0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan31 halaman

TUGAS RLL - Copy........................

REKAYASA LALU LINTAS................................................................................

Diunggah oleh

Muhammad arif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan31 halaman

TUGAS RLL - Copy........................

REKAYASA LALU LINTAS................................................................................

Diunggah oleh

Muhammad arif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN PADA RUAS JALAN

RUMAH SAKIT KAB. CIAMIS

LAPORAN

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Rekayasa dan Manajemen Lalu Lintas

Disusun oleh :

Aji Abdul Aziz / 70111700..


Ahmad Fauzi N / 70111700..
Fajar Maulana / 70111700..
Linda Marantika / 70111700..
Muhammad Arif N / 7011170045
Rizki Yudira R. / 70111700..

PROGRAM STUDI TEKNIK

SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS GALUH CIAMIS


2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha

Esa, karena berkat rahmat-Nyta Kami dapat menyelesaikan makalah yang

berjudul Studi Kapasitas Dan Tingkat Pelayanan Pada Ruas Jalan Rumah

Sakit Kab. Ciamis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu sehingga laporan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh

karena itu kami mengharapkan

kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.

Semoga laporan ini memberikan informasi bagi

masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan

ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Ciamis, Oktober 2020

Penyusun
ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................ii

DAFTAR ISI........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN....................................................................................4

1.1 Latar Belakang......................................................................................4

1.2 Tujuan Studi..........................................................................................2

1.3 Batasan Masalah....................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................3

2.1 Studi Literatur........................................................................................3

2.2 Landasan Teori......................................................................................5

BAB III METODOLOGI STUDI.......................................................................10

3.1 Gambaran Umum Lokasi Studi...........................................................10

3.2 Metode Pengambilan Data...................................................................10

3.3 Metode Analisa Data............................................................................11

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................12

4.1 Presentasi Data.....................................................................................12

4.2 Perhitungan Data..................................................................................13

4.3 Pembahasan..........................................................................................14

BAB V PENUTUP..............................................................................................15

5.1 Kesimpulan...........................................................................................15

5.2 Saran.....................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................17

LAMPIRAN........................................................................................................18

ii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Lalu lintas merupakan turunan kedua dari transportasi di dalam Undang-undang

No 22tahun 2009 didefinisikan sebagai gerak Kendaraan dan orang di Ruang Lalu

Lintas Jalan, sedang yang dimaksud dengan Ruang Lalu Lintas Jalan adalah

prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah Kendaraan, orang, dan/atau

barang yang berupa Jalan dan fasilitas pendukung. Khususnya di daerah Ciamis

merupakansalah satu daerah yang sebagian besar orang menggunakan kendaraan

pribadi roda 2 maupun roda 4.

Lokasi yang menjadi titik survey merupakan daerah lalu lintas cukup padat di

Kabupaten Ciamis, yang mayoritas digunakan sebagai jalur transportasi angkutan

barang maupun mobil pribadi, mengingat lalu lintas tersebut menuju wilayah

pasar dan RSUD Ciamis.. Bukan hanya dari segi angkutan pribadi, banyak juga

angkutan umum yang melintas. Hal ini menyebabkan pertumbuhan perekonomian

dan pariwisata yang terus meningkat mendorong peningkatan jumlah kebutuhan

masyarakat akan alat transportasi darat seperti mobil, sepeda motor sebagai alat

untuk menujang kegiatan sehari-hari. Namun dengan pertumbuhan jumlah

kendaraan yang cepat apabila tidak disesuaikan dengan pertumbuhan prasarana

dan sarana jalan yang memadai, maka hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya

banyak masalah lalu lintas.

Kondisi lalu lintas di Ciamis khususnya lokasi yang menjadi titik pengamatan saat

ini rawan untuk timbul masalah-masalah lalu lintas, untuk itu sebagai mahasiswa

yang ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam perkuliahan Managemen

6
Rekayasa Lalu Lintas, dan untuk menyelesaikan tugas perkuliahan, maka kami

melakukan survey kepadatan lalu lintas di Jalan Rumah Sakit Kabupaten Ciamis,

yang mana jalan tersebut merupakan jalur menuju pusat Pasar kota dan Pusat

Kesehatan Kabupaten Ciamis.

