BAB 2.
TINJAUAN PUSTAKA
Bab 2 memaparkan tentang tinjauan pustaka yang berhubungan dengan
penelitian. Tinjauan pustakan pada penelitian ini mencakup: 1) Pendidikan
Kecakapan Hidup Kursus Menjahit; 2) Ekonomi; 3) Penelitian Terdahulu; 4)
Hipotesis Penelitian
2.1 Pendidikan Kecakapan Hidup
Menurut Moedzakir (2010: 43) kecakapan hidup merupakan seluruh
kecakapan yang dibutuhkan oleh individu untuk bisa hidup layak serta bisa
mengangkat harkat martabat sebagai manusia dan bangsa yang mempunyai harga diri.
Menurut Tim Broad-Based Education (2022) kecapakan hidup adalah kecapan yang
setiap individu miliki untuk berani serta mampu dalam menghadapi permasalah hidup
serta menjalani hidup dengan wajar tanpa merasa ada tekanan yang kemudian secara
aktif serta kreatif mencari dan menemukan jawaban atas permasalah tersebut dan
mampu untuk menghadapi persoalan tersebut (Depdiknas, 2022: 2). Kecakapan hidup
merupakan kemampuan yang dibutuhkan guna melakukan interaksi serta interaksi
dengan individu lainnya ataupun ataupun lingkungan sekitar individu tersebut berada.
Kemampuan tersebut meliputi pemecahan permasalahan, keterampilan dalam
pengambilan keputusan, kritis, komunikasi efektif, kratif, membina hubungan antara
individu, mengatasi emosi, empati, mengatasi stress serta kesadaran diri.
Menurut Zein (2011: 78) pendidikan kecakapan hidup merupakan pendidikan
yang memberikan kecakapan sosial, kecapakan personal, kecakapan vokasional serta
kecakapan intelektual dalam melakukan pekerjaan atau berusaha secara mandiri.
Kecapakan yang dimaksudkan yaitu kecakapan dasar yang bisa diberikan pada
kecakapan hidup sehingga program kecakapan hidup dapat benar benar memberikan
perubahan pada diri seseorang dari dasar hingga ia benar benar dikatakan cakap.
Kecakapan hidup atau life skill sebagai kontinum pengetahuan serta keahlian yang
dibutuhkan indivifu yang berguna secara independent pada kehidupan.
Kursus bisa dilihat dari asal katanya, seperti pada Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) bahwa kursus merupakan Lembaga yang ada di luar sekolah yang
memberikan pembelajaran berupan pengetauan serta keterampilan dalam eaktu
singkat. Jadi kursus menjadi salah satu pendidikan luar sekolah yang dilaksanakan
bagi individu yang membutuhkan keterampilan untuk mencari nafkah,
mengembangkan diri ataupun melanjutkan pendidikan ke jenjang selan. Sedangkan
menjahit merupakan kegiatan dengan menyambungkan bulu, kain, pepagan, kulit
binatang ataupun bahan lainnya yang dapat dilewati oleh benang dan jarum jahit. Jadi
kursus menjahit adalah jenis kursus yang berfokuskan dalam operasi pengelolaan
baik itu pakaian, maupun bahan lain yang bisa dijahit yang bertujuan agar peserta
pelatihan mampu, memahami dan mengaplikasikan guna menjadi suatu keterampilan
yang dimilki dan menjadi bekal untuk bekerja.
Departemen Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pendidikan Kecakapan
hidup meliputi empat jenis yakni: 1) kecakapan personal (personal skills) yang
meliputi keadaan mengenal diri serta kecakapan berfikir rasional; 2) kecakapan sosial
(sosial skills); 3) kecakapan akademik (academic skills); dan 4) kecakapan vokasional
(vocational skills). Sedangkan implementasi pendidikan kecakapan hidup dalam
pelatihan menjahit terbagi menjadi tiga yaitu:
a) Personal Skills yang meliputi disiplin, semagat, etos kerja, motivasi prestasi.
b) Social Skills yang meliputi kerja sama dan pelayanan.
