1.
Pengertian Deep Learning di PAUD
Dalam konteks PAUD, deep learning adalah proses belajar mendalam yang
membantu anak tidak sekadar menghafal atau meniru, tetapi benar-benar
memahami makna dari pengalaman belajar mereka.
Anak diajak untuk:
mengamati,
mencoba,
menemukan pola,
bertanya,
dan menghubungkan pengalaman dengan konsep baru.
Hakalaknsk
Pendekatan ini menekankan bahwa belajar harus bermakna,
menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan anak.
---
2. Tiga Aspek Pendekatan Deep Learning
A. Mindful Learning (Berkesadaran)
Mindful learning adalah proses belajar di mana anak hadir secara penuh
dalam aktivitas yang dilakukan.
Anak dilatih untuk fokus, peka, dan mampu merasakan apa yang terjadi
pada diri dan lingkungannya.
Contoh penerapan:
latihan bernapas sederhana,
mendengarkan suara-suara di sekitar,
gerakan tubuh perlahan sambil menyadari sensasi yang muncul.
Pendekatan ini membantu anak lebih tenang, fokus, dan siap untuk
belajar.
---
B. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Meaningful learning terjadi ketika informasi baru diintegrasikan dengan
pengetahuan dan pengalaman yang sudah dimiliki anak.
Contoh kegiatan:
Mencampur warna → anak menghubungkan warna dasar dan warna baru
yang terbentuk.
Bermain jual-beli mini → anak tidak hanya menyebut angka, tetapi paham
makna jumlah, nilai, dan transaksi.
Di sini anak membangun pemahaman yang kuat melalui pengalaman
nyata.
---
C. Joyful Learning (Belajar yang Menyenangkan)
Joyful learning memastikan anak belajar dalam suasana yang senang,
aman, dan penuh antusias.
Contoh kegiatan:
bernyanyi sambil belajar huruf,
permainan peran seperti mini market, kantor pos, atau dokter-dokteran.
Kegiatan yang menyenangkan membuat anak lebih terlibat dan
termotivasi untuk belajar.
---
3. Prinsip Holistik dalam Deep Learning PAUD
Dalam Kurikulum Merdeka PAUD 2025, pembelajaran dilaksanakan secara
holistik.
Artinya anak dipandang sebagai individu yang utuh.
Pembelajaran bukan hanya menumbuhkan kognitif, tetapi juga:
sosial–emosional,
bahasa,
moral dan karakter,
kreativitas,
serta perkembangan fisik dan motorik.
Contoh kegiatan holistik:
Proyek menanam tanaman obat
→ anak belajar sains, kerja sama, tanggung jawab, kosakata baru, dan
motorik halus sekaligus.
Kegiatan seperti ini membuat anak belajar melalui pikiran, rasa, hati, dan
tubuh secara terpadu.
---
4. Manfaat Deep Learning bagi Anak Usia Dini
Pertama, anak memahami pengalaman secara mendalam.
Mereka belajar bertanya, menganalisis, dan menemukan makna dari
aktivitas sehari-hari.
Kedua, kreativitas, kemampuan sosial, dan karakter berkembang.
Dalam satu fungsi kegiatan, anak dapat berkomunikasi, bekerja sama,
serta mengekspresikan ide kreatif.
Ketiga, deep learning selaras dengan teori experiential learning Kolb:
anak mengalami → memahami → menerapkan → merefleksi.
Proses inilah yang membangun pemahaman yang benar-benar bertahan
lama.
Keempat, deep learning sangat cocok dengan karakter PAUD yang
berbasis bermain dan eksplorasi.
Melalui kegiatan proyek, eksperimen sederhana, permainan peran, dan
aktivitas sensori, anak belajar secara utuh dan bermakna
Dengan pendekatan deep learning, pembelajaran di PAUD menjadi:
lebih bermakna,
lebih menyenangkan,
lebih sesuai tahap perkembangan,
dan membentuk anak sebagai pembelajar yang aktif, kreatif, serta
reflektif.
Inilah esensi Kurikulum Merdeka PAUD 2025:
memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh secara optimal sebagai
individu yang utuh.