0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan27 halaman

Perencanaan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Dokumen ini merinci rencana pembelajaran tentang administrasi sistem jaringan untuk siswa kelas XI TKJ, mencakup pengenalan, instalasi, dan konfigurasi layanan jaringan seperti DHCP, DNS, FTP, dan HTTP. Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan penalaran kritis, kemandirian, dan kolaborasi siswa melalui metode pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok. Materi ini juga menekankan pentingnya pemahaman teori dan keterampilan praktis dalam konfigurasi layanan jaringan yang relevan dengan infrastruktur jaringan modern.

Diunggah oleh

murniatimurni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan27 halaman

Perencanaan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Dokumen ini merinci rencana pembelajaran tentang administrasi sistem jaringan untuk siswa kelas XI TKJ, mencakup pengenalan, instalasi, dan konfigurasi layanan jaringan seperti DHCP, DNS, FTP, dan HTTP. Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan penalaran kritis, kemandirian, dan kolaborasi siswa melalui metode pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok. Materi ini juga menekankan pentingnya pemahaman teori dan keterampilan praktis dalam konfigurasi layanan jaringan yang relevan dengan infrastruktur jaringan modern.

Diunggah oleh

murniatimurni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : ……………….


Mata Pelajaran : KK TKJ
Elemen : Pemasangan dan Konfigurasi Perangkat Jaringan
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : XI/GENAP
Alokasi Waktu : 22 x 45 menit (3Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK

Peserta didik kelas XI TKJ umumnya memiliki dasar pengetahuan tentang


jaringan komputer dasar, termasuk konsep IP address dan konektivitas.
Namun, pemahaman mereka tentang fungsi spesifik dari berbagai layanan
jaringan (DHCP, DNS, FTP, HTTP) dan cara konfigurasinya mungkin
bervariasi. Minat mereka terhadap aspek praktis dan pemecahan masalah
dalam jaringan cenderung tinggi. Latar belakang belajar yang beragam juga
bisa memengaruhi kesiapan, di mana beberapa mungkin sudah familiar
dengan konsep melalui pengalaman pribadi atau eksplorasi. Oleh karena itu,
penting untuk mengidentifikasi pengetahuan awal mereka melalui kuis
singkat atau diskusi, serta memahami gaya belajar dan kebutuhan individual
agar pembelajaran dapat disesuaikan dan relevan.

MATERI PELAJARAN

Materi pelajaran "Administrasi Sistem Jaringan" pada bagian ini berfokus


pada penjelasan dan konfigurasi layanan jaringan (DHCP, DNS, FTP,
HTTP, dll.). Jenis pengetahuan yang akan dicapai meliputi pengetahuan
konseptual (fungsi layanan), prosedural (langkah-langkah konfigurasi dan
pengujian), dan metakognitif (evaluasi kinerja layanan). Relevansi materi ini
sangat tinggi karena layanan-layanan ini adalah tulang punggung dari
sebagian besar infrastruktur jaringan modern. Tingkat kesulitan materi ini
berada pada kategori menengah hingga tinggi, membutuhkan pemahaman
teori yang kuat dan keterampilan praktis yang teliti. Struktur materi akan
dimulai dari pengenalan fungsi setiap layanan, identifikasi kebutuhan,
instalasi, konfigurasi, hingga pengujian dan monitoring. Materi ini juga
mengintegrasikan nilai dan karakter seperti ketelitian, kemandirian, tanggung
jawab, kemampuan pemecahan masalah, dan kolaborasi.

DIMENSI PROFIL LULUSAN

1. Penalaran Kritis: Peserta didik menganalisis fungsi layanan


jaringan, mengidentifikasi kebutuhan berdasarkan skenario, dan
mengevaluasi kinerja layanan.
2. Kemandirian: Peserta didik mampu menginstal, mengkonfigurasi,
dan menguji layanan jaringan secara mandiri.
3. Kolaborasi: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk
merancang, mengimplementasikan, dan memecahkan masalah
konfigurasi layanan jaringan.

Komunikasi: Peserta didik menjelaskan fungsi layanan, mempresentasikan


konfigurasi, dan melaporkan hasil pengujian.

DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Menginstal OS jaringan, konfigurasi


PEMBELAJARAN layanan jaringan (DHCP, DNS, FTP, dll.), hosting, VPN, monitoring.

TOPIK PEMBELAJARAN: Menjelaskan dan mengkonfigurasi layanan


jaringan (DHCP, DNS, FTP, dll.).

TUJUAN PEMBELAJARAN:

1. Menjelaskan fungsi dari masing-masing layanan jaringan (DHCP,


DNS, FTP, HTTP, dll.).
2. Mengidentifikasi kebutuhan layanan jaringan berdasarkan skenario
penggunaan.
3. Menginstal dan mengkonfigurasi layanan jaringan menggunakan
sistem operasi server.
4. Menguji fungsi layanan jaringan menggunakan client simulator.
5. Mengevaluasi kinerja dan stabilitas layanan jaringan melalui log dan
hasil monitoring.

PRAKTIK PEDAGOGIS:

1. Pembelajaran Berbasis Proyek


2. Diskusi kelompok, eksplorasi kasus, dan presentasi

MITRA PEMBELAJARAN:

1. Network Administrator di perusahaan atau institusi (untuk sesi


berbagi pengalaman atau studi kasus nyata).
2. Praktisi IT dari dunia usaha dan dunia industri.
3. Alumni TKJ yang telah bekerja sebagai administrator jaringan.

LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:

1. Ruang Fisik: Laboratorium Komputer/Jaringan dengan server yang


terinstal OS jaringan (fisik atau virtual), client PC, switch.
2. Ruang Virtual: Platform daring untuk diskusi, berbagi materi,
simulasi jaringan (misalnya Cisco Packet Tracer jika relevan),
sumber belajar online.
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berorientasi solusi, teliti dalam
konfigurasi, dan proaktif dalam pemecahan masalah.

