BAGIAN III
URAIAN DAN SYARAT – SYARAT
PEKERJAAN ARSITEKTUR
Pasal 1
[Link] PENUTUP LANTAI
a. Keterangan
Bagian ini mencakup semua pekerjaan penutup lantai dalam bangunan
dan teras-teras selasar termasuk plin dan tangga, seperti yang tercantum
dalam gambar dan RKS, meliputi penyediaan bahan, tenaga dan
peralatan untuk pekerjaan ini.
b. Bahan
a. Ubin keramik yang dipakai ukuran 40 x 40 cm untuk ruangan dan 20 x
20 cm untuk KM/WC, dan stairnose 5 x 40 cm buatan dalam negeri
(setara Roman, Masterima).
Corak dan warna ubin kramik akan ditetapkan kemudian oleh
Konsultan Perencana dan User.
c. Keramik 20 x 20 cm bertekstur kulit jeruk buatan dalam negeri bermutu
baik, produk Roman, Asia Tile atau yang setaraf.
Semua keramik yang akan dipakai harus berada dalam kotak aslinya.
Ubin-ubin keramik yang akan dipasang harus mulus dan bebas cacat.
d. Pelaksanaan
a. Pemasangan lantai keramik
Pemasangan lantai keramik harus dilakukan oleh tukang yang ahli.
Kontraktor harus memeriksa permukaan lantai beton agar cukup baik
untuk landasan pasangan keramik dan diberi lapisan pasir setinggi 5
cm.
Lantai keramik harus dipasang secara teliti dan rapi diatas lapisan
adukan 1 pc : 5 pasir. Celah-celah antar ubin sekitar 3 mm, seragam
dan lurus, dan harus diisi dengan semen putih dengan campuran
warna sesuai warna ubin keramik. Pengisian celah harus rapih dan
semua kelebihan-kelebihan harus dibersihkan. Pemotongan ubin
keramik harus dilakukan dengan alat khusus, sesuai dengan
petunjuk pabrik. Pasangan harus rata dan benar-benar sipat datar,
kecuali pada bagian-bagian yang direncanakan mempunyai
kemiringan.
b. Pemasangan
Pekerjaan ini harus dilakukan dengan serapi-rapinya oleh ahli yang
berpengalaman, sesuai dengan petunjuk pabrik bahan yang
bersangkutan.
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.1
Pasal 2
PEKERJAAN PELAPIS DINDING
a. Keterangan
Pekerjaan ini mencakup pemasangan pelapis dinding ruangan-ruangan
dalam maupun luar bangunan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan
RKS ini, meliputi penyediaan alat, bahan dan tenaga untuk keperluan
pekerjaan ini. Ruangan yang dilapisi keramik : Toilet, KM/WC dan ruang
lainnya sesuai dengan gambar.
b. Bahan
- Keramik untuk pelapis dinding yang dipakai buatan dalam negeri KW
I(ROMAN atau yang setaraf), berukuran 20 x 25 cm, bermutu tinggi dan
tidak cacat. Warna keramik ditentukan oleh Konsultan Perencana dan
User. Keramik yang didatangkan harus disetujui oleh Pengawas
Lapangan.
- Plin keramik 10x40 Corak dan warna ubin kramik akan ditetapkan
kemudian oleh Konsultan Perencana dan User.
c. Pelaksanaan
- Pemasangan keramik
Lapisan keramik pada dinding harus dipasang oleh tukang yang ahli.
Pola pemasangan keramik pada dinding sesuai dengan gambar atau
sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
Sebelum dipasang, ubin keramik harus terlebih dahulu direndam
dalam air sampai jenuh sesuai petunjuk produsen/pembuat, adukan
pengikat dengan campuran 1 pc : 3 pasir ditambah dengan bahan
perekat, atau, dapat digunakan juga acian PC ditambah dengan
bahan perekat.
Plesteran dinding untuk pasangan keramik harus benar-benar rata dan
cukup kering.
Keramik dipasang secara teliti dan rapi. Pemotongan ubin keramik
harus menggunakan alat pemotong khusus.
Lebar dan kedalaman siar-siar harus sama (maksimal 3 mm)
membentuk garis-garis lurus. Siar-siar itu diisi dengan bahan pengisi
warna (grout semen berwarna), sesuai dengan warna keramik.
Ubin keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala
macam noda/kotoran yang melekat sehingga benar-benar bersih,
warnanya tidak kusam.
