CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Sekolah : ................................................
Nama Penyusun : ................................................
NIP : ................................................
Mata pelajaran : Sosiologi
Fase F, Kelas / Semester : XII (Dua Belas) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : SOSIOLOGI
(Keputusan BSKAP NOMOR 046/H/KR/2025)
A. Rasional
Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman ras, suku bangsa, agama, bahasa,
dan tradisi. Keberagaman merupakan ciri dari masyarakat multikultural. Masyarakat
multikultural adalah masyarakat yang mengedepankan kesetaraan dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman bangsa Indonesia merupakan potensi yang dapat
digunakan untuk mendorong kemajuan dan pembangunan. Semangat kesetaraan dalam
perbedaan menjadi pondasi terpenting dalam hidup berbangsa dan bernegara. Namun, jika
perbedaan tersebut tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan potensi konflik
sosial. Dinamika konflik sosial yang terjadi menjadi keprihatinan yang mendalam.
Fenomena tersebut membawa perubahan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Hal
tersebut, jika tidak diantisipasi, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Kemajuan teknologi mengubah dunia dengan cepat. Situasi sosial memasuki episode
masyarakat digital dengan berbagai keunikan dan karakteristiknya. Terbentuknya
masyarakat digital menjadi sebuah tantangan kajian sosial dan budaya karena berdampak
pada perubahan sosial budaya dan interaksi sosial. Realitas nyata berubah menjadi realitas
maya. Demikianpula dalam interaksi sosial juga mengalami perubahan. Interaksi sosial
melewati batas ruang dan waktu yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi. Pada
Era digital, beberapa pekerjaan manusia akan digantikan oleh robot, mesin, dan
kecerdasan artifisial. Namun, di sisi lain, hal tersebut membuka inovasi baru dalam
bidang digital. Untuk itu, pendidikan akan diarahkan pada kemampuan soft skill berupa
sikap kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan kemampuan komunikasi serta kolaborasi. Hal ini
diperlukan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan warga negara yang
lebih baik di tengah arus globalisasi dan kemajemukan masyarakat Indonesia.
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat dengan segala
kompleksitasnya dan hal-hal yang membentuknya, interaksi sosial dan akibat yang
ditimbulkannya, serta perilaku manusia secara kolektif. Seiring waktu, berbagai
perubahan mengakibatkan adanya dinamika interaksi sosial. Dinamika dalam berinteraksi
sosial memungkinkan munculnya berbagai realitas baru dan beragam gejala sosial-budaya
yang terjadi dalam masyarakat. Di tengah dinamika sosial yang terus berubah sangat
penting bagi murid untuk mengenal identitas diri dan lingkungan sosialnya sehingga
dapat menyikapi permasalahan dan perubahan sosial yang timbul di masyarakat secara
adaptif dan solutif. Dalam konteks interaksi dengan dinamika kehidupan sosial yang terus
berubah, etika sosial berperan penting. Etika sosial dapat dapat menjadi panduan nilai
hidup yang dapat mencegah dan atau meminimalisir terjadinya konflik, sehingga etika
sosial mampu membuat tatanan menjadi teratur bagi masyarakat dalam berbangsa dan
bernegara.
Mata pelajaran Sosiologi dengan pembelajaran yang berpusat pada murid dan
menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam berupaya membekali murid dengan
kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan bermasyarakat dan berbudaya di tengah arus
perubahan dan globalisasi. Sehingga murid memenuhi dimensi profil lulusan yang
mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang beradab dan unggul
dalampembangunan berkelanjutan. Dimensi profil lulusan memiliki delapan profil lulusan
yaitu, (1) keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, (2) kewargaan, (3) penalaran
kritis, (4) kreativitas, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8) komunikasi.
Mata pelajaran Sosiologi di SMA memiliki karakteristik yang erat kaitannya dengan
capaian dalam dimensi profil lulusan, sehingga pendekatan pembelajaran mendalam
sangat relevan untuk menghasilkan dimensi profil lulusan, karena tidak hanya membahas
konsep sosial secara teoretis, tetapi juga mengembangkan pemahaman yang lebih
mendalam tentang kehidupan bermasyarakat. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan
Yang Maha Esa tercermin dalam refleksi terhadap nilai-nilai etika dan moral dalam
kehidupan sosial. Kewargaan diperkuat dengan pemahaman tentang keberagaman, hak
asasi manusia, dan peran individu dalam menjaga harmoni sosial.
