IDENTIFIKASI STRATEGI PEMASARAN WORD OF MOUTH (WOM) MELALUI
EKSTRAKULIKULER DI LEMBAGA PENDIDIKAN MI PSM 1 KATERBAN
A. Jenis Penelitian
Dalam penelitianini, penelitiakanmelakukan research di
lapangandenganmenggunakanmetodekualitatif. Metode ini pada
dasarnyahanyalahcarauntukmeraih data dengantujuan dan kegunaantertentu. Yang
mana penelitiainiberfokus pada pendapat masyarakat serta program yang ada pada
lrmbaga pendidikan. Oleh Karena itu penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai
suatu pendekatan yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih
mendalam mengenai suatu kejadian, dengan menganalisis data yang bersifat
nonnumerik,1
B. Lokasi Penelitian
Peneliti di laksanakan di YP3 I MI PSM 1 yang lokasinya ada di [Link] Ds.
Katerban Kec. Baron Kab. Nganjuk Prov. Jawa Timur. Alasan peneliti mengambil
loksai ini sebab dilembaga tersebut masih banyak dalam pemasaran lembaganya
menggunakan WOM, dan tidak terlalu menonjolkan ke dalam sebuah media, selain
itu juga belum pernah peneliti menjumpai adanya penelitian sebelumnya di MI PSM 1
mengenai pemasaran WOM.
C. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti disini dalam penelitian kualitif sudah diketahui statusnya sebagai
seorag peneliti oleh subjek.
D. Sumber Data
Dalam penelitian sumber data ini dikelompokkan menjadi dua diantaranya
1. Sumber data primer
Data prime merupakan data yang dikumpulkan langsung oleh meneliti dari
sumber utamanya, yang mana pengumpulan ini memerlukan waku serta
biaya.2 Dari paparan diatas peneliti menggali sumber data dengan melakukan
wawancara langsung kepada kepala madrasah, masyarakat, peserta didik, dan
pendidik
2. Sumber data sekunder
Dta sekunder merupakan data yang diperole peneliti dari pihak kedua yang
mana hal ini biasanya tidak dieroleh lanngsung dari pihak utama. Data
sekunder dapat dikatakan sebagai data penguat dan pelengkap dari data
primer, sehinggga peneliti benar0benar mendapat data sesuai dengan apa
yang diarapkan.3 Dari paparan diatas peneliti menggali sumber data dengan
melakukan wawancara kepada komite sekolah serta menggali dokumen
mengenai perkembangan ekstrakulikuler.
E. Teknik Pengumpulan Data
1
Hanif Hasan, Dkk. METODE PENELITIAN KUALITATIF.(Sumatera Barat: Yayasan Tri Edukasi
Ilmiah,2025),4.
2
Demeria Sinaga, METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF. (Jakarta: UKI Press.2023),53.
3
Sandu Siyanto, DASAR METODOLOGI PENELITIN.(Yogyakarta: Literasi Media.2015),69.
Dalam melakukan penelitian, peneliti mengumpulkan data fakta yang
digunakan sesuai dengan apa yang peneliti butuhkan. Dalam hal ini terdapat beberapa
teknik dalam pengumpulan data diantarnya :
a. Wawancara
Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang efektif dalam
menggali informasi mendalam dari perspektif para subjek penelitian. Dalam
wawancara ini peneliti bertukar informasi secara langsung dengan narasumber,
dengan menggunakan wawancara bentuk terstruktur. Sehingga wawancara yang
dilakukan kemungkinan besar tidak ditakutkan adanya kekurangan. Menurut
fiantika dan pahleynnur yang telah dikutip oleh Asep Mulyana, dkk “wawancara
dapat menciptakan suatu rang bagi peneloti untuk menggali makna di balik setiap
jawaban ang diberikan, memperkaya proses engumulan data dengan elemen
interpretatif yang berperan penting dalam memahami sudut pandang subjek secara
komprehensif.”4
b. Observasi
Observasi merpakan teknik pengumpulan data dengan cara peneliti langsung
terjun ke lapangan, setelah itu peneliti mengamati gejala yang sedagng ia teliti,
kemudian peneliti dapat menggambarkan masalah yang terjadi yang mana hal
tersebut dapat dihubungkan dengan teknik pengumpulan data yang lain seperti
wawancara atau kuesioner dan hasil yang diperoleh.5
c. Anket (kuesioner)
Kuesiner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi pertanyaan tertulis kepada seseorang yang diberi anket untuk
menjawabnya.6
F. Analisis Data
Analisis data merupakan proses mencari, menyusun secara sistematis yang
diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara
mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit,
melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting serta yang
akan dipelajari, membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri
maupun orang lain.7
Analisis data kualitatif bersifat induktif, yang mana analisis tersebut dilakukan
berdasarkan data yang diperoleh dan kemudian dikembangkan menjadi hipotesis.
