0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan24 halaman

LP RBD Resume

Dokumen ini membahas tentang bunuh diri, termasuk definisi, etiologi, tanda dan gejala, serta kategori perilaku bunuh diri. Faktor predisposisi seperti gangguan psikiatrik, sifat kepribadian, dan lingkungan psikososial berkontribusi terhadap risiko bunuh diri. Selain itu, perilaku bunuh diri dibagi menjadi upaya bunuh diri, isyarat bunuh diri, dan ancaman bunuh diri, yang masing-masing memerlukan perhatian serius dalam konteks keperawatan.

Diunggah oleh

renatachiara2317
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan24 halaman

LP RBD Resume

Dokumen ini membahas tentang bunuh diri, termasuk definisi, etiologi, tanda dan gejala, serta kategori perilaku bunuh diri. Faktor predisposisi seperti gangguan psikiatrik, sifat kepribadian, dan lingkungan psikososial berkontribusi terhadap risiko bunuh diri. Selain itu, perilaku bunuh diri dibagi menjadi upaya bunuh diri, isyarat bunuh diri, dan ancaman bunuh diri, yang masing-masing memerlukan perhatian serius dalam konteks keperawatan.

Diunggah oleh

renatachiara2317
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Definisi
Bunuh diri adalah tindakan agresif yang merusak diri sendiri dandapat
mengakhiri kehidupan. Perilaku bunuh diri yang tampak padaseseorang
disebabkan karena stress yang tinggi dan kegagalan mekanismekoping
yang digunakan dalam mengatasi masalah (Damaiyanti, M danIskandar,
2018 dalam Asuhan Keperawatan Jiwa yang disebutkan olehkeliat dan
akemat, 2019)
Bunuh diri adalah suatu keadaan dimana individu mengalamiresiko untuk
menyakiti diri sendiri untuk melakukan tindakan yang dapatmengancam
nyawa. Dalam sumber lain dikatakan bahwa bunuh dirisebagai perilaku
destruktif terhadap diri sendiri yang jika tidak dicegahdapat mengarah
kepada kematian. Perilaku destruktif diri yang mencakupsetiap bentuk
aktivitas bunuh diri, niatnya adalah kematian dan individumenyadari hal
ini sebagai sesuatu yang diinginkan (Damaiyanti, M danIskandar, 2018
dalam Asuhan Keperawatan Jiwa yang disebutkan olehstuart dan sundeen,
2019).
Bunuh diri adalah setiap aktivitas yang jika tidak dicegah dapatmengarah
pada kematian (Damaiyanti, M dan Iskandar, 2018 dalamAsuhan
Keperawatan Jiwa yang disebutkan oleh stuart, 2017).
Risiko bunuh diri adalah rentan terhadap menyakiti diri sendiridan cedera
yang mengancam jiwa ( Anna Keliat, B. Dkk. DiagnosisKeperawatan :
definisi dan klasifikasi 2017-2018 : 2018).