Penalaran kritis dikembangkan melalui analisis fenomena sosial berbasis data dan studi
kasus yang mendorong siswa untuk mengevaluasi realitas dengan perspektif ilmiah.
Kreativitas muncul dalam eksplorasi solusi inovatif terhadap permasalahan sosial seperti
ketimpangan dan diskriminasi. Kolaborasi dibangun melalui diskusi kelompok dan
pembelajaran berbasis projek yang mengajarkan pentingnya kerja sama dalam
menyelesaikan masalah sosial. Kemandirian dikembangkan dengan mendorong murid
untuk melakukan riset sederhana dan berpikir secara mandiri dalam memahami fenomena
sosial. Kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam kesejahteraan sosial karena
kondisi kesehatan individu sangat mempengaruhi kapasitasnya untuk menjalani
kehidupan yang produktif, bermakna, dan bermartabat. Terakhir, komunikasi menjadi
keterampilan utama dalam Sosiologi, di mana murid belajar menyampaikan pendapat
secara logis, berbasis data, dan dengan empati dalam diskusi sosial. Pembelajaran
Sosiologi di SMA tidak hanya membentuk wawasan akademik, tetapi juga karakter murid
agar menjadi warga negara yang kritis, inklusif, dan bertanggung jawab.
B. Tujuan
Mata pelajaran Sosiologi bertujuan agar murid:
1. memiliki kesadaran identitas diri dalam hubungan dengan kelompok sosial di
lingkungan masyarakat;
2. memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial-budaya atau
konflik sosial dan kekerasan di masyarakat sebagai warga negara yang bertanggung
jawab;
3. mampu beradaptasi dengan perubahan sosial-budaya; dan
4. bekerjasama, melakukan tindakan kolektif memecahkan masalah-masalah sosial, dan
membangun kehidupan bermasyarakat.
C. Karakteristik
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, dinamika sosial,
interaksi sosial, dan segala akibat yang ditimbulkannya. Sosiologi penting untuk
dipelajari sebagai bekal pengetahuan, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan sehari-
hari. Tumbuhnya kesadaran akan identitas diri dalam hubungan dengan kelompok sosial
dalam konteks lingkungan masyarakat penting dikembangkan. Demikian pula, kepedulian
terhadap masalah-masalah sosial termasuk memahami konflik sosial dan kekerasan yang
terjadi di masyarakat. Kemampuan murid sebagaimana ditunjukkan dalam keterampilan
sosialnya dalam menjalin kerjasama, melakukan tindakan kolektif memecahkan masalah-
masalah sosial budaya, dan membangun kehidupan sosial sangat diharapkan.
Karakteristik mata pelajaran Sosiologi di tingkat SMA tidak hanya berfokus pada
pemahaman konseptual, tetapi juga pada penguatan keterampilan berpikir kritis dan
kemampuan analisis terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekitar murid. Karakteristik
kedua mata pelajaran Sosiologi, yaitu bersifat aplikatif. Sosiologi memiliki karakteristik
aplikatif, yang berarti ilmu ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari untuk memahami dan menyelesaikan berbagai masalah
sosial. Sosiologi digunakan dalam analisis sosial untuk mengkaji fenomena, seperti
kemiskinan, konflik antar kelompok, dan perubahan sosial, sertaberperan dalam
merancang kebijakan guna mengatasi ketimpangan dan diskriminasi. Selain itu, metode
penelitian empiris, seperti observasi dan wawancara menjadikan Sosiologi relevan dalam
memahami dinamika masyarakat. Penerapannya juga terlihat dalam berbagai bidang
pekerjaan, seperti advokasi sosial, kebijakan publik, dan sumber daya manusia. Sosiologi
membentuk murid agar mampu melihat keterkaitan antara individu dan struktur sosial
serta menyadari peran mereka dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan
berkeadaban.
Selain itu, karakteristik interdisipliner dalam Sosiologi memungkinkan murid mengaitkan
ilmu ini dengan bidang lain, seperti ekonomi, politik, budaya, dan teknologi sehingga
mereka memiliki perspektif yang lebih luas dalam memahami perubahan sosial.
