PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : ……………….
Mata Pelajaran : KK TKJ
Elemen : Administrasi Sistem Jaringan
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : XI/GENAP
Alokasi Waktu : 22 x 45 menit (3 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas XI TKJ umumnya memiliki dasar pengetahuan tentang
perangkat keras komputer, namun tingkat pemahaman mereka terhadap
sistem operasi jaringan mungkin bervariasi. Sebagian mungkin sudah akrab
dengan penggunaan sistem operasi desktop (Windows, Linux), tetapi belum
tentu memahami arsitektur dan fungsi sistem operasi server. Minat mereka
kemungkinan besar tinggi terhadap praktik langsung dan implementasi
teknologi, mengingat karakteristik jurusan TKJ. Latar belakang keluarga dan
akses terhadap sumber daya teknologi di rumah juga dapat memengaruhi
kesiapan belajar. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi
pengetahuan awal mereka melalui pre-test atau diskusi singkat, serta
memahami gaya belajar dan kebutuhan individual agar pembelajaran dapat
disesuaikan dan relevan bagi setiap peserta didik.
MATERI PELAJARAN
Materi pelajaran "Administrasi Sistem Jaringan" berfokus pada
penginstalan sistem operasi jaringan. Jenis pengetahuan yang akan dicapai
meliputi pengetahuan konseptual (definisi dan jenis OS jaringan), prosedural
(langkah-langkah instalasi), dan metakognitif (evaluasi hasil instalasi).
Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi karena
keterampilan ini merupakan fondasi utama bagi seorang teknisi jaringan.
Tingkat kesulitan materi ini berada pada kategori sedang, membutuhkan
pemahaman teori dan kemampuan praktik yang teliti. Struktur materi akan
dimulai dari pengenalan dasar, persiapan, langkah-langkah instalasi, hingga
pengujian. Materi ini juga mengintegrasikan nilai dan karakter seperti
ketelitian, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan pemecahan
masalah.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
1. Penalaran Kritis: Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi
informasi terkait sistem operasi jaringan dan prosedur instalasi.
2. Kemandirian: Peserta didik mampu menyiapkan media instalasi,
melakukan instalasi, dan mengevaluasi secara mandiri.
3. Kolaborasi: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk
menyelesaikan studi kasus atau berbagi pengalaman instalasi.
4. Kreativitas: Peserta didik mengembangkan solusi inovatif dalam
menghadapi permasalahan instalasi.
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Menginstal OS jaringan, konfigurasi
PEMBELAJARAN layanan jaringan (DHCP, DNS, FTP, dll.), hosting, VPN, monitoring.
TOPIK PEMBELAJARAN: Menginstalasi sistem operasi jaringan.
TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Menyebutkan sistem operasi jaringan yang umum digunakan (Linux
Server, Windows Server, dll.).
2. Menjelaskan langkah-langkah instalasi sistem operasi jaringan.
3. Menyiapkan media instalasi dan konfigurasi awal server.
4. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan sesuai prosedur.
5. Mengevaluasi hasil instalasi sistem operasi dengan melakukan uji
fungsi dasar.
PRAKTIK PEDAGOGIS:
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi
MITRA PEMBELAJARAN:
1. Praktisi IT/Network Engineer dari Industri Lokal
2. Alumni TKJ yang telah bekerja di bidang jaringan
3. Komunitas Open Source (jika relevan dengan penggunaan Linux
Server)
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:
1. Ruang Fisik: Laboratorium Komputer/Jaringan dengan perangkat
keras server atau PC yang mendukung virtualisasi, ruang kelas untuk
diskusi.
2. Ruang Virtual: Platform daring untuk diskusi, berbagi materi, dan
kolaborasi (misalnya Google Classroom, grup chat).
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, kritis, teliti, dan
berani mencoba.
PEMANFAATAN DIGITAL:
1. Perencanaan: Aplikasi presentasi (misalnya Google Slides,
PowerPoint) untuk materi ajar.
2. Pelaksanaan: Video tutorial instalasi OS jaringan, simulasi
virtualisasi (misalnya VirtualBox, VMware Workstation), e-book
atau modul digital tentang administrasi server.
3. Asesmen: Kuis daring (misalnya Google Forms, Kahoot!), platform
ujian praktik berbasis simulasi.
PENGALAMAN Pertemuan 1: Pengenalan Sistem Operasi Jaringan
BELAJAR
Alokasi Waktu: 22 x 45 menit
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru terkait pentingnya peran
administrator jaringan di era digital.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan
mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan sistem operasi yang
mereka gunakan sehari-hari.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan video singkat atau gambar
tentang berbagai jenis server di data center.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, sistem
operasi apa yang berjalan di server-server ini? Apa bedanya dengan
sistem operasi yang kalian gunakan di laptop atau ponsel?" untuk
menstimulasi rasa ingin tahu peserta didik.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan (modul atau
artikel online) tentang perbedaan sistem operasi desktop dan
server, serta jenis-jenis sistem operasi jaringan yang umum
digunakan (Linux Server, Windows Server).
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan
untuk menumbuhkan pemahaman awal tentang OS jaringan: a.
"Sistem operasi jaringan apa saja yang kalian ketahui?" b. "Apa
fungsi utama dari sistem operasi jaringan dibandingkan dengan
sistem operasi biasa?" c. Memaparkan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik sebagai
calon teknisi jaringan. d. "Mengapa penting bagi kita untuk
memahami jenis-jenis dan fungsi OS jaringan sebelum
menginstalnya?"
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Orientasi Siswa
pada Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok, membaca artikel, dan
mengeksplorasi sumber informasi (buku, e-book, artikel, dan situs
web) tentang: a. Definisi dan karakteristik sistem operasi jaringan. .