PEMANFAATAN DIGITAL:

1. Perencanaan: Aplikasi presentasi (misalnya Google Slides), diagram


jaringan (misalnya [Link]).
2. Pelaksanaan: Video tutorial konfigurasi layanan, dokumentasi resmi
layanan (DHCP, DNS, FTP), virtualisasi (VirtualBox/VMware),
command line interface (CLI) server, simulator client.
3. Asesmen: Kuis daring (misalnya Quizziz), lembar kerja praktik
digital, tools monitoring jaringan.

PENGALAMAN Pertemuan 1: Pengenalan Fungsi dan Identifikasi Kebutuhan Layanan


BELAJAR Jaringan

Alokasi Waktu :22 x 45 menit

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru terkait pentingnya
layanan jaringan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, bagaimana
ponsel mendapatkan IP otomatis di Wi-Fi, bagaimana kita bisa
mengakses website dengan nama domain).
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan
mengajukan pertanyaan: "Apa yang terjadi jika tidak ada DHCP
server di jaringan kita? Atau jika DNS server kita mati?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan video singkat atau animasi
tentang cara kerja DHCP dan DNS secara visual.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana komputer
Anda bisa terhubung ke internet tanpa perlu mengatur IP address
secara manual? Apa peran server dalam hal ini?" untuk menstimulasi
rasa ingin tahu peserta didik.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan (modul,
artikel, atau website) tentang fungsi dasar dari DHCP, DNS, FTP,
dan HTTP.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan
untuk menumbuhkan pemahaman awal tentang layanan jaringan: a.
"Apa fungsi utama DHCP? Kapan kita membutuhkannya?" b.
"Mengapa DNS itu penting untuk mengakses website?" c.
Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan relevansi layanan jaringan. d. "Bisakah kita
berinternet tanpa layanan-layanan ini? Mengapa atau mengapa
tidak?"

Kegiatan Inti

MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Orientasi Siswa


pada Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar

1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok, membaca artikel, dan


mengeksplorasi sumber informasi (buku, e-book, artikel, dan situs
web) untuk menjelaskan fungsi dari masing-masing layanan
jaringan (DHCP, DNS, FTP, HTTP, dll.) secara lebih mendalam.
2. Guru memfasilitasi diskusi dan membimbing peserta didik untuk
mengidentifikasi perbedaan dan keterkaitan antar layanan.
3. Peserta didik membuat tabel perbandingan atau infografis yang
merangkum fungsi, port yang digunakan, dan protokol terkait setiap
layanan.

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan) Sintaks PBL:


Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok

1. Guru memberikan beberapa skenario penggunaan jaringan


(misalnya, jaringan kantor kecil, warnet, sekolah, rumah).
2. Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi kebutuhan
layanan jaringan berdasarkan skenario penggunaan tersebut.
Misalnya, skenario warnet mungkin membutuhkan DHCP, DNS, dan
FTP untuk distribusi game.
3. Peserta didik merancang topologi jaringan sederhana untuk setiap
skenario dan menentukan layanan jaringan apa saja yang diperlukan
beserta alasannya.
4. Guru memberikan umpan balik awal terhadap identifikasi kebutuhan
yang dilakukan peserta didik.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL:


Mengembangkan dan Menyajikan Hasil

1. Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi kebutuhan layanan


jaringan dan rancangan topologi mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelengkapan dan ketepatan identifikasi kebutuhan.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pemahaman
mereka mengenai fungsi layanan jaringan dan pentingnya identifikasi
kebutuhan.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam menjelaskan fungsi dan mengidentifikasi kebutuhan layanan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang fungsi


dan identifikasi kebutuhan layanan jaringan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu instalasi dan konfigurasi layanan DHCP dan DNS.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan ide-ide yang telah disampaikan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 2: Instalasi dan Konfigurasi Layanan DHCP dan DNS

Alokasi Waktu: 22 JP

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang keakuratan
dalam konfigurasi jaringan.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali fungsi DHCP dan DNS.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
praktik yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan video tutorial singkat tentang
langkah-langkah dasar instalasi DHCP server di OS server
(misalnya Linux atau Windows).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita
memastikan bahwa DHCP server yang kita konfigurasi memberikan
IP address yang benar kepada client? Apa saja parameter yang
penting dalam konfigurasi DNS?" untuk menstimulasi pemikiran
kritis peserta didik.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan (modul,
dokumentasi resmi, atau tutorial online) tentang prosedur instalasi
dan konfigurasi dasar DHCP dan DNS di sistem operasi server
yang umum digunakan (misalnya Ubuntu Server/Debian untuk
ISC DHCP Server/BIND9, atau Windows Server untuk DHCP
Server Role/DNS Server Role).
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan: a.
"Apa saja yang harus disiapkan sebelum menginstal DHCP server?"
b. "Bagian mana dari konfigurasi DNS yang paling krusial untuk
dipahami?" c. Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dan menghubungkan dengan praktik yang akan dilakukan. d. "Apa
potensi masalah jika konfigurasi DHCP atau DNS kita salah?"

Kegiatan Inti

MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Orientasi Siswa


pada Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar

1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami struktur


file konfigurasi (jika menggunakan Linux) atau antarmuka
konfigurasi (jika menggunakan Windows) untuk DHCP dan DNS.
2. Peserta didik menyusun daftar parameter konfigurasi penting untuk
DHCP (misalnya rentang IP, gateway, DNS server) dan DNS
(misalnya zone file, record A, MX, CNAME).
3. Guru memberikan studi kasus sederhana untuk konfigurasi DHCP
dan DNS, misalnya "Sebuah jaringan kecil dengan 20 komputer dan
satu server membutuhkan alokasi IP otomatis dan resolusi nama
domain lokal".

