RIZKA Formatted
RIZKA Formatted
SKRIPSI
RIZKA AULIA
NIM : 64211989
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang telah saya buat dengan judul
“Pengaruh Disiplin Kerja dan Pelatihan Karyawan terhadap Kinerja
Karyawan Salon Blush By Valeria di Jakarta” adalah asli (orsinil) atau tidak
plagiat (menjiplak) dan belum pernah diterbitkan/dipublikasikan di manapun dan
dalam bentuk apapun.
Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada
paksaan dari pihak manapun juga. Apabila di kemudian hari ternyata saya
memberikan keterangan palsu dan atau ada pihak lain yang mengklaim bahwa
skripsi pada program sarjana yang telah saya buat adalah hasil karya milik
seseorang atau badan tertentu, saya bersedia diproses baik secara pidana maupun
perdata dan kelulusan saya dari Universitas Bina Sarana Informatika
dicabut/dibatalkan.
Dibuat di : Jakarta
Pada tanggal : 26 Juni 2026
Yang Menyatakan,
Rizka Aulia
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
Dengan ini menyatakan bahwa seluruh data dan informasi yang saya gunakan
dalam karya ilmiah saya dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja dan Pelatihan
Karyawan terhadap Kinerja Karyawan Salon Blush by Valeria di Jakarta”
ini, kecuali yang disebutkan sumbernya adalah hasil pengamatan, penelitian,
pengelolaan, serta pemikiran saya.
Saya menyetujui untuk memberikan ijin kepada pihak Universitas Bina Sarana
Informatika untuk mendokumentasikan karya ilmiah ini secara internal dan
terbatas, serta tidak untuk diunggah ke repositori universitas. Saya juga
sepenuhnya bertanggung jawab atas isi materi karya ilmiah ini, termasuk segala
dampak atau kerugian yang mungkin timbul dalam bentuk akibat tindakan yang
berkaitan dengan data, informasi, interpretasi serta pernyataan yang terdapat pada
karya ilmiah saya ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di : Jakarta
Pada tanggal : 26 Juni 2026
Yang Menyatakan,
Rizka Aulia
3
PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN SKRIPSI
4
PEDOMAN PENGGUNAAN HAK CIPTA
5
LEMBAR KONSULTASI SKRIPSI
6
LEMBAR KONSULTASI SKRIPSI
7
LEMBAR PERSEMBAHAN
Dengan mengucap puji syukur kepada Allah S.W.T, Skripsi ini kupersembahkan
untuk:
1. Terimakasih kepada sahabat seperjuangan penulis Ferisca Deni S dan Fani Giar
Apriliani yang selalu memberikan semangat, dukungan tiada henti dan bantuan
dalam segala hal selama pengerjaan skripsi ini.
2. Teruntuk ibunda tercinta ( Widi yanti) sosok kuat yang tidak hanya menjadi
seorang ibu, tapi juga menggantikan peran ayah dengan penuh keteguhan,
kesabaran dan kasih sayang. Dalam setiap doa yang dipanjatkan. Setiap air
mata, dan setiap pengorbanan penulis menemukan makna perjuangan yang
sesungguhnya. Dari beliau, penulis belajar bahwa cinta seorang ibu mampu
menguatkan bahkan di saat dunia terasa sangat berat.
3. Teruntuk anakku tersayang Reynara Safiya Nazaleya, skripsi ini adalah bukti
dari perjalanan panjang yang penuh kerja keras dan doa. Setiap halaman, setiap
kalimat , adalah dedikasi untuk masa depanmu, untuk hari esok yang lebih
baik yang kuharapkan akan kamu alami. Terimkasih untuk senyum kecilmu
yang menjadi kekuatan, bahkan di hari hari tersulit. Semoga ketika kamu
dewasa, kamu akan melihat kerja keras ini sebagai bukti cinta yang tak
terhingga.
4. Yang paling utama kepada Bapak Heri Sunarto S.H, banyak hal yang
menyakitkan yang saya lalui tanpa peran dan sosok bapak, saya babak belur
dihajar kenyataan yang terkadang tidak sejalan . Saya berusaha sekuat tenaga,
semampu saya untuk menyelesaikan skirpsi ini, tanpa di dampingi sosok
seorang bapak. Terimakasih atas luka yang membuat saya bisa berdiri sejauh
ini.
5. Untuk diriku sendiri, Rizka Aulia. Terima kasih telah menjadi sosok yang
begitu kuat dan luar biasa. Terima kasih karena tidak pernah menyerah,
meskipun perjalanan ini sama sekali tidak mudah dan harus melewati begitu
banyak badai kehidupan. Lembar demi lembar skripsi ini adalah saksi bisu
betapa kamu tetap memilih untuk melangkah, bertahan, dan berjuang hingga
akhir. Pencapaian ini adalah hadiah terindah untuk ketangguhanmu. You made
it, Rizka!
8
9
KATA PENGANTAR
Rizka Aulia
10
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan pelatihan
karyawan terhadap kinerja karyawan Salon Blush by Valeria di Jakarta. Variabel
independen dalam penelitian ini adalah disiplin kerja dan pelatihan karyawan,
sedangkan variabel dependen adalah kinerja karyawan. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi
penelitian mencakup seluruh karyawan Salon Blush by Valeria yang berjumlah 30
orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga
seluruh populasi menjadi responden. Peneliti mengumpulkan data melalui
kuesioner berskala Likert, lalu mengolahnya dengan uji validitas, uji reliabilitas,
uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien
determinasi menggunakan SPSS. Hasil analisis menghasilkan persamaan regresi
Y = 2,404 + 0,494 X1 + 0,470 X2. Uji t membuktikan disiplin kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 2,138; Sig. 0,042 < 0,05).
Pelatihan karyawan juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,942; Sig. 0,007
< 0,05). Uji F menunjukkan kedua variabel secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan (F = 28,924; Sig. < 0,001). Nilai R Square
sebesar 0,682 menunjukkan disiplin kerja dan pelatihan karyawan menjelaskan
68,2% variasi kinerja karyawan, sedangkan 31,8% sisanya dipengaruhi faktor lain
di luar penelitian.
11
ABSTRACT
Rizka Aulia (64211989), The Effect of Work Discipline and Employee Training
on Employee Performance at Salon Blush by Valeria in Jakarta
This study aims to determine the effect of work discipline and employee training
on employee performance at Salon Blush by Valeria in Jakarta. The independent
variables in this study are work discipline and employee training, while the
dependent variable is employee performance. This study applies a quantitative
method with a causal associative approach. The population covers all 30
employees of Salon Blush by Valeria. The sampling technique uses saturated
sampling, so the entire population serves as respondents. The researcher
collected data through a Likert-scale questionnaire and processed it using
validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear
regression analysis, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination with
SPSS. The analysis produces the regression equation Y = 2.404 + 0.494 X1 +
0.470 X2. The t-test proves that work discipline has a positive and significant
effect on employee performance (t = 2.138; Sig. 0.042 < 0.05). Employee training
also has a positive and significant effect (t = 2.942; Sig. 0.007 < 0.05). The F-test
shows that both variables simultaneously have a significant effect on employee
performance (F = 28.924; Sig. < 0.001). The R Square value of 0.682 indicates
that work discipline and employee training explain 68.2% of the variation in
employee performance, while other factors outside this study influence the
remaining 31.8%.
