Asuhan Keperawatan
Teoritis pada ISPA Anak
Dosen pengampu:
Ns. Imelda Pujiharti, [Link]., [Link].,
[Link]., M.H.
Disusun oleh:
Laili Rachmawati
Siti Hana Adinda Putri
Pendahuluan & Latar Belakang
Definisi ISPA Klasifikasi
Infeksi saluran ISPA bukan
pernapasan akut pneumonia, ISPA
yang menyerang dengan pneumonia
saluran napas atas berat, dan ISPA dengan
hingga alveoli, pneumonia dengan
berlangsung 14 hari. gejala batuk atau sukar
bernafas diiringi dengan
nafas cepat.
Penyebab & Penularan
Lebih dari 300 patogen (virus: rhinovirus,
RSV, influenza. Sedangkan bakteri:
pneumokokus, dsb). Menular lewat
droplet/udara.
Faktor Risiko & Dampak
Lingkungan: polusi, kepadatan,
ventilasi buruk.
Perilaku: paparan asap rokok,
tidak terapkan PHBS.
Biologis: status gizi rendah, daya
tahan menurun.
Dampak: Tinggi penularan;
penyebab morbiditas & mortalitas
pada balita.
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium Foto Rontgen
Untuk menegakkan Mendeteksi
diagnosis dan pembengkakan
memantau subglotis atau
perjalanan gambaran
penyakit. pneumonia.
Kultur
Untuk identifikasi patogen bila ada
eksudat (vokal/pitas orofaring).
Incubation Respiratory
Asymptomatic Symptoms
period 2–3 days Cough and
tachypnea
Early
Symptoms Complications
Sneeze, rhinorrhea, Pneumonia with
sore throat hypoxia risk
Gejala berkembang 2–3 hari setelah infeksi: bersin, rinorea, batuk, demam; durasi biasanya 5–7 hari, lebih lama pada anak pra-sekolah.
Penatalaksanaan
Medis & Suportif
Istirahat, hidrasi, nutrisi cukup.
Terapi suportif: dekongestan nasal,
multivitamin, fisioterapi dada.
Oksigen bila frekuensi napas
melebihi normal atau saturasi
rendah.
Antibiotik hanya jika penyebab
bakteri; jangan pemberian tanpa
resep.
Komplementer: inhalasi uap
(mis. minyak kayu putih) untuk
membantu pengeluaran sekret.
Pengkajian Keperawatan
Data Subjektif & Pemeriksaan Fisik
Riwayat
Keadaan umum,
Identitas, keluhan tanda vital, kepala,
utama (demam, mata, hidung,
pilek, batuk) mulut, thoraks
riwayat penyakit (wheezing, pola
sekarang & napas), kulit,
lampau, sosial dan ekstremitas.
lingkungan.
Pemeriksaan Perkembangan
Motorik kasar & halus,
kemampuan bahasa sesuai
usia.
Diagnosa Keperawatan Utama
Bersihan jalan napas tidak efektif
(D.0001) b.d. hipersekresi jalan napas.
Hipertermia (D.0130) b.d. proses
penyakit/inflamasi.
Risiko defisit nutrisi (D.0032) b.d.
peningkatan kebutuhan metabolik dan
penurunan intake.
Risiko infeksi (D.0142) d.d. peningkatan
paparan organisme patogen lingkungan.
Intervensi Keperawatan
Intervensi Keperawatan
Intervensi Keperawatan
Intervensi Keperawatan
Evaluasi, Kesimpulan & Saran
Evaluasi Kesimpulan
Evaluasi berdasarkan pada seberapa efektif ISPA rentan menular,
intervensi yang dilakukan keluarga, perawat dan penanganan mayoritas suportif.
lainnya. Keberhasilan lebih ditentukan oleh hasil Pencegahan lingkungan dan
pada sistem keluarga dan anggota keluarga PHBS penting untuk
(bagaimana anggota berespons) daripada mengurangi penularan.
intervensi yang diimplementasikan.
Saran
Perbaikan kualitas lingkungan, edukasi
PHBS, dan penerapan protokol
keperawatan untuk proteksi penularan
ISPA.