Cari Masuk Unduh gratis selama 30 hari
100% (8) · 23K tayangan · 46 halaman
Alur Rujukan PDF
Dokumen tersebut menjelaskan prosedur standar rujukan dan balik rujukan pasien antara fasilitas
kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, Polindes) dengan fasilitas rujukan (Rumah Sakit). Terdap…
Deskripsi lengkap
Diunggah oleh UPTD Puskemas Gempol Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat
Judul dan keterangan yang ditingkatkan AI
Unduh Simpan Bagikan 100% 0% Cetak Tanamkan Ask AI Laporkan
Unduh
1 / 46 Temukan dala…
Bagan Alur Rujukan di desa Cupang Puskesmas Gempol
RSU Kelas A / Khusus
RSU Provinsi/Swasta
Di Ibukota Provinsi
BLKM
RS Jiwa
RS Khusus
RSU Kelas C/Swasta BKMM
Di Kabupaten/Kota KKP
RSU Kelas D/Swasta
Di Kabupaten/Kota
Puskesmas, Puskesmas Perawatan, Puskesmas PONED
Dokter praktek
umum & Spesialis
Polindesa/Poskesdes/ Klinik RB / Bidan
Pustu
MASYARAKAT UMUM / Posyandu / KADER
Ketrangan: Alur pengiriman rujukan
Alur rujukan balik
Ketentuan Khusus:
• Untuk pasien gawat darurat, kasus Kejadian Luar Biasa (KLB), dan keadaan
geografis sesuai pemetaan wilayah rujukan, disesuaikan dengan sarana pelayanan
kesehatan yang lebih mampu dan terdekat.
1.
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
TATA CARA PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN
BAB III
TATA CARA PELAKSANAAN
SISTEM RUJUKAN
Untuk memberikan pedoman kepada unit-unit pelayanan kesehatan
dalam melaksanakan sistem rujukan, maka berikut ini akan diuraikan
tentang:
1. Prosedur standar merujuk pasien dan menerima rujukan pasien.
2. Prosedur standar merujuk spesimen dan menerima rujukan specimen/
Penunjang Diagnostik lainnya.
3. Prosedur standar rujukan pengetahuan dan tenaga ahli / dokter
spesialis.
4. Prosedur monitoring dan evaluasi pelaksanaan sistem rujukan.
A. MERUJUK DAN MENERIMA RUJUKAN PASIEN
Pasien yang akan dirujuk harus sudah diperiksa dan layak untuk dirujuk.
Adapun kriteria pasien yang dirujuk adalah bila memenuhi salah satu dari:
1. Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu diatasi.
2. Hasil pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang medis ternyata
tidak mampu diatasi.
3. Memerlukan pemeriksaan penunjang medis yang lebih lengkap, tetapi
pemeriksaan harus disertai pasien yang bersangkutan.
4. Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan pemeriksaan,
pengobatan dan perawatan di sarana kesehatan yang lebih mampu.
PETUNJUK TEKNIS
37.
SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
Dalam prosedur merujuk dan menerima rujukan pasien ada dua pihak
yang terlibat yaitu pihak yang merujuk dan pihak yang menerima rujukan
dengan rincian beberapa prosedur sebagai berikut :
1. Prosedur standar merujuk pasien
2. Prosedur standar menerima rujukan pasien,
3. Prosedur standar memberi rujukan balik pasien,
4. Prosedur standar menerima rujukan balik pasien.
1. Prosedur standar merujuk pasien
a. Prosedur Klinis:
1. Melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang medik untuk menentukan diagnosa utama dan diagnosa
banding.
2. Memberikan tindakan pra rujukan sesuai kasus berdasarkan
Standar Prosedur Operasional (SPO).
3. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan.
4. Untuk pasien gawat darurat harus didampingi petugas Medis /
Paramedis yang kompeten dibidangnya dan mengetahui kondisi
pasien.
5. Apabila pasien diantar dengan kendaraan Puskesmas keliling atau
ambulans, agar petugas dan kendaraan tetap menunggu pasien
di IGD tujuan sampai ada kepastian pasien tersebut mendapat
pelayanan dan kesimpulan dirawat inap atau rawat jalan.
b. Prosedur Administratif:
1. Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan pra-rujukan.
2. Membuat catatan rekam medis pasien.
3. Memberikan Informed Consernt (persetujuan/penolakan rujukan)
4. Membuat surat rujukan pasien rangkap 2 (form R/1/a terlampir).
Lembar pertama dikirim ke tempat rujukan bersama pasien yang
bersakutan. Lembar kedua disimpan sebagai arsip.
38.
1.
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
TATA CARA PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN
5. Mencatat identitas pasien pada buku register rujukan pasien.
6. Menyiapkan sarana transportasi dan sedapat mungkin menjalin
komunikasi dengan tempat tujuan rujukan.
