RENCANA RAB
GAMBAR DAN FOTO BOUWPLANK PONDASI RUMAH
bouwplank pondasi rumah
Yang sebelah kiri adalah gambar denah rumah yang akan kita
hitung berapa volume meter panjang bouw plank, sedangkan
disebalah kanan merupakan contoh foto pelaksanaan pekerjaan
pemasangan bouwplank.
MENGHITUNG PANJANG BOUWPLANK
Dengan melihat gambar denah rumah diatas, maka kita bisa tahu
berapa total panjangnya, untuk lebih memudahkan serta teliti
dalam perhitungan maka kita bedakan urutan secara horizontal
alias sisi datar dengan vertical alias sisi tegak.
Panjang bouwplank horizontal / datar = 2,5+5+2,5+5+1,5= 16,5m.
Panjang bouwplank vertikal / tegak = 7,5+7,5+1,5+7,5= 24m.
Total panjang bouwplank = 16,5m + 24m = 40,5m.
Jadi kita dapatkan total panjang bouwplank pondasi rumah 40,5m.
ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN BOUWPLANK
Jika kita lihat Lampiran peraturan menteri pekerjaan umum dan
perumahan rakyat nomor 28/PRT/M/2016 tentang analisis harga
satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum halaman 88 T.02.b.2)
Pasang 1 m’ bouwplank, maka kita dapatkan sebagai berikut.
TENAGA KERJA
Pekerja = 0,10 OH.
Tukang Kayu =0,01 OH.
Kepala Tukang = 0,01 OH.
Mandor = 0,1 OH.
BAHAN BANGUNAN
kaso 5/7cm = 0,013 m3.
papan 3/20 = 0,007 m3.
paku 5cm dan 7cm. = 0,020 kg.
PERALATAN
Waterpass = 0,004 ( * Diwajibkan untuk pekerjaan yang
memerlukan ketelitian tinggi, jika
tidak harga satuan = 0)
MENGHITUNG BIAYA PEKERJAAN BOUWPLANK PONDASI
RUMAH
Tadi kita dapatkan volume 40,5m dan data analisa pekerjaan bouw
plank juga maka biayanya bisa kita hitung seperti ini.
BIAYA TENAGA KERJA
Pekerja = 40,5m x 0,10 x Rp.80.000,- = Rp.324.000,-
Tukang Kayu =40,5m x 0,01 x Rp.100.000,- = Rp.40.500,-
Kepala Tukang = 40,5m x 0,01 x Rp.120.000,- = Rp.48.600,-
Mandor = 40,5m x 0,1 OH x Rp.150.000,- = Rp.60.750,-
jumlah biaya upah = Rp.473.850,-
BIAYA BAHAN BANGUNAN
kaso 5/7cm = 40,5m x 0,013 x Rp.1.500.000,- = Rp.789.750,-
papan 3/20 = 40,5m x 0,007 x Rp.1.500.000,- = Rp.425.250,-
paku 5cm dan 7cm. = 40,5m x 0,020 x Rp.15,000,- = Rp.12.150,-
jumlah biaya material= Rp.1.227.150,-
Jadi total biaya bouwplank upah + material = Rp.473.850,- +
Rp.1.227.150,- = Rp.1.701.000,-
Rumus volume galian tanah
Perhitungan menggunakan satuan kubik yaitu dalam m3, cm3 atau satuan lainya. Namun untuk
mempermudah dalam proses perhitungan RAB maka lebih banyak menggunakan satuan m3.
jumlah pekerjaan galian tanah dapat dihitung dengan rumus umum sebagai berikut:
Vgt = Lpgt x Pgt
Volume galian tanah = Luas penampang potongan galian tanah x panjang galian tanah
Rumus ini dapat berubah-ubah menyesuaikan bentuk tanah yang dihitung.
Contoh gambar galian tanah
Sebuah pekerjaan pondasi batu kali rumah tinggal memerlukan penggalian tanah terlebih dahulu
dengan bentuk penampang trapesium ukuran lebar bawah 70 cm, lebar atas 150 cm, tinggi 100 cm
dan panjang galian 33 m. selengkapnya dapat dilihat pada gambar dibawah yang sebelumnya telah
kita samakan terlebih dahulu kedalam satuan m dengan maksud untuk mempermudah proses
perhitungan volume tanah nantinya.
Contoh perhitungan volume galian tanah
Dari gambar tanah tersebut maka dapat kita hitung volumenya dengan langkah sebagai berikut:
Rumus luas penampang trapesium adalah jumlah sisi sejajar dibagi dua x tinggi trapesium.
Luas penampang galian tanah = (( 0,7 m + 1,5 m)/2) x 1 m = 1,1 m2
Volume galian tanah = 1,1 m2 x 33 m = 36,3 m3
Jadi dapat kita ketahui bahwa volume pekerjaan penggalian tanah pada gambar diatas adalah 36,3
m3.
galian tanah
Langkah diatas merupakan gambaran umum untuk mencari volume galian tanah, pada kondisi lain
dapat menyesuaikan bentuk dan ukuran tanah yang akan dihitung. Contohnya jika kita hendak
menggali kubur dengan ukuran 1 m x 2 m sedalam 2 m. berapa jumlah tanah yang harus digali?
mudah saja, volumenya adalah (1 m x 2 m) x 2 m = 4 m3 🙂
Contoh penggunaan pasangan batu kali
Pekerjaan pondasi.
Talud sungai.
Pasangan tembok penahan tanah, misalnya pada daerah yang rawan longsor.
Pekerjaan landscape / taman.
Pekerjaan pembuatan jalan raya.
Gambar pondasi batu kali
pondasi batu kali
Perhitungan volume pondasi batu kali
Luas penampang potongan = ((0,5 m + 1m)/2) x 0,7 m = 0,35 m2.
Volume = luas penampang x panjang pondasi.
Volume = 0,35 m2 x 99 m = 34,65 m3.
Angka keamanan atau safety factor diambil 2 % s/d 5 %.
misalnya dipakai 5 % x 34,65 m3 = 1,7325 m3.
Total volume pondasi batu kali = 34,65 m3 + 1,7325 m3 = 36,3825 m3.
Untuk mencari kebutuhan batu kali dalam satuan truck maka perlu dicari terlebih dahulu berapa
daya muat satu truck. contohnya jika satu truck mampu menampung sebanyak 4 m3, maka total
volume adalah
Volume = 36,3825 m3 : 4 m3 = 9,1 truck dibulatkan 10 truck.
Jadi jumlah batu kali yang diperlukan adalah 10 truck. Bentuk pondasi lainya dapat dihitung dengan
rumus yang prinsipnya adalah luas penampang dikalikan panjang pemasangan.
Gambar balok sloof
Contoh sebuah balok sloof ukuran 15 cm x 20 cm, menggunakan besi tulangan pokok 4 buah
diamater 10 mm, besi senkang diamater 8 mm dipasang setiap jarak 20 cm. Panjang pekerjaan
balok sloof adalah 33,33m. berapa jumlah kebutuhan beton dan besi untuk struktur tersebut?
Kebutuhan besi pada balok sloof
Berat besi per m dapat dilihat pada tabel berat besi atau dihitung secara manual dengan cara
mengalikan berat jenis besi dengan luas penampang.
Berat besi dimater 8 polos per meter = 0,4 kg.
Berat besi polos diamater 10 mm per meter = 0,62 kg.
Volume besi tulangan pokok 4 buah, diameter 10 mm, panjang 33,33 m maka kebutuhan
totalnya adalah
V = 4 bh x 33,33 m =133,32 m.
Untuk mengetahui volume dalam satuan berat maka kita kalikan dengan berat besi diamater 10mm per meter
yaitu 0,62 kg. jadi kebutuhanya adalah 0,62 kg/m x 133,32 m = 82,6584 kg.
Jika panjang besi perbatang 11 m, maka kebutuhan dalam satuan panjang adalah 133,32 m : 11 m =12,12 btg,
dibulatkan menjadi 13 batang.
Volume besi tulangan sengkang diameter 8 mm, dipasang setiap jarak 20 cm, panjang pekerjaan
sloof 33,33 m. selimut beton 2,5 cm.
Panjang 1 buah sengkang adalah 0,1+0,15+0,1+0,15+0,05+0.05 = 0,6 m.
Jumlah sengkang yang dibutuhkan yaitu 33,33 m : 0,2 m = 166,65 jadi 167 buah.
Jumlah total panjang sengkak = 0,6 m x 167 bh = 100,2 m.
Volume besi dalam kilo gram = 0,4 kg/m x 100,2 m = 40,08 kg.
Jumlah kebutuhan besi dalam satuan batang = 100,2 m : 11 m = 9,109 dibulatkan menjadi 10 batang.
Jadi rekapitulasi kebutuhan besi sloof adalah
diamete kilo gram batang meter
r
8p 40,08 10 100,2
10p 82,6584 13 133,32
Kebutuhan beton pada balok sloof
V=lxtxp
Volume beton sloof = lebar x tinggi x panjang
V = 0,15 m x 0,20 m x 33,33 m = 0,99 m3 dibulatkan 1 m3.
Jadi kebutuhan beton yang diperlukan adalah 1m3.
Selanjutnya kita akan menghitung analisa harga satuan 1 m3 pekerjaan balok sloof pada artikel
berikutnya. Demikian contoh sederhana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada
balok sloof, jika ada koreksi, masukan atau kritikan bisa dituliskan disini 🙂
Mari kita hitung volume kolom praktis 15cm x 15 cm yang seringkali digunakan untuk struktur rumah
1 lantai, cara perhitunganya hampir sama dengan saat mencari jumlah kebutuhan besi dan beton
pada balok sloof 15 cm x 20 cm yang sudah kita uraikan sebelumnya. bedanya hanya terlatak pada
luas penampang saja karena ukuranya berbeda dan yang terlihat jelas adalah posisi pemasangan
sloof itu mendatar sedangkan kolom praktis dipasang dalam posisi berdiri.
Gambar kolom praktis 15 cm x 15 cm
Contoh perhitungan volume kolom praktis
Sebuah pembangunan rumah tinggal membutuhkan kolom praktis sebanyak 27 buah dengan
masing-masing tingginya 3 m. kolom yang digunakan terbuat dari beton bertulang ukuran 15cm x
15cm, menggunakan tulangan pokok 4 dimater 10mm dan tulangan sengkang diameter 8mm
dipasang setiap jarak 15 cm. berapa kebutuhan besi dan beton untuk menyelesaikan pekerjaan ini?
Sebelumnya kita hitung terlebih dahulu total panjang kolom praktis yang akan dikerjakan yaitu 27 bh
x 3 m = 81 m. selanjutnya kita hitung jumlah besi yang dibutuhkan. kita lihat terlebih dahulu pada
tabel besi untuk mengetahui berat per meter besi 10 dan 8 polos.
Berat 1m besi diameter 8mm = 0,4 kg.
Berat 1m besi diameter 10mm = 0,62 kg.
Kebutuhan besi pada kolom praktis
Tulangan pokok dimater 10mm sebanyak 4 buah.
Total panjang besi yang dibutuhkan adalah 4 bh x 81 m = 324 m.
Jika panjang 1 batang besi 11 m, maka jumlah batang yang diperlukan adalah 324m : 11 m =
29,4545 btg dibulatkan menjadi 30 btg.
Total berat besi yang dibutuhkan adalah 324 m x 0,62 kg/m = 200,88 kg.
Tulangan sengkang diamater 8mm dipasang setiap jarak 15cm.
Total panjang 1 buah sengkang = 0,1+0,1+0,1+0,1+0,05+0,05= 0,5 m.
Jumlah sengkang yang dibutuhkan = 81 m : 0,15 m = 540 bh.
Total panjang besi sengkang adalan 540 bh x 0,5 m = 270 m.
Jumlah kilogram besi diameter 8mm yang diperlukan = 270 m x 0,4 kg/m = 108 kg.
Jumlah batang jika masing-masing 11 m adalah 270 m : 11 m =24,5 batang dibulatkan menjadi 25
btg.