Perbandingan antara Linux Server (misalnya Ubuntu Server, CentOS)
dan Windows Server. c. Arsitektur dasar dan komponen penting dari
OS jaringan.
2. Guru memfasilitasi diskusi dan membimbing peserta didik untuk
merumuskan pertanyaan-pertanyaan kunci terkait materi.
3. Peserta didik membuat peta konsep atau mind map tentang jenis-
jenis sistem operasi jaringan dan karakteristiknya.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan) Sintaks PBL:
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok
1. Peserta didik secara individu melakukan riset singkat tentang
contoh kasus penggunaan OS jaringan di dunia nyata (misalnya,
server web, server email, server file).
2. Peserta didik menyajikan temuan mereka dalam bentuk poin-poin
singkat atau ilustrasi.
3. Guru memberikan skenario permasalahan sederhana yang
membutuhkan pemilihan jenis OS jaringan yang tepat, misalnya "Jika
sebuah sekolah ingin membangun server untuk website dan database,
OS jaringan apa yang paling cocok dan mengapa?".
4. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk memecahkan
skenario tersebut.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL:
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil
1. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi skenario mereka.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai pemahaman mereka tentang relevansi penggunaan OS
jaringan.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pentingnya
memahami jenis dan fungsi OS jaringan dalam karir teknisi jaringan.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pemahaman mereka
mengenai konsep dasar OS jaringan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang jenis-
jenis sistem operasi jaringan dan fungsinya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu persiapan media instalasi sistem operasi jaringan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai partisipasi aktif
dan ide-ide yang telah disampaikan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2: Persiapan Instalasi Sistem Operasi Jaringan
Alokasi Waktu: 22 x 45 menit
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
persiapan yang matang sebelum melakukan instalasi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali jenis-jenis OS jaringan yang telah dipelajari.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
praktik yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan video singkat atau demonstrasi
tentang persiapan media instalasi.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Mengapa kita tidak bisa
langsung menginstal OS jaringan tanpa persiapan? Apa saja yang
perlu disiapkan?" untuk menstimulasi pemikiran peserta didik.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan (modul atau
tutorial online) tentang persyaratan hardware dan software untuk
instalasi OS jaringan, serta cara membuat media instalasi
bootable.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan
untuk menumbuhkan pemahaman akan langkah persiapan: a. "Apa
saja persyaratan minimal perangkat keras untuk menginstal Linux
Server atau Windows Server?" b. "Bagaimana cara membuat USB
flash drive menjadi bootable?" c. Memaparkan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai dan menghubungkan dengan praktik yang akan
dilakukan. d. "Apa konsekuensi jika kita tidak menyiapkan media
instalasi dengan benar?"
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Orientasi Siswa
pada Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi
perangkat keras yang tersedia di laboratorium dan
membandingkannya dengan persyaratan minimum OS jaringan.
2. Peserta didik mempelajari langkah-langkah penyiapan media
instalasi, termasuk pengunduhan file ISO dan penggunaan aplikasi
pembuat bootable media (misalnya Rufus, Etcher, atau alat bawaan
OS).
3. Guru membimbing peserta didik dalam memahami konsep partisi
hard disk dan jenis-jenis partisi yang umum digunakan dalam
instalasi OS jaringan.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan) Sintaks PBL:
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok
1. Peserta didik secara mandiri atau berkelompok menyiapkan media
instalasi (USB drive atau DVD) dari OS jaringan yang dipilih
(misalnya Ubuntu Server atau Windows Server) sesuai dengan
prosedur.
2. Peserta didik melakukan konfigurasi awal server dalam konteks
persiapan instalasi, seperti: a. Mengatur BIOS/UEFI agar dapat boot
dari media instalasi. b. Menentukan skema partisi yang akan
digunakan (misalnya, partisi /, /home, /var, swap untuk Linux atau
C:, D: untuk Windows). c. Merencanakan nama host dan pengaturan
jaringan awal (DHCP atau IP statis) yang akan diterapkan saat
instalasi.
3. Guru memfasilitasi dan memberikan dukungan teknis jika peserta
didik mengalami kesulitan dalam proses persiapan ini.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL:
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil
1. Peserta didik mendemonstrasikan media instalasi yang telah mereka
siapkan dan menjelaskan konfigurasi awal yang direncanakan.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelayakan media dan rencana konfigurasi.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam menyiapkan media instalasi dan pentingnya perencanaan yang
matang.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam menyiapkan media instalasi dan konfigurasi awal.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
persiapan media instalasi dan konfigurasi awal server.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu pelaksanaan instalasi sistem operasi jaringan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai ketelitian dan
kerja keras dalam persiapan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3: Pelaksanaan dan Evaluasi Instalasi Sistem Operasi
Jaringan
Alokasi Waktu: 22 x 45 menit
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
ketelitian dalam melakukan instalasi sistem operasi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali materi persiapan instalasi pada pertemuan sebelumnya.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
praktik yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menayangkan video singkat atau studi kasus
tentang kesalahan umum dalam instalasi sistem operasi jaringan
dan dampaknya.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana cara kita
memastikan instalasi sistem operasi jaringan berjalan lancar dan
minim kesalahan? Apa saja uji fungsi dasar yang harus dilakukan
setelah instalasi?" untuk menstimulasi pemikiran kritis peserta didik.
10. Peserta didik melakukan literasi singkat mengenai checklist pra-
instalasi atau tips aman dalam melakukan instalasi OS jaringan.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan
untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya prosedur yang
benar: a. "Apa saja yang perlu diperhatikan saat melakukan instalasi
OS jaringan?" b. "Mengapa kita perlu melakukan uji fungsi dasar
setelah instalasi?" c. Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai dan menghubungkan dengan praktik yang akan dilakukan. d.
"Apa peran kalian dalam memastikan server berfungsi dengan baik
setelah diinstal?"