1.2 Tujuan Studi

Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan dilakukannya studi ini yaitu:

1. Untuk memenuhi salah satu tugas perkuliahan Managemen Rekayasa

Lalu Lintas.

2. Untuk mengetahui tingkat kepadatan lalu lintas pada Jalan Rumah Sakit

Kabupaten Ciamis berdasarkan volume lalu lintas yang mencakup jenis

kendaraan dan arah gerakan kendaraan, dengan melakukan pengamatan

dan pencacahan langsung dalam periode waktu yang telah ditentukan.

3. Untuk mengetahui tingkat kepadatan lalu lintas pada ruas jalan

berdasarkan volume lalu lintas, arah arus lalu lintas, jenis kendaraan

dalam satu satuan waktu tertentu yang dilakukan dengan pengamatan

dan pencacahan langsung di lapangan.

1.3 Batasan Masalah

Untuk memberikan hasil yang baik dan terarah, maka penelitian ini dibatasi

dengan ruang lingkup sebagai berikut :

1. Penelitian hanya dilakukan pada ruas Jalan Rumah Sakit Kabupaten

Ciamis (Segmen jalan simpang Graha sampai RSUD Ciamis.

2. Pengolahan data berkaitan dengan volume lalu lintas harian.

3. Perhitungan untuk segmen jalan perkotaan hanya menghitung volume

arus lalu lintas,Hambatan samping.

7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2 .1 Studi Literatur

1. Pengertian Jalan

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006, Jalan adalah

prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk

bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu

lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di

bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali

jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Jalan raya adalah jalur-jalur

tanah di atas permukaan bumi yang dibuat oleh manusia dengan bentuk,

ukuran-ukuran dan jenis konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk

menyalurkan lalu lintas orang, hewan dan kendaraan yang mengangkut

barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan mudah dan cepat

(Clarkson [Link],1999). Untuk perencanaan jalan raya yang baik,

bentuk geometriknya harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga jalan

yang bersangkutan dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada

lalu lintas sesuai dengan fungsinya, sebab tujuan akhir dari perencanaan

geometrik ini adalah menghasilkan infrastruktur yang aman, efisiensi

pelayanan arus lalu lintas dan memaksimalkan ratio tingkat penggunaan

biaya juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan.

2. Klasifikasi Jalan

Jalan raya pada umumnya dapat digolongkan dalam 4 klasifikasi yaitu:

klasifikasi menurut fungsi jalan, klasifkasi menurut kelas jalan, klasifikasi

8
menurut medan jalan dan klasifikasi menurut wewenang pembinaan jalan

(Bina Marga 1997).

3. Kapasitas Jalan

Kapasitas adalah suatu faktor yang terpenting dalam perencanaan dan

pengoperasian

jalan raya. Hasil dari berbagai studi tentang kapasitas jalan raya dan

hubungan antara volume lalu lintas dengan kualitas arus lalu lintas atau

tingkat pelayanan dari suatu jalan dirangkum dalam Manual Kapasitas

Jalan Indonesia (MKJI). Kapasitas Jalan atau kapasitas suatu ruas jalan

dalam satu sistem jalan raya merupakan jumlah kendaraan maksimum

yang memiliki kemungkinan yang cukup untuk melewati ruas jalan

tersebut (dalam maupun dua arah) dalam periode waktu tertentu dan

dengan kondisi jalan dan lalu lintas yang umum. Sementara kapasitas

dasar jalan raya didefinisikan sebagai kapasitas dari suatu jalan yang

mempunyai sifai-sifat jalan dan sifat lalu lintas yang dianggap ideal.

Secara teoritis dengan mengasumsikan hubungan matematika antara

kerapatan, kecepatan dan arus. Kapasitas dinyatakan dalam Satuan Mobil

Penumpang (SMP).