c) Vocational Skills yang meliputi menggunakan alat, mengenal fitur dan
mengerjakan (cepat,tepat,akurat)
Kemendiknas (2010:3) tujuan program kecakapan hidup ialah untuk ikut aktif
berpartisipas pada program pemerintah mengenai pengentasan kemiskina serta
pengangguran dengan mengembangkan keahlian dan membentuk sikap serta
peradapat individu yang bermartabat dalam upaya untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa serta mempunyai tujuan dalam mengembangkan potensi life skills individu
supaya dapat menjadi manusia yang bertaqwa serta beriman pada Tuhan Yang Maha
Esa, kratif, cerdas, terampil, demokratis, kreatif serta menjadi warga negara yang
bertanggung jawab, mandiri dan mampu untuk bekerja ataupun berwirausaha secara
mandiri.
Menurut Anwar (2012: 43) esensi pendidikan kecakapn hidup yaitu untu
meningkatkan relevansi pendidikan dengan nilai pada kehidupan nyata baik secara
prpgresif ataupun perserbatif. Tujuan pendidikan kecakapan hidup atau life skills
secara spesifik yaitu :
a. Pemberdayaan asset kualitas batiniah, perbuatan lahiriah melewati
pengenalan kepada peserta didik (logos), sikap, penghayatan (etos) serta
pengalaman (patos) nilai dalam kehidupan seharu – hari sehingga dapat
dipakai dalam perkembangan dan menjaga kelangsungan hidupnya;
b. Pemberian wawasan luas mengenai pengembangan karir yang diawali
dengan pengenalan diri, eksplorai, orientasi serta persiapan kari;
c. Pemberian bekal dasar serta latihan yang dilaskanakan dengan tepat
tentang nilai dalam kehidupan sehari – hari yang bisa menampukan
peserta didik dalam menghadapi dan melewati kehidupan pada masa
mendatang yang sarat denga kolaborasi serta kompetisi;
d. Pengoptimalan sumber daya yang ada di sekolah melewati pendekatan
manajemen yang berbasasi sekolah dengan merangsang kemandirian
sekolah, partisipasi dalam pengambilan kebijakan serta fleksibilitas dalam
mengelola sumber daya;
e. Pemberian fasilitas kepada peserta didik untuk menemukan jawaban atas
persoalan dalam kehidupan sehari hari seperti pengangguran, kemiskinan,
kemajuan iptek, criminal, narkoba serta kesehatan fisik dan mental.
Berdasarkan penjelasan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwasannya
pendidikan kecakapan hidup kursus menjahit adalah sebuah program
pendidikan luar sekolah yang memberikan keterampilan atau kemampuan
untuk mengoperasikan suatu alat serta memberikan kecakapan secara sosial,
personal, vokasional serta intelektual. Dalam hal ini pendidikan kecakapan
hidup yang dimaksud adalah program pendidikan kecakapan hidup berbasis
keterampilan kursus mnejahit, yang mana implementasi pendidikan
kecakapan hidup dalam kursus komputer hanya terdiri dari personal skills,
sosial skills dan vokasional skills. Sehingga pada penelitian yang akan
dilakukan lebih berfokus dalam kecakapan personal, sosial dan vokasional.
2.1.1 Personal Skills (kecakapan personal)
Menurut Moedzakir (2010: 43) kecakapan personal atau personal skills
merupakan kecapakan yang diperlukan setiap individu untu menghadapi
permasalahan – permasalahan pribadi seperti kecakapan dalam menilai, mengenali,
menyadarkan, memperbaiki diri serta mengenalikan. Menurut Zein (2010: 30)
kecakapan personal atau personal skill merupakan kecapaka yang dimiliki invidu
dalam mempunyai kesadara atas eksistensi dirinya dan atas kesadaran potensi yang
dimiliki. Kemampuan untuk menampilkan diri secara fisik yang mencerminkan
kepribadian secara utuh.
Personal Skill menurut Anwar (2012: 29) menjelaskan bahwa personal skill meliputi:
a. Kecakapan mengenal diri
Kecapakan mengenal diri sendiri adalah penghayatan sebagai makhluk Tuhan
Yang Maha Esa, bagian dari masyarakat serta warga negara, serta mensyukuri
dan menyadari mengenai kekurangan dan kelebihan dan menjadikannya
sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas diri sebagai individu yang
memiliki manfaat bagi diri sendiri ataupun lingkungannya.
b. Kecakapan berfikir rasional
Kecakapan berfikir rasional memuat mengenai kecapakan dalam mencari
serta menemukan informasi, kecakapan dalam mengolah serta menentukan
keputusan dan kecakapan dalam menemukan solusi atas permasalahan yang
ada secara kreatif.
