Program Layanan Bimbingan DAN Konseling: Ary Galih Prasetyo, S.PD Mts Darul Huda Bagorejo
Program Layanan Bimbingan DAN Konseling: Ary Galih Prasetyo, S.PD Mts Darul Huda Bagorejo
OLEH
TAHUN 2025/2026
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan
Karunia – Nya kami dapat menyusun program kerja bimbingan dan konseling ini.
Dengan program kerja ini, guru bimbingan konseling/konselor diharapkan dapat lancar dan sukses
menyelenggarakan tugas – tugasnya dalam bidang bimbingan konseling, sehingga membantu
sukses kegiatan belajar mengajar.
Oleh karena itu guru bimbingan konseling agar selalu mengembangkan wawasan
pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap berkenaan dengan tugas pokoknya dalam bidang
bimbingan dan konseling.
Segenap personal sekolah lainnya, terutama kepala sekolah, guru mata pelajaran dan wali
kelas diharapkan dapat bekerjasama untuk membantu kelancaran tugas – tugas guru
bimbingan dan konseling sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya.
Ditetapkan di : Jember
Pada tanggal : 20 Agustus 2025
Kepala Sekolah
MTs Darul Huda
Wafirotul Ainiyah,SE.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1
butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, Pasal 3 bahwa
pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, dan
Pasal 4 ayat (4) bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan,
membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
pembelajaran, dan Pasal 12 Ayat (1b) yang menyatakan bahwa setiap peserta didik
pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai
dengan bakat, minat, dan kemampuannya
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 5 s.d Pasal 18 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan
menengah.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri
peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan/atau
dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan.
4. Dasar Standarisasi Profesi Konseling yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Tahun 2004 untuk memberi arah pengembangan profesi konseling di
sekolah dan di luar sekolah.
C. VISI DAN MISI BIMBINGAN DAN KONSELING
1. VISI
Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan
yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam
pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik
berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.
2. MISI
a. Misi pendidikan, yaitu memfasilitasi pengembangan peserta didik
melalui pembentukan perilaku afektif-normatif dalam kehidupan keseharian
dan masa depan.
b. Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi pengembangan potensi
dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah/madrasah,
keluarga dan masyarakat.
c. Misi pengentasan masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta
didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
D. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tujuan umum program bimbingan dan konseling adalah sabagai berikut:
a. Sebagai pedoman pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam
rangkaa mewujudkan pendidikan nasional yaitu terwujudnya manusia Indonesia
seutuhnya yang cerdas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa
dan berbudi pekerti luhur,memiliki pengetahuan dan ketrampilan,kesehatan
jasmani dan rohani,kepribadian yang mantap dan mandiri,serta rasa
tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
b. Sebagai pedoman dalam melaksanakan bimbingan dan konseling dalam rangka
membantu siswa mengenal bakat , minat dan kemampuannya serta memilih dan
menyesuaikan diri dengan kesempatan pendidikan untuk merencanakan karir
yang sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan.
2. Tujuan Khusus
Tujuan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik
dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan
belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan konseling
memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau
klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan,
kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu
mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.
E. FUNGSI
1. Fungsi Pemahaman
Adalah fungsi layanan bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan
pemahaman tentang sesuatu oleh pihak tertentu sesuai dengan keperluan
pengembangan siswa yang meliputi:
a. Pemahaman tentang diri sendiri,terutama olah siswa sendiri,orang tua,guru dan
pembimbing.
b. Pemahaman tentang lingkungan siswa ( keluarga, Sekolah, masyarakat)
c. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (informasi tentang
pendidikan,jabatan/pekerjaan,budaya/nilai-nilai)terutama oleh siswa sendiri.
2. Fungsi Pencegahan
Adalah Fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya siswa
dari berbagai masalah yang akan mengganggu, menghambat atau
menimbulkan kesulitan – kesulitan dalam proses perkembangannya.
3. Fungsi Pengentasan
Adalah fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpecahnya/
teratasinya berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa.
4. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Adalah Fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terpeliharanya
dan berkembangnya berbagai potensi siswa dalam rangka mengembangkan diri
secara mantap dan berkelanjutan.
.
F. SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai melaluai program bimbingan dan konseling adalah
terlaksananya layanan bimbingan dan konseling yang menyeluruh terhadap para peserta
didik dalam rangka mewujudkan diri melalui pengembangan segenap potensi yang
dimilikinya secara optimal.
1. Keadaan Guru BK
Jumlah personil guru BK ada 1 orang:
Bpk. Ary Galih Prasetyo,[Link].
2. Keadaan Siswa
Jumlah siswa MTs Darul Huda berjumlah 156 orang yang terdiri dari:
BAB II
A. ORGANISASI
5. Siswa
Adalah peserta didik Yang berhak menerima pendidikan, pelatihan,dan pelayananbimbingan
dan konseling dari guru BK/Konselor.
