0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan73 halaman

7.3 RKS - Full Gudang ROP

Dokumen ini adalah Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) untuk pengadaan jasa investasi gudang ROP oleh PT Petrokimia Gresik. RKS mencakup persyaratan khusus dan umum, ruang lingkup pekerjaan, serta ketentuan dokumen penawaran yang harus dipenuhi oleh peserta tender. Proses pengadaan meliputi beberapa tahap, termasuk evaluasi administrasi dan teknis, serta negosiasi dengan pemenang tender.

Diunggah oleh

Dellis Meyliasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan73 halaman

7.3 RKS - Full Gudang ROP

Dokumen ini adalah Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) untuk pengadaan jasa investasi gudang ROP oleh PT Petrokimia Gresik. RKS mencakup persyaratan khusus dan umum, ruang lingkup pekerjaan, serta ketentuan dokumen penawaran yang harus dipenuhi oleh peserta tender. Proses pengadaan meliputi beberapa tahap, termasuk evaluasi administrasi dan teknis, serta negosiasi dengan pemenang tender.

Diunggah oleh

Dellis Meyliasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

(RKS)

PENGADAAN JASA
INVESTASI GUDANG ROP - PT PETROKIMIA GRESIK

PT PUPUK INDONESIA (PERSERO)


JAKARTA
2025

REV. NO KETERANGAN TANGGAL DIBUAT DIPERIKSA & DISETUJUI


0 Untuk Dokumen Pengadaan Februari 25 Haidar Ismail Eko Sugiharto
BAGIAN
RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
(RKS)

BAGIAN 1 : PERSYARATAN DAN KETENTUAN KHUSUS PELAKSANAAN PENGADAAN JASA

BAGIAN 2 : PERSYARATAN DAN KETENTUAN UMUM PELAKSANAAN PENGADAAN JASA

BAGIAN 3 : TERMS OF REFERENCE/SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN

Keterangan :

Bagian-bagian dari Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) di atas beserta lampirannya merupakan satu
kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan.

Dalam hal terdapat persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang bertentangan antara bagian satu dengan
bagian lainnya, maka persyaratan dan ketentuan yang dinyatakan berlaku mengikuti hierarki dokumen
sebagai berikut :

Persyaratan dan Ketentuan Khusus Pelaksanaan Pengadaan Jasa

Terms of Reference/Spesifikasi Teknis Pekerjaan

Persyaratan dan Ketentuan Umum Pelaksanaan Pengadaan Jasa


BAGIAN 1 RKS :
PERSYARATAN DAN KETENTUAN KHUSUS PELAKSANAAN PENGADAAN JASA

1. RUANG LINGKUP PEKERJAAN


Sesuai yang tercantum dalam Term of Reference/Spesifikasi Teknis Pekerjaan

2. ISI DOKUMEN PENAWARAN


a) Dokumen Administrasi
No Dokumen Keterangan
1 Surat Penawaran Administrasi & Teknis sesuai -
format Lampiran 1
2 Surat Kuasa sesuai format Lampiran 2 Jika dikuasakan/ada pelimpahan kewenangan
3 Surat Pernyataan sesuai format Lampiran 3 -
4 Pakta Integritas sesuai format Lampiran 4 -
5 Ijin Usaha Lampirkan NIB/KBLI/Surat Ijin Usaha Lainnya
beserta Lampiran 13b serta SBUJK
6 Komitmen TKDN Minimum 33%

b) Dokumen Teknis
No Dokumen Keterangan
1 Data Pengalaman Perusahaan sesuai format Pengalaman di bidang pekerjaan sejenis
Lampiran 13
2 Proposal Teknis Sesuai RKST Jasa Investasi Gudang ROP - PT
Petrokimia Gresik
3 Salinan CSMS / Dokumen Persyaratan CSMS Panyedia Jasa mempunyai Certifikat Safety
management System ( CSMS ) kelas Medium yang
masih berlaku saat mengikuti tender

c) Dokumen Komersil
No Dokumen Keterangan
1 Surat Penawaran Komersil (Exclude PPN) sesuai -
format Lampiran 14
2 Rincian Harga Penawaran sesuai format Lampiran -
15
3 Jaminan Penawaran Khusus untuk penawaran yang bernilai > Rp 500 Juta
(exclude PPN). Jika masih dalam proses, dapat
menyampaikan bukti pengurusan dari Bank/Pihak
Penerbit
4 Surat Kuasa Pencairan Jaminan Penawaran sesuai -
format Lampiran 5

3. METODE PEMASUKAN PENAWARAN 4. TUJUAN PENAWARAN


“2 (DUA) TAHAP” TIM/PANITIA PENGADAAN JASA
PT PUPUK INDONESIA (PERSERO)
UP. KETUA/VP

GEDUNG PENGADAAN
EX. GEDUNG MEGA ELTRA
MENTENG – JAKARTA PUSAT

5. METODE EVALUASI ADMINISTRASI 6. METODE EVALUASI TEKNIS


“SISTEM GUGUR” “SISTEM GUGUR”

7. PASSING GRADE NILAI ASPEK TEKNIS 8. BOBOT NILAI ASPEK TEKNIS : KOMERSIL
“N/A” “N/A”
9. KLARIFIKASI PENYETARAAN TEKNIS 10. METODE EVALUASI KOMERSIL & NEGOSIASI
YA A. METODE EVALUASI KOMERSIL
Berdasarkan harga terendah, dengan tetap
mempertimbangkan aspek kewajaran harga dan
nilai HPS/OE

B. E-AUCTION
Ya

C. NEGOSIASI
“Konvensional, kepada Peringkat 1 E-Auction”

11. JADWAL PELAKSANAAN PROSES PENGADAAN


A. PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) B. PEMASUKAN PENAWARAN
diperlukan Aanwijzing ADMINISTRASI & TEKNIS

Hari, Tanggal : Hari, Tanggal : Jum’at, 21 Februari 2025


Jam : Jam : 16.00
Tempat/Media : Zoom Meeting

KOMERSIL (Tentative)
Hari, Tanggal : Jum’at, 7 Maret 2025
Jam : 14.00

Remarks :
Pemasukan penawaran dilakukan via ProcureX

C. PEMBUKAAN PENAWARAN (TENTATIVE) D. EVALUASI & KLARIFIKASI PENAWARAN


(TENTATIVE)
ADMINISTRASI & TEKNIS EVALUASI
Hari, Tanggal : Jum’at, 21 Februari 2025
Jam : 16.30 Dilakukan setelah Pembukaan Penawaran
Tempat : Internal

KOMERSIL KLARIFIKASI (JIKA DIPERLUKAN)


Hari, Tanggal : Jum’at, 7 Maret 2025 Jadwal klarifikasi akan diinformasikan kemudian
kepada Peserta Pengadaan terkait.
Jam : 14.30
Tempat : Zoom & E-proc

E. PENGUMUMAN HASIL EVALUASI F. NEGOSIASI (TENTATIVE)


ADMINISTRASI & TEKNIS (TENTATIVE)
Hari, Tanggal : Senin, 28 Februari 2025 Hari, Tanggal : Jum’at, 7 Maret 2025
Media : EMAIL Jam : 14.30
Tempat : Zoom & E-proc

12. SYARAT KUORUM PENAWARAN 13. JAMINAN PELAKSANAAN


Minimal 2 Penawaran yang memenuhi persyaratan v Dipersyaratkan
administrasi dan teknis.
Tidak Dipersyaratkan

Keterangan :
Click here to enter text.
14. JAMINAN PEMELIHARAAN 15. GARANSI BARANG/MATERIAL
(DALAM BENTUK RETENSI) (DALAM BENTUK WARRANTY LETTER)
Tidak Diperlukan v Tidak Diperlukan

v Diperlukan, selama 3 Bulan Kalender Diperlukan, selama 3 Bulan Kalender


terhitung sejak Tanggal Penyelesaian Pekerjaan terhitung sejak Tanggal Penyelesaian
Pekerjaan

Keterangan : Keterangan :
Retensi 5%, konfirmasi aanwijzing Konfirmasi aanwijzing

16. GARANSI PEKERJAAN 17. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN


(DALAM BENTUK WARRANTY LETTER)
Tidak Diperlukan Hari Kalender sejak Tanggal Efektif yang
270
disepakati
v Diperlukan, selama 1 Bulan terhitung sejak
Penyelesaian Pekerjaan Keterangan :

Keterangan :
Konfirmasi Aanwijzing

18. JENIS KONTRAK 19. SISTEM & TAHAPAN PEMBAYARAN


Harga Satuan Sekaligus setelah Penyelesaian Seluruh
Pekerjaan.
v Lumpsum
v Bulanan sesuai Progress Pekerjaan
Gabungan Lumpsum & Harga Satuan
Bertahap sesuai Progres, dengan rincian
sebagai berikut :

20. TAHAPAN PENYERAHAN PEKERJAAN 21. PENGAWAS DAN PENERIMA PEKERJAAN


Sekaligus, setelah progress pekerjaan Dep Investasi Rutin & EPC
v
mencapai 100%.

Bulanan sesuai Progress Pekerjaan

Parsial

22. KOMUNIKASI & ALAMAT KORESPONDENSI 23. LAIN-LAIN


TIM/PANITIA PENGADAAN JASA a) Rincian syarat-syarat dan ketentuan lainnya dalam
pelaksanaan pengadaan pekerjaan ini tercantum
Phone/Fax :
dalam Bagian 2 RKS yang merupakan satu kesatuan
(021) 53654900 dan bagian yang tidak terpisahkan dengan
Bagian 1 RKS ini.
e-Mail Address :
b) Ketentuan dalam Bagian 2 RKS dinyatakan tidak
daanjasa@[Link] berlaku jika hal tersebut bertentangan/tidak sesuai
dengan yang telah ditetapkan dalam Bagian 1 RKS
cc :
ini.
haidar@[Link] c) Pemenang tender hanya boleh mensubkontrakkan
sebagian pekerjaan dan dilarang mensubkontrakkan
seluruh pekerjaan
d) Pemenang tender hanya boleh mensubkontrakkan
pekerjaan setelah mendapatkan persetujuan tertulis
dari user. Bidder/pemenang tender tetap
bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang
disubkontrakkan.
BAGIAN 2 RKS :
PERSYARATAN DAN KETENTUAN UMUM PELAKSANAAN PENGADAAN JASA

BAB I
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Detail ruang lingkup pekerjaan sebagaimana yang tercantum dalam Terms of Reference (TOR)/Spesifikasi Teknis Pekerjaan.
BAB II
KETENTUAN DOKUMEN PENAWARAN
2.1 Ketentuan “Dokumen Administrasi” adalah sebagai berikut :
1. Surat Penawaran Administrasi & Teknis sesuai format pada Lampiran 1, di dalamnya mencantumkan masa berlaku penawaran tetapi
tidak mencantumkan penawaran harga dan ditandatangani oleh Direktur/Pimpinan Perusahaan atau Kuasanya atau Pihak Lain yang
berwenang yang dibuktikan dengan Surat Kuasa sesuai dengan format Lampiran 2 atau dokumen bukti pendukung lainnya.

Ketentuan masa berlaku penawaran sebagai berikut:


a. Masa berlaku penawaran diharapkan mencakup sampai dengan waktu diterbitkannya Order Kerja/Surat Perjanjian (OK/SP).
b. Jika saat dilakukan evaluasi, klarifikasi atau negosiasi, masa berlaku penawaran dari Peserta Pengadaan telah berakhir maka
Tim Pengadaan berhak sepenuhnya untuk menggugurkan penawaran tanpa harus dilakukan klarifikasi perpanjangan masa
berlaku terlebih dahulu.