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Orientasi Siswa
pada Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik dalam kelompok meninjau kembali rencana instalasi
yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya, termasuk skema
partisi dan konfigurasi jaringan awal.
2. Peserta didik memahami setiap langkah dalam prosedur instalasi
sistem operasi jaringan yang telah dipilih (misalnya Ubuntu Server
atau Windows Server) dari sumber terpercaya (dokumentasi resmi,
tutorial).
3. Peserta didik berdiskusi untuk mengidentifikasi potensi masalah
yang mungkin muncul selama proses instalasi dan bagaimana cara
mengatasinya.
4. Guru memberikan panduan umum dan tips praktis selama proses
instalasi.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan) Sintaks PBL:
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan
dan Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara individu atau kelompok melakukan instalasi
sistem operasi jaringan pada perangkat yang telah disiapkan (fisik
atau virtual machine) sesuai prosedur yang telah direncanakan.
2. Peserta didik mengisi log instalasi atau checklist setiap tahapan yang
berhasil diselesaikan, termasuk konfigurasi awal seperti jaringan,
zona waktu, dan pengguna.
3. Guru memonitor dan memberikan bimbingan langsung kepada
peserta didik yang mengalami kendala selama proses instalasi.
4. Setelah instalasi selesai, peserta didik mengevaluasi hasil instalasi
sistem operasi dengan melakukan uji fungsi dasar, seperti: a.
Memastikan konektivitas jaringan (ping ke gateway atau internet). b.
Memastikan layanan dasar berjalan (misalnya SSH untuk Linux,
Remote Desktop untuk Windows). c. Memeriksa penggunaan disk
space dan RAM. d. Memastikan akun pengguna dapat login. e.
Mencoba menginstal dan menjalankan aplikasi dasar (misalnya web
server sederhana).
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna) Sintaks PBL: Menganalisis
dan Mengevaluasi
1. Peserta didik melaporkan hasil instalasi dan uji fungsi dasar mereka,
termasuk kendala yang dihadapi dan cara mengatasinya.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru terkait
keberhasilan instalasi dan fungsi dasar yang diuji.
3. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
instalasi, kendala yang dihadapi, cara mengatasinya, dan pelajaran
yang didapat.
4. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran, khususnya dalam melakukan instalasi dan uji fungsi
dasar.
5. Peserta didik menemukan solusi untuk masalah yang mungkin
masih ada atau merencanakan langkah selanjutnya untuk optimalisasi
sistem.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
langkah-langkah instalasi sistem operasi jaringan dan pentingnya uji
fungsi dasar.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya terkait konfigurasi layanan jaringan (DHCP, DNS, dll.)
dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai usaha dan
keberhasilan mereka dalam menyelesaikan proyek instalasi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
Matahari Bulan Purnama
BAHAN AJAR
Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan
Sistem Operasi Jaringan (OS Jaringan) adalah perangkat lunak yang dirancang khusus
untuk mengelola sumber daya jaringan, menyediakan layanan untuk pengguna di jaringan,
dan mengendalikan berbagai perangkat keras jaringan seperti server, router, dan switch.
Berbeda dengan sistem operasi desktop yang fokus pada penggunaan individual, OS Jaringan
dioptimalkan untuk performa, keamanan, dan stabilitas dalam lingkungan multi-pengguna.
Beberapa OS Jaringan yang paling umum digunakan di dunia industri meliputi:
Linux Server adalah pilihan yang sangat populer karena sifatnya yang open-source,
fleksibilitas tinggi, keamanan yang kuat, dan biaya lisensi yang nol. Distribusi Linux yang
sering digunakan untuk server antara lain Debian, Ubuntu Server, CentOS/Red Hat
Enterprise Linux (RHEL), dan Fedora Server. Linux sangat disukai untuk hosting web,
basis data, server aplikasi, dan berbagai layanan jaringan lainnya karena efisiensinya dalam
penggunaan sumber daya dan kemampuan kustomisasinya yang luas.
Windows Server adalah sistem operasi server berbayar dari Microsoft yang sangat
terintegrasi dengan produk Microsoft lainnya seperti Active Directory, Exchange Server, dan
SQL Server. Windows Server dikenal dengan antarmuka grafis (GUI) yang user-friendly dan
kemudahan manajemen, menjadikannya pilihan ideal untuk lingkungan bisnis yang
mengandalkan ekosistem Microsoft. Versi populer meliputi Windows Server 2012, 2016,
2019, dan 2022.
Selain keduanya, ada juga sistem operasi lain yang memiliki kemampuan jaringan, seperti
FreeBSD, yang dikenal karena stabilitas dan performanya yang tinggi, sering digunakan
untuk firewall atau server yang membutuhkan keandalan ekstrem. Ada juga OS Jaringan
yang terpasang pada perangkat keras tertentu, misalnya Cisco IOS pada router dan switch
Cisco, atau RouterOS pada perangkat MikroTik, yang dirancang khusus untuk fungsi-fungsi
routing dan manajemen jaringan.
Langkah-Langkah Instalasi Sistem Operasi Jaringan
Proses instalasi sistem operasi jaringan umumnya mengikuti serangkaian langkah standar
yang memastikan sistem terpasang dengan benar dan siap digunakan. Meskipun detailnya
bisa sedikit berbeda antara satu OS dengan OS lainnya, prinsip dasarnya tetap sama:
1. Persiapan Hardware: Pastikan server memiliki spesifikasi perangkat keras yang
memadai (CPU, RAM, ruang disk) sesuai dengan kebutuhan OS dan layanan yang
akan dijalankan.
2. Penyiapan Media Instalasi: Buat media instalasi bootable, bisa berupa USB drive
atau DVD, dari file ISO sistem operasi yang dipilih.