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan) Sintaks PBL:


Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan
dan Menyajikan Hasil

1. Peserta didik secara individu atau kelompok menginstal dan


mengkonfigurasi layanan DHCP pada sistem operasi server (fisik
atau virtual machine) sesuai dengan studi kasus yang diberikan.
2. Peserta didik selanjutnya menginstal dan mengkonfigurasi
layanan DNS pada server yang sama atau terpisah, juga sesuai studi
kasus.
3. Peserta didik mengisi lembar kerja praktik yang memuat langkah-
langkah konfigurasi dan hasil yang diharapkan.
4. Setelah konfigurasi, peserta didik menguji fungsi layanan DHCP
dan DNS menggunakan client simulator (misalnya command
prompt/terminal client, ipconfig /release dan
ipconfig /renew untuk DHCP, nslookup atau dig untuk
DNS).
5. Guru memonitor dan memberikan bimbingan langsung kepada
peserta didik, mengoreksi kesalahan konfigurasi.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Menganalisis


dan Mengevaluasi

1. Peserta didik melaporkan hasil konfigurasi dan pengujian DHCP


dan DNS mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai keberhasilan konfigurasi dan fungsionalitas layanan.
3. Peserta didik menganalisis log sistem server untuk memverifikasi
bahwa layanan DHCP dan DNS berjalan dengan stabil dan tidak ada
kesalahan.
4. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam konfigurasi DHCP dan DNS, serta strategi pemecahan masalah
yang mereka gunakan.
5. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran dalam menginstal dan mengkonfigurasi layanan DHCP
dan DNS.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang


instalasi dan konfigurasi DHCP dan DNS.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu konfigurasi layanan FTP dan HTTP.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai ketelitian dan
kemampuan pemecahan masalah mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 3: Instalasi dan Konfigurasi Layanan FTP dan HTTP, serta


Evaluasi Kinerja

Alokasi Waktu: 22 x 45 menit

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
keamanan dan optimasi layanan web dan transfer file.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali konsep berbagi file dan akses website.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
praktik yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan studi kasus singkat tentang
sebuah perusahaan yang ingin menyediakan penyimpanan file
terpusat dan website internal.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Layanan jaringan apa
yang paling sesuai untuk kebutuhan tersebut? Bagaimana kita bisa
tahu apakah layanan yang kita buat berjalan dengan baik dan aman?"
untuk menstimulasi pemikiran kritis peserta didik.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan (modul,
dokumentasi resmi, atau tutorial online) tentang prosedur instalasi
dan konfigurasi FTP server (misalnya vsftpd, FileZilla Server)
dan HTTP server (misalnya Apache, Nginx, IIS) di sistem operasi
server.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan: a.
"Apa perbedaan mendasar antara FTP dan HTTP?" b. "Bagaimana
cara memastikan website kita bisa diakses dari luar?" c. Memaparkan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan
praktik yang akan dilakukan. d. "Mengapa monitoring log layanan itu
penting?"

Kegiatan Inti

MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Orientasi Siswa


pada Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar

1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memahami struktur


direktori web (document root) dan konfigurasi pengguna FTP.
2. Peserta didik menyusun daftar parameter konfigurasi penting untuk
FTP (misalnya mode pasif/aktif, user lokal/anonim) dan HTTP
(misalnya virtual host, port, direktori web).
3. Guru memberikan studi kasus untuk konfigurasi FTP dan HTTP,
misalnya "Konfigurasikan FTP server agar hanya bisa diakses oleh
pengguna tertentu dan buatlah website sederhana yang bisa diakses
oleh semua client."

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan) Sintaks PBL:


Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan
dan Menyajikan Hasil

1. Peserta didik secara individu atau kelompok menginstal dan


mengkonfigurasi layanan FTP pada sistem operasi server (fisik
atau virtual machine) sesuai dengan studi kasus yang diberikan.
2. Peserta didik selanjutnya menginstal dan mengkonfigurasi
layanan HTTP pada server yang sama.
3. Peserta didik mengisi lembar kerja praktik yang memuat langkah-
langkah konfigurasi dan hasil yang diharapkan.
4. Setelah konfigurasi, peserta didik menguji fungsi layanan FTP
dan HTTP menggunakan client simulator (misalnya FTP client
seperti FileZilla, browser web).
5. Peserta didik mengevaluasi kinerja dan stabilitas layanan
jaringan melalui log dan hasil monitoring sederhana (misalnya
tail -f /var/log/syslog atau Event Viewer untuk
Windows, melihat statistik akses web).
6. Guru memonitor dan memberikan bimbingan langsung kepada
peserta didik, mengoreksi kesalahan konfigurasi atau masalah
monitoring.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Menganalisis


dan Mengevaluasi

1. Peserta didik melaporkan hasil konfigurasi, pengujian, dan evaluasi


kinerja layanan FTP dan HTTP mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai keberhasilan konfigurasi, fungsionalitas layanan, dan
interpretasi log monitoring.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam konfigurasi FTP dan HTTP, serta pentingnya monitoring untuk
menjaga stabilitas layanan.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran dalam menginstal, mengkonfigurasi, menguji, dan
mengevaluasi layanan FTP dan HTTP.
5. Peserta didik menemukan solusi untuk masalah yang mungkin
masih ada atau merencanakan langkah selanjutnya untuk
mengamankan dan mengoptimalkan layanan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang


instalasi, konfigurasi, pengujian, dan evaluasi layanan jaringan
(DHCP, DNS, FTP, HTTP).
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu mengenai hosting, VPN, dan monitoring lebih
lanjut.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai keberhasilan
mereka dalam membangun dan menguji layanan jaringan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru Mapel
Matahari Bulan Purnama

BAHAN AJAR

Memahami dan Mengkonfigurasi Layanan Jaringan

Fungsi Layanan Jaringan: DHCP, DNS, FTP, HTTP, dan Lainnya

Layanan jaringan adalah fondasi yang memungkinkan komputer dan perangkat lain di
jaringan untuk berkomunikasi dan berbagi sumber daya. Setiap layanan memiliki peran
spesifik yang sangat penting dalam operasional jaringan.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang secara otomatis
menetapkan alamat IP unik dan konfigurasi jaringan lainnya (seperti subnet mask, gateway
default, dan DNS server) kepada perangkat yang terhubung ke jaringan. Ini menghilangkan
kebutuhan untuk mengkonfigurasi setiap perangkat secara manual, membuat manajemen
jaringan jauh lebih mudah dan efisien, terutama di jaringan besar.