2. Surat Kuasa sesuai format pada Lampiran 2, dibuat dari Direktur Utama/Pimpinan Perusahaan kepada Penerima Kuasa yang namanya
disebutkan atau tidak disebutkan dalam Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud (apabila dikuasakan).

3. Surat Pernyataan sesuai format pada Lampiran 3 yang antara lain menyatakan bahwa :
a. Perusahaan tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau
Direksi/Pimpinan Perusahaan yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani proses hukum
pidana sebagai tersangka ;
b. Kebenaran dan keabsahan dokumen, data dan/atau informasi yang disampaikan.

4. Pakta Integritas yang disampaikan oleh Peserta Pengadaan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Mengikuti format pada Lampiran 4 atau dalam bentuk lain yang memiliki substansi yang sama namun dengan persetujuan
terlebih dahulu dari Tim Pengadaan
b. Ditandatangani oleh personil yang memiliki/diberikan kewenangan untuk mewakili Peserta Pengadaan di dalam proses
pengadaan, termasuk untuk menandatangani dokumen-dokumen terkait.

5. Dokumen Pendukung Kualifikasi Perusahaan seperti salinan Akta, salinan Laporan Keuangan, salinan Surat Ijin Usaha, dan
sebagainya dapat disampaikan dalam bentuk Softcopy/Scancopy (Disc/USB/Email/Cloud Storage). Dalam hal Peserta Pengadaan
telah terdaftar sebagai rekanan PT Pupuk Indonesia (Persero), maka Peserta Pengadaan cukup melampirkan Surat Lulus Kualifikasi
(SLK) serta memperbaharui data (hanya apabila terdapat perubahan/pembaharuan/kekurangan data).

2.2 Isi dan Ketentuan “Dokumen Teknis” adalah sebagai berikut :


1. Daftar Peralatan yang disampaikan agar dilengkapi dengan jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan yang terkait dan
dibutuhkan untuk pelaksanaan Pekerjaan. Untuk Peralatan Utama/Spesifik agar dilengkapi dengan salinan Bukti Kepemilikan atau
Supporting Letter jika diadakan dengan Sistem Sewa atau Joint Operation ;
2. Daftar Personil Inti/Tenaga Utama agar dilengkapi Curricculum Vitae, Job Description dan Kualifikasinya;
3. Data Pengalaman yang disampaikan adalah pengalaman-pengalaman di Bidang Pekerjaan Sejenis ;