12
DAFTAR ISI
13
2.3.4 Kerangka Pemikiran..........................................................................33
2.4 Hipotesis......................................................................................................34
BAB III METODOLOGI PENELITIAN..........................................................36
3.1 Desain Penelitian.........................................................................................36
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian..................................................................37
3.2.1 Populasi Penelitian............................................................................37
3.2.2 Sampel Penelitian..............................................................................38
3.3 Definisi Operasional Variabel.....................................................................39
3.4 Teknik Pengumpulan Data..........................................................................40
3.5 Teknik Analisis Data...................................................................................42
3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif..............................................................42
3.5.2 Uji Kualitas Data...............................................................................43
3.5.3 Uji Asumsi Klasik.............................................................................43
3.5.4 Analisis Regresi Linear Berganda.....................................................44
3.5.5 Koefisien Determinasi (R²)...............................................................44
3.5.6 Uji Hipotesis......................................................................................45
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN....................................46
4.1 Deskripsi Data............................................................................................46
4.1.1 Karakteristik Responden...................................................................46
4.1.2 Deskripsi Variabel Penelitian...........................................................49
4.2 Uji Kualitas Data........................................................................................64
4.2.1 Uji Validitas......................................................................................66
4.2.2 Uji Reliabilitas..................................................................................70
4.3 Uji Asumsi Klasik......................................................................................71
4.3.1 Uji Normalitas..................................................................................71
4.3.2 Uji Multikolinearitas.........................................................................74
4.3.3 Uji Heteroskedastisitas.....................................................................75
4.4 Pengujian Hipotesis....................................................................................77
4.4.1 Uji Parsial.........................................................................................77
4.4.2 Uji F (Simultan)................................................................................79
4.4.3 Uji Koefisien Determinasi................................................................80
4.4.4 Uji Koefisien Regresi.......................................................................83
14
4.5 Pembahasan................................................................................................85
4.5.1 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan......................85
4.5.2 Pengaruh Pelatihan Karyawan terhadap Kinerja Karyawan.............87
4.5.3 Pengaruh Disiplin Kerja dan Pelatihan Karyawan...........................88
BAB V PENUTUP................................................................................................90
5.1 Kesimpulan................................................................................................90
5.2 Saran...........................................................................................................91
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................93
DAFTAR RIWAYAT HIDUP............................................................................94
SURAT PERNYATAAN KEBENARAN/KEABSAHAN DATA....................95
BUKTI HASIL PENGECEKAN PLAGIARISME..........................................96
LAMPIRAN-LAMPIRAN..................................................................................97
15
DAFTAR GAMBAR
16
DAFTAR TABEL
17
DAFTAR LAMPIRAN
18
BAB I
PENDAHULUAN
keberhasilan organisasi, terutama dalam industri jasa yang sangat bergantung pada
kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan. Dalam konteks industri jasa
kecantikan seperti salon, kinerja karyawan tidak hanya diukur dari produktivitas,
tetapi juga dari kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, serta kemampuan dalam
memenuhi kebutuhan konsumen yang dinamis. Menurut Lestari & Afifah (2020),
dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal. Kinerja yang optimal
memberikan layanan yang cepat, tepat, dan sesuai standar yang telah ditetapkan
oleh perusahaan. Kualitas interaksi antara karyawan dan pelanggan juga menjadi
indikator penting dalam menilai kinerja di sektor jasa. Oleh karena itu,
peningkatan kinerja karyawan menjadi fokus utama bagi perusahaan jasa untuk
persaingan yang semakin ketat antar pelaku usaha salon dalam menarik dan
1
2
layanan yang berkualitas dan konsisten agar tidak kehilangan pangsa pasar.
kompetensi dan kinerja sumber daya manusia yang dimiliki. Dalam penelitian
Suryanti (2021), disebutkan bahwa kinerja karyawan dalam sektor jasa memiliki
berkelanjutan. Oleh sebab itu, pengelolaan sumber daya manusia menjadi aspek
aturan, prosedur, dan standar operasional yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Menurut Pramono & Lestari (2021), disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan
cenderung lebih bertanggung jawab, tepat waktu, dan mampu menjaga kualitas
bekerja dan menghargai waktu kerja yang telah ditetapkan. Tingkat disiplin yang
baik akan menciptakan lingkungan kerja yang tertib dan efisien. Dalam konteks
salon, disiplin kerja sangat penting karena berkaitan dengan jadwal pelayanan,
karyawan memahami prosedur kerja dengan lebih baik. Karyawan juga dapat
pelanggan. Dalam industri salon, pelatihan sangat penting karena tren kecantikan
menurun.
pelayanan. Karyawan yang percaya diri akan lebih mampu menghadapi berbagai
akan kurang memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, perusahaan perlu
juga telah banyak diteliti dalam berbagai konteks organisasi. Rajagukguk et al.
(2024) menemukan bahwa disiplin kerja dan pelatihan secara simultan memiliki
kombinasi antara aspek perilaku dan kompetensi. Karyawan yang disiplin dan
terlatih akan lebih mampu bekerja secara efektif dan efisien. Kombinasi kedua
faktor ini akan memperkuat kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.
Sinergi antara disiplin dan pelatihan menciptakan kinerja yang lebih stabil. Oleh
terhadap kinerja jika tidak didukung oleh disiplin kerja yang baik. Hal ini
kesenjangan antara teori dan praktik yang perlu diteliti lebih lanjut.
5
kepada karyawan dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh, durasi
November 2024 hingga April 2025. Pada bulan November, pelatihan mencapai 10
jam, kemudian menurun menjadi 8 jam pada Desember, 6 jam pada Januari, 5 jam
6
pada Februari, 3 jam pada Maret, dan hanya 1 jam pada April. Penurunan ini
kinerja karyawan, terutama dalam hal keterampilan teknis dan pelayanan kepada
kinerja karyawan dalam jangka panjang. Tanpa pelatihan yang cukup, karyawan
akan kesulitan mengikuti perkembangan tren dan teknik terbaru. Hal ini dapat
kondisi ini dapat menurunkan kepuasan pelanggan. Jika pelatihan tidak dilakukan
secara konsisten, maka kemampuan karyawan akan stagnan atau bahkan menurun,
Selain itu, aspek disiplin kerja juga menjadi perhatian dalam penelitian ini.
Disiplin kerja tidak hanya berkaitan dengan kehadiran, tetapi juga dengan
kepatuhan terhadap standar operasional kerja. Dalam industri salon, disiplin kerja
menghasilkan pekerjaan yang kurang optimal. Hal ini dapat berdampak pada
penilaian pelanggan terhadap kualitas layanan. Oleh karena itu, rendahnya disiplin
pelatihan yang dapat berdampak negatif terhadap kinerja karyawan. Penurunan ini
sumber daya manusia. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas layanan yang
diberikan kepada pelanggan secara langsung. Gap ini menjadi dasar penting untuk
di lapangan. Karena itu, penelitian ini menggunakan data langsung dari Salon
Blush Valeria agar hasil yang diperoleh lebih sesuai dengan keadaan sebenarnya
saat usaha berjalan. Dengan menggunakan data nyata, penelitian diharapkan lebih
pada reputasi perusahaan. Hal ini juga dapat menurunkan tingkat loyalitas
utama. Penelitian mengenai pengaruh disiplin kerja dan pelatihan menjadi sangat
dikemukakan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam dan mengambil
VALERIA DI JAKARTA."
Valeria.
1. Manfaat Teoritis
2. Manfaat Praktis
10
terjadi di perusahaan.
dan bahan kajian bagi mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika yang
Penelitian ini dibatasi pada analisis pengaruh disiplin kerja dan pelatihan
terhadap kinerja karyawan pada Salon Blush by Valeria Jl. Boulevard Raya Blok
WE2 No. 1i, 1J, Klp. Gading Tim., Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Variabel yang
diteliti terdiri dari disiplin kerja (X1) dan pelatihan kerja (X2) sebagai variabel
penelitian adalah seluruh karyawan Salon Blush by Valeria yang terlibat dalam
pelatihan yang digunakan dibatasi pada periode November 2024 hingga April
2025. Penelitian ini tidak membahas variabel lain di luar disiplin kerja dan
pelatihan.
peneliti untuk memudahkan dalam menelusuri dan memahami isi karya. Oleh
11
karena itu, sistematika penulisan skripsi ini dikelompokkan menjadi 5 (lima) bab,
1. BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini, terdapat penjabaran latar belakang, perumusan masalah, tujuan
sistematika penulisan.
Bab ini menguraikan tentang desain penelitian, populasi dan sampel penelitian,
data.
5. BAB V PENUTUP
Bab ini menjelaskan kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang mungkin
TINJAUAN PUSTAKA
kajian teori yang relevan dengan tema peneliti. Isi dari berbagai teori yang
bersangkutan dengan variabel penelitian, termasuk variabel bebas dan terikat yang
Disiplin kerja merupakan perwujudan nyata dari pola pikir, tindakan, dan
maupun etika yang berlaku di lingkungan kerja. Dalam kancah profesional, peran
12
13
kerja sebagai elemen operasional dalam manajemen sumber daya manusia yang
disiplin yang diterapkan oleh pegawai, semakin tinggi pula kualitas kerja yang
disiplin kerja sebagai cerminan loyalitas pegawai terhadap sistem regulasi yang
ditetapkan organisasi. Kepatuhan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga
semakin optimal pula hasil kerja yang dihasilkan sehingga memperkuat kinerja
organisasi.