2. Etiologi
a. Faktor predisposisi
Lima faktor predisposisi yang menunjang pada pemahaman
perilakudestruktif diri sepanjang siklus kehidupan adalah sebagai
berikut :
- Diagnosis psikiatrik
Lebih dari 90% orang dewasa yang mengakhiri hidupnya dengan
cara bunuh diri mempunyaif wayat gangguan jiwa. Tiga gangguan
jiwa yang dapat membuat individu berisiko untuk melakukan
tindakan bunuh diri adalah gangguan efektif, penyalagunaan zat,
dan skizofrenia.
- Sifat kepribadian
Tiga tipe kepribadiaan yang erat hubungannya dengan besarnya
resiko bunuh diri adalah antipati, implusif, dan depresi.
- Lingkungan psikososial
Faktor predisposisi terjadinya perilaku bunuh diri, antaranya adalah
pengalaman kehilangan, kehilangan dukungan sosial, kejadian-
Kejadian negatif dalam hidap, penyakit kronis, perpisahan, atau
bahkan perceraian. Kekuatan dukungan social sangan penting
dalam menciptakan intervensi yang terapeutik, dengan terlebih
dahulu mengetahui penyebab masalah, respon seseorang dalam
menghadapi masalah tersebut, dan lai-lain.
- Riwayat keluarga
Riwayat keluarga yang pernah melakukan bunuh diri merupakan
faktor penting yang dapat menyebabkan seseorang melakukan
tindakan bunuh diri.
- Faktor biokimia
Data menunjukkan bahwa klien dengan resiko bunuh diri terjadi
peningkatan zat-zat kimia yang terdapat dalam otak seperti
serotonin, adrenalin, dan dopamine. Peningkatan zat tersebut dapat
diliham melalui rekaman gelombang otak electro encephalo graph
(EEG).
b. Faktor presipitasi
Perilaku destriktif diri dapat ditimbulkan oleh stress berlebihan yang
dialami oleh individu. Pencetusnya sering kali berupa kejadian hidup
yang memalukan. Faktor lain yang dapat menjadi pencetus adalah
melihat atau membaca melalui media mengenai orang yang melakukan
bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Bagi individu yang emosinya
labil, hal tersebut menjadı sangat rentan.
c. Perilaku koping
Klien dengan penyakit kronik atau penyakit yang mengancam
kehidupan dapat melakukan perilaku bunuh diri dan sering kali orang
ini secara sadar meminta untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Perilaku bunuh diri berhubungan dengan banyak faktor, baik faktor
sosial maupun budaya. Struktur sosial dari kehidupan bersosial dapat
menolong atau bahkan mendorong klien melakukan perilaku bunuh
diri. Isolasi sosial dapat menyebabkan kesepian dan meningkatkan
keinginan seseorang untuk melakukan bunuh diri. Seseorang yang
aktif dalam kegiatan masyarakat lebih mampu menoleransi stress dan
menurungkan angka bunuh diri. Aktif dalam kegiatan keagamaan Juga
dapat mencegah seseorang melakukan tindakan bunuh diri
d. Mekanisme koping
Seseorang klien mungkin memakai beberapa variasi mekanisme
koping yang berhubungan dengan perilaku bunuh diri. Termasuk
denial, rasionalization, regrassion, dan magical thingking. Mekanisme
pertahanan diri yang ada seharusnya tidak ditentang tanpa memberikan
koping alternatif.(Damaiyanti, M dan Iskandar, 2018 dalam Asuhan
Keperawatan Jiwa)
e. Rentang respon protektif diri

Respon adaptif Respon maladaptive


Peningkatan Resiko Destruktif Pencederaan Bunuh diri
diri destruktif diri tidak diri
langsung
Perilaku bunuh diri menunjukan adanya kegagalan mekanisme koping.
Ancaman bunuh diri mungkin menunjukan Upaya terakhir untuk
mendapatkan pertolongan agar dapat mengatasi suatu masalah.

Adaptif Maladaptif

Peningkatan diri pertumbuhan perilaku destruktif


pencederaan
Peningkatan beresiko diri tak langsung & bunuh diri
3. Tanda dan gejala
Menurut Damaiyanti, M dan Iskandar, 2014 dalam Buku Asuhan
Keperawatan Jiwa, (yang di sebutkan oleh fitrya, 2019) tanda dan
gejala dari resiko bunuh diri adalah:
a. Mempunyai ide untuk bunuh diri
b. Mengungkapkan keinginan untuk mati
c. Mengungkapkan rasa bersalah dan keputusasaan
d. Implusif
e. Menunjukkan perilaku yang mencurigakan (biasanya menjadi sangat
patuh).
f. Memiliki riwayat percobaan bunuh diri
g. Verbal terselubung (berbicara tentang kematian, menanyakan tentang
obat dosis mematikan).
h. Status emosional (harapan, penolakan, cemas meningkat,panik, marah
dan mengasingkan diri).
i. Kesehatan mental (secara klinis, klien terlihat sebagai orang yang
depresi, psikosis dan menyalagunakan alkohol).
j. Kesehatan fisik (biasanya pada klien dengan penyakit kronik atau
terminal).
k. Pengangguran (tidak bekerja, kehilangan pekerjaan, atau mengalami
kegagalan dalam karier).
l. Pekerjaan
m. Konflik interpersonal
n. Latar belakang keluarga