Keramik plint terpasang siku terhadap lantai, dengan
memperhatikan siar-siarnya bertemu siku dengan siar lantai dan
dengan ketebalan siar yang sama pula
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.2
Pasal 3
PEKERJAAN KUSEN DAN PINTU
A. PEKERJAAN KUSEN ALUMUNIUM
1. Lingkup Pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat
bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat
dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu, kusen jendela, seperti
yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gambar serta shop drawing
dari Kontraktor.
2. Persyaratah Bahan
a. Kusen alumunium yang digunakan :
- Bahan : Dari bahan alumunium framing system. Buatan
Alcan, Intalan atau setara.
- Bentuk Profil : Sesuai shop drawing yang disetujui
Perencana/Konsultan Pengawas.
Untuk kusen jendela dan curtain wall luar dibuat dengan
sistem frameless.
- Warna Profil : Ditentukan kemudian (contoh warna diajukan
Kontraktor).
- Lebar Profil : 10 cm (pemakaian lebar bahan sesuai yang
ditunjukkan dalam gambar).
- Tebal Profil : 1.20 mm
- Pewarnaan : polos.
b. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan
syarat-syarat dari pekerjaan alumunium serta memenuhi
ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
c. Konstruksi kusen alumunium yang dikerjakan seperti yang
ditunjukkan dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya.
d. Bahan yang akan diproses fabrikasi harus diseleksi terlebih
dahulu sesuai dengan bentuk toleransi ukuran, ketebalan, kesi-
kuan, kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan.
e. Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses fabrikasi
warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian
pada waktu pabrikasi unit-unit, jendela, pintu partisi dll, profil
harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan
warna yang sama..
Pekerjaan memotong, punch dan drill, dengan mesin harus
sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk
jendela, dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai
beikut :
- Untuk tinggi dan lebar 1 mm
- Untuk diagonal 2 mm
f. Accessories
Sekrup dari stainless steel galvanized kepala tertanam, weather
strip dari vinyl, pengikat alat penggantung yang dihubungkan
dengan alumunium harus ditutup caulking dan sealant, angkur-
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.3
angkur untuk rangka/kusen alumunium terbuat dari steel plate tebal
2 - 3 mm, dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) mikron
sehingga dapat bergeser.
g. Bahan Finishing
Treatment untuk permukaan kusen jendela dan daun pintu yang
bersentuhan dengan bahan alkaline seperti beton, aduk atau
plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari laquer
yang jernih atau anti corrosive treatment dengan insulating war-
nish seperti asphaltic varnish atau bahan insulation lainnya.
3. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor diwajibkan meneliti
gambar-gambar dan kondisi dilapangan (ukuran dan peil lubang dan
membuat contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil
alumunium yang berhubungan dengan sistem konstruksi bahan
lain).
b. Prioritas proses fabrikasi, harus sudah siap sebelum pekerjaan
dimulai, dengan membuat lengkap dahulu shop drawing dengan
petunjuk Konsultan Pengawas meliputi gambar denah, lokasi, merk,
kualitas, bentuk dan ukuran.
c. Semua frame/kusen baik untuk dinding, jendela dan pintu
dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran
dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.
d. Pemotongan alumunium hendaknya dijauhkan dari material besi
untuk menghindarkan penempelan debu besi pada
permukaannya. Didasarkan untuk mengerjakannya pada tempat
yang aman dengan hati-hati tanpa menyebabkan kerusakan pada
permukaannya.
e. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti
dengan sekrup, rivet, stap dan harus cocok.
Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk
yang sesuai dengan gambar.
f. Angkur-angkur untuk rangka/kusen alumunium terbuat dari steel
plate setebal 2 - 3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.
g. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup
anti karat/stainless steel, sedemikian rupa sehingga hair line dari
tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan
terhadap air sebesar 1000 kg/m2.
Celah antara kaca dan sistem kusen alumunium harus ditutup oleh
sealant.
h. Disyaratkan bahwa kusen alumunium dilengkapi oleh kemungkinan-
kemungkinan sebagai berikut:
1. Dapat menjadi kusen untuk dinding kaca mati.
2. Dapat cocok dengan jendela geser, jendela putar, dll.
3. Sistem kusen dapat menampung pintu kaca frameless.
[Link] sistem partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa
harus dimatikan secara penuh yang merusak baik lantai
maupun langit-langit.
