka,
sehingga ketergantungan anak didik terhadap guru masih sangat dominan, sehingga sekolah
berusaha memfasilitasi murid untuk senantiasa dapat berada dibawah bimbingan guru secara
optimal.
2. Kemampuan orang tua serta latar belakang pendidikan yang rata-rata rendah
memerlukan upaya yang keras bagi sekolah untuk dapat mengoptimalkan peran dan fungsi
komite sekolah dalam mendukung program sekolah.
3. Sekolah senantiasa berusaha mengembangkan program melalui 8 standar sesuai
dengan ketentuan Permendiknas No.19 tahun 2007.
4. Sangat dibutuhkannya pendidikan budaya dan karakter bangsa untuk melandasi
kepribadian moralitas seluruh warga sekolah.
Pengembangan program dalam RKM MTs Negeri 5 Wonogiri ini mengacu pada standar
nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional
pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan
prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar
nasional pendidikan tersebut yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan berbagai program dan
kegiatan.
B. Tujuan
RKM dirumuskan dengan tujuan untuk:
1. Menjamin agar perubahan maupun tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai
dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah,
antar sekolah dan dinas pendidikan;
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan
pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat;
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan
dan berkelanjutan.
C. Sasaran
Sasaran penyusunan dokumen ini meliputi:
1. Tersusunnya rencana kerja jangka menengah empat tahunan yakni Rencana kerja
Madrasah (RKM);
2. Tersusunnya rencana kerja jangka pendek tahunan untuk pedoman operasional
pengelolaan sekolah yakni Rencana Kerja Tahunan (RKT);
3. Tersusunnya pedoman penganggaran sekolah untuk pembeayaan kegiatan dalam
jangka waktu satu tahun yakni Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM) atau
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Madrasah (RAPBM).
D. Manfaat
RKM penting dimiliki untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam
rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan)
dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Dengan adanya
RKM diharapkan dapat dijadikan sebagai:
1. pedoman kerja untuk perbaikan dan pengembangan sekolah;
2. sarana untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah;
serta
3. bahan untuk mengajukan usulan pendanaan pengembangan sekolah.

E. Landasan
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
3. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
4. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
5. Permendiknas No.06 Tahun 2007 tentang perubahan Permendiknas No. 24 tahun 2006
tentang Pelaksanaan Permendiknas No 22 dan 23 tahun 2006
Intruksi Presiden Nomor 1 tahun 2011 tentang Pengembangan Pendidikan Karakter
Bangsa.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan
Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, “Satuan pendidikan dapat mengadopsi
atau mengadaptasi model Kurikulum Tingkat Satuan Pedidikan Dasar dan Menengah
yang disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan
Nasional bersama unit terkait”.
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2006 tentang Pedoman
Pelaksanaan Standar Isi.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala
Sekolah.
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Guru
dan Pengawas Sekolah.
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 tahun 2007 tentqng Standar
pengelolaan Sekolah.
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2007 tentang Standar
Penilaian Pendidikan.
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana
Prasarana Pendidikan.
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses.
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 tahun 2008 tentang Standar
Konselor.
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tahun 2009 tentang Beban Kerja
Guru.
16. Peraturan Menteri Keuangan No. 201/PMK.07/2011 tentang Pedoman Umum dan
Alokasi BOS Tahun Anggaran 2014.
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 51/2011 Tentang Petunjuk Teknis
Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS Tahun Anggaran 2014.
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2011 Tentang Pedoman
Pengelolaan BOS.
19. Permendiknas Nomor 60 Tahun 2011 tenatng Larangan Pungutan Biaya Pendidikan
SD/MI dan SMP/MTs.
BAB II
RENCANA KERJA MADRASAH
(RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH/EMPAT TAHUN)
(RKAM-1)

A. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS


Perkembangan dunia saat ini telah membawa bangsa Indonesia kedalam situasi dan
problema kehidupan yang semakin komplek, yang berpengaruh pada kelangsungan hidup
berbangsa dan bernegara.
Sebagai negara berkembang, permasalahan di bidang ekonomi yang berupa krisis
ekonomi yang berkepanjangan belum pulih sepenuhnya. Selain itu juga disibukkan adanya
konflik di berbagai daerah yang mengganggu stabilitas keamanan dan berdampak pada
rendahnya iklim investasi luar negeri untuk menanamkan investasinya di Indonesia.
Sementara itu, di bidang politik juga terdapat problema implementasi kebijakan otonomi
daerah yang berimplikasi terhadap kesesuaian pembagian pendapatan antara pemerintah pusat
dan daerah. Di samping itu dampak dari eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam yang tidak
bersahabat dengan lingkungan yang berlangsung puluhan tahun menyebabkan degradasi
lingkungan alam yang berakibat banyaknya bencana alam baik tanah longsor, banjir, gempa
bumi tektonik dan sebagainya. Keadaan tersebut merupakan permasalahan eksternal yang secara
tidak langsung mempengaruhi kondisi ideal ke depan dalam bidang pendidikan.
Untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain dan dalam
rangka mencapai tujuan nasional, peran ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat tercapai apabila dunia pendidikan mendapat
perhatian dan prioritas dalam pembangunan nasional.
Untuk mewujudkan pendidikan yang maju pemerintah telah menetapkan bahwa
anggaran pendidikan dalam APBN diupayakan sebesar 20%, namun keputusan pemerintah
tersebut juga perlu ditunjang oleh adanya komitmen peningkatan SDM pendidikan baik kualitas
maupun profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, fasilitas pendidikan yang memadai,
serta kurikulum yang sesuai dengan perkembangan tuntutan nasional dan global agar tidak
ketinggalan jaman.
Jangka waktu empat tahun ke depan, yang mendesak untuk mendapatkan prioritas adalah
pemerataan pendidikan, sehingga pendidikan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
sesuai dengan amanat konstitusi. Namun disamping pemerataan, peningkatan mutu dan
relevansi pendidikan juga perlu mendapatkan perhatian, sehingga pendidikan merupakan
wahana yang tepat untuk meningkatkan kualitas SDM sesuai dengan standar nasional
pendidikan.

B. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI


Bangsa Indonesia saat ini pada posisi yang sulit, ditengah keterbatasan anggaran, ada
tuntutan pendidikan gratis. Disisi lain kenaikan harga BBM dunia menambah beban kepada
pemerintah. Keadaan ini memaksa pemerintah untuk melakukan penghematan termasuk pula
departemen pendidikan. Sehingga lengkaplah sudah problema pendidikan, baik dari segi mutu,
akses, efisiensi, relevansi, dan manajemennya ditambah berkurangnya anggaran.
Kelangsungan proses pendidikan tidak hanya tergantung kepada pemerintah, tetapi
orang tua juga mempunyai peran yang penting dalam usaha pendidikan. Karena orang tua adalah
pendidik pertama dan utama dalam dunia pendidikan dan mempunyai tanggung jawab yang
besar dalam proses keberhasilan pendidikan. Orang tua mempunyai tanggung jawab yang besar
di dalam pendidikan anak-anaknya, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan
masyarakat. Dengan kerjasama dalam pendidikan, diharapkan dapat mencapai tujuan
pendidikan nasional seperti yang tertulis di dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional
nomor 20 tahun 2003 dan PP 19 tahun 2005 berbunyi ”Meningkatkan ketaqwaan tarhadap
Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertebal semangat kebangsaan dan
cinta tanah air agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat
membangun diri sendiri bersama sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa”. Dengan
berpedoman pada tujuan tersebut, maka perlu meningkatkan hasil belajar siswa atau
meningkatkan prestasi belajar siswa.
Indrajati Sidi mengemukakan empat isu kebijakan penyelenggaraan pendidikan nasional
yang perlu direkontruksi dalam rangka otonomi daerah. Hal tersebut berkaitan dengan
peningkatan mutu pendidikan, peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan
relevansi pendidikan dan pemerataan pelayanan pendidikan (Mulyasa, 2002: 4). Keempat hal
tersebut dijelaskan bahwa: (1) upaya peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan mene-
tapkan tujuan dan standar kompetensi pendidikan, yaitu melalui konsensus nasional antara
pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat. Standar kompetensi yang mungkin akan
berbeda antar sekolah/madrasah atau antar daerah akan menghasilkan standar kompetensi
nasional dalam tingkatan standar minimal, normal (mainstream), dan unggulan, (2) peningkatan
efisiensi pengelolaan pendidikan mengarah pada pengelolaan pendidikan berbasis
sekolah/madrasah, dengan memberi kepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk meng-
optimalkan sumber daya yang tersedia bagi tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan, (3)
peningkatan relevansi pendidikan mengarah pada pendidikan berbasis masyarakat. Peningkatan
peran serta orang tua dan masyarakat pada level kebijakan (pengambilan keputusan) dan level
operasional melalui komite (dewan) sekolah. Komite ini terdiri atas kepala madrasah, guru
senior, wakil orang tua, tokoh masyarakat dan perwakilan siswa. Peran komite meliputi
perencanaan, implementasi, monitoring, serta evaluasi program kerja madrasah.
Dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional dengan tetap
mempertimbangkan berbagai isu yang berkembang selama ini, seperti yang dikemukakan di
atas, madrasah mempunyai peranan yang sangat penting. Madrasah sebagai lembaga formal
yang berada di garis depan dalam proses pembelajaran kepada siswa mempunyai posisi strategis
dalam mewujudkan visi pendidikan nasional tersebut. Berbagai satuan dan elemen madrasah
diharapkan dapat mengambil bagian secara proporsional dan profesional untuk membawa siswa
menjadi matang dan siap secara jasmani maupun rohani menghadapi perkembangan zaman ini.
Mengacu tujuan ini, proses pembelajaran dan hasil pembelajaran menjadi indikator yang dapat
dijadikan cermin perkembangan kedewasaan siswa.
Secara umum kondisi pendidikan pada MTs Negeri 5 Wonogiri tergambar dalam daftar
berikut.

No Tinjauan Umum dari Kondisi Pendidikan Masa Kini


Aspek/Bidang
1. Mutu Pendidikan Baik kualitatif maupun kuantitatif pendidikan pada
MTs Negeri 5 Wonogiri harus senantiasa ditingkatkan.
Ini terukur dari peningkatan rata-rata NUN pada tahun
terakhir hanya 0,10. Kejuaraan di bidang akademik
maupun non akademik diperoleh pada tingkat
kecamatan, pada lomba baca puisi, gerak jalan,
pramuka, dan bola volly, juara tingkat K3M pada lomba
mapel rumpun mipa dan pidato bahasa Indonesia
maupun bahasa Inggris.
2. Akses dan Pemerataan Sebagian besar siswa MTs Negeri 5 Wonogiri berasal
Pendidikan dari lingkungan sekitar madrasah, dan sebagian lagi
berasal dari luar kecamatan Manyaran. Madrasah
menyediakan layanan internet di beberapa ruang baik
kantor maupun kelas, serta fasilitas hot-spot radius 50
m.
3. Efisiensi Pendidikan Seiring dengan penyediaan fasilitas dan prasarana
belajar, penyelenggaraan pendidikan belum melibatkan
berbagai komponen pendidikan secara optimal.
4. Relevansi Pendidikan Pendidikan masih berfokus pada peningkatan kualitas
akademik, dan non akademik sehingga belum
seluruhnya dapat menyentuh kebutuhan dunia usaha.
5. Daya Saing Lulusan Secara simultan sudah dirintis usaha-usaha untuk
meningkatkan daya saing lulusan dengan sekolah lain
seperti: penambahan jam belajar siswa, tutor sebaya,
klinis UAN, jam belajar mandiri pada pagi/siang di luar
jam pelajaran dan kerjasama dengan pihak luar yang
relevan.
6. Pencitraan Publik Sebagai lembaga pendidikan yang menyeimbangkan
antara pelajaran umum dan agama, sudah mulai ada
peningkatan kepercayaan masyarakat sekitar pada MTs
Negeri 5 Wonogiri, baik segi penyelenggaraan
pendidikan maupun pengelolaan pendidikan.
7. Lainnya:
a. Pengelolaan Pendidikan Sudah diarahkan pada pengelolaan pendidikan yang
berkualitas dan mengarah pada peningkatan mutu, daya
saing dan penanaman budaya secara terus menerus.
b. Pembiayaan Mulai tahun pelajaran 2008/2009 semester genap,
program sekolah gratis dari pemerintah sudah mulai
dilaksanakan, sehingga beban pembiayaan pendidikan
bersumber dari pemerintah pusat, serta adanya
perubahan dalam mekanisme penyaluran BOS mulai
tahun anggran 2011 yang seringkali terlambat
menambah kesulitan madrasah dalam mengembangkan
program yang telah ditetapkan,
c. Administrasi Menyempurnakan penyelenggaraan sistem administrasi
secara terbuka,
d. Akuntabilitas Adanya rintisan untuk memberikan kesempatan yang
seluas-luasnya kepada pihak-pihak yang terkait untuk
melihat secara langsung proses dan hasil serta bukti-
bukti penyelenggaraan pendidikan pada MTs Negeri 5
Wonogiri.

C. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA AKAN DATANG


Masa depan pendidikan di Indonesia diarahkan pada persiapan sumber daya manusia
yang siap maju untuk bersaing dengan sekolah di tingkat kabupaten. Persiapan diarahkan pula
pada pemberian keterampilan vokasional bagi seluruh rakyat Indonesia. Keterampilan kejuruan
sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Tetapi keterampilan ini mulai diajarkan
semenjak siswa memasuki Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliah. Sedangkan untuk
SMP/MTs pendidikan tetap diarahkan kepada kemampuan umum.
Melihat kecenderungan ini, peningkatan mutu pendidikan diarahkan pada intensifikasi
pendidikan dengan memperbaiki mutu proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang
diharapkan adalah proses pembelajaran yang mendukung pada peningkatan penguasaan siswa
pada semua kemampuan dasar dan kemampuan umum untuk bekal pendidikan selanjutnya.
Jika masing-masing lembaga pendidikan mengarahkan kemajuan pada intensifikasi
proses pembelajaran, akan muncul persaingan pendidikan di antara lembaga tersebut.
Persaingan akan menghasilkan perbaikan dalam sistem kerja masing-masing lembaga.
Peningkatan daya saing selanjutnya akan menjadi program yang diprioritaskan oleh masing-
masing lembaga. Masing-masing lembaga akan berupaya agar dapat diterima oleh masyarakat
karena mutu pendidikan yang dihasilkan.
Selain masalah mutu, lembaga pendidikan juga dituntut adanya efisiensi. Efisiensi yang
dimaksud adalah penghematan anggaran dengan tidak mengurangi kinerja lembaga.
Pengurangan biaya akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk memasukinya. Sekolah
dengan biaya yang murah tetapi mutunya baik akan menjadi harapan masyarakat.
Intensifikasi lembaga pendidikan juga menyangkut relevansi lulusan. Pengetahuan dan
keterampilan yang diperoleh dari proses pembelajaran akan diterapkan pada lapangan kerja atau
kehidupan nyata. Jika ilmu yang diperoleh selama proses belajar tidak sesuai dengan kebutuhan
lapangan pekerjaan, maka lembaga pendidikan yang bersangkutan akan ditinggalkan oleh
masyarakat. Untuk menjaga minat masyarakat ke madrasah tersebut, diperlukan upaya relevansi
kurikulum madrasah tersebut dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan akan relevansi tersebut, pemerintah
memberlakukan Manajemen Berbasis Sekolah/Madrasah (MBS/M) dan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP). Dengan kebijakan tersebut, diharapkan dapat berimprovisasi untuk
memajukan madrasah sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Madrasah wajib mengaplikasikan seluruh potensinya untuk kemajuan pendidikan.
Optimalisasi sumberdaya yang ada, diperlukan untuk menyambut tuntutan perkembangan
jaman. Oleh sebab itu, guru sebagai tulang punggung pendidikan dan menjadi unsur sumber
daya manusia diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih banyak dalam upaya
meningkatkan mutu pendidikan.
Pendidikan adalah upaya untuk mendewasakan anak didik. Upaya ini selanjutnya perlu
diukur dan distandarisasikan secara umum. Pemerintah melalui PP nomor 19 tahun 2005
memberikan garis besar tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang terdiri dari 8
komponen. Standar ini selanjutnya menjadi acuan penilaian proses dan hasil pembelajaran.
Ketentuan tentang SNP tentunya akan berupa dokumen, yang menurut UU Nomor 20 Tahun
2003 yang telah diwujudkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah tersebut.
Secara umum kondisi pendidikan pada MTs Negeri 5 Wonogiri untuk 4 tahun kedepan
tergambar dalam daftar berikut.
Tinjauan Umum dari Kondisi Pendidikan Masa Datang Yang Dinginkan
No
Aspek/Bidang
1. Mutu Pendidikan Target secara akademik tahun 2019/2020 menduduki
peringkat 2 MTs tingkat kab. Wonogiri. Sedangkan
secara non akademik mampu meraih kejuaraan dalam
lomba-lomba pramuka dan olah raga cabang volly di
tingkat Kecamatan .
2. Akses dan Pemerataan Menjadi salah satu lembaga pendidikan yang diminati
Pendidikan pada jenjang SMP/MTs. Madrasah menyediakan layanan
internet di setiap ruang baik kantor maupun kelas, serta
fasilitas hot-spot radius 50 m.
3. Efisiensi Pendidikan Melibatkan seluruh komponen yang berkompeten untuk
menggarap penyelenggaraan pendidikan pada MTs
Negeri 5 Wonogiri.
4. Relevansi Pendidikan Madrasah mengembangkan potensi dan daya kreasi
siswa baik akademik maupun non akademik secara
simultan. Sehingga memiliki kemampuan untuk
kompetisi dan kompetensi.
5. Daya Saing Lulusan Pendidikan berorientasi pada kelanjutan studi dan
sekaligus dunia usaha. Lulusan MTs Negeri 5 Wonogiri
dapat bersaing melanjutkan studi pada sekolah-sekolah
favorit
6. Pencitraan Publik Pelaksanaan pendidikan menerapkan sistem open
manajemen dan berorientasi maju ke depan seiring
perkembangan global dengan tidak meninggalkan
budaya lokal.
7. Lainnya:
a. Pengelolaan Pendidikan Secara sinergis stakeholders dikembangkan seoptimal
mungkin secara efektif dan efisien.
b. Pembiayaan Mengoptimalkan peran pihak wali murid dan pihak
ketiga untuk bersama-sama peduli terhadap pendidikan.
c. Administrasi Menjunjung tinggi profesionalitas dengan selalu
menyajikan data secara akurat dan terpercaya setiap saat.
d. Akuntabilitas Open manajemen dan berlaku bagi pihak-pihak yang
memerlukan data dan selalu menjaga kontinuitas
pertanggungjawaban secara profesional.

D. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA


Berdasarkan pada analisis situasi, baik internal maupun eksternal madrasah, dan analisis
kondisi madrasah sekarang dan yang diharapkan masa datang (empat tahun ke depan), maka
dapat diketahui kesenjangan yang terjadi adalah sebagai berikut.
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
I Standar Isi
1) 80% guru sudah mengembangkan 100% guru mengembangkan 20%
perangkat pembelajaran pada perangkat pembelajaran pada
kompetensi sikap spiritual siswa kompetensi sikap spiritual siswa
sesuai dengan tingkat kompetensi. sesuai dengan tingkat kompetensi.
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
2) 80% guru sudah mengembangkan 100% guru mengembangkan 20%
perangkat pembelajaran pada perangkat pembelajaran pada
kompetensi sikap sosial siswa kompetensi sikap sosial siswa
sesuai dengan tingkat kompetensi. sesuai dengan tingkat kompetensi.
3) 80% Guru sudah mengembangkan 100% Guru mengembangkan 20%
perangkat pembelajaran pada perangkat pembelajaran pada
kompetensi pengetahuan siswa kompetensi pengetahuan siswa
sesuai dengan tingkat kompetensi. sesuai dengan tingkat kompetensi.
4) 80% Guru sudah mengembangkan 100% Guru mengembangkan 20%
perangkat pembelajaran pada perangkat pembelajaran pada
kompetensi keterampilan siswa kompetensi keterampilan siswa
sesuai dengan tingkat kompetensi. sesuai dengan tingkat kompetensi.
5) 80% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 20%
mengembangkan perangkat mengembangkan perangkat
pembelajaran sesuai dengan pembelajaran sesuai dengan
tingkat kompetensi dan ruang tingkat kompetensi dan ruang
lingkup materi pembelajaran pada lingkup materi pembelajaran pada
setiap tingkat kelas. setiap tingkat kelas.
II Standar Proses
1) 70% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 30%
mengembangkan RPP dari mengembangkan RPP dari
silabus, secara lengkap dan silabus, secara lengkap dan
sistematis. sistematis.
2) 80% Guru sudah melakukan 100% Guru melakukan 20%
pengelolaan kelas yang baik pengelolaan kelas yang baik
dengan: (1) keteladanan dalam dengan: (1) keteladanan dalam
sikap spiritual, (2) keteladanan sikap spiritual, (2) keteladanan
dalam sikap sosial, (3) pengaturan dalam sikap sosial, (3) pengaturan
tempat, (4) pengaturan suara, (5) tempat, (4) pengaturan suara, (5)
penggunaan kata-kata santun, penggunaan kata-kata santun,
lugas, dan mudah dimengerti, (6) lugas, dan mudah dimengerti, (6)
kemampuan belajar siswa, (7) kemampuan belajar siswa, (7)
ketertiban kelas, (8) penguatan ketertiban kelas, (8) penguatan
dan umpan balik, (9) keaktifan dan umpan balik, (9) keaktifan
siswa, (10) berpakaian sopan, siswa, (10) berpakaian sopan,
bersih, dan rapi, (11) menjelaskan bersih, dan rapi, (11) menjelaskan
silabus mata pelajaran pada tiap silabus mata pelajaran pada tiap
awal semester, (12) ketepatan awal semester, (12) ketepatan
penggunaan waktu. penggunaan waktu.
3) 80% Guru sudah melakukan 100% Guru melakukan 20%
pengelolaan kelas yang baik pengelolaan kelas yang baik
dengan: (1) keteladanan dalam dengan: (1) keteladanan dalam
sikap spiritual, (2) keteladanan sikap spiritual, (2) keteladanan
dalam sikap sosial, (3) pengaturan dalam sikap sosial, (3) pengaturan
tempat, (4) pengaturan suara, (5) tempat, (4) pengaturan suara, (5)
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
penggunaan kata-kata santun, penggunaan kata-kata santun,
lugas, dan mudah dimengerti, (6) lugas, dan mudah dimengerti, (6)
kemampuan belajar siswa, (7) kemampuan belajar siswa, (7)
ketertiban kelas, (8) penguatan ketertiban kelas, (8) penguatan
dan umpan balik, (9) keaktifan dan umpan balik, (9) keaktifan
siswa, (10) berpakaian sopan, siswa, (10) berpakaian sopan,
bersih, dan rapi, (11) menjelaskan bersih, dan rapi, (11) menjelaskan
silabus mata pelajaran pada tiap silabus mata pelajaran pada tiap
awal semester, (12) ketepatan awal semester, (12) ketepatan
penggunaan waktu. penggunaan waktu.
4) 80% Guru sudah menggunakan 100% Guru menggunakan model 20%
model pembelajaran yang sesuai pembelajaran yang sesuai dengan
dengan karakteristik siswa dan karakteristik siswa dan mata
mata pelajaran. pelajaran.
5) 80% Guru sudah menggunakan 100% Guru menggunakan metode 20%
metode pembelajaran yang sesuai pembelajaran yang sesuai
karakteristik siswa dan mata karakteristik siswa dan mata
pelajaran. pelajaran.
6) 60% Guru sudah menggunakan 100% Guru menggunakan media 40%
media pembelajaran yang sesuai pembelajaran yang sesuai
karakteristik siswa dan mata karakteristik siswa dan mata
pelajaran. pelajaran.
7) 80% Guru sudah menggunakan 100% Guru menggunakan 20%
pendekatan pembelajaran yang pendekatan pembelajaran yang
sesuai karakteristik siswa dan sesuai karakteristik siswa dan
mata pelajaran. mata pelajaran.
8) 85% Guru sudah bersama siswa 100% Guru bersama siswa 15%
mengakhiri pembelajaran dengan mengakhiri pembelajaran dengan
langkah penutup berikut: (1) langkah penutup berikut: (1)
mengevaluasi seluruh rangkaian mengevaluasi seluruh rangkaian
aktivitas pembelajaran, (2) aktivitas pembelajaran, (2)
memberikan umpan balik memberikan umpan balik
terhadap proses dan hasil terhadap proses dan hasil
pembelajaran, (3) melakukan pembelajaran, (3) melakukan
kegiatan tindak lanjut, (4) kegiatan tindak lanjut, (4)
menginformasikan rencana menginformasikan rencana
kegiatan pembelajaran berikutnya. kegiatan pembelajaran berikutnya.
9) 90% Guru sudah menggunakan 100% Guru menggunakan 10%
pendekatan penilaian otentik pendekatan penilaian otentik
dalam penilaian proses dalam penilaian proses
pembelajaran. pembelajaran.
10) 90% Guru sudah memanfaatkan 100% Guru memanfaatkan hasil 10%
hasil penilaian otentik untuk penilaian otentik untuk
merencanakan program: (1) merencanakan program: (1)
remedial, (2) pengayaan (3) remedial, (2) pengayaan (3)
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
pelayanan konseling, (4) pelayanan konseling, (4)
perbaikan proses pembelajaran. perbaikan proses pembelajaran.
III Standar Kompetensi Lulusan
1) Siswa 75 % sudah memiliki Siswa 100 % memiliki perilaku 25%
perilaku yang mencerminkan yang mencerminkan sikap
sikap beriman dan bertakwa beriman dan bertakwa kepada
kepada Tuhan YME, sesuai Tuhan YME, sesuai dengan
dengan perkembangan siswa yang perkembangan siswa yang
diperoleh dari pengalaman diperoleh dari pengalaman
pembelajaran melalui pembelajaran melalui
pembiasaan: (1) integrasi pembiasaan: (1) integrasi
pengembangan sikap beriman dan pengembangan sikap beriman dan
bertakwa kepada Tuhan YME bertakwa kepada Tuhan YME
dalam kegiatan pembelajaran, (2) dalam kegiatan pembelajaran, (2)
berdoa setiap memulai dan berdoa setiap memulai dan
mengakhiri kegiatan, (3) santun mengakhiri kegiatan, (3) santun
dalam berbicara dan berperilaku, dalam berbicara dan berperilaku,
(4) berpakaian sopan sesuai aturan (4) berpakaian sopan sesuai aturan
sekolah/madrasah, (5) sekolah/madrasah, (5)
mengucapkan salam saat masuk mengucapkan salam saat masuk
kelas, (6) melaksanakan kegiatan kelas, (6) melaksanakan kegiatan
ibadah, (7) mensyukuri setiap ibadah, (7) mensyukuri setiap
nikmat yang diperoleh, (8) nikmat yang diperoleh, (8)
menumbuhkan sikap saling menumbuhkan sikap saling
menolong/ berempati, (9) menolong/ berempati, (9)
menghormati perbedaan, (10) menghormati perbedaan, (10)
antre saat bergantian memakai antre saat bergantian memakai
fasilitas sekolah/madrasah. fasilitas sekolah/madrasah.
2) Siswa 70 % memiliki perilaku Siswa 100 % memiliki perilaku 30%
yang mencerminkan sikap sosial yang mencerminkan sikap sosial
dengan karakter: (1) jujur dan dengan karakter: (1) jujur dan
bertanggung jawab, (2) peduli, (3) bertanggung jawab, (2) peduli, (3)
gotong-royong dan demokratis, gotong-royong dan demokratis,
(4) percaya diri, (5) nasionalisme (4) percaya diri, (5) nasionalisme
yang diperoleh melalui kegiatan yang diperoleh melalui kegiatan
pembelajaran dan pembiasaan. pembelajaran dan pembiasaan.
3) Siswa 60% sudah memiliki Siswa 100% memiliki perilaku 40%
perilaku yang mencerminkan yang mencerminkan sikap
sikap pembelajar sejati sepanjang pembelajar sejati sepanjang hayat
hayat sesuai dengan sesuai dengan perkembangan
perkembangan anak, yang anak, yang diperoleh dari
diperoleh dari pengalaman pengalaman pembelajaran dan
pembelajaran dan pembiasaan pembiasaan melalui gerakan
melalui gerakan literasi literasi sekolah/madrasah,
sekolah/madrasah, meliputi: (1) meliputi: (1) perencanaan dan
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
perencanaan dan penilaian penilaian program literasi, (2)
program literasi, (2) waktu yang waktu yang cukup untuk kegiatan
cukup untuk kegiatan literasi, (3) literasi, (3) membaca buku, (4)
membaca buku, (4) lomba terkait lomba terkait literasi, (5)
literasi, (5) memajang karya tulis, memajang karya tulis, (6)
(6) Penghargaan berkala untuk Penghargaan berkala untuk siswa,
siswa, (7) Pelatihan literasi. (7) Pelatihan literasi.
4) Siswa 50 % sudah memiliki Siswa 75 % memiliki 25%
pengetahuan: (1) faktual, (2) pengetahuan: (1) faktual, (2)
konseptual, (3) prosedural, (4) konseptual, (3) prosedural, (4)
metakognitif pada tingkat teknis, metakognitif pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks yang spesifik, detil, dan kompleks yang
diperoleh dari pengalaman diperoleh dari pengalaman
pembelajaran dan kegiatan. pembelajaran dan kegiatan.
5) Siswa 45 % sudah memiliki Siswa 75 % memiliki 25%
keterampilan berpikir kreatif, keterampilan berpikir kreatif,
produktif, dan kritis, melalui produktif, dan kritis, melalui
pendekatan ilmiah sebagai pendekatan ilmiah sebagai
pengembangan dari yang pengembangan dari yang
dipelajari di satuan pendidikan dipelajari di satuan pendidikan
dan sumber lain secara mandiri, dan sumber lain secara mandiri,
yang diperoleh dari pengalaman yang diperoleh dari pengalaman
pembelajaran dan kegiatan, pembelajaran dan kegiatan,
meliputi: (1) kegiatan di meliputi: (1) kegiatan di
dalam/luar kelas, (2) praktik di dalam/luar kelas, (2) praktik di
laboratorium, (3) penelitian laboratorium, (3) penelitian
sederhana, (4) studi wisata, (5) sederhana, (4) studi wisata, (5)
seminar atau workshop, (6) seminar atau workshop, (6)
peragaan atau pameran (7) peragaan atau pameran (7)
pementasan karya seni. pementasan karya seni.
6) Siswa 40% sudah memiliki Siswa 80% memiliki 40%
keterampilan bertindak secara keterampilan bertindak secara
mandiri, kolaboratif, dan mandiri, kolaboratif, dan
komunikatif, melalui pendekatan komunikatif, melalui pendekatan
ilmiah sebagai pengembangan ilmiah sebagai pengembangan
dari yang dipelajari pada satuan dari yang dipelajari pada satuan
pendidikan dan sumber lain secara pendidikan dan sumber lain secara
mandiri, yang diperoleh dari mandiri, yang diperoleh dari
pengalaman pembelajaran dan pengalaman pembelajaran dan
kegiatan, meliputi: (1) penugasan kegiatan, meliputi: (1) penugasan
individu, (2) penugasan individu, (2) penugasan
kelompok, (3) pelaporan kelompok, (3) pelaporan
tugas/kegiatan, (4) tugas/kegiatan, (4)
mempresentasikan hasil mempresentasikan hasil
penugasan, (5) keterlibatan dalam penugasan, (5) keterlibatan dalam
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
kepanitiaan, (6) keterlibatan kepanitiaan, (6) keterlibatan
dalam berbagai lomba karya dalam berbagai lomba karya
ilmiah. ilmiah.
IV Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1) Guru 99,95 % sudah memiliki Guru 100% memiliki kualifikasi 0,05%
kualifikasi akademik minimum akademik minimum sarjana (S1)
sarjana (S1) atau diploma empat atau diploma empat (D4) dari
(D4) dari program studi program studi terakreditasi.
terakreditasi.
2) 70 % Guru memiliki sertifikat Guru 100 % memiliki sertifikat 30%
pendidik. pendidik.
3) 99,95% Guru sudah mengampu 100%% Guru mengampu mata 0,05
mata pelajaran sesuai dengan latar pelajaran sesuai dengan latar
belakang pendidikan dan/atau uji belakang pendidikan dan/atau uji
kelayakan dan kesetaraan. kelayakan dan kesetaraan.
4) 80% Guru mata pelajaran sudah 100% Guru mata pelajaran 20%
memiliki kompetensi pedagogik, memiliki kompetensi pedagogik,
meliputi: (1) mengintegrasikan meliputi: (1) mengintegrasikan
karakteristik siswa, (2) karakteristik siswa, (2)
pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik siswa, (3) merancang karakteristik siswa, (3) merancang
kegiatan pembelajaran siswa kegiatan pembelajaran siswa
berdasarkan kurikulum, (4) berdasarkan kurikulum, (4)
menyelenggarakan pembelajaran menyelenggarakan pembelajaran
yang mendidik, (5) menggunakan yang mendidik, (5) menggunakan
teknologi informasi dan teknologi informasi dan
komunikasi, (6) mengembangkan komunikasi, (6) mengembangkan
potensi siswa, (7) berkomunikasi potensi siswa, (7) berkomunikasi
secara efektif, empati, dan santun, secara efektif, empati, dan santun,
(8) melaksanakan penilaian proses (8) melaksanakan penilaian proses
dan hasil belajar, (9) dan hasil belajar, (9)
menggunakan hasil penilaian menggunakan hasil penilaian
proses dan hasil belajar, (10) proses dan hasil belajar, (10)
melakukan tindakan reflektif. melakukan tindakan reflektif.
5) 80% Guru sudah memiliki 100% Guru memiliki kompetensi 20%
kompetensi profesional, meliputi: profesional, meliputi: (1)
(1) menguasai materi, struktur, menguasai materi, struktur,
konsep, dan pola pikir keilmuan konsep, dan pola pikir keilmuan
yang mendukung mata pelajaran yang mendukung mata pelajaran
yang diampu, (2) menguasai yang diampu, (2) menguasai
kompetensi inti dan kompetensi kompetensi inti dan kompetensi
dasar mata pelajaran yang dasar mata pelajaran yang
diampu, (3) mengembangkan diampu, (3) mengembangkan
materi pembelajaran yang diampu materi pembelajaran yang diampu
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
secara kreatif, (4) secara kreatif, (4)
mengembangkan keprofesionalan mengembangkan keprofesionalan
secara berkelanjutan dengan secara berkelanjutan dengan
melakukan tindakan reflektif, (5) melakukan tindakan reflektif, (5)
memanfaatkan teknologi memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi. informasi dan komunikasi.
6) 90% Guru sudah memiliki 100% Guru memiliki kompetensi 10%
kompetensi kepribadian, meliputi: kepribadian, meliputi: (1)
(1) bertindak sesuai dengan norma bertindak sesuai dengan norma
agama, hukum, sosial, dan agama, hukum, sosial, dan
kebudayaan, (2) menampilkan diri kebudayaan, (2) menampilkan diri
sebagai pribadi yang jujur, sebagai pribadi yang jujur,
berakhlak mulia, dan teladan, (3) berakhlak mulia, dan teladan, (3)
menampilkan diri sebagai pribadi menampilkan diri sebagai pribadi
yang mantap, stabil, dewasa, arif, yang mantap, stabil, dewasa, arif,
dan berwibawa, (4) menunjukkan dan berwibawa, (4) menunjukkan
etos kerja, tanggung jawab, rasa etos kerja, tanggung jawab, rasa
bangga menjadi guru, dan rasa bangga menjadi guru, dan rasa
percaya diri, (5) menjunjung percaya diri, (5) menjunjung
tinggi kode etik profesi. tinggi kode etik profesi.
7) 90% Guru sudah memiliki 100% Guru memiliki kompetensi 10%
kompetensi sosial yang sosial yang ditunjukkan melalui
ditunjukkan melalui komunikasi komunikasi yang efektif dan
yang efektif dan santun dengan: santun dengan: (1) sesama guru,
(1) sesama guru, (2) tenaga (2) tenaga kependidikan, (3)
kependidikan, (3) siswa, (4) siswa, (4) orangtua siswa, (5)
orangtua siswa, (5) masyarakat. masyarakat.
8) 70% Guru Bimbingan Konseling 100% Guru Bimbingan Konseling 30%
(BK) sudah memiliki kompetensi (BK) memiliki kompetensi
profesional yang meliputi: (1) profesional yang meliputi: (1)
penguasaan konsep dan praksis penguasaan konsep dan praksis
asesmen,(2) penguasaan kerangka asesmen,(2) penguasaan kerangka
teoretis dan praksis, (3) teoretis dan praksis, (3)
perencanaan program, (4) perencanaan program, (4)
pelaksanaan program, (5) pelaksanaan program, (5)
penilaian proses dan hasil penilaian proses dan hasil
kegiatan, (6) komitmen terhadap kegiatan, (6) komitmen terhadap
etika profesional, (7) penguasaan etika profesional, (7) penguasaan
konsep dan praksis penelitian. konsep dan praksis penelitian.
9) 75% Rasio antara Guru BK 100% Rasio antara Guru BK 25%
dengan jumlah siswa sesuai dengan jumlah siswa sesuai
ketentuan, 1 (satu) Guru BK ketentuan, 1 (satu) Guru BK
melayani maksimal 150 siswa. melayani maksimal 150 siswa.
10) 75% Kepala perpustakaan sudah 100% Kepala perpustakaan 25%
memenuhi syarat sebagai berikut: memenuhi syarat sebagai berikut:
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
(1) bagi jalur pendidik minimal (1) bagi jalur pendidik minimal
S1/D4, memiliki sertifikat S1/D4, memiliki sertifikat
kompetensi, dan masa kerja 3 kompetensi, dan masa kerja 3
tahun, (2) bagi jalur tenaga tahun, (2) bagi jalur tenaga
kependidikan minimal D2, kependidikan minimal D2,
memiliki sertifikat kompetensi memiliki sertifikat kompetensi
pengelolaan perpustakaan serta pengelolaan perpustakaan serta
berpengalaman 4 tahun. berpengalaman 4 tahun.
11) 50% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 50%
memiliki laboran dengan laboran dengan kualifikasi
kualifikasi akademik sesuai akademik sesuai ketentuan standar
ketentuan standar tenaga tenaga laboratorium.
laboratorium.
V Standar Sarana Prasarana
1) 80% Bangunan sekolah/madrasah 100% Bangunan 20%
sudah memenuhi persyaratan sekolah/madrasah memenuhi
keselamatan, meliputi: (1) persyaratan keselamatan,
konstruksi yang stabil, (2) meliputi: (1) konstruksi yang
konstruksi yang kukuh, (3) sistem stabil, (2) konstruksi yang kukuh,
pencegahan bahaya kebakaran, (3) sistem pencegahan bahaya
tetapi belum memiliki penangkal kebakaran, tetapi belum memiliki
petir. penangkal petir.
2) 90% Bangunan sekolah/madrasah 100% Bangunan 10%
sudah memenuhi persyaratan sekolah/madrasah memenuhi
kesehatan yang meliputi: (1) persyaratan kesehatan yang
ventilasi udara, (2) pencahayaan, meliputi: (1) ventilasi udara, (2)
(3) sanitasi, (4) tempat sampah, pencahayaan, (3) sanitasi, (4)
(5) bahan bangunan yang aman. tempat sampah, (5) bahan
bangunan yang aman.
3) 90% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 10%
memiliki prasarana yang lengkap prasarana yang lengkap sesuai
sesuai ketentuan dengan kondisi ketentuan dengan kondisi baik.
baik.
4) 95% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah sudah 5%
memiliki ruang kelas dengan memiliki ruang kelas dengan
jumlah, ukuran, dan sarana sesuai jumlah, ukuran, dan sarana sesuai
ketentuan. ketentuan.
5) 60% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 40%
memiliki ruang perpustakaan ruang perpustakaan dengan luas
dengan luas dan sarana sesuai dan sarana sesuai dengan
dengan ketentuan dan ketentuan dan pendayagunaannya
pendayagunaannya secara secara maksimal, kondisinya
maksimal, kondisinya terawat terawat dengan baik, bersih serta
dengan baik, bersih serta nyaman. nyaman.
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
6) 70% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 30%
memiliki ruang guru dengan rasio ruang guru dengan rasio minimum
minimum 4 m2/guru dan luas 4 m2/guru dan luas minimum 40
minimum 40 m2, dengan sarana: m2, dengan sarana: (1) kursi
(1) kursi kerja, (2) meja kerja, (3) kerja, (2) meja kerja, (3) lemari,
lemari, (4) kursi tamu, (5) papan (4) kursi tamu, (5) papan statistik,
statistik, (6) papan pengumuman, (6) papan pengumuman, (7)
(7) tempat sampah, (8) tempat tempat sampah, (8) tempat cuci
cuci tangan, (9) jam dinding. tangan, (9) jam dinding.
7) 50% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 50%
memiliki ruang konseling dengan ruang konseling dengan luas
luas minimum 9 m2, dengan minimum 9 m2, dengan sarana:
sarana: (1) meja kerja, (2) kursi (1) meja kerja, (2) kursi kerja, (3)
kerja, (3) kursi tamu, (4) lemari, kursi tamu, (4) lemari, (5) papan
(5) papan kegiatan, (6) instrumen kegiatan, (6) instrumen konseling,
konseling, (7) buku sumber, (8) (7) buku sumber, (8) media
media pengembangan pengembangan kepribadian, (9)
kepribadian, (9) jam dinding. jam dinding.
8) 50% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 50%
memiliki ruang UKS dengan luas ruang UKS dengan luas minimum
minimum 12 m2, dengan sarana: 12 m2, dengan sarana: (1) tempat
(1) tempat tidur, (2) lemari, (3) tidur, (2) lemari, (3) meja, (4)
meja, (4) kursi, (5) catatan kursi, (5) catatan kesehatan siswa,
kesehatan siswa, (6) perlengkapan (6) perlengkapan P3K, (7) tandu,
P3K, (7) tandu, (8) selimut, (9) (8) selimut, (9) tensimeter, (10)
tensimeter, (10) termometer termometer badan, (11)
badan, (11) timbangan badan, (12) timbangan badan, (12) pengukur
pengukur timbangan badan, (13) timbangan badan, (13) tempat
tempat sampah, (14) tempat cuci sampah, (14) tempat cuci tangan,
tangan, (15) jam dinding. (15) jam dinding.
9) 70% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 30%
memiliki ruang organisasi ruang organisasi kesiswaan
kesiswaan dengan luas minimum dengan luas minimum 9 m2,
9 m2, dengan sarana: (1) meja, (2) dengan sarana: (1) meja, (2) kursi,
kursi, (3) papan tulis, (4) lemari, (3) papan tulis, (4) lemari, (5) jam
(5) jam dinding. dinding.
10) 70% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 30%
memiliki gudang dengan gudang dengan ketentuan: (1) luas
ketentuan: (1) luas minimum 21 minimum 21 m2, (2) memiliki
m2, (2) memiliki perabot, (3) perabot, (3) dapat dikunci, (4)
dapat dikunci, (4) tertata dengan tertata dengan baik.
baik.
11) 50% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah sudah 50%
memiliki ruang sirkulasi yang memiliki ruang sirkulasi yang
memenuhi ketentuan: (1) luas memenuhi ketentuan: (1) luas
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
minimum (2) kualitas (3) terawat minimum (2) kualitas (3) terawat
dengan baik, (4) bersih, (5) dengan baik, (4) bersih, (5)
nyaman. nyaman.