4. Hambatan Samping

Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas dari

aktivitas samping segmen jalan yang ditunjukkan dengan faktor jumlah

berbobot kejadian, yaitu frekuensi kejadian sebenarnya dikalikan dengan

faktor berbobot kendaraan. Faktor berbobot tersebut seperti pejalan kaki

9
(bobot=0,5), kendaraan berhenti (bobot=1,0), kendaraan masuk/keluar sisi

jalan (bobot=0,7) dan kendaraan lambat (bobot=0,4).

5. Lalu lintas harian rata-rata (LHR)

Lalu lintas harian rata-rata (LHR) sering digunakan sebagai dasar untuk

penggunaan jalan raya dan pengamatan secara umum dan terhadap

kecendrungan pola perjalanan. Volume harian dinyatakan dalam satuan

kendaraan perhari atau smp per hari. Proyeksi volume lalu lintas sering

didasarkan pada volume harian terukur. LHR diperoleh dengan cara

pengamatan volume lalu lintas dengan selama 24 jam pada suatu jam pada

suatu ruas jalan tertentu pengamatan dilakukan dalam beberapa hari

kemudian hasilnya dirataratakan sehingagan menjadi lalu lintas harian

rata-rata. Namun demikian apabila pengamatan tersebut dilakukan selama

satu tahun penuh (365 hari) maka dapat diperoleh lalu lintas harian rata-

rata tahunan (LHRT) dengan menjumlahkan seluruh hasil pengamatan

dalam satu tahun dibagi dengan 365 hari. Satuan LHR adalah kendaraan

perhari atau smp perhari.

6. Satuan Mobil Penumpang (smp)

Menurut MKJI (1997) satuan mobil penumpang merupakan suatu satuan

yang dapat dipakai dalam perencanaan lalu lintas. Satuan Mobil

Penumpang (smp) ini dipakai karena faktor karakteristik pergerakan

setiap jenis kendaraan berbeda. Untuk kendaraan ringan (LV) nilai smp

1,0 untuk kendaraan berat (HV) nilai smp 1,3 dan sepeda motor (MC)

nilai smp 0,5.

10
7. Derajat Kejenuhan ( DS )

Derajat kejenuhan atau degree of saturation (DS) adalah rasio arus lalu

lintas terhadap kapasitas biasanya dihitung perjam. Di Indonesia, metode

analisis dengan prioritas yang disusun dalam MKJI (1997) tidak

berdasarkan celah (gap acceptance), melainkan berdasar pada kapasitas

jalan yang didapat dari data empiris yang dikumpulkan untuk ini derajat

kejenuhan (DS) dibawah 0,77 analisis ini dapat diandalkan bila

dibandingkan dengan nilai dsdiatasnya. Karena pada keadaan tersebut

pengemudi lebih agresif untuk berebut menguasai setiap ruas jalan yang

mukin diperolehnya didaerah konflik. Hal ini mengandung resiko yang

cukup tinggi untuk saling menutup dan menggunci sehingga terjadinya

kemacetan, dan model give way dan stop way yang diterapkan di Negara

barat yang berdasarkan pendekatan gap acceptance seperti dalam

perhitungan dalam American HCM 2000, tidak dapat diterapkan dengan

baik.

8. Tingkat Pelayanan Indikator Tingkat Pelayanan (ITP)

Pada suatu ruas jalan menunjukkan kondisi secara keseluruhan ruas jalan

tersebut. Tingkat pelayanan ditentukan berdasarkan nilai kuantitatif

seperti kecepatan perjalanan dan faktor lain yang ditentukan berdasarkan

nilai kuantitatif seperti kebebasan pengemudi dalam memilih kecepatan,

derajat hambatan lalu lintas, serta kenyamanan.

11
2.2 Landasan Teori

1. Klasifikasi Jalan Berdasarkan fungsinya menurut Orglesby (1999)

jalan dapat dikalsifikasikan sebagai berikut:

a) Jalan arteri merupakan jalan umum yang berfungsi melayani

angkutan utama dengan ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-

rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdaya guna.

b) Jalan kolektor merupakan jalan umum yang berfungsi melayani

angkutan pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak

sedang kecepatan ratarata sedang, dan jumlah jalan masuk

dibatasi.

c) Jalan lokal merupakan jalan umum yang berfungsi melayani

angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan

rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

d) Jalan lingkungan merupakan jalan umum yang berfungsi melayani

angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan

kecepatan rata-rata rendah.