5. Mempunyai accesories yang mampu mendukung kemungkinan
diatas.
i. .Untuk fitting hard ware dan reinforcing materials yang mana
kusen alumunium akan kontak dengan besi, tembaga atau
lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan harus diberi
lapisan chormium untuk menghindari kontak korosi.
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.4
j. Toleransi pemasangan kusen alumunium disatu sisi dinding adalah
10 - 25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.
k. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama
pada ruang yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan
jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari
synthetic resin. Penggunaan ini pada swing door dan double door.
l. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar
diberi sealant supaya kedap air dan kedap udara.
m. Tepi bawah ambang kusen exterior agar dilengkapi flashing untuk
penahan air hujan.
Pasal 4
PEKERJAAN PASANGAN KUNCI
1. LINGKUP PEKERJAAN
1. Pekerjaan ini meliputi tenaga kerja, bahan-bahan, perlengkapan
daun pintu/daun jendela dan alat-alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan hingga tercapainya hasil pekerjaan yang
baik dan sempurna.
2. Pemasangan alat pengunci dilakukan meliputi seluruh
pemasangan pada daun pintu kayu daun jendela alumunium
seperti yang ditunjukkan/disyaratkan dalam detail gambar.
2. PERSYARATAN BAHAN
1. Semua "hard ware" yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan
yang tercantum dalam buku Spesifikasi Teknis. Bila terjadi
perubahan atau penggantian hardware akibat dari pemilihan merk,
Kontraktor wajib melaporkan hal tersebut kepada Konsultan Pengawas
untuk mendapatkan persetujuan.
2. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal. Tanda
pengenal ini dihubungkan dengan cincin kesetiap anak kunci.
3. PERLENGKAPAN PINTU DAN JENDELA
1. Pekerjaan Kunci dan Pegangan Pintu
a. Semua pintu menggunakan peralatan kunci silinder setaraf merk
LOGO, BELUCCI dan FINO.
b. Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka
daun pintu.
Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
Pasal 5
PEKERJAAN PENGECATAN
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup semua pekerjaan yang berhubungan dan
seharusnya dilaksanakan dalam pengecatan dengan bahan-bahan
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.5
emulsi, enamel, politur/teak oil, cat dasar, pendempulan, baik yang
dilaksanakan sebagai pekerjaan permulaan, ditengah-tengah dan akhir.
Yang dicat adalah semua permukaan baja/besi, kayu, plesteran
tembok, plafon, list plafon dan beton, dan permukaan-permukaan lain
yang disebut dalam gambar dan RKS. Pekerjaan ini meliputi penyediaan
bahan, tenaga dan semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan
ini. Untuk semua bahan pelaksanaannya harus mentaati PUBB 1973 NI-3.
2. Bahan-bahan
a. Umum
Bahan-bahan yang dipergunakan harus mendapat persetujuan dari
Pengawas, baik mengenai kualitas maupun pabrik asalnya. Bahan-
bahan yang didatangkan ketempat pekerjaan harus diberikan kepada
Pengawas Lapangan untuk contoh/pengujian. Contoh tersebut akan
diambil secara acak dengan disaksikan oleh Pengawas Lapangan.
Pemakaian bahan-bahan pengering atau bahan-bahan lainnya tanpa
persetujuan Pengawas tidak diperbolehkan. Tempat-tempat/kaleng-
kaleng cat yang dimasukkan harus lengkap dengan merk, nomor
spesifikasi dan sebagainya. Selambat-lambatnya sebulan sebelum
pekerjaan pengecatan dimulai, Kontraktor harus mengajukan daftar
tertulis dari semua bahan yang akan dipakai untuk disetujui oleh
Pengawas Lapangan. Pengawas Lapangan berhak menguji contoh-
contoh sebelum memberikan persetujuan. Warna-warna cat yang
digunaan akan kemudian ditentukan oleh Konsultan Perencana.
b. Cat dinding tembok
Cat yang digunakan adalah emulsion paint (setara NIPPON PAINT,
PACIFIC PAINT). Bahan penutup (dempul) yang digunakan
merupakan campuran dari bahan cat yang sama. Untuk cat dasar
harus digunakan bahan cat dasar yang dikeluarkan dari pabrik yang
sama. Untuk dinding luar sebelum dicat, dilapisi dulu dengan syntetis
anti lumut.