VI Standar pengelolaan
1) 95% Sekolah/madrasah telah 100% Sekolah/madrasah 5%
mendayagunakan pendidik dan mendayagunakan pendidik dan
tenaga kependidikan meliputi: (1) tenaga kependidikan meliputi: (1)
pemenuhan kebutuhan, (2) pemenuhan kebutuhan, (2)
pemberdayaan, (3) pengembangan pemberdayaan, (3) pengembangan
dan promosi, (4) penghargaan. dan promosi, (4) penghargaan.
2) 95% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 5%
melaksanakan kegiatan sesuai melaksanakan kegiatan sesuai
rencana kerja tahunan. rencana kerja tahunan.
3) 95% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 5%
melaksanakan kegiatan kesiswaan melaksanakan kegiatan kesiswaan
yang meliputi: (1) Penerimaan yang meliputi: (1) Penerimaan
Peserta Didik Baru (PPDB), (2) Peserta Didik Baru (PPDB), (2)
layanan konseling, (3) layanan konseling, (3)
ekstrakurikuler, (4) pembinaan ekstrakurikuler, (4) pembinaan
prestasi, (5) penelusuran alumni. prestasi, (5) penelusuran alumni.
4) 90% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah sudah 10%
melibatkan peran serta masyarakat melibatkan peran serta masyarakat
dan membangun kemitraan dan membangun kemitraan
dengan lembaga lain yang relevan dengan lembaga lain yang relevan
dalam melakukan berbagai dalam melakukan berbagai
kegiatan pengelolaan pendidikan, kegiatan pengelolaan pendidikan,
antara lain lembaga: (1) antara lain lembaga: (1)
pendidikan, (2) kesehatan, (3) pendidikan, (2) kesehatan, (3)
kepolisian, (4) keagamaan dan kepolisian, (4) keagamaan dan
kemasyarakatan, (5) dunia usaha, kemasyarakatan, (5) dunia usaha,
(6) pengembangan minat dan (6) pengembangan minat dan
bakat. bakat.
5) 80% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 20%
melaksanakan kegiatan evaluasi melaksanakan kegiatan evaluasi
diri terhadap kinerja diri terhadap kinerja
sekolah/madrasah dalam rangka sekolah/madrasah dalam rangka
pemenuhan Standar Nasional pemenuhan Standar Nasional
Pendidikan (SNP). Pendidikan (SNP).
VII Standar pembiayaan
1) 99% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah memiliki 1%
memiliki dokumen investasi dokumen investasi sarana dan
sarana dan prasarana secara prasarana secara lengkap.
lengkap.
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
2) 98% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 2%
merealisasikan modal kerja merealisasikan modal kerja
sebesar yang tertuang dalam RKA sebesar yang tertuang dalam RKA
selama 3 tahun terakhir. selama 3 tahun terakhir.
3) 95% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 5%
menyampaikan biaya operasional menyampaikan biaya operasional
untuk guru dan tenaga untuk guru dan tenaga
kependidikan berupa: (1) gaji, (2) kependidikan berupa: (1) gaji, (2)
honor kegiatan, (3) insentif, (4) honor kegiatan, (3) insentif, (4)
tunjangan lain. tunjangan lain.
4) 97% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 3%
merealisasikan rencana belanja merealisasikan rencana belanja
anggaran pengadaan alat tulis anggaran pengadaan alat tulis
sesuai RKA dalam 3 tahun sesuai RKA dalam 3 tahun
terakhir. terakhir.
5) 95% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 5%
membelanjakan biaya pengadaan membelanjakan biaya pengadaan
daya dan jasa sesuai RKA selama daya dan jasa sesuai RKA selama
3 tahun terakhir. 3 tahun terakhir.
6) 92% Sekolah/madrasah sudah 100% Sekolah/madrasah 8%
membelanjakan dana untuk membelanjakan dana untuk
kegiatan pembinaan siswa selama kegiatan pembinaan siswa selama
3 tahun terakhir. 3 tahun terakhir.
VIII Standar Penilaian
1) Guru 85% sudah melaksanakan Guru 100% melaksanakan 5%
penilaian hasil belajar siswa penilaian hasil belajar siswa
berdasarkan 6 prinsip penilaian: berdasarkan 6 prinsip penilaian:
(1) sahih, (2) objektif, (3) adil, (4) (1) sahih, (2) objektif, (3) adil, (4)
terbuka, (5) holistik, (6) terbuka, (5) holistik, (6)
akuntabel. akuntabel.
2) 80% Guru sudah melaksanakan 100% Guru melaksanakan 20%
penilaian hasil belajar dalam penilaian hasil belajar dalam
bentuk: (1) ulangan, (2) bentuk: (1) ulangan, (2)
pengamatan, (3) penugasan, pengamatan, (3) penugasan,
dan/atau (4) bentuk lain yang dan/atau (4) bentuk lain yang
diperlukan. diperlukan.
3) 70 % Guru sudah menggunakan 100 % Guru menggunakan hasil 30%
hasil penilaian kompetensi penilaian kompetensi pengetahuan
pengetahuan yang dilakukan yang dilakukan untuk: (1)
untuk: (1) memperbaiki proses memperbaiki proses pembelajaran
pembelajaran (2) mengukur dan (2) mengukur dan mengetahui
mengetahui pencapaian pencapaian kompetensi siswa; dan
kompetensi siswa; dan (3) (3) menyusun laporan kemajuan
menyusun laporan kemajuan hasil hasil belajar harian, tengah
belajar harian, tengah semester,
Besarnya
Kondisi yang diharapkan
No Profil Tantangan
(empat tahun ke depan)
Nyata
akhir semester, akhir tahun semester, akhir semester, akhir
dan/atau kenaikan kelas. tahun dan/atau kenaikan kelas.
4) 80% Guru sudah melaksanakan 100% Guru melaksanakan 20%
penilaian kompetensi sikap penilaian kompetensi sikap
melalui observasi/pengamatan melalui observasi/pengamatan
dan teknik penilaian lain yang dan teknik penilaian lain yang
relevan. relevan.
5) 85% Guru sudah melaksanakan 100% Guru melaksanakan 15%
penilaian kompetensi penilaian kompetensi
keterampilan menggunakan: (1) keterampilan menggunakan: (1)
tes praktik, (2) penilaian produk; tes praktik, (2) penilaian produk;
(3) penilaian proyek, (4) penilaian (3) penilaian proyek, (4) penilaian
portofolio; dan (5) teknik lain portofolio; dan (5) teknik lain
sesuai dengan kompetensi yang sesuai dengan kompetensi yang
dinilai. dinilai.
6) 70% Guru sudah melakukan 90% Guru melakukan penilaian 20%
penilaian proses dan hasil belajar proses dan hasil belajar dengan 8
dengan 8 langkah: (1) menetapkan langkah: (1) menetapkan tujuan
tujuan penilaian; (2) menyusun penilaian; (2) menyusun kisi-kisi
kisi-kisi ujian, (3) ujian, (3) mengembangkan
mengembangkan instrumen dan instrumen dan pedoman penilaian,
pedoman penilaian, (4) (4) melakukan analisis kualitas
melakukan analisis kualitas instrumen; (5) melaksanakan
instrumen; (5) melaksanakan penilaian, (6) mengolah dan
penilaian, (6) mengolah dan menentukan kelulusan siswa, (7)
menentukan kelulusan siswa, (7) melaporkan, (8) memanfaatkan
melaporkan, (8) memanfaatkan hasil penilaian.
hasil penilaian.

E. PROGRAM STRATEGIS
Untuk mencapai tujuan di atas strategi yang digunakan adalah:
1) Pemenuhan standar isi
a. Melaksanakan workshop pengembangan sikap sepiritual;
b. Melaksanakan workshop pengembangan sikap sosial;
c. Melaksanakan workshop pengembangan sikap pengetahuan;
d. Melaksanakan workshop pengembangan sikap ketrampilan;
e. Melaksanakan workshop pembutan perangkat pembelajaran.
2) Pemenuhan Standar Proses
a. Melaksanakan workshop pengembangan RPP dan silabus;
b. Melaksanakan Supervisi Akademis;
c. IHT Guru Mapel;
d. Melaksanakan Workshop tentang Pembelajaran;
e. Melaksanakan Supervisi Kelas;
f. Mengaktifkan MGMP.
3) Pemenuhan Standar Kelulusan
a. Meningkatkan Pendidikan Karakter siswa;
b. Memberi Motivasi Belajar;
c. Penambahan Jam Belajar/Les
d. Memberikan Bimbingan Khusus;
e. Memberikan Bimbingan Pembelajaran.

4) Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan


a. Peningkatan kompetensi pedagogik guru;
b. Peningkatan kompetensi profesional guru;
c. Peningkatan kompetensi sosial guru;
d. Peningkatan kompetensi kepribadian guru;
e. Pembinaan guru dalam bidang peningkatan kompetensi profesional;
f. Peningkatan kompetensi bagi kepala madrasah dan wakil kepala madrasah serta
penjab SSN dan personil khusus;
g. Peningkatan kompetensi kepemimpinan kepala madrasah;
h. Peningkatan kompetensi managerial kepala madrasah;
i. Peningkatan kompetensi kewirausahaan;
j. Peningkatan kompetensi sosial kepala madrasah;
k. Peningkatan kompetensi supervisi kepala madrasah;

l. Peningkatan pengembangan karir dan kualifikasi pendidikan tenaga pendidik


dan kependidikan;
m. Optimalisasi tenaga layanan khusus.
5) Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana
a. Peningkatan standar keamanan Madrasah;
b. Peningkatan kenyamanan lingkungan Madrasah;
c. Pengembangan bangunan Madrasah /revitalisasi;
d. Pengembangan
d sanitasi lingkungan dan infrastruktur Madrasah;
e. Pengembangan
e sarana ventilasi dan pencahayaan dan penerangan;
f. Pengembangan sarana pembelajaran;
g. Pengembangan kelengkapan sarpras lab IPA;
h. Peningkatan sarpras ruang lab computer;
i. Pengembangan ruang kelas;
j. Pengembangan sarana dan prasarana ruang kelas;
k. Pengembangan sarana prasarana ruang perpustakaan;
l. Pengembangan
m R Kesenian;
m. Pengembangan
n sarpras ruang guru dan BP;
n. Pengembangan sarpras ruang TU;
o. Pengembangan sarana prasarana RKM dan WKM;
p. Pengembangan tempat ibadah;
q. Pengembangan sarana ruang UKS;
r. Pengembangan ruang organisasi kesiswaan;
s. Pengembangan tempat bermain/berolahraga;
t. Peningkatan sarpras olah raga;
u. Pengembangan ruang koperasi siswa.
6) Pemenuhan Standar Pengelolaan
a. Pengembangan RKM;
b. Pengembangan administrasi kurikulum dan pembelajaran;
c. Pengembangan pengelolaan sarana prasarana pembelajaran;
d. Peningkatan pengelolaan keuangan dan pembiayaan;
e. Peningkatan program pengawasan yang melibatkan keterlibatan guru
dan warga madrasah;
f. Peningkatan kegiatan analisis SWOT dalam evaluasi diri madrasah
(EDS);
g. Penyelenggaraan evaluasi diri Madrasah (kinerja madrasah);
h. Optimalisasi perangkat akriditasi madrasah;
i. Peningkatan pola kepemimpinan madrasah;
j. Peningkatan sistem informasi manajemen;
7) Pemenuhan Standar Pembiayaan
a. Optimalisai kerjasama dengan komite madrasah;
b. Peningkatan kerjasama dengan pihak ketiga penyandang dana;
c. Peningkatan koordinasi dengan instansi terkait;
d. Peningkatan kwalitas APBS yang mengakomodasi segenap
kepentingan madrasah;
e. Standarisasi pembiayaan 8 Standar Nasional Pendidikan;
f. Pengembangan penggalian dana dari masyarakat/partisipasi aktif
orangtua;
g. Peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan
Madrasah;
h. Pengembagan ketertiban laporan;

8) Pemenuhan Standar Penilaian


a. Peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan instrumen penilaian;
b. Peningkatan intensitas evaluasi;
c. Dokumentasi hasil pekerjaan siswa;
d. Pengembangan pelaporan hasil pekerjaan siswa;
e. Perbaikan proses pembelajaran;
f. Penetapan nilai kepribadian dan akhlak mulia;
g. Penggalangan partisipasi siswa dalam menentukan nilai yang
ditargetkan;
h. Pengembangan penilaian tengah semester dn semeter;
i. Penentuan kriteria kenaikan kelas;
j. Analisa nilai akhir kelompok mapel agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, Iptek, Estetika, serta jasmani olah
raga dan kesehatan dengan mempertimbangkan masukan dari dewan
guru, guru mapel dan wali kelas;
k. Pengembangan evaluasi akhir peserta didik;
l. Peningkatan pelaporan hasil penilaian akhir semester;
m. Pengembangan laporan hasil belajar tiap emester;
n. Peningkatan partisipasi seluruh sivitas madrasah dalam penentuan
kelulusan;
o. Pengembangan Laporan Hasil UN;
p. Pengembangan Laporan Akhir Belajar Siswa;
q. Optimalisasi penyelenggaraan Ujian Nasional.

F. STRATEGI PELAKSANAAN
Untuk mewujudkan tujuan di atas digunakan strategi sebagai berikut.
a. Pemenuhan Standar Isi.
Strategi yang digunakan adalah:
1. Review/Penyempurnaan isi dokumen kurikulum;
2. Penggandaan dokumen kurikulum;
3. Review tentang standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator , dan
pengembangan struktur kurikulum oleh semua guru;
4. Workshop peningkatan kompetensi pendidikan karakter dan budaya bangsa
dalam penyusunan silabus, RPP dan bahan ajar;
5. Pelaksanaan program PBKL;
6. Pelaksanaan MGMP untuk menjabarkan SK dan KD, review silabus dan RPP
melalui MGMP;
7. Review KKM tiap mapel melalui MGMP;
8. Sidang pleno penetapan KKM;
9. Penyusunan kaldik.
b. Pemenuhan Standar Porses.
Strategi yang dilakukan adalah:
1. 1. Penggadaan dokumen silabus dan RPP semua guru;
2. 2. Penyusunan dan penggandaan Modul Belajar untuk siswa;
3. 3. Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis IT;
4. 4. Workshop pembelajaran PAKEM;
5. 5. Pelaksanaan analisis, tindak lanjut, perbaikan dan pengayaan;
6. 6. Workshop peningkatan kompetensi monitoring, supervisi, evaluasi,
pelaporan, dan tindak lanjut proses pembelajaran;
7. 7. Pemberian penghargaan/motivasi bagi guru melaui pemilihan guru
favorit;
8. 8. Pemberian sanksi bagi guru yang tidak memenuhi standar tertentu.

c. Strategi Pelaksanaan Standar Kelulusan


1. Pengembangan diri/pengayaan TIK sebagai wahana kreativitas dan
inovasi, dan peningkatan integritas kebangsaan dan memfasilitasi
kegiatan pembelajaran;
2. Pembinaan lomba LCC;
3. Pembinaan tim KIR;
4. Pembinaan Lomba OSN MIPA dan IPS;
5. Pembinaan Lomba Rumpun Mata Pelajaran;
6. Pembinaan Lomba Siswa Teladan/siswa berprestasi;
7. Pembinaan lomba pidato, story telling, puisi, sinopsis dll;
8. Pengembangan diri: pemanfaatan perpustakaan madrasah (penyediaan
media cetak);
9. Penyelenggaraan pembelajaran luar kelas (kunjungan) ke tempat-
tempat sumber belajar;
[Link] pohon buah-buahan dan TOGA dan penataan taman di
lingkungan madrasah;
[Link] diri: mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa
di bidang sastra (pembinaan kelompok drama, mocopat, geguritan,
carios ringgit);
[Link] festival/lomba, sastra dan budaya (Pawai Budaya);
[Link]: upacara bendera pada hari senin dan hari–hari besar
nasional;
[Link]: kegiatan kepramukaan jambore distrik dan ranting;
[Link]: kegiatan PMR jumbara;
[Link] diri: Pramuka;
Pengembangan diri PMR;
17.
[Link] diri: seni musik;
[Link] diri: meningkatkan potensi seni tari dan karawitan;
[Link] diri Ketrampilan menyulam;
Pengembangan diri Bola Volley;
21.
Pengembangan diri Sepak Bola;
22.
Pengembangan diri olahraga atletik;
23.
[Link] lomba olah raga dan seni dalam rangka HUT
madrasah;
[Link] lomba-lomba tingkat madrasah (class meeting);
[Link] berpartisipasi dalam kegiatan POPDA dan PORSENI;
[Link] lomba O2SN;
[Link] lomba FLS2N (Festival Lomba Seni Siswa Nasional);
[Link] dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai
dengan tugasnya masing-masing Rapat dan pembinaan);
[Link] Persami;
[Link] latihan kepemimpinan siswa (LDK);
[Link] kegiatan sosial ( kegiatan pembiasaan besuk dan takziah );
[Link] diri: meningkatkan kreativitas dan ketrampilan dalam
menciptakan suatu barang menjadi lebih berguna;
[Link] usaha koperasi siswa (pembinaan siswa tentang
perkoperasian);
[Link] pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (lomba
kebersihan);
[Link] usaha kesehatan madrasah (UKM);
[Link]: penyuluhan pencegahan penyalahgunaan narkotika,
psikotropika, zat adiktif (narkoba), minuman keras, merokok, dan HIV
AIDS;
[Link] pengamanan jajan anak (penyuluhan gizi dan kesehatan);
[Link] kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik
dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan;
[Link] penghijauan dan perindangan lingkungan madrasah
(lomba pembuatan taman);
[Link] kegiatan 7 K (Keamanan, kebersihan, ketertiban,
keindahan, kekeluargaan, kedamaian dan kerindangan);
[Link] lomba perpustakaan;
[Link] lomba madrasah Sehat;
[Link] kegiatan pembiasaan peribadatan shalat dhuhur/
jum'atan berjamaah di Madrasah;
[Link] kegiatan peringatan hari hari besar keagamaan;
[Link] pembiasaan perbuatan amaliah sesuai dengan norma
agama(pembinaan imtaq);
[Link] kegiatan pesantren ramadhan;
[Link]: kegiatan lomba yang bernuansa kegamaan;
[Link] diri : kegiatan Baca Tulis Alqur'an;
[Link] kedisiplinan siswa untuk melaksanakan tata tertib dan kultur
madrasah
[Link] kegiatan pembiasaan bakti soaial dan bantuan
kemanusiaan dalam berbagai bentuk;
[Link] pembiasaan norma-norma yang berlaku dan tatakrama
pergaulan;
[Link] pembiasaan yang menumbuhkembangkan kesadaran
untuk rela berkorban terhadap sesama dan saling menghargai sesama
warga madrasah;
[Link] kegiatan pembinaan siswa yang berorientasi pada
kepribadian luhur dan pembiasaan menghargai pendapat (ESQ);
Penyelenggaraan: English Zone;
55.
[Link] story telling dalam bahasa Inggris;
[Link]: lomba mengarang dan baca puisi;
[Link] lomba mading;
[Link] pembinaan dan penyuluhan oleh guru BK, wali kelas
dan guru mapel;
[Link] pelajaran tambahan;
[Link] bimbingan belajar melalui kunjungan rumah.
d. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1. Pelatihan kompetensi paedagogik melaui scientific approach bagi semua
guru;
2. Pengabdian kepada masyarakat lingkungan madrasah melalui bakti sosial;
3. Pelatihan peningkatan kompetensi TIK bagi guru dan karyawan;
4. Penyelenggaraan penelitian tindakan kelas penulisan KTI oleh guru;
5. Mengikuti berbagai penataran dan pelatihan yang diselenggarakan oleh
pihak lain;
6. Mengikuti workshop, penataran, diklat, dll;
7. Turut serta dalam pengelolaan koperasi madrasah;
8. Pemantapan dan pembekalan tim supervisi;
9. Pembinaan karir dan study lanjut;
10. Penyusunan jadwal dan pelaksanaan supervisi layanan secara jelas;
11. Melakukan tindak lanjut hasil pemantauan, monitoring dan supervisi (rapat
pembinaan).
e. Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana.
1. Pembuatan/Perbaikan gedung dan ruangan kelas;
2. Revitalisasi sanitasi, penanggulangan longsor, dan pavingisasi;
3. Rehabilitasi lantai ruang pembelajaran;
4. Revitaslisasi/renovasi/perawatan bangunan;
5. Pengadaan US/stabilisator dan perawatan jaringan listrik;
6. Pengadaan dan perawatan ventilasi dan pencahayaan;
7. Penambahan dan perawatan instalasi listrik;
8. pengadaan sarana karawitan;
9. Penambahan printer;
10. Pengadaan sarana kebersihan;
11. Pengadaan LCD;
12. Penambahan komputer ;
13. Perawatan internet dan telepon;
14. Upgrade dan perawatan komputer dan alat elektronika lainnya;
15. Penambahan sarana pembelajaran di kelas papan data, peta, CD
pembelajaran;
16. Perawatan dan pengadaan mebelair;
17. Perawatan dan penambahan buku referensi dan buku perpustakaan;
18. Penambahan buku diktat siswa;
19. Perawatan dan penambahan saran kelengkapan Lab IPA;
20. Penambahan dan perawatan sarpras ruang guru;
21. Pengadaan dan perawatan sarpras ruang TU;
23 Perawatan tempat ibadah;
24 Penambahan kelengkapan sarpras ruang UKS;
25 Perawatan ruang organisasi kesiswaan;
26 Perawatan MCK;
27 Penambahan kelengkapan sarpras olah raga;
28 Perawatan ruang koperasi siswa;
29 Penambahan, pengembangan, renovasi dan pemeliharaan sarana
pembelajaran.

f. Pemenuhan Standar Pengelolaan.


