Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
ANALISA STATIK DAN DINAMIK GEDUNG BERTINGKAT
BANYAK AKIBAT GEMPA BERDASARKAN SNI 1726-2019 DENGAN
VARIASI JUMLAH TINGKAT
Draga Hasan Saputra
Program Studi Teknik Sipil, FTSP, Institut Teknologi Budi Utomo Jakarta
dragasaputra@[Link]
Abstrak
Diterapkannya SNI 1726-2019 sebagai standar yang baru telah menambah dan mengubah ruang lingkup tata cara
perhitungan gempa menjadi lebih luas sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada. Beban gempa
dapat dianalisis secara statik maupun dinamik. Untuk analisa statik digunakan metode gaya lateral ekivalen, dan
untuk analisa dinamik digunakan metode spektrum respons ragam. Penelitian ini bertujuan untuk
membandingkan hasil kedua metode tersebut, sehingga kita dapat mengetahui metode mana yang lebih optimal
dalam merencanakan struktur gedung tahan gempa. Struktur gedung yang dimodelkan merupakan gedung
beraturan, dengan jumlah tingkat yang divariasikan. Model struktur dibagi kedalam portal 5 tingkat, 10 tingkat,
dan 15 tingkat. Penelitian ini menggunakan bantuan program ETABS v21 untuk mempermudah proses analisa
gempa. Hasil penelitian yang akan dibandingkan adalah displacement antar tingkat dan base shear yang terjadi
akibat gaya gempa. Hasil analisa telah menunjukkan bahwa analisa statik mengeluarkan hasil yang lebih besar
untuk ketiga model struktur dibandingkan dengan analisa dinamik. Perbedaan displacement antar tingkat yang
dihasilkan oleh kedua metode pada ketiga model struktur masih masuk dalam batasan displacement antar tingkat
ijin yang disyaratkan dalam SNI 1726-2019, sehingga ketiga model masih bisa dianalisa dengan analisa statik
dan analisa dinamik. Karena hasil displacement dan base shear pada analisa statik lebih besar dari analisa
dinamik, maka analisa statik lebih aman jika digunakan untuk pembebanan gaya gempa dalam perhitungan
struktur secara umum. Walaupun dalam analisa gempa, analisa dinamik merupakan analisa yang lebih akurat
karena proses analisa yang lebih mendekati ke keadaan yang sebenarnya..
Kata Kunci: SNI 1726-2019, analisis statik gempa, analisis dinamik gempa, ETABS.
1. PENDAHULUAN dinamik. Analisa statik yang umum
Sejak ditetapkannya SNI 1726-2012 digunakan adalah analisa gaya lateral
sebagai tata cara perencanaan ketahanan ekivalen. Analisa dinamik dapat dibagi atas
gempa untuk struktur bangunan gedung dan dua yaitu analisa spektrum respons ragam
non gedung sebagai standarisasi yang berlaku dan analisa riwayat repons seismik (time-
saat ini, maka dari itu saat ini untuk history). Berdasarkan SNI 1726-2019, ada
menghitung respons bangunan akibat gempa banyak batasan yang diberikan dalam
kita harus menggunakan SNI 1726-2012. prosedur analisis statik ekivalen. Pembatasan
Pada standarisasi yang baru ini, ruang ini dilakukan karena hasil analisis statik
lingkup tata cara telah diperluas, mengingat ekivalen kurang presisi untuk berbagai
kebutuhan akan hal-hal baru yang sangat macam struktur yang dibangun. Oleh karena
pesat berkembang, atau yang sebelumnya itu diperlukan analisis secara dinamik untuk
belum diatur di dunia konstruksi bangunan memperoleh respons bangunan yang lebih
kita, agar kita tetap berada pada mendekati respons struktur yang sebenarnya
perkembangan terkini dari kemajuan dunia ketika terjadi gempa.
dibidang rekayasa kegempaan, Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
dikombinasikan dengan penyesuaian- membandingkan respon struktur portal
penyesuaian dengan kondisi di Indonesia saat bertingkat banyak yang akan di analisa
ini. dengan metode gaya lateral ekivalen dan
Respons bangunan akibat gempa yang metode spektrum respon ragam. Hasil yang
terjadi dapat dianalisis secara statik maupun akan dibandingkan yaitu berupa displacement
178
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
dan base shear. Dari hasil tersebut kita dapat
melihat seberapa besar perbedaan hasil dari Tabel: 1.1 Prosedur Analisis Gempa
kedua metode tersebut, kemudian
membandingkan penerapannya dalam
perhitungan struktur gedung bertingkat secara
umum. Adapun penelitian ini dibatasi dengan
ruang lingkup sebagai berikut:
1. Analisa perhitungan akibat gaya
gempa berdasarkan SNI 1726-2019.
