PROGRAM KEGIATAN LITERASI
SMAN 1 MEMPURA
TP. 2026/2027
SMAN 1 MEMPURA
2026
PROGRAM KEGIATAN LITERASI SD ISLAM AL ANSHOR 1
Pendahuluan
Membaca merupakan salah satu fungsi yang paling penting dalam hidup. Semua
proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca (Glenn Doman). Dengan kemampuan
membaca yang membudaya dalam diri setiap anak, maka tingkat keberhasilan di Sekolah
maupun dalam kehidupan di masyarakat akan membuka peluang kesuksesan hidup yang
lebih baik.
Rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia kita
tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai
akibat lemahnya minat dan kemampuan membaca dan menulis. Membaca dan menulis
belum menjadi kebutuhan hidup dan belum menjadi budaya bangsa. Jumlah perpustakaan
dan buku buku jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan
permasalahan budaya membaca belum dianggap sebagai critical problem, sementara banyak
masalah lain yang dianggap lebih mendesak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23 tahun
2013 meluncurkan sebuah gerakan literasi Sekolah untuk menumbuhkan sikap budi pekerti
luhur kepada anak-anak melalui bahasa. Sederhananya, setiap anak di Sekolah dasar
diwajibkan membaca buku-buku bacaan cerita lokal dan cerita rakyat yang memiliki
kearifan lokal dalam materi bacaannya sebelum pelajaran kelas dimulai. Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut
adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai.
Secara luas, literasi yang dimaksud disini lebih dari sekedar membaca dan menulis. Ia
juga mencangkup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga
bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan
budaya (UNESCO, 2003)
Penanaman nilai-nilai budi pekerti luhur ini penting dilakukan sejak dini sebab proses
pendidikan sejatinya bukan hanya untuk mencetak manusia yang cerdas secara intelektual,
tapi juga cerdas emosional dan spiritual. Harus diakui, salah satu kekeliruan besar dalam
sistem pendidikan kita adalah sangat mengedepankan kecerdasan intelektual, namun
mengenyampingkan pelajaran yang mengandung nilai-nilai moral. Tak heran jika saat ini
banyak orang pintar, berpendidikan tinggi, tapi tak tahu sopan-santun, tak punya sikap
tenggang rasa, tak punya empati, dan semacamnya. Padahal dari buku-buku cerita rakyat
misalnya, banyak digambarkan ucap dan laku nenek moyang kita yang begitu luhur.
Gerakan literasi adalah salah satu cara untuk menanamkan budi pekerti luhur tersebut.
Guru memiliki peran penting dalam merangsang siswa untuk belajar, sehingga dalam
melaksanakan pembelajaran, guru harus menggunakan pendekatan yang komprehensif serta
progresif agar bisa memotivasi rasa ingin tahu siswa dan memicu mereka untuk berpikir
kritis. Hal ini akan berhasil jika guru mampu mengembangkan pembelajaran yang tepat
sehingga pembelajaran yang dilaksanakan dapat meningkatkan kemampuan literasi dan
potensi siswa seutuhnya. Dalam pengembangan pembelajaran, guru juga harus mampu
memilih dan memanfaatkan bahan ajar, seperti mendorong siswa untuk membaca buku-
buku yang berkualitas, karena membaca sejalan dengan proses berpikir kritis yang
memungkinkan siswa untuk kreatif dan berdaya cipta.
Gerakan literasi akan berhasil jika berjalan secara holistik. Selain guru di Sekolah,
orang tua, perpustakaan, pemerintah, dan pihak swasta pun harus bersama-sama mendukung
mewujudkan gerakan literasi.
A. Konsep Dasar Literasi
a. Literasi Dasar
Mengembangkan kegiatan membaca, menulis, dan berhitung.
b. Literasi Perpustakaan
Menggalakkan kegiatan literasi dengan menggunakan referensi yang ada di
perpustakaan.
c. Literasi Tekhnologi
Menggunakan kemajuan tekhnologi untuk memudahkan kegiatan literasi.
d. Literasi Media
Menggunakan media sebagai media kampanye literasi.
e. Literasi Visual
Kemampuan untuk mengapresiasi design grafis dan teks visual.
B. Tujuan
Tujuan untuk menjadikan Sekolah sebagai komunitas yang memiliki komitmen dan
budaya membaca yang tinggi serta miliki kemampuan untuk menulis yang
komprehensif.