2.3 Isi dan Ketentuan “Dokumen Komersil” adalah sebagai berikut :


1. Ketentuan Surat Penawaran Harga adalah sebagai berikut :
a. Mencantumkan masa berlaku penawaran, dengan ketentuan:
i. Masa berlaku penawaran diharapkan mencakup sampai dengan waktu diterbitkannya OK/SP.
ii. Jika saat dilakukan evaluasi, klarifikasi atau negosiasi, masa berlaku penawaran dari Peserta Pengadaan telah berakhir
maka Tim Pengadaan berhak sepenuhnya untuk menggugurkan penawaran tanpa harus dilakukan klarifikasi terlebih
dahulu.
b. Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang sah serta biaya asuransi yang harus
dibayar oleh Penyedia Jasa untuk pelaksanaan pekerjaan ini diperhitungkan dalam total harga penawaran (kecuali ditentukan
lain dalam Bagian 1 RKS).
c. Ditandatangani oleh Direktur/Pimpinan Perusahaan atau Kuasanya atau Pihak Lain yang berwenang yang dibuktikan dengan
Surat Kuasa sesuai dengan format Lampiran 2 atau dokumen bukti pendukung lainnya.
d. Tanggal surat penawaran maksimal sama dengan tanggal batas akhir pemasukan penawaran komersil.
2. Rincian harga penawaran berisi perincian daftar kuantitas dan harga
3. Jaminan Penawaran (hanya berlaku untuk pengadaan jasa tertentu yang bernilai di atas Rp500.000.000 (exclude Pajak Pertambahan
Nilai (PPN)) dan dipersyaratkan di dalam Bagian 1 RKS) harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
a. Nilai Jaminan Penawaran sebesar 1% sampai dengan 3% dari total harga penawaran (exclude PPN)
b. Nilai Jaminan Penawaran untuk jasa distribusi/angkutan untuk angkutan laut, Jasa PBM/EMKL, Pengantongan dan Jasa
pergudangan (sewa gudang, pengelolaan stok dan bongkar muat), serta jasa yang pengadaannya dilakukan dengan skema Long
Term Contract/Blanket Order, ditetapkan sebagai berikut:
i. Untuk pekerjaan lebih dari 6 (enam) bulan, besaran Jaminan Penawaran adalah 1 - 3% dari nilai penawaran (exclude PPN)
untuk transaksi 3 (tiga) bulan
ii. Untuk pekerjaaan kurang dari atau sama dengan 6 (enam bulan), besaran Jaminan Penawaran adalah 1 - 3% dari total nilai
penawaran (exclude PPN)
c. Masa berlaku Jaminan Penawaran diharapkan sampai dengan ditetapkannya Pemenang. Dalam hal masa berlaku penawaran
dari Peserta Pengadaan telah berakhir sebelum adanya Penetapan Pemenang maka Tim Pengadaan berhak sepenuhnya untuk
menggugurkan penawaran tanpa harus dilakukan klarifikasi perpanjangan masa berlaku terlebih dahulu.
d. Bagi Peserta Pengadaan yang dinominasikan sebagai Pemenang/Penyedia Jasa, maka harus memperpanjang masa berlaku
Jaminan Penawaran tersebut sampai dengan waktu diterbitkannya OK/SP atau penyerahan Jaminan Pelaksanaan (mana yang
tercapai lebih dulu).
e. Jaminan Penawaran dibuat dalam bentuk suatu Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank Pemerintah/Bank Umum yang
memiliki reputasi dan kredibilitas baik. Bank Garansi dimaksud tidak dapat ditarik kembali dan dapat dicairkan tanpa syarat
(unconditional) atas permintaan tertulis dari Tim Pengadaan ke Pihak Bank.
f. Jaminan Penawaran dapat di-transfer/setor tunai ke Rekening PT Pupuk Indonesia (Persero) atau dalam bentuk lain yang
disetujui oleh Tim Pengadaan. Dalam hal Jaminan Penawaran di-transfer/setor tunai ke Rekening PT Pupuk Indonesia (Persero)
maka Peserta Pengadaan agar mencantumkan keterangan “Nama Perusahaan” & “No. Referensi Pengadaan” di dalam berita
transfer/setor tunai.
g. Jaminan Penawaran diserahkan oleh Peserta Pengadaan pada saat yang bersamaan dengan penyerahan Dokumen Penawaran.
Apabila belum dapat diserahkan pada waktu yang ditentukan, maka dapat melampirkan surat keterangan pengurusan Jaminan
Penawaran yang dikeluarkan oleh pihak penerbit dengan ketentuan waktu penyelesaian dan penyerahan dokumen Jaminan
Penawaran dimaksud tidak melebihi batas waktu yang ditetapkan Tim Pengadaan selama maksimum 3 (tiga) hari kerja.
h. Jaminan Penawaran dikembalikan kepada Peserta Pengadaan setelah adanya Penunjukan Pemenang, khusus untuk pemenang
pengadaan, Jaminan Penawaran akan dikembalikan setelah penandatanganan OK/SP dan menyerahkah Jaminan Pelaksanaan
(mana yang tercapai terlebih dahulu).
i. Dalam hal terjadi proses pengadaan ulang, maka Jaminan Penawaran pada proses pengadaan sebelumnya dapat tetap
dipergunakan sepanjang masih berlaku dan nilainya masih memenuhi ketentuan minimal yang dipersyaratkan.
BAB III
KETENTUAN METODE PEMASUKAN PENAWARAN
3.1 Ketentuan Metode Pemasukan Penawaran :
1. 1 (satu) Sampul
Sampul I : Penawaran Administrasi, Teknis & Komersil
2. 2 (dua) Sampul
Sampul I : Penawaran Administrasi & Teknis
Sampul II : Penawaran Komersil
3. 2 (dua) Tahap
Tahap I : Penawaran Administrasi & Teknis
Tahap II : Penawaran Komersil
BAB IV
KETENTUAN PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN
4.1 Ketentuan Penyampaian Penawaran adalah sebagai berikut:
1. Jenis Metode Pemasukan Penawaran yang digunakan mengacu pada yang diatur oleh Tim Pengadaan dalam Bagian 1 RKS.
2. Pada metode 1 Sampul dan 2 Sampul, penyerahaan dokumen Administrasi, Teknis, dan Komersil disampaikan pada waktu yang
bersamaan, sementara pada metode 2 Tahap penyampaian dokumennya dilakukan pada waktu yang berbeda sesuai ketetapan dari
Tim Pengadaan
3. Peserta Pengadaan menyampaikan Dokumen Penawaran sesuai jadwal yang ditetapkan dalam Bagian 1 RKS.
4. Peserta Pengadaan hanya dapat menarik, mengganti, mengubah atau menambah dokumen penawarannya, sebelum batas akhir
waktu pemasukan Dokumen Penawaran.
5. Dokumen Penawaran yang dikirim atau dimasukkan oleh Peserta Pengadaan dan diterima Tim Pengadaan setelah batas waktu
pemasukan penawaran, “tidak diikutkan” dalam proses pengadaan.
6. Peserta Pengadaan dapat menyampaikan Dokumen Penawaran melalui media elektronik/email atau jasa kurir/jasa Pengiriman
dengan ketentuan:
a. Dokumen harus diterima sebelum batas akhir pemasukan penawaran serta segala risiko keterlambatan dan kerusakan
dokumen menjadi risiko Peserta Pengadaan.
b. Bukti resi pengiriman harus segera disampaikan kepada Tim Pengadaan sebelum batas waktu pemasukan/pengiriman
penawaran.
c. Dokumen Penawaran yang disampaikan melalui surat elektronik dapat dibuka oleh Tim Pengadaan terkait sesuai jadwal
Pembukaan Penawaran meskipun Dokumen Penawaran aslinya belum tiba di tempat yang ditentukan.
7. Dalam hal proses pengadaan dilakukan secara elektronik maka softcopy/scancopy dokumen penawaran beserta lampirannya agar
di-upload ke sistem e-procurement PT Pupuk Indonesia (Persero) di alamat [Link] serta dikirimkan
melalui email daanjasa@[Link] dan di-cc ke alamat email yang tercantum pada Komunikasi dan Alamat
Korespondensi pada Bagian 1 RKS.
8. Peserta Pengadaan menanggung semua biaya dalam penyiapan dan penyampaian penawaran
9. PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang ditanggung oleh Peserta Pengadaan
BAB V
PEMBERIAN PENJELASAN
(AANWIJZING)
5.1 Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) kepada para Peserta Pengadaan dapat dilaksanakan maupun tidak, tergantung pada jenis dan tingkat
kesulitan/kompleksitas pengadaan jasa yang bersangkutan. Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dapat dilaksanakan secara online.
5.2 Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) diadakan untuk membahas persyaratan, ruang lingkup pekerjaan dan sekaligus mengklarifikasi
kemungkinan timbulnya salah penafsiran dari para Peserta Pengadaan.
5.3 Bila diperlukan, Tim Pengadaan akan memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. Biaya yang
diperlukan Peserta Pengadaan dalam rangka peninjauan lapangan ditanggung oleh masing-masing Peserta Pengadaan.
5.4 Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dihadiri/diikuti oleh Direktur/Pimpinan Perusahaan atau wakil Perusahaan yang memiliki
kewenangan untuk mengikuti rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing).
5.5 Dalam Pemberian Penjelasan (Aanwijzing), apabila Peserta Pengadaan belum hadir atau belum memenuhi persyaratan sekurang-
kurangnya 2 (dua) Peserta Pengadaan, maka Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) ditunda selama 1 (satu) jam. Jika setelah 1 (satu) jam
penundaan masih tetap tidak memenuhi persyaratan, maka Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) tetap dilanjutkan dengan dihadiri oleh
Peserta Pengadaan yang sudah hadir. Apabila setelah ditunda ternyata tidak ada Peserta Pengadaan yang hadir maka Pemberian Penjelasan
(Aanwijzing) dibatalkan dan dibuatkan Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing).
5.6 Penjelasan dari Tim Pengadaan harus disampaikan secara jelas dan lengkap sehingga dapat diikuti dan dimengerti oleh para Peserta
Pengadaan yang hadir.
5.7 Hasil Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dituangkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) yang ditandatangani oleh
perwakilan Tim Pengadaan dan Peserta Pengadaan yang hadir. Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan
dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing), maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan
yang berlaku adalah sebagaimana yang tercantum dalam dokumen awal;
5.8 Hasil penjelasan yang disimpulkan dalam Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) disampaikan baik kepada Peserta Pengadaan
yang hadir maupun yang tidak hadir dalam rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing).
5.9 Apabila tidak ada Peserta Pengadaan yang hadir atau tidak bersedia menandatangani Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing)
maka Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) cukup ditandatangani oleh Tim Pengadaan yang hadir, dan Peserta Pengadaan
yang berhalangan hadir pada rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dianggap menyetujui seluruh hasil rapat yang dituangkan di Berita
Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing).
5.10 Dalam hal berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) terdapat ketentuan-ketentuan di dalam Berita Acara
Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) yang perlu dilakukan perubahan/penyesuaian, maka Tim Pengadaan memiliki kewenangan
sepenuhnya secara sepihak untuk menerbitkan surat adendum/amandemen hasil Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) yang selanjutnya
akan menjadi dokumen satu kesatuan dengan dokumen pengadaan dan mengikat para pihak.
5.11 Setelah Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) sampai dengan Pembukaan Penawaran, tidak diadakan lagi tanya jawab atau surat-menyurat
antara Peserta Pengadaan dan Tim Pengadaan, kecuali ditentukan lain.
5.12 Peserta Pengadaan yang tidak hadir dalam Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) tetap mempunyai hak untuk mengajukan penawaran
dengan catatan Peserta Pengadaan yang bersangkutan harus tunduk dan mematuhi seluruh ketentuan yang ditentukan dalam Berita Acara
Pemberian Penjelasan (Aanwijzing).
BAB VI
KEABSAHAN PENAWARAN
6.1 Suatu penawaran dinyatakan sah apabila penawaran tersebut dimasukan sebelum batas waktu pemasukan penawaran (tidak Late Bid)
serta memenuhi kelengkapan persyaratan dokumen administrasi yang ditentukan oleh Tim Pengadaan dalam :
1. Bagian 1 RKS : Persyaratan dan Ketentuan Khusus Pelaksanaan Pengadaan Jasa
2. Bagian 2 RKS : Pesyaratan dan Ketentuan Umum Pelaksanaan Pengadaan Jasa
3. Bagian 3 RKS : Terms of Reference/Spesifikasi Teknis Pekerjaan
4. Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dan/atau perubahannya
6.2 Apabila terdapat perbedaan antara dokumen-dokumen tersebut di atas, maka yang dianggap benar adalah mengikuti urutan hirarki sebagai
berikut :
1. Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dan/atau perubahannya ;
2. Bagian 1 RKS : Persyaratan dan Ketentuan Khusus Pelaksanaan Pengadaan Jasa
3. Bagian 3 RKS : Terms of Reference/Spesifikasi Teknis Pekerjaan
4. Bagian 2 RKS : Persyaratan dan Ketentuan Umum Pelaksanaan Pengadaan Jasa
BAB VII
PEMASUKAN PENAWARAN
7.1 Softcopy Penawaran Administrasi dan Teknis secara paralel dikirim ke alamat Email sebagai berikut :
daanjasa@[Link]
Cc : sesuai alamat email yang tercantum pada Komunikasi dan Alamat Korespondensi pada RKS
7.2 Dalam hal terjadi keadaan kahar atau dengan pertimbangan kepentingan Perusahaan, maka Tim Pengadaan dapat memperpanjang batas
waktu pemasukan penawaran. Perpanjangan batas waktu pemasukan penawaran dimaksud akan dituangkan dalam
Addendum/Amandemen RKS atau Surat Pemberitahuan dan disampaikan kepada seluruh Peserta Pengadaan.
7.3 Dokumen Penawaran yang disampaikan kepada Tim Pengadaan setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran akan ditolak dan
dikembalikan kepada Peserta Pengadaan yang bersangkutan dalam keadaan tertutup (sampul tidak dibuka).
7.4 Bagi Peserta Pengadaan yang tidak akan menawarkan dalam proses pengadaan agar menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Tim
Pengadaan.
7.5 Peserta Pengadaan yang tidak mengirimkan/terlambat mengirimkan Dokumen Penawaran secara langsung atau via pos/jasa kurir atau via
email dianggap “Tidak Menawarkan”.
7.6 Dokumen Penawaran yang disampaikan kepada Tim Pengadaan setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran akan ditolak, ditentukan
sebagai “Late Bid” dan berstatus “No Quote”.
7.7 Dalam hal proses pengadaan dilakukan secara elektonik (e-Procurement) maka penyampaian dokumen penawaran dilakukan melalui
sistem e-Procurement dengan menggunakan User ID Peserta Pengadaan dan harus memenuhi ketentuan pengadaan yang ditetapkan Tim
Pengadaan di dalam sistem e-Procurement tersebut.
BAB VIII
PEMBUKAAN PENAWARAN DOKUMEN ADMINISTRASI & TEKNIS
8.1 Berdasarkan situasi dan kondisi maka Tim Pengadaan sewaktu-waktu dapat merubah jadwal Pembukaan Penawaran sebagaimana
disebutkan dalam RKS/Sistem Pengadaan.
8.2 Pembukaan Penawaran Administrasi & Teknis akan dilakukan terhadap Dokumen Penawaran Peserta Pengadaan yang diterima oleh Tim
Pengadaan baik yang dikirim secara langsung, melalui pos/jasa kurir atau melalui email, sesuai batas waktu pemasukan penawaran yang
ditentukan di atas.
8.3 Pembukaan Penawaran dilakukan secara internal oleh Tim Pengadaan dan Unit Kerja terkait dan dapat dihadiri oleh wakil Peserta
Pengadaan khusus untuk proses pengadaan yang dilakukan dengan metode Tender/Seleksi Umum atau Tender/Seleksi Terbatas.
BAB IX
EVALUASI & KLARIFIKASI PENAWARAN
ADMINISTRASI & TEKNIS
9.1 Tim Pengadaan melakukan Evaluasi dan Klarifikasi Dokumen Penawaran Administrasi & Teknis yang meliputi :
1. Evaluasi Administrasi
a. Penawaran dinyatakan memenuhi/lulus persyaratan administrasi, apabila : syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan
RKS, Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dan/atau perubahannya dipenuhi/dilengkapi ;
b. Tim Pengadaan dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan ;
c. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran ;
d. Evaluasi Administrasi dilakukan oleh Tim Pengadaan terkait, dan dapat dibantu narasumber lain yang diperlukan.
2. Evaluasi Teknis
a. Evaluasi teknis dilakukan terhadap Peserta Pengadaan yang memenuhi/lulus persyaratan administrasi ;
b. Tim Pengadaan menilai persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan persyaratan
teknis sebagaimana tercantum dalam RKS, Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dan/atau perubahannya ;
c. Penawaran dinyatakan memenuhi/lulus persyaratan teknis, apabila syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan RKS,
Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dan/atau perubahannya ini dipenuhi/dilengkapi dan memenuhi persyaratan
minimal dan/atau memenuhi ambang batas lulus minimal [jika menggunakan metode evaluasi Sistem Gugur dengan Ambang
Batas] ;
d. Tim Pengadaan (apabila diperlukan) dapat meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat tertentu sebagaimana tercantum
dalam RKS, Berita Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dan/atau perubahannya ;
e. Evaluasi teknis dilakukan oleh Tim Teknis atau Unit Kerja Pengguna Jasa/User, dan dapat dibantu oleh narasumber lainnya
jika dianggap perlu.
f. Klarifikasi teknis dapat dilakukan dengan dihadiri Unit Kerja Pengguna Jasa/User dan Peserta Pengadaan terkait dalam hal
adanya penyimpangan atau perbedaan secara teknis antara Jasa yang dibutuhkan dibandingkan dengan yang ditawarkan, agar
diperoleh kesesuaian spesifikasi teknis. Jika dipandang perlu, Tim Pengadaan dapat meminta Peserta Pengadaan untuk
melakukan klarifikasi/presentasi proposal dengan jadwal yang akan diberitahukan kemudian.
g. Tim Pengadaan dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan ;
h. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran;
9.2 Jika saat dilakukan evaluasi dan klarifikasi, masa berlaku penawaran telah berakhir yang diakibatkan oleh terlalu singkatnya masa
berlaku penawaran dari Peserta Pengadaan maka Tim Pengadaan berhak sepenuhnya untuk menggugurkan penawaran tanpa harus
dilakukan klarifikasi terlebih dahulu.
9.3 Apabila proses evaluasi dan klarifikasi penawaran berlangsung lebih lama dari waktu yang diperkirakan Tim Pengadaan sehingga
melampaui masa berlaku penawaran Peserta Pengadaan, maka Tim Pengadaan dapat menginstruksikan kepada Peserta Pengadaan untuk
memperpanjang masa berlaku penawaran dan Jaminan Penawaran (bila ada) untuk jangka waktu tertentu. Jika Peserta Pengadaan
dimaksud tidak bersedia untuk memperpanjang masa berlaku penawaran dan Jaminan Penawaran (bila ada) maka penawaran dinyatakan
tidak berlaku dan Peserta Pengadaan dimaksud tidak dikenakan sanksi.
9.4 Para Pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Tim Pengadaan selama proses evaluasi ;
9.5 Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama
(kolusi/persekongkolan) antara Peserta Pengadaan, dengan tujuan untuk memenangkan salah satu Peserta Pengadaan, maka:
1. Peserta Pengadaan yang terlibat dimasukkan ke dalam Daftar Hitam Perusahaan ;
2. Proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan Peserta Pengadaan lainnya yang tidak terlibat; dan
3. Apabila tidak ada Peserta Pengadaan lain sebagaimana dimaksud pada poin 2 diatas, maka proses pengadaan dinyatakan gagal.