1. Rakor kepala madrasah bersama wakil kepala, KTU dan unsur yang lain di
madrasah;
2. Rakor warga madrasah dalam penyusunan Rencana Kerja dan Program
Madrasah;
3. Review dan penyusunan dokumen RKM dan RKAM;
4. Sosialisasi RKM kepada warga madrasah, komite, masyarakat/orang tua,
dewan pendidikan dan lain-lain;
5. Penyusunan struktur organisasi dan uraian tugas dan pedoman
pelaksanaannya;
6. Penyelenggaraan PPDB;
7. Penyelenggaraan BP/BK;
8. Penyelenggaraan ekstrakurikuler dan pembinaan prestasi unggul;
9. Penelusuran alumni;
10. Review KTSP, kaldik, perangkat pembelajaran, dan pedoman penilaian;
11. Pelaksanaan rapat pembagian tugas;
12. Penentuan sistem penghargaan;
13. Promosi penempatan dan mutasi;
14. Pelaksanaan perencanaan, pengendalian dan pelaporan keuangan;
15. Pelaksanaan piket siang-malam oleh penjaga;
16. Pelaksanaan gerakan kebersihan oleh tenaga kebersihan;
17. Bekerjasama dengan pihak lain dalam melaksanakan berbagai kegiatan;
18. Pelaksanaan pemantauan, supervisi, monev dan tindak lanjut;
19. Evaluasi penyelenggaraan program dan kegiatan madrasah terhadap
berbagai program dan kegiatan sesuai yang dijalankan;
20. Penyelenggaraan kegiatan persiapan akreditasi
21. Pengadaan sarana informasi ( leflet, dokumen, foto, CD dan lain-lain);
22 Dokumentasi kegiatan

G. Pemenuhan Standar Pembiayaan.


1. Penyusunan RAPBM;
2. Penyempurnaan iventarisasi sarpras;
3. Penyediaan transport perjalanan dinas dan pelatihan/MGMP;
4. Penyediaan pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain untuk
pendidik dan tenaga kependidikan TIDAK TETAP;
5. Penyediaan alokasi dana untuk ATK kegiatan pembelajaran;
6. Penyediaan dana alokasi kegiatan kesiswaan;
7. Pengadaan alat tulis pembelajaran;
8. Pengadaan bahan habis pakai;
9. Pengadaan alat habis pakai;
10. Pembiayaan rapat-rapat dengan Kaur ;
11. Pembayaran transport perjalanan dinas;
12. Pembayaran pengadaan soal-soal ujian;
13. Pembayaran langganan listrik, internet dan telepon;
14. Pembayaran biaya operasional tak langsung;
15. Penyelenggaraan penerimaan sumbangan pendidikan dari masyarakat;
16. Penjaringan siswa kurang mampu;
17. Pemberian bantuan siswa miskin dan beasiswa prestasi;
18. Penyusunan proposal,rapat-rapat dan laporan penggalangan subsidi dana
operasional dari sponsor dan pemerintah;
19. Penyusunan program, rapat-rapat dan laporan penggalangan dana dari
masyarakat untuk biaya personal kegiatan insidental siswa (study wisata,
pengadaan buku, dll);
20. Penyelenggaraan sosialisasi dan pelaporan program, kegiatan hasil-hasil, dan
pengelolaan keuangan Madrasah;
21. Penyusunan laporan keuangan kepada pihak-pihak terkait secara transparan
dan akuntable;
22. Penggalian dan dari partisipasi aktif orangtua dan sponsor;
23. Meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait dan masyarakat sekitar.
H. Pemenuhan Standar Penilaian
1. Penyempurnaan penyusunan instrumen penilaian;
2. Intensifikasi ulangan harian, pengarsipan nilai dalam bentuk portofolio;
3. Remidial teaching;
4. Pengolahan daftar nilai oleh guru mapel, rapat pleno penilaian akhlak
mulia dan kepribadian;
5. Pemberian angket kepada siswa tentang target nilai yang akan dicapai dari
KKM yang ditetapkan Madrasah;
6. Penyelenggaraan tes tengah semester dan akhir semester;
7. Rapat pleno penentuan kriteria kenaikan kelas;
8. Rapat pleno penentuan nilai akhir kelompok mapel agama dan akhlak
mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani
olah raga;
9. Penyelenggaraan ujian madrasah tertulis dan praktik;
10. Penyelenggaraan tray out ujian madrasah;
11. Pembuatn laporan hasil belajar oleh masing-masing guru mapel;
12. Pembuatan laporan hasil belajar (raport) oleh wali kelas;
13. Pelaksanaan sidang pleno kelulusan;
14. Penyusunan SKHU;
15. Penulisan ijazah;
16. Penyelenggaraan simulasi dan try out UNBK;
17. Penyelenggaraan UM, UAMBNBK dan UNBK.

I. HASIL YANG DIHARAPKAN


1. Terbentuknya warga madrasah yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa;
2. Terbentuknya warga madrasah yang memiliki karakter dan budaya yang yang baik;
3. Tercapainya peningkatan GSA siswa meningkat 0,1;
4. Terbentuknya tim lomba KIR yang tangguh;
5. Terbentuknya tim lomba mata pelajaran yang tangguh;
6. Terbentuknya tim olah raga yang handal;
7. Terbentuknya tim lomba siswa teladan yang tangguh;
8. Tercapainya siswa yang mampu tampil di masyarakat di bidang seni;
9. Tercapainya siswa yang mampu membuat sulaman;
10. Tercapainya siswa yang mampu menguasai teknologi informasi;
11. Tercapainya siswa yang tartil membaca Al Qur’an;
12. Tercapainya siswa yang beribadah dengan tertib;
13. Terbentuknya tim MTQ yang mampu bersaing dengan madrasah lain;
14. Terbentuknya tim informasi madrasah yang mampu memberikan dan mengakses
informasi untuk kemajuan pendidikan;
15. Tercukupinya sarana dan prasarana pembelajaran;
16. Terciptanya lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif;
17. Terciptanya kekeluargaan warga madrasah yang harmonis.
Indikator keberhasilan madrasah adalah sebagai berikut.
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
1 Standar Kompetensi Lulusan
a. Bidang Akademik
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
- Rata-rata pencapaian KKM 7,0 70,28 70,33 70,38 7,50
- Rata-rata pencapaian NUN
7,00 7,10 7,20 7,30 7,40
- memperoleh juara 1 dan 2 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1
lomba mapel rumbun bahasa
(KKM)
- Memperoleh juara 1 lomba 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1
mapel rumpun MIPA (KKM)
- Belum pernah Juara KIR 3 besar Juara 1 Juara 1 Juara 1
tingkat KKM KKM
- Belum memperoleh juara LCT 3 besar Jura 1 Juara 1 Juara 1
(KKM)
b. Bidang non akademik
- Juara 1 bola voli kecamatan Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1
- Juara 1 pramuka tingkat Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1
kwaran
- Juara 2 lomba lari 100 m K3M Juara 2 Juara 1 Juara 1 Juara 1
c. Kelulusan
- Kelulusan 100% 100% 100% 100% 100%
d. Melanjutkan studi
-Jumlah lulusan yang 62,5% 65% 67,5% 70%
melanjutkan studi 60%
2 Standar Isi
a. KTSP
- Baru tersusun 7 buku KTSP 7 buku 8 buku 9 buku 10 buku
b. Silabus
- Tersusun silabus 13 mapelkelas 13 mapel 13 mapel 13 mapel 13 mapel
7
- Tersusun silabus 15 mapel 15 mapel 15 mapel 15 mapel 15 mapel
kelas 8
- Tersusun silabus 15 mapel 15 mapel 15 mapel 15 mapel 15 mapel
kelas 9
c. RPP
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
- Tersusun 11 RPP semua mapel 11 mapel 11 mapel 11 mapel 11 mapel
kelas 7
- Tersusun 15 RPP semua mapel 15 mapel 15 mapel 15 mapel 15 mapel
kelas 8
- Tersusun 15 RPP semua mapel 15 mapel 15 mapel 15 mapel 15 mapel
kelas 9
3 Standar Proses
a. Persiapan pembelajaran
- Kepemilikan silabus 80% 85% 90% 95% 100%
- Kepemilikan RPP 80% 85% 90% 95% 100%
- Kepemilikan Sumber belajar 70% 80% 90% 100%
60%
- Pengembangan instrumen 70% 80% 90% 100%
terhadap karakteristik siswa 60
%
b. Persyaratan pembelajaran
- Jumlah siswa per rombel 34 32 32 32 32
siswa
- Beban mengajar guru 24 jam 24 24 24 24
per minggu
- Rasio antara jumlah siswa 1:2 1: 1 1:1 1:1
dengan buku teks 1: 2
- Pegelolaan 60% 70% 80% 90% 100%
- Penggunaan metode bervariasi 70% 80% 90% 100%
60%
- Penggunaan media 70% 80% 90% 100%
pembelajaran 60%
c. Pelaksanaan pembelajaran
- Cakupan pendahuluan dalam 70% 80% 90% 100%
pembelajaran oleh guru 60%
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
- Penerapan pembelajaran yang 70% 80% 90% 100%
eksploratif, elaboratif, inovatif
dan konformatif 60%
- Penerapan CTL 40% 50% 60% 70% 80%
- Penerapan pembelajaran tuntas 70% 80% 90% 100%
60%
- Pemanfaatan media 62,5 75% 87,5 100%
pembelajaran 50% % %
- Penerapan PAKEM/PAIKEM 50% 60% 70% 80%
40%
- Penerapan pembelajaran di luar 35% 40% 45% 50%
kelas 30%
- Pelaksanaan penutup 70% 80% 90% 100%
pembelajaran 60%
d. Pelaksanaan penilaian
pembelajaran
- Pengembangan instrumen 77,5% 85% 92,5% 100%
penilaian hasil belajar 70%
- Variasi model penilaian 2 3 3 4 4
model
- Melaksanakan Analisis hasil 70% 80% 90% 100%
penilaian 60%
- Melaksanakan tindak lanjut 70% 80% 90% 100%
hasil analisis 60%
e. Pengawasan proses
- Cakupan kegiatan pemantauan 62,5% 75% 87,5% 100%
pembelajaran 50%
- Cakupan kegiatan supervisi
pembelajaran 60% 70% 80% 90% 100%
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
- Cakupan kegiatan evaluasi 70% 80% 90% 100%
pembelajaran 60%
- Dokumen pelaporan hasil 70% 80% 90% 100%
evaluasi 60%
- Cakupan tindak lanjut hasil 70% 80% 90% 100%
penilaian 60%
Stándar tenaga pendidik dan
4
tenaga kependidikan

a. Kepala madrasah

- TOEFL 200 200 250 300 350


- Pelatihan TIK 1 kali 1 kali 2 kali 3 kali 3 kali
- Pelatihan kepemimpinan 1 kali 1 kali 1 kali 2 kali 2 kali
- Pelatihan MBS/M 1 kali
- Belum pelatihan kewirausahaan 1 kali 1 kali 2 kali 2 kali
- Pelatihan supervisi, monitoring, - - 1 kali 1 kali
dan evaluasi 1 kali
- Pelatihan administrasi 1 kali 1 kali 2 kali 2 kali
kemadrasahan 1 kali

1 kali 1 kali 2 kali 2 kali

b. Guru
- Jumlah guru mengajar sesuai 95,5% 97,5% 100% 100%
dengan keahlian 95%
- Tidak memiliki guru musik/tari - 1 guru 1 guru 1 guru
- Tidak memiliki guru - 1 guru 1 guru 1 guru
elektronika
- Pelatihan CTL 50% 62,5% 75% 87,5% 100%
- Pelatihan penilaian & evaluasi 77,5% 85% 92,5% 100%
70%
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
- Belum mengikuti pelatihan 1 kali 2 kali 3 kali 4 kali
bahasa Inggris
- Belum mengikuti pelatihan TIK 1 kali 1 kali 2 kali 2 kali
- Pelatihan KTSP 1 kali
- 1 kali mengikuti pelatihan PTK 1 kali 2 kali 3 kali 3 kali
- Belum mengikuti pelatihan 2 kali 2 kali 3 kali 4 kali
PAIKEM/PAKEM 1 kali 1 kali 2 kali 2 kali
- Jumlah guru S1 90%
- Jumlah guru yang bersertifikasi 92,5% 95% 97,5% 100%
30 orang 30 org 32 org 36 org 39 orang
- Jumlah guru memiliki laptop 25
0rang 25 org 29 org 34 org 39 orang
c. Tenaga TU, Laboran,
Pustakawan
- Jumlah tenaga TU 4 orang 4 org 5 org 6 org 7 0rang
- Pelatihan TIK 50% 60% 70% 85% 100%
- Mengikuti pelatihan 60% 70% 85% 100%
dibidangnya 50%
- Jumlah pustakawan - orang - org 1 org 2 org 2 orang
- Jumlah laboran - orang - org 1 org 1 org 1 orang
5 Standar sarana dan prasarana
a. Sarana dan prasarana minimal
- Komputer KS terkoneksi Terkonek Terkonek Terkonek Terkonek
si si si si
- MCK siswa 11 buah 13 MCK 15MCK 15 MCK
- Ruang WKS tidak ada 1 1 1
komputer
- Buku perpustakaan 50% 60% 70% 90%
mencukupi
- Gudang 1 ruang - - 2 buah 2 buah
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
b. Sarana dan prasarana lain
- Ruang Lab. Bahasa tidak ada - 1 lab 1 lab 1 lab
- Lab. Komputer 50% memenuhi 60% 70% 85% 100%
- Lab. Komputer 50% terkoneksi 60% 70% 80% 100%
internet
- Ruang kantin 70% memenuhi 80% 90% 95% 100%
c. Fasilitas pembelajaran dan
penilaian
- Daya listrik 5000W 5000W 6000W 6000W 7000 W
- 25 guru memiliki laptop 25 org 29 org 34 org 39 laptop
- LCD Proyektor 3 3 bh 4 bh 5 bh 6 bh
- Komputer perpustakaan tdk ada - 1 bh 2 bh 2 bh
- Komputer lab. IPA tidak ada
- Jaringan internet tidak lancar - 1 bh 1 kom 1 komp
- Sarana 0lah raga 60% tersedia lancar lancar lancar lancar
70% 80% 90% 100%
6 Standar pengelolaan
a. Perangkat dokumen pedoman
pelaksanaan rencana
kerja/kegiatan
- Dokumen RPM (RKAM 1, 70% 80% 90% 100%
RKAM 2) 60%
- Dokumen PSB 80% 85% 90% 95% 100%
- Dokumen pedoman pembinaan 70% 80% 90% 100%
kesiswaan 60%
- Dokumen tata tertib Madrasah 80% 90% 95% 100%
70%
- Dokumen kode etik Madrasah 60% 70% 85% 100%
50%
- Dokumen penugasan guru 70% 75% 85% 95% 100%
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
- Dokumen administrasi
Madrasah 60% 70% 80% 90% 100%
b. Struktur organisasi dan
mekanisme kerja
- Struktur organisasi 80% 85% 90% 95% 100%
- Dokumen pembagian tugas 85% 90% 95% 100%
75%
- Rincian uraian tugas 75% 85% 90% 95% 100%
c. Supervisi, monitoring,
evaluasi, akreditasi Madrasah
- Belum ada tim khusus 25% 50% 75% 100%
- Instrumen supervisi 60% 70% 80% 90% 100%
- Instrumen monitoring 80% 85% 90% 95% 100%
- Instrumen akreditasi 75% 85% 90% 95% 100%
- Pelaporan supervisi 50% 70% 80% 90% 100%
- Pelaporan monitoring 60% 70% 80% 90% 100%
- Pelaporan evaluasi 60% 70% 80% 90% 100%
- Pelaporan akreditasi internal 70% 80% 90% 100%
50%
- Pendokumentasian 60% 70% 80% 90% 100%
- Tindak lanjut 50% 70% 80% 90% 100%
d. Kemitraan dan peran serta
masyarakat
- Dokumen keberadaan komite 85% 90% 95% 100%
Madrasah 80%
- Dokumen program kerja komite 85% 90% 95% 100%
Madrasah 80%
- Kepengurusan komite 85% 90% 95% 100%
Madrasah 75%
2 instansi 2 instansi 3 instansi 4 instansi
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
- Perolehan kerjasama dengan
pihak lain: 2 instansi 30% 35% 40% 50%
- Bantuan pendidikan dari orang
tua 25%
a. SIM Madrasah
- Tidak terpasang PAM (Paket Terpasang Terpasang
Aplikasi Madrasah)
- Tidak terpasang SIM Terpasang Terpasang
7 Standar pembiayaan
- Sumber dana 1 buah 1 buah 2 buah 3 buah 3 buah
- Pengalokasian dana 5 SNP 6 SNP 7 SNP 8 SNP 8 SNP
- Penggunaan dana 90% benar 90% 100% 100% 100%
- Dokumen pendukung
pelaporan 100% 100% 100% 100% 100%
8 Standar Penilaian
70% 80% 90% 100%
-Frekuensi ulangan harian oleh
guru 50%
100% 100% 100% 100%
-Ulangan tengah semester yang
dilakukan guru 100%
92,5% 95% 97% 100%
-Cakupan materi ulangan akhir
smester yang dilakukan
Madrasah 90%
92,5% 95% 97% 100%
-Cakupan materi ulangan
kenaikan kelas oleh Madrasah
90%
70% 80% 90% 100%
-Teknik penlaian guru yang
dipergunakan guru dlm
pembelajaran 50%
85% 90% 95% 100%
-Variasi instrumen yang
dikembangkan Madrasah untuk
ulangan akhir semester 80%
85% 90% 95% 100%
-Variasi instrumen yang
dikembangkan untuk ulangan
kenaikan kelas 80%
85% 90% 95% 100%
ROGRAM/ KEADAAN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN
No
AWAL I II III IV
-Mekanisme dan prosedur
penilaian pendidikan oleh guru
75% 70% 80% 90% 100%
-Guru melaksanakan analisis
ulangan 60% 70% 80% 90% 100%
-Guru menindaklanjuti hasil
analisis 60% 92,5% 95% 97,5% 100%
-Mekanisme dan prosedur
penilaian pendidikan oleh
Madrasah 90%

J. SUPERVISI, MONITORING, DAN EVALUASI


1. Tujuan Monitoring dan Evaluasi:
Monitoring merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah program
madrasah berjalan sebagaimana yang direncanakan, apa hambatan yang terjadi dan bagaimana
cara mengatasi masalah tersebut. Jadi menekankan pada pemantauan proses pelaksanaan
program.
Evaluasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui apakah program
madrasah mencapai sasaran yang diharapkan. Jadi menekankan pada aspek hasil.
a. Komponen Utama Monitoring dan Evaluasi:
1). Komponen Input
 Aspek tenaga kependidikan: kepala madrasah, guru dan karyawan;
 Aspek Kesiswaan: kondisi siswa dan prestasi siswa;
 Aspek sarana dan pembiayaan;
 Aspek peran masyarakat.
2). Komponen Proses
 Aspek kurikulum dan bahan ajar;
 Aspek proses belajar mengajar;
 Aspek penilaian;
 Aspek manajemen dan kepemimpinan.
3). Komponen Output
 Aspek prestasi belajar siswa;
 Aspek prestasi guru dan kepala madrasah;
 Aspek prestasi madrasah.
b. Pelaksana Monitoring dan Evaluasi:
1). Internal :
 Kepala madrasah;
 Kepala madrasah dan wakil kepala madrasah;
 Tim khusus.
2). Eksternal
 Komite madrasah;
 Kementerian Agama Kabupaten;
 Kementerian Agama Propinsi;
 Direktorat Pembinaan Madrasah;
 Irjen Kemenag, BPKP dan BPK.
[Link] Pelaksanaan:
1). Monitoring
 Internal : dilaksanakan setiap 2 bulan
 Eksternal : sesuai jadwal monitoring
2). Evaluasi
 Internal : dilaksanakan diakhir tahun pelajaran;
 Ekternal : sesuai jadwal evaluasi;
 Sumber data/responden;
 Dokumen;
 Kepala madrasah dan jajarannya (Tim);
 Komite madrasah, siswa, guru, dan lainnya yang relevan.
1. Metode Pengumpulan Data
 Metode dokumentasi;
 Metode wawancara;
 Metode observasi;
 Metode kuisioner.
2. Rincian Kegiatan:
 Pembentukan tim monotoring dan evaluasi madrasah;
 Menyusun jadwal pelaksanaan monotoring dan evaluasi;
 Menyusun instrumen monotoring dan evaluasi;
 Melaksanakan monotoring dan evaluasi (pengambilan data);
 Analisis hasil monotoring dan evaluasi;
 Pembuatan pelaporan;
 Tindak lanjut.
BAB III
IDENTIFIKASI KONDISI MADRASAH YANG DIHARAPKAN

F. Visi Misi dan Tujuan Madrasah

1. Visi MTs Negeri 5 Wonogiri


“Terwujudnya Warga Madrasah yang Terdidik, Berprestasi, Percaya Diri, dan
Berperilaku Islami”.