3. Booting dari Media Instalasi: Konfigurasikan BIOS/UEFI server untuk
memprioritaskan booting dari media instalasi yang telah disiapkan.
4. Memulai Proses Instalasi: Setelah booting, Anda akan masuk ke lingkungan
instalasi. Ikuti panduan di layar untuk memilih bahasa, lokasi, dan layout keyboard.
5. Partisi Disk: Ini adalah langkah krusial. Anda perlu membagi ruang disk menjadi
partisi-partisi yang sesuai untuk sistem operasi, data, dan terkadang swap space.
Penentuan ukuran dan jenis partisi sangat memengaruhi kinerja dan stabilitas sistem.
6. Pengaturan Jaringan Awal: Konfigurasikan alamat IP, subnet mask, gateway
default, dan DNS server untuk server. Ini bisa diatur secara otomatis melalui DHCP
atau manual (statis).
7. Pembuatan Pengguna dan Kata Sandi: Buat akun pengguna administratif (root
untuk Linux, Administrator untuk Windows) dan tetapkan kata sandi yang kuat.
8. Proses Penyalinan File: Instalasi akan menyalin semua file sistem operasi ke disk
server.
9. Restart dan Post-Instalasi: Setelah file tersalin, server akan melakukan restart.
Setelah restart, Anda dapat masuk ke sistem operasi yang baru diinstal untuk
melakukan konfigurasi lanjutan.
Menyiapkan Media Instalasi dan Konfigurasi Awal Server
Menyiapkan media instalasi yang benar dan melakukan konfigurasi awal yang tepat adalah
kunci keberhasilan instalasi.
Menyiapkan Media Instalasi:
Unduh File ISO: Dapatkan file ISO resmi dari sistem operasi jaringan yang ingin
diinstal (misalnya, Debian netinst ISO, Ubuntu Server ISO, atau Windows Server
ISO). Pastikan versi yang diunduh sesuai dengan arsitektur server (32-bit atau 64-bit).
Membuat USB Bootable: Untuk membuat USB bootable, gunakan perangkat lunak
seperti Rufus (untuk Windows) atau Etcher (lintas platform). Cukup pilih file ISO
yang sudah diunduh dan drive USB target. Untuk Linux, Anda bisa menggunakan
perintah dd (sudo dd if=/path/to/[Link] of=/dev/sdX bs=4M
status=progress conv=fsync).
Membakar ke DVD (opsional): Jika server memiliki drive DVD, Anda bisa
membakar file ISO ke DVD kosong menggunakan perangkat lunak pembakar
CD/DVD.
Konfigurasi Awal Server: Sebelum memulai instalasi OS, ada beberapa konfigurasi awal di
level firmware server (BIOS/UEFI) yang perlu diperhatikan:
Urutan Booting: Atur urutan booting agar server pertama kali mencoba booting dari
USB drive atau DVD tempat media instalasi Anda berada.
Mode Boot (Legacy/UEFI): Tentukan apakah Anda akan menginstal dalam mode
Legacy BIOS atau UEFI. UEFI umumnya lebih baru dan direkomendasikan. Pastikan
mode yang dipilih konsisten dengan cara media instalasi dibuat.
Pengaturan RAID (jika ada): Jika server menggunakan konfigurasi RAID untuk
disk storage, pastikan controller RAID telah dikonfigurasi dengan benar sebelum
instalasi dimulai. Ini akan membuat disk array terlihat sebagai satu drive logis oleh
installer OS.
Virtualisasi (jika di VM): Jika instalasi dilakukan di mesin virtual (seperti
VirtualBox atau VMware), pastikan Anda telah mengalokasikan sumber daya yang
cukup (CPU, RAM, disk space, network adapter) untuk VM tersebut.
Melakukan Instalasi Sistem Operasi Jaringan Sesuai Prosedur
Melakukan instalasi sistem operasi jaringan sesuai prosedur standar adalah langkah praktis
yang memerlukan ketelitian. Berikut adalah panduan umum untuk instalasi Ubuntu Server
22.04 LTS, yang sering dijadikan standar untuk LSP P1 TKJ:
1. Boot dari Media Instalasi: Masukkan USB bootable Ubuntu Server ke server Anda.
Nyalakan atau restart server, lalu tekan tombol yang tepat (biasanya F2, F10, F12,
atau Del) untuk masuk ke menu boot atau pengaturan BIOS/UEFI. Pilih media
instalasi USB Anda untuk booting.
2. Pilih Bahasa Instalasi: Setelah booting, Anda akan melihat layar selamat datang.
Pilih bahasa instalasi yang diinginkan (misal: "English").
3. Pilih Installer: Pilih "Install Ubuntu Server".
4. Pilih Layout Keyboard: Konfirmasikan atau ubah layout keyboard Anda (misal:
"English (US)").
5. Konfigurasi Jaringan:
o Installer akan mencoba mengkonfigurasi jaringan secara otomatis melalui
DHCP. Jika berhasil, Anda akan melihat alamat IP.
o Jika Anda perlu mengatur IP statis (standar untuk server), pilih opsi untuk
mengkonfigurasi IP secara manual (misalnya, pada Ubuntu Server, pilih
network interface, lalu pilih "Edit IPv4" dan ubah ke "Manual"). Masukkan
alamat IP, subnet mask, gateway, dan DNS server Anda.
6. Konfigurasi Proxy (opsional): Lewati jika tidak menggunakan proxy.
7. Konfigurasi Mirror Archive (opsional): Pilih mirror archive yang terdekat untuk
kecepatan unduh yang lebih baik.