BAB X
PENGUMUMAN HASIL EVALUASI PENAWARAN
DOKUMEN ADMINISTRASI & TEKNIS
10.1 Tim Pengadaan akan mengumumkan Hasil Evaluasi Penawaran Administrasi & Teknis kepada seluruh Peserta Pengadaan yang
menyampaikan Dokumen Penawaran.
10.2 Peserta Pengadaan yang dinyatakan Lulus berhak untuk mengikuti tahapan proses pengadaan selanjutnya dan bagi Peserta Pengadaan
yang dinyatakan Gugur maka Jaminan Penawarannya akan dikembalikan (jika ada).
BAB XI
PEMBUKAAN PENAWARAN DOKUMEN KOMERSIL
11.1 Tim Pengadaan memeriksa mengenai kelengkapan Dokumen Penawaran komersil sebagaimana yang dipersyaratkan dalam RKS, Berita
Acara Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) dan/atau perubahannya.
11.2 Peserta Pengadaan yang menyerahkan Dokumen Komersil diluar waktu yang telah ditentukan tidak dapat diterima, kecuali untuk
memenuhi kekurangan materai, tanggal dan tandatangan asalkan pemberitahuan akan hal ini dilakukan sebelum pembukaan penawaran
dokumen komersil dilakukan.
11.3 Pembukaan Dokumen Komersil akan dilakukan secara internal yang dihadiri/disaksikan oleh perwakilan Tim Pengadaan.
11.4 Nilai penawaran dalam angka harus sama dengan dalam huruf. Dalam hal terdapat ketidaksesuaian maka dapat dilakukan klarifikasi
11.5 Tim Pengadaan meneliti koreksi aritmatika dengan melakukan koreksi atas kesalahan volume dengan harga satuan Jasa. Jenis Jasa yang
tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan Jasa yang lain.
11.6 Evaluasi komersil dilakukan oleh Tim Pengadaan, dan dapat dibantu oleh narasumber lainnya jika diperlukan.
11.7 Untuk untuk proses pengadaan yang menggunakan jenis Kontrak Harga Satuan atau Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan, dalam hal
total nilai penawaran telah berada dibawah total nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) namun terdapat beberapa item pada komponen
Kontrak Harga Satuan yang masuk kategori Harga Satuan Timpang (harga satuan berada diatas HPS), maka proses nominasi Pemenang
tetap dilanjutkan namun terlebih dahulu perlu dilakukan klarifikasi dan negosiasi terhadap Harga Satuan Timpang dengan ketentuan
sebagai berikut :
1. Apabila setelah dilakukan klarifikasi, ternyata harga satuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan atau sesuai dengan harga pasar
maka harga satuan tersebut dinyatakan tidak timpang dan digunakan sebagai acuan jika terdapat pekerjaan tambah kurang.
2. Apabila setelah dilakukan klarifikasi, ternyata harga satuan tersebut dinyatakan timpang, maka Tim Pengadaan harus melakukan
Negosiasi lanjutan. Jika berdasarkan hasil negosiasi lanjutan harga tersebut tetap masih timpang maka Harga Satuan Timpang
hanya berlaku untuk volume sesuai daftar kuantitas yang tercantum pada OK/SP awal dengan ketentuan :
a. Jika terjadi penambahan volume terhadap harga satuan yang dinyatakan timpang, maka pembayaran terhadap tambahan volume
tersebut berdasarkan harga satuan yang tercantum dalam HPS.
b. Jika terjadi pengurangan volume terhadap harga satuan yang dinyatakan timpang, maka pemotongan pembayaran terhadap
pengurangan volume tersebut berdasarkan harga satuan yang tercantum dalam harga hasil negosiasi atau OK/SP.
BAB XII
E-AUCTION
12.1 Jika ditetapkan oleh Tim Pengadaan, proses penawaran komersil dapat dilakukan dengan menggunakan sistem e-Auction
12.2 Jadwal pelaksanaan e-Auction akan disampaikan kemudian melalui undangan kepada Peserta e-Auction
12.3 Peserta e-Auction adalah seluruh Peserta Pengadaan yang memenuhi/lulus persyaratan Administrasi & Teknis serta keabsahan dokumen
komersil.
12.4 Entry data dan perubahan (penurunan) harga penawaran dilakukan menggunakan User ID masing-masing Peserta e-Auction. Seluruh
aktivitas menggunakan User ID tersebut dinyatakan sah dan bersifat mengikat.
12.5 Ketentuan mengenai tata cara pelaksanaan e-Auction akan diatur secara lebih rinci di dalam ketentuan terpisah yang akan diinformasikan
kemudian kepada Peserta e-Auction untuk kemudian disepakati bersama oleh Peserta Pengadaan dan Tim Pengadaan.
12.6 Peserta e-Auction yang tidak hadir pada saat pelaksanaan e-Auction maka penawarannya akan tetap dimasukkan ke dalam sistem dan
ditentukan sebagai penawaran harga final dari Peserta e-Auction tersebut. Berkaitan dengan hal ini maka Peserta e-Auction dimaksud
menanggung seluruh risiko yang timbul, ditentukan menyetujui hasil e-Auction dan memberikan kuasa kepada Tim Pengadaan
untuk mewakili menandatangani Berita Acara e-Auction.
12.7 Kesalahan memasukan harga penawaran ke dalam sistem e-Auction merupakan tanggung jawab dari masing-masing Peserta
e-Auction dan Peserta e-Auction tersebut akan didiskualifikasi dari pelaksanaan E-Auction, dengan ketentuan:
1. Jika kesalahan entry harga tersebut segera diinformasikan kepada Tim Pengadaan saat e-Auction berlangsung maka Peserta
e-Auction dimaksud akan di-diskualifikasi dari sistem e-Auction namun tidak dikenakan sanksi.
2. Jika kesalahan entry harga tersebut tidak segera diinformasikan kepada Tim Pengadaan maka harga penawaran bersifat mengikat
dan jika Peserta e-Auction tersebut tidak menyetujui harga tersebut maka akan dikenakan sanksi.
12.8 Hasil e-Auction dituangkan dalam Berita Acara e-Auction yang ditandatangani oleh Tim Pengadaan dan Peserta e-Auction.
12.9 Tim Pengadaan akan melakukan negosiasi terhadap hasil e-Auction.
12.10 Peserta e-Auction yang telah menandatangani Berita Acara e-Auction namun menarik dan/atau meralat penawarannya yang tidak
diakibatkan tanpa alasan yang tidak dapat dibenarkan dan dipertanggungjawabkan akan dikenakan sanksi.
BAB XIII
NEGOSIASI
13.1 Negosiasi harga dilakukan dengan batasan maksimal harga sesuai HPS dan/atau toleransinya dengan memenuhi kualitas yang
dipersyaratkan
13.2 Negosiasi terhadap penawaran yang sama dengan atau di bawah HPS tetap dilakukan.
13.3 Negosiasi dapat dilakukan melalui sistem e-Auction atau e-Proc atau email atau manual atau sistem lainnya yang terdokumentasikan
dalam Berita Acara Negosiasi atau laporan hasil Negosiasi.
13.4 Peserta Negosiasi adalah :
Metode Evaluasi Peserta Negosiasi
Sistem Gugur Peserta yang memenuhi/lulus persyaratan Administrasi & Teknis dan memiliki
Total Penawaran Harga terendah.
Sistem Nilai atau Sistem Penilaian Biaya Peserta yang memenuhi/lulus persyaratan Administrasi & Teknis dan memiliki
Selama Umur Ekonomis Total Nilai Kombinasi aspek Administrasi & Teknis dan aspek Komersil Tertinggi.
Note:
Jika sebelumnya dilakukan e-Auction, maka Peserta Negosiasi adalah Peringkat-1 e-Auction
13.5 Perwakilan Peserta Negosiasi yang hadir pada saat negosiasi atau yang menandatangani surat jawaban negosiasi adalah
Direktur/Pimpinan Perusahaan kecuali dikuasakan kepada Pihak Lain yang dibuktikan dengan adanya Surat Kuasa dari
Direktur/Pimpinan Perusahaan tersebut, termasuk untuk menandatangani dokumen-dokumen terkait.
13.6 Negosiasi harga dilakukan secara berurutan mulai dari Peringkat ke-1, apabila terhadap Peringkat ke-1 tercapai kesepakatan harga maka
diusulkan sebagai calon pemenang, apabila tidak tercapai kesepakatan maka negosiasi dilakukan terhadap Peringkat ke-2, dan
selanjutnya sampai Peringkat ke-3. Apabila tidak tercapai kesepakatan harga maka pengadaan Jasa dinyatakan gagal.
13.7 Dalam hal deviasi harga antara Peringkat ke-1 dengan Peringkat berikutnya terlalu jauh sehingga berdasarkan pertimbangan Tim
Pengadaan dinilai tidak efektif dan efisien untuk dilakukan negosiasi lanjutan maka Tim Pengadaan berhak untuk langsung melakukan
proses pengadaan ulang atau evaluasi ulang tanpa perlu melakukan negosiasi lanjutan.
13.8 Apabila negosiasi dilakukan dengan tatap muka, maka negosiasi harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang Tim Pengadaan
dan wakil Peserta Pengadaan yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan dalam negosiasi.
13.9 Negosiasi konvensional dapat dilakukan dengan cara melalui tertulis/surat menyurat/e-mail yang sudah disepakati bersama.
13.10 Pengajuan Negosiasi dapat dilakukan dalam amplop tertutup secara bersamaan pada waktu yang telah ditentukan apabila Peserta
Negosiasi lebih dari satu Peserta Pengadaan dengan cara negosiasi manual.
13.11 Hasil negosiasi harga dituangkan dalam Berita Acara Hasil Negosiasi yang ditandatangani oleh Tim Pengadaan dan Peserta Negosiasi
atau dalam bentuk Surat Jawaban Negosiasi
13.12 Dalam hal proses negosiasi dilakukan secara elektonik (e-Procurement) maka seluruh tanggapan negosiasi yang di-entry ke dalam
sistem dengan menggunakan User ID Peserta Pengadaan dinyatakan sah dan mengikat, dokumen surat tanggapan negosiasi tidak
mandatory harus ditandatangani
13.13 Peserta Pengadaan yang dinominasikan sebagai Calon Pemenang harus memberikan perincian harga hasil negosiasi kepada Tim
Pengadaan sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan..
BAB XIV
EVALUASI & KLARIFIKASI PENAWARAN HASIL NEGOSIASI
14.1 Tim Pengadaan akan melakukan evaluasi terhadap perincian harga penawaran hasil negosiasi setelah Calon Pemenang menyerahkan
perincian harga.
14.2 Tim Pengadaan dapat melakukan klarifikasi kewajaran harga dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Klarifikasi terhadap hasil koreksi aritmatik, apabila ada koreksi/perubahan ;
2. Klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dibawah 80% (delapan puluh per seratus) dari HPS dengan ketentuan :
a. Peserta Pengadaan terkait jika diperlukan dapat diminta melakukan presentasi yang kemudian dituangkan kedalam Berita
Acara Klarifikasi Kewajaran Harga Penawaran atau mengirimkan surat penjelasan kepada Tim Pengadaan.
b. Apabila Tim Pengadaan dan User/Pengguna Jasa menyatakan secara sepihak bahwa harga tersebut tidak wajar dan Peserta
Pengadaan tersebut tidak disetujui sebagai Pemenang/Penyedia Jasa maka penawaran akan digugurkan namun tidak
dikenakan sanksi.
c. Apabila Peserta Pengadaan tersebut ditunjuk sebagai Pemenang, harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan
menjadi 5 % (lima persen) dari nilai total HPS (jika dipersyaratkan Jaminan Pelaksanaan). Dalam hal Peserta Pengadaan
yang bersangkutan tidak bersedia menaikkan nilai Jaminan Pelaksanaan, maka penawarannya digugurkan dan akan
dikenakan sanksi.
14.3 Apabila setelah dilakukan klarifikasi harga, Peserta Pengadaan menaikkan/menarik harga penawaran, maka Peserta Pengadaan tersebut
dinyatakan gugur dan akan dikenakan sanksi.
BAB XV
PENETAPAN PEMENANG
15.1. Peserta Pengadaan yang dinominasikan sebagai Calon Pemenang kepada Otorisator adalah :
Metode Evaluasi Nominasi Pemenang
➢ Sistem Gugur Peserta yang memenuhi/lulus persyaratan Adm & Teknis, memiliki
➢ Evaluasi berdasarkan Biaya Terendah total penawaran harga setelah negosiasi terendah dan berada dibawah
➢ Evaluasi berdasarkan HPS atau sesuai dengan ketentuan HPS.

Metode Evaluasi Nominasi Pemenang


➢ Sistem Nilai Peserta yang memenuhi/lulus persyaratan Adm & Teknis, memiliki
➢ Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis total nilai kombinasi aspek Adm & Teknis dan aspek Komersil
➢ Evaluasi berdasarkan Kualitas dan Biaya Tertinggi, dan harga setelah Negosiasi berada di bawah atau sesuai
dengan ketentuan HPS
15.2. Kewenangan Tim Pengadaan hanya sebatas mengajukan usulan Pemenang kepada Otorisator. Keputusan Penetapan Pemenang oleh
Otorisator bersifat final, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat
15.3. Apabila jumlah pemenang yang dikehendaki lebih dari 1 (satu) Penyedia Jasa/Multi Winner maka harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Ketentuan Multi Winner terlebih dahulu dicantumkan dalam RKS atau disampaikan pada saat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing)
yang terdiri dari Pemenang Utama dan Pemenang Pengikut;
2. Pemenang Utama berhak atas kuota pekerjaan yang lebih besar dibandingkan Pemenang Pengikut;
3. Pemenang Pengikut harus mengikuti harga Pemenang Utama dan pembagian kuantitas order untuk masing-masing Penyedia Jasa
adalah sepenuhnya ditentukan oleh Tim Pengadaan/Otorisator. Jika tidak memungkinkan maka Penetapan Multi Winner dapat
dibatalkan atau tindak lanjutnya mengikuti ketentuan yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan dan/atau perubahannya.
15.4. Apabila terjadi keterlambatan dalam menetapkan Pemenang dan mengakibatkan Surat Penawaran dan Jaminan Penawaran (jika ada)
dari Calon Pemenang habis masa berlakunya, maka Tim Pengadaan akan melakukan konfirmasi kepada Calon Pemenang untuk
memperpanjang masa berlaku Surat Penawaran dan Jaminan Penawaran (jika ada), dengan ketentuan :
1. Calon Pemenang yang bersedia memperpanjang masa berlaku Surat Penawaran dan Jaminan Penawaran (jika ada) maka
Penetapan Pemenangnya diteruskan ;
2. Calon Pemenang yang tidak bersedia memperpanjang masa berlaku Surat Penawaran dan Jaminan Penawaran (jika ada) maka
dianggap mengundurkan diri dan tidak dikenakan sanksi.
15.5. Dalam hal Pemenang yang telah ditetapkan mengundurkan diri, maka akan dikenakan sanksi dan Tim Pengadaan berhak untuk
melakukan negosiasi kepada Pemenang kedua dan seterusnya (apabila diperlukan). Dalam hal tidak terjadi kesepakatan, maka Tim
Pengadaan akan mengadakan pengadaan ulang (retender).
BAB XVI
PENGUMUMAN PEMENANG
16.1. Khusus untuk proses pengadaan yang dilakukan dengan metode Tender/Seleksi/Pemilihan Langsung, Tim Pengadaan akan
menyampaikan Pengumuman Pemenang kepada seluruh Peserta Pengadaan yang menyampaikan dokumen penawaran setelah adanya
Penetapan Pemenang oleh Otorisator.
16.2. Bagi Peserta Pengadaan yang dinyatakan sebagai Pemenang wajib memperpanjang masa berlaku Jaminan Penawaran (jika ada) sampai
dengan diserahkannya Jaminan Pelaksanaan (jika ada) atau sampai ditandatanganinya OK/SP, tergantung mana yang lebih dulu.
16.3. Tim Pengadaan akan mengembalikan Jaminan Penawaran (jika ada) kepada Peserta Pengadaan yang tidak ditetapkan sebagai
Pemenang.
BAB XVII
MASA SANGGAH DAN KETENTUAN SANGGAHAN
17.1. Khusus untuk pengadaan yang dilakukan dengan metode Tender/Seleksi Umum atau Tender/Seleksi Terbatas, setelah Pengumuman
Pemenang diterbitkan, Tim Pengadaan memberikan Masa Sanggah selama 2 (dua) hari kerja sejak tanggal diumumkannya pemenang
atau sebelum OK/SP ditandatangani, mana yang tercapai lebih dahulu.
17.2. Surat sanggahan harus disampaikan secara tertulis kepada Tim Pengadaan PT Pupuk Indonesia (Persero) disertai dengan bukti
terjadinya penyimpangan dan Jaminan Sanggahan (khusus untuk Sanggahan Banding). Peserta Pengadaan yang menyanggah tidak
dapat meminta dokumen penawaran Peserta Pengadaan lainnya tanpa izin peserta pemilik dokumen penawaran tersebut.
17.3. Ketentuan Jaminan Sanggahan adalah sebagai berikut :
1. Jaminan Sanggahan hanya dipersyaratkan untuk Sanggahan Banding;
2. Jaminan Sanggahan bernilai sekurang-kurangnya sama dengan nilai Jaminan Penawaran;
3. Masa berlaku Jaminan Sanggahan sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari kalender sejak pengajuan surat sanggahan;
4. Jaminan Sanggahan dibuat dalam bentuk Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank Pemerintah/Bank Umum yang memiliki
reputasi dan kredibilitas baik. Jaminan Sanggahan dimaksud tidak dapat ditarik kembali dan dapat dicairkan tanpa syarat
(unconditional) atas permintaan tertulis dari Tim Pengadaan ke Pihak Bank.
5. Jaminan Sanggahan dapat di-transfer/setor tunai ke Rekening PT Pupuk Indonesia (Persero) atau dalam bentuk lain yang disetujui
oleh Tim Pengadaan. Dalam hal Jaminan Sanggahan di-transfer/setor tunai ke Rekening PT Pupuk Indonesia (Persero) maka
Peserta Pengadaan yang menyanggah agar mencantumkan keterangan “Nama Perusahaan” & “No. Referensi Pengadaan” di
dalam berita transfer/setor tunai.
17.4. Dalam hal sanggahan dinyatakan benar maka Jaminan Sanggahan dikembalikan kepada penyanggah dan Tender/Seleksi dinyatakan
Gagal atau dievaluasi ulang sesuai substansi Sanggahan.
17.5. Dalam hal Sanggahan banding dinyatakan salah/tidak terbukti maka Jaminan Sanggahan dicairkan dan disetorkan ke kas PT Pupuk
Indonesia (Persero).
17.6. Keputusan Tim Pengadaan atas sanggahan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
BAB XVIII
PENUNJUKAN PENYEDIA JASA
18.1. PT Pupuk Indonesia (Persero) akan menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Jasa kepada Peserta Pengadaan yang dinyatakan sebagai
Pemenang/Penyedia Jasa.
18.2. Khusus untuk proses pengadaan yang dilakukan dengan metode Tender/Seleksi Umum atau Tender/Seleksi Terbatas, Surat Penunjukan
Penyedia Jasa diterbitkan dengan ketentuan :
1. Tidak ada sanggahan/sanggahan banding dari Peserta Pengadaan lainnya;
2. Sanggahan terbukti tidak benar; atau
3. Masa Sanggah berakhir.
18.3. Peserta Pengadaan yang ditunjuk sebagai Penyedia Jasa harus menyediakan Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan OK/SP
sebagaimana yang diatur pada BAB XXI JAMINAN PELAKSANAAN (jika dipersyaratkan).
18.4. Peserta Pengadaan yang ditunjuk sebagai Penyedia Jasa wajib menerima keputusan tersebut, dengan ketentuan :
1. Apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk/mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif
oleh Tim Pengadaan, maka akan dikenakan sanksi.
2. Apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk/mengundurkan diri karena masa penawarannya sudah tidak berlaku, maka
Jaminan Penawaran yang bersangkutan (jika ada) tidak dicairkan dan tidak dikenakan sanksi.
3. Apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk/mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku, dengan alasan
yang diakibatkan oleh Force Majeure atau hal-hal lainnya yang secara objektif berada di luar kendali, maka Jaminan Penawaran
tidak dicairkan dan tidak dikenakan sanksi.
18.5. Dalam hal tidak terdapat sanggahan, Surat Penunjukan Penyedia Jasa harus diterbitkan setelah masa sanggah berakhir dan segera
disampaikan kepada Peserta Pengadaan yang ditunjuk.
18.6. Dalam hal terdapat Sanggahan, Surat Penunjukan Penyedia Jasa harus diterbitkan setelah semua sanggahan dijawab dan dinyatakan
selesai, serta segera disampaikan kepada Peserta Pengadaan yang ditunjuk.
18.7. Apabila Penyedia Jasa yang ditunjuk mengundurkan diri, maka Penunjukan dapat dilakukan kepada Peringkat berikutnya, selama masa
berlaku Surat Penawaran dan Jaminan Penawaran (jika ada) yang bersangkutan masih berlaku atau sudah diperpanjang masa
berlakunya. Harga yang dijadikan acuan mengikuti harga/tarif yang ditawarkan Pemenang, jika peringkat berikutnya tidak bersedia
mengikuti harga/tarif Pemenang, maka berdasar analisa cost & benefit, harga/tarif yang diajukan peringkat berikutnya tersebut dapat
digunakan sepanjang lebih rendah dari atau sama dengan HPS.
18.8. Untuk Penyedia Jasa yang berbentuk kemitraan/konsorsium, dalam hal setelah ditunjuk sebagai Penyedia Jasa, salah satu pihak dalam
kemitraan/konsorsium mengundurkan diri, maka Penunjukan Penyedia Jasa harus dibatalkan.
BAB XIX
KETENTUAN PROSES PENGADAAN GAGAL
19.1. Proses Pengadaan dinyatakan Gagal apabila minimal memenuhi salah satu kriteria berikut ini :
1. Adanya indikasi dan/atau bukti Peserta Pengadaan melakukan kerja sama dalam pengaturan harga;
2. Adanya indikasi dan/atau bukti bahwa oknum karyawan, Tim Pengadaan melakukan kerja sama dengan Peserta Pengadaan untuk
mengatur hasil pengadaan Jasa sehingga terjadi pelanggaran persaingan sehat, dinyatakan benar oleh pihak berwenang;
3. Adanya kebocoran informasi yang mestinya harus dirahasiakan dari Peserta Pengadaan sampai hasil pengadaan Jasa diumumkan;
4. Pada saat dilakukan evaluasi teknis, adanya perubahan spesifikasi teknis yang mendasar dan akan mempengaruhi nilai pekerjaan;
5. Pagu anggaran tidak mencukupi;
6. Nilai penawaran diatas HPS setelah Negosiasi terhadap pemenang ke-1, 2 dan 3, serta tidak dimungkinkannya untuk dilakukan
Klarifikasi Harga;
7. Nilai penawaran melebihi batas maksimal deviasi negatif yang ditetapkan;
8. Peserta Pengadaan yang lulus Kualifikasi dan/atau yang menawarkan jumlahnya kurang dari yang dipersyaratkan;
9. Tidak ada penawaran yang memenuhi persyaratan dalam evaluasi penawaran;
10. Tidak ada Peserta Pengadaan yang menyetujui/menyepakati hasil negosiasi harga;
11. Sanggahan yang disampaikan oleh Peserta Pengadaan terbukti benar dan sesuai substansi sanggahannya tidak memungkinkan
untuk dilakukan evaluasi ulang;
12. Calon Pemenang urutan ke-1, 2, dan 3 mengundurkan diri dan/atau tidak bersedia ditunjuk;
13. Adanya suatu hal yang menyebabkan Tim Pengadaan dibubarkan.
19.2. Dalam hal penawaran Peserta Pengadaan ditolak dan/atau proses pengadaan dinyatakan Gagal maka Para Pihak sepakat bahwa
PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak akan memberikan ganti rugi dalam bentuk apapun kepada Peserta Pengadaan.
19.3. Dalam rangka mencapai target perusahaan dan/atau kondisi lain yang diperlukan perusahaan, PT Pupuk Indonesia (Persero) dapat
menunda atau membatalkan proses pengadaan tanpa perlu memberikan penjelasan kepada Peserta Pengadaan. Berkaitan dengan hal
ini maka PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak akan memberikan ganti rugi materiil dan immateriil dalam bentuk apapun kepada Peserta
Pengadaan.
BAB XX
TINDAK LANJUT PROSES PENGADAAN GAGAL
20.1. Tender/Seleksi Umum/Terbatas dinyatakan gagal harus disahkan oleh Otorisator.
20.2. Dalam hal proses pengadaan dinyatakan Gagal maka Tim Pengadaan melakukan :
1. Evaluasi ulang;
2. Penyampaian ulang dokumen penawaran;
3. Proses pengadaan jasa ulang ;
4. Penghentian proses pelaksanaan pengadaan Jasa.
20.3. Dalam hal pada tahap evaluasi penawaran ditemukan bukti/indikasi terjadi penawaran tidak sehat, Tim Pengadaan menindak lanjuti
dengan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang Peserta Pengadaan baru. Peserta yang terlibat terjadinya persaingan
tidak sehat dikenakan sanksi dimasukkan dalam daftar hitam
20.4. Dalam hal pengadaan jasa gagal dan terdapat perubahan nilai HPS tetapi tidak terdapat perubahan spesifikasi teknis dan/atau perubahan
ruang lingkup pekerjaan, Tim Pengadaan melanjutkan proses dengan pemasukan penawaran harga ulang.
20.5. Dalam hal Tender/Seleksi Umum atau Terbatas, Peserta Pengadaan yang lulus Prakualifikasi kurang dari 3 (tiga), Tim Pengadaan
menindak lanjuti dengan pengumuman ulang Prakualifikasi untuk mencari Peserta Pengadaan baru selain yang sudah lulus penilaian
Kualifikasi. Peserta yang sudah lulus Kualifikasi tidak perlu dilakukan penilaian kembali kecuali ada perubahan Dokumen Kualifikasi.
BAB XXI
JAMINAN PELAKSANAAN
21.1 Jaminan Pelaksanaan diberlakukan atas OK/SP yang bernilai lebih dari Rp500.000.000,- (lima ratus juta Rupiah) atau dalam mata uang
asing yang setara dengan nilai tersebut di atas, exclude PPN.
21.2 Sebelum penandatanganan OK/SP, Peserta Pengadaan yang ditunjuk sebagai Penyedia Jasa pelaksana pekerjaan, harus menyerahkan
Jaminan Pelaksanaan pekerjaan dengan ketentuan :
1. Nilai Jaminan Pelaksanaan adalah sebesar 5 % (lima persen) dari total nilai pekerjaan OK/SP (exclude PPN) yang diterbitkan oleh
Bank Pemerintah atau Bank Umum yang memiliki reputasi dan kredibilitas baik dan harus dapat dicairkan tanpa syarat
(unconditional);
2. Jaminan Pelaksanaan dapat di-transfer/setor tunai ke Rekening PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan atau dalam bentuk
lain yang disetujui oleh Tim Pengadaan. Dalam hal Jaminan Pelaksanaan di-transfer/setor tunai ke PT Pupuk Indonesia
(Persero)/Anak Perusahaan maka Penyedia Jasa agar mencantumkan keterangan “Nama Perusahaan” & “No. OK/SP” di dalam
berita transfer/setor tunai.
3. Dalam hal tertentu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak maka Jaminan Pelaksanaan dapat dilakukan dalam bentuk lain.
4. Nilai Jaminan Pelaksanaan dalam pengadaan Jasa distribusi/angkutan untuk angkutan laut, Jasa PBM/EMKL, Pengantongan dan
Jasa pergudangan (sewa gudang, pengelolaan stok dan bongkar muat), serta Jasa yang pengadaannya dilakukan dengan skema
Long Term Contract/Blanket Order, ditetapkan sebagai berikut:
a. Untuk pekerjaan lebih dari 6 (enam) bulan, besaran Jaminan Pelaksanaan adalah 5% dari nilai OK/SP (exclude PPN) untuk
transaksi 3 (tiga) bulan;
b. Untuk pekerjaaan kurang dari atau sama dengan 6 (enam bulan), besaran Jaminan Pelaksanaan adalah 5% dari nilai OK/SP
(exclude PPN).
5. Nilai penawaran terkoreksi di bawah 80% (delapan puluh persen) dari nilai total HPS besaran Jaminan Pelaksanaan ditetapkan
5 % (lima persen) dari nilai total HPS. Untuk pengadaan jasa yang sesuai kriteria pada poin 3 di atas maka perhitungannya dilakukan
secara proporsional;
6. Untuk OK/SP yang berjangka waktu lebih dari satu tahun (multi years), Jaminan Pelaksanaan dapat disesuaikan dengan perkiraan
nilai pekerjaan pertahun maupun jangka waktu proporsional per pekerjaan (dapat diperbarui setiap tahun).
7. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kerja setelah masa berakhirnya OK/SP dan apabila setelah
30 (tiga puluh) hari kerja setelah OK/SP berakhir pekerjaan atau jasa belum selesai, maka wajib diperpanjang sampai dengan
pekerjaan atau jasa selesai ;
8. Kegagalan Penyedia Jasa yang ditunjuk untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk
menandatangani OK/SP sehingga akan dikenakan sanksi.
21.3 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah :
1. Pekerjaan atau jasa dinyatakan selesai yang dibuktikan dengan ditandatangani Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan, dan Sertifikat
Garansi/Warranty Letter (jika ada) ;
2. Penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai OK/SP [sepanjang hal tersebut dipersyaratkan] ;
3. Pembayaran termin terakhir/bulan terakhir/sekaligus telah dikurangi uang retensi sebesar 5 % (lima persen) dari nilai OK/SP
(apabila ada retensi).
21.4 Pencairan Jaminan Pelaksanaan dapat dilakukan secara sepihak oleh PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan kepada Penyedia
Jasa yang mengundurkan diri setelah ditunjuk sebagai Pemenang atau wanprestasi.
21.5 Dalam hal Jaminan Pelaksanaan tidak dapat dicairkan karena satu hal, maka PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan akan
melakukan kompensasi atau pemotongan dari tagihan Penyedia Jasa yang masih ada di PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan.
BAB XXII
JAMINAN PEMELIHARAAN/SERTIFIKAT GARANSI/WARRANTY LETTER
22.1 Penyedia Jasa harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus persen) dengan ketentuan:
1. Nilai Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya 5 % (lima persen) dari nilai OK/SP (exclude PPN);
2. Jaminan Pemeliharaan dalam bentuk retensi yang dipotongkan dari pembayaran sekurang-kurangnya 5% dari nilai setiap
pembayaran, yang selanjutnya retensi tersebut digunakan sebagai Jaminan Pemeliharaan pada saat pekerjaan selesai 100 % (seratus
persen);
3. Retensi tersebut dapat diganti dengan Bank Garansi dari Bank Pemerintah atau Bank Umum yang mempunyai reputasi dan
kredibilitas baik yang disetujui oleh Departemen Keuangan dengan mengesampingkan hak istimewa Bank sebagaimana dimaksud
pada pasal 1831 BW serta harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional);
4. Masa berlaku Jaminan Pemeliharaan yaitu sampai dengan masa pemeliharaan berakhir ;
5. Jaminan Pemeliharaan dikembalikan pada saat masa pemeliharaan dinyatakan selesai yang dibuktikan dengan ditandatanganinya
Berita Acara Penyerahan Pekerjaan/Berita Acara Berakhirnya Masa Pemeliharaan ;
6. Pencairan Jaminan Pemeliharaan dilakukan pada saat masa pemeliharaan berakhir jika Penyedia Jasa tidak melaksanakan
kewajibannya pada masa pemeliharaan.
22.2 Sepanjang dipersyaratkan di dalam RKS, untuk Pengadaan Jasa yang terdapat lingkup penyediaan Barang spesifik dan dirasa perlu ada
garansi dari pihak Manufacture, maka Penyedia Jasa wajib memberikan Sertifikat Garansi dari produsen Barang.
22.3 Jika diperlukan garansi terhadap hasil pekerjaan setelah masa pemeliharaan berakhir untuk menjamin agar hasil pekerjaan aman dan
memenuhi syarat, maka sepanjang dipersyaratkan di dalam RKS, Penyedia Jasa harus memberikan warranty dalam bentuk warranty
letter kepada PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan.
BAB XXIII
SANKSI
23.1 Perbuatan atau tindakan Peserta Pengadaan/Penyedia Jasa yang dikenakan sanksi antara lain tetapi tidak terbatas pada :
1. Berusaha mempengaruhi pejabat terkait dalam bentuk dan cara apapun, baik langsung maupun tidak langsung guna memenuhi
keinginannya yang bertentangan dengan ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan, dokumen
OK/SP, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. Terjadi kerja sama antar Penyedia Jasa dengan yang lain atau dengan Tim Pengadaan atau dengan Karyawan Perusahaan.
3. Melakukan KKN atau persekongkolan dengan Peserta Pengadaan lain untuk mengatur harga penawaran, sehingga mengurangi,
menghambat, memperkecil dan/atau meniadakan persaingan yang sehat dan/atau merugikan orang lain.
4. Memberikan keterangan palsu pada proses pengadaan.
5. Membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan pengadaan
Jasa yang ditentukan dalam Dokumen Pengadaan.
6. Mengundurkan diri dan/atau menarik dokumen penawaran setelah pembukaan penawaran.
7. Mengundurkan diri setelah dilakukan klarifikasi dan negosiasi.
8. Mengundurkan diri setelah diumumkan sebagai Pemenang dan/atau setelah ditunjuk sebagai Penyedia Jasa.
9. Mengundurkan diri setelah OK/SP diterbitkan.
10. Mengundurkan diri dari pelaksanaan OK/SP dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan/atau tidak dapat diterima.
11. Tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan OK/SP.
12. Melakukan wanprestasi.
23.2 Perbuatan atau tindakan Penyedia Jasa sebagaimana dimaksud dalam poin 23.1 di atas dikenakan sanksi antara lain tetapi tidak terbatas
pada :
1. Sanksi administratif/Suspend, pencantuman dalam Daftar Hitam/Blacklist dan pencairan Jaminan Pengadaan dengan ketentuan
sebagai berikut ;

