‘’Suara yang tak di dengar’’
Beby: we pulang sekolah pigi utton do
Cikke: ayomi doo, gas! Kita kita saja
Jam terakhir selesai, para siswa sudah Irwan(mengejek): ayomii, ajak risma tawwa,
mengemasi barang barang, namun awwah nda bisa ple bicara dia
bangku disudut belakang terjadi
ADEGAN 1 percakapan Afaf(tertawa): kaya itu bayangan, ada tpi nda di
Kelas - awal anggap
pembullyann
Narator: di tempat ramai, tidak semua Ferdi: (ikut tertawa)
orang merasa di temani
(Semua tertawa santai tapi
menyakitkan)
Risma: (menghela nafas)
Ekki: wehh rismaa, sinikoo duduk
Ekki, fira, lala, rayyan, ilman, nisa, kia,
hijra sedang kumpul bersama dan Fira: iyoo e sinikoo
ADEGAN 2 saling bertukar cerita
Kepedulian Rayyan: kenapa takut sekali kahh, sinikoo
Lalu ekki melihat risma yang terduduk
sendiri, tanpa berat hati ia memanggil (mereka mulai bercanda ringan
risma
Irwan: adami temannya sekarang?
Beby: sok pentingnya mi sekarang i risma
ADEGAN 3 Irwan melihat dari jauh, kesal (mereka mendatangi risma saat sendiri)
Ancaman n
Irwan: ko cerita sma dorang?
afaf: klo ko cerita nah, liat mi nanti
(risma langsung takut, bahagianya langsung
runtuh)
Hari 1 – dorongan
Narator: yang tiidak mereka lihat... Beby: pindahko situ!
ADEGAN 4 adalah luka yang terus di ulang... setiap
Flash back bullying hari.. (risma di dorong keras)
lebih parah
Risma: maaf..
‘’Suara yang tak di dengar’’
Hari 2 – barang di hancurkan
(ferdi mrnjatuhkan buku risma)
Ferdi, irwan, cikke, beby, afaf sedang bercanda
disamping bangku risma, dengan sengaja
menjatuhkan buku risma
Ferdi: eh jatuhmi (tertawa)
Mereka lanjut bercanda
Risma: memungut buku sambil gemetar
Hari 3 – dihina depan teman
Irwan: ndd harga dirimu kau
Beby: itumi ndd yang mau berteman sama kau!
(beberapa teman perempuan terlihat tidak
nyaman)
Lala: ksian...
Ekki: iyo wehh...
Hari 4 – di kucilkan
(Semua duduk berkelompok, risma sendirian lagi)
Risma: padahal... mau jka kaya dorang
Hari 5 – puncak tekanan
(semua suara jadi gema)
Suara (bergantian):
‘’nda berguna!’’
‘’sendirian’’
‘’ndd peduli sama kau’’
(risma menutup telinga)
Narator (pelan): dan saat kebahagiaan Risma menggantung dirinya dan mengiris nadinya
hanya sebentar... rasa sakit terasa
ADEGAN 5 selamanya... (lampu mati sejenak )
Kejadian tragis
(lampu mati sejenak) Bu guru: risma... telah meninggal dunia
‘’Suara yang tak di dengar’’
Adegan 6
Duka dan penyesalan
ADEGAN 7 Mereka akan lulus, dan menyempatkan Nisa: cepattt mii berfotoo
1 TAHUN KEMUDIAN foto sekelas bersama
Ilman: senyumko semua 1... 2... 3...
(semua senyum.. lalu hening)
Kia: rinduka sama risma.. harusnya di sini ii sama
kita berfoto juga..
PENUTUP NARATOR: dia pernah bahagia... tapi
kita tidak menjaga nya cukup lama.
Satu orang yang hilang, meninggalkan
luka di banyak hati. Jangan tunggu
kehilangan.. untuk mulai peduli. Karena
tidak semua luka terlihat... dan tidak
semua orang mampu bertahan