4. Perilaku bunuh diri


Menurut (Stuart dan Sundeen, 1995. Dikutip Fitria, Nita, 2009) dibagi
menjadi tiga kategori yang sebagai berikut.
a. Upaya bunuh diri (scucide attempt)
Yaitu sengaja melakukan kegiatan itu sampai tuntas yang akan
menyebabkan kematian. Kondisi ini terjadi setelah tanda peringatan
terlewatkan atau diabaikan. Orang yang hanya berniat melakukan
upaya bunuh diri dan tidak benar-benar ingin mati mungkin akan mati
jika tanda-tanda tersebut tidak diketahui tepat pada waktunya.
b. Isyarat bunuh diri (suicide gesture)
Yaitu bunuh diri yang direncanakan untuk usaha mempengaruhi
perilaku orang lain.
c. Ancaman bunuh diri (suicide threat)
Yaitu suatu peringatan baik secara langsung verbal atau nonverbal
bahwa seseorang sedang mengupayakan bunuh diri. Orang tersebut
mungkin menunjukkan secara verbal bahwa dia tidak akan ada di
sekitar kita lagi atau juga mengungkapkan secara nonverbal berupa
pemberian hadiah, wasiat, dan sebagainya. Kurangnya respon positif
dari orang sekitar dapat dipersepsikan sebagai dukungan untuk
melakukan tindakan bunuh diri

5. Proses terjadinya bunuh diri

Setiap upaya percobaan bunuh diri selalu diawali dengan adanya motivasi
untuk bunuh diri dengan berbagai alasan berniat melaksanakan bunuh diri,
mengembangkan gagasan sampai akhirnya melakukan bunuh diri. Oleh
karena itu, adanya percobaan bunuh diri merupakan masalah keperawatan
yang harus mendapatkan perhatian serius. Sesekali pasien berhasil
mencoba bunuh diri, maka selesai riwayat pasien. Untuk itu, perlu
diperhatikan beberapa mitos (pendapat yang salah) tentang bunuh diri.
6. Pohon masalah