Cat yang digunakan untuk pengecatan dinding luar berupa cat
weather shield (setara vinilex)
c. Cat kayu
Cat yang digunakan untuk pengecatan permukaan kayu (bilamana
tidak dipolitur) yang akan di-expose harus mengandung bahan
sintetis (synthetic resin) dari jenis yang baik (setara Seiv, Glotex).
Bahan penutup (dempul) dan cat dasar atau meni harus dipakai
produk yang dikeluarkan oleh pabrik yang sama.
d. Politur
Bahan yang digunakan adalah produk lokal setara Impra.
e. Cat besi
Bahan cat besi yang digunakan adalah setara produk Glotex, Seiv.
Sebelum pengecatan dilakukan harus dilakukan pendempulan yang
merata dan rapi. Warna cat yang akan digunakan akan ditentukan
kemudian bersama Konsultan Perencana dan User.
3. Persetujuan Ahli
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.6
Semua cat yang dipakai harus mendapatkan persetujuan Konsultan
Pengawas sebelum boleh dipakai didalam pekerjaan.
Cat didatangkan ke lapangan pekerjaan dalam kaleng-kaleng asli
dari pabrik, lengkap dengan label perusahaan, merk dan sebagainya.
4. Pelaksanaan
a. Sebelum pengecatan dilaksanakan, lantai harus dicuci dan dijaga
agar debu tidak beterbangan. Alat pembersih seperti lap harus
disediakan dalam jumlah cukup. Sewaktu pelaksanaan pengecatan
lantai harus ditutupi sedemikian sehingga terhindar dari cipratan-
cipratan cat. Cipratan yang masih mengenai lantai dan bagian-
bagian lain harus langsung dibersihkan segera begitu pekerjaan cat
pada bagian tertentu selesai.
b. Pengecatan dinding tembok
Semua bidang plesteran yang tidak ditutup dengan lapisan lain
harus dicat dengan cat tembok. Kontraktor tidak diperkenankan
untuk mengecat sampai permukaan plesteran dinding benar-benar
kering. Permukaan plesteran yang belum rata tidak boleh dicat.
Bidang plesteran yang dicat harus diperbaiki dengan
pendempulan/ plesteran yang sama. Retak-retak harus ditambal
dengan bahan penutup. Retak-retak yang lebar harus dipotong
bersama-sama dengan pinggirannya dan ditambal dengan plesteran
yang baru. Sebelum diratakan dengan bahan penutup, tembok
harus digosok dengan batu kambang sampai rata dan halus.
Pengecatan harus dilakukan dengan baik sesuai dengan petunjuk
dari pabrik cat yang bersangkutan, sampai terdapat warna yang
rata.
c. Pengecatan kayu
Yang dicat adalah semua kayu yang tidak dipertahankan corak
naturalnya, termasuk semua kusen kayu dan lisplang atap (dari
kayu). Semua bagian kayu yang tertanam dalam konstruksi dan
yang berfungsi sebagai rangka langit-langit harus dicat meni. Bagian
rangka atap (kaso dan reng) sebelum ditutup dengan genteng harus
dicat residu dan di ter. Bagian yang akan dicat harus benar-benar
kering. Semua retak, celah, lubang harus dibersihkan,
digosok/diampelas, lalu dicat dasar dan ditambal dengan bahan
penutup (dempul). Pengecatan dilakukan setelah seluruh permukaan
yang akan dicat sudah didempul dan dimeni. Pengecatan dilakukan
lapis demi lapis sehingga didapat hasil akhir yang rata diseluruh
permukaan bidang pengecatan.
d. Pengecatan besi
Semua pekerjaan besi dan baja harus dicat dengan zinkromat.
Sebelum dicat akhir besi dan baja harus dicat meni terlebih dahulu
menurut syarat-syarat yang ada.
Pengerjaan pengecatan harus mengikuti cara yang ditentukan.
Besi/baja yang akan dicat harus diampelas, kemudian dicat meni dan
dicat dasar. Pengecatan dilakukan lapis demi lapis sehingga
didapat hasil akhir yang rata. Pekerjaan harus rapi, sesedikit mungkin
cipratan mengenai bagian-bagian lain.
e. Pengerjaan politur
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.7
Permukaan kayu yang dipertahankan corak naturalnya seperti yang
dijelaskan dalam gambar atau keterangan lainnya (daun pintu
kecuali untuk kamar mandi/WC, daun jendela) dipolitur dengan bahan
dari produk yang baik. Pekerjaan harus dilakukan oleh tukang
yang ahli dan berpengalaman. Bagian yang akan dipolitur harus
benar-benar bersih dan kering. Bagian yang retak harus ditutup dulu
dengan dempul yang khusus untuk politur. Sebelum pengecatan
dimulai kayu harus digosok dulu dengan batu kambang sampai rata
kemudian dihaluskan dengan ampelas. Pengecatan dilakukan setelah
permukaan kayu benar-benar telah bersih dan kering. Tingkat politur
yang dikehendaki adalah dof (tidak mengkilat).