Berdasarkan pemaparan pendapat diatas, bisa disimpulkan bahwasannya
personal skills adalah kemampuan mengenal diri sendiri serta mampu memahami
kemampuan yang dimiliki sehingga bisa menyesuaikan dengan situasi atau mengatasi
permaslaahan hidup yang dihadapi secara mandiri.
2.1.2 Social Skills (Kecakapan Sosial)
Menurut Moedzakit (2010: 44) kecakapan sosial atau sosial skill merupakan
kecapakan dalam melakukan interaksi dengan individu lain seperti kecapakan dalam
memahami individu lain, kecakapan membawa acara, kecakapan dalam tutur kata
baik sevara tertulis ataupun lisan, kecakapan dalam memberikan motivaasi pada
prang lain, kecakapan berorasi, kecapakan untuk menyesuikan dengan keadaan
sekitar serta kecakapan utnuk membantu sesame dan kepadaan nilai – nilai
kemanusiaan. Menurut Zein (2010: 40) kecakapan sosial adalah kemampuan
berkomunikasi dan berinterkasi seacara efektif dengan individu lainnya. Kecakapan
sosial adalah kemampuan melakukan komunikasi dalam rangka membangun atau
menjalin hubungan kerja sama dengan orang lain. Selanjutnya Anwar (2012: 30)
menjelaskan bahwa kecakapan sosial memuat mengenai kecakapan komunikasi
dengan empati serta kecapakan kerja sama. Empati adalah sikap pengertian yang
penuh serta komunikasi dari dua arah, penting untuk ditekankan sebab yang
dimaksudkan dengan komunikasi tidak hanya menyampaikan pesan namun isi serta
penyampaian pesan disertai kesan baik yang akan meningkatkan hubungan harmonis.
Berdasarkan pemaparan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwasannya
kecakapan sosial adalah kemampuan berinteraksi ataupun berkomunukasi dengan
individu lain, keterampilan sosial ini dibutuhkan oleh semua individu baik individu
yang sudah bekerja, individu yang tidak bekerja ataupun individu yang sedang
melaksanakan pendidikan karena komunikasi merupakan hal yang sangat penting
untujk menjalin suatu hubungan yang harmonis dengan orang lain,serta bisa menjalin
kerja sama dengan masyarakat.
2.1.3 Vocational Skills (kecakapan vokasional)
Kecakapan vokasional merupakan kemampuan dalam berkarya pada bidang
pekerjaan atau pada mata pencaharian tertentu. Kecakapan ini merupakan keahlian
dalam bidang keterampilan bekerja yang memerlukan penguasaan alkat tertentu guna
memproduksi barang yang berguna bagi diri sendiri ataupun masyarakat luas (Zein,
2010:41).
Menurut Moedzakir (2010: 44) kecakapan vokasional merupakan kecakapan
yang berhubungan dengan profesi ataupun pekerjaan seperti kecakapan dalam
melakukan tugas dengan baik, kepekaan dalam masalah yang terjadi pada pekerjaan,
kesigapan untuk mengatasi permasalahan keselamatan pada kerja serta kreatifitas
untuk mengimbangkan kearifan dan bidang tugas dalam membimbing Lembaga
kerja. Kemudian Anwar (2012: 31) menyatakan bahwasannya vokasoional sering
disebut sebagai kecakapan kejuruan yang berarti kecapakan yang dihubungkan
dengan bidang pekerjaan tertentu dalam masyarakat.
Berdasarkan pendapat diatas, bisa disimpulkan bahwasannya kecakapan
vokasioanl merupakan kecakapan yang berhubungan dengan pekerjaan atau keahlian
pada penguasaan alat atau bahan sehingga dapat menghasilkan suatu karya.