DNS (Domain Name System) berfungsi sebagai "buku telepon" internet. Alih-alih
mengingat alamat IP numerik seperti [Link], Anda cukup mengetik nama
domain yang mudah diingat seperti [Link]. DNS menerjemahkan nama domain ini
menjadi alamat IP yang bisa dipahami oleh komputer, sehingga memungkinkan browser
Anda menemukan server yang benar.

FTP (File Transfer Protocol) adalah protokol standar yang digunakan untuk mentransfer
file antara klien dan server di jaringan komputer. Ini memungkinkan pengguna untuk
mengunggah (upload) dan mengunduh (download) file dari server, sangat berguna untuk
berbagi dokumen, media, atau untuk mengelola file website.

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol dasar yang digunakan untuk
transmisi data melalui World Wide Web. Ketika Anda menjelajahi internet, browser Anda
menggunakan HTTP (atau versi amannya, HTTPS) untuk meminta halaman web dari server
dan menampilkannya kepada Anda. Ini adalah protokol yang memungkinkan komunikasi
antara web browser dan web server.

Selain itu, ada banyak layanan jaringan penting lainnya, seperti SSH (Secure Shell) yang
menyediakan cara aman untuk mengakses dan mengelola server secara remote melalui
antarmuka baris perintah yang terenkripsi. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
digunakan untuk mengirim email antar server, sementara POP3 (Post Office Protocol
version 3) dan IMAP (Internet Message Access Protocol) digunakan oleh klien email
untuk mengambil email dari server. Setiap layanan ini memainkan peran vital dalam
ekosistem jaringan modern.

Mengidentifikasi Kebutuhan Layanan Jaringan Berdasarkan Skenario Penggunaan


Mengidentifikasi kebutuhan layanan jaringan yang tepat adalah langkah krusial sebelum
melakukan instalasi dan konfigurasi. Analisis ini harus didasarkan pada skenario penggunaan
spesifik dan tujuan yang ingin dicapai.

Misalnya, untuk sebuah kantor kecil dengan banyak karyawan dan perangkat baru yang
sering bergabung atau meninggalkan jaringan, kebutuhan utama adalah DHCP. Tanpa
DHCP, administrator harus secara manual menetapkan IP address untuk setiap perangkat,
yang sangat tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan seperti konflik IP.

Dalam skenario perusahaan yang ingin memiliki website dan email dengan nama
domain sendiri (misalnya, [Link]), layanan DNS menjadi mutlak
diperlukan agar domain tersebut dapat diakses dari internet dan email bisa dikirim/diterima.
Bersamaan dengan itu, HTTP/HTTPS dibutuhkan untuk hosting website, dan
SMTP/POP3/IMAP untuk layanan email.

Jika ada kebutuhan untuk berbagi file secara aman antara tim IT dan server, atau untuk
mengelola file website, maka FTP (atau lebih disarankan SFTP/SCP yang lebih aman) akan
menjadi pilihan yang relevan. Sementara itu, untuk mengelola server secara remote, SSH
adalah layanan yang wajib ada.

Dengan menganalisis "siapa", "apa", "di mana", dan "bagaimana" suatu layanan akan
digunakan, Anda dapat menentukan kombinasi layanan jaringan yang paling efisien dan
efektif untuk memenuhi tujuan bisnis atau personal.

Menginstal dan Mengkonfigurasi Layanan Jaringan Menggunakan Sistem Operasi


Server

Untuk LSP P1 TKJ, Anda akan diminta untuk menginstal dan mengkonfigurasi berbagai
layanan jaringan pada sistem operasi server, umumnya berbasis Linux seperti Debian atau
Ubuntu. Berikut adalah contoh konfigurasi standar untuk beberapa layanan penting:

1. DHCP Server (Contoh: isc-dhcp-server di Debian/Ubuntu)

Bash
# Instal paket DHCP server
sudo apt update
sudo apt install isc-dhcp-server -y

# Konfigurasi interface yang akan digunakan DHCP (misal: eth0)


# sudo nano /etc/default/isc-dhcp-server
# Cari baris INTERFACESv4=" " dan ubah menjadi:
# INTERFACESv4="eth0" # Ganti eth0 dengan nama interface
jaringan Anda

# Konfigurasi DHCP pool


# sudo nano /etc/dhcp/[Link]
# Tambahkan atau sesuaikan blok konfigurasi di akhir file:
# Contoh konfigurasi dasar untuk subnet [Link]/24
# subnet [Link] netmask [Link] {
# range [Link] [Link]; # Rentang IP yang akan
diberikan
# option domain-name-servers [Link], [Link]; # DNS server
# option domain-name "[Link]"; # Nama domain
opsional
# option routers [Link]; # Gateway default
# option broadcast-address [Link];
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
# }

# Restart layanan DHCP


sudo systemctl restart isc-dhcp-server
sudo systemctl enable isc-dhcp-server

# Cek status layanan


sudo systemctl status isc-dhcp-server

2. DNS Server (Contoh: BIND9 sebagai Caching/Forwarding DNS di Debian/Ubuntu)

Bash
# Instal paket BIND9
sudo apt update
sudo apt install bind9 bind9utils -y

# Konfigurasi BIND9 sebagai caching/forwarding DNS


# sudo nano /etc/bind/[Link]
# Tambahkan/ubah bagian options:

# options {
# directory "/var/cache/bind";
# recursion yes; # Aktifkan rekursi
# allow-query { any; }; # Izinkan query dari semua IP
(sesuaikan dengan kebutuhan keamanan)
# forwarders {
# [Link]; # Google Public DNS
# [Link];
# };
# dnssec-validation auto;
# listen-on-v6 { any; }; # Atau "none;" jika tidak
menggunakan IPv6
# };

# Restart layanan BIND9


sudo systemctl restart bind9
sudo systemctl enable bind9

# Cek status layanan


sudo systemctl status bind9

Catatan: Untuk DNS sebagai authoritative server (misal untuk domain lokal), konfigurasi
lebih kompleks melibatkan file zona.