Prosesanalisis ini dimulai sebelum memasuki lapangan, berlangsung selama
dilapangan, dan dilanjutkan setelah selesai dilapangan, dengan penekanan utama pada
analisis selama pengumpulan data. Setelah data-data terkumpul, selanjutnya data
disusun secara sistematis dan dianalisis secara kualitatif. Analisis data dapat
dilakukan melalui metde-metode berikut:8
a. Pengumpulan Data
b. Reduksi Data
4
Asep Mulyana, dkk. METODE PENELITIAN KUALITATIF. (Bandung: Widina Media Utama, 2024).55
9
5
Syafrida Hafni Sahir, METODOLOGI PENELITIAN.(Bojonegoro: KBM Indonesia.2021).30.
6
Sugiyono, METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF,DAN R&D.(Bandung: Alfabeta,2016),142.
7
Sugiyono, METODE PENELITIAN KUANTITATI, KUALITATIF DAN R&D.(Bandung: Alfabeta.2016).244.
8
Ibid.,247-249.
Mereduksi data berarti merangkum, memilih bagian yang relevan,
memfokuskan pada hal-hal yang penting,mengidentifikasi tema dan polany serta
menghilangkan elemen yang tidak diperlukan.
Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran yang
lebihjelas serta mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data yang
[Link] data dapat dibantu dengan menggunakan alat elektronilk,
seperti halnya komputer.
c. Penyajian Data
Setelah data tersebut di reduksi, langkah selanjutnya yaitu mendisplay atau
menyajikan data. Yang mana hal ini dapat dilakuakan dalam bentukgrafik, tabel
atau sejenisnya. Dengan mendisplay data, itu aka memudahkan peneliti untuk
memahami apa yang terjadi serta merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa
yang telah difahami.
G. Teknik keabsahan data
Dalam menetabkan kebsahan suatu data, memerlukan teknik pemeriksaan. Yang
mana hal tersebut didasarkan sesuai dengan kriteria tertentu. Diantaranya yaitu derajat
kepercayaan (credibi lity), keteralihan (transferability), kebergantungan
(dependability), serta kepastian (confirmability).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kreadibilitas triangulasi data, kecukupan
referensi serta
a. Triangulasi
1) Triangulasisumber
a) Primer
b) sekunder
2) Triangulasi Teknik
a) Observasi
b) Wawancara
c) dokumentasi
3) Triangulasiwaktu
b. Kecukupanreferensi
c. Diskusitemansejawat
d. Member check
e. Perpanjanganpengamatan
H. Tahap-Tahap Penelitian
1. Tahap pra lapangan
Dalam tahap pra lapangan, kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam
tahap ini yaitu etika penelitian lapangan. Adapun kegiatan tersebut meliputi
menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perizinan,
menjajaki dan menilai lapangan, memilih dan memanfaatkan informan,
menyiapkan perlengkapan penelitian, dan persoalan etika penelitian.
2. Tahap pekerjaan lapangan
3. Tahap analisis data