Kecakapan vokasional lebih mengarah pada keterampilan bekerja, seseorang
dikatakan cakap vokasionalnya apabila segala sesuatu yang ada disekitarnya bisa
dimanfaatkan dengan baik sehingga manjadi suatu karya/produk yang berguna bagi
masyarakat lain.
2.2 Ekonomi
Semua masyarakat pasti menginginkan kehidupan yang sejahtera juga
kehidupan yang layak. Masyarakat yang dikategoirkan sejahatera dan layak adalah
masyaarakat yang mampu memenuhi kebutuhan ekonomi. Ekonomi berasal dari
bahasa Yunani yakni oikos serta nomos. Kata oikos artinya rumah tangga atau
household sedangkan kata nomos artinya mengurus atau manage. Oleh sebab itu arti
ekonomi secara gamblang yaitu mengurus rumah tangga.
Bila mengacu pada kamus besar bahasa Indonesia (KBBRI), ekonomi
merupakan ilmu mengenai produksi, distribusi, konsumsi serta kekayaan. Selain itu
juga mengacu pada perdagangan, perindustrian dan keuangan. Ekonomi juga bisa
diartikan sebagai bentuk pemanfaatan terhadap waktu, tenaga, uang ataupun hal – hal
bernilai atau berharga lainnya baik dalam lingkup rumah tangga ataupun lingkup
nasional
a. Kemampuant untuk menyekolahkan anak di tingkat Sekolah Dasar;
b. Kemudahan untuk menyekolahkan anak di tingkat Sekolah Menengah
Pertama;
c. Kemudahan dalam memakai fasilitas transportasi;
d. Kondisi pada perayaan hari lebaran;
e. Kesahatan dari anggota rumah tangga;
f. Ketertiban dan keamanan;
g. Perbandingan antara penghasilan dengan pengeluaran;
h. Keadaan mengenai ekonomi rumah tangga;
i. Fasilitas berupa tempat tinggal.
Kualitas hidup menurut Rusli (2012: 76) adalah kualitas individu untuk dapat
memandang hidup dengan kesadaran mengenai makna yang diberikan tentang hidup
tersebut. Kondisi kehidupan ideal adalah semua dambaan masyarakat, semua
masyarakat pasti berupaya untuk memajukan kehidupannya. Kondisi kehidupan ideal
umpamanya seperti kebutuhan pokok terpenuhi, memiliki pendapatan yang layak,
kesehatan yang baik. Kemudian menurut Rusli (2012: 76) kebutuhan merupakan
salah satu aspek psikologis yang dapat menggerakkan makhluk hidup dalam
aktivitasnya serta menjadi dasar setiap individu dalam berusaha. Manusia bekerja
pada dasarnya yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kebutuhan tidak terlepas dari
kehidupan dalam sehari – hari misalnya yaitu kebutuhan makanan, pakaian, tempat
tinggal, pendidik serta kesehatan. Menurut intensitasnya, kebutuhan terbagi menjadi
tiga bagian yaitu:
1. Kebutuhan Primer, merupakan kebutuhan yang berpengaruh langsung
terhadap kelangsungan hidup sehingga wajib dan penting untuk dipenuhi;
2. Kebutuhan Sekunder, merupakan kebutuhan yang penting namun tidak
mengganggu kelangsungan hidup;
3. Kebutuhan Tersier, merupakan kebutuhan terhadap barang mewah yang
bertujuan untuk memperlihatkan status sosial individu dalam masyarakat.
Berdasarkan pemaparan pernyataan diatas, bisa disimpulkan bahwasannya
masyarakat yang sejahtera yaitu masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan
ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Pendidikan Kecakapan Hidup menjadi salah satu
solusi untuk memberikan peluang kepada masyarakat agar memiliki keterampilan
dalam bekerja dan dari bekerja tersebut dapat memperoleh penghasilan sehingga
mampu memenuhi kebutuhan ekonominya.