Selain itu berdasarkan status jalan maka jalan dapat diklasifikasi sebagai

berikut

a) Jalan nasional merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam

sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota

propinsi, dan jalan strategis nasional, serta jalan tol.

12
b) Jalan propinsi merupakan jalan kolektor dalam sistem jaringan

jalan primer yang menghubungkan ibukota propinsi dengan

ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota, dan

jalan strategis provinsi.

c) Jalan kabupaten merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan

primer yang tidak termasuk pada jalan nasional dan propinsi yang

menghubungkan ibukota kabupaten dan ibukota kecamatan, antar

ibukota kecamatan, dengan pusat kegiatan lokal.

d) Jalan kota adalah jalan umum dalam sistem jaringan jalan

sekunder yang menghubungkan antarpusat pelayanan dalam kota,

menghubungkan pusat pelayanan dengan persil, menghubungkan

antarpersil, serta menghubungkan antarpusat permukiman yang

berada di dalam kota.

e) Jalan desa merupakan jalan umum yang menghubungkan kawasan

dan atau antar permukiman dalam desa, serta jalan lingkungan.

2. Karakteristik Jalan Karakteristik suatu jalan akan mempengaruhi

kinerja jalan tersebut. Karakteristik jalan tersebut terdiri atas beberapa

hal, yaitu :

1) Geometrik; tipe jalan, lebar jalur lalu lintas, kerb, bahu, median,

alinyemen jalan.

2) Komposisi arus dan pemisahan arah; volume lalu lintas

dipengaruhi komposisi arus lalu lintas, setiap kendaraan yang ada

harus dikonversikan menjadi suatu kendaraan standar.

3) Pengaturan lalu lintas, batas kecepatan jarang diberlakukan

13
didaerah perkotaan Indonesia, dan karenanya hanya sedikit

berpengaruh pada kecepatan arus bebas.

4) Hambatan samping; banyaknya kegiatan samping jalan di

Indonesia sering menimbulkan konflik, hingga menghambat arus

lalu lintas.

5) Perilaku pengemudi dan populasi kendaraan; manusia sebagai

pengemudi kendaraan merupakan bagian dari arus lalu lintas yaitu

sebagai pemakai jalan. Faktor psikologis, fisik pengemudi sangat

berpengaruh dalam menghadapi situasi arus lalu lintas yang

dihadapi.

Geometrik suatu jalan terdiri dari beberapa unsur fisik dari jalan sebagai

berikut:

a) Tipe jalan; berbagai tipe jalan akan menunjukan kinerja berbeda

pada pembebanan lalu-lintas tertentu, misalnya jalan terbagi, jalan

tak terbagi, dan jalan satu arah. - Jalan dua-lajur dua-arah tak

terbagi (2/2 UD) - Jalan empat-lajur dua-arah tak terbagi (4/2 UD)

- Jalan empat- lajur dua-arah terbagi (4/2 D) - Jalan enam-lajur

dua arah terbagi (6/2D) - Jalan satu hingga 3-lajur satu arah (1-

3/1) di mana: UD adalah Undivided (tak terbagi) D adalah Divided

(terbagi)

b) Lebar jalur; kecepatan arus bebas dan kapasitas meningkat dengan

pertambahan lebar jalur lalu-lintas.

c) Bahu/Kerb; kecepatan dan kapasitas jalan akan meningkat bila

lebar bahu semakin lebar. Kereb sangat berpengaruh terhadap

14
dampak hambatan samping jalan.

d) Hambatan samping sangat mempengaruhi lalu lintas. Faktor-faktor

yang mempengaruhi hambatan samping adalah: − Pejalan kaki

atau menyeberang sepanjang segmen jalan. − Kendaraan berhenti

dan parkir.

e) Kendaraan bermotor yang masuk dan keluar ke/dari lahan samping

jalan dan jalan sisi. − Kendaraan yang bergerak lambat, yaitu

sepeda, becak, delman, pedati, traktor, dan sebagainya.