Program Aksi dari Gerakan Literasi Sekolah adalah :
1. Menawarkan, mengajak atau menunjuk Sekolah atau masyarakat Sekolah (siswa,
guru, manajemen Sekolah, kepala Sekolah dan komite) agar dapat melaksanakan
kegiatan gerakan literasi Sekolah yang merupakan bentuk aksi/kegiatan;
2. Mengadakan Sosialisasi tentang pemahaman kepada guru, kepala Sekolah, komite
atau orang tua siswa tentang apa dan bagaimana gerakan literasi Sekolah;
3. Menyediakan Buku Bacaan Bagi Siswa, merupakan kegiatan yang dirancang untuk
mendapatkan buku bacaan bagi Sekolah minimal 3 kali jumlah siswa di Sekolah,
setiap kelas di dorong untuk memiliki sudut baca (reading corner), melalui
kerjasama dengan komite Sekolah dan wali murid;
4. Program Membaca Setiap Hari, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap
Sekolah mengalokasikan waktu minimal 15-30 menit sehari, guna membiasakan
siswa, guru, manajeman Sekolah dan kepala Sekolah untuk membaca di Sekolah
maupun di rumah;
5. One Child Book, merupakan Kegiatan Yang Dirancang Untuk Meningkatkan
Jumlah Dan Jenis Buku Bacaan Di Sekolah, Agar Setiap Siswa Paling Sedikit
Memiliki 1 Buku Untuk Di Baca Di Sekolah/Kelas Maupun Di Rumah,
Diharapkan Orang Tua Membelikan Minimal 1 Buku Untuk Satu Semester Atau 1
Buku Satu Tahun, Yang Kemudian Disumbangkan Untuk Perpustakaan Sekolah;
6. Tantangan Membaca, merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengejar
target/jumlah tertentu terhadap buku yang dibaca baik tingkat Sekolah,
kabupaten/kota maupun tingkat provinsi;
7. Reading Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan
penghargaan membaca bagi siswa terbanyak membaca buku baik bersakala tingkat
masing masing Sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi, hal ini bertujuan
agar meransang siswa agar terus membaca;
8. Pelatihan Menulis, merupakan kegiatan yang dirancang agar setiap Sekolah
melatih/mendidik siswa untuk menulis, dengan pemberian tugas untuk menulis
kembali buku yang telah dibaca dalam bentuk resume buku atau resensi buku;
9. Writing Award, merupakan kegiatan yang dirancang untuk memberikan
penghargaan kemampuan menulis bagi siswa terhadap buku yang dibaca baik
bersakala tingkat masing masing Sekolah, kabupaten/kota maupun tingkat provinsi,
hal ini bertujuan agar meransang siswa untuk bisa menulis;
10. Program Aksi Lainnya, program aksi/kegiatan lainnya dapat dirancang secara
khusus dalam upaya membudayakan minat baca dan meningkatkan kemampuan
menulis siswa sesuai dengan sasaran dan harapan yang diinginkan.
C. Sasaran
Siswa Siswi SMAN 1Mempura lelas 10 - 12
D. Pelaksanaan
Tekhnis Konsep Literasi (Harian, Mingguan, Bulanan, Per Semester/enam bulanan)
Sekolah :
HARIAN
1. Membaca buku-buku budi pekerti, buku-buku umum, majalah, dan koran 10 menit
sebelum pelajaran dimulai di kelas masing-masing.
2. Menyediakan Pojok Literasi di Perpustakaan, taman, atau lokasi manapun yang
nyaman di lingkungan Sekolah.
3. Mengaitkan kegiatan literasi dengan pelajaran lainnya seperti (membaca, menulis,
bermain drama, menggambar, kerajinan tangan, dst) di Pojok Literasi.
4. Mengaitkan setiap mata pelajaran dengan buku-buku yang mengandung nilai-nilai
budi pekerti luhur.
MINGGUAN
1. Meminta dan memotivasi anak untuk berkunjung ke Perpustakaan Taman yang
merupakan kegiatan mingguan Perpustakaan.
2. Mendorong dan mendampingi anak untuk membuat karya (mengarang, pusi,
gambar, dll)
3. Melakukan Evaluasi dan Observasi terhadap pelaksanaan kegiatan literasi di akhir
pekan.
BULANAN
Mengadakan kegiatan kunjungan ke pusat-pusat Literasi (Gramedia, museum, dst).
PER SEMESTER / ENAM BULAN
1. Memberi reward kepada siswa yang mendapatkan nilai terbaik dalam bidang
literasi (reading award dan writing award)
2. Mendorong orang tua siswa untuk menjadi penyumbang buku anak di akhir
semester
E. Monitoring dan Evaluasi
a. Perpustakaan kepada Sekolah
b. Sekolah kepada murid
F. Penutup
Demikianlah program literassi ini dibuat. Semoga dapat menggambarkan kegiatan yang
dimaksud serta dapat dijadikan kerangka acuan kerja program Literasi,
Siak, Juli 2026
Kepala Perpustakaan SMAN 1 Mempura
ISYE OLIVIA, S,Pd
NIP. 197602222007012016