0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan3 halaman

Deep Learning

Diunggah oleh

ani854871
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan3 halaman

Deep Learning

Diunggah oleh

ani854871
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Deep learning dalam PAUD adalah proses belajar mendalam yang

mendorong anak usia dini untuk memahami suatu konsep secara lebih
bermakna, bukan sekadar menghafal atau meniru. Pembelajaran ini
menekankan pada kemampuan anak untuk menghubungkan pengalaman,
menemukan pola, bertanya, mencoba, dan menginterpretasikan makna
dari aktivitas yang mereka lakukan.

pendekatan pembelajaran ini ada 3 aspek yaitu.

1. mindful ( berkesadaran)

Mindful learning dalam PAUD adalah proses belajar yang menekankan


kesadaran penuh anak saat beraktivitas, sehingga mereka dapat melihat,
merasakan, dan memahami sesuatu dengan lebih fokus dan reflektif.

Penerapan mindful learning di PAUD dapat Berfokus pada kegiatan


sederhana yang melatih kesadaran anak terhadap diri sendiri Dan
lingkungannya. Contohnya, kegiatan bernapas dengan perut,
mendengarkan Suara di sekitar, atau melakukan gerakan tubuh
sederhana dengan penuh kesadaran

2. Meaningful learning (pembelajaran bermakna) adalah proses belajar


ini di mana informasi baru disusun dan dikaitkan.

Contoh

....belajar warna melalui kegiatan mencampur cat → anak


menghubungkan warna dasar dengan warna baru yang terbentuk.

....Belajar angka sambil bermain jual-bel i mini → anak memahami konsep


jumlah, bukan hanya menyebut [Link] dengan pengalaman, konsep,
atau pengetahuan lama yang sudah dimiliki anak.

3. Joyful learning adalah pendekatan pembelajaran yang membuat


proses belajar berlangsung dengan rasa senang, antusias, dan penuh
keterlibatan sehingga anak merasa nyaman, aman, dan termotivasi untuk
belajar.

Contoh. Bernyanyi sambil belajar huruf (A…B…C dengan gerakan)

Permainan peran seperti “mini market”, “dokter-dokteran”, atau “kantor


pos”

B. Pada pendekatan Deep Learning di PAUD, kita menggunakan prinsip


holistik. Artinya, anak dipandang sebagai individu yang utuh, sehingga
pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif saja, tetapi juga
mengembangkan emosi, sosial, nilai, kreativitas, serta kemampuan
fisiknya secara bersamaan.

Melalui kegiatan bermain, eksplorasi, dan pengalaman langsung, anak


belajar menggunakan pikiran, hati, rasa, dan tubuh secara terpadu.
Misalnya dalam proyek sederhana seperti menanam tanaman obat, anak
belajar sains, kerja sama, bahasa, tanggung jawab, dan motorik sekaligus.

Dengan prinsip holistik ini, pembelajaran menjadi lebih bermakna,


menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, sehingga
mereka mampu memahami dan merefleksikan pengalaman secara
mendalam.”

Manfaat

“Pada bagian ini, kita melihat beberapa manfaat penerapan Deep


Learning bagi anak usia dini.

Pertama, deep learning menantang anak untuk memahami masalah nyata


secara lebih mendalam. Anak tidak hanya melihat permukaan suatu
kegiatan, tetapi belajar bertanya, mengamati, dan menarik makna dari
pengalaman mereka.

Kedua, pendekatan ini juga mengembangkan kreativitas, kemampuan


sosial, nilai-nilai karakter, serta keterampilan berpikir kritis. Dalam satu
kegiatan, anak dapat belajar berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus
mengekspresikan ide kreatifnya.

Ketiga, deep learning selaras dengan teori experiential learning dari Kolb.
Anak belajar melalui siklus mengalami, memahami, mengaplikasikan, dan
merefleksi. Proses ini membantu anak membangun pengetahuan yang
benar-benar bermakna.

Keempat, deep learning disesuaikan dengan tahapan usia. Di PAUD,


fokusnya adalah eksplorasi berbasis bermain. Kegiatan seperti proyek
menanam tanaman obat merupakan contoh bagaimana anak bisa belajar
sains, motorik, sosial, dan nilai tanggung jawab secara terpadu.

Dengan cara ini, deep learning tidak hanya menguatkan kompetensi,


tetapi juga membentuk anak menjadi pembelajar yang aktif, reflektif, dan
kreatif.”

Anda mungkin juga menyukai