3. Karakteristik Lalu Lintas Ada tiga karakteristik dalam teori arus lalu

lintas yang saling terkait yaitu kecepatan, kepadatan dan [Link]

lalu lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati satu titik tetap pada

jalan dalam satuan waktu. Arus lalu lintas biasanya dihitung dalam

kendaraan/hari atau kendaraan/jam. Arus lalu lintas dapat dinyatakan

dalam periode waktu yang lain.

h q = 1 …………………………………………(1)

Keterangan:

q = arus lalu lintas ( smp/jam )

h = waktu antara rata-rata (time headway) (detik).

15
4. Kecepatan Arus Bebas Kecepatan arus bebas (FV) didefnisikan

sebagai kecepatan pada tingkat arus nol, yaitu kecepatan yang akan

dipilih pengemudi jika mengendarai kendaraan bermotor tanpa

dipengaruhi oleh kendaraan bermotor lain di jalan. Dalam MKJI

(1997) kecepatan arus bebas kendaraan ringan (FV) dinyatakan

dengan persamaan:

w sf cs Fv (Fv Fv ) x FFv x FFv = 0 .................................................(2)

Keterangan:

FV = Kecepatan arus bebas kendaraan ringan (km/jam)

Fvo = Kecepatan arus bebas dasar kendaraan ringan (km/jam)

FVw = Penyesuaian lebar jalur lalu-lintas efektif (km/jam)

FFVsf = Faktor penyesuaian kondisi hambatan samping

FFVcs = Faktor penyesuaian ukuran kota.

5. Kapasitas Jalan Perkotaan Kapasitas dalam Manual Kapasitas Jalan

Indonesia (MKJI 1997) didefinisikan sebagai arus maksimum yang

melewati suatu titik pada jalan bebas hambatan yang dapat

dipertahankan per satuan jam dalam kondisi yang berlaku. Untuk jalan

bebas hambatan tak terbagi, kapasitas adalah arus maksimum duaarah

(kombinasi kedua arah), untuk jalan bebas hambatan terbagi kapasitas

adalah arus maksimum perlajur. Rumus kapasitas jalan raya di wilayah

perkotaan ditunjukkan berikut ini:

16
cw csp csf Fccs C C x F x F x F x = 0 ……………….…………………..(3)

Keterangan:

C = Kapasitas (smp/jam)

Co = Kapasitas dasar (smp/jam), biasanya digunakan angka 2300

smp/jam.

Fcw = Faktor penyesuaian lebar jalan

Fcsp = Faktor penyesuaian pemisahan arah

Fcsf = Faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan/kerb

Fccs = Faktor penyesuaian ukuran kota

6. Derajat Kejenuhan Derajat kejenuhan (DS) didefinisikan sebagai rasio

arus jalan terhadap kapasitas, yang digunakan sebagai faktor utama

dalam penentuan tingkat kinerja simpang dan segmen jalan. Nilai DS

menunjukkan apakah segmen jalan tersebut mempunyai masalah

kapasitas atau tidak. Persamaan dasar untuk menentukan derajat

kejenuhan adalah sebagai berikut:

C Q DS = ………………………………………………. (4)

Keterangan :

DS = Derajat kejenuhan

Q = Arus lalu lintas (smp/jam)

C = Kapasitas (smp/jam).

17
7. Tingkat Pelayanan Jalan Tingkat pelayanan jalan dapat ditentukan dari

nilai volume, kapasitas dan kecepatan. Pada suatu keadaan dengan

volume lalu lintas yang rendah, pengemudi akan merasa lebih nyaman

mengendarai kendaraan dibandingkan jika dia berada pada daerah

tersebut dengan volume lalu lintas yang lebih besar. Ukuran

efektivitas tingkat pelayanan jalan atau level of service (LOS)

dibedakan menjadi enam kelas, yaitu dari A untuk tingkat paling baik

sampai dengan tingkat F untuk.