Rekapitulasi kebutuhan besi
Diamater Kilo gram (kg) Batang (btg) Meter (m)
8p 108 25 270
10p 200,88 30 324
Kebutuhan beton pada kolom praktis
Volume beton kolom praktis = panjang x lebar x tinggi.
V = p x l x t.
V = 0,15 m x 0,15 m x 81 m= 1,8225 m3
Jadi total beton yang dibutuhkan untuk menyelsaikan pekerjaan kolom praktis adalah 1,8225 m3.
Pasangan dinding batu bata banyak digunakan pada rumah tembok diberbagai wilayah Indonesia,
bahan bangunan yang terbuat dari hasil pembakaran tanah liat ini tergolong murah dan mudah
didapat, selain itu kemudahan dalam pengerjaanya juga menyebabkan batu bata banyak digunakan
masyarakat. sebelumnya perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu untuk mendapatkan data
volume kebutuhan pasangan dinding batu bata sehingga bisa mendatangkan material dalam jumlah
pas. volume pekerjaan dinding batu bata dapat dihitung dalam satuan m2 atau m3, kemudian untuk
mendapatkan nilai perkiraan rencana anggaran biaya bangunan maka dapat dilakukan dengan cara
mengalikan total volume dengan harga satuan per m3 pasangan batu bata merah.
Gambar pasangan dinding batu bata
Contoh perhitungan volume pasangan dinding batu bata
Pembuatan kamar tidur ukuran 3 m x 3 m dan tinggi 3 m menggunakan pasangan batu bata ukuran
5cm x 10 cm x 20 cm, ada satu pintu masuk ukuran 90 cm x 210 cm, dan jendela satu buah ukuran
70 cm x 150 cm, berapa volume pekerjaan pasangan dinding batu bata?
Kita hitung terlebih dahulu total panjang dinding batu bata keempat sisi kamar yaitu 4bh x 3m = 12 m
luas pasangan dinding batu bata = panjang x tinggi
L = 12 m x 3 m = 36 m2.
Selanjutnya kita hitung luas lobang pada dinding yaitu pintu dan jendela
Luas pintu = 0,9m x 2,1 m = 1,89 m.
Luas jendela = 0,7m x 1,5 m = 1,05 m.
Jadi total volume pasangan dinding batu bata adalah 36 m2 – 1,89 m2 – 1,05 m2 = 33,06 m2.
Untuk menghitung total kebutuhan batu bata maka bisa dilakukan dengan cara mencari terlebih
dahulu data jumlah bata yang diperlukan dalam 1 m2. misalnya kita ketahui jumlah batu bata per m2
= 70 bh. maka total bata yang dibutuhkan adalah 33,06 m2 x 70bh = 2314,2 dibulatkan menjadi
2315 bh. jadi kita bisa membeli batu bata di toko bangunan dengan menambahkan sedikit faktor
keamanan untuk mrngantisipasi pecah atau kerusakan dengan total jumlah pembelian batu bata
sebanyak 2350 bh.
Untuk menghitung total kebutuhan pasir dan semen pada batu bata bisa kita lihat pada artikel
berikutnya yang berjudul analisa harga satuan pasangan dinding batu bata per m2 🙂
Volume pekerjaan plesteran dinding dapat dihitung dalam satuan m2 atau m3, keduanya sama saja
tergantung situasi,kondisi dan selera masing-masing. Pekerjaan ini merupakan paket tiga serangkai
dari pekerjaan pasangan dinding, plesteran dan acian. sehingga untuk menghasilkan tembok yang
baik maka perlu memperhatikan proses pelaksanaan ketiganya. Berikut ini beberapa tips
melaksanakan plesteran agar menghasilkan dinding tembok yang bagus.
Melakukan pemasanga dinding dengan bagus, tegak dan datar sehingga tidak terjadi pemborosan
pada pengaturan ketebalan plesteran dinding.
Memberikan waktu jeda antara selesainya pemasangan batu bata dengan pekerjaan pleseteran, hal
ini dimaksudkan agar tidak terjadi pemanasan dinding karena dapat menyebabkan tembok rumah
menjadi retak.
