BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Inspeksi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan hasil studi lapangan
(wawancara) Inspeksi adalah suatu kegiatan penilaian terhadap suatu produk, apakah
produk itu baik atau rusak ataupun untuk penentuan apakah suatu lot dapat diterima
atau tidak berdasarkan metode & standart yang sudah ditentukan.
Dengan kata lain inspeksi adalah kegiatan operasional untuk memeriksa material
atau part yang diperlukan oleh proses produksi untuk dapat memenuhi spesifikasi pada
proses berikutnya atau memenuhi spesifikasi pelanggan sebelum produk tersebut
dikirim.
2.2 Aplikasi
Pengertian aplikasi menurut Hartono (2005) “aplikasi merupakan program yang
berisi perintah – perintah untuk melakukan pengolahan data”. Jogiyanto menambahkan
aplikasi secara umum adalah suatu proses dari cara manual yang ditransformasikan ke
komputer dengan membuat sistem atau program agar data dapat diolah lebih berdaya
guna secara optimal.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan aplikasi adalah sejenis software yang
diterapkan di komputer berisi perintah – perintah yang berfungsi untuk membantu
dalam tugas – tugas tertentu.
6
7
2.3 Tracking
Menurut Rumapea (2010) Tracking adalah suatu proses pencatatan interval
perjalanan barang dari tempat asal ke tempat tujuan oleh perusahaan
pengangkutan.
2.4 Sistem Tracking
Sistem tracking adalah sekelompok elemen atau unsur yang saling berhubungan
dalam mencatat interval perjalanan barang dari tempat asal ke tempat tujuan, sehingga
dapat mengubah suatu masukan yang berupa data-data interval perjalanan suatu barang
menjadi suatu keluaran yang berupa informasi interval perjalanan suatu barang.
2.5 Website
Menurut Jovan (2007) website adalah media penyampai informasi di internet.
Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan
informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau
gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk
satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing - masing dihubungkan
dengan jaringan - jaringan halaman (hyperlink).
2.6 Perl Hypertext Prepocessor atau PHP
Menurut Arief (2011) “PHP (Perl Hypertext Preprocessor) adalah bahasa server-
side-scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang
8
dinamis”. Dengan menggunakan program PHP, sebuah website akan lebih interaktif
dan dinamis.
Adapun kelebihan-kelebihan dari PHP yaitu:
a. PHP merupakan sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi
dalam penggunaannya.
b. PHP dapat berjalan pada web server yang dirilis oleh Microsoft, seperti IIS atau
PWS juga pada apache yang bersifat open source.
c. Karena sifatnya yang open source, maka perubahan dan perkembangan
interpreter pada PHP lebih cepat dan mudah, karena banyak milis-milis dan
developer yang siap membantu pengembangan.
d. Jika dilihat dari segi pemahaman, PHP memiliki referensi yang begitu banyak
sehingga sangat mudah untuk dipahami.
e. PHP dapat berjalan pada 3 operating sistem, yaitu: linux, unix, dan windows, dan
juga dapat dijalankan secara runtime pada suatu console.
2.7 My SQL
Menurut Prasetyo (2004), MySQL merupakan salah satu database server yang
berkembang di lingkungan open source dan didistribusikan secara free (gratis) di
bawah lisensi GPL. MySQL merupakan RDBMS (Relational Database Management
System) server. RDBMS adalah program yang memungkinkan pengguna database
untuk membuat, mengelola, dan menggunakan data pada suatu model relational.
9
Dengan demikian, tabel-tabel yang ada pada database memiliki relasi antara satu tabel
dengan tabel lainnya.
Menurut Prasetyo (2004), keuntungan My SQL yaitu:
a. Cepat, handal dan mudah dalam penggunaannya
MySQL lebih cepat tiga sampai empat kali dari pada database server komersial
yang beredar saat ini, mudah diatur dan tidak memerlukan seseorang yang ahli
untuk mengatur administrasi pemasangan MySQL.
b. Didukung oleh berbagai bahasa
Database server MySQL dapat memberikan pesan error dalam berbagai bahasa
seperti Belanda, Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia.
c. Mampu membuat tabel berukuran sangat besar
Ukuran maksimal dari setiap tabel yang dapat dibuat dengan MySQL adalah 4 GB
sampai dengan ukuran file yang dapat ditangani oleh sistem operasi yang dipakai.
d. Lebih Murah
MySQL bersifat open source dan didistribusikan dengan gratis tanpa biaya untuk
UNIX platform, OS/2 dan Windows platform.
2.8 Diagram Alir Data
Menurut Fatta (2007 : 107), data flow diagram atau diagram alir data adalah
diagram yang digunakan untuk menggambarkan proses-proses yang terjadi pada sistem
yang akan dikembangkan. Data Flow Diagram dapat digunakan untuk menyajikan
sebuah sistem atau perangkat lunak pada setiap abstrak. Data flow diagram
10
memberikan suatu mekanisme bagi pemodelan fungsional dan pemodelan aliran
informasi.
Gambar 2.1 Simbol dan Arti Pada Diagram Alir Data
2.9 Entity Relationship Diagram
Menurut Fatta (2007 : 121-124), ERD adalah gambar atau diagram yang
menunjukkan informasi dibuat, disimpan dan digunakan dalam sistem. Teknik Entity
Relationship Diagram (ERD) bisa digunakan untuk mengembangkan inisial dari desain
basis data. Teknik ini menyediakan suatu konsep yang bermanfaat yang dapat
mengubah deskripsi informal dari apa yang diinginkan oleh user menjadi hal yang
lebih detil, presisi, dan deskripsi detil tersebut dapat diimplementasikan ke dalam
database.