3. FTP Server (Contoh: vsftpd di Debian/Ubuntu)

Bash
# Instal vsftpd
sudo apt update
sudo apt install vsftpd -y

# Konfigurasi vsftpd
# sudo nano /etc/[Link]
# Pastikan baris berikut sudah diatur:

# anonymous_enable=NO # Nonaktifkan akses anonim


# local_enable=YES # Aktifkan user lokal
# write_enable=YES # Izinkan user menulis (upload)
# chroot_local_user=YES # User akan terkunci di home
directory mereka (keamanan)
# pasv_enable=YES # Aktifkan mode pasif
# pasv_min_port=40000 # Rentang port pasif
# pasv_max_port=50000
# userlist_enable=YES # Aktifkan daftar user
# userlist_file=/etc/[Link]
# userlist_deny=NO # Berarti hanya user di
userlist_file yang diizinkan login

# Buat file userlist dan tambahkan user yang diizinkan (misal:


userftp)
# sudo nano /etc/[Link]
# userftp

# Buat user sistem jika belum ada


# sudo adduser userftp --shell /bin/false # Buat user tanpa
shell login

# Buat direktori home user FTP (jika belum ada dan untuk
chroot)
# sudo mkdir /home/userftp/ftp_root
# sudo chown nobody:nogroup /home/userftp/ftp_root
# sudo chmod a-w /home/userftp/ftp_root
# sudo mkdir /home/userftp/ftp_root/uploads
# sudo chown userftp:userftp /home/userftp/ftp_root/uploads

# Buka port FTP di firewall (misal: UFW)


# sudo ufw allow 20/tcp
# sudo ufw allow 21/tcp
# sudo ufw allow 40000:50000/tcp
# sudo ufw enable

# Restart layanan vsftpd


sudo systemctl restart vsftpd
sudo systemctl enable vsftpd

# Cek status layanan


sudo systemctl status vsftpd

4. HTTP Server (Contoh: Nginx di Debian/Ubuntu)

Bash
# Instal Nginx
sudo apt update
sudo apt install nginx -y

# Konfigurasi Nginx untuk website (misal: default site)


# sudo nano /etc/nginx/sites-available/default
# Pastikan root directory mengarah ke lokasi file website Anda
(misal: /var/www/html)

# server {
# listen 80 default_server;
# listen [::]:80 default_server;
# root /var/www/html; # Lokasi file website Anda
# index [Link] [Link] [Link];
# server_name _;
# location / {
# try_files $uri $uri/ =404;
# }
# }

# Buat file [Link] sederhana untuk pengujian


# sudo echo "<h1>Selamat Datang di Web Server Saya!</h1>" |
sudo tee /var/www/html/[Link]

# Buka port HTTP di firewall


# sudo ufw allow 'Nginx HTTP'
# sudo ufw enable

# Restart layanan Nginx


sudo systemctl restart nginx
sudo systemctl enable nginx

# Cek status layanan


sudo systemctl status nginx

Menguji Fungsi Layanan Jaringan Menggunakan Klien Simulator


Setelah mengkonfigurasi layanan, pengujian adalah langkah penting untuk memastikan
semuanya berfungsi sesuai harapan. Pengujian ini dapat dilakukan menggunakan berbagai
klien simulator atau alat bawaan sistem:

 Untuk DHCP:
o Pada perangkat klien (PC lain, smartphone, VM lain di jaringan yang sama),
set konfigurasi IP ke "DHCP" atau "Dapatkan alamat IP secara otomatis".
o Verifikasi bahwa perangkat klien mendapatkan IP dari pool DHCP server
Anda, serta DNS server dan gateway yang benar. Di Windows, gunakan
ipconfig /all. Di Linux, gunakan ip a atau nmcli device show
<interface>.
 Untuk DNS:
o Dari klien, atur DNS server ke alamat IP server DNS Anda.
o Gunakan nslookup atau dig untuk menguji resolusi nama domain. Contoh:
nslookup [Link] atau dig [Link]
@<IP_SERVER_DNS_ANDA>. Pastikan resolusi berhasil.
 Untuk FTP:
o Gunakan klien FTP seperti FileZilla, WinSCP, atau perintah ftp di terminal.
o Coba login dengan user yang Anda buat, unggah file, dan unduh file untuk
memastikan fungsionalitas transfer data. Contoh di terminal: ftp
<IP_SERVER_FTP_ANDA>, lalu masukkan username dan password.
 Untuk HTTP:
o Buka web browser di perangkat klien mana pun.
o Ketik alamat IP server HTTP Anda (misalnya, [Link]
atau nama domain jika DNS sudah terkonfigurasi. Pastikan halaman web yang
Anda host ditampilkan dengan benar.
 Untuk SSH:
o Gunakan klien SSH seperti PuTTY (Windows) atau perintah ssh di terminal
(Linux/macOS).
o Coba login ke server: ssh <username>@<IP_SERVER_ANDA>. Pastikan
Anda bisa masuk ke prompt shell server.

Mengevaluasi Kinerja dan Stabilitas Layanan Jaringan Melalui Log dan Hasil
Monitoring

Evaluasi kinerja dan stabilitas layanan jaringan adalah proses berkelanjutan untuk
memastikan layanan berjalan optimal dan mendeteksi masalah lebih awal.

Memantau Log: Setiap layanan jaringan menghasilkan file log yang mencatat aktivitas,
kesalahan, dan informasi penting lainnya. Log adalah sumber daya pertama yang harus
diperiksa saat terjadi masalah.