Menggunakan kepalaan plesteran terlebih dahulu untuk mengatur kedataran, setelah itu baru
meratakanya dengan jidar.
Tunggu beberapa saat sebelum melakukan acian dinding agar hasilnya bisa bagus.
Pada area pemasangan keramik tidak perlu diplester dahulu, cukup menempelkan adukan lalu
memasang keramik pada posisi yang pas.
Gambar pekerjaan pleseteran dinding
Contoh perhitungan volume pekerjaan plesteran dinding
Misalnya kita akan memplester dinding batu bata pada pekarangan sepanjang 33m, tinggi dinding
adalah 2 m. plesetera setebal 2 cm dilakukan pada dua sisi dinding. berapakah volume pekerjaan
plesteran dinding tersebut?
Langkah pertama kita hitung terlebih dahulu luas pasangan dinding batu bata yaitu
Luas dinding batu bata = 2 m x 33 m = 66 m2.
Volume dalam satuan m2.
Dari data luas dinding tersebut maka dapat kita ketahui luasan plesteran untuk dua sisi yaitu
luas pekerjaan plesteran dinding = 2 sisi x 66 m2 = 132 m2.
Volume dalam satuan m3.
Untuk mengetahui jumlah meter kubik plesteran maka dapat dilakukan dengan cara mengalikan luas
plester dengan ketebalanya.
Volume pekerjaan pleseteran dinding = 132 m2 x 0,02 m = 2,64 m3
Jadi volumenya dalah 132 m2 jika menggunakan satuan meter persegi, atau 2,64 m3 jika
menggunakan satuan m3.
Selanjutnya untuk mengetahui jumlah kebutuhan pasir dan semen maka bisa dicari dengan
menggunakan rumus analisa harga satuan berdasarkan SNI standar nasional indonesia atau
menggunakan data pribadi hasil penelitian pekerjaan pleseteran dinding. selamat berhitung semoga
menghasilkan pekerjaan terbaik 🙂
Pekerjaan acian semen pada dinding tembok merupakan langkah akhir dari rangkaian
pemasangan dinding, dimulai dari pekerjaan pasangan dinding batu bata, batako atau selcon
kemudian dilakukan plesteran dan diakhiri dengan acian. setelah acian dilakukan maka bisa
ditinggal begitu saja untuk mendapatkan nuansa dinding bertekstur batu buatan atau dilapisi
dengan cat agar dinding menjadi berwarna sesuai selera. meskipun terkesan sederhana yaitu
hanya mengoleskan dan menghaluskan semen di permukaan dinding namun pekerjaan acian ini
memerlukan keahlian khusus agar finishing dinding bisa benar-benar bagus, oleh karena itu
diperlukan tukang bangunan yang telah profesional dalam mengaci dinding sehingga dapat
menghasilkan pekerjaan yang baik serta dapat selesai dalam waktu secepat mungkin.
Gambar acian dinding
Metode pekerjaan acian dinding
1. Perisapan bahan peralatan seperti air, semen, cetok, kertas bekas zak semen dan bahan-bahan lainya sesuai
kebutuhan.
2. Menyiapkan tempat penampungan air, bisa berupa ember cor, ember bekas tempat cat atau tempat lainya yang
dapat digunakan untuk menampung air acian.
3. Pelan-pelan menaburkan semen kedalam air, cukup ditaburkan saja dan tidak boleh diaduk karena dapat
menyebabkan semen menggumpal serta cepat kering sehingga tidak dapat digunakan untuk bahan acian
dinding.
4. menyiram dinding yang akan diaci dengan air hingga basah, hal ini dimaksudkan agar nantinya dinding tidak
banyak menyerap air semen.
5. Melaburkan bahan acian semen yang sudah jadi ke permukaan dinding dengan menggunakan cetok.
6. Menghaluskan pekerjaan acian dengan kertas bekas semen sehingga permukaan benar-benar rata dan halus.
7. Usahakan agar hasil acian dinding tidak cepat kering, bisa dengan cara menyiram air. karena pengeringan yang
terlalu cepat dapat menyebabkan keretakan dinding.