No. Pelanggaran Terhadap Sanksi*


Ketentuan Pengadaan dan/atau OK/SP* Suspend Blacklist Pencairan Pencairan
Jaminan Jaminan
Penawaran Pelaksanaan
(jika ada) (jika ada)
1 Memberikan, memanipulasi dan/atau - √ √ √
memalsukan keterangan/informasi/
data/dokumen
2 Menarik penawaran/menaikkan harga/ 4 Bulan √
mengundurkan diri dalam proses
pengadaan, sebelum ditetapkan/ditunjuk
sebagai Pemenang/ Penyedia Jasa
3 Menarik penawaran/menaikkan harga/ 9 Bulan untuk √
mengundurkan diri setelah ditetapkan/ pekerjaan Non EPC
ditunjuk sebagai Pemenang/Penyedia Jasa atau
12 bulan untuk
pekerjaan EPC
4 Peserta Pengadaan yang ditetapkan/ditunjuk 12 Bulan untuk √
sebagai Pemenang/Penyedia Jasa tidak pekerjaan Non EPC
bersedia memperpanjang Jaminan Penawaran atau
sampai dengan waktu penyerahan Jaminan 18 bulan untuk
Pelaksanaan, atau tidak dapat menyerahkan pekerjaan EPC
Jaminan Pelaksanaan
5 Menarik penawaran/menaikkan harga/ 12 Bulan untuk √ √
mengundurkan diri setelah menandatangani pekerjaan Non EPC
OK/SP atau
18 bulan untuk
pekerjaan EPC
6 Tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai 12 Bulan untuk √
dengan OK/SP. pekerjaan Non EPC
atau
18 bulan untuk
pekerjaan EPC
7 OK/SP diputus secara sepihak oleh 2 Tahun √
perusahaan karena wanprestasi 3 kali
berturut-turut
8 Mengalihkan pekerjaan utama kepada pihak 2 Tahun √
lain tanpa ijin
9 Melakukan pelanggaran K3 kategori ringan 3 bulan
10 Melakukan pelanggaran K3 kategori sedang 6 bulan
11 Melakukan pelanggaran K3 kategori berat √ √
atau menyebabkan fatality atau pencemaran
lingkungan yang katastropik