Indikator-indikator visi madrasah:


a) Terwujudnya generasi umat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan benar (tartil).
b) Terwujudnya generasi umat yang tekun melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah.
c) Terwujudnya generasi umat yang santun dalam bertutur dan berperilaku.
d) Terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan.
e) Terwujudnya kemampuan pengelolaan pendidikan berdasarkan Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS) yang handal.
f) Terwujudnya kemampuan menguasai dasar-dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(IPTEK).
g) Terwujudnya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.
h) Terwujudnya lulusan yang kompeten dan memiliki landasan keimanan dan ketaqwan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
i) Terwujudnya suasana kekeluargaan antar warga madrasah yang rukun dan harmonis.
j) Terwujudnya kesadaran warga madrasah untuk mengelola lingkungan hidup
sehingga dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan terbebas dari polusi dan
kerusakan alam dalam berbagai bentuk sebagai pendukung sekolah adi wiyata.
k) Terwujudnya pendidikan berbasis kecakapan hidup (Life Skill) baik intra maupun
ekstra kurikuler.
2. Misi MTs Negeri 5 Wonogiri
1) Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran Islam untuk menjadi
sumber kearifan dalam berperilaku.
2) Menumbuhkan semangat pembelajaran dan budaya kompetitif pada seluruh elemen
madrasah untuk peningkatan mutu.
3) Melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai.
4) Mengoptimalkan seluruh sumber daya, baik sumber daya manusia, dana, sarana,
prasarana dan lingkungan dengan dilandasi 3 (tiga) tertib :tertib waktu, tertib belajar/bekerja,
tertib bersih.
5) Membangun sistem manajerial yang handal dan terbuka.
6) Mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan.
7) Mengoptimalkan kemampuan dan kemauan dengan bakat dan minat siswa.
8) Melaksanakan pengelolaan pendidikan berdasarkan Manajemen Berbasis Sekolah
(MBS) yang handal melalui sistem manajerial yang handal dan terbuka (transparan) untuk
mewujudkan pencitraan publik yang positif terhadap kinerja sekolah.
9) Melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien dan meletakkan
landasan yang kuat untuk menguasai dasar-dasar Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi (IPTEK).
10) Mewujudkan lulusan yang kompeten dan memiliki landasan keimanan dan ketaqwan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
11) Menciptakan suasana kekeluargaan antar warga sekolah yang rukun dan harmonis.
12) Menumbuhkan kesadaran warga sekolah untuk mengelola lingkungan hidup sehingga
dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan terbebas dari polusi dan kerusakan alam dalam
berbagai bentuk sebagai pendukung sekolah adi wiyata.
13) Mengembangkan pendidikan berbasis kecakapan hidup (Life Skill) baik intra maupun
ekstra kurikuler.

Misi MTs Negeri 5 Wonogiri dijabarkan secara lebih lanjut ke dalam 3 (tiga) pilar yaitu
:
1. Pemerataan dan Perluasan Akses
1.1 Pemerataan
1.1.1 Mewujudkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan
1.1.2 Mewujudkan pemerataan prestasi belajar siswa antar gender
1.1.3 Mewujudkan pemerataan prestasi belajar siswa antar status ekonomi (kaya dan
miskin)
1.1.4 Mewujudkan pemerataan prestasi belajar siswa antar mata pelajaran
1.1.5 Mewujudkan pemerataan prestasi belajar siswa antar asal daerah
1.1.6 Mewujudkan prestasi belajar siswa antar strata sosial (pejabat dan bukan
pejabat)
1.1.7 Mewujudkan pemerataan prestasi kompetensi guru
1.1.8 Mewujudkan pemerataan prestasi kompetensi karyawan
1.1.9 Mewujudkan pemerataan perluasan proses belajar mengajar
1.1.10 Mewujudkan pemerataan perluasan pelayanan kesehatan
1.1.11 Mewujudkan pemerataan pelayanan pengembangan bakat dan minat
1.1.12 Mewujudkan pemerataan dalam penerimaan siswa baru
1.1.13 Mewujudkan pemerataan dalam pelayanan administrasi madrasah
1.1.14 Mewujudkan pemerataan penghargaan terhadap prestasi belajar siswa antar
gender
1.1.15 Mewujudkan pemerataan penghargaan terhadap prestasi belajar siswa antar
status ekonomi (kaya dan miskin)
1.1.16 Mewujudkan pemerataan penghargaan terhadap prestasi belajar siswa antar
asal daerah
1.1.17 Mewujudkan pemerataan penghargaan terhadap prestasi belajar siswa antar
strata sosial (pejabat dan bukan pejabat)
1.1.18 Mewujudkan pemerataan penghargaan terhadap kompetensi guru
1.1.19 Mewujudkan pemerataan penghargaan terhadap kompetensi karyawan
1.1.20 Mewujudkan pemerataan penghargaan terhadap kemampuan penguasaan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
1.2 Perluasan Akses :
1.2.1 Mewujudkan perluasan dan pengembangan fasilitas, sarana dan prasarana
pembelajaran
1.2.2 Mewujudkan perluasan dan pengembangan kelayakan (kualitas) fasilitas, sarana
dan prasarana pembelajaran.

2. Kualitas pendidikan, efisiensi dan relevansi


2.1 Kualitas pendidikan
2.1.1 Mewujudkan pengembangan kurikulum yang memenuhi Standar Nasional
Pendidikan.
2.1.2 Mewujudkan proses pembelajaran yang memenuhi Standar Nasional
Pendidikan.
2.1.3 Mewujudkan prestasi akademik lulusan yang memenuhi Standar Nasional
Pendidikan.
2.1.4 Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi Standar
Nasional Pendidikan.
2.1.5 Mewujudkan prasarana, sarana, media pemebelajaran, bahan ajar, sumber
belajar terhadap rata-rata sesuai Standar Nasional Pendidikan.
2.1.6 Mewujudkan fungsi-fungsi pengelolaan madrasah memenuhi Standar Nasional
Pendidikan.
2.1.7 Mewujudkan guru dan madrasah melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan
tuntutan kurikulum atau Standar Nasional Pendidikan.
2.1.8 Mewujudkan rata-rata nilai Ujian Nasional GSA 0,5.
2.1.9 Mewujudkan rintisan penerapan bilingual.
2.1.10 Mewujudkan masyarakat madrasah (siswa, guru, kepala MADRASAH)
menjadi juara dalam setiap lomba. Khususnya bidang Olahraga dan seni bagi
para siswa.
2.2 Efisiensi
2.2.1 Mewujudkan angka kenaikkan kelas 100 %.
2.2.2 Mewujudkan angka tinggal kelas 0%.
2.2.3 Mewujudkan rasio kelulusan 100%.
2.2.4 Mewujudkan alumni yang melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi yang
semakin berkurang.
2.3 Relevansi
2.3.1 Mewujudkan pelayanan bakat dan minat siswa.
2.3.2 Mewujudkan kesesuaian program muatan lokal dengan kondisi MTs Negeri 5
Wonogiri.
2.3.3 Mewujudkan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan
perkembangan masyarakat.
3. Manajemen, Governance dan Pencitraan Publik
3.1 Manajemen
3.1.1 Mewujudkan pengembangan administrasi madrasah.
3.1.2 Mewujudkan implementasi MBS (Manajemen Berbasis Sekolah).
3.1.3 Mewujudkan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja madrasah.
3.1.4 Mewujudkan supervisi klinis.
3.1.5 Mewujudkan pengembangan madrasah menuju ketercapaian Standar Pelayanan
Minimal (SPM).
3.1.6 Mewujudkan penggalangan partisipasi masyarakat.
3.1.7 Mewujudkan jaringan informasi akademik di internal madrasah (Sistem
Informasi Manajemen).
3.1.8 Mewujudkan jaringan kerja secara vertikal dan horisontal.
3.1.9 Mewujudkan penembangan profesionalisme guru.
3.1.10 Mewujudkan peningkatan kompetensi guru.
3.1.11 Mewujudkan peningkatan kompetensi tenaga administrasi madrasah.
3.1.13 Mewujudkan peningkatan kuantitas tenaga kependidikan.

3.2. Governance
3.2.1. Mewujudkan struktur organisasi kelembagaan madrasah yang baik.
3.2.2. Mewujudkan mekanisme kerja yang terencana dan sistematis.
3.2.3. Mewujudkan administrasi madrasah yang rapi dan tertib.
3.2.4. Mewujudkan tata tertib, penghargaan, dan hukuman sesuai dengan aturan yang
berlaku.
3.3. Pencitraan publik
3.3.1 Mewujudkan sistem informasi manajemen yang baik.
3.3.2 Mewujudkan kebijakan, prosedur informasi dan pengaduan yang efektif dan
transparan.
3.3.3 Mewujudkan media komunikasi dan informasi yang transparan.
3.3.4. Mewujudkan pertanggungjawaban program yang baik dan transparan.
3.3.5. Mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan madrasah yang transparan.
3.3.6. Mewujudkan system layanan kemudahan akses program keuangan madrasah
yang baik, dapat dipertanggungjawabkan, dan transparan.
3.3.7 Mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan madrasah.
3. Tujuan MTs Negeri 5 Wonogiri
1) Secara operasional tujuan yang akan dicapai oleh MTs Negeri 5 Wonogiri, Wonogiri,
pada tahun 2019-2021 meliputi:
a. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan
(1)Sekolah meningkatkan pencapaian mutu kelulusan.
(2)Sekolah meningkatkan rerata UN sebesar 0,1.
(3)Sekolah mampu meningkatkan NUAMBN dan perolehan NUN sempurna (10,00).
(4)Sekolah meraih juara tingkat kabupaten dalam lomba akademis dan non akademis.
b. Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan
(1)Sekolah melengkapi buku pegangan guru dan siswa.
(2)Sekolah melengkapi media pembelajaran siswa.
(3)Sekolah melengkapi sarana kesenian dan olahraga.
c. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
(1)Sekolah mengembangkan keprofesian berkelanjutan bagi semua pendidik.
(2)Sekolah meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai
dengan tugas pokok maupun tugas tambahannya.
(3)Sekolah meningkatkan kompetensi kepribadian pendidik dan tenaga
kependidikan.
d. Pengembangan Standar Pengelolaan
(1)Sekolah mengembangkan pelayan public yang handal.
(2)Sekolah menerapkan sistem monev internal dan eksternal secara berkala dan
berkesinambungan.
e. Pengembangan Standar Pembiayaan
Sekolah mampu menjaga sustainabilitas pendanaan berdasarkan MBS.
f. Pengembangan Standar ISI
Sekolah mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
g. Pengembangan Standar Proses
Sekolah mengembangkan model dan metode pembelajaran sesuai dengan standar
proses dan pedoman umum pembelajaran semua mata pelajaran sesuai dengan
standar proses.
h. Pengembangan Standar Penilaian
Sekolah mengembangkan sistem penilaian yang akurat, transparan, akuntabel, dan
mencakup semua kompetensi.
i. Mewujudkan pendidikan berbasis karakter baik intra maupun ekstra kurikuler.
j. Mewujudkan insan yang cerdas berkarakter beriman taqwa, toleran, budi pekerti
luhur, sopan santun, etika, solidaritas, disiplin, dan bertanggung jawab.
k. Mewujudkan sekolah dengan lingkungan yang mendukung kegiatan belajar yang
kondusif.
2) Tujuan Situasional atau sasaran yang akan dicapai tahun 2014/2015 adalah:
a. Mewujudkan peningkatan mutu lulusan baik di bidang akademik maupun non
akademik berwawasan global.
b. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap, relevan dan berwawasan ke
depan.
c. Mewujudkan proses pembelajaran kontekstual secara aktif, kreatif dan kualitatif
baik intra kurikuler maupun ekstra kurikuler.
d. Mewujudkan sistem penilaian (autentic assesment) baik dalam proses maupun
hasil pendidikan dan tindaklanjutnya.
e. Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi,
kompetensi dan berdedikasi tinggi.
f. Mewujudkan School Based Management (Manejemen Berbasis Sekolah) dengan
melibatkan seluruh stake holders dalam mewujudkan keberhasilan madrasah.
g. Mewujudkan sarana prasarana pendidikan yang memadahi baik infra struktur,
penunjang akademik maupun non akademik.
h. Mewujudkan pendidikan berbasis kecakapan hidup (Life Skill) baik intra maupun
ekstra kurikuler.
i. Mewujudkan pendidikan berbasis budaya dan karakter bangsa serta pendidikan
kewirausahaan yang terintegrasi dalam pembelajaran untuk mewujudkan insan
yang beriman taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, toleran, memiliki budi pekerti
luhur, sopan santun, etika, solidaritas, disiplin, dan bertanggung jawab,
j. Mewujudkan madrasah dengan lingkungan yang rindang, sehat, tertib, bersih dan
indah (green school) yang nyaman pendukung wawasan wiyata mandala.
k. Mewujudkan prestasi optimal di bidang olahraga dengan melaksanakan bimbingan
intensif kelompok siswa berbakat olahraga untuk menampung siswa berprestasi
dalam bidang olahraga.

3) Mengembangkan Tata Nilai Bagi Peserta Didik


Sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional maka pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggungjawab (Pasal 3 UU Sisdiknas). Sedangkan budaya adalah nilai,
moral, norma dan keyakinan (belief), fikiran yang dianut oleh suatu masyarakat/bangsa dan
mendasari perilaku seseorang sebagai dirinya, anggota masyarakat, dan warganegara. Budaya
mengatur perilaku seseorang mengenai sesuatu yang dianggap benar, baik, dan indah.
Selanjutnya, karakter adalah watak yang terbentuk dari nilai, moral, dan norma yang mendasari
cara pandang, berfikir, sikap, dan cara bertindak seseorang serta yang membedakan dirinya dari
orang lainnya. Karakter bangsa terwujud dari karakter seseorang yang menjadi anggota
masyarakat bangsa tersebut.
Pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-
nilai budaya dan karakter pada diri peserta didik sehingga menjadi dasar bagi mereka dalam
berpikir, bersikap, bertindak dalam mengembangkan dirinya sebagai individu, anggota
masyarakat, dan warganegara. Nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang dimiliki peserta
didik tersebut menjadikan mereka sebagai warganegara Indonesia yang memiliki kekhasan
dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Didalam penyusunan RKS ini MTs Negeri 5
Wonogiri berupaya mengembangkan tata nilai yang bermuara pada terciptanya pendidikan
karakter dan budaya bangsa pada peserta didik.
Adapun nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa
diidentifikasi dari:
- Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena itu kehidupan
individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama. Secara politis kehidupan
kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan itu
maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan
kaedah yang berasal dari agama.
- Pancasila: negara Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan
kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD
1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945 tersebut.
Artinya, nilai-nilai yang ada dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan
politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni. Pendidikan budaya dan karakter
bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warganegara yang lebih baik dan
warganegara yang lebih baik adalah warganegara yang menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupannya sebagai warganegara.
- Budaya adalah suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat
yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat tersebut. Nilai-nilai budaya
tersebut dijadikan dasar dalam memberi makna terhadap suatu konsep dan arti dalam
komunikasi antar anggota masyarakat tersebut. Posisi budaya yang demikian penting dalam
kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai-nilai dari pendidikan
budaya dan karakter bangsa.
- Tujuan Pendidikan Nasional adalah kualitas manusia Indonesia yang harus
dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Di dalam tujuan
pendidikan nasional terdapat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki seorang
warganegara. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling
operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.
Berdasarkan keempat sumber nilai tersebut maka dihaharapkan akan menghasilkan
sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa di MTs Negeri 5 Wonogiri, yaitu:
 Religius: suatu sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang
dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk
agama lain.
 Jujur: perilaku yang didasarkan pada kebenaran, menghindari perilaku yang salah, dan
menjadikan dirinya menjadi orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan
pekerjaan.
 Toleransi: suatu tindakan dan sikap yang menghargai pendapat, sikap dan tindakan
orang lain yang berbeda dari pendapat, sikap, dan tindakan dirinya.
 Disiplin: suatu tindakan tertib dan aptuh pada berbagai ketentuan dan peraturan yang
harus dilaksanakannya.
 Kerja keras: suatu upaya yang diperlihatkan untuk selalu menggunakan waktu yang
tersedia untuk suatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya sehingga pekerjaan yang dilakukan
selesai pada waktunya
 Kreatif: berpikir untuk menghasilkan suatu cara atau produk baru dari apa yang telah
dimiliki
 Mandiri: kemampuan melakukan pekerjaan sendiri dengan kemampuan yang telah
dimilikinya
 Demokratis: sikap dan tindakan yang menilai tinggi hak dan kewajiban dirinya dan
orang lain dalam kedudukan yang sama
 Rasa ingin tahu: suatu sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui apa
yang dipelajarinya secara lebih mendalam dan meluas dalam berbagai aspek terkait.
 Semangat kebangsaan: suatu cara berpikir, bertindak, dan wawasan yang
menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
 Cinta tanah air: suatu sikap yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan
penghargaan yang tinggi terhadap lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik
bangsanya.
 Menghargai prestasi: suatu sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk
menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati
keberhasilan orang lain.
 Bersahabat/komunikatif: suatu tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,
bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain.
 Cinta damai: suatu sikap dan tindakan yang selalu menyebabkan orang lain senang dan
dirinya diterima dengan baik oleh orang lain, masyarakat dan bangsa
 Senang membaca: suatu kebiasaan yang selalu menyediakan waktu untuk membaca
bahan bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
 Peduli sosial: suatu sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan untuk
membantu orang lain dan masyarakat dalam meringankan kesulitan yang mereka hadapi.
 Peduli lingkungan: suatu sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan
pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki
kerusakan alam yang sudah terjadi.

B. Sasaran dan Indikator Kinerja


Sasaran 4 tahunan indikator kinerja 2019/2020, 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023 dapat
digambarkan sebagai berikut.
1. Standar Kompetensi Lulusan
a. Bidang Akademik
 Meningkatnya rata-rata KKM madrasah sebesar 2,00 (dari 70,00 menjadi 72,00) pada
tahun pelajaran 2019/2020.
 Meningkatnya pencapaian rata-rata NUN sebesar 1,10 (dari 5,90 menjadi 7,0) pada
tahun pelajaran 2019/2020.
 Mempertahankan perolehan juara lomba mapel rumpun bahasa menjadi juara 1
tingkat K3M pada tahun pelajaran 2019/2020.
 Mempertahankan juara lomba mapel rumpun MIPA menjadi juara 1 tingkat K3M
pada tahun pelajaran 2019/2020.
b. Bidang non akademik
- Meningkatnya prestasi meraih juara juara 1 pada lomba bola volley putera tingkat
kecamatan pada tahun pelajaran 2019/2020 dari juara 2.
- Mempertahankan prestasi juara 1 pada lomba gerak jalan putera tingkat kecamatan
pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya prestasi meraih juara 2 lomba gerak jalan putri di tingkat kecamatan
menjadi juara 1 pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya prestasi juara 2 pramuka putri di tingkat kwaran menjadi juara 1 pada
tahun pelajaran 2019/2020.
- Mempertahankan prestasi juara 1 pramuka putra di tingkat kwaran pada tahun
pelajaran 2019/2020.
c. Melanjutkan studi
- Meningkatnya jumlah lulusan yang melanjutkan studi sebesar 5% ( dari 80% menjadi
85%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya jumlah lulusan yang melanjutkan studi sebesar 5% ( dari 85% menjadi
90%) pada tahun pelajaran 2020/2021.
- Meningkatnya jumlah lulusan yang melanjutkan studi sebesar 5% ( dari 90% menjadi
95%) pada tahun pelajaran 2021/2022.
- Meningkatnya jumlah lulusan yang melanjutkan studi sebesar 5% (dari 95% menjadi
100%) pada tahun pelajaran 2022/2023.
2. Standar Isi
- Buku KTSP
- Meningkatnya kwalitas dokumen KTSP berdasarkan analisis konteks secara
lengkap sebesar 100% (dari 0% menjadi 100%) dalam penyusunan buku KTSP.
- Dokumen KTSP tersusun 100% berdasarkan analisis konteks pada tahun pelajaran
2019/2020.
- Meningkatnya kwalitas dokumen KTSP yang telah berdasarkan analisis konteks.
- Silabus
- Meningkatnya kwalitas silabus pada semua mapel dan semua tingkat sebesar 100%
(dari 70% menjadi 80%) dari hasil MGMP yang telah dikembangkan dan
disesuaikan dengan kondisi madrasah melalui MGMP madrasah pada tahun
pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya kwalitas silabus pada semua mapel dan semua tingkat sebesar 10%
(dari 80% menjadi 90%) dari hasil MGMP yang telah dikembangkan dan
disesuaikan dengan kondisi madrasah melalui MGMP madrasah pada tahun
pelajaran 2020/2021.
- Meningkatnya kwalitas silabus pada semua mapel dan semua tingkat sebesar 10%
(dari 90% menjadi 100%) dari hasil MGMP yang telah dikembangkan dan
disesuaikan dengan kondisi madrasah melalui MGMP madrasah pada tahun
pelajaran 2021/2022.
- Meningkatnya kwalitas silabus pada semua mapel dan semua tingkat sebesar 0%
(dari 100% tetap 100%) dari hasil MGMP yang telah dikembangkan dan
disesuaikan dengan kondisi madrasah melalui MGMP madrasah pada tahun
pelajaran 2022/2023.
- RPP
- Meningkatnya kwalitas RPP pada semua mapel dan semua tingkat sebesar 10% (dari
70% menjadi 80%) dari hasil MGMP yang telah dikembangkan dan disesuaikan
dengan kondisi madrasah melalui MGMP madrasah pada tahun pelajaran
2019/2020.
- Meningkatnya kwalitas RPP pada semua mapel dan semua tingkat sebesar 10% (dari
80% menjadi 90%) dari hasil MGMP yang telah dikembangkan dan disesuaikan
dengan kondisi madrasah melalui MGMP madrasah pada tahun pelajaran
2020/2021.
- Meningkatnya kwalitas RPP pada semua mapel dan semua tingkat sebesar 10% (dari
90% menjadi 100%) dari hasil MGMP yang telah dikembangkan dan disesuaikan
dengan kondisi madrasah melalui MGMP madrasah pada tahun pelajaran
2021/2022.
- Meningkatnya kwalitas RPP pada semua mapel dan semua tingkat sebesar 0% (dari
100% tetap 100%) dari hasil MGMP yang telah dikembangkan dan disesuaikan
dengan kondisi madrasah melalui MGMP madrasah pada tahun pelajaran
2022/2023.
3. Standar Proses
a. Persiapan pembelajaran
- Meningkatnya kepemilikan silabus sebesar 20% (dari 80% menjadi 100%) pada
tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya kepemilikan RPP sebesar 20% (dari 80% menjadi 100%) pada
tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya kepemilikan sumber belajar sebesar 40% (dari 60% menjadi
100%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
b. Persyaratan pembelajaran
- Meningkatnya kesesuaian mengajar guru dengan latar belakang pendidikannya
sebesar 15% (dari 85% menjadi 100%) dengan beban mengajar minimal 24 jam
per minggu pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya jumlah buku teks yang tersedia untuk siswa sebanyak 10 mapel
dengan rasio 1:1 (dari 4 mapel dengan rasio 1:1) pada tahun pelajaran 2019/2020
- Meningkatnya pegelolaan kelas sebesar 25% (dari 65% menjadi 90%) pada tahun
pelajaran 2019/2020
- Guru mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya sebesar 100% dari
85% dengan beban mengajar minimal 24 jam per minggu pada tahun pelajaran
2019/2020.
- Sebanyak 10 mapel telah memiliki buku teks pegangan siswa dari 4 mapel
dengan rasio (1:1) pada tahun pelajaran 2019/2020
- Meningkatnya jumlah mapel yang telah memiliki buku teks pegangan siswa
sebanyak 1 mapel dari 4 mapel menjadi 5 mapel dengan rasio (1:1)
- Meningkatnya pegelolaan kelas sebesar 5% (dari 65% menjadi 70%)
- Meningkatnya pegelolaan kelas sebesar 10% (dari 70% menjadi 80%)
- Meningkatnya jumlah mapel yang telah memiliki buku teks pegangan siswa
sebanyak 2 mapel dari 7 mapel menjadi 9 mapel dengan rasio(1:1)
- Meningkatnya pegelolaan kelas sebesar 5% (dari 80% menjadi 85%)
- Meningkatnya kesesuaian mengajar guru dengan latar belakang pendidikannya
sebesar 5% (dari 95% menjadi 100%) dengan beban mengajar minimal 24 jam
per minggu
- Meningkatnya jumlah mapel yang telah memiliki buku teks pegangan siswa
sebanyak 1 mapel dari 9 mapel menjadi 10 mapel dengan rasio(1:1)
c. Pelaksanaan pembelajaran
- Meningkatnya cakupan pendahuluan dalam pembelajaran oleh guru sebesar 30%
(dari 70% menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya penerapan pembelajaran yang eksploratif, elaboratif, inovatif dan
konformatif sebesar 25% (dari 65% menjadi 90%) pada tahun pelajaran
2014/2014.
- Meningkatnya penerapan pembelajaran CTL/PAIKEM sebesar 25% (dari 65%
menjadi 90%) pada tahun pelajaran 2014/2014.
- Meningkatnya pemanfaatan media pembelajaran sebesar 20% (dari 60% menjadi
80%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya penerapan pembelajaran di luar kelas sebesar 20% (dari 40%
menjadi 60%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
d. Pelaksanaan penilaian pembelajaran
- Meningkatnya pengembangan instrumen penilaian hasil belajar sebesar 30%
(dari 70% menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya variasi model penilaian sebanyak 2 (dari 3 model menjadi 5
model) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya pelaksanakan Analisis hasil penilaian sebesar 20% (dari 80%
menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya pelaksanakan tindak lanjut hasil analisis penilaian sebesar 20%
(dari 80% menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020
- Mempertahankan variasi model penilaian sebanyak 5 model
e. Pengawasan proses
- Meningkatnya kegiatan pemantauan pembelajaran sebesar 10% (dari 90%
menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020
- Meningkatnya kegiatan supervisi pembelajaran sebesar 10% (dari 90% menjadi
100%) pada tahun pelajaran 2019/2020
- Meningkatnya kegiatan dokumentasi hasil supervisi pembelajaran sebesar 10%
(dari 90% menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020
- Meningkatnya kegiatan tindak lanjut hasil supervisi pembelajaran sebesar 10%
(dari 90% menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020
4. Stándar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
a. Kepala Madrasah
- Meningkatnya Kemampuan potensi menejerial dan kompetensi pendukung
kepala madrasah meningkat sebesar 5% (dari 75% menjadi 80%).
- Meningkatnya Kemampuan potensi menejerial dan kompetensi pendukung
kepala madrasah meningkat sebesar 5% (dari 80% menjadi 85%).
- Meningkatnya Kemampuan potensi menejerial dan kompetensi pendukung
kepala madrasah meningkat sebesar 5% (dari 90% menjadi 95%).
- Meningkatnya Kemampuan potensi menejerial dan kompetensi pendukung
kepala madrasah meningkat sebesar 5% (dari 95% menjadi 100%).

b. Guru
- Meningkatnya jumlah guru yang mengajar sesuai dengan keahlian sebesar 15%
(dari 85% menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya pendidikan seni tari dengan memiliki 1 guru seni tari/musik dari
tidak memiliki guru musik/tari pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya pendidikan Elektronika dengan memiliki 1 guru Elektronika dari
tidak memiliki guru Elektronika pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya kwalifikasi pendidikan guru S1 sebesar 3% (dari 97% menjadi
100%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya kwalifikasi pendidikan guru S2 sebesar 10% (dari 10% menjadi
20%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya jumlah guru yang bersertifikasi sebanyak 7 orang (dari 16 orang
menjadi 23 orang ) pada tahun pelajaran 2019/2020.
c. Tenaga TU, Laboran, Pustakawan
- Meningkatnya kemampuan tenaga TU dalam penguasaan TIK sebesar 20% (dari
70% menjadi 90%) pada tahun 2014/2015.
- Terpenuhinya pustakawan sebanyak 1 orang (dari tidak ada menjadi 1 orang) pada
tahun pelajaran 2019/2020.
- Terpenuhinya laboran sebanyak 1 orang (dari tidak ada tenaga laboran menjadi 1
orang tenaga laboran) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Mengikuti pelatihan.
- Mempertahankan kondisi yang sudah ada.
5. Standar sarana dan prasarana
- Sarana prasarana minimal dan pendukung.
- Meningkatnya potensi pelajaran Seni Budaya dengan memiliki 1 gedung galeri
kesenian berikut sarana pendukungnya sebesar 60 (dari 0% menjadi 60%) pada
tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya sarana-prasarana minimal lainnya secara bertahap hingga mencapai
tahap maksimal pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Mengusulkan 1 gedung laboratotium bahasa.
- Meningkatnya potensi bahasa dengan mendapatkan 1 set peralatan lab bahasa.
- Meningkatnya potensi pelajaran TIK dengan mendapatkan 1 set peralatan lab TIK.
- Penambahan dan perawatan mebelair.
- Mengupayakan sarana tempat olahraga yang memadai/lapangan olahraga.
- Penambahan daya listrik.
- Perbaikan pagar sekolah keliling seluas 5.300 m.
- Penambahan buku dan sarana KBM.
- Memiliki perangkat Marching band.
- Meningkatkan/mengoptimalkan pemanfaatan, dan merawat lab yang sudah ada.
- Perawatan dan Perluasan jaringan internet.
- Megupayakan 1 gedung terbuka/ pendopo.
6. Standar pengelolaan
a. Perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja/kegiatan
- Meningkatnya kwalitas dokumen RKS/M sebesar 20% (dari 80% sesuai standar
menjadi 100% sesuai standar) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya Dokumen PSB sebesar 20% (dari 80% menjadi 100%) pada tahun
pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya Dokumen Tata Tertib Siswa sebesar 20% (dari 80% menjadi
100%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya Dokumen Kode Etik Guru sebesar 20% (dari 80% menjadi 100%)
pada tahun pelajaran 2019/2020.
b. Struktur organisasi dan mekanisme kerja
- Meningkatnya struktur organisasi semua lini kegiatan madrasah sebesar 15%
dari (85% menjadi 100% ).
- Dokumen pembagian tugas 85%.
- Meningkatnya rincian uraian tugas di semua lini kegiatan madrasah sebesar 20%
(dari 80% menjadi 100%).
- Mempertahankan kondisi yang sudah ada dan mengoptimalkan fungsinya sesuai
tanggungjawab dan wewenangnya.
c. Supervisi, monitoring, evaluasi, akreditasi madrasah
- Meningkatnya efektifitas tim sebesar 40% (dari 60% efektif menjadi 100%
efektif).
- Meningkatnya kwalitas instrumen supervisi sebesar 20% (dari % 80% menjadi
100%).
- Meningkatnya kwalitas Pelaporan dan evaluasi sebesar 30% (dari 70% menjadi
100%).
- Meningkatnya kwalitas pendokumentasian hasil sebesar 30% (dari 70% menjadi
100%).
- Meningkatnya kwalitas tindak lanjut hasil sebesar 30% (dari 70% menjadi
100%).
- Ada instrumen monitoring 100%.
d. Kemitraan dan peran serta masyarakat
- Meningkatnya dokumen keberadaan komite madrasah sebesar 20% (dari 80%
menjadi 100%).
- Meningkatnya dokumen program kerja komite madrasah sebesar 20% (dari 80%
menjadi 100%).
- Meningkatnya perolehan kerjasama dengan pihak lain sebanyak 3 instansi(dari 3
instansi menjadi 6 instansi).
e. SIM Madrasah
- Meningkatnya pelayanan administrasi madrasah sebesar 10% memanfaatkan
SIM madrasah (dari 30% menjadi 40%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya pelayanan administrasi madrasah sebesar 10% memanfaatkan
SIM madrasah (dari 40% menjadi 50%).
- Meningkatnya pelayanan administrasi madrasah sebesar 10% memanfaatkan
SIM madrasah (dari 50% menjadi 60%).
- Meningkatnya pelayanan administrasi madrasah sebesar 10% memanfaatkan
SIM madrasah (dari 60% menjadi 70%).
7. Standar keuangan dan pembiayaan
- Meningkatnya perolehan sumber dana sebanyak 1 sumber (dari 1 sumber menjadi
2 sumber) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya efektifitas pengalokasian dana kedalam 8 SNP sebesar 5 % (dari
70% menjadi 75%) pada tahun pelajaran 2019/2020
- Mengupayakan perolehan sumber dana sebanyak 1 sumber (dari 2 sumber menjadi
3 sumber) pada tahun pelajaran 2020/2021.
- Meningkatnya efektifitas pengalokasian dana kedalam 8 SNP sebesar 5% (dari
75% menjadi 80%) pada tahun pelajaran 2020/2021.
- Meningkatnya perolehan sumber dana sebanyak 1 sumber (dari 3 sumber menjadi
4 sumber) pada tahun pelajaran 2021/2022.
- Meningkatnya efektifitas pengalokasian dana kedalam 8 SNP sebesar 5% (dari
80% menjadi 85%) pada tahun pelajaran 2021/2022.
- Meningkatnya efektifitas pengalokasian dana kedalam 8 SNP sebesar 5% (dari
85% menjadi 90%) pada tahun pelajaran 2022/2023.
- Mempertahankan kondisi yang sudah ada.
8. Standar Penilaian
- Meningkatnya frekwensi ulangan harian oleh guru sebanyak 1 kali (dari 3 kali
menjadi 4 kali) pada tahun pelajaran 2014/2015.
- Meningkatnya variasi teknik penlaian guru yang dipergunakan guru dlm
pembelajaran sebesar 20% (dari 60% menjadi 80%) pada tahun pelajaran
2019/2020.
- Meningkatnya Variasi instrumen yang dikembangkan untuk penilaian sebesar
20% (dari 60% menjadi 80%) pada tahun 2014/2015.
- Meningkatnya jumlah guru yang melaksanakan analisis ulangan sebanyak 20%
(dari 80% menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020.
- Meningkatnya jumlah guru yang melaksanakan tindak lanjut hasil analisis ulangan
sebanyak 20% (dari 80% menjadi 100%) pada tahun pelajaran 2019/2020
BAB IV
PERUMUSAN PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA
A. Program Kerja dan Penanggungjawab
b. TIM PENYUSUN RKAM MTs NEGERI 5 WONOGIRI
c. TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Jabatan dalam
No. Nama/NIP Jabatan dalam Tim
Kedinasan
1 Warno, [Link]., [Link].
Pengawas Pengarah
NIP. 196507082005011001
2 Drs. Marimo, [Link]. Kepala Ketua merangkap Anggota
NIP 19620304 199303 1 005 Madrasah
3 Drs. Haris Nur Hariyanto, [Link]. Guru /Wakil Wakil Ketua merangkap
NIP 19661029 199803 1 001 KS Anggota
4 Titik Andriyaningsih, [Link]., [Link]. Sekretaris merangkap
Guru
NIP 198108222007102002 Anggota
5 Nartik Puji Rahayu, SE. Bendahara merangkap
TU
NIP. 19730907 200901 2 001 anggota
6 Sri Wahyuningsih, [Link]., [Link]. Penanggungjawab Standar
Guru
NIP 197608302007102001 Isi merangkap Anggota
7 Maryanto, [Link]. Penanggungjawab Standar
Guru/[Link].
NIP 19660201 199803 1 002 Penilaian merangkap
Humas
Anggota
8 Sriyadi, [Link]. Penanggungjawab Standar
NIP 19731001 200710 1 007 Guru Kelulusan merangkap
Anggota
9 Budi Hardiningsih, [Link]. Penanggungjawab Standar
NIP 19740815 200501 2 004 Guru Proses merangkap
Anggota
10 Nur Aeni, [Link]. Penanggungjawab Standar
NIP. 196812282005012001 KTU Pembiayaan merangkap
Anggota
11 Cahyo Joko Widodo, [Link]. Penanggungjawab Standar
Guru/Waka
NIP 198010062007101001 Pengelolaan merangkap
Kesiswaan
Anggota
12 Adnan, [Link] Guru / Penanggungjawab Standar
NIP 19610310 200604 1 001 [Link]. Sarpras merangkap
Sarpras Anggota
13 Suyadi, SE. Penanggungjawab Standar
NIP 19660408 200701 1 043 Pendidik dan Tenaga
Guru
Kependidikan merangkap
Anggota
14 Drs. Sukarno Komite Anggota
Sekolah
15 Sayugi, [Link]. Orangtua siswa Anggota
B. Kegiatan, Indikator Kegiatan dan Jadwal Kegiatan
JADWAL
N PROGRAM 2019/ 2020/ 2021/ 2022/
KEGIATAN INDIKATOR [Link] PROG
O KERJA 2020 2021 2022 2023
1 2 1 2 1 2 1 2
1 Pengembang [Link] prestasi 1.1.1 Meningkatnya mutu lulusan - Kepala Madrasah X X X X X X X X
an Akademik 1.1.2 Berkembangnya potensi siswa - Waka Kurikulum
Kompetensi di bidang akademik - Waka Kesiswaan X X X X X X X X
Kelulusan
1.2.1 Terlaksananya kegiatan
kepramukaan secara optimal
[Link] 1.2.2 Terlaksananya kegiatan PMR X X X X X X X X
prestasi non secara optimal
akademik 1.2.3 Terlaksanana kegiatan ekstra X X X X X X X X
olahraga
1.2.4 Terlaksananya kegiatan ekstra
kesenian X X X X X X X X
1.2.5 Terlaksananya kegiatan PHBI
dan upacara hari besar nasional X X X X X X X X
1.2.6 Terlaksananya kegiatan lomba
baik bidang akademik maupun non X X X X X X X X
akademik
X X X X X X X X
2 Pengembang [Link]/ 2.1.1 Terwujudnya dokumen kurikulum - Kepala Madrasah X X X X X X X X
an Review Dokumen buku 1, 2, 3 - Waka Kurikulum
Kompetensi Kurikulum Buku 1, - Guru
Standar Isi 2, 3.
2.2.1 Tersusunnya KKM yang baru pada X X X X X X X X
2.2 Penyusunan awal tahun pelajaran
ulang KKM
2.3.1 Tersusunnya kaldik sebagai pedoman X X X X X X X X
kegiatan
2.3 Penyusunan
kaldik 2.4.1 Semua guru memiliki perangkat X X X X X X X X
pembelajaran

2.4 Pengadaan
Dokumen 2.5.1 Terselenggaranya workshop X X X X X X X X
Pendukung peningkatan kompetensi pendidikan
Kurikulum dan karakter dan budaya bangsa dalam
PBM penyusunan silabus, RPP, dan bahan ajar.

2.5 Workshop
Peningkatan
Kompetensi
Pendidikan
Karakter dan
budaya bangsa
dalam penyusunan
silabus, RPP dan
bahan ajar
3 Pengembang 3.1 Penyiapan 3.1.1 Tersedianya ruang kelas yang - Kepala Madrasah X X X X X X X X
an kelas memadai untuk pelaksanaan KBM - KTU
Kompetensi 3.2.1 Semua guru memiliki silabus dan - Waka Sarpras
RPP -Waka Kurikulum X X X X X X X X
Standar 3.2 Penggandaan - Guru BP/BK
Proses dokumen silabus 3.3.1 Terlaksananya pelatihan supervisi
dan RPP semua dan monev sesuai jadwal X X X X X X X X
mapel 3.4.1 Terwujudnya bahan ajar sebagai
3.3 Pelatihan persiapan UN
supervisi dan X X X X X X X X
monev proses 3.5.1 Tersedianya media pembelajaran
pembelajaran yang memadai
3.6.1 Terlaksananya pembuatan media X X X X X X X X
3.4 Penyusunan pembelajaran berbasis IT
bahan 3.7.1 Semua guru mampu mengembangkan X X X X X X X X
ajar/Persiapan model pembelajaran
Ujian Nasional 3.8.1 Meningkatnya motivasi pembelajaran
baik guru maupun siswa X X X X X X X X
3.5 Pengembangan 3.9.1 memberikan penghargaan bagi guru
Media yang berprestasi
Pembelajaran 3.10.1 Semua guru melaksanakan analisis X X X X X X X X
dan program tindak lanjut
3.6 Pelatihan 3.11.1 Semua guru memberikan tugas
Pembuatan Media terstruktur pada akhir pembelajaran X X X X X X X X
Pembelajaran 3.12.1 Sewmua guru memberikan tugas
berbasis IT mandiri tidak terstruktur X X X X X X X X
3.7 Pengembangan 3.13.1 Terlaksananya bimbingan dan
Model konseling kepada siswa khususnya yang
Pembelajaran memiliki masalah dalam pembelajaran X X X X X X X X

3.8 Peningkatan
motivasi X X X X X X X X
pembelajaran

X X X X X X X X
3.9 Penghargaan
bagai guru
berprestasi
3.10 Pelaksanaan
analisis dan tindak
lanjut
3.11 Pemberian
Tugas terstruktur

3.12 Pemberian
Tugas Mandiri
Tidak Terstruktur

3.13 Kegiatan
Bimbingan dan
Konseling

4 Pengembang [Link]
an Standar n Tenaga
Pendidik Pendidik 4.1.1 Guru bisa melaksanakan dan - Kepala Madrasah
X X X X X X X X
dan Tenaga membuat PTK/KTI - KTU
Kependidika [Link] - Waka Kurikulum
n n Penelitian 4.1.2 Semua guru mengikuti kegiatan - Guru
Tindakan Kelas/ MGMP - Pegawai Perpus
KTI [Link] Kenaikan pangkat guru dan - Kepala Lab. X X X X X X X X
4.1.2. Pelaksanaan pegawai lancar - Bendaharawan
Kegiatan MGMP [Link] Semua guru memiliki sertifikasi
[Link] Terlaksananya study banding X X X X X X X X
4.1.3. [Link] Dapat mengikuti lomba guru
Pengemban berprestasi
gan Diri dan Karier X X X X X X X X
X X X X X X X X
[Link] Pengelola perpustakaan dapat
mengikuti pelatihan-pelatihan
[Link] Bendaharawan dan pengelola
X X X X X X X X
[Link] laboratorium dapat mengikuti pelatihan-
Profesionalisme pelatihan
Tenaga 4.2.3. Tenaga kependidikan memiliki
Kependidikan ijazah minimal S1
4.2.4 Tenaga administrasi mampu meraih
4.2.1 Pelatihan prestasi pada event lomba
Pengelolaan
perpustakaan
X X X X X X X X
4.2.2 Pelatihan [Link] Kepala madrasah melaksanakan
bendaharawan, kunjungan kerja
pengelolaan [Link] Kepala madrasah melakukan
laboratorium program study lanjut
4.2.3 Mengikuti [Link] Mengikuti kegiatan lomba karya X X X X X X X X
Study Lanjut
4.2.4 Lomba
Tenaga
Administrasi
X X X X X X X X
Berprestasi

[Link]
X X X X X X X X
Profesionalisme
Kepala Madrasah

4.3.1 Mengikuti
Kegiatan MKKS
4.3.2
Pengembangan
Diri dan Karier
X X X X X X X X

X X X X X X X X

X X X X X X X X

5 Pengembang [Link] 5.1.1Terwujudnya sarana pembelajaran - Waka Sarpras X X X X X X X X


an Standar Sarana khususnya untuk mapel penjasorkes, seni - Waka Kesiswaan
Sarana Pembelajaran budaya, peralatan matematika, alat peraga - KTU
Prasarana IPS (peta), peralatan IPA, Peralatan TIK - Guru

5.1.2 Terlaksananya pengadaan peralatan


mulok madrasah (tata boga), peraltan X X X X X X X X
mulok elektronika, peralatan PMR,
peralatan pramuka
5.1.3 Terlaksananya pengadaan peralatan
dan bahan UKS
5.1.4 Terwujudnya 6 set LCD X X X X X X X X
5.1.5 Penambahan akses jaringan internet
ke ruang penunjang lainnya X X X X X X X X
X X X X X X X X
5.2.1 Terwujudnja peralatan kantor yang
memadai, seperti: printer, cartride, X X X X X X X X
[Link] komputer, almari arsip kesiswaan
Sarana Kantor 5.2.1 Tersedianya mebelair ruang guru dan
TU yang memadai
X X X X X X X X
5.3.1 Mebelair dan prasarana
perpustakaan lainnya bertambah, baik
secara kuantitas maupun kualitas
5.3.2 Berlangganan majalah dan surat X X X X X X X X
5.3 Pengembangan kabar
Perpustakaan 5.3.3 Bertambahnya kuantitas buku paket
siswa X X X X X X X X
5.3.4 Tersedianya buku referensi guru

5.3.5 Bertambahnya koleksi buku X X X X X X X X


perpustakaan
X X X X X X X X

X X X X X X X X

6 Pengembang 7.1 Penyusunan 7.1.1 Tersusunnya RKS setiap awal tahun - Kepala Madrasah X X X X X X X X
an Standar RKS pelajaran - KTU
Pengelolaan 7.2.1 Orang tua siswa dan para stakeholder - Waka Kurikulum X X X X X X X X
7.2. Sosialisasi memahami tentang RKS - Waka Humas
RKS kepada orang 7.3.1 Optimalnya pembagian tugas guru
tua dan Stakeholder X X X X X X X X
7.3.2 Optimalnya pembagian tugas TU
X X X X X X X X
7.3 Pengembangan 7.3.3 Terbentuknya struktur dan X X X X X X X X
Pendayagunaan keorganisasian madrasah
SDM 7.4.1 Terselenggaranya rapat-rapat X X X X X X X X
kedinasan

7.5.1 Terlaksananya moitoring, evaluasi, X X X X X X X X


dan supervisi oleh kepala madrasah
7.4 Pengembangan 7.6.1 Terlaksananya penilaian kinerja
Pengelolaan kepala madrasah X X X X X X X X
Madrasah 7.7.1 Terlaksananya kegiatan bakti sosial
sebagai sarana promosi madrasah X X X X X X X X
7.5 Pengembangan 7.8.1 Tersusunnya dokumen dan data
Sistem Monitoring, dinding madrasah dengan rapi
Evaluasi dan X X X X X X X X
Supervisi

7.6 Pelaksanaan
Penilaian Kinerja
Kepala Madrasah
7.7 Kegiatan Sosial
dan Promosi
Madrasah

7.8 Penataan
Dokumen
Madrasah dan Data
Dinding

7 Pengembang [Link] 8.1.1Tersusunnya RAPBS dan APBS - Kepala Madrasah X X X X X X X X


an Standar dokumen setiap tahun - KTU
Pembiayaan pembiayaan - Bendaharawan
madrasah X X X X X X X X
[Link] 8.2.1 Terlaksananya rapat koordinasi
sumber dengan pengurus komite madrasah
keuangan/pemberd 8.2.2 Terselenggaranya penerimaan dana X X X X X X X X
ayaan komite partisipasi orangtua
madrasah 8.2.3 Tersusunnya proposal untuk
penggalangan dana X X X X X X X X
8.3.1 Penjaringan siswa kurang mampu
X X X X X X X X
8.3.2 Transportasi siswa miskin
8.3.3 Tersalurnya BSM kepada yang X X X X X X X X
[Link] berhak
bantuan dan 8.3.4 Memberikan dana beasiswa bagi X X X X X X X X
beasiswa anak yang berbakat dan berprestasi

X X X X X X X X

8 Pengembang 9.1 Ulangan Harian 9.1.1 Terlaksananya ulangan harian secara - Kepala Madrasah X X X X X X X X
an Standar Terprogram terprogram untuk semua mata pelajaran - Waka Kurikulum
Penilaian 9.2.1 Terselenggaranya UTS secara
9.2 Ulangan terprogram X X X X X X X X
Tengah Semester 9.3.1 Terselenggaranya UAS tepat sesuai
dengan kaldik X X X X X X X X
9.3 Ulangan Akhir 9.4.1 Terlaksananya UN dengan baik
Semester 9.5.1 Terlaksananya UM praktek maupun X X X X X X X X
tertulis dengan baik
X X X X X X X X
9.4 Ujian Nasional
9.5 Ujian Madrasah

Anda mungkin juga menyukai