2.2.1 Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi individu
untuk bisa menjalani kehidupan yang layak bagi manusia. Primer berasal dari kata
primus artinya pertama sehingga kebutuhan primer memperoleh prioritas utama
karena merupakan kebutuhan yang mendasar yaitu: makanan, pakaian, minuman dan
tempat tinggal. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok yang diperlukan
individu. Kebutuhan pokok adalah kebutuhan penting yang berguna untuk
keberlangsungan hidup manusia baik terdiri dari keperluan individu (makan,
pakaiam, rumah) ataupun kebutuhan pelayanan sosial (pendidikan, kesehatan,
transportasi). Kebutuhan primer manusia yaitu sandang, pangan serta papan.
Menurut Peyemp (2013: 99) kebutuhan primer merupakan kebutuhan individu
yang wajib untuk dipenuhi agar kehidupan tetap berlangsung dan tidak terganggu.
Menurut Antonio (2007: 168) kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok yang
meliputi minuman, makanan, pakaian, tempat tinggal ataupun jasa seperti pengobatan
dan pendidikan.
2.2.2 Sekunder
Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan setelah kebutuhan primer sudah
dipenuhi. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang dilaksanakan ketika seluruh
kebutuhan primer telah terpenuhi. Kebutuhan sekunder berfungsi sebagai kebutuhan
penunjang ataupun pendamping dari kebutuhan primer yang pemenuhannya tidak
harus terpenuhi karena tidak mengancam keberlangsungan hidup setiap individu.
Namun, setiap individu berusaha untuk tetap memenuhi kebutuhan sekunder karena
bila tidak terpenuhi bisa mempengaruhi kegiatan individu tersebut. Kebutuhan
sekunder diantaranya yaitu kebutuhan dalam hiburan, rekreasi dan lainnya. Jadi, bisa
disimpulkan perbedaan dari kebutuhan primer dan sekunder yaitu bila kebutuhan
primer tujuannya untuk mempertahankan kelangsungan hidup sedangkan kebutuhan
sekunder dibutuhkan sebagai pelengkap dari kebutuhan primer.
Menurut Antonio (2007. 168) kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan
tambahan secara kualitatif atau kuantitati lebih tinggi dari kebutuhan primer. Menurut
Sumardi (1985: 2) kebutuhan sekunder nerupakan kebutuhan yang digunakan untuk
melengkapi kebutuhan primer, contohnya yaitu perabot dan alat – alat.
2.3 Penelitian Terdahulu
Peneltian terdahulu berguna sebagai landasan serta acuan kerangkan berfikir
dalam mengkaji permasalahan yang menjadi saran penelitian. Peneitian terdahulu
yang diapakai sebagai landasan pada penelitian ini yaitu :
2.1 Tabel Peneliti Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Fokus Kajian Hasil
Penelitian Penelitian
1. Dwi Indah Hubungan Penelitian ini Hasil penelitian
Rahmawati (E-Jurnal Pelaksanaan berfokus untuk yang diperoleh
UNESA. Volume Pendidikan mengetahui yaitu adanya
Nomor Tahun 2016, Kecakapan hubungan antara hubungan antara
0 - 225) Hidup pelaksanaan pelaksanaan
Pelatihan pendidikan pendidikan
Menjahit kecakapan kecakapan
Dalam hidup pelatihan hidup pelatihan
Pemberdayaan menjahit dalam menjahit dalam
Perempuan pemberdayaan pemberdayaan
Dengan perempuan perempuan
Motivasi dengan motivasi dengan motivasi
Wirausaha. wirausaha di wirausaha yaitu
UPTD SKB menunjukan
No Nama Peneliti Judul Fokus Kajian Hasil
Penelitian Penelitian
Gudo Jombang. kolerasi yang
[Link] ini
terbukti dari
analisis data
dihasilkan
rhitung dan
dibandingkan
dengan r
tabel ,karena
untuk N=15
dengan tarif
signifikan 5%
hitung (0,818)
lebih besar dari
r tabel (0,390)
2. CucuCahyati Hubungan Penelitian ini Ada
(Skripsi- Antara berfokus untuk hubungan,yaitu
Unej,2016:63 Pelatihan mengetahui hasil penelitian
halaman) Menjahit hubungan menunjukan
Dengan pengetahuan bahwa hasil
Kreativitas dan hubungan antara
Peserta keterampilan pelatihan
Pelatihan di dengan pribadi, menjahit dengan
Lembaga hubungan kreaktivitas
Kursus pengetahuan peserta
Pelatihan (Lkp) dan pelatihan
Isti Kabupaten keterampilan diperoleh senilai
Jember. dengan proses, r hitung 0,769.