8. Partisi Disk: Ini adalah bagian penting. Untuk LSP P1 TKJ, Anda mungkin diminta
membuat skema partisi tertentu.
o Pilih "Custom storage layout" atau "Manual" untuk kontrol penuh.
o Buat partisi untuk /boot (misal: 500 MB - 1 GB), / (root - sisa ruang disk,
atau sesuai kebutuhan), dan swap (umumnya 1-2 kali RAM, atau sesuai
rekomendasi).
o Pilih filesystem yang sesuai (misal: ext4 untuk Linux).
o Konfirmasi perubahan dan lanjutkan.
9. Profil Pengguna: Masukkan detail profil Anda: nama lengkap, nama server
(hostname), username, dan kata sandi yang kuat. Pastikan untuk mengingatnya!
10. Instalasi SSH (opsional): Jika Anda berencana mengakses server secara remote via
SSH, centang opsi untuk menginstal OpenSSH server.
11. Pilih Paket Tambahan (opsional): Anda bisa memilih paket tambahan seperti
LAMP stack, Docker, atau lain-lain, namun untuk instalasi dasar, ini bisa dilewati dan
diinstal belakangan.
12. Proses Instalasi: Installer akan mulai menyalin file dan mengkonfigurasi sistem.
Tunggu hingga proses selesai.
13. Restart: Setelah instalasi selesai, akan ada pesan untuk melepaskan media instalasi
dan me-restart server. Ikuti instruksi tersebut.
Mengevaluasi Hasil Instalasi Sistem Operasi dengan Melakukan Uji Fungsi Dasar
Setelah proses instalasi selesai dan server restart, penting untuk melakukan beberapa uji
fungsi dasar untuk memastikan sistem operasi terinstal dengan baik dan berfungsi
sebagaimana mestinya. Ini adalah langkah validasi kritis sebelum melanjutkan dengan
instalasi layanan jaringan lainnya.
1. Login ke Sistem: Coba login menggunakan username dan kata sandi yang Anda buat
selama instalasi. Pastikan Anda bisa masuk ke command line interface (CLI).
2. Verifikasi Konfigurasi Jaringan:
o Gunakan perintah ip a atau ifconfig untuk memeriksa alamat IP yang
terpasang pada interface jaringan Anda. Pastikan alamat IP, subnet mask, dan
broadcast address sudah sesuai dengan konfigurasi yang Anda inginkan (statis
atau DHCP).
o Uji konektivitas ke gateway dengan perintah ping
<alamat_gateway_anda> (misal: ping [Link]).
o Uji konektivitas ke internet dengan ping [Link]. Jika berhasil, ini
menunjukkan DNS server dan koneksi internet berfungsi.
3. Verifikasi Resolusi DNS: Jika ping ke [Link] berhasil, artinya DNS
berfungsi. Untuk pengujian lebih lanjut, Anda bisa memeriksa isi file
/etc/[Link] untuk memastikan DNS server yang benar terdaftar.
4. Cek Disk Space: Gunakan perintah df -h untuk melihat penggunaan disk space
pada setiap partisi. Pastikan partisi / (root) dan partisi lainnya memiliki ruang yang
cukup dan ter-mount dengan benar.
5. Cek Uptime: Perintah uptime akan menunjukkan berapa lama server telah berjalan
sejak restart terakhir. Ini memastikan server berhasil boot dan tetap aktif.
6. Periksa Layanan SSH (jika diinstal): Jika Anda menginstal SSH server, coba akses
server dari komputer lain di jaringan menggunakan klien SSH (misal: ssh
<username>@<IP_SERVER_ANDA>). Pastikan Anda bisa masuk dengan sukses.
7. Update Sistem: Langkah terakhir yang penting setelah instalasi adalah melakukan
update sistem untuk mendapatkan patch keamanan terbaru dan pembaruan paket.
Untuk Ubuntu/Debian, gunakan sudo apt update && sudo apt upgrade
-y.
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : …………………………………
KELAS / SEMESTER : XII / Genap
MATA PELAJARAN : KK TKJ
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menyebutkan sistem operasi jaringan yang umum digunakan (Linux Server, Windows
Server, dll.).
2. Menjelaskan langkah-langkah instalasi sistem operasi jaringan.
3. Menyiapkan media instalasi dan konfigurasi awal server.
4. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan sesuai prosedur.
5. Mengevaluasi hasil instalasi sistem operasi dengan melakukan uji fungsi dasar.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1.1 Menyebutkan jenis sistem operasi jaringan yang umum digunakan di lingkungan kerja.
2.1 Menguraikan prosedur instalasi sistem operasi jaringan (Linux Server/Windows Server).
3.1 Mempersiapkan media instalasi dan pengaturan BIOS/UEFI.
4.1 Melaksanakan instalasi sistem operasi jaringan sesuai panduan.
5.1 Melakukan pengujian fungsi dasar server pasca instalasi (ping, remote, dsb).
KISI-KISI SOAL PROYEK
No IPK Materi Bentuk Level Kognitif Indikator Soal
Penilaian
1 1.1 Pengenalan Proyek C2 Mengidentifikasi OS
OS jaringan (Memahami) jaringan yang digunakan
dalam skenario.
2 2.1 Langkah Proyek C3 Menyusun langkah instalasi
instalasi (Menerapkan) OS jaringan dalam situasi
tertentu.
3 3.1 Persiapan Proyek C4 Menganalisis kesalahan pada
media & (Menganalisis) proses persiapan instalasi.
BIOS
4 4.1 Instalasi OS Proyek C5 Melakukan instalasi dan
(Mengevaluasi) membandingkan hasil
dengan prosedur ideal.
5 5.1 Uji fungsi Proyek C6 (Mencipta) Menyusun laporan hasil uji
dasar fungsi jaringan pasca
instalasi.