2. Metode analisa yang akan digunakan
dalam perhitungan adalah analisa
gaya lateral ekivalen dan analisa
spektrum respon ragam.
Sumber: SNI 1726-2019
3. Hasil analisa yang akan dihitung
berupa distribusi displacement dan
base shear. Analisa Statik
4. Masalah yang akan ditinjau adalah
respon struktur gedung bertingkat Geser Dasar Seismik
beraturan (portal) beton bertulang 5 V = Cs . W
tingkat, 10 tingkat, dan 15 tingkat. Cs adalah koefisien respon seismik
5. Dimensi (kolom dan balok), jarak, W adalah berat seismik efektif.
serta elevasi pada portal hanya
merupakan pemisalan sebagai bagian Berat Seismik
dari model analisis. Berat seismik efektif struktur, W, harus
6. Beban-beban juga merupakan menyertakan seluruh beban mati dan beban
pemodelan saja tetapi dengan angka lainnya, antara lain di bawah ini:
yang cukup relevan dan merujuk pada 1. Dalam daerah yang digunakan untuk
peraturan pembebanan untuk gedung penyimpanan: minimum sebesar 25
yang berlaku tanpa mereduksi beban persen beban hidup lantai (beban
hidup. Dengan bangunan hidup lantai di garasi publik dan
diasumsikan mempunyai redaman struktur parkiran terbuka, serta beban
sebesar 5%. penyimpanan yang tidak melebihi 5
7. Struktur direncanakan berada di kota persen dari berat seismik efektif pada
Jakarta dengan dibangun di atas tanah suatu lantai, tidak perlu disertakan);
sedang berdasarkan klasifikasi SNI 2. Jika ketentuan untuk partisi
1726-2019 dan diasumsikan tanpa disyaratkan dalam desain beban
terjadi eksentrisitas. lantai: diambil sebagai yang terbesar
di antara berat partisi aktual atau berat
Prosedur Analisis Gaya Gempa Prosedur daerah lantai minimum sebesar 0.48
analisis gempa yang digunakan kN/m2;
untuk merencanakan bangunan tahan gempa 3. Berat operasional total dari peralatan
dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu yang permanen;
analisis statik (analisis gaya lateral ekivalen) 4. Berat lansekap dan beban lainyya
dan analisis dinamik (analisis spektrum pada taman atap dan luasan sejenis
respons ragam dan analisis riwayat respons lainnya.
seismik). Dalam menganalisis perilaku
struktur yang mengalami gaya gempa, Perhitungan Koefisien Respon Seismik
semakin teliti analisis dilakukan,
perencanaannya semakin ekonomis dan dapat
diandalkan. Untuk bangunan satu tingkat
dapat direncanakan hanya dengan
menetapkan besarnya beban lateral yang
dapat ditahan elemen struktur dan dengan
mengikuti ketentuan-ketentuan dalam
peraturan.
179
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
k adalah eksponen yang tekait dengan perioda
struktur;
Fi adalah bagian dari geser dasar seismik (V)
(kN) yang timbul di tingkat i.
Analisa Dinamik
SDS adalah parameter percepatan spektrum Prinsip Analisis Spektrum Respon Ragam
respon desain dalam retnag periode Sebelum melakukan analisis dinamis
pendek; (analisis spektrum respons ragam dan analisis
R adalah faktor modifikasi respons; riwayat waktu), harus dilakukan analisis
Ie adalah faktor keutamaan gempa; modal terlebih dahulu. Analisis modal
SD1 adalah parameter percepatan spektrum dilakukan untuk menentukan periode elastik
respon desain pada perioda sebesar 1,0 dan ragam getaran yang dihasilkan suatu
detik; struktur atau gedung ketika mengalami gaya
T adalah perioda fundamental struktur (detik); gempa. Analisis modal terdiri dari dua tipe
S1 adalah parameter percepatan spektrum yaitu vektor Eigen dan Vektor Ritz. Dalam
respons maksimum. penelitian ini, analisis modal yang
digunakan adalah tipe vektor Eigen. Analisis
Perioda Fundamental vektor Eigen menghasilkan bentuk ragam
getaran bebas tanpa redaman dan frekuensi
dari sistem. Dari ragam getaran tersebut bisa
dilihat perilaku suatu struktur ketika
hn adalah ketinggian struktur, dalam m, di mengalami gaya gempa.
atas dasar sampai tingkat tertinggi struktur; Persamaan gerak untuk keseimbangan
Ct dan x ditentukan dari: dinamis:
Tabel: 1.2 Parameter Perioda
Nilai-nilai Eigen dapat diperoleh dengan
menggunakan persamaan berikut:
Sumber: SNI 1726-2019 Hubungan nilai Eigen dengan waktu getar
dan frekuensi, yaitu:
Distribusi Gaya Gempa
Parameter Respons Ragam
Nilai untuk masing-masing parameter
desain terkait gaya yang ditinjau, termasuk
simpangan antar lantai tingkat, gaya dukung
dan gaya elemen struktur individu untuk
masing-masing ragam respon harus dihitung
Cvx adalah faktor distribusi vertikal; menggunakan properti masing-masing ragam
V adalah gaya lateral desain total atau geser di dan spektrum respons didefinisikan dalam
dasar struktur (kN); SNI 1726-2019 dibagi dengan kuantitas (R/I).
wi dan wx adalah bagian berat seismik efektif Nilai untuk perpindahan dan kuantitas
total struktur (W) yang ditempatkan atau simpangan natar lantai harus dikalikan
dikenakan pada tingkat i atau x; dengan kuantittas (Cd/I).
hi dan hx adalah tinggi (m) dari dasar sampai
tingkat i atau x;
180
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
Parameter Respons Terkombinasi 2. METODOLOGI
Nilai untuk masing-masing parameter Metode dan langkah-langkah perhitungan
yang ditinjau, yang dihitung untuk berbagai yang digunakan dalam penelitian ini
ragam, harus dikombinasikan menggunakan menggunaka prosedur yang disesuaikan
metoda akar kuadrat jumlah kuadrat (SRSS) dengan SNI 1726-2019 tentang perencanaan
atau metoda kombinasi kuadrat lengkap ketahanan gempa untuk struktur gedung
(CQC), sesuai dengan SNI 1726. Metoda bertingkay. Untuk proses analisa, peneliti
CQC harus digunakan untuk masing-masing menggunakan bantuan software ETABS v21.
nilai ragam di mana ragam berjarak dekat Terdapat dua Variabel dalam penelitian
mempunyai korelasi silang yanag signifikasn ini, yaitu jumlah tingkat dan displacement.
di antara respons translasi dan torsi. Setelah mengetahui jenis penelitian dan
variabelnya, maka metodologi yang
digunakan yaitu penelitian perancangan
dengan analisis terhadap jumlah lantai dan
displacement.
Pola Pikir / Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran adalah sebuah model
atau gambaran berupa konsep yang di
dalamnya menjelaskan mengenai suatu
hubungan antara suatu variabel dengan
Gambar: 1.1 Simpangan Antar Lantai
variabel lain. Oleh karena itu, kerangka
Sumber: SNI 1726:2019 pemikiran dibuat dalam bentuk skema dengan
tujuan untuk mempermudah dalam
Skala Gaya memahami variabel data.
Bila perioda fundamental yang dihitung Pada penelitian ini dimulai dengan dua
melebihi (Cu)(Ta), maka (Cu)(Ta) harus butir rumusan masalah yang kemudian
digunakan sebagai pengganti dari T dalam dilakukan proses pengumpulan data yaitu
arah itu. Kombinasi respons untuk geser dasar berupa data primer dan sekunder. Secara
ragam (Vt) lebih kecil 100 persen dari geser konsep penelitian ini terdapat dua varibel
dasar yang dihitung (V) menggunakan dimana variabelnya yaitu jumlah tingkat
prosedur gaya lateral ekivalen, maka gaya dengan indikator nominal empat macam
harus dikalikan dengan V/Vt. jumlah tingkat, serta displacement.
Kemudian dari hasil analisis dilakukan
Batasan Simpangan Antar Lantai pembahasan untuk mencapai sebuah
Simpangan antar lantai (∆) tidak boleh kesimpulan yang menjawab rumusan masalah
melebihi simpangan antar lantai ijin (∆a). yang sudah ditentukan. Adapun kerangka
seperti yang ditetapkan dalam tabel di bawah pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai
ini. berikut.
Tabel: 1.3 Tabel simpangan ijin
Sumber: SNI 1726:2019
181
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
1. Memodelkan struktur gedung
bertingkat yang dibagi menjadi portal
5 tingkat, 10 tingkat, dan 15 tingkat.