Di sisi lain, Liu et al. (2026) mengemukakan bahwa disiplin kerja adalah
secara efektif dan efisien. Dalam perspektif ini, peraturan organisasi bukan
setiap individu agar bekerja selaras dengan tujuan bersama. Kepatuhan terhadap
bahwa disiplin kerja merupakan bentuk tanggung jawab dan kepatuhan karyawan
tugas secara teratur, bertanggung jawab, dan sesuai dengan standar yang telah
peraturan dan norma yang berlaku dalam organisasi. Teori Veithzal Rivai
digunakan sebagai grand theory dalam penelitian ini karena relevan dalam
menjelaskan konsep disiplin kerja. Adapun untuk mengukur tingkat disiplin kerja
1. Kehadiran
sebagai berikut:
dalam menjalankan tugas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Adapun
pekerjaan sesuai dengan standar, prosedur, dan ketentuan kerja yang telah
bertanggung jawab. Adapun indikator pada dimensi ini meliputi sebagai berikut:
sehingga dapat mengurangi kesalahan kerja. Adapun indikator pada dimensi ini
melaksanakan tugas sesuai dengan norma, etika, dan nilai yang berlaku di
tanggung jawabnya secara lebih baik sehingga dapat memberikan kontribusi yang
Menurut Ihsani & Rini (2023), pelatihan kerja merupakan suatu bentuk
yang dinamis.
ini esensial bagi karyawan baru maupun lama agar etos kerja, kedisiplinan, dan
rasa tanggung jawab mereka terus berkembang sejalan dengan tuntutan jabatan.
beberapa dimensi beserta indikator yang digunakan sebagai alat ukur penelitian,
sebagai berikut:
3. Materi Pelatihan Substansi atau bahan ajar yang disusun berdasarkan tuntutan
posisi atau jabatan. Indikator: Relevansi materi dengan beban kerja, kejelasan
keterampilan teknis.
4. Metode Pelatihan Teknik atau cara penyampaian materi kepada para peserta.
5. Tujuan Pelatihan Target atau output yang ingin diwujudkan organisasi melalui
produktivitas, dan kualitas hasil kerja, serta pemahaman yang lebih mendalam
dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh organisasi
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kinerja menjadi salah satu aspek
mencapai tujuan yang telah direncanakan. Karyawan dengan kinerja yang baik
perilaku kerja yang dicapai seseorang dalam suatu periode tertentu sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan. Penilaian kinerja tidak hanya berfokus pada hasil
20
merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan baik secara kualitas
maupun kuantitas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang
diterima karyawan.
merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap karyawan sebagai hasil kerja
bahwa kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai individu baik dari
segi kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
perilaku kerja yang telah dicapai oleh seseorang dalam menyelesaikan tugas dan
21
tanggung jawab yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Adapun dimensi dan
1. Kualitas Kerja
karyawan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan organisasi. Kualitas kerja
minimal.
Indikator:
2. Kuantitas Kerja
ditentukan.
Indikator:
3. Ketepatan Waktu
22
pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ketepatan waktu menjadi
Indikator:
4. Kerja Sama
dengan rekan kerja maupun atasan untuk mencapai tujuan organisasi secara
bersama-sama.
Indikator:
5. Tanggung Jawab
jawabnya.
Indikator:
memperkuat argumentasi teoritis dan empiris yang berkaitan dengan variabel yang
diteliti. Berikut beberapa hasil penelitian terdahulu yang digunakan oleh peneliti
Tabel II.1
Penelitian Terdahulu
Karyawan terhadap
dengan kinerja
Kepuasan
Kerja sebagai
Variabel
Intervening
Kerja
proses untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Akan sangat membantu
kerja karyawan dengan menerapkan budaya kerja yang sehat serta menjadikan
kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Tingkat disiplin yang tinggi
melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semakin baik disiplin
kerja yang dimiliki karyawan, maka semakin optimal pula hasil kerja yang dapat
dicapai.
melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan sesuai
dengan target yang telah ditentukan. Kinerja yang baik dapat dilihat dari kualitas
pekerjaan, kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas, serta
efisien. Oleh karena itu, disiplin kerja menjadi salah satu faktor yang berperan
dalam berbagai penelitian terdahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Sevia Restu
penerapan disiplin kerja yang baik mampu meningkatkan efektivitas serta kualitas
kerja pegawai dalam menjalankan tugasnya. Sejalan dengan itu, penelitian Sari
kerja berperan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Hal ini menegaskan bahwa
kerja yang optimal. Penelitian lain yang dilakukan oleh Eko Kurniawan (2025)
variabel motivasi kerja dan pengalaman kerja. Selain itu, penelitian Nurhayati
disiplin kerja merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap
karyawan, maka semakin optimal pula kinerja yang dihasilkan dalam mendukung
sesuai dengan tuntutan pekerjaan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara
efektif dan efisien. Oleh karena itu, pelatihan kerja menjadi salah satu strategi
terencana dan sistematis agar karyawan mampu bekerja secara lebih efektif,
lebih efektif. Sejalan dengan itu, penelitian Sarah dan Budiono (2022)
karyawan.
terhadap kinerja karyawan. Semakin baik program pelatihan yang diberikan oleh
Disiplin kerja dan pelatihan kerja merupakan dua faktor penting yang
kerja, serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Sementara itu, pelatihan
efisien, dan profesional. Kedua variabel tersebut memiliki peran yang saling
yang erat dengan peningkatan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki tingkat
disiplin kerja yang tinggi serta didukung oleh program pelatihan yang sesuai
optimal, tepat waktu, dan menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik. Disiplin
bahwa pelatihan kerja dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh terhadap
pekerjaan.
dan kepatuhan terhadap aturan kerja. Selain itu, penelitian Fitri Handayani (2024)
menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara disiplin kerja dan pelatihan
disimpulkan bahwa disiplin kerja dan pelatihan kerja secara simultan memiliki
penerapan disiplin kerja dan semakin efektif program pelatihan yang diberikan
organisasi, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja karyawan yang dihasilkan.
penelitian terdahulu yang relevan, sehingga dapat memberikan arah yang jelas
hubungan antara disiplin kerja (X1), pelatihan kerja (X2), dan kinerja karyawan
(Y). Disiplin kerja merupakan faktor yang berkaitan dengan kepatuhan karyawan
terhadap peraturan, standar kerja, dan tanggung jawab yang telah ditetapkan oleh
karyawan dalam menjalankan tugas secara tertib, tepat waktu, dan sesuai
kinerja karyawan.
pelatihan kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, serta disiplin kerja
dan pelatihan kerja secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan.
Disiplin kerja
Teori: Veithzal
Rivai dalam
Fatah et al.
(2024) H1
Kinerja Karyawan
H2 Teori: Kasmir (2022)
Pelatihan kerja
Teori:Anwar
Prabu
Mangkunegara
(2017)
H3
2.4 Hipotesis
35
Dugaan utama yang dikenal dengan hipotesis bersifat sementara dan harus
karyawan.
karyawan.
H3: Disiplin kerja dan pelatihan karyawan secara simultan atau bersama-sama
METODOLOGI PENELITIAN
pengaruh disiplin kerja dan pelatihan karyawan terhadap kinerja karyawan pada
penelitian diperoleh dalam bentuk angka yang berasal dari hasil penyebaran
instrumen penelitian, serta analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini bersifat asosiatif kausal,
yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara
Valeria di Jakarta. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari disiplin
kerja (X1) dan pelatihan karyawan (X2), sedangkan variabel dependen adalah
kinerja karyawan (Y). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh disiplin kerja dan pelatihan karyawan, baik secara parsial maupun
36
37
yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji
asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien
determinasi. Melalui desain penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh hasil yang
objektif dan akurat mengenai pengaruh disiplin kerja dan pelatihan karyawan
Gambar III.1
Proses Desain Penelitian
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
38
generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan
merupakan pihak yang secara langsung terlibat dalam pelaksanaan disiplin kerja,
salon. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 karyawan aktif yang
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
Sugiyono (2022), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
jenuh atau total sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan menjadikan
seluruh anggota populasi sebagai sampel penelitian. Teknik ini digunakan karena
jumlah populasi relatif kecil, sehingga seluruh anggota populasi dapat dijadikan
responden penelitian.
ini terdiri dari variabel independen yaitu Disiplin Kerja (X1) dan Pelatihan
Tabel III.1
Definisi Operasional Variabel
No. Variabel Definisi Operasional Variabel Dimensi dan Indikator
Penelitian
Penelitian
meningkatkan pengetahuan,
(Mangkunegara, 2021).