2.10 Document Flow
Document Flow adalah diagram yang menggambarkan aliran dokumen pada
sistem. Dokumen tersebut dihasilkan dari proses yang dilakukan oleh sistem.
Document Flow dapat digambarkan berdasarkan sistem yang telah dibuat sebelumnya
11
maupun sistem yang akan dibuat sehingga memudahkan pengembang untuk
membuat/mengembangkan sistem.
2.11 System Flow
System flow atau bagan alir sistem merupakan bagan yang menunjukkan arus
pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. System flow menunjukkan urutan-urutan dari
prosedur yang ada di dalam sistem dan menunjukkan apa yang dikerjakan sistem.
Simbol-simbol yang digunakan dalam system flow terdapat pada Gambar 2.2
Gambar 2.2 Simbol – Simbol Pada System Flow
2.12 Testing
Menurut Simarmata (2010), testing atau pengujian adalah sebuah proses terhadap
aplikasi/program untuk menemukan segala kesalahan dan segala kemungkinan yang
akan menimbulkan kesalahan sesuai dengan spesifikasi perangkat lunak yang telah
ditentukan sebelum aplikasi tersebut diserahkan kepada pelanggan.
Jika struktur kendali antar modul sudah terbukti bagus, maka pengujian yang
tak kalah pentingnya adalah pengujian unit. Pengujian unit digunakan untuk menguji
12
modul untuk menjamin setiap modul menjalankan fungsinya dengan baik. Ada 2
metode untuk melakukan unit testing (Fatta, 2007) yaitu:
1. Black Box Testing
Terfokus pada apakah unit program memenuhi kebutuhan (Requirement) yang
disebutkan dalam spesifikasi. Pada Black Box Testing, cara pengujiannya hanya
dilakukan dengan menjalankan atau mengeksekusi unit atau modul, kemudian
diamati apakah hasil dari unit itu sesuai dengan proses bisnis yang diinginkan. Jika
ada yang unit yang tidak sesuai keluarannnya maka untuk menyelesaikannya
diteruskan pada pengujian yang kedua, yaitu White Box Testing.
2. White Box Testing
White Box Testing adalah cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk
meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada kesalahan atau
tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses
bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel, dan parameter yang
terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu dan diperbaiki, kemudian di-
compile ulang.
2.15 Konsep Dasar Sistem
Menurut Jogiyanto (2001), Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Sebuah sistem secara garis besar dibedakan menjadi 2, yaitu :
13
a. Sistem fisik, kumpulan elemen-elemen / unsur-unsur yang saling berinteraksi satu
sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuannya.
b. Sistem abstrak, sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide,
dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-
elemennya.
2.16 System Development Life Cycle (SDLC)
Menurut Simarmata (2010), SDLC mengacu pada model dan proses yang
digunakan untuk mengembangkan sistem perangkat lunak dan menguraikan proses,
yaitu pengembang menerima perpindahan dari permasalah kesolusi.
Waterfall model adalah model yang memacu tim pengembang untuk
mengumpulkan dan menentukan apa yang seharusnya dilakukan sebelum sistem
dikembangkan (Simarmata, 2010).
Sistem ini mengedepankan kualitas dibandingkan biaya pengembangan atau
waktu pengembangan. Kelebihan waterfall model adalah kemudahan serta kejelasan
interpretasinya. Model ini terstruktur serta cocok diadaptasi untuk management control.
Gambar waterfall model dapat dilihat di bawah ini.
14
Gambar 2.3. Waterfall Model SDLC
a. Tahap awal yaitu perencanaan (planning) adalah menyangkut studi tentang
kebutuhan pengguna (user’s specification), studi-studi kelayakan (feasibility
study) baik secara teknik maupun secara teknologi serta penjadwalan suatu
proyek sistem informasi atau perangkat lunak. pada tahap ini, sesuai dengan
kakas (tool) yang penulis gunakan yaitu UML.
b. Tahap kedua, adalah tahap analisis (analysis), yaitu tahap dimana kita berusaha
mengenai segenap permasalahan yang muncul mengenai komponen-komponen
sistem atau perangkat lunak, objek-objek, hubungan antara objek dan sebagainya.
c. Tahap ketiga, adalah tahap perencanaan (design) dimana penulis mencoba
mencari solusi dari permasalahan yang didapat dari tahap analisis.
d. Tahap keempat, adalah tahap implementasi dimana penulis
mengimplementasikan perencanaan sistem ke situasi nyata yaitu dengan
pemilihan perangkat keras dan penyusunan perangkat lunak aplikasi
(pengkodean/coding).
15
e. Tahap kelima, adalah pengujian (testing), yang dapat digunakan untuk
menentukan apakah sistem atau perangkat lunak yang dibuat sudah sesuai dengan
kebutuhan pengguna atau belum, jika belum, proses selanjutnya adalah bersifat
interaktif, yaitu kembali ketahap-tahap sebelumnya. Dan tujuan dari pengujian
itu sendiri adalah untuk menghilangkan atau meminimalisasi cacat program
(defect) sehingga sistem yang dikembangkan benar-benar akan membantu para
pengguna saat mereka melakukan aktivitas-aktivitasnya.
f. Tahap keenam , adalah tahap pemeliharaan (maintenance) atau perawatan dimana
pada tahap ini dimulainya proses pengoprasian sistem.