7. Pengiriman pasien ini sebaiknya dilaksanakan setelah diselesaikan
administrasi yang bersangkutan.
2. Prosedur standar menerima rujukan Pasien.
a. Prosedur Klinis:
1. Segera menerima dan melakukan stabilisasi pasien rujukan sesuai
Standar Prosedur Operasional (SPO).
2. Setelah stabil, meneruskan pasien ke ruang perawatan elektif untuk
perawatan selanjutnya atau meneruskan ke sarana kesehatan yang
lebih mampu untuk dirujuk lanjut.
3. Melakukan monitoring dan evaluasi kemajuan klinis pasien.
b. Prosedur Administratif:
1. Menerima, meneliti dan menandatangani surat rujukan pasien
yang telah diterima untuk ditempelkan di kartu status pasien.
2. Apabila pasien tersebut dapat diterima kemudian membuat tanda
terima pasien sesuai aturan masing-masing sarana.
3. Mengisi hasil pemeriksaan dan pengobatan serta perawatan
pada kartu catatan medis dan diteruskan ke tempat perawatan
selanjutnya sesuai kondisi pasien.
4. Membuat informed consent (persetujuan tindakan, persetujuan
rawat inap atau pulang paksa).
5. Segera memberikan informasi tentang keputusan tindakan /
perawatan yang akan dilakukan kepada petugas / keluarga pasien
yang mengantar.
6. Apabila tidak sanggup menangani (sesuai perlengkapan Puskesmas /
RSUD yang bersangkutan), maka harus merujuk ke RSU yang lebih
mampu dengan membuat surat rujukan pasien rangkap 2 (lihat
format R/1 terlampir) kemudian surat rujukan yang asli dibawa
bersama pasien, prosedur selanjutnya sama seperti merujuk pasien.
PETUNJUK TEKNIS
39.
SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
7. Mencatat identitas pasien di buku register yg ditentukan.
8. Bagi Rumah Sakit, mengisi laporan Triwulan pada RL.1.
(Terlampir)
3. Prosedur standar membalas rujukan pasien
a. Prosedur Klinis:
1. Rumah Sakit atau Puskesmas yang menerima rujukan pasien wajib
mengembalikan pasien ke RS / Puskesmas / Polindes/Poskesdes
pengirim setelah dilakukan proses antara lain:
a. Sesudah pemeriksaan medis, diobati dan dirawat tetapi
penyembuhan selanjutnya perlu di follow up oleh Rumah Sakit /
Puskesmas / Polindes/Poskesdes pengirim.
b. Sesudah pemeriksaan medis, diselesaikan tindakan kegawatan
klinis, tetapi pengobatan dan perawatan selanjutnya dapat dilakukan
di Rumah Sakit / Puskesmas / Polindes / Poskesdes pengirim.
2. Melakukan pemeriksaan fisik dan mendiagnosa bahwa kondisi
pasien sudah memungkinkan untuk keluar dari perawatan Rumah
Sakit / Puskesmas tersebut dalam keadaan:
a. Sehat atau Sembuh.
b. Sudah ada kemajuan klinis dan boleh rawat jalan.
c. Belum ada kemajuan klinis dan harus dirujuk ke tempat lain.
d. Pasien sudah meninggal.
3. Rumah Sakit / Puskesmas yang menerima rujukan pasien harus
memberikan laporan / informasi medis / balasan rujukan kepada
Rumah Sakit / Puskesmas / Polindes / Poskesdes pengirim pasien
mengenai kondisi klinis terahir pasien apabila pasien keluar dari
Rumah Sakit / Puskesmas.
40.
1.
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
TATA CARA PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN
b. Prosedur Administratif:
1. Rumah Sakit / Puskesmas yang merawat pasien berkewajiban
memberi surat balasan rujukan ( lihat format R/1/b terlampir
) untuk setiap pasien rujukan yang pernah diterimanya kepada
Rumah Sakit / Puskesmas / Polindes/Poskesdes yang mengirim
pasien yang bersangkutan.
2. Surat balasan rujukan boleh dititip melalui keluarga pasien yang
bersangkutan dan untuk memastikan informasi balik tersebut
diterima petugas kesehatan yang dituju, dianjurkan berkabar lagi
melalui sarana komunikasi yang memungkinkan seperti telepon,
handphone, faksimili dan sebagainya.
3. Bagi Rumah Sakit, wajib mengisi laporan Triwulan pada RL.1.
(Terlampir)
4. Prosedur standar menerima balasan rujukan pasien
a. Prosedur Klinis:
1. Melakukan kunjungan rumah pasien dan melakukan pemeriksaan
fisik.
2. Memperhatikan anjuran tindakan yang disampaikan oleh Rumah
Sakit/ Puskesmas yang terakhir merawat pasien tersebut.