Karyawan (Y) kerja yang dicapai oleh karyawan kerja 3. Ketepatan waktu 4. Kerja
(Kasmir, 2022).
teknik pengumpulan data yang tepat sangat penting agar data yang diperoleh
akurat, relevan, dan dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian
secara objektif. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan
1. Kuesioner (Angket)
41
Tabel III.2
Jawaban Kuesioner dan Skor
1 Sangat Setuju SS 5
2 Setuju S 4
3 Netral N 3
4 Tidak Setuju TS 2
2. Observasi
3. Studi Kepustakaan
dengan cara mempelajari berbagai sumber tertulis yang relevan dengan penelitian.
dan mengkaji buku, jurnal ilmiah, artikel, serta penelitian terdahulu yang
berkaitan dengan disiplin kerja, pelatihan karyawan, dan kinerja karyawan. Studi
ini bertujuan untuk memperkuat landasan teori dan mendukung analisis dalam
penelitian.
data yang telah diperoleh dari hasil penelitian agar dapat menjawab rumusan
masalah serta menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini,
analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS (Statistical Package for the Social
Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
(2021), uji validitas dilakukan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
pengujian adalah apabila nilai r hitung lebih besar dari r tabel, maka item
reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator
hasil yang konsisten. Kriteria pengujian adalah apabila nilai Cronbach's Alpha
berdistribusi normal atau tidak. Menurut Ghozali (2021), uji normalitas dilakukan
44
untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual
memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah model yang memiliki
distribusi data normal. Kriteria pengujian adalah apabila nilai signifikansi lebih
(2021), model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel
independen. Kriteria pengujian adalah apabila nilai Tolerance lebih besar dari
0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari 10, maka tidak terjadi multikolinearitas.
Menurut Ghozali (2021), model regresi yang baik adalah model yang tidak
antara dua variabel independen atau lebih terhadap satu variabel dependen. Dalam
penelitian ini, variabel independen terdiri dari disiplin kerja (X1) dan pelatihan
nilai koefisien determinasi, maka semakin besar pengaruh disiplin kerja dan
adalah apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka variabel independen
variabel dependen. Kriteria pengujian adalah apabila nilai signifikansi lebih kecil
BAB IV
ini menggunakan tiga variabel, yaitu disiplin kerja (X1), pelatihan karyawan (X2),
serta kinerja karyawan (Y). Kuesioner dibagikan kepada karyawan Salon Blush
sebagai berikut.
Tabel IV.1
Karakteristik Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
Perempuan 27 90,0%
Laki-laki 3 10,0%
Jumlah 30 100%
orang dengan persentase 10,0%. Dengan demikian, responden dalam penelitian ini
didominasi oleh karyawan perempuan, yaitu sebanyak 27 orang atau 90,0% dari
total responden.
Tabel IV.2
Karakteristik Usia
Usia Frekuensi Persentase (%)
>54 tahun 0 0%
Jumlah 30 100%
25–34 tahun berjumlah 12 orang dengan persentase 40,0%, responden berusia 35–
44 tahun berjumlah 6 orang dengan persentase 20,0%, dan responden berusia 45–
Tabel IV.3
Karakteristik Pendidikan Terakhir
Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase (%)
D3 3 10,0%
S1 6 20,0%
S2 0 0%
S3 0 0%
Jumlah 30 100%
Tabel IV.4
Karakteristik Bagian Pekerjaan
Bagian Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)
Beautician 8 26,7%
Admin/Kasir 5 16,7%
Jumlah 30 100%
49
orang dengan persentase 26,7%, Nail Artist berjumlah 7 orang dengan persentase
pilihan jawaban, yaitu Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Netral (N),
Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS). Hasil jawaban responden kemudian diolah
kerja, kepatuhan terhadap SOP, tanggung jawab, ketelitian, serta sikap kerja
50
Tabel IV.5
Jawaban Variabel Disiplin Kerja (X1)
No Pernyataan STS TS N S SS
1 Saya datang tepat 0 0 6 24 0
waktu sesuai jadwal (0,0%) (0,0%) (20,0%) (80,0%) (0,0%)
kerja yang ditetapkan.
2 Saya memiliki tingkat 0 0 6 24 0
kehadiran yang baik di (0,0%) (0,0%) (20,0%) (80,0%) (0,0%)
tempat kerja.
3 Saya tidak 0 0 11 19 0
meninggalkan (0,0%) (0,0%) (36,7%) (63,3%) (0,0%)
pekerjaan selama jam
kerja tanpa alasan
yang jelas.
4 Saya mematuhi jam 7 4 4 15 0
kerja yang telah (23,3%) (13,3%) (13,3%) (50,0%) (0,0%)
ditentukan
perusahaan.
5 Saya mematuhi tata 0 0 14 16 0
tertib yang berlaku di (0,0%) (0,0%) (46,7%) (53,3%) (0,0%)
Salon Blush by
Valeria.
6 Saya mengikuti 0 0 10 20 0
instruksi atasan (0,0%) (0,0%) (33,3%) (66,7%) (0,0%)
dengan baik.
7 Saya menggunakan 0 6 10 14 0
atribut kerja sesuai (0,0%) (20,0%) (33,3%) (46,7%) (0,0%)
ketentuan perusahaan.
8 Saya mematuhi 1 9 13 7 0
standar operasional (3,3%) (30,0%) (43,3%) (23,3%) (0,0%)
prosedur (SOP) kerja.
9 Saya menyelesaikan 0 0 14 16 0
pekerjaan tepat waktu. (0,0%) (0,0%) (46,7%) (53,3%) (0,0%)
10 Saya bekerja sesuai 0 0 14 16 0
prosedur yang telah (0,0%) (0,0%) (46,7%) (53,3%) (0,0%)
ditetapkan.
11 Saya menjaga kualitas 0 0 11 19 0
pekerjaan yang saya (0,0%) (0,0%) (36,7%) (63,3%) (0,0%)
hasilkan.
51
12 Saya menggunakan 1 6 14 9 0
waktu kerja secara (3,3%) (20,0%) (46,7%) (30,0%) (0,0%)
efektif.
13 Saya bekerja dengan 0 1 16 13 0
teliti dalam melayani (0,0%) (3,3%) (53,3%) (43,3%) (0,0%)
pelanggan.
14 Saya selalu 0 0 17 13 0
memperhatikan (0,0%) (0,0%) (56,7%) (43,3%) (0,0%)
keselamatan dan
keamanan kerja.
15 Saya menggunakan 1 8 12 9 0
peralatan kerja dengan (3,3%) (26,7%) (40,0%) (30,0%) (0,0%)
baik dan benar.
16 Saya berusaha 0 0 9 21 0
menghindari (0,0%) (0,0%) (30,0%) (70,0%) (0,0%)
kesalahan dalam
pekerjaan.
17 Saya bersikap sopan 0 1 16 13 0
kepada rekan kerja (0,0%) (3,3%) (53,3%) (43,3%) (0,0%)
dan pelanggan.
18 Saya menjaga 0 0 12 18 0
komunikasi yang baik (0,0%) (0,0%) (40,0%) (60,0%) (0,0%)
dengan rekan kerja.
19 Saya bertanggung 0 0 10 20 0
jawab atas pekerjaan (0,0%) (0,0%) (33,3%) (66,7%) (0,0%)
yang diberikan kepada
saya.
20 Saya menjaga nama 0 1 14 15 0
baik Salon Blush by (0,0%) (3,3%) (46,7%) (50,0%) (0,0%)
Valeria.
Sumber: Olahan Peneliti, 2026
Berdasarkan Tabel IV.5 dapat disimpulkan bahwa:
a. Pernyataan 1 mengenai “Saya datang tepat waktu sesuai jadwal kerja yang
baik.
52
tanpa alasan yang jelas” dari 38 responden, sebagian besar menjawab Setuju
e. Pernyataan 5 mengenai “Saya mematuhi tata tertib yang berlaku di Salon Blush
sebesar 43,3%, dan masih terdapat tidak setuju sebesar 30%, yang
cukup baik.
belum optimal.
perlu ditingkatkan.
belum maksimal.
54
sebesar 40%, namun masih terdapat tidak setuju sebesar 26,7%, yang
persentase sebesar 53,3%, yang menunjukkan bahwa sikap kerja masih perlu
diperkuat.
sebesar 60%, yang menunjukkan bahwa komunikasi kerja sudah cukup baik.
meningkatkan
kemampuan kerja
saya.
32 Materi pelatihan 4 3 11 12 0
sesuai dengan (13,3%) (10,0%) (36,7%) (40,0%) (0,0%)
kebutuhan pekerjaan
di salon.
33 Metode pelatihan yang 0 0 16 14 0
digunakan mudah (0,0%) (0,0%) (53,3%) (46,7%) (0,0%)
dipahami.
34 Metode pelatihan 0 1 16 13 0
sesuai dengan (0,0%) (3,3%) (53,3%) (43,3%) (0,0%)
kebutuhan peserta.
35 Pelatihan memberikan 3 3 9 15 0
kesempatan praktik (10,0%) (10,0%) (30,0%) (50,0%) (0,0%)
secara langsung.
36 Metode pelatihan 2 5 8 15 0
efektif meningkatkan (6,7%) (16,7%) (26,7%) (50,0%) (0,0%)
kemampuan kerja
saya.
37 Pelatihan 3 4 8 15 0
meningkatkan (10,0%) (13,3%) (26,7%) (50,0%) (0,0%)
keterampilan kerja
saya.
38 Pelatihan 3 4 8 15 0
meningkatkan (10,0%) (13,3%) (26,7%) (50,0%) (0,0%)
produktivitas kerja
saya.
39 Pelatihan 3 3 8 16 0
meningkatkan kualitas (10,0%) (10,0%) (26,7%) (53,3%) (0,0%)
hasil pekerjaan saya.
40 Pelatihan membantu 3 3 8 16 0
saya memahami tugas (10,0%) (10,0%) (26,7%) (53,3%) (0,0%)
dan tanggung jawab
dengan lebih baik.
Sumber: Olahan Peneliti, 2026
jelas” dari 38 responden, sebagian besar menjawab Netral sebesar 50,0% dan
Netral sebesar 53,3% dan Setuju sebesar 40,0%, yang menunjukkan bahwa
tergolong baik.
58
dari 38 responden, sebagian besar menjawab Netral sebesar 53,3% dan Setuju
karyawan.
responden, sebagian besar menjawab Setuju sebesar 43,3% dan Netral serta
sebesar 56,7% dan Setuju sebesar 40,0%, yang menunjukkan bahwa manfaat
dan Setuju sebesar 40,0%, namun masih terdapat Tidak Setuju sebesar 13,3%,
perlu ditingkatkan.
dari 38 responden, sebagian besar menjawab Netral sebesar 53,3% dan Setuju
dari 38 responden, sebagian besar menjawab Netral sebesar 53,3% dan Setuju
kerja saya” dari 38 responden, sebagian besar menjawab Setuju sebesar 50,0%,
kemampuan kerja.
keterampilan kerja.
produktivitas kerja.
saya” dari 38 responden, sebagian besar menjawab Setuju sebesar 53,3%, yang
waktu, kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan
Tabel IV.7
Jawaban Variabel Kinerja Karyawan (Y)
No Pernyataan STS TS N S SS
41 Saya menyelesaikan 0 0 13 17 0
pekerjaan dengan (0,0%) (0,0%) (43,3%) (56,7%) (0,0%)
teliti.
42 Hasil pekerjaan saya 0 1 14 15 0
rapi dan sesuai (0,0%) (3,3%) (46,7%) (50,0%) (0,0%)
standar perusahaan.
43 Saya mampu 2 8 11 9 0
memenuhi standar (6,7%) (26,7%) (36,7%) (30,0%) (0,0%)
kerja yang ditetapkan
perusahaan.
44 Saya jarang 0 0 13 17 0
melakukan kesalahan (0,0%) (0,0%) (43,3%) (56,7%) (0,0%)
dalam pekerjaan.
45 Saya mampu 2 4 11 13 0
menyelesaikan (6,7%) (13,3%) (36,7%) (43,3%) (0,0%)
pekerjaan sesuai
target yang
ditentukan.
46 Saya menyelesaikan 0 0 13 17 0
tugas dengan cepat (0,0%) (0,0%) (43,3%) (56,7%) (0,0%)
dan tepat.
47 Saya mampu 0 0 10 20 0
mencapai target kerja (0,0%) (0,0%) (33,3%) (66,7%) (0,0%)
61
yang diberikan.
48 Saya memiliki 4 4 9 13 0
produktivitas kerja (13,3%) (13,3%) (30,0%) (43,3%) (0,0%)
yang baik.
49 Saya menyelesaikan 0 3 14 13 0
pekerjaan sesuai (0,0%) (10,0%) (46,7%) (43,3%) (0,0%)
jadwal yang
ditentukan.
50 Saya disiplin dalam 3 6 10 11 0
memanfaatkan waktu (10,0%) (20,0%) (33,3%) (36,7%) (0,0%)
kerja.
51 Saya mampu 0 0 16 14 0
mengatur waktu kerja (0,0%) (0,0%) (53,3%) (46,7%) (0,0%)
dengan baik.
52 Saya selalu memenuhi 0 0 13 17 0
batas waktu (0,0%) (0,0%) (43,3%) (56,7%) (0,0%)
penyelesaian
pekerjaan.
53 Saya mampu bekerja 5 2 9 14 0
sama dengan rekan (16,7%) (6,7%) (30,0%) (46,7%) (0,0%)
kerja.
54 Saya bersedia 4 5 6 15 0
membantu rekan kerja (13,3%) (16,7%) (20,0%) (50,0%) (0,0%)
ketika diperlukan.
55 Saya menjaga 0 0 11 19 0
komunikasi yang baik (0,0%) (0,0%) (36,7%) (63,3%) (0,0%)
dalam pekerjaan.
56 Saya menghargai 0 0 11 19 0
pendapat dan (0,0%) (0,0%) (36,7%) (63,3%) (0,0%)
kontribusi rekan kerja.
57 Saya melaksanakan 2 1 10 17 0
tugas dengan penuh (6,7%) (3,3%) (33,3%) (56,7%) (0,0%)
tanggung jawab.
58 Saya mematuhi aturan 4 3 9 14 0
kerja yang berlaku. (13,3%) (10,0%) (30,0%) (46,7%) (0,0%)
59 Saya siap menerima 2 1 10 17 0
konsekuensi atas (6,7%) (3,3%) (33,3%) (56,7%) (0,0%)
pekerjaan yang saya
lakukan.
60 Saya memiliki 2 2 9 17 0
komitmen yang tinggi (6,7%) (6,7%) (30,0%) (56,7%) (0,0%)
terhadap pekerjaan
saya.
Sumber: Olahan Peneliti, 2026
Berdasarkan Tabel IV.7 dapat disimpulkan bahwa:
62
cukup baik.
50,0% dan Netral sebesar 46,7%, yang menunjukkan bahwa kualitas hasil
sebesar 36,7% dan Setuju sebesar 30,0%, namun masih terdapat Tidak Setuju
belum optimal.
rendah.
tinggi.
46,7% dan Setuju sebesar 43,3%, yang menunjukkan bahwa ketepatan waktu
dari 38 responden, sebagian besar menjawab Setuju sebesar 36,7% dan Netral
sebesar 33,3%, namun masih terdapat Tidak Setuju sebesar 20,0%, yang
dari 38 responden, sebagian besar menjawab Netral sebesar 53,3% dan Setuju
baik.
masih terdapat Tidak Setuju sebesar 23,4%, yang menunjukkan bahwa kerja
baik.
yang menunjukkan bahwa sikap kerja sama dan saling menghargai sudah
baik.
sebesar 56,7%, yang menunjukkan bahwa sikap tanggung jawab sudah baik.
terhadap variabel yang diteliti. Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu disiplin
kerja (X1), pelatihan karyawan (X2), dan kinerja karyawan (Y). Uji kualitas data
dilakukan melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui apakah setiap
item pernyataan dalam kuesioner layak digunakan sebagai alat ukur penelitian.
Tabel IV.8
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimu Maximu Mean Std.
m m Deviati
on
Statist Statistic Statistic Statist Std. Statistic
ic ic Error
DISIPLIN 30 55.00 80.00 68.83 1.297 7.10553
KERJA 33 29
PELATIHA 30 45.00 80.00 65.03 1.875 10.2737
N 33 73 8
KARYAW
AN
KINERJA 30 50.00 80.00 66.93 1.739 9.52649
KARYAW 33 29
AN
Valid N 30
(listwise)
66
Berdasarkan Tabel IV.8 hasil uji statistik deskriptif dapat digambarkan distribusi
nilai maksimum sebesar 80,00, nilai rata-rata sebesar 68,8333, dan standar
deviasi sebesar 7,10553. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat disiplin kerja
karyawan berada pada kategori cukup tinggi dengan variasi data yang
45,00, nilai maksimum sebesar 80,00, nilai rata-rata sebesar 65,0333, dan
50,00, nilai maksimum sebesar 80,00, nilai rata-rata sebesar 66,9333, dan
karyawan berada pada kategori cukup baik dengan tingkat sebaran data
variabel penelitian memiliki nilai rata-rata yang relatif tinggi dan saling
karyawan, dan kinerja karyawan berada pada tingkat yang cukup baik serta
seharusnya diukur. Uji validitas diterapkan pada seluruh item pernyataan yang
dengan r tabel. Suatu item pernyataan dinyatakan valid apabila nilai r hitung lebih
besar dari r tabel. Sebaliknya, apabila nilai r hitung lebih kecil dari r tabel, maka
berikut:
df = N - 2
df = 30 - 2
df = 28
nilai r tabel sebesar 0,361. Dengan demikian, dasar pengambilan keputusan dalam
uji validitas penelitian ini adalah apabila nilai r hitung > 0,361, maka item
Uji validitas pada variabel disiplin kerja (X1) dilakukan terhadap 20 item
pernyataan. Hasil uji validitas variabel disiplin kerja dapat dilihat pada tabel
berikut.