Pendekatan ini tidak hanya membangun kepekaan sosial, tetapi juga membekali murid
dengan keterampilan komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan mengambil keputusan
yang berbasis pada data dan refleksi kritis. Dengan demikian, Sosiologi tidak hanya
menjadi mata pelajaran akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan
kompetensi sosial yang esensial bagi kehidupan bermasyarakat.
Mata pelajaran Sosiologi menekankan kemampuan murid untuk mempraktikkan
pengetahuan Sosiologi dalam merespon peristiwa kehidupan sehari-hari. Pemahaman atas
pengetahuan tersebut mewujud dalam kemampuan murid untuk berpikir kritis, analitis,
adaptif, dan kolaboratif untuk menumbuhkan kesadaran individu dan kolektif dalam
masyarakat yang beragam. Selain itu, murid juga diharapkan memiliki kepekaan dan
kepedulian terhadap masalah-masalah sosial dan budaya. Hal ini mencerminkan tanggung
jawab murid sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga negara. Apalagi perubahan
sosial dan budaya terjadi secara signifikan di seluruh sektor kehidupan masyarakat.
Perubahan tersebut, dapat dilihat dari fenomena berbagai isu dan masalah sosial-budaya
yang sedang terjadi. Fenomena tersebut antara lain, revolusi teknologi, perubahan iklim,
keadilan sosial, kesetaraan gender, dan pengaruh budaya asing. Untuk itu, diperlukan
kemampuanberpikir sosiologis untuk memahami permasalahan tersebut
.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Sosiologi adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman Pemahaman konsep dalam mata pelajaran Sosiologi meliputi
konsep definisi, prinsip, prosedur, dan mekanisme hasil dari interaksi
manusia. Pemahaman ini menekankan pada penguasaan materi
secara holistik dan kontekstual dengan mempelajari permasalahan
sosial, upaya penyelesaian masalah sosial berperspektif
pemberdayaan, konflik dan integrasi sosial, prinsip kesetaraan
dalam perbedaan sosial untuk mewujudkan masyarakat
multikultural yang terus mengalami perubahan sosial budaya di
tengah derasnya teknologi dan globalisasi. Kemampuan
pemahaman murid tidak hanya terlihat pada kemampuan
pemahaman, tetapi juga kemampuan menerapkan pemahaman
konsep dan merefleksikan fenomena yang menjadi objek kajian
Sosiologi dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Keterampilan Pembelajaran Sosiologi mendorong murid untuk memiliki
Proses kemampuan dasar dalam meneliti, mengumpulkan, menganalisis,
menyajikan, melaporkan, dan mengomunikasikan hasil
pembelajaran bermakna dan ber reflektif dengan melibatkan
kesadaran kolektif dan kesadaran intelektual yang kritis, logis,
dan solutif atas realitas sosial baik di dalam kelas maupun di luar
kelas dengan berbantuan teknologi, sehingga memungkinkan
memproduksi pengetahuan baru atas objek kajian Sosiologi.
Keterampilan proses dalam mata pelajaran Sosiologi meliputi
kegiatan
mengamati,
menanya,
mengumpulkan informasi,
mengorganisasikan,
menarik kesimpulan,
melaporkan,
mengomunikasikan, serta
merefleksikan dan merencanakan projek kolaboratif
Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program Paket C)
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Pemahaman Konsep
Menguasai sejumlah kompetensi, yakni murid mampu berpikir kritis dan kreatif;
melakukan kajian literasi atas fenomena Sosiologi, menganalisis, menyajikan,
melaporkan dan mengomunikasikan hasil kajian; mampu menunjukkan sikap
berkesadaran sebagai warga yang baik, dan menghasilkan projek inovatif atas fenomena
Sosiologi dalam bentuk digital maupun nondigital. Kompetensi tersebut terbentuk setelah
murid menganalisis berbagai permasalahan sosial, konflik, dan integrasi sosial yang
terjadi di masyarakat; dan murid juga mampu menyusun pemecahan masalah sosial dalam
perspektif pemberdayaan, menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial yang
digunakan untuk mewujudkan masyarakatmultikultural, serta menganalisis hubungan
perubahan sosial pada kelompok atau komunitas dan globalisasi..
Keterampilan Proses
Mengamati, mendokumentasikan, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, melaporkan,
dan mengomunikