0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Bab 1

Modul ajar ini dirancang untuk kelas VI SDN 19 Batang Anai dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dengan fokus pada pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis. Materi mencakup pemahaman Q.S. Ad-Duhā, nilai-nilai moral, serta keterampilan membaca, menulis, dan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode yang interaktif dan kreatif, termasuk kolaborasi dan penggunaan media digital untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.

Diunggah oleh

daraleoni67
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

Bab 1

Modul ajar ini dirancang untuk kelas VI SDN 19 Batang Anai dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dengan fokus pada pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis. Materi mencakup pemahaman Q.S. Ad-Duhā, nilai-nilai moral, serta keterampilan membaca, menulis, dan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode yang interaktif dan kreatif, termasuk kolaborasi dan penggunaan media digital untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.

Diunggah oleh

daraleoni67
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)

Nama Sekolah : SDN 19 BATANG ANAI


Nama Penyusun : DARA LEONI, [Link]
NIP : ................................................
Mata pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase C, Kelas / Semester : VI (Enam) / I (Ganjil)
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
BAB 1 : BELAJAR AL-QUR'AN DAN HADIS

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SDN 19 BATANG ANAI
Nama Penyusun : DARA LEONI, [Link]
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas / Fase / Semester : VI / Fase C / Ganjil
Alokasi Waktu : 10 JP (5 kali pertemuan 2 JP/70 Menit)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mengenal huruf-huruf hijaiyah dan memiliki
kemampuan dasar membaca Al-Qur'an. Beberapa peserta didik mungkin sudah hafal
beberapa surah pendek.
● Minat: Peserta didik memiliki minat terhadap cerita (kisah-kisah Islami), kegiatan seni
(kaligrafi), dan aktivitas kelompok yang interaktif.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang keluarga yang beragam
dengan tingkat pemahaman dan praktik keagamaan yang berbeda-beda.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan media visual seperti video murottal, infografis tajwid, dan
contoh kaligrafi untuk mempermudah pemahaman.
○ Auditori: Belajar efektif melalui mendengarkan lantunan ayat Al-Qur'an dari guru
atau rekaman, serta melalui diskusi dan tanya jawab.
○ Kinestetik: Memerlukan aktivitas fisik seperti praktik menulis huruf Arab,
permainan menyusun potongan ayat, dan bermain peran.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami arti Q.S. Ad-Duhā, pesan pokok yang terkandung di
dalamnya, pengertian hukum bacaan Tafkhim dan Tarqiq, serta makna hadis tentang
keutamaan memberi.
○ Prosedural: Mampu membaca Q.S. Ad-Duhā dengan tartil, menuliskan ayat-
ayatnya dengan benar, menghafalkannya, serta menerapkan pesan pokoknya dalam
perilaku sehari-hari.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan karena
mengajarkan nilai-nilai empati, kepedulian sosial (terhadap anak yatim dan peminta-
minta), dan rasa syukur yang dapat diterapkan langsung dalam interaksi sehari-hari di
sekolah dan di rumah.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Membaca dan menulis Al-Qur'an memerlukan ketelitian,
namun konsep dan pesan moralnya mudah dipahami dan dihubungkan dengan
pengalaman peserta didik.
● Struktur Materi: Materi disusun secara sistematis, dimulai dari kemampuan membaca
(keterampilan dasar), menulis, memahami makna (konseptual), menghafal, hingga
mengaplikasikannya melalui pemahaman hadis.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai empati, kedermawanan,
kesabaran, rasa syukur, kegigihan dalam belajar, dan kepedulian terhadap sesama.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Terwujud melalui kegiatan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an sebagai
kitab suci, serta meneladani akhlak mulia yang terkandung dalam Q.S. Ad-Duhā dan
hadis.
● Kewargaan: Mengembangkan rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap
sesama, terutama kepada anak yatim dan orang yang membutuhkan, sebagai bagian dari
warga masyarakat yang baik.
● Penalaran Kritis: Menganalisis dan menyimpulkan pesan-pesan pokok dari Q.S. Ad-
Duhā dan hadis, serta menghubungkannya dengan konteks kehidupan saat ini.
● Kreativitas: Dituangkan melalui kegiatan menulis kaligrafi Q.S. Ad-Duhā dan membuat
produk kreatif (poster/paparan) untuk memvisualisasikan pemahaman materi.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk diskusi, aktivitas permainan puzzle
ayat, dan saling menyimak bacaan atau hafalan (tutor sebaya).
● Kemandirian: Bertanggung jawab secara pribadi untuk berlatih membaca, menulis, dan
menghafal surah di luar jam pelajaran.
● Kesehatan: Menjaga ketenangan jiwa dan pikiran melalui interaksi dengan Al-Qur'an
dan mengamalkan nilai-nilai positifnya.
● Komunikasi: Mampu menyampaikan pemahaman dan hasil diskusi kelompok secara
lisan di depan kelas serta mengomunikasikan pesan kebaikan kepada orang lain.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
 Al-Qur'an Hadis
Memahami beberapa surah pendek dan ayat Al-Qur’an serta hadis tentang keragaman.
 Akidah
Memahami beberapa asmaulhusna, iman kepada hari akhir, qadāʾ dan qadr.
 Akhlak
Memahami akhlak terhadap Allah Swt. dengan berdoa dan bertawakal kepada-Nya,
akhlak terhadap teman, tetangga, non muslim, hewan, dan tumbuhan.
 Fikih
Memahami puasa sunah, zakat, infak, sedekah, hadiah, makanan dan minuman yang halal
dan haram.
 Sejarah Peradaban Islam
Memahami kisah Nabi Muhammad saw. periode Madinah dan khulafaurasyidin.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Bahasa Indonesia: Memahami terjemahan ayat dan hadis, serta mengungkapkan
kembali pemahaman dalam bentuk tulisan (refleksi) dan lisan (presentasi).
● Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Mengapresiasi dan mempraktikkan keindahan
kaligrafi Arab saat menulis Q.S. Ad-Duhā.
● Pendidikan Pancasila: Mengaitkan nilai kepedulian dan gotong royong dalam surah dan
hadis dengan pengamalan sila-sila Pancasila.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu membaca Q.S. Ad-Duhā dengan tartil serta
menjelaskan hukum bacaan Tafkhim dan Tarqiq dengan benar. (2 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu menuliskan ayat-ayat Q.S. Ad-Duhā dengan kaidah
penulisan yang benar dan rapi. (2 JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu menjelaskan pesan-pesan pokok yang terkandung
dalam Q.S. Ad-Duhā dengan baik. (2 JP)
● Pertemuan 4: Peserta didik mampu menghafal Q.S. Ad-Duhā dengan lancar. (2 JP)
● Pertemuan 5: Peserta didik mampu menjelaskan hadis tentang keutamaan memberi dan
menumbuhkan sikap solidaritas serta saling membantu. (2 JP)