SOAL PROYEK
Sebuah sekolah kejuruan sedang membangun laboratorium jaringan dan membutuhkan server
utama berbasis Linux. Anda ditugaskan sebagai teknisi jaringan untuk menyiapkan server
tersebut menggunakan OS Ubuntu Server LTS versi terbaru. Spesifikasi perangkat sudah
tersedia dan media instalasi telah disiapkan. Server ini akan digunakan sebagai file server dan
gateway ke jaringan lokal.
TUGAS PROYEK
Lakukan tahapan berikut dalam bentuk dokumen laporan teknis dan hasil praktik:
1. Identifikasi dan pemilihan OS:
Jelaskan alasan pemilihan Ubuntu Server dibandingkan sistem operasi jaringan
lainnya. Berikan minimal 2 perbandingan fitur utama.
2. Langkah-langkah instalasi:
Buatkan urutan prosedur instalasi Ubuntu Server dari persiapan media instalasi,
pengaturan BIOS/UEFI, hingga instalasi selesai.
3. Persiapan & konfigurasi awal:
Simulasikan pengaturan partisi manual dan konfigurasi IP statis selama proses
instalasi. Sertakan tangkapan layar jika praktik dilakukan langsung.
4. Implementasi instalasi:
Lakukan instalasi secara langsung (jika memungkinkan) atau melalui simulasi
menggunakan virtual machine (VirtualBox/VMware) dan dokumentasikan hasilnya.
5. Uji fungsi dasar server:
Lakukan pengujian fungsi dasar seperti:
o Uji koneksi jaringan (ping ke gateway dan client)
o Konfigurasi SSH dan uji remote akses
o Pemeriksaan layanan yang aktif di server
6. Analisis hasil dan evaluasi:
Analisis kesesuaian hasil instalasi dengan kebutuhan laboratorium. Apa saja kendala
yang ditemukan, dan bagaimana solusi yang Anda lakukan?
KUNCI JAWABAN (Kriteria Penilaian)
No Aspek yang Dinilai Kriteria Keberhasilan
1 Pemilihan OS Menyebutkan alasan rasional dan membandingkan minimal 2
fitur OS
2 Prosedur instalasi Urutan logis dan sesuai prosedur resmi
3 Persiapan & Konfigurasi partisi dan IP valid dan tepat
konfigurasi
4 Implementasi instalasi Instalasi berhasil dengan dokumentasi yang jelas
5 Uji fungsi dasar Semua fungsi dasar berhasil diuji dan dibuktikan
6 Analisis dan evaluasi Analisis kritis dan menyertakan solusi teknis yang tepat
RUBRIK PENILAIAN
Kriteria Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 Skor 1
Baik) (Cukup) (Kurang)
Pemilihan OS Tepat, dengan 2+ Tepat, 1 pembanding Hanya Tidak
pembanding menyebut OS tepat/umum
Prosedur Lengkap, runtut, Runtut, sedikit Beberapa Tidak
Instalasi valid kurang langkah runtut/salah
hilang
Konfigurasi Konfigurasi tepat Konfigurasi benar, Ada Salah
Awal & jelas kurang dokumentasi kesalahan konfigurasi
minor
Hasil Instalasi Berhasil, dengan Berhasil, bukti Gagal, tapi Tidak bisa
bukti kurang terdeteksi instalasi
Uji Fungsi Semua fungsi Fungsi utama Sebagian Tidak bisa uji
berhasil berhasil gagal
Evaluasi & Analisis Ada analisis, solusi Kurang Tidak ada
Analisis menyeluruh & kurang analisis analisis
kritis
Total Nilai Maksimal: 100
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : ………………………………
KELAS / SEMESTER : XI / GASAL
MATA PELAJARAN : KK TKJ
Elemen : Pemasangan dan Konfigurasi Perangkat Jaringan
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menyebutkan sistem operasi jaringan yang umum digunakan (Linux Server, Windows
Server, dll.).
2. Menjelaskan langkah-langkah instalasi sistem operasi jaringan.
3. Menyiapkan media instalasi dan konfigurasi awal server.
4. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan sesuai prosedur.
5. Mengevaluasi hasil instalasi sistem operasi dengan melakukan uji fungsi dasar.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Level
Kognitif
1 Mengidentifikasi jenis sistem operasi jaringan C2
2 Menganalisis langkah-langkah instalasi sistem operasi jaringan C4
3 Menentukan media instalasi dan konfigurasi awal server C3
4 Melaksanakan instalasi sistem operasi jaringan sesuai prosedur C3
5 Mengevaluasi hasil instalasi sistem operasi dengan melakukan uji C5
fungsi
SOAL PILIHAN GANDA
1.
Berikut ini adalah sistem operasi yang biasa digunakan untuk kebutuhan server jaringan di
sekolah dan perusahaan:
Ubuntu Server
CentOS
Windows Server 2019
Debian
Manakah dari opsi berikut yang tidak termasuk sistem operasi jaringan?
A. Ubuntu Server
B. Debian
C. Microsoft Word
D. CentOS
E. Windows Server 2019
✅ Jawaban: C
2.
Berikut ini adalah langkah-langkah instalasi sistem operasi Linux Server:
1. Mengatur BIOS untuk boot dari USB
2. Memilih bahasa instalasi
3. Mempartisi harddisk
4. Mengatur zona waktu
5. Menginstal GRUB
Jika proses instalasi gagal membaca USB bootable, apa langkah awal yang paling tepat?
A. Ganti port LAN
B. Atur BIOS agar boot dari USB
C. Periksa partisi harddisk
D. Instal ulang OS
E. Periksa update OS terbaru
✅ Jawaban: B
3.
Sebuah komputer akan diinstal sistem operasi jaringan dengan spesifikasi berikut:
RAM 2 GB
HDD 80 GB
Prosesor Dual Core
Tersedia DVD-ROM dan Port USB
Media instalasi yang paling tepat dan efisien digunakan adalah...