 Log DHCP: Umumnya berada di /var/log/syslog atau


/var/log/messages. Cari entri terkait dhcpd atau dhclient untuk melihat
detail pemberian IP, kegagalan, atau konflik.
 Log DNS (BIND9): Biasanya di /var/log/syslog atau
/var/log/named/[Link] (jika dikonfigurasi). Periksa entri named untuk
masalah resolusi, kesalahan konfigurasi zona, atau kinerja.
 Log FTP (vsftpd): Seringkali di /var/log/[Link] atau
/var/log/syslog. Catatan login, transfer file, dan upaya akses yang gagal akan
terlihat di sini.
 Log HTTP (Nginx): [Link] mencatat semua permintaan yang masuk, dan
[Link] mencatat kesalahan server. Lokasinya biasanya di
/var/log/nginx/.

Anda dapat melihat log secara real-time menggunakan tail -f /path/to/logfile


atau mencari entri spesifik dengan grep.

Menggunakan Alat Monitoring: Untuk evaluasi yang lebih komprehensif, gunakan alat
monitoring jaringan (seperti yang dibahas pada Tujuan Pembelajaran sebelumnya, seperti
Cacti, Zabbix, atau Nagios). Alat-alat ini dapat:

 Memantau Ketersediaan (Uptime): Memastikan layanan selalu berjalan dan


memberikan peringatan jika ada downtime.
 Melacak Penggunaan Sumber Daya: Memantau penggunaan CPU, RAM, dan I/O
disk oleh proses layanan jaringan untuk mengidentifikasi bottleneck.
 Mengukur Latensi: Mengukur waktu respons layanan, misalnya, seberapa cepat
server DNS merespons query.
 Memvisualisasikan Tren: Menampilkan grafik penggunaan bandwidth, jumlah
koneksi, atau jumlah query per detik, membantu Anda mengidentifikasi tren dan
merencanakan kapasitas.

Dengan kombinasi pemantauan log manual dan penggunaan alat monitoring otomatis, Anda
dapat secara proaktif mengelola layanan jaringan, memastikan kinerja optimal, dan dengan
cepat menyelesaikan masalah yang muncul.
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : …………………………………


KELAS / SEMESTER : XI / Genap
MATA PELAJARAN : KK TKJ

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan fungsi dari masing-masing layanan jaringan (DHCP, DNS, FTP, HTTP,
dll.).
2. Mengidentifikasi kebutuhan layanan jaringan berdasarkan skenario penggunaan.
3. Menginstal dan mengkonfigurasi layanan jaringan menggunakan sistem operasi
server.
4. Menguji fungsi layanan jaringan menggunakan client simulator.
5. Mengevaluasi kinerja dan stabilitas layanan jaringan melalui log dan hasil monitoring.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1.1 Menguraikan fungsi layanan jaringan (DHCP, DNS, FTP, HTTP).


2.1 Menentukan jenis layanan jaringan berdasarkan kebutuhan klien.
3.1 Menginstal dan mengkonfigurasi layanan jaringan secara tepat.
4.1 Melakukan pengujian layanan jaringan dari sisi klien.
5.1 Melakukan analisis log dan monitoring layanan untuk evaluasi sistem.

KISI-KISI SOAL PROYEK

No IPK Materi Bentuk Level Kognitif Indikator Soal


Penilaian
1 1.1 Fungsi layanan Proyek C2 (Memahami) Menjelaskan fungsi
jaringan layanan sesuai kebutuhan
2 2.1 Kebutuhan Proyek C4 Menganalisis kebutuhan
layanan (Menganalisis) layanan berdasarkan
skenario
3 3.1 Instalasi & Proyek C3 Menginstal dan mengatur
konfigurasi (Menerapkan) layanan jaringan
4 4.1 Pengujian Proyek C5 Menguji koneksi & fungsi
layanan (Mengevaluasi) layanan dari sisi klien
5 5.1 Evaluasi Proyek C6 (Mencipta) Membuat laporan evaluasi
performa performa dan log sistem

SOAL PROYEK
Sebuah perusahaan rintisan berbasis IT akan membuka kantor baru dengan 10 klien, satu
server utama, dan satu koneksi internet. Mereka meminta bantuan teknisi jaringan (yaitu
Anda) untuk menyiapkan layanan DHCP agar IP klien otomatis, layanan DNS agar bisa akses
domain internal, dan FTP sebagai sarana berbagi file ke staf tertentu.

TUGAS PROYEK
Lakukan tugas berikut dalam bentuk dokumentasi teknis lengkap dan simulasi praktik:

1. Analisis kebutuhan layanan jaringan:


a. Identifikasi layanan yang diperlukan berdasarkan skenario.
b. Jelaskan fungsi dari setiap layanan yang akan digunakan (DHCP, DNS, FTP).
2. Instalasi dan konfigurasi layanan jaringan:
a. Lakukan instalasi layanan DHCP, DNS, dan FTP di server Linux.
b. Konfigurasikan masing-masing layanan sesuai kebutuhan perusahaan.
3. Pengujian dari sisi klien:
a. Lakukan simulasi uji koneksi DHCP (klien otomatis mendapat IP).
b. Uji resolusi DNS dan akses FTP melalui client simulator (misal: FileZilla,
command line, atau browser).
4. Evaluasi dan monitoring:
a. Cek log aktivitas masing-masing layanan.
b. Analisis hasil monitoring untuk melihat stabilitas dan performa layanan.
5. Dokumentasi hasil:
Susun laporan teknis yang mencakup:
o Rangkuman konfigurasi
o Hasil uji layanan
o Log sistem
o Evaluasi dan saran perbaikan

KUNCI JAWABAN

No Aspek yang Dinilai Kriteria Ideal


1 Identifikasi & fungsi Minimal mencakup DHCP, DNS, FTP dengan deskripsi
layanan fungsi jelas
2 Instalasi & konfigurasi Layanan berhasil diinstal, file konfigurasi sesuai, layanan
aktif
3 Uji fungsi klien Klien mendapat IP dari DHCP, akses domain via DNS,
koneksi FTP sukses
4 Evaluasi kinerja Menampilkan log, mampu menganalisis beban layanan
atau error
5 Laporan akhir Sistematis, lengkap, dan mencantumkan evaluasi teknis
yang valid