68
Tabel IV.8
Uji Validitas Variabel Disiplin Kerja (X1)
No Item Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan
1 X1.1 0,704 0,361 Valid
2 X1.2 0,525 0,361 Valid
3 X1.3 0,497 0,361 Valid
4 X1.4 0,537 0,361 Valid
5 X1.5 0,685 0,361 Valid
6 X1.6 0,722 0,361 Valid
7 X1.7 0,515 0,361 Valid
8 X1.8 0,423 0,361 Valid
9 X1.9 0,618 0,361 Valid
10 X1.10 0,676 0,361 Valid
11 X1.11 0,794 0,361 Valid
12 X1.12 0,589 0,361 Valid
13 X1.13 0,500 0,361 Valid
14 X1.14 0,608 0,361 Valid
15 X1.15 0,718 0,361 Valid
16 X1.16 0,599 0,361 Valid
17 X1.17 0,508 0,361 Valid
18 X1.18 0,565 0,361 Valid
19 X1.19 0,641 0,361 Valid
20 X1.20 0,631 0,361 Valid
Sumber: Olahan Peneliti, 2026
Berdasarkan Tabel IV.8, seluruh item pernyataan pada variabel disiplin
kerja (X1) memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel sebesar 0,361. Nilai r
hitung terendah terdapat pada item X1.8 sebesar 0,423, sedangkan nilai r hitung
tertinggi terdapat pada item X1.11 sebesar 0,794. Dengan demikian, seluruh item
pernyataan pada variabel disiplin kerja dinyatakan valid dan layak digunakan
item pernyataan. Hasil uji validitas variabel pelatihan karyawan dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel IV.9
Uji Validitas Variabel Pelatihan Karyawan (X2)
No Item Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan
69
karyawan (X2) memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel sebesar 0,361. Nilai
r hitung terendah terdapat pada item X2.14 sebesar 0,474, sedangkan nilai r hitung
tertinggi terdapat pada item X2.4 sebesar 0,799. Dengan demikian, seluruh item
item pernyataan. Hasil uji validitas variabel kinerja karyawan dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel IV.10
Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y)
No Item Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan
1 Y.1 0,547 0,361 Valid
2 Y.2 0,513 0,361 Valid
70
karyawan (Y) memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel sebesar 0,361. Nilai r
hitung terendah terdapat pada item Y.18 sebesar 0,389, sedangkan nilai r hitung
tertinggi terdapat pada item Y.5 sebesar 0,810. Dengan demikian, seluruh item
pernyataan pada variabel kinerja karyawan dinyatakan valid dan layak digunakan
Sebaliknya, apabila nilai Cronbach’s Alpha < 0,70, maka instrumen penelitian
dinyatakan tidak reliabel. Berikut merupakan hasil uji reliabilitas dalam penelitian
ini.
Tabel IV.11
Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Cronbach’s N of Syara Keterangan
Alpha Items t
1 Disiplin Kerja (X1) 0,886 20 0,70 Reliabel
2 Pelatihan 0,917 20 0,70 Reliabel
Karyawan (X2)
3 Kinerja Karyawan 0,909 20 0,70 Reliabel
(Y)
Sumber: Olahan Peneliti, 2026
(X1) memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,886, variabel pelatihan karyawan
(X2) memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,917, dan variabel kinerja
karyawan (Y) memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,909. Seluruh nilai
yang digunakan untuk mengukur variabel disiplin kerja, pelatihan karyawan, dan
kuesioner memiliki konsistensi yang baik dan layak digunakan dalam penelitian
ini.
yang digunakan dalam model regresi telah memenuhi persyaratan dasar yang
diperlukan. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji
disiplin kerja dan pelatihan karyawan terhadap kinerja karyawan Salon Blush by
Valeria di Jakarta.
model regresi berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah
model yang memiliki data residual berdistribusi normal. Dalam penelitian ini, uji
normalitas dilakukan melalui tiga cara, yaitu uji normalitas histogram, uji
penyebaran data berada di sekitar bagian tengah. Hal ini menunjukkan bahwa data
73
residual dalam penelitian ini memiliki pola distribusi yang mendekati normal.
Dengan demikian, berdasarkan grafik histogram, data dalam model regresi dapat
Plot menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.
dapat disimpulkan bahwa data residual dalam penelitian ini berdistribusi normal.
berdistribusi normal apabila nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05.
74
Tabel IV.12
Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 30
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 5.37398099
Most Extreme Absolute .095
Differences Positive .095
Negative -.083
Test Statistic .095
Asymp. Sig. (2-tailed)c .200d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Hasil olahan SPSS, 2026
Nilai tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data
regresi telah memenuhi asumsi normalitas dan layak untuk digunakan dalam
pengujian selanjutnya.
hubungan atau korelasi yang tinggi antarvariabel independen dalam model regresi.
Dalam penelitian ini, variabel independen yang diuji adalah disiplin kerja (X1)
karyawan (Y).
dari nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai Tolerance
75
> 0,10 dan nilai VIF < 10, maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi gejala
Tabel IV.13
Hasil Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Model Unstandardi Standardi t Si Collinearity
zed zed g. Statistics
Coefficients Coefficie
nts
B Std. Beta Tolera VIF
Erro nce
r
1 (Constant) 2.4 10.2 .23 .81
04 57 4 6
DISIPLIN .49 .231 .368 2.1 .04 .398 2.5
KERJA 4 38 2 15
PELATIH .47 .160 .507 2.9 .00 .398 2.5
AN 0 42 7 15
KARYAW
AN
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber: Hasil olahan SPSS, 2026
memiliki nilai Tolerance sebesar 0,398 dan nilai VIF sebesar 2,515. Variabel
pelatihan karyawan (X2) juga memiliki nilai Tolerance sebesar 0,398 dan nilai
VIF sebesar 2,515. Nilai Tolerance dari kedua variabel tersebut lebih besar dari
kerja dan pelatihan karyawan tidak memiliki hubungan yang terlalu kuat satu
sama lain, sehingga kedua variabel independen tersebut layak digunakan dalam
76
regresi yang baik adalah model yang tidak mengalami gejala heteroskedastisitas.
nilai signifikansi > 0,05, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Sebaliknya,
apabila nilai signifikansi < 0,05, maka terjadi gejala heteroskedastisitas. Adapun
Tabel IV.14
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Beta
Error
1 (Constant) .433 6.259 .069 .945
DISIPLIN .156 .141 .329 1.106 .279
KERJA
PELATIHAN -.108 .097 -.330 - .277
KARYAWAN 1.110
a. Dependent Variable: ABS_RES
Sumber: Hasil olahan SPSS, 2026
(X2) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,277. Kedua nilai signifikansi tersebut
dalam model regresi bersifat konstan, sehingga model regresi layak digunakan
dalam penelitian ini adalah disiplin kerja (X1) dan pelatihan karyawan (X2),
hipotesis dilakukan melalui uji regresi linear berganda, uji parsial atau uji t, uji
Dalam penelitian ini, uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja
(X1) terhadap kinerja karyawan (Y) dan pengaruh pelatihan karyawan (X2)
< 0,05 atau nilai t hitung > t tabel, maka variabel independen berpengaruh secara
parsial terhadap variabel dependen. Sebaliknya, apabila nilai signifikansi > 0,05
atau nilai t hitung < t tabel, maka variabel independen tidak berpengaruh secara
berikut:
α = 0,05
df = n - k – 1
df = 30 - 2 – 1
df = 27
= α/2 ; n - k – 1
= 0,05/2 ; 30 - 2 – 1
= 0,025 ; 27
= 2,052
Dengan demikian, nilai t tabel dalam penelitian ini adalah sebesar 2,052.
