0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan2 halaman

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Diunggah oleh

Femas Andi m
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan2 halaman

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Diunggah oleh

Femas Andi m
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : femas andi minanurrohman

NIM : 22104214

Mata Kuliah : Statistika Terapan

UJI ASUMSI KLASIK

Uji asumsi klasik dapat dilakukan dengan lima cara :

1. Uji Normalitas Residual

Digunakan untuk menguji nilai residual berdistribusi normal/tidak. Uji yg baik adalah yang
terdistribusi dengan baik. Dasar Keputusan pada uji normalitas residual tetap menggunakan
Smirnov.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N 20
a,b
Normal Parameters Mean .0000000
Std. Deviation 14.99511816
Most Extreme Differences Absolute .135
Positive .135
Negative -.130
Test Statistic .135
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Dasar Keputusan uji normalitas residual One Sample Kolmogorov-Smirnov Method,
menyatakan bahwa jika signifikasi <0,05 maka tidak terdistribusi normal dan berdistribusi normal
jika signifikasi >0,05. Berdasarkan hitungan SPSS diperoleh nilai signifikasi 0,200 maka data tersebut
terdistribusi normal.

2. Uji Linieritas

Dasar Keputusan pada uji linieritas Adalah jika dua variable memiliki nilai signifikasi
(Linierity) kurang dari 0,05. Sedangkan pada teori lain dua variable dikatakan memiliki hubungan
linier jika nilai signifikasi (Deviation From Linearity) lebih dari 0,05.
ANOVA Table
Sum of Mean
Squares df Square F Sig.
prososial * Between (Combined) 3280.633 13 252.356 1.255 .411
empati Groups Linearity 46.546 1 46.546 .232 .647

Deviation from 3234.087 12 269.507 1.341 .376


Linearity
Within Groups 1206.167 6 201.028
Total 4486.800 19
Berdasarkan hasil hitungan SPSS nilai signifikasi (Linierity) menunjukkan lebih dari 0,05 yakni
sebesar 0,647. Sedangkan pada nilai signifikasi (Deviation From Linearity) menunjukkan nilai 0,05
yakni sebesar 0,376 dibulatkan menjadi 0,05. Karena nilai signifikasi (Deviation From Linearity) maka
pada dua variable (Prososial dan Efikasi) memiliki hubungan linier.

3. Uji Multikulinieritas

Penelitian umumnya tidak selalu sempurna. Oleh karena itu uji ini mencari celah tsb. Apakah
celah tsb bisa ditolerir atau tidak. Dasar Keputusan jika nilai vif <10,00 dan nilai tolerance>1 maka
tidak terjadi multikulinieritas. Sehingga penelitian tetap bisa menggunakan parametriks.

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 91.717 13.600 6.744 .000
empati .159 .312 .121 .508 .618 .990 1.010
kematangan -.260 .318 -.194 -.818 .425 .990 1.010
emosi
a. Dependent Variable: prososial

Berdasarkan hasil hitungan SPSS diperoleh nilai signifikasi dari setiap variable
keduanya sebesar 1.010. berdasarkan dasar Keputusan uji multikolinieritas maka tidak terjadi
multikolinieritas pada data tersebut.
4. Uji Autokorelasi
Dilakukan jika tdk terjadi multikulinier
5. Uji Hetero Kedastisitas
Poin 4 & 5 sifatnya kasuistik, artinya tidak selalu dilakukan.

Anda mungkin juga menyukai