12 Terbukti bersalah melakukan tindak pidana √ √


dan/atau perdata baik langsung atau tidak
langsung
13 Dinyatakan bangkrut/pailit oleh badan √ √
peradilan yang berwenang baik di
pengadilan tingkat pertama maupun tingkat
kasasi
14 Berusaha mempengaruhi pejabat terkait √ √
dalam bentuk dan cara apapun, baik
langsung maupun tidak langsung guna
memenuhi keinginannya yang bertentangan
dengan ketentuan dan prosedur yang telah
ditetapkan dalam dokumen pengadaan,
dokumen OK/SP, dan ketentuan peraturan
perundang-undangan
15 Terjadi kerja sama antar Penyedia Jasa √ √
dengan yang lain atau dengan Tim
Pengadaan atau dengan Karyawan
Perusahaan
16 Melakukan KKN atau persekongkolan √ √
dengan Peserta Pengadaan lain untuk
mengatur harga penawaran, sehingga
mengurangi, menghambat, memperkecil
dan/atau meniadakan persaingan yang sehat
dan/atau merugikan orang lain
17 Memasok barang palsu di dalam lingkup √ √
pengadaan jasa
*) PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan memiliki kewenangan untuk menentukan tambahan jenis pelanggaran dan
sanksi di luar dari yang tercantum pada tabel di atas

2. Gugatan secara perdata (jika diperlukan) ;

3. Pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang (jika diperlukan) ;

4. Pengenaan denda atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan sebesar 2 ‰ (dua permil) dari total nilai pekerjaan (exclude PPN)
untuk setiap hari keterlambatan, dengan pengaturan sebagai berikut :

a. Ketentuan pemberlakuan denda keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan Jasa ditetapkan sesuai tabel di bawah ini:
Ketentuan OK/SP Ketentuan OK/SP Ketentuan OK/SP
Kondisi Supply Sekaligus Bertahap secara Itemized Bertahap secara kuantitas atau
(Partial-Items) berdasarkan progress
(Partial-Quantity)
Waktu Supply Satu tanggal Satu tanggal Multi tanggal supply
(single-delivery date) (single-delivery date) (multi-delivery date)
sesuai item yang terlama atau sesuai milestone yang
waktu supply-nya disepakati
Pembayaran Sekaligus Bertahap sesuai item Bertahap sesuai kuantitas
yang di-supply supply/progress yang
ditentukan
0 0 0
Denda 2 /00 perhari, maksimal 5% 2 /00 perhari, maksimal 5% 2 /00 perhari, maksimal 5% dari
dari total nilai OK/SP dari total nilai OK/SP total nilai OK/SP yang
terlambat saja

b. Apabila Penyedia Jasa telah mencapai denda 5%, perusahaan mempunyai hak secara sepihak untuk melakukan pemutusan
OK/SP dan mencairkan Jaminan Pelaksanaan (apabila ada) dengan memperhitungkan biaya dan manfaat bagi perusahaan, tanpa
ada kewajiban bagi PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan untuk memberitahukan dan/atau memberikan ganti rugi
kepada Penyedia Jasa. Jika dinilai masih menguntungkan perusahaan maka OK/SP tidak diputus sampai dengan pekerjaan
selesai.

c. Denda keterlambatan akan dikompensasikan pada tagihan Penyedia Jasa yang bersangkutan.

d. Ketentuan ini dapat tidak diberlakukan untuk Penyedia Jasa yang berstatus produsen/OEM/agen tunggal dan untuk hal-hal yang
disebabkan oleh hal-hal yang walaupun bukan bersifat Force Majeure/Kahar namun di luar batas kendalinya yang dapat
dipertanggungjawabkan dan sesuai prosedur yang berlaku.

e. Dalam hal keterlambatan atau kegagalan Penyedia Jasa dalam menyelesaikan pekerjaan disebabkan bukan oleh Penyedia Jasa
tetapi oleh perusahaan maka Penyedia Jasa tidak dikenakan denda dan dapat dilakukan Amandemen/Addendum OK/SP untuk
perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
BAB XXIV
JANGKA WAKTU PERJANJIAN DAN JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN

24.1 Masa berlaku perjanjian adalah terhitung sejak tanggal efektif yang disepakati Para Pihak sampai dengan diselesaikannya seluruh hak
dan kewajiban terkait pelaksanaan pekerjaan ini yang dibuktikan dengan ditandatanganinya Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan.

24.2 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan oleh Peserta Pengadaan pada prinsipnya tidak boleh melebihi jangka waktu
sebagaimana tercantum dalam RKS. Dalam hal jangka waktu penyelesaian pekerjaan yang ditawarkan oleh Peserta Pengadaan melebihi
jangka waktu yang ditetapkan dalam RKS maka Tim Pengadaan dapat melakukan klarifikasi dan mengevaluasi kewajarannya, dan jika
dipandang perlu maka persyaratan jangka waktu penyelesaian pekerjaan dapat disesuaiakan dan diinformasikan kepada Peserta
Pengadaan.
BAB XXV
PEMBAYARAN PRESTASI KERJA

25.1 Metode pembayaran untuk Penyedia Jasa menggunakan Telegraphic Transfer (T/T) atau metode/instrumen pembayaran lainnya yang
disepakati dalam proses pengadaan.
25.2 Pembayaran prestasi kerja diberikan kepada Penyedia Jasa setelah dikurangi denda, pajak, angsuran pengembalian Uang Muka dan
Jaminan Pemeliharaan/Retensi (apabila ada) sesuai ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku.
25.3 Pembayaran prestasi pekerjaan dapat diberikan dalam bentuk:
1. Pembayaran bulanan;
2. Pembayaran berdasarkan tahapan penyelesaian pekerjaan/progres payment dengan ketentuan bahwa nilai yang dibayarkan
maksimum sama atau kurang dari nilai pekerjaan yang telah dikerjakan; atau
3. Pembayaran secara menyeluruh 100% setelah penyelesaian pekerjaan Jasa diterima dengan baik.
25.4 Uang muka dapat diberikan kepada Penyedia Jasa dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Usaha Kecil paling tinggi nilai uang muka sebesar 20% (dua puluh perseratus) dari nilai OK/SP;
2. Usaha Non Kecil serta perusahaan asing paling tinggi nilai uang muka sebesar 10% (sepuluh perseratus) dari nilai OK/SP;
3. Penyedia Jasa dapat mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis disertai rencana penggunaan uang muka
untuk melaksanakan pekerjaan sesuai OK/SP;
4. Pengembalian uang muka diterima berangsur-angsur secara proposional pada saat pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat
harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100%.
25.5 Pembayaran prestasi kerja dengan uang muka antara lain dapat diberikan untuk:
1. Mobilisasi alat dan tenaga kerja
2. Pembayaran uang tanda jadi kepada Penyedia Jasa
3. Persiapan teknis yang diperlukan bagi pelaksanaan pekerjaan Jasa
25.6 Jangka waktu pembayaran 15 s/d 30 hari kalender setelah dokumen/tagihan diterima oleh PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak
Perusahaan secara lengkap dan benar dengan melampirkan:
1. Kwitansi dan Faktur/Invoice asli bermaterai cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku ;
2. Salinan OK/SP bermeterai yang ditandatangani oleh PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan;
3. Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan (BAPP) yang ditandatangani Wakil Para Pihak ;
4. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAP) yang ditandatangani Wakil Para Pihak ;
5. Faktur Pajak minimal 2 (dua) lembar ;
6. Surat Setoran Pajak (SSP) 5 (lima) lembar yang telah diisi ;
7. Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ;
8. Salinan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) ;
9. Salinan Surat Pemberian Nomor Seri Faktur Pajak dari Kantor Pajak ;
10. Salinan Surat Pemberitahuan Pejabat Penandatangan Faktur Pajak dan Bukti Lapor dari Kantor Pajak
Persyaratan utama dokumen pembayaran mengacu kepada prosedur pembayaran yang berlaku di perusahaan atau tercantum di OK/SP.
25.7 Pengisian Faktur Pajak harus sesuai dengan “Petunjuk Pengisian Faktur Pajak Standar” Kep. Dirjen Pajak yang berlaku Pengisian Faktur
Pajak yang menyimpang dari petunjuk tersebut tidak dapat diterima.
BAB XXVI
PENERBITAN ORDER KERJA/SURAT PERJANJIAN

26.1 Sebelum pekerjaan dimulai, PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan akan menerbitkan OK/SP yang harus ditandatangani oleh
kedua belah pihak dengan ketentuan sebagai berikut :
1. OK/SP disusun berdasarkan akan tetapi tidak terbatas pada persyaratan dan ketentuan dalam RKS, Berita Acara Pemberian
Penjelasan (Aanwijzing) dan/atau perubahannya ;
2. Pihak yang berwenang menandatangani OK/SP atas nama Penyedia Jasa adalah Direksi/Pempinan Perusahaan yang disebutkan
namanya dalam Anggaran Dasar Penyedia Jasa atau kuasanya atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan aturan yang berlaku di
Penyedia Jasa.
3. Amandemen/Addendum OK/SP dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan antara PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan
dengan Penyedia Jasa. Perubahan OK/SP dapat dikarenakan antara lain :
a. Menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam OK/SP;
b. Menambah dan/atau mengurangi jenis pekerjaan;
c. Mengubah/menyesuaikan spesifikasi teknis pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan;
d. Mengubah jadwal pelaksanaan atau memperpanjang waktu OK/SP yang keterlambatan pelaksanaan pekerjaannya disebabkan
oleh PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan atau Kondisi Kahar;
e. Masalah administrasi.
26.2 Pelaksanaan pekerjaan lebih awal dapat dilakukan sebelum diterbitkannya OK/SP dengan ketentuan:
1. Pelaksanaan pekerjaan mendahului OK/SP hanya dapat dilaksanakan apabila:
a. Dalam Keadaan Emergency/Darurat;
b. Dalam Keadaan Urgent/Sangat Mendesak.
2. Permintaan pelaksanaan pengadaan mendahului OK/SP harus segera disusulkan dengan proses administrasi pengadaan dan
penerbitan OK/SP.
3. Dalam keadaan OK/SP belum diterbitkan, maka ketentuan-ketentuan yang mengikat para pihak adalah ketentuan-ketentuan
dan/atau persyaratan-persyaratan sesuai dengan notulen rapat pembahasan/berita acara rencana pelaksanaan pengadaan Keadaan
Emergency/Darurat atau Kebutuhan Urgent/Sangat Mendesak yang disepakati para pihak.
4. Permintaan pelaksanaan pekerjaan mendahului OK/SP disetujui oleh Otorisator dalam bentuk Letter of Intent/Surat Perintah Mulai
Kerja (LOI/SPMK).
5. Masa berlakunya OK/SP bila didahului dengan LOI/SPMK maka tanggal mulai berlaku OK/SP sejak tanggal dimulainya pekerjaan
sesuai LOI/SPMK.
6. LOI/SPMK tidak dapat dijadikan sebagai dasar pembayaran dan resiko yang timbul menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa sampai
OK/SP diterbitkan.
7. LOI/SPMK tidak dapat digunakan untuk keperluan lain, termasuk namun tidak terbatas untuk melakukan tuntutan hukum.
BAB XXVII
PEKERJAAN TAMBAH/KURANG
27.1 Apabila setelah OK/SP ditandatangani Para Pihak atau selama pekerjaan berjalan terjadi perubahan-perubahan (penambahan atau
pengurangan) pekerjaan dan perubahan tersebut sudah disetujui oleh PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan dan Penyedia Jasa,
maka harga penambahan atau pengurangan akan diperhitungkan sesuai harga satuan hasil klarifikasi dan negosiasi, yang selanjutnya
diperhitungkan sebagai pekerjaan tambah/kurang.
27.2 Pekerjaan tambah sebagaimana dimaksud pada poin 27.1 di atas dapat dilaksanakan dengan ketentuan:
1. Tidak melebihi 25% dari harga yang tercantum dalam OK/SP awal;
2. Tersedianya anggaran;
3. Untuk item yang masuk kategori Harga Satuan Timpang:
a. Jika terjadi penambahan volume terhadap harga satuan yang dinyatakan timpang, maka pembayaran terhadap tambahan
volume tersebut berdasarkan harga satuan yang tercantum dalam HPS.
b. Jika terjadi pengurangan volume terhadap harga satuan yang dinyatakan timpang, maka pemotongan pembayaran terhadap
pengurangan volume tersebut berdasarkan harga satuan yang tercantum dalam harga hasil negosiasi atau OK/SP.