Adapun hasil uji T secara parsial dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel IV.15
Hasil Uji T Secara Parsial
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Beta
Error
1 (Constant) 2.404 10.257 .234 .816
DISIPLIN .494 .231 .368 2.138 .042
KERJA
PELATIHAN .470 .160 .507 2.942 .007
KARYAWAN
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber: Hasil olahan SPSS, 2026
79
hitung sebesar 2,138, lebih besar dari t tabel sebesar 2,052. Selain itu, nilai
signifikansi yang diperoleh sebesar 0,042 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian,
baik disiplin kerja yang dimiliki karyawan, maka kinerja karyawan juga akan
semakin meningkat.
lebih besar dari t tabel sebesar 2,052. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar
0,007 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan
Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial disiplin
dependen. Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk mengetahui apakah disiplin
kerja (X1) dan pelatihan karyawan (X2) secara simultan berpengaruh terhadap
Dasar pengambilan keputusan dalam uji F adalah apabila nilai F hitung >
F tabel dan nilai signifikansi < 0,05, maka variabel independen secara simultan
80
tabel dan nilai signifikansi > 0,05, maka variabel independen secara simultan
df penyebut = n - k – 1
df penyebut = 30 - 2 – 1
df penyebut = 27
Dengan taraf signifikansi 0,05, maka diperoleh nilai F tabel sebesar 3,35.
Adapun hasil uji F secara simultan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel IV.16
Hasil Uji F Secara Simultan
ANOVAa
Model Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
1 Regression 1794.356 2 897.178 28.924 <.001b
Residual 837.510 27 31.019
Total 2631.867 29
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
b. Predictors: (Constant), PELATIHAN KARYAWAN, DISIPLIN KERJA
Sumber: Hasil olahan SPSS, 2026
sedangkan nilai F tabel sebesar 3,35. Hal ini menunjukkan bahwa nilai F hitung
lebih besar dari F tabel, yaitu 28,924 > 3,35. Selain itu, nilai signifikansi yang
karyawan (Y) pada Salon Blush by Valeria di Jakarta. Artinya, semakin baik
81
disiplin kerja dan pelatihan karyawan yang diterapkan, maka kinerja karyawan
ini menunjukkan seberapa besar kemampuan variabel disiplin kerja (X1) dan
pelatihan karyawan (X2) dalam menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel
Square. Semakin besar nilai koefisien determinasi, maka semakin besar pula
Sebaliknya, semakin kecil nilai koefisien determinasi, maka semakin kecil pula
kinerja karyawan (Y), serta kontribusi pelatihan karyawan (X2) terhadap kinerja
karyawan (Y).
Tabel IV.17
Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial Disiplin Kerja (X1)
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of the
Square Estimate
1 .761a .580 .565 6.28509
82
menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara disiplin kerja (X1) terhadap
kinerja karyawan (Y). Nilai R Square sebesar 0,580 menunjukkan bahwa variabel
Sementara itu, sisanya sebesar 42,0% dijelaskan oleh faktor lain di luar variabel
Tabel IV.18
Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial Pelatihan Karyawan (X2)
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of the
Square Estimate
a
1 .792 .628 .615 5.91412
a. Predictors: (Constant), PELATIHAN KARYAWAN
Sumber: Hasil olahan SPSS, 2026
terhadap kinerja karyawan (Y). Nilai R Square sebesar 0,628 menunjukkan bahwa
sebesar 62,8%. Sementara itu, sisanya sebesar 37,2% dijelaskan oleh faktor lain di
luar variabel pelatihan karyawan yang tidak dibahas dalam pengujian parsial ini.
karyawan dibandingkan disiplin kerja. Hal ini terlihat dari nilai R Square
pelatihan karyawan sebesar 0,628 yang lebih besar dibandingkan nilai R Square
digunakan untuk mengetahui seberapa besar disiplin kerja (X1) dan pelatihan
karyawan (X2) mampu menjelaskan kinerja karyawan (Y) pada Salon Blush by
Valeria di Jakarta.
Tabel IV.19
Hasil Uji Koefisien Determinasi Secara Simultan
Model Summary
Model R R Adjusted R Std. Error of the
Square Square Estimate
a
1 .826 .682 .658 5.56946
a. Predictors: (Constant), PELATIHAN KARYAWAN, DISIPLIN KERJA
Sumber: Hasil olahan SPSS, 2026
menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara disiplin kerja (X1) dan
Nilai R Square sebesar 0,682 menunjukkan bahwa disiplin kerja dan pelatihan
68,2%.
Sementara itu, sisanya sebesar 31,8% dijelaskan oleh faktor lain di luar
variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Faktor lain tersebut dapat berupa
kerja, budaya organisasi, maupun faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja
karyawan.
84
simultan. Dalam penelitian ini, uji regresi linear berganda digunakan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin kerja (X1) dan pelatihan karyawan
(X2) terhadap kinerja karyawan (Y) pada Salon Blush by Valeria di Jakarta.
Rangkuman hasil uji regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel IV.30
Uji Regresi Linear Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Beta
Error
1 (Constant) 2.404 10.257 .234 .816
DISIPLIN .494 .231 .368 2.138 .042
KERJA
PELATIHAN .470 .160 .507 2.942 .007
KARYAWAN
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber: Hasil olahan SPSS, 2026
Keterangan:
Y = Kinerja Karyawan
X1 = Disiplin Kerja
85
X2 = Pelatihan Karyawan
disiplin kerja (X1) dan pelatihan karyawan (X2) dianggap bernilai tetap
atau nol, maka nilai kinerja karyawan (Y) adalah sebesar 2,404.
sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,494,
tetap.
karyawan Salon Blush by Valeria di Jakarta. Hal ini berarti semakin baik disiplin
kerja dan pelatihan karyawan, maka kinerja karyawan juga cenderung mengalami
peningkatan.
4.5 Pembahasan
86
pengaruh disiplin kerja dan pelatihan karyawan terhadap kinerja karyawan Salon
sebesar 2,138 lebih besar dari t tabel sebesar 2,052 dengan nilai signifikansi 0,042
lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh
Jakarta. Dengan demikian, semakin baik tingkat disiplin kerja yang dimiliki
kategori cukup baik, terutama pada aspek ketepatan waktu dan kehadiran yang
kelemahan pada aspek kepatuhan terhadap SOP, kepatuhan terhadap jam kerja,
penggunaan atribut kerja, serta efektivitas penggunaan waktu kerja. Hal ini
menunjukkan bahwa meskipun secara umum disiplin kerja sudah baik, namun
individu untuk menaati peraturan organisasi, baik yang bersifat tertulis maupun
tidak tertulis, termasuk kepatuhan terhadap SOP dan ketepatan waktu kerja.
sehingga standar operasional belum diterapkan secara seragam. Oleh karena itu,
sebesar 2,942 lebih besar dari t tabel sebesar 2,052 dengan nilai signifikansi 0,007
lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan karyawan
kategori cukup baik, terutama pada aspek kesesuaian materi dengan pekerjaan,
sepenuhnya optimal.
kompeten, materi yang relevan dengan pekerjaan, metode yang sesuai, serta
88
tidak akan berjalan optimal. Dalam konteks ini, pelatihan yang masih cenderung
sepenuhnya berbasis praktik kerja salon secara langsung. Selain itu, kualitas
Karyawan
Berdasarkan hasil uji F, diperoleh nilai F hitung sebesar 28,924 lebih besar
dari F tabel sebesar 3,35 dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001. Hal ini
yang berarti bahwa disiplin kerja dan pelatihan karyawan mampu menjelaskan
kinerja karyawan sebesar 68,2 persen, sedangkan sisanya sebesar 31,8 persen
dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian seperti motivasi kerja, lingkungan
terutama pada aspek pencapaian target kerja, komunikasi antar karyawan, serta
tanggung jawab kerja. Namun demikian, masih terdapat kelemahan pada aspek
produktivitas, manajemen waktu, ketepatan standar kerja, serta kerja sama dalam
situasi tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja karyawan belum sepenuhnya
fluktuasi jumlah pelanggan yang menyebabkan beban kerja tidak selalu stabil,
serta adanya perbedaan kemampuan teknis antar karyawan. Oleh karena itu,
kerja dan peningkatan kualitas pelatihan secara berkelanjutan agar hasil kerja
5.1 Kesimpulan
Salon Blush by Valeria di Jakarta. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji t yang
menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,138 lebih besar dari t tabel sebesar 2,052,
dengan nilai signifikansi sebesar 0,042 lebih kecil dari 0,05. Artinya, semakin
baik disiplin kerja yang dimiliki karyawan, maka kinerja karyawan juga akan
semakin meningkat.
karyawan Salon Blush by Valeria di Jakarta. Hal ini dibuktikan melalui hasil
uji t yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,942 lebih besar dari t tabel
sebesar 2,052, dengan nilai signifikansi sebesar 0,007 lebih kecil dari 0,05.
dibuktikan melalui hasil uji F yang menunjukkan nilai F hitung sebesar 28,924
lebih besar dari F tabel sebesar 3,35, dengan nilai signifikansi <0,001 lebih
kecil dari 0,05. Artinya, disiplin kerja dan pelatihan karyawan secara bersama-
90
91
5.2 Saran
serta evaluasi kerja secara berkala. Hal ini penting karena disiplin kerja terbukti
responden yang lebih banyak dan objek penelitian yang lebih luas agar hasil
Butar-Butar, W. R., Pasaribu, F., & Tanjung, H. (2022). Pengaruh disiplin kerja,
pelatihan, dan motivasi terhadap kinerja pegawai. MANEGGIO, 5(2).