18
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Gambaran Umum Lokasi Studi

Lokasi studi dilakukan di Jl. Rumah Sakit Kelurahan Ciamis. Kec.

Ciamis Kab. Ciamis

Terdapat 2 jalur dengan 2 lajur Jl. Rumah Sakit Kelurahan Ciamis

dapat dilalui semua jenis kendaraan kecuali kendaraan berat yang

mengangkut barang seperti container, dum truck, tronton , dll. Selain

dari itu semua kendaraan diizinkan seperti mobil penumpang,

kendaraan sepeda motor dan kendaraan tidak bermotor dengan arah

pergerakan menuju arah simpang Graha sampai Rumah Sakit. Jadwal

waktu pelaksanaan Survey dilaksanakan pada Tanggal 22 Oktober

2017 pukul 16.00 s/d 17.00 WIB.

19
3.2 Metode Pengambilan Data

Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh dari survey langsung di

lokasi ( Ruas Jalan Rumah Sakit),

1. Data-data primer tersebut berupa data geometrik jalan, dan kondisi

volume lalu lintas antara lain :

a) Data Geometrik Jalan

b) Data Volume Lalu Lintas

c) Survey Perhitungan Lalu Lintas Setiap Jenis Kendaraan

(Traffic Counting/TC).

d) Data Hambatan Samping

e) Data Kecepatan

2. Data Sekunder Data sekunder merupakan gambaran umum

tentang hal-hal yang berkaitan dengan objek dari penelitian. Data

sekunder ini diperoleh dari instansi ataupun kantor yang terkait,

dalam hal ini yaitu :

a) Data Jumlah Penduduk

b) Denah Lokasi Penelitian

20
3.3 Metode Analisa Data

Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mendapatkan

performa dari ruas jalan dalam melayani lalu lintas yang ada, meliputi :

Analisis kinerja ruas jalan, meliputi :

a) Kecepatan Arus Bebas

b) Kapasitas Jalan

c) Derajat Kejenuhan

d) Kecepatan Tempuh

Adapun Rumus – rumus yang digunakan dalam perhitungan adalah sebagai

berikut :

a) Kecepatan Arus Bebas

FV = (FV0 + FVw) x FFVsf x FFVcs

b) Kapasitas Jalan Dalam MKJI (1997), kapasitas ruas jalan dapat

dihitung berdasarkan persamaan berikut ini :

C = Co × FCw × FCsp × FCsf × FCcs

c) Derajat Kejenuhan Rumus umum derajat kejenuhan:

DS : Q/C

d) Kecepatan Tempuh Rumus yang digunakan dalam menghitung

waktu tempuh :

V = L / TT

21
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Presentasi Data

Pada waktu pelaksanaan survei dilakukan perhitungan pada ruas jalan

Rumah Sakit Kab. Ciamis. Pemilihan ini dilakukan dengan pemikiran

mempunyai arus lalu lintas yang cukup padat disertai dengan banyaknya

angkutan umum yang berhenti menaikan / menurunkan penumpang di

ruas jalan Rumah Sakit Kab. Ciamis.

Isi data ini meliputi :

1. Tanggal Rabu, 21 Oktober 2020

2. Provinsi Jawa Barat.

3. Kabupaten Ciamis.

4. Jumlah penduduk 657.477 jiwa.

5. Lokasi ruas jalan Rumah Sakit Kab. Ciamis.

6. Periode Waktu Analisis 21 Oktober 2020 jam puncak 16.00-17.00.

22
4.2 Perhitungan Data

Perhitungan volume kendaraan dengan menghitung nilai ekuivalensi

dikalikan dengan traffic counting yang sudah dilakukan per kelompok

kendaraan sesuai dengan hasil survei kendaraan. Untuk setiap kelompok

terdapat nilai ekuivalensi yang berbeda tergantung dari standar yang telah

ditentukan. Dan untuk mengetahui nilai ekivalensi yaitu :

HV ekivalensi =

1,3 x HV LV

ekivalensi = 1 x

LV MC ekivalensi

= 0,4 x MC

Perhitungan dari volume kendaraan dalam suatu ruas jalan sebagai berikut :

V = HV ekivalensi + LV ekivalensi + MC ekivalensi

Volume kendaraan di hitung berdasarkan seluruh kendaraan yang melewati

ruas jalan yang di amati. Pengamatan dilakukan dilakukan di jam-jam

sibuk selama 6 jam, dengan interval waktu mulai dari 08.30 – 09.30 WIB,

11.00 – 12.00 WIB, dan 15.30 – 16.30 WIB.