PASAL 6
PEKERJAAN PLAFOND
1. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan langit-langit yang dipasang pada
bangunan sesuai dengan gambar-gambar.
2. Bahan-bahan
1. Penutup plafond
Penutup plafond menggunakan GRC board dengan tebal 4 mm dan
Gypsum sebagai list nya. Semua bahan menggunakan harus dari
kualitas terbaik.
2. Rangka plafond
Rangka Plafond : Rangka hollow 40x40mm dan 20x40mm dengan
ketebalan minimum 0,45mm.
3. Pengikat
Pengikat berupa sekrup, paku, baut, kawat, dan lain-lain.
3. Lingkup pekerjaan
Pekerjaan Plafond dan rangka plafond GRC
4. Pelaksanaan
Pemborong harus menyerahkan rencana langit-langit kepada Konsultan
Pengawas untuk persetujuannya. Pertemuan sambungan harus rapi dan
rata.
Siapkan sambungan-sambungan lubang-lubang untuk pekerjaan lain
(listrik, mekanikal) pada pekerjaan langit-langit.
5. Pemasangan
Lembaran GRC board yang cacat dan retak-retak tidak boleh
digunakan, dan harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan.
Rangka langit-langit dipasang tidak lebih besar dari 60x60 cm.
6. Penyimpanan
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.8
Letakkan lembaran-lembaran GRC board yang akan dipakai di daerah
yang terlindung baik dari [Link] di atas tiga kayu penahan
(alas) pada setiap panjang lembaran ini.
Tinggi tumpukkan lembaran-lembaran tidak boleh lebih dari 2 meter.
Tempat tumpukkan harus jauh dari lalu lintas kendaraan-kendaraan
proyek yang mungkin mengganggu.
Pasal 7
PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA
a. Pekerjaan Pasangan Batu bata
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pasangan Batu bata adalah meliputi pekerjaan pasangan
Batu bata untuk dinding bangunan dan seluruh detail yang ditunjukkan
dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas.
2. Persyaratan Bahan
- Batu bata yang dipasang adalah dari bahan dengan mutu terbaik,
merupakan hasil produksi lokal yang sebelumnya disetujui
Direksi/Konsultan Pengawas. Syarat-syarat Batu bata harus
memenuhi ketentuan-ketentuan dalam NI- 10 dan PU BB. 1970 (NI-
3).
- Batu bata I bata merah yang digunakan ukuran nominal 5 x 12 x 22
cm, harus siku, sama ukuran dan sama warnanya.
- Pasir Aduk harus memenuhi NI - 3 pasal 14 ayat 2 dan tidak
mengandung lumpur/minyak/asam basa serta memenuhi PUBI -
1982 pasal 9.
3. Syarat-syarat Pelaksanaan
- Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu
harus diserahkan contohnya kepada Direksi/Konsultan Pengawas,
minimal 3 (tiga) contoh dari hasil produk yang berlainan, untuk
mendapatkan persetujuan.
- Sebelum digunakan batu bata harus direndarn dalam bak air hingga
jenuh atau dengan disiram air secara merata sehingga masuk
kedalam pori-pori batu bata.
- Seluruh dinding dari pasangan Batu bata, menggunakan adukan
dengan campuran 1 PC : 5 Pasir, kecuali pasangan Batu bata
trasraam.
- Untuk dinding semenraam/trasraam/rapat air dengan adukan
campuran 1 PC : 3 pasir pasang, yakni pada dinding dari atas
permukaan lantai setempat, dan sampai setinggi 150 cm permukaan
lantai setempat untuk sekeliling dinding ruang-ruang basah (kamar
mandi, Wc) serta semua pasangan Batu bata dibawah permukaan
tanah.
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.9
- Setelah Batu bata terpasang dengan adukan, naad/siar-siar harus
dikerok sedalam 1 Cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah
kering harus dibasahi dengan air.