[Link]
Devates, Y. H., & Subiyanto, D. (2024). Strengthening Productivity: Role
Analysis of Workload, Compensation, Work Environment, and Work
Discipline. Relevance: Journal of Management and Business, 7(1), 64–85.
Ding, L., Carrillo, J.-M., & Do, C. (2025). ToPolyAgent: AI Agents for Coarse-
Grained Topological Polymer Simulations. arXiv preprint arXiv:2510.12091.
Fatah, A., Muthalib, A. A., & Supriadin, N. (2024). PENGARUH DISIPLIN
KERJA, MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP
KINERJA KARYAWAN PADA PT. BINA BAKTI PERSADA. JISEF:
Journal Of International Sharia Economics And Financial, 3(01), 69–89.
Harahap, W. R. (2020). Profesi arsiparis sebagai sumber daya manusia dalam
mengelola arsip statis. Pustaka Karya: Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan
Informasi, 8(1), 45–52.
Ihsani, I. M., & Rini, H. P. (2023). Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan PT Pos Indonesia
(Persero) Kebonrojo Surabaya. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi,
23(1), 75–79.
Kumalasari, C. M., & Suprayitno. (2020). Pengaruh pelatihan dan disiplin kerja
terhadap kinerja karyawan. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 20(2), 139–
150. [Link]
Lestari, S., & Afifah, D. (2020). Pengaruh disiplin kerja dan pelatihan kerja
terhadap kinerja karyawan. In Kinerja: Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Vol. 3,
Nomor 1, hal. 93–110). [Link]
Liu, J., Du, Y., Yang, K., Wu, J., Wang, Y., Hu, X., Wang, Z., Liu, Y., Sun, P., &
Boukerche, A. (2026). Edge-cloud collaborative computing on distributed
intelligence and model optimization: A survey. IEEE Communications
Surveys & Tutorials.
Nurlia, A., Maryadi, B., & Abdi, A. R. (2021). Pengaruh pelatihan, motivasi, dan
93
94
I. Biodata Mahasiswa
NIM : 64211989
Nama Lengkap : Rizka Aulia
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Mei 2003
Alamat Lengkap : Jl arus jati no 36 RT 05 RW 05
No Handphone : 088210347774
Email : raulia120503@[Link]
Rizka Aulia
95
96
KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PELATIHAN KARYAWAN
TERHADAP KINERJA KARYAWAN SALON BLUSH BY VALERIA DI
JAKARTA
Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i Responden,
Saya memohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mengisi kuesioner ini.
Kuesioner ini bertujuan untuk memperoleh data yang akan digunakan dalam
penelitian mengenai pengaruh disiplin kerja dan pelatihan karyawan terhadap
kinerja karyawan Salon Blush by Valeria di Jakarta.
Seluruh informasi yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya
digunakan untuk kepentingan penelitian.
Atas kesediaan dan partisipasinya, saya ucapkan terima kasih.
Identitas Responden
1. Nama (Opsional) : ____________________
2. Jenis Kelamin :
o Laki-laki
o Perempuan
3. Usia :
o < 20 Tahun
o 20–30 Tahun
o 31–40 Tahun
o 40 Tahun
4. Lama Bekerja :
o < 1 Tahun
o 1–3 Tahun
o 4–6 Tahun
o 6 Tahun
Petunjuk Pengisian
Berikan tanda (✓) pada salah satu jawaban yang sesuai dengan pendapat
Anda.
Skor Keterangan
5 Sangat Setuju (SS)
4 Setuju (S)
98
99
3 Netral (N)
2 Tidak Setuju (TS)
1 Sangat Tidak Setuju (STS)
Tabulasi X2
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2
. . . . . . . . . 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 7
3
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6
0
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 7
103
9
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 8
0
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 8
0
2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 6
1
3 3 3 2 1 4 2 4 3 1 4 1 4 4 1 1 1 1 1 1 4
5
3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 4
9
3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 5
3
3 2 4 2 2 2 3 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 6
7
3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5
9
3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 6
6
4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 3 4 1 1 1 5
9
3 2 4 1 3 3 1 4 3 1 3 1 3 3 1 4 1 4 4 4 5
3
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 8
0
3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 2 2 6
1
3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 1 3 3 2 4 2 3 3 3 5
3
3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 1 3 4 4 4 6
0
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 1 1 1 6
8
4 1 4 1 4 4 1 4 4 1 4 1 4 4 1 2 1 4 4 4 5
7
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 7
6
2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 5
3
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6
0
4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 6
7
4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 7
2
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 7
8
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 7
8
3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 6
3
4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 7
6
3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 6
5
104
Tabulasi Y
X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2. 2
. . . . . . . . . 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 7
3
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6
0
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 7
9
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 8
0
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 8
0
2 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 6
1
3 3 3 2 1 4 2 4 3 1 4 1 4 4 1 1 1 1 1 1 4
5
3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 4
9
3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 5
3
3 2 4 2 2 2 3 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 6
7
3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5
9
3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 6
6
4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 3 4 4 3 4 1 1 1 5
9
3 2 4 1 3 3 1 4 3 1 3 1 3 3 1 4 1 4 4 4 5
3
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 8
0
3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 2 2 2 6
1
3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 1 3 3 2 4 2 3 3 3 5
3
3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 1 3 4 4 4 6
0
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 1 1 1 6
8
4 1 4 1 4 4 1 4 4 1 4 1 4 4 1 2 1 4 4 4 5
7
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 7
6
2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 5
3
3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 6
0
4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 6
105
7
4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 7
2
4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 7
8
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 7
8
3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 6
3
4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 7
6
3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 6
5
106
Uji X2
108
Uji Y
109
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.886 20
Reabilitas X2
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.917 20
Reabilitas Y
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.909 20
Uji Heteroskedastisitas
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Std.
Model B Error Beta t Sig.
1 (Constant) .433 6.259 .069 .945
DISIPLIN .156 .141 .329 1.106 .279
KERJA
PELATIHAN -.108 .097 -.330 -1.110 .277
KARYAWAN
a. Dependent Variable: ABS_RES
Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Standardize
Unstandardize d Collinearity
d Coefficients Coefficients Statistics
Std. Toleranc
Model B Error Beta t Sig. e VIF
1 (Constant) 2.404 10.257 .234 .81
6
DISIPLIN .494 .231 .368 2.13 .04 .398 2.51
KERJA 8 2 5
PELATIHA .470 .160 .507 2.94 .00 .398 2.51
N 2 7 5
KARYAWA
N
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
112
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Std.
Model B Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2.404 10.257 .234 .816
DISIPLIN .494 .231 .368 2.138 .042
KERJA
PELATIHAN .470 .160 .507 2.942 .007
KARYAWAN
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Uji T
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Std.
Model B Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2.404 10.257 .234 .816
DISIPLIN .494 .231 .368 2.138 .042
KERJA
PELATIHAN .470 .160 .507 2.942 .007
KARYAWAN
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Uji F
ANOVAa
Sum of Mean
Model Squares df Square
F Sig.
1 Regressio 1794.356 2 28.924 <.001b
897.178
n
Residual 837.510 27 31.019
Total 2631.867 29
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
b. Predictors: (Constant), PELATIHAN KARYAWAN, DISIPLIN KERJA
113
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
a
1 .826 .682 .658 5.56946
a. Predictors: (Constant), PELATIHAN KARYAWAN, DISIPLIN KERJA
b. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
114
Lampiran 7: Tabel R, T, F
Tabel R
115
Tabel T
116
Tabel F
117
Lampiran 8: Dokumentasi
118