Hasil tersebut di hitung setiap 15 menit dan kemudian di hitung jumlah

keseluruhan kendaraan dalam 1 jam, bisa di lihat di table hasil survei

volume kendaraan.

23
Tabel. 1 Survei Volume Lalu lintas di jalan Rumah Sakit Kab. Ciamis.
Periode Jenis kendaraan
No waktu puncak kendaraan Berat ( HV ) Kendaraan Ringan ( LV ) Kendaraan bermotor (MC )
waktu
kendaraan tertinggi C-T T-C C-T T-C C-T T-C
08.30 - 08.45 6 7 18 31 73 111
08.45 - 09.00 8 9 35 32 81 97
09.00 - 09.15 5 6 21 21 94 81
1 pagi
09.15 - 09.30 5 3 19 19 131 79
jumlah 24 25 93 103 379 368
(kend/jam) 49 196 747
11.00 - 11.15 8 4 39 22 104 98
11.15 - 11.30 3 9 13 27 79 87
11.30 - 11.45 6 8 11 35 83 75
2 siang
11.45 - 12.00 7 7 26 15 72 128
jumlah 24 28 89 99 338 388
(kend/jam) 52 188 726
15.30 - 15.45 6 6 50 36 132 145
15.45 - 16.00 7 3 33 27 83 89
16.00 - 16.15 4 4 26 17 72 77
3 sore
16.15 - 16.30 5 9 32 25 108 96
jumlah 22 22 141 105 395 407
(kend/jam) 44 246 802

Tabel. 2 Perhitungan Ruas jalan Rumah Sakit Kab. Ciamis.

Jenis Kendaraan
Periode Total Volume Kendaraan
NO Kendaraan Berat kendaraan Ringan Kendaraan Bermotor
Tanggal Waktu kend/jam smp/jam kend/jam smp/jam kend/jam smp/jam kend/jam smp/jam
1 21/10/2020 08.30 -09.30 49 63,7 196 196 747 298,8 992 558,5
2 21/10/2020 11.00 - 12.00 52 67,6 188 188 726 290,4 966 546
3 21/10/2020 15.30 - 16.30 44 57,2 246 246 802 320,8 1092 624

Berdasarkan tabel, dapat diketahui volume kendaraan tertinggi di ruas jalan

Rumah Sakit terjadi pada hari Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 16.00 – 17.00

WIB yaitu sebesar 624 smp/jam.

B. Kapasitas Jalan

Kapasitas jalan adalah jumlah lalu lintas kendaraan maksimal yang dapat

ditampung pada ruas jalan selama kondisi tertentu. Untuk rumus

perhitungan dapat dilihat berikut :

24
C = Co x FCw x FCsp x FCsf x FCcs

Tabel. 3 Kapasitas Jl. Rumah Sakit Kab. Ciamis.

Co FCw FCsp FCsf FCcs C


lebar jalan faktor penyesuain arah lalu Lebar Bahu Jumlah Kapasitas
2/2 D
efektif 6 m lintas 50-50 efektif 1,5 m penduduk (smp/jam
2900 0,76 1 40 1,04 91686,4

C. Tingkat Pelayanan Jalan / Level of Service ( LOS )

Tingkat pelayanan jalan (Level of Service) adalah suatu ukuran yang

digunakan untuk mengetahui kualitas suatu ruas jalan tertentu dalam

melayani arus lalu lintas yang melewatinya. Untuk rumus perhitungan

LOS sebagai berikut :