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Melafalkan Q.S. Ad-Duhā ayat 1-11 dengan makhraj dan tajwid yang benar.
2. Mengidentifikasi contoh bacaan Tafkhim dan Tarqiq dalam Q.S. Ad-Duhā.
3. Menyalin tulisan Q.S. Ad-Duhā ayat 1-11 dengan tulisan tangan yang jelas dan rapi.
4. Menyebutkan minimal 3 pesan pokok dari Q.S. Ad-Duhā.
5. Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Ad-Duhā secara mandiri.
6. Menjelaskan arti dan isi kandungan hadis tentang keutamaan memberi.
7. Menunjukkan contoh perilaku peduli dan suka memberi dalam kehidupan sehari-hari.
E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Indahnya Berbagi dan Bersyukur: Belajar dari Q.S. Ad-Duhā dan Hadis Nabi.

F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Cooperative Learning, Project-Based Learning (PjBL).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan doa,
melakukan jeda untuk refleksi, dan fokus saat melantunkan ayat suci.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan pesan Q.S. Ad-Duhā (misalnya tentang
anak yatim) dengan realitas sosial di sekitar peserta didik.
○ Joyful Learning: Menggunakan permainan edukatif (puzzle ayat), kerja kelompok,
dan kegiatan kreatif (kaligrafi) untuk menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan.
● Metode Pembelajaran: Ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi (talqin),
drill (latihan), penugasan, bermain peran.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format: teks (buku ajar),
audio (rekaman murottal), dan visual (video, infografis tajwid).
○ Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan aktivitas belajar secara individu
(menghafal), berpasangan (saling menyimak), dan kelompok (diskusi).
○ Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menunjukkan pemahaman melalui
berbagai cara: tulisan (kaligrafi), lisan (presentasi hafalan), atau karya visual (poster
pesan moral).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Berkolaborasi dengan guru Seni Budaya untuk proyek kaligrafi.
Bekerja sama dengan OSIS/kegiatan sekolah untuk program "Jumat Berkah" sebagai
penerapan hadis.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang narasumber dari panti asuhan
lokal untuk berbagi cerita atau mengorganisir kunjungan/penggalangan dana.
● Mitra Digital: Memanfaatkan platform video online untuk mengakses berbagai versi
lantunan Q.S. Ad-Duhā dari qari' ternama.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel (klasikal, kelompok, individu)
untuk mendukung berbagai metode pembelajaran. Dinding kelas dihiasi dengan kaligrafi
hasil karya siswa.
● Ruang Virtual: Menggunakan grup belajar online (misal: WhatsApp Group) untuk
berbagi materi tambahan dan pengingat tugas.
● Budaya Belajar: Menciptakan suasana yang saling menghargai, mendukung, dan aman
bagi peserta didik untuk bertanya dan membuat kesalahan dalam proses belajar.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Penggunaan proyektor/smart board untuk menampilkan video pembelajaran, infografis,
dan contoh penulisan Arab.
● Pemanfaatan aplikasi Al-Qur'an digital untuk mendengarkan pelafalan yang benar.
● Membuat kuis interaktif menggunakan platform digital (Kahoot!, Quizizz) untuk
asesmen formatif.