- Pemasangan Batu bata harus dilakukan secara bertahap, setiap
tahap maksimum 24 lapis perharinya, serta diikuti dengan cor kolom
praktis. Bidang dinding Batu bata dengan luasan maksimum 9 m2,
harus ditambahkan kolom dan balok penguat praktis dengan kolom
ukuran 13 x 13 Cm, dari tulangan pokok 4, diameter minimal 10
mm, beugel diameter 6 mm pada jarak 20 cm, jarak antar kolom
satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 (tiga) meter.
- Pelubangan akibat pembuatan perencah pada pasangan Batu bata
sarna sekali tidak dibenarkan.
- Bagian pasangan Batu bata yang berhubungan dengan setiap
bagian pekerjaan beton harus diberi penguat stek-stek besi beton
diameter 10 mm jarak 75 Cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan
baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang tertanam dalam
pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm, kecuali ditentukan lain
oleh Direksi/Konsultan Pengawas.
- Pasangan batu bata setebal 1/2 bata harus menghasilkan dinding
finish setebal 15 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua
belah sisi/permukaan dincing.
- Pelaksanaan pemasangan dinding Batu bata harus eermat, rapi dan
benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta merupakan bidang
rata.
- Pasangan Batu bata semenraam/trasraam maupun dibawah
permukaan tanahlantai harus diberapen dengan adukan 1 PC : 3
pasir.
- Pasangan Batu bata dapat diterima/diserahkan apabiJa disisi bidang
pada arah diagonal dinding seluas 9 M 2 tidak lebih dari 0,5 Cm
(sebelum diaci/diplester).
Pasal 8
PEKERJAAN PLESTERAN
a. Pekerjaan Plesteran Dinding Batu bata
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh item pekerjaan plesteran dinding
Batu bata bagian dalam dan bagian luar bangunan serta seluruh detail
yang ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
2. Persyaratan bahan
- Bahan semen portland yang digunakan/dipakai harus terdiri dari
satu produk, mutu I dan yang disetujui Direksi / Konsultan Pengawas
serta memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-8. Bahan
Pasir harus memenuhi syarat NI-3 dan PUBI-1982
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.10
- Air harus memenuhi NI-3 pasal 10
- Campuran ( aggregate ) untuk pIester harus dipilih yang benar-benar
bersih dan bebas dari segala macam kotoran, harus bersih dan
diayak dengan ayakan # 1,6 - 2,0 mm.
3. Syarat-Syarat Pelaksanaan
- Seluruh plesteran pada dinding Batu bata dengan campuran adukan
1 PC : 5 pasir, kecuali pada dinding Batu bata
semenraam/trasraam/rapat air.
- Pada dinding Batu bata semen raam/rapat air, diplester dengan
campuran adukan 1 PC : 3 pasir (dilakukan pada bagian-bagian yang
ditentukan disyaratkan dalam detail Gambar Kerja)
- Pasir pasang yang digunakan harus diayak terlebih dahulu dengan
mata ayakan seperti yang telah disyaratkan.
- Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan diatas tetapi
dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam
bagian ini, harus bermutu baik dari jenisnya dan disetujui
Direksi/Konsultan Pengawas.
- Semen portland yang dikirim kesite/lokasi kerja harus dalam
keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan
berlabel pabriknya, bertuliskan type dan tingkatannya, dalam
keadaan utuh dan tidak ada cacat.
- Tebal plesteran 1,5 Cm dengan hasil ketebalan untuk dinding finish
sesuai dengan yang ditunjukkan dalam detail Gambar Kerja.
Ketebalan plesteran yang melebihi 2 Cm harus diberi kawat ayam
untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran, pada
bagian pekerjaan yang diijinkan Direksi/Konsultan Pengawas.
- Pertemuan antara plesteran dengan jenis pekerjaan yang lain,
dibuat naat (tali air) dengan lebar minimal 7 mm kedalaman 5 mm,
kecuali bila ditentukan lain.
- Plesteran halus (acian) digunakan campuran PC dan air sampai
mendapatkan campuran yang homogen, acian dikerjakan sesudah
plesteran bemmur 8 han (kering betul).
- Kelembaban plesteran harus dijaga hingga pengeringan permukaan
plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas
matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah
penyerapan air secara cepat.
b. Pekerjaan Plesteran Beton
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini meliputi selumh plesteran beton bagian dalam
dan bagian luar bangunan serta seluruh detail yang ditunjukan dalam
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.11
Gambar Kerja.