3. Melakukan tindak lanjut atau perawatan kesehatan masyarakat
dan memantau (follow up) kondisi klinis pasien sampai sembuh.
b. Prosedur Administratif:
1. Meneliti isi surat balasan rujukan dan mencatat informasi tersebut
di buku register pasien rujukan, kemudian menyimpannya pada
rekam medis pasien yang bersangkutan dan memberi tanda
tanggal/jam telah ditindaklanjuti.
2. Segera memberi kabar kepada dokter pengirim bahwa surat balasan
rujukan telah diterima.
PETUNJUK TEKNIS
41.
SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
B. MERUJUK DAN MENERIMA RUJUKAN SPESIMEN
DAN PENUNJANG DIAGNOSTIK LAINNYA
Pemeriksaan Spesimen dan Penunjang Diagnostik lainnya dapat dirujuk
apabila pemeriksaannya memerlukan peralatan medik/tehnik pemeriksaan
laboratorium dan penunjang diagnostik yang lebih [Link]
dapat dikirim dan diperiksa tanpa disertai pasien yang bersangkutan.
Rumah sakit atau unit kesehatan yang menerima rujukan spesimen
tersebut harus mengirimkan laporan hasil pemeriksaan spesimen yang
telah diperiksanya.
1. Prosedur standar pengiriman rujukan spesimen dan Penunjang
Diagnostik lainnya
a. Prosedur Klinis:
1. Menyiapkan pasien/spesimen untuk pemeriksaan lanjutan.
2. Untuk spesimen, perlu dikemas sesuai dengan kondisi bahan yang
akan dikirim dengan memperhatikan aspek sterilitas, kontaminasi
penularan penyakit, keselamatan pasien dan orang lain serta
kelayakan untuk jenis pemeriksaan yang diinginkan.
3. Memastikan bahwa pasien/spesimen yang dikirim tersebut sudah
sesuai dengan kondisi yang diinginkan dan identitas yang jelas.
b. Prosedur Administratif:
1. Mengisi format dan surat rujukan spesimen/penunjang diagnostik
lainnya (lihat format R/3 terlampir) secara cermat dan jelas
termasuk nomor surat dan status Gakin / Non-Gakin / ASKES
/ JAMSOSTEK, informasi jenis spesimen/penunjang diagnostik
lainnya pemeriksaan yang diinginkan, identitas pasien dan
diagnosa sementara serta identitas pengirim.
42.
1.
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
TATA CARA PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN
2. Mencacat informasi yang diperlukan di buku register yang telah
ditentukan masing-masing intansinya.
3. Mengirim surat rujukan spesimen/penunjang diagnostik lainya ke
alamat tujuan dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
4. Mencari informasi perkiraan balasan hasil rujukan spesimen/
penunjang diagnostik lainnya tersebut.
1. Prosedur standar menerima rujukan spesimen dan penunjang
diagnostik lainnya
a. Prosedur Klinis
1. Menerima dan memeriksa spesimen/penunjang diagnostik
lainnya sesuai dengan kondisi pasien/bahan yang diterima
dengan memperhatikan aspek : sterilisasi, kontaminasi penularan
penyakit, keselamatan pasien, orang lain dan kelayakan untuk
pemeriksaan.
2. Memastikan bahwa spesimen yang diterima tersebut layak untuk
diperiksa sesuai dengan permintaan yang diinginkan.
3. Mengerjakan pemeriksaan laboratoris atau patologis dan
penunjang diagnostik lainnya dengan mutu standar dan sesuai
dengan jenis dan cara pemeriksaan yang diminta oleh pengirim.
b. Prosedur Administratif
1. Meneliti isi surat rujukan spesimen dan penunjang diagnostik
lainnya yang diterima secara cermat dan jelas termasuk nomor
surat dan status Gakin / Non-Gakin / ASKES / JAMSOSTEK,
informasi pemeriksaan yang diinginkan, identitas pasien dan
diagnosa sementara serta identitas pengirim.
2. Mencacat informasi yang diperlukan di buku register / arsip yang
telah ditentukan masing-masing instansinya.
3. Memastikan kerahasiaan pasien terjamin.
4. Mengirimkan hasil pemeriksaan tersebut secara tertulis dengan
format standar masing-masing sarana kepada pimpinan institusi
pengirim.
PETUNJUK TEKNIS
43.
SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
1. Prosedur standar mengirim balasan rujukan hasil pemeriksaan spesimen
dan Penunjang diagnostik lainnya.
a. Prosedur Klinis:
1. Memastikan bahwa permintaan pemeriksaan yang tertera di surat
rujukan specimen/ Penunjang diagnostik lainnya yang diterima, telah
dilakukan sesuai dengan mutu standar dan lengkap
2. Memastikan bahwa hasil pemeriksaan bisa dipertanggung jawabkan.
3. Melakukan pengecekan kembali (double check) bahwa tidak ada
tertukar dan keraguan diantara beberapa spesimen.
b. Prosedur Administratif:
1. Mencatat di buku register hasil pemeriksaan untuk arsip.
2. Mengisi format laporan hasil pemeriksaan sesuai ketentuan masing-
masing instansi.