A. Floppy Disk
B. DVD-R
C. USB Flash Drive
D. Koneksi Internet langsung
E. Disket
✅ Jawaban: C
4.
Hasil proses instalasi sistem operasi Linux menunjukkan log sebagai berikut:
vbnet
CopyEdit
Step 4: Copying Files...
Step 5: Installing GRUB Bootloader
Step 6: Finishing Installation
Installation Completed Successfully.
Apa kesimpulan dari proses di atas?
A. GRUB gagal diinstal
B. Sistem belum siap digunakan
C. Instalasi berhasil diselesaikan
D. File belum lengkap
E. Proses instalasi perlu diulang
✅ Jawaban: C
5.
Setelah instalasi Ubuntu Server selesai, perintah ping [Link] dijalankan dan
mendapatkan balasan dari server.
Apa arti dari hasil tersebut?
A. Server belum terhubung ke jaringan
B. Server hanya bisa koneksi lokal
C. Server berhasil terhubung ke internet
D. IP belum dikonfigurasi
E. Server belum stabil
✅ Jawaban: C
6.
Berikut adalah konfigurasi jaringan pada sistem Linux:
nginx
CopyEdit
auto eth0
iface eth0 inet static
address [Link]
netmask [Link]
gateway [Link]
Apa fungsi konfigurasi tersebut?
A. Mengaktifkan DHCP server
B. Menetapkan alamat IP statis
C. Menghubungkan ke jaringan nirkabel
D. Mengatur DNS utama
E. Menyambung ke router WiFi
✅ Jawaban: B
7.
Setelah instalasi Windows Server, muncul pesan kesalahan “BOOTMGR is missing” saat
komputer dinyalakan.
Langkah penanganan yang paling tepat adalah...
A. Ganti media penyimpanan
B. Periksa kabel jaringan
C. Instal ulang aplikasi
D. Gunakan media instalasi untuk memperbaiki bootloader
E. Reset BIOS
✅ Jawaban: D
8.
Perhatikan tabel perbandingan berikut:
OS GUI Keamanan Lisensi Komunitas
Linux Ubuntu Tidak Tinggi Gratis Aktif
Windows Ya Sedang Berbayar Terbatas
Server
Apa alasan banyak sekolah memilih menggunakan Linux Ubuntu Server?
A. Tampilan menarik
B. Tidak membutuhkan koneksi internet
C. Lisensi gratis dan komunitas aktif
D. Instalasi lebih rumit
E. Tidak bisa diakses jaringan
✅ Jawaban: C
9.
Spesifikasi minimum Debian Server adalah:
CPU 1 GHz
RAM 512 MB
Storage 10 GB
Komputer manakah yang tidak memenuhi syarat untuk instalasi?
A. CPU 1.2 GHz, RAM 1 GB, HDD 120 GB
B. CPU 800 MHz, RAM 1 GB, HDD 250 GB
C. CPU 2 GHz, RAM 4 GB, SSD 500 GB
D. CPU 1.5 GHz, RAM 2 GB, HDD 160 GB
E. CPU 3 GHz, RAM 8 GB, HDD 1 TB
✅ Jawaban: B
10.
Pada saat instalasi Windows Server, proses berhenti pada 50% dan muncul pesan “Cannot
access the installation source”.
Apa yang seharusnya Anda lakukan?
A. Restart instalasi tiga kali
B. Ganti keyboard
C. Ganti port USB
D. Periksa dan ganti media instalasi
E. Instal antivirus
✅ Jawaban: D
KUNCI JAWABAN
1. C
2. B
3. C
4. C
5. C
6. B
7. D
8. C
9. B
10. D
RUBRIK PENILAIAN
Jumlah Jawaban Skor
Benar
10 100
9 90
8 80
7 70
6 60
5 50
<5 Remedial
📘 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : …………………………………………
KELAS / SEMESTER : XII / GASAL
MATA PELAJARAN : KK TKJ
ELEMEN : Pemasangan dan Konfigurasi Perangkat Jaringan
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menyebutkan sistem operasi jaringan yang umum digunakan (Linux Server, Windows
Server, dll.).
2. Menjelaskan langkah-langkah instalasi sistem operasi jaringan.
3. Menyiapkan media instalasi dan konfigurasi awal server.
4. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan sesuai prosedur.
5. Mengevaluasi hasil instalasi sistem operasi dengan melakukan uji fungsi dasar.
🔧 ALAT DAN BAHAN
Komputer/Laptop dengan spesifikasi minimal:
o CPU Dual Core, RAM 2 GB, HDD 100 GB
File ISO Sistem Operasi Jaringan (Ubuntu Server, Windows Server)
Software bootable maker (Rufus/Etcher)
Flashdisk minimal 8 GB
Switch/hub & kabel LAN
Koneksi internet (opsional)
📝 TUGAS/SOAL
1.
Anda diminta untuk menginstal sistem operasi server pada laboratorium jaringan. Admin
memberikan beberapa file ISO berikut:
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
Pertanyaan:
Manakah dari file ISO berikut yang tidak direkomendasikan untuk instalasi server
jaringan?
A. [Link]
B. [Link]
C. [Link]
D. [Link]
E. [Link]
✅ Kunci Jawaban: E
2.
Berikut ini adalah urutan prosedur instalasi Ubuntu Server:
1. Memasukkan USB bootable
2. Mengatur BIOS ke USB boot
3. Memilih bahasa instalasi
4. Memilih partisi disk
5. Memilih zona waktu
6. Menyelesaikan instalasi
Pertanyaan:
Jika komputer tetap masuk ke sistem operasi lama meskipun USB bootable sudah
dimasukkan, kemungkinan penyebabnya adalah...
A. File ISO tidak lengkap
B. BIOS belum diatur untuk boot dari USB
C. Partisi sistem rusak
D. RAM terlalu kecil
E. Tidak tersedia koneksi internet
✅ Kunci Jawaban: B
3.