BAB XXVIII
PEKERJAAN YANG DI SUBKONTRAKAN
28.1 Penyedia Jasa dilarang mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama berdasarkan OK/SP, dengan melakukan subkontrak kepada pihak
lain, kecuali mendapatkan persetujuan dari PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan.
28.2 Pengalihan non-pekerjaan utama kepada pihak lain dengan melakukan subkontrak, harus mendapatkan persetujuan dari PT Pupuk
Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan.
BAB XXIX
PENGAWASAN, PEMERIKSAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN
29.1 Pemenang/Penyedia Jasa yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan borongan, maka tenaga kerja yang bersangkutan diwajibkan
untuk diikutkan dalam Asuransi Tenaga Kerja atau BPJS Ketenagakerjaan.
29.1 Penyedia Jasa wajib memenuhi instruksi dari Pengawas atau Pemeriksa Pekerjaan sesuai yang diatur dalam OK/SP.
29.2 Dalam melakukan Pengawasan & Pemeriksaan Pekerjaan, pihak Pengawas atau Pemeriksa Pekerjaan/Unit Kerja Pengguna Jasa/User
mempunyai kewenangan memberikan pengarahan/teguran secara lisan & maupun tertulis kepada Penyedia Jasa dengan mengacu pada
OK/SP.
29.3 Penyerahan hasil pekerjaan dilakukan sesuai ketentuan yang diatur dalam RKS dan dituangkan dalam Berita Acara Penyelesaian
Pekerjaan.
29.4 Hasil pekerjaan jasa yang diselesaikan dan diserahkan oleh Penyedia Jasa harus sesuai dengan spesifikasi/ruang lingkup pekerjaan yang
tertuang dalam OK/SP.
29.5 Pengawas atau Pemeriksa Pekerjaan akan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan Penyedia Jasa.
29.6 Apabila terdapat kekurangan dalam hasil pekerjaan atau jasa yang diselesaikan oleh Penyedia Jasa ternyata tidak sesuai dengan
spesifikasi yang tercantum di dalam OK/SP dan ditolak sesuai hasil inspeksi/pemeriksaan maka :
1. Pengawas atau Pemeriksa Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan
pekerjaan sebagaimana yang disyaratkan dalam OK/SP.
2. Penyedia Jasa berkewajiban melakukan perbaikan hasil pekerjaan untuk memenuhi sesuai dengan spesifikasi yang sesuai. Dalam
hal perbaikan/penggantian melewati batas waktu penyelesaian pekerjaan yang ditetapkan, maka Penyedia Jasa akan dikenai denda
sesuai jumlah hari keterlambatannya.
3. Semua biaya yang timbul akibat dari perbaikan jasa yang ditolak menjadi beban Penyedia Jasa.
29.7 Apabila Penyedia Jasa tidak bersedia memperbaiki dan/atau melengkapi kekurangan atau tidak dapat menyelesaian pekerjaan jasa sesuai
dengan spesifikasi dan ketentuan yang disyaratkan dalam OK/SP maka akan dikenakan sanksi-sanksi sesuai yang diatur dalam dokumen
ini dan OK/SP.
BAB XXX
KETENTUAN TAMBAHAN
30.1 Peserta Pengadaan bertanggung jawab untuk meneliti dan memahami semua isi dokumen pengadaan, keadaan lapangan dan faktor-
faktor lainnya (kecuali Force Majeure) termasuk namun tidak terbatas pada RKS, dokumen pengadaan dan hal-hal lainnya yang dapat
mempengaruhi penawaran. Kelalaian atas hal tersebut merupakan risiko masing-masing Peserta Pengadaan.
30.2 Peserta Pengadaan wajib segera memberitahu Tim Pengadaan apabila diketahui olehnya terdapat kesalahan dan/atau perbedaan-
perbedaan dalam dokumen pengadaan pada saat dilakukan Pemberian Penjelasan (Aanwijzing). Tim Pengadaan selanjutnya akan
menjelaskan perbedaan-perbedaan atau kesalahan-kesalahan tersebut.
30.3 Pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dan memenuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, termasuk yang terkait
ketenagakerjaan.
30.4 Selama melakukan pelaksanaan, dan penyerahan pekerjaan Jasa, Penyedia Jasa harus mematuhi aspek K3, Konsep Ramah Lingkungan
serta harus mematuhi ketentuan Sistem Manajemen terkait yang berlaku di PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan antara lain
Anti Penyuapan, Mutu, Energi, K3 dan Lingkungan.
30.5 Sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Unit Kerja Safety di PT Pupuk Indonesia (Persero)/Anak Perusahaan, maka untuk jenis pekerjaan
tertentu antara lain pekerjaan konstruksi atau pekerjaan fisik yang berlokasi di area pabrik, maka Penyedia Jasa yang ditunjuk sebagai
pelaksana pekerjaan harus:
1. Memiliki Contractor Safety Management System (CSMS).
2. Membuat Job Safety Analysis / Health, Safety and Enviromental Plan.
30.6 Ketentuan dan persyaratan di dalam RKS harus dipenuhi oleh Peserta Pengadaan/Penyedia Jasa, kecuali jika diatur lain dalam Dokumen
Pengadaan. Dalam hal terdapat hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan pada dokumen ini maka yang ditetapkan berlaku adalah
ketentuan perubahan terakhir yang disepakati dalam proses pengadaan serta mengikuti hirarki dokumen yang diatur dalam Bagian 2
RKS ini.
30.7 Seluruh rujukan dalam proses pengadaan ini mengacu pada Prosedur Pengadaan Jasa PT Pupuk Indonesia (Persero).

BAB XXXI
LAMPIRAN
Seluruh lampiran dari RKS merupakan satu kesatuan dan ditetapkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan.
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
DAFTAR URAIAN PEKERJAAN SIPIL GUDANG ROP
HARGA MATERIAL HARGA JASA
NO URAIAN PEKERJAAN
Vol Sat Satuan Total Satuan Total
A PEKERJAN PERSIAPAN
1 Mob demob personil & peralatan 1,00 ls
2 Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank 216,00 m1
3 Pekerjaan Engineering (DED, Asbuilt,) 1,00 ls
4 Pekerjaan pembuatan Direksi Keet kontainer dan pergudangan 1,00 ls
5 Perlengkapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 1,00 ls
6 Pembersihan, perataan + stripping lahan eksisting (- 0.25 dr 0 2.900,00 m2
7 Bongkar bangunan eksisting 1,00 ls
8 Buang bekas bongkaran keluar area 1,00 ls

B PEKERJAAN TANAH
1 Spun pile Ø500 mm - L = 15 m 1.080,00 m1
2 Spun pile Ø500 mm - L = 10 m 120,00 m1
3 Mini pile 400x400, L= 15 m 4.845,00 m1
4 Mini pile 400x400, L= 10 m 1.760,00 m1
5 Pecah kepala tiang + buang 583,00 ttk
6 Galian tanah 633,60 m3
7 Urugan kembali bekas galian 280,45 m3
8 Buang sisa galian keluar area 405,95 m3
9 Urugan Sirtu bawah pondasi,Sloof, t= 15 cm 108,37 m3
10 Urugan Sirtu bawah lantai t= ± 10 ~ 25 cm dipadatkan CBR 75% 422,40 m3
11 Lantai kerja bawah pondasi, sloof, t= 5 cm, K 175 36,12 m3
12 Plastik sheet tb=0.6 mm 528,00 m2

C PEKERJAAN BETON
1 Pile head treatment (PHT) 84,00 ttk
2 Pilecap PC 1, fc 35 Mpa 72,58 m3
3 Pilecap PC 2, fc 35 Mpa 7,20 m3
4 Pilecap retaining wall, fc 35 Mpa 153,02 m3
5 Sloof S1, fc 35 Mpa 15,84 m3
6 Kolom K1, fc 35 Mpa 25,20 m3
7 Kolom K2, fc 35 Mpa 16,80 m3
8 Dinding beton, fc 35 Mpa 207,69 m3
9 Lantai beton bertulang t= 20 cm, fc 35 Mpa 384,00 m3
10 Grouting t= 30 mm 0,23 m3
-
D PEKERJAAN JEMBATAN + BETON KELILING GUDANG
1 Galian tanah u/ saluran Box culvert 51,20 m3
2 Bongkar saluran beton eksisting + buang 11,20 m3
3 Urugan sirtu dipadatkan 95,29 m3
4 Urugan kembali bekas galian & di padatkan 51,20 m3
5 Lantai kerja t= 5 cm, K175 1,39 m3
6 Box Culvert uk. 2 x 3 m, heavy duty 7,50 m1
7 Handrail pipa finish cat sanblasting 250µ 6,00 m1
8 Cor jalan beton bertulang area pintu masuk gudang + jembatan, fc 30,80 m3
9 Rabat beton keliling gudang, t= 15 cm, K- 175 60,33 m3
10 Plastik sheet 205,30 m2

E PEKERJAAN SALURAN
1 Galian 140,33 m3
2 Urugan kembali bekas galian 35,15 m3
3 Buang bekas galian keluar area 1,00 Ls
4 Urugan sirtu dipadatkan 35,55 m3
5 Lantai kerja t= 5 cm, K175 11,85 m3
6 Saluran u ditch uk. 30x30 cm + cover termasuk bak kontrol 170,00 m1
7 Saluran u ditch uk. 50x70 cm + cover termasuk bak kontrol 150,00 m1

F PEKERJAAN DINDING PANEL


1 Bor straus 202,00 m1
2 Galian 198,24 m3
3 Urugan kembali bekas galian 72,51 m3
Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX
4 Buang bekas galian 125,73 m3
5 Urugan sirtu dipadatkan 24,78 m3
6 Pas. Pondasi batu kali 1:4 52,88 m3
7 Pas. Anstampeng 48,07 m3
8 Cor beton bertulang straus, K 300 14,27 m3
9 Cor beton bertulang sloof, K 300 9,91 m3
10 Cor beton bertulang kolom support, K 300 2,35 m3
11 Kolom precas uk 18 x18 x 450 cm 67,00 ea
12 Dinding panel uk 40 x 240 x 5 cm 455,00 ea

G PEKERJAAAN AKHIR
1 Pembersihan & perapian akhir 1,00 ls

GRAND TOTAL Rp -

Dokumen ini merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dengan MR/SR 3381/PKG/SR/2025 & telah disetujui melalui ProcureX

Anda mungkin juga menyukai