3. Memastikan bahwa hasil pemeriksaan tersebut terjaga kerahasiaannya
dan sampai kepada yang berhak untuk membacanya.
4. Mengirimkan segera laporan hasil pemeriksaan kepada alamat
pengirim, dan memastikan laporan tersebut diterima pihak pengirim
dengan konfirmasi melalui sarana komunikasi yang memungkinkan.
C. RUJUKAN PENGETAHUAN DAN TENAGA AHLI /
DOKTER SPESIALIS
Kegiatan rujukan pengetahuan dapat berupa kegiatan permintaan dan
pengiriman dokter ahli dari berbagai bidang keahlian. Permintaan dapat
berasal dari Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Kabupaten / Kota yang
ditujukan kepada pihak Rumah Sakit atau Dinas Kesehatan yang memang
mampu menyediakan tenaga ahli yang dibutuhkan.
Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan rujukan tenaga ahli /
dokter spesialis antara lain:
44.
1.
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
TATA CARA PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN
1. Rumah Sakit / Puskesmas yang memerlukan bantuan tenaga ahli,
misalnya Rumah Sakit Umum Kabupaten / Kota.
2. Rumah Sakit / Instansi Kesehatan yang mapan memberikan bantuan
tenaga ahli , misalnya Rumah Sakit Umum Provinsi.
3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota dimana Rumah Sakit /
Puskesmas yang membutuhkan tersebut berada.
4. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dimana Rumah Sakit yang akan
memberikan bantuan tenaga ahli tersebut berada.
Ruang lingkup rujukan pengetahuan tenaga ahli /dokter spesialis meliputi
antara lain:
1. Bimbingan klinis untuk deteksi dini kasus-kasus rujukan.
2. Bimbingan klinis melakukan tindakan pra-rujukan.
3. Bimbingan klinis penanganan kasus-kasus yang masih menjadi
kewenangan puskesmas melakukan Pelayanan Obstetri Neonatal
Dasar (PONED).
4. Bimbingan klinis untuk tindak lanjut (follow up) kasus kasus rujukan
balik yang diterima oleh puskesmas, puskesmas pembantu dan
polindes.
5. Kursus singkat atau penyegaran penatalaksanaan klinis kasus-kasus
yang sering dijumpai di puskesmas, puskesmas pembantu dan polindes.
1. Prosedur Standar Permintaan Rujukan Pengetahuan (Tenaga Ahli)
a. Puskesmas / Rumah Sakit Kabupaten/Kota yang memerlukan
tenaga ahli membuat surat permintaan tenaga ahli.
b. Surat permintaan ditujukan kepada ke Dinas Kesehatan Kabupaten
/ Kota atau Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
c. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota atau Dinas Kesehatan Provinsi
melanjutkan permintaan tenaga ahli tersebut ke Direktur Rumah
Sakit tujuan dan tembusan kepada Kepala Staf Medik Fungsional
PETUNJUK TEKNIS
45.
SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
(SMF) yang dituju paling lambat 14 hari sejak surat permintaan
diterima.
d. Mempersiapkan penerimaan, termasuk agenda, akomodasi,
konsumsi dan honor atau insentif lainnya sesuai Peraturan Daerah
yang bersangkutan.
e. Melakukan monitoring dan evaluasi proses dan pelaksanaannya.
f. Membuat laporan pelaksanaan ke Dinas Kesehatan di wilayahnya
dengan tembusan ke Rumah Sakit atau Instansi yang mengirim.
g. Bagi Rumah Sakit, mengisi laporan Triwulan pada RL.1. (Terlampir)
2. Prosedur Standar Pengiriman Tenaga Ahli
a. Rumah Sakit / Instansi Kesehatan yang akan mengirimkan tenaga
ahli berkonsultasi dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi untuk
disesuaikan dengan program rujukan di Provinsi tersebut.
b. Setelah ada persetujuan dari Dinas Kesehatan Provinsi, maka
Rumah Sakit / Instansi tersebut membuat jadwal kunjungan dan
surat tugas bagi tenaga ahli yang bersangkutan sesuai permintaan.
c. Melakukan evaluasi dan membuat laporan pelaksanaan dan dikirim
ke Dinas Kesehatan Provinsi dan arsip.
d. Bagi Rumah Sakit, mengisi laporan Triwulan pada RL.1. (Terlampir)
46.
1.
Iklan Unduh untuk membaca bebas iklan
Iklan