RUBRIK PENILAIAN

Kriteria Skor 4 Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1


(Sangat Baik) (Kurang)
Identifikasi Lengkap & Lengkap, Sebagian layanan Tidak sesuai
Layanan analitis deskripsi disebut skenario
kurang
Konfigurasi Lengkap, Hampir Konfigurasi tidak Salah
Layanan sesuai SOP lengkap, minor sempurna konfigurasi
error
Pengujian Semua fungsi Sebagian Gagal sebagian Tidak bisa uji
Layanan berjalan fungsi berhasil
Evaluasi Analisis log Analisis ada, Menampilkan log Tidak ada
Kinerja akurat kurang lengkap tanpa analisis evaluasi
Dokumentasi Rapi, Lengkap, Ada bagian hilang Tidak
sistematis, kurang lengkap/kacau
lengkap sistematis

Total Nilai Maksimal: 100


📄 ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : ………………………………


KELAS / SEMESTER : XII / GASAL
MATA PELAJARAN : KK TKJ
ELEMEN : Pemasangan dan Konfigurasi Perangkat Jaringan

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan fungsi dari masing-masing layanan jaringan (DHCP, DNS, FTP, HTTP,
dll.).
2. Mengidentifikasi kebutuhan layanan jaringan berdasarkan skenario penggunaan.
3. Menginstal dan mengkonfigurasi layanan jaringan menggunakan sistem operasi
server.
4. Menguji fungsi layanan jaringan menggunakan client simulator.
5. Mengevaluasi kinerja dan stabilitas layanan jaringan melalui log dan hasil monitoring.

📊 INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

No Indikator Pencapaian Kompetensi Level Kognitif


1 Menjelaskan fungsi layanan jaringan C2 (Memahami)
2 Menganalisis kebutuhan layanan berdasarkan skenario C4
penggunaan (Menganalisis)
3 Mengkonfigurasi layanan jaringan menggunakan OS server C3 (Menerapkan)
4 Menguji konektivitas layanan jaringan C4
(Menganalisis)
5 Mengevaluasi performa layanan melalui log/monitoring C5 (Evaluasi)

📌 KISI-KISI SOAL PILIHAN GANDA

No Materi IPK Level No.


Soal
1 Fungsi DHCP Menjelaskan fungsi layanan jaringan C2 1
2 Fungsi DNS Menjelaskan fungsi layanan jaringan C2 2
3 Kebutuhan layanan Menganalisis kebutuhan layanan dari kasus C4 3
penggunaan
4 Konfigurasi FTP Menerapkan konfigurasi layanan pada OS C3 4
Server server
5 Uji layanan DHCP Menganalisis hasil koneksi DHCP pada C4 5
klien
6 Uji layanan DNS Menganalisis fungsi DNS dengan perintah C4 6
nslookup
7 Evaluasi FTP Server Mengevaluasi hasil login FTP dari log C5 7
aktivitas
8 Evaluasi DNS melalui Mengevaluasi performa layanan melalui C5 8
log systemd-resolve atau log
9 HTTP Server Testing Menguji HTTP server dengan browser dan C4 9
terminal
10 Analisis layanan yang Menganalisis jenis layanan berdasarkan C4 10
diperlukan kebutuhan jaringan tertentu

📝 SOAL PILIHAN GANDA

1.
DHCP adalah layanan jaringan yang secara otomatis memberikan...

A. Alamat MAC kepada client


B. Nama host pada komputer client
C. Alamat IP beserta konfigurasi jaringannya
D. Gateway utama untuk jaringan internal
E. Akses remote ke server DNS

✅ Kunci: C

2.
Sebuah sekolah menggunakan DNS untuk mengakses server lokal dengan alamat
[Link]. Fungsi utama DNS dalam kasus ini adalah...

A. Mengamankan koneksi ke jaringan


B. Mendistribusikan IP publik
C. Mengubah nama domain ke alamat IP
D. Membagi bandwidth antar client
E. Menyaring konten situs web

✅ Kunci: C

3.
Sebuah perusahaan membutuhkan layanan jaringan untuk:

 Pemberian alamat IP otomatis


 Penyimpanan file antar divisi
 Mengakses sistem web keuangan secara internal

Layanan yang harus tersedia dalam jaringan tersebut adalah...

A. DNS, Telnet, SNMP


B. DHCP, FTP, HTTP
C. DHCP, SMTP, POP3
D. HTTP, NFS, SSH
E. FTP, TFTP, TELNET

✅ Kunci: B

4.
Anda diminta menginstal dan mengkonfigurasi layanan FTP menggunakan sistem operasi
Linux Server. Setelah instalasi vsftpd, Anda melakukan konfigurasi pada file
/etc/[Link]. Perintah selanjutnya yang wajib dijalankan agar konfigurasi aktif
adalah...

A. ping [Link]
B. vsftpd --config
C. systemctl restart vsftpd
D. chmod +x [Link]
E. ftp localhost

✅ Kunci: C

5.
Setelah mengaktifkan layanan DHCP pada server, client mengirimkan permintaan IP.
Namun, client gagal menerima IP dari server. Hal yang paling mungkin menjadi penyebab
adalah...

A. Client tidak memiliki antivirus


B. Kabel LAN tidak dicolokkan
C. Server tidak terkoneksi internet
D. Port DHCP tidak aktif di firewall
E. Server menggunakan DNS publik

✅ Kunci: D

6.
Perintah nslookup [Link] dijalankan di komputer client. Output menunjukkan IP
[Link]. Hal ini menunjukkan bahwa...

A. DNS server lokal error


B. Client tidak terhubung internet
C. DNS berhasil menerjemahkan nama ke IP
D. Koneksi jaringan mengalami konflik
E. DNS memberikan IP default

✅ Kunci: C
7.
Seorang admin mengecek file log /var/log/[Link] dan menemukan entri:

pgsql
CopyEdit
Fri 14:22: login successful: user=admin, remote=[Link]

Kesimpulan yang dapat diambil dari log tersebut adalah...