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Membaca Q.S. Ad-Duhā dan Mengenal Tajwid (Tafkhim & Tarqiq)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan (Mindful): Guru membuka dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan
mengecek kehadiran.
● Apersepsi: Guru menampilkan gambar suasana pagi hari dan bertanya, "Apa yang kalian
rasakan di pagi hari? Pagi adalah waktu yang istimewa, bahkan Allah bersumpah
dengannya dalam sebuah surah."
● Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar membaca
surah yang indah tentang waktu pagi, yaitu Q.S. Ad-Duhā, agar bacaan salat kita semakin
baik.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Mindful): Peserta didik menyimak guru melantunkan Q.S. Ad-Duhā
dengan tartil (talqin).
● Menanya: Guru memancing pertanyaan tentang lafal-lafal yang terdengar tebal atau
tipis.
● Mengeksplorasi (Meaningful): Guru menjelaskan secara singkat konsep Tafkhim
(menebalkan) dan Tarqiq (menipiskan) dengan infografis sederhana, fokus pada huruf Ra
(‫ )ر‬dan Lam Jalalah (‫)الله‬.
● Mengasosiasi (Joyful):
○ Peserta didik secara klasikal menirukan bacaan guru ayat per ayat.
○ Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk berlatih membaca
bersama dan saling mengoreksi (tutor sebaya).
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang sudah lancar diminta membantu temannya. Peserta didik
yang kesulitan mendapat bimbingan lebih intensif dari guru.
○ Konten: Guru menyediakan audio rekaman untuk didengarkan oleh kelompok
auditori.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Guru bertanya, "Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini? Bagian mana yang
paling menantang?"
● Rangkuman: Guru bersama peserta didik menyimpulkan tentang pentingnya membaca
Al-Qur'an dengan benar.
● Tindak Lanjut: Guru menugaskan peserta didik untuk mendengarkan kembali lantunan
Q.S. Ad-Duhā di rumah.
● Penutup: Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Menulis Q.S. Ad-Duhā
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, dan apersepsi dengan mengulang membaca Q.S. Ad-Duhā
bersama-sama.
● Motivasi: "Setelah bisa membacanya, alangkah indahnya jika kita juga bisa
menuliskannya. Menulis Al-Qur'an adalah ibadah."
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Mindful): Guru mendemonstrasikan cara menulis beberapa kata dari Q.S.
Ad-Duhā di papan tulis, memperhatikan kaidah penulisan huruf sambung dari kanan ke
kiri.
● Mencoba (Kinestetik & Joyful): Peserta didik berlatih menyalin Q.S. Ad-Duhā di buku
tulis mereka ayat per ayat.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik yang kesulitan menulis mendapat lembar kerja dengan tulisan
titik-titik untuk ditebalkan.
○ Produk: Peserta didik yang sudah mahir dapat mencoba menulisnya dengan
sentuhan kaligrafi sederhana di kertas terpisah.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Peserta didik saling menunjukkan hasil tulisannya kepada teman sebangku dan
memberikan apresiasi.
● Rangkuman: Guru menekankan pentingnya kerapian dan ketelitian dalam menulis ayat
suci.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Pesan Pokok Q.S. Ad-Duhā
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, dan membaca bersama Q.S. Ad-Duhā yang sudah dipelajari.
● Motivasi: "Kira-kira, apa ya pesan yang ingin Allah sampaikan kepada kita melalui
surah ini?"
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengeksplorasi (Meaningful): Guru menceritakan asbabun nuzul (sebab turunnya)
Q.S. Ad-Duhā dengan bahasa yang sederhana, yaitu untuk menghibur Nabi Muhammad
SAW.
● Diskusi (Joyful & Kolaboratif):
○ Peserta didik membaca terjemahan Q.S. Ad-Duhā.
○ Dalam kelompok, mereka mendiskusikan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya
(larangan menghardik anak yatim, larangan membentak peminta-minta, perintah
bersyukur).
● Mengomunikasikan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Produk: Kelompok visual bisa membuat poster sederhana tentang pesan surah,
kelompok kinestetik bisa membuat drama singkat tentang cara bersikap kepada anak
yatim.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Guru bertanya, "Bagaimana cara kita menerapkan pesan Q.S. Ad-Duhā di
sekolah?"
● Penguatan: Guru menguatkan bahwa Islam sangat peduli pada kaum lemah dan
mengajarkan rasa syukur.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Menghafal Q.S. Ad-Duhā
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, dan review singkat pesan pokok Q.S. Ad-Duhā.
● Motivasi: "Menghafal Al-Qur'an akan membuat hati kita tenang dan akan menjadi
penolong kita di akhirat."
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Latihan (Mindful & Joyful):
○ Guru memandu menghafal ayat per ayat dengan metode talqin (guru membaca, siswa
meniru) berulang-ulang.
○ Siswa berlatih menghafal secara berpasangan, saling menyetorkan hafalannya.
○ Menggunakan permainan "sambung ayat" untuk membuat proses menghafal lebih
menyenangkan.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Siswa dapat menghafal sesuai kemampuannya (misalnya, target hari ini 5
ayat bagi yang kesulitan, atau seluruh surah bagi yang cepat).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Demonstrasi: Beberapa siswa secara sukarela maju ke depan untuk memperdengarkan
hafalannya.
● Tindak Lanjut: Mendorong siswa untuk mengulang hafalan di rumah dan
menggunakannya dalam salat.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Hadis Tentang Keutamaan Memberi
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, dan mengaitkan materi dengan pesan Q.S. Ad-Duhā tentang
kepedulian.
● Motivasi: "Selain dalam Al-Qur'an, Nabi Muhammad juga mengajarkan kita untuk
peduli. Ada yang tahu bagaimana caranya?"
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Meaningful): Guru menyajikan hadis "Tangan di atas lebih baik daripada
tangan di bawah" beserta artinya.
● Diskusi: Peserta didik mendiskusikan makna hadis tersebut. Apa maksud "tangan di
atas" dan "tangan di bawah"?
● Bermain Peran (Joyful & Kinestetik): Beberapa kelompok memerankan skenario
sederhana tentang memberi (misalnya, berbagi bekal dengan teman, memasukkan uang
ke kotak amal masjid).
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Siswa yang pemalu bisa menuliskan contoh perbuatan memberi di buku,
sementara yang percaya diri bisa ikut bermain peran.
○ Produk: Hasil akhir bisa berupa komitmen kelas untuk melakukan aksi sosial kecil,
seperti "Gerakan Infaq Receh".
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa yang kalian rasakan saat memberi sesuatu kepada orang lain?"
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa ajaran Al-Qur'an dan Hadis selalu mendorong
kita untuk menjadi pribadi yang dermawan dan peduli.
● Penutup: Doa, salam, dan apresiasi atas pembelajaran selama satu bab.