B. STRUKTUR ORGANISASI
KEPALA MADRASAH
WAFIROTUL AINIYAH,SE
GURU BK
GURU KLS 1 GURU KLS 2 GURU KLS 3 GURU KLS 4 GURU KLS 5 GURU KLS 6
NIA ASTREANTI, [Link]. JOKO SANISTIYANTONO, [Link]. NURUL KHOIYUMAH, [Link]. GALUH WINDARI P, [Link]. WIWIN FITRIYANTI, [Link]. HIDAMAN YUSUF, [Link].
SISWA-SISWI
5. Siswa Konsultasi
KEPALA SEKO
GURU BK KLS RENDAH
GURU BK KLS TINGGI
LAH
E. SARANA DAN PRASARANA BK
C. FORMAT KEGIATAN
Format kegiatan layanan bimbingan dan konseling meliputi:
a. Individual, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani peserta
didik secara perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah
peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani sejumlah peserta
didik dalam satu kelompok.
d. Lapangan, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani seorang atau
sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau di lapangan.
e. Pendekatan khusus/kolaboratif’, yaitu format kegiatan bimbingan dan konseling
yang melayani kepentingan peserta didik melalui kegiatan pendekatan kepada pihak-
pihak yang memberikan kemudahan
f. Jarak jauh,format kegiatan bimbingan dan konseling yang melayani kepentingan siswa
melalui media/saluranjarak jauh sperti surat dan sarana elektronik
D. PROGRAM PELAYANAN
1. Jenis program
a. Program tahunan, yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas.
b. Program semester, yaitu program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
c. Program bulanan, program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh kegiatan
selama satu bulan yang merupakan jabaran program semester.
d. Program mingguan, program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
e. Program harian, program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan
pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari
program mingguan dalam bentuk rencana program pelayanan/pendukung (RPP).
Penyusunan program
a. Program pelayanan bimbingan dan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta
didik yang diperoleh melalui aplikasi instrumen.
b. Substansi program pelayanan bimbingan dan konseling meliputi empat bidang
pengembangan, jenis layanan dan kegiatan pendukung, bentuk kegiatan,
sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas guru pembimbing/konselor sekolah.
KEGIATAN
BIDANG NO KEBUTUHAN /PERMASALAHAN JENIS LAYANAN
PENDUKUNG
aplikasi
PRIBADI 1 Need assesment dengan angket kebutuhan Instrumen
2 Meningkatkan motivasi berprestasi Infomasi,Konten
3 Perilaku asertif konten
4 ESQ Sebagai kunci sukses Informasi
konseling
5 Data kebutuhan dan masalah pribadi siswa individu Himpunan data
JENIS KEGIATAN
BIDANG NO KEBUTUHAN /PERMASALAHAN
LAYANAN PENDUKUNG
aplikasi
PRIBADI 1 Need assesment dengan angket kebutuhan Instrumen
2 Meningkatkan rasa percaya diri Informasi,konten
3 Berfikirpositif Informasi,konten
4 management waktu konten
5 Hard skill dan softskill Informasi,konten
6 mengenal dan mengeksplorasi potensi diri konten
7 Mengenal bakat dan minat Informasi,konten
8 Kedewasaan Informasi,konten
9 kecerdasan emosi Informasi,konten
10 data kebutuhan/masalah pribadi siswa konseling individu Himpunan data
E. PENILAIAN KEGIATAN
Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki arti sebagai upaya memadukan berbagai
fungsi dari suatu administrasi yang meliputi aspek: perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi
dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang spesifik. Perencanaan program pelayanan bimbingan
dan konseling ini berdasarkan hasil analisis kebutuhan nyata siswa. Program pelayanan ini
disusun dalam rencana yang jelas, baik rincian setiap kegiatan yang akan dilakukan, jangka
waktunya, maupun siapa yang akan melakukannya.
Keberhasilan program pelayanan bimbingan dan konseling ini, dipengaruhi oleh banyak faktor,
diantaranya:
1. Guru pembimbing.
Guru pembimbing merupakan tenaga profesional, hendaknya memiliki modal personal dan
modal profesional yang dapat diandalkan untuk tugas-tugas profesional bimbingan
dan konseling.
yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan program, diantaranya (1) alat pengumpul
data, tes maupun non tes, (2) alat penyimpan data, (3) kelengkapan penunjang teknis,
misalnya data informasi, paket bimbingan, alat bantu bimbingan, dan sebagainya, (4)
perlengkapan administrasi, seperti alat tulis, format rencana kegiatan, blanko laporan
kegiatan, dan sebagainya.
Program akan mudah dilaksanakan apabila, ada kerjasama diantara semua pihak
yang berkepentingan dalam kesuksesan pelayanan bimbingan dan konseling. Kerjasama antara
kepala sekolah, guru mata pelajaran dengan guru pembimbing terjalin sesuai dengan tugas dan
peranan masing-masing dalam kegiatan pelayanan, maka kegiatan pelayanan bimbingan dan
konseling di sekolah dapat berjalan optimal. Tanpa kerjasama antarpersonil di sekolah, kegiatan
pelayanan ini akan banyak mengalami hambatan.