A. Pengguna gagal login ke FTP


B. Server FTP sedang mati
C. User tidak memiliki akses root
D. Login FTP berhasil dari client internal
E. FTP tidak dikonfigurasi dengan benar

✅ Kunci: D

8.
Dalam sebuah layanan DNS, log berikut muncul di terminal:

css
CopyEdit
systemd-resolved[284]: DNSSEC validation failed for zone: .com

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut?

A. Menonaktifkan layanan DNS


B. Menambahkan user DNS baru
C. Menonaktifkan DNSSEC sementara
D. Mengganti IP server ke DHCP
E. Menghapus konfigurasi DNS

✅ Kunci: C

9.
Seorang siswa mengetikkan IP [Link] di browser dan muncul tampilan halaman
sambutan Apache2. Artinya...

A. Web server gagal dijalankan


B. Apache2 berjalan dengan sukses
C. HTTP service belum terpasang
D. DNS sedang tidak aktif
E. Halaman tersebut bukan dari server
✅ Kunci: B

10.
Sebuah laboratorium komputer akan digunakan untuk pelatihan. Setiap client butuh akses
web internal dan pembagian file dari server pusat. Layanan minimal yang harus disiapkan
adalah...

A. DNS dan DHCP


B. FTP dan HTTP
C. SMTP dan POP3
D. SSH dan FTP
E. Telnet dan HTTP

✅ Kunci: B

✅ KUNCI JAWABAN

No Kunci
1 C
2 C
3 B
4 C
5 D
6 C
7 D
8 C
9 B
10 B

📊 RUBRIK PENILAIAN

Jumlah Jawaban Skor


Benar
10 100
9 90
8 80
7 70
6 60
5 50
<5 Remedial
📘 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

SATUAN PENDIDIKAN : .............................................


KELAS / SEMESTER : XII / GASAL
MATA PELAJARAN : KK TKJ
ELEMEN : Pemasangan dan Konfigurasi Perangkat Jaringan

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan fungsi dari masing-masing layanan jaringan (DHCP, DNS, FTP, HTTP).
2. Mengidentifikasi kebutuhan layanan jaringan berdasarkan skenario penggunaan.
3. Menginstal dan mengkonfigurasi layanan jaringan menggunakan sistem operasi
server.
4. Menguji fungsi layanan jaringan menggunakan client simulator.
5. Mengevaluasi kinerja dan stabilitas layanan jaringan melalui log dan hasil monitoring.

🔧 ALAT DAN BAHAN

 Komputer/laptop (minimal: CPU Dual Core, RAM 2GB, HDD 100GB)


 Sistem Operasi Server (Linux: Debian/Ubuntu Server atau Windows Server)
 File ISO OS Server
 Aplikasi pendukung: dnsutils, vsftpd, isc-dhcp-server, apache2,
Wireshark
 Switch dan kabel LAN
 Client simulator (VirtualBox/VM, atau PC client lain)

🧩 TUGAS PRAKTIK (Berbasis Proyek)

💼 Kasus Kerja:

Anda adalah teknisi jaringan di sebuah SMK. Sekolah akan menggunakan jaringan lokal
untuk:

 Pemberian IP otomatis ke client


 Hosting situs internal sekolah
 Transfer file antar guru dan siswa
 Pemetaan nama domain lokal

Tugas Anda adalah melakukan instalasi dan konfigurasi layanan jaringan sesuai
kebutuhan di atas, menggunakan OS Server berbasis Linux.
🔍 LANGKAH PRAKTIK

✅ LANGKAH 1: Identifikasi Layanan Jaringan (10 poin)

Tuliskan layanan jaringan yang dibutuhkan untuk kebutuhan berikut:

 Pemberian IP otomatis: _______


 Akses file antar client: _______
 Akses web lokal: _______
 Resolusi nama domain lokal: _______

✅ LANGKAH 2: Instalasi Layanan (20 poin)

Instalasi layanan berikut di server:

 DHCP server
 DNS server
 FTP server
 HTTP server

📌 Dokumentasikan perintah instalasi dan hasilnya (screenshot terminal).

✅ LANGKAH 3: Konfigurasi Layanan (30 poin)

 Konfigurasikan masing-masing layanan pada file konfigurasi:


o /etc/dhcp/[Link]
o /etc/bind/[Link]
o /etc/[Link]
o /etc/apache2/sites-available/[Link]

📌 Lakukan uji sintaks konfigurasi dan restart layanan. Dokumentasikan setiap


konfigurasi!

✅ LANGKAH 4: Pengujian Layanan (20 poin)

Lakukan uji koneksi dari client:

 DHCP: Client menerima IP otomatis


 DNS: nslookup atau dig ke domain lokal
 FTP: Login ke server FTP dengan user
 HTTP: Akses IP server dari browser

📌 Simpan hasil tangkapan layar per pengujian.

✅ LANGKAH 5: Evaluasi dan Refleksi (20 poin)

Jawab pertanyaan berikut:

1. Masalah apa yang muncul selama proses konfigurasi?


2. Bagaimana cara mengatasi error saat service tidak bisa dijalankan?
3. Apa perbedaan pengujian DNS dan FTP?

✅ KUNCI JAWABAN (untuk Guru)

Langkah 1:

 DHCP → DHCP Server


 FTP → FTP Server
 HTTP → Web Server
 DNS → DNS Server

Langkah 2 – 4:

 Diperiksa melalui screenshot hasil perintah dan uji koneksi (ping, nslookup, ftp, curl,
browser)

Langkah 5:

 Jawaban argumentatif dan sesuai pengalaman siswa, minimal memuat analisis


log/error yang logis.

📊 RUBRIK PENILAIAN

Langkah Bobot (%) Skor Maks


Langkah 1: Identifikasi 10% 10
Langkah 2: Instalasi 20% 20
Langkah 3: Konfigurasi 30% 30
Langkah 4: Pengujian 20% 20
Langkah 5: Evaluasi & Refleksi 20% 20
Total 100% 100

Anda mungkin juga menyukai