H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal bab, guru menanyakan, "Siapa yang pernah mendengar Q.S. Ad-
Duhā? Siapa yang sudah bisa membacanya?" untuk memetakan kemampuan awal.
● Kuis Singkat: Kuis lisan tentang pengenalan huruf hijaiyah.
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Seputar materi yang sedang dibahas, seperti “Apa arti dari Tafkhim?
Mengapa kita tidak boleh menghardik anak yatim?”
● Diskusi Kelompok: Guru mengobservasi keaktifan, kemampuan berpendapat, dan kerja
sama siswa saat diskusi kelompok tentang pesan pokok surah.
● Latihan Soal/LKPD:
○ Beri tanda pada lafal yang mengandung bacaan Tafkhim pada ayat berikut!
(menyajikan beberapa ayat)
○ Jelaskan dengan bahasamu sendiri, apa pesan dari ayat ke-9 Q.S. Ad-Duhā!
● Observasi: Pengamatan sikap siswa (keseriusan saat berdoa, antusiasme belajar,
kepedulian terhadap teman) menggunakan jurnal guru.
● Produk (Proses):
○ Penilaian tulisan tangan siswa saat menyalin ayat.
○ Penilaian draf poster atau skenario bermain peran.
○ Penilaian partisipasi dalam permainan "sambung ayat".
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Kaligrafi: Menilai hasil karya kaligrafi Q.S. Ad-Duhā berdasarkan kebenaran
tulisan, kerapian, dan kreativitas.
○ Poster/Paparan: Menilai poster atau paparan kelompok tentang pesan moral Q.S.
Ad-Duhā dan hadis.
● Praktik (Kinerja):
○ Membaca: Siswa membaca Q.S. Ad-Duhā secara individu di depan guru, dinilai
kelancaran, makhraj, dan tajwidnya.
○ Menghafal: Siswa menyetorkan hafalan Q.S. Ad-Duhā kepada guru.
● Tes Tertulis: Tes singkat di akhir bab yang mencakup pertanyaan pilihan ganda dan esai
tentang isi kandungan Q.S. Ad-Duhā dan Hadis terkait.
Mengetahui, Batang Anai 1 Juli 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

SRI WAHYUNI, [Link] DARA LEONI, [Link]


NIP. 19860626 200902 2 002 NIP. ................................

Anda mungkin juga menyukai