2. Persyaratan Bahan
- Bahan semen portland yang digunakan/dipakai harus terdiri dari
satu produk, mutu I dan yang disetujui Direksi MK serta memenuhi
syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-8. Bahan Pasir harus
memenuhi syarat NI-3 dan PUBI-1982
- Air harus memenuhi NI-3 pasal 10
- Campuran ( aggregate ) untuk pIester harus dipilih yang benar-benar
bersih dan bebas dari segala macam kotoran, harus bersih dan
diayak dengan ayakan # 1,6 - 2,0 mm.
3. Syarat-syarat Pelaksanaan
- Seluruh permukaan pada beton sebelum diplester harus dibuat kasar
terlebih dahulu dengan cara dipahat atau pada saat setelah acuan
dibuka, dikamprot merata dengan adukan 1 PC : 3 pasir atau dengan
cara lain yang disetujui Konsultan Pengawas.
- Sebelum plesteran dilakukan, seluruh permukaan beton serta
disiramldibasahi dengan air semen.
- Plesteran untuk beton, dipasang dengan adukan kedap air campuran
adukan 1 PC : 3 pasir.
- Pasir pasang yang akan dipergunakan untuk campuran harus diayak
lebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan.
- Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan diatas tetapi
dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam
bagian ini, harus bermutu baik dari jenisnya dan disetujui Konsultan
Pengawas
- Tebal lapis plesteran maksimal 1,00 Cm. Tebal plester yang melebihi
1,00 Cm harus diberi kawat ayam yang digalvanis untuk membantu
dan memperkuat daya lekat plesteran.
- Pertemuan antara plesteran dengan jenis pekerjaan yang lain (kusen
dan sebagainya), dibuat naat (tali air) lebar minimal 7 mm dalam 5
mm, kecuali bila ditentukan lain.
- Kelembaban plesteran harus dijaga hingga pengeringan berlangsung
wajar tidak terlalu cepat dengan membasahi permukaan plesteran
setiap kali terlihat kering dan dilindungi dari panas matahari
langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan
Pemasangan GRC board untuk partisi dapat diaplikasikan dengan rangka
kayu yang sudah dioven atau rangka metal galvanis, jarak rangka tidak
melebihi 610mm. Pemasangan dibantu paku/skrup dengan jarak 10-12mm
dari tepi dan 50mm dari sudut, pemasangan paku/skrup pada sambungan
harus saling silang. Pengaplikasian sistim sambungan dapat mengunakan
sistim flush joint. Untuk mengatasi dilatasi, setiap pemasaangan maksimum
15 lembar diberi expansion joint yaitu pada sambungan GRC board diisi
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.12
dengan sealant polyurethane.
Pasal 9
PEKERJAAN GRC CETAK
a. Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan GRC Cetak dengan menggunakan bahan
GRC.
b. Bahan
Bahan partisi berupa GRC dengan menggunakan rangka Hollow 40x40mm
dan 20x40mm dengan tebal min. 0,45mm.
c. Pelaksanaan
Rangka yang digunakan berupa besi Hollow. Jarak rangka yang
dianjurkan bisa 610 x 1220mm atau 610 x 2440mm.
Pemasangan panel ke rangka bisa menggunakan sekrup sebagai
penguat dengan jarak 50mm dari sudut dan 15mm dari sisi panel,
kemudian jarak antar sekrup atau paku 200mm untuk sisi panel dan
300mm untuk tengah panel.
Beri celah antar panel ± 3mm untuk penempatan compound A+B
(pemakaian 1:1).
Tutup compound A+B dengan GRC Tape yang sudah diolesi tipis
compound A+B, kemudian GRC Tape diratakan agar keluar gelembung
udaranya sampai rata dan tunggu kering ± 24 jam.
Tahap terakhir gunakan cornice adheisive untuk finishing sambungan
flushjoint (tanpa nat).
Untuk mengatasi dilatasi, setiap pemasangan maksimum 15 lembar
diberi expansion joint (pada sambungan GRC board anatr celah/nat diisi
dengan sealant PU/PolyUrethane).
untuk finishing bisa langsung dicat tanpa harus diplamir terlebih
dahulu.
Produk yang digunakan GRC board 6mm, 8mm atau 10mm.
Uraian syarat-syarat teknis pekerjaan arsitektur III-.13