Seorang teknisi akan melakukan instalasi sistem operasi jaringan pada komputer dengan
spesifikasi:
RAM: 512 MB
CPU: 1 GHz
HDD: 40 GB
Pertanyaan:
Sistem operasi server manakah yang paling cocok digunakan pada perangkat tersebut?
A. Windows Server 2022
B. CentOS 9
C. Debian 10
D. Ubuntu Desktop
E. RedHat Enterprise
✅ Kunci Jawaban: C
4.
Cuplikan konfigurasi IP statis pada file /etc/network/interfaces sistem Debian:
nginx
CopyEdit
auto eth0
iface eth0 inet static
address [Link]
netmask [Link]
gateway [Link]
Pertanyaan:
Fungsi utama dari konfigurasi tersebut adalah...
A. Memberikan IP dinamis
B. Menyambungkan ke jaringan WiFi
C. Memberikan IP statis ke server
D. Menghubungkan DHCP server
E. Menyimpan konfigurasi routing
✅ Kunci Jawaban: C
5.
Setelah instalasi Linux Server selesai, Anda menjalankan ping [Link] dan
mendapatkan balasan seperti berikut:
python
CopyEdit
64 bytes from [Link]: icmp_seq=1 ttl=118 time=2.3 ms
Pertanyaan:
Apa kesimpulan dari hasil di atas?
A. Server belum terkoneksi jaringan
B. Server tidak memiliki IP
C. Server berhasil terkoneksi jaringan
D. Jaringan lokal bermasalah
E. Perlu instalasi ulang
✅ Kunci Jawaban: C
✅ KUNCI JAWABAN
No Kunci
1 E
2 B
3 C
4 C
5 C
📊 RUBRIK PENILAIAN
Jumlah Jawaban Benar Skor
5 100
4 80
3 60
2 40
1 atau kurang 20
📄 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : ………………………………………
KELAS / SEMESTER : XII / GASAL
MATA PELAJARAN : KK TKJ
ELEMEN : Pemasangan dan Konfigurasi Perangkat Jaringan
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menyebutkan sistem operasi jaringan yang umum digunakan.
2. Menjelaskan langkah-langkah instalasi sistem operasi jaringan.
3. Menyiapkan media instalasi dan konfigurasi awal server.
4. Melakukan instalasi sistem operasi jaringan sesuai prosedur.
5. Mengevaluasi hasil instalasi sistem operasi dengan uji fungsi dasar.
🔧 ALAT DAN BAHAN
Komputer/laptop (minimal: CPU Dual Core, RAM 2GB, HDD 100GB)
File ISO sistem operasi jaringan (Ubuntu Server / Debian / Windows Server)
Flashdisk ≥ 8 GB
Software pembuatan bootable (Rufus / Ventoy / Etcher)
Akses BIOS/UEFI
Kabel LAN & koneksi jaringan lokal
🧩 TUGAS PRAKTIK
Laboratorium jaringan SMK Anda akan digunakan untuk pelatihan server internal. Anda
ditugaskan sebagai teknisi jaringan untuk melakukan instalasi sistem operasi server berbasis
Linux, yang nantinya akan digunakan untuk file server dan web server.
Langkah Kerja:
Lakukan semua instruksi berikut secara berurutan dan dokumentasikan setiap langkah dengan
tangkapan layar (screenshot) pada file laporan:
🔻 Langkah 1 – Identifikasi OS Jaringan (10 poin)
Tuliskan 2 contoh sistem operasi jaringan berbasis GUI dan 2 berbasis CLI yang cocok untuk
digunakan sebagai server.
🔻 Langkah 2 – Siapkan Media Instalasi (20 poin)
1. Buat media instalasi bootable menggunakan Rufus atau alat sejenis dari file ISO
Linux Server.
2. Pastikan media instalasi berhasil dibuat dan dikenali oleh sistem.
🔻 Langkah 3 – Instalasi Sistem Operasi (40 poin)
1. Atur BIOS untuk boot dari USB.
2. Jalankan proses instalasi Linux Server secara penuh:
o Pilih bahasa dan zona waktu
o Buat partisi secara manual/otomatis
o Atur hostname dan user
o Instal GRUB
3. Selesaikan instalasi dan login ke sistem
🔻 Langkah 4 – Uji Fungsi Dasar (20 poin)
1. Jalankan perintah ifconfig atau ip a untuk melihat IP
2. Jalankan perintah ping [Link]
3. Tampilkan hasilnya melalui screenshot
🔻 Langkah 5 – Refleksi dan Evaluasi (10 poin)
Jawab pertanyaan berikut secara tertulis di bawah:
a. Apa kesulitan utama saat proses instalasi dan bagaimana cara mengatasinya?
b. Apa keuntungan menggunakan sistem operasi berbasis Linux untuk server sekolah?
✅ KUNCI JAWABAN
Langkah 1 (10 poin)
GUI: Windows Server, Zentyal
CLI: Ubuntu Server, Debian Server
Langkah 2 (20 poin)
Flashdisk terdeteksi & bootable dibuat tanpa error
Langkah 3 (40 poin)
Instalasi lengkap dan login berhasil
Konfigurasi partisi, user, GRUB dilakukan dengan benar
Langkah 4 (20 poin)
Perintah ping sukses
IP address tampil
Langkah 5 (10 poin)
Jawaban argumentatif dan logis
📊 RUBRIK PENILAIAN
Langkah Bobot Skor Maksimal
Identifikasi OS Jaringan 10% 10
Media Instalasi Berhasil 20% 20
Instalasi Sistem Operasi 40% 40
Uji Fungsi Dasar 20% 20
(ping/IP)
Refleksi & Evaluasi 10% 10
Total Nilai 100% 100