LOS = V/C

4.3 Pembahasan

Berdasarkan hasil perhitungan volume kendaraan rata-rata tertinggi pada

hari Rabu, 21 Oktober 2020 sebesar 624 smp/jam di ruas jalan Rumah

Sakit Kab. Ciamis. Besarnya volume kendaraan rata-rata maksimum

tersebut digunakan untuk mencari tingkat pelayanan ruas jalan di jalan

Rumah Sakit Kab. Ciamis. Berdasarkan tabel, di peroleh tingkat pelayan D,

kondisi ini menunjukan arus mendekati tidak stabil dengan volume lalu

lintas sedang dan kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas,

kepadatan lalu lintas sedang namun fluktuasi volume lalu lintas dan

hambatan temporer dapat menyebabkan penurunan kecepatan yang besar,

dan pengemudi memiliki kebebasan yang sangat terbatas dalam

menjalankan kendaraan, kenyamanan rendah, tetapi kondisi ini masih dapat

25
di tolerir untuk waktu yang singkat.

Tabel. 4 Nilai LOS Jl. Rumah Sakit

Hari / Tanggal Volume Kendaraan rata-rata ( V ) Kapasitas ( C ) V/C LOS


21/10/2020 558,5 91686,4 0,0060914 D

26
BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan

Dari hasil pengamatan dan analisis perhitungan serta data yang diperoleh,

dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Dari hasil perhitungan dan analisis data untuk volume lalu lintas ruas

jalan Rumah Sakit Kab. Ciamis diambil pada saat jam puncak 16.00 –

17.00 hari Rabu yaitu 624 kend/jam.

2. Dari hasil perhitungan dan analisis data untuk tingkat pelayanan ruas

jalan Rumah Sakit Kab. Ciamis ditentukan berdasarkan derajat

kejenuhan yaitu didapat derajat kejenuhan 91686,4 maka kinerja ruas

jalan yang dievaluasi masih baik, dengan ciri-ciri arus lalu lintas masih

stabil walaupun kecepatan kendaraan sudah mulai terganggu seiring

dengan bertambahnya volume lalu lintas.

5.2 Saran

Agar kinerja jalan lebih optimal, sebaiknya gangguan sisi kiri dan kanan

jalan perlu diminimalkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk

meminimalkan gangguan di sisi jalan Rumah Sakit Kab. Ciamis adalah :

1. Membuat zebra cross untuk pejalan kaki yang menyebrang terutama

pada lokasi-lokasi dengan intensitas penyebrang yang tinggi.

2. Menyediakan tempat parkir yang representatif, agar kendaraan tidak

lagi parkir di pinggir jalan.

3. Banyaknya angkutan umum antar kota yang terparkir di bahu jalan

27
sehingga membuat arus lalu lintas menjadi terhambat, maka sarannya

yaitu memasang rambu dilarang parkir di area dekat simpangan Graha

sampai simpang jalan antara JL. Rumah Sakit dan JL. RTA. Sunarya

Kab. Ciamis. Hal ini di maksudkan agar tidak ada lagi kendaraan

khususnya kendaraan pribadi yang berhenti dan terparkir sembarang.

28
DAFTAR PUSTAKA

Hendarto, Sri. dkk. 2001. Dasar-dasar Transportasi. Penerbit ITB,

Bandung.

Morlok, Edward K. 1991. Pengantar Teknik dan Perencanaan

Transportasi. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Nasution, M. Nur, 2004. Manajemen Transportasi, Penerbit Ghalia

Indonesia, Jakarta

Tamin, Ofyar Z. 2008. Perencanaan, Pemodelan dan Rekayasa

Transportasi, Penerbit ITB, Bandung

Direktorat Jenderal Bina Marga, 1997, Manual Kapasitas Jalan Indonesia,

Departemen Pekerjaan Umum Jakarta

Morlock, E. K., 1991. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi

(terjemahan), Erlangga, Jakarta

Tamin, O.Z., 2000. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”, Penerbit

Institut Teknologi Bandung, Bandung

29
DOKUMENTASI KEGIATAN PADA HARI KERJA

30
DOKUMENTASI KEGIATAN PADA HARI LIBUR

31

Anda mungkin juga menyukai