2. Menentukan data gempa yang akan di
analisa berdasarkan pemilihan
dimana struktur tersebut akan
dibangun. Data gempa diambil dari
web: Desain Spektra Indonesia.
3. Menghitung berat dan masa struktur
kemudian menginput ke dalam
software ETABS beserta data gempa
untuk selanjutnya dianalisa terhadap
metode gaya lateral ekivalen dan
metode spektrum respons ragam.
c. Metode Pembahasan Hasil Analisis
a. Metode pembahasan hasil analisis
program ETABS.
Mengoutput hasil analisa dari kedua
metode tersebut lalu membandingkan
dan membahas hasil displacement dan
base shear yang dihasilkan sesuai dengan
tujuan dari penelitian ini.
Gambar: 2.1 Pola Pikir/Kerangka Pemikiran Penulis b. Mengambil kesimpulan berdasarkan
Sumber: Olahan Penelitian
hasil dari penelitian yang didapatkan.
Metode Penelitian
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Metode penelitian memberikan gambaran
1. Pembahasan Hasil Analisis
rancangan penelitian meliputi prosedur yang
perlu dilakukan yang selanjutnya data a. Portal 5 Tingkat
tersebut akan dianalisis.
Tabel: 3.1 Tabel Displacement Portal 5 Komb.1
a. Persiapan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan
pada penelitian ini adalah survei lapangan dan
studi literatur. Dimana data yang digunakan
pada penelitian ini berupa data primer dan
sekunder dari SNI 1726-2019 sebagai berikut:
Studi Literatur
Studi literatur meliputi hal-hal yang berkaitan
dengan struktur/konstruksi bangunan gedung. Sumber: Olahan Penelitian
Bertujuan untuk mencari data sekunder
seperti: data material, data profil baja, dan
data pembebanan.
b. Metode Analisis Data
a. Metode Analisis Program ETABS
Metode analisis data pada program ETABS.
Berupa tata cara atau langkah langkah dari
pemodelan sampai hasil output. Berikut
penyajian analisis program ETABS pada
perancangan elemen struktur pada berbagai
Gambar: 3.1 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
model berikut: Portal 5 Kombinasi 1 Arah X
Sumber: Olahan Penelitian
182
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
Tabel: 3.3 Tabel Displacement Portal 5
Sumber: Olahan Penelitian
Gambar: 3.2 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 5 Kombinasi 1 Arah Y
Sumber: Olahan Penelitian
Tabel: 3.2 Tabel Displacement Portal 5 Komb.2
Gambar: 3.5 Grafik Hubungan Tingkat dengan Perbedaan
Hasil Displacement Kedua Metode Portal 5
Sumber: Olahan Penelitian
Sumber: Olahan Penelitian
Tabel: 3.4 Perbedaan Displacement Antar Tingkat Portal 5
Sumber: Olahan Penelitian
Gambar: 3.3 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 5 Kombinasi 2 Arah X b. Portal 10 Tingkat
Sumber: Olahan Penelitian
Tabel: 3.5 Displacement Portal 10 Kombinasi 1
Sumber: Olahan Penelitian
Gambar: 3.4 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 5 Kombinasi 2 Arah Y
Sumber: Olahan Penelitian
183
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
Gambar: 3.6 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat Gambar: 3.9 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 10 Kombinasi 1 Arah X Portal 10 Kombinasi 2 Arah Y
Sumber: Olahan Penelitian Sumber: Olahan Penelitian
Tabel: 3.7 Displacement Maksimum Portal 10
Gambar: 3.7 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat Sumber: Olahan Penelitian
Portal 10 Kombinasi 1 Arah Y
Sumber: Olahan Penelitian
Tabel: 3.6 Displacement Portal 10 Kombinasi 2
Gambar: 3.10 Hubungan Tingkat dengan Perbedaan Hasil
Displacement Kedua Metode Portal 10
Sumber: Olahan Penelitian Sumber: Olahan Penelitian
Tabel: 3.8 Perbedaan Displacement Antar Tingkat Portal 10
Gambar: 3.8 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 10 Kombinasi 2 Arah X
Sumber: Olahan Penelitian Sumber: Olahan Penelitian