hubungan Nilai tersebut
pengetahuan lebih besar dari
dan R table 0,450.
keterampilan atau
dengan dipresentasikan
pendorong, sebesar
hubungan 59,1%.Dengan
pengetahuan taraf
dan kepercayaan
keterampilan 95%
dengan produk
pada peserta di
No Nama Peneliti Judul Fokus Kajian Hasil
Penelitian Penelitian
LkpIsti
Kabupaten
Jember
3. Tika Wahyuni Hubungan Penelitian ini Ada hubungan,
(Skripsi- Antara berfokus untuk yaitu hasil
Unej,2016:110 Pelatihan mengetahui penelitian
halaman) Menjahit hubungan menunjukan
Dengan pengetahuan, bahwa hasil
Kemampuan keterampilan hubungan antara
Berinovasi dan pengalaman pelatihan
Peserta kerja dengan menjahit dengan
Pelatihan di Kreativitas, kemampuan
Lembaga hubungan berinovasi
Kursus dan pengetahuan, peserta
Pelatihan (Lkp) keterampilan pelatihan secara
Prima dan pengalaman keseluruhan
Kabupaten kerja dengan diperoleh r
Jember Emosional, hitung sebesar
hubungan 0,816 nilai
pengetahuan, tersebut lebih
keterampilan besar dari r
dan pengalaman tabel yakni
kerja dengan 0,[Link]
Sosial. pada taraf
peserta di Lkp kepercayaan
PrimaKabupaten 95%.
Jember.
4. Anggrita Dampak Penelitian ini Dampak dari
Kumidaninggar Pelaksanaan berfokus untuk pelaksanaannya
(Jurnal Pendidikan Program mengetahui program PKH
Luar Sekolah ,1(1), Pendidikan pelaksanaan dari sisi
Maret 2017 – 64) Kecakapan program PKH akademisi
Hidup Menjahit menjahit, hasil adalah
Terhadap pelaksanaan mencakup
Aktivitas program PKH peningkatan
Wirausaha menjahit, pengetahuan,
Warga Belajar dampak hasil produk,
di LKP AR- pelaksanaan kecakapan
RUM program PKH personal,
No Nama Peneliti Judul Fokus Kajian Hasil
Penelitian Penelitian
Yogyakarta menjahit kecakapan
terhadap social,
aktivitas kecakapan
wirausaha akademik dan
warga kecakapan
belajardan vokasional.
faktoryang Sedangkan dari
mempengaruhi sisi ekomomi
program PKH ialah
terhadap berkurangnya
aktivitaswarga jumlah
belajar di LKP pengeluaran,
AR-RUM lalu dampak
Yogyakarta. social bagi
warga ialah
perubahan
perilaku ,ketera
mpilan, sikap,
pengetahuan
dan status.
2.4 Hipotesis
Hipotesis berasal dari kata hypo dan thesa yang diambil dari bahasa latin.
Hypo artinya dibawah dan thesa artinya kebenaran. Penggabungan dua kata tersebut
disesuaikan dengan istilah Bahasa Indonesia menjadi “hipotesis” yang artinya
membutuhkan pengujian untuk memperoleh kebenaran (Masyud, 2014: 72)
Menurut Sugiyono (2011:64) hipotesis terbagi dari dua bagian yakni:
1 Hipotesis Nol (Ho), yakni menyatakan bahwasannya tidak ada pengaruh
atau hubungan antar variabel
2 Hipoteses alternatif (Ha), yakni menyatakan bahwasannya terdapat
pengaruh atau hubungan antar variabel
Dari pemaparan uraian diatas, maka hipotesis yang muncul dalam penelitian ini
yaitu:
Hipotesis Alternatif (Ho): Tidak ada hubungan pendidikan kecakapan hidup kursus
menjahit terhadap ekonomi peserta pelatihan LKP ERVINA Jember.
Hipotesis Alternatif (Ha): Ada hubungan pendidikan kecakapan hidup kursus
menjahit terhadap ekonomi peserta pelatihan LKP ERVINA Jember.