8. Pekerjaan acian dinding selesai, namun perlu menunggu beberapa waktu untuk melanjutkan ke pengerjaan
pengecatan.
Contoh perhitungan volume acian dinding
Sama seperti pada contoh cara menghitung volume pekerjaan plesteran dinding , caranya sama
yaitu dengan mencari luas pasangan dinding lalu dikalikan dua apabila acian 2 sisi. untuk
memperjelas mari kita buat perhitungan sederhana dengan ukuran dinding yang berbeda.
misalnya sebuah dinding kamar ukuran lebar 3m tinggi 3m akan diaci luar dalam, berapa volume
pekerjaan acian dinding? mari kita hitung
Luas dinding = 3m x 3m = 9m2
Jadi luas acian 2 sisi adalag 2 x 9m2 = 18 m2.
Demikian uraian tentang pekerjaan acian pada dinding tembok, semoga bermanfaat 🙂
Cara menghitung kebutuhan baja ringan untuk atap cukuplah mudah. Pada umumnya
rangka atap baja ringan dihitung dengan menggunakan satuan meter persegi. Dan
rumus yang digunakan untuk menghitung volume rangka atap baja ringan dapat kalian
simak berikut ini.
Volume = (Panjang Bangunan + Overstek Genteng) x (Lebar Bangunan + Overstek)
Genteng / Derajat Kemiringan Atap Genteng (cos derajat)
Nah penghitungan diatas dapat di contohkan sebagai berikut:
Pak ahmad telah membeli sebuah rumah dengan ukuran 8 x8 meter. Masing-masing
atapnya memiliki overstek dengan panjang 1 meter dan kemiringan atap adalah
berkisar 35 derajat. Berdasar data tersebut maka volume rangka atap baja ringan dari
rumah pak Ahmad adalah:
Panjang bangunan : 8+1+1 = 10 meter
Lebar bangunan : 8+1+1 = 10 meter
Derajat kemiringan : cos 35 = 0,819
Maka volume dari rangka atap baja ringan milik pak Ahmad adalah :
Volume = 10 x 10 / 0,819 = 122 m2
Bagaimana mudah bukan cara menghitung atap baja ringan. Rumus diatas dapat kalian
gunakan terlebih dahulu sebelum mulai menggarap atap. Sedangkan untuk menghitung
kebutuhan material yang nantinya akan digunakan, kalian dapat menggunakan cara
dibawah ini.
Cara Menghitung Kebutuhan Material
1. Kebutuhan genteng metal ukuran 2×4
Kalian dapat menggunakan rumus : (Luas atap miring x 1.62). Sehingga menjadi =
122 x 1.62 =197,64 atau 198 lembar genteng metal daun dengan ukuran 2×4.
2. Kebutuhan baja ringan, Kaso dan Reng
Untuk menghitung kebutuhan kaso kalian dapat menggunakan rumus (Luas atap
miring x 4) / 6. Sehingga menjadi = 122 x 4 / 6 = 81 kaso.
Untuk menghitung kebutuhan Reng kalian dapat menggunakan rumus : Banyak
Kaso x 1,2. Sehingga menjadi = 81 x 1,2 = 97 Reng.
3. Kebutuhan skrup
Menghitung skrup genteng kalian dapat menggunakan rumus : Jumlah genteng x 12.
Sehingga menjadi = 198 x 12 = 2.376 buah
Menghitung skrup baja kalian dapat menggunakan rumus : Luas atap miring x 20.
Sehingga menjadi = 122 x 20 = 2.440 buah.
Pembahasan diatas merupakan perhitungan secara umum, simpel dan sederhana.
Hasil akhir juga kemungkinan dapat berubah-ubah sesuai dengan analisa masing-
masing. Bagaimana, tidak sulit bukan? Jika kalian menginginkan hasil penghitungan
yang lebih akurat, kalian dapat meminta orang yang ahli dalam bidang ini. Baiklah
mungkin hanya ini saja yang dapat kami sampaikan semoga artikel mengenai cara
menghitung jumlah baja ringan untuk atap, semoga bermanfaat dan cukup sekian dari
kami. Terima kasih.