Resiko bunuh diri

gangguan presepsi sensori: halusinasi

7. Diagnosis keperawtan
1. Resiko bunuh diri
2. Gangguan presepsi sensori: halusinasi

8. Menurut (Stuart
dan Sundeen,
1995. Dikutip
Fitria, Nita, 2009)
dibagi menjadi tiga
9. kategori yang
sebagai berikut.
10. Upaya bunuh
diri (scucide
attempt)
11. 1.
12. Yaitu sengaja
kegiatan itu sampai
tuntas akan
menyebabkan
kematian. Kondisi
ini
13. terjadi setelah
tanda peringatan
terlewatkan atau
diabaikan. Orang
yang hanya
14. berniat
melakukan upaya
bunuh diri dan
tidak benar-benar
ingin mati
mungkin
15. akan mati jika
tanda-tanda
tersebut tidak
diketahui tepat
pada waktunya.
16. Isyarat bunuh
diri (suicide
gesture)
17. 2.
18. Yaitu bunuh
diri yang
direncanakan
untuk usaha
mempengaruhi
perilaku orang
19. lain.
20. Ancaman
bunuh diri (suicide
threat)
21. 3.
22. Yaitu
23.
24. suatu
25.
26. peringatan
27.
28. baik
29.
30. secara
31.
32. langsung
33.
34. verbal
35.
36. atau
37.
38. nonverbal
39.
40. bahwa
41. seseorang
sedang
mengupayakan
bunuh diri. Orang
tersebut mungkin
42. menunjukkan
secara verbal
bahwa dia tidak
akan ada di sekitar
kita lagi atau juga
43. mengungkapka
n secara
nonverbal berupa
pemberian hadiah,
wasiat, dan
44. sebagainya.
Kurangnya
45.
46. respon positif
dari orang sekitar
dapat
dipersepsikan
47. sebagai
dukungan untuk
melakukan
tindakan bunuh diri
48. Menurut (Stuart
dan Sundeen,
1995. Dikutip
Fitria, Nita, 2009)
dibagi menjadi tiga
49. kategori yang
sebagai berikut.
50. Upaya bunuh
diri (scucide
attempt)
51. 1.
52. Yaitu sengaja
kegiatan itu sampai
tuntas akan
menyebabkan
kematian. Kondisi
ini
53. terjadi setelah
tanda peringatan
terlewatkan atau
diabaikan. Orang
yang hanya
54. berniat
melakukan upaya
bunuh diri dan
tidak benar-benar
ingin mati
mungkin
55. akan mati jika
tanda-tanda
tersebut tidak
diketahui tepat
pada waktunya.
56. Isyarat bunuh
diri (suicide
gesture)
57. 2.
58. Yaitu bunuh
diri yang
direncanakan
untuk usaha
mempengaruhi
perilaku orang
59. lain.
60. Ancaman
bunuh diri (suicide
threat)
61. 3.
62. Yaitu
63.
64. suatu
65.
66. peringatan
67.
68. baik
69.
70. secara
71.
72. langsung
73.
74. verbal
75.
76. atau
77.
78. nonverbal
79.
80. bahwa
81. seseorang
sedang
mengupayakan
bunuh diri. Orang
tersebut mungkin
82. menunjukkan
secara verbal
bahwa dia tidak
akan ada di sekitar
kita lagi atau juga
83. mengungkapka
n secara
nonverbal berupa
pemberian hadiah,
wasiat, dan
84. sebagainya.
Kurangnya
85.
86. respon positif
dari orang sekitar
dapat
dipersepsikan
87. sebagai
dukungan untuk
melakukan
tindakan bunuh diri
88. Menurut (Stuart
dan Sundeen,
1995. Dikutip
Fitria, Nita, 2009)
dibagi menjadi tiga
89. kategori yang
sebagai berikut.
90. Upaya bunuh
diri (scucide
attempt)
91. 1.
92. Yaitu sengaja
kegiatan itu sampai
tuntas akan
menyebabkan
kematian. Kondisi
ini
93. terjadi setelah
tanda peringatan
terlewatkan atau
diabaikan. Orang
yang hanya
94. berniat
melakukan upaya
bunuh diri dan
tidak benar-benar
ingin mati
mungkin
95. akan mati jika
tanda-tanda
tersebut tidak
diketahui tepat
pada waktunya.
96. Isyarat bunuh
diri (suicide
gesture)
97. 2.
98. Yaitu bunuh
diri yang
direncanakan
untuk usaha
mempengaruhi
perilaku orang
99. lain.
[Link]
bunuh diri (suicide
threat)
101.3.
[Link]
103.
[Link]
105.
[Link]
107.
[Link]
109.
[Link]
111.
[Link]
113.
[Link]
115.
[Link]
117.
[Link]
119.
[Link]
[Link]
sedang
mengupayakan
bunuh diri. Orang
tersebut mungkin
[Link]
secara verbal
bahwa dia tidak
akan ada di sekitar
kita lagi atau juga
[Link]
n secara
nonverbal berupa
pemberian hadiah,
wasiat, dan
[Link].
Kurangnya
125.
[Link] positif
dari orang sekitar
dapat
dipersepsikan
[Link]
dukungan untuk
melakukan
tindakan bunuh diri

Anda mungkin juga menyukai