184
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
c. Portal 15 Tingkat Tabel: 3.10 Displacement Portal 15 Kombinasi 2
Tabel: 3.9 Displacement Portal 15 Kombinasi 1
Sumber: Olahan Penelitian
Sumber: Olahan Penelitian
Gambar: 3.11 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 15 Kombinasi 1 Arah X
Sumber: Olahan Penelitian
Gambar: 3.13 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 15 Kombinasi 2 Arah X
Sumber: Olahan Penelitian
Gambar: 3.12 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 15 Kombinasi 1 Arah Y
Sumber: Olahan Penelitian
Gambar: 3.14 Grafik Hubungan Displacement dengan Tingkat
Portal 15 Kombinasi 2 Arah Y
Sumber: Olahan Penelitian
185
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
Tabel: 3.11 Displacement Portal 15 d. Perbedaan Hasil Displacement Antar
Tingkat
Tabel: 3.13 Perbedaan Hasil Displacement Antar Tingkat
Sumber: Olahan Penelitian
Sumber: Olahan Penelitian
Gambar: 3.15 Grafik Hubungan Tingkat dengan Perbedaan Hasil
Displacement Kedua Metode Portal 15
Sumber: Olahan Penelitian
Tabel: 3.12 Perbedaan Displacement Antar Tingkat Portal 15
Gambar: 3.16 Grafik Perbedaan Besar Displacement yang Terjadi
Pada Tingkat Atas Terhadap Tingkat Sebelumnya
Sumber: Olahan Penelitian
Sumber: Olahan Penelitian
186
Jurnal Ismetek ISSN 2406-9841
Vol. 19 No.2 Juli Tahun 2025 e-IISN 2986-2973
e. Base Shear 4. KESIMPULAN
• Portal 5 Tingkat Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
A. Hasil displacement dan base shear dengan analisa
Tabel: 3.14 Base Shear Portal 5 Kombinasi 1 gaya lateral ekivalen selelu lebih besar
dibandingkan dengan analisa spektrum respons
ragam pada ketiga model portal.
B. Pada hasil displacement, semakin tinggi kenaikan
elevasi tingkat maka semakin kecil pertambahan
besar nilai displacement antar tingkat yang
Sumber: Olahan Penelitian dihasilkan dari kedua metode.
C. Model dari struktur yang diteliti merupakan
Tabel: 3.15 Base Shear Portal 5 Kombinasi 2
gedung beraturan dan pembebanan tiap-tiap
tingkat relatif sama, maka perbedaan besar
displacement yang dihasilkan dari kedua metode
selalu bertambah lebih besar seiring dengan
kenaikan tinggi elevasi tingkat struktur. Namun
pada portal 10 dan 15 tingkat pada tingkat atas,
Sumber: Olahan Penelitian
perbedaan displacement dari kedua metode sudah
tidak bertambah besar lagi tetapi telah mendekati
• Portal 10 Tingkat konstan.
D. Karena hasil displacement dan base shear pada
Tabel: 3.16 Base Shear Portal 10 Kombinasi 1 analisa spektrum respons ragam, maka hasil
analisa gaya lateral ekivalen lebih aman jika
digunakan untuk penerapan pembebanan gaya
gempa dalam perhitungan struktur. Walaupun
analisa spektrum respons ragam merupakan
analisa gempa yang lebih akurat dan mendekati ke
keadaan yang sebenarnya.
Sumber: Olahan Penelitian
DAFTAR PUSTAKA
Tabel: 3.17 Base Shear Portal 10 Kombinasi 2
SNI 1729-2020 Tata Cara Perencanaan
Struktur Baja untuk Bangunan Gedung.
SNI 03-1729- 2002 Tata Cara Perencanaan
Sumber: Olahan Penelitian
Struktur Baja untuk Bangunan Gedung.
SNI 1726-2019 Pedoman Perencanaan
• Portal 15 Tingkat Ketahanan Gempa untuk Rumah dan
Gedung.
Tabel: 3.18 Base Shear Portal 15 Kombinasi 1
Badan Standarisasi Nasional: Beban desain
minimum dan kriteria terkait untuk
bangunan gedung dan struktur lain SNI 03-
1727-2020.
Sumber: Olahan Penelitian Amelia, Rica. 2005. Perbandingan Analisis
Tabel: 3.19 Base Shear Portal 15 Kombinasi 2
Statik dan Analisis Dinamis Pada Portal
Bertingkat Banyak Sesuai SNI 03-1726-
2002. Universitas Sumatera Utara
Peta Parameter SS Wilayah Indonesia.
Sumber:[Link]
Sumber: Olahan Penelitian
Peta Parameter S1 Wilayah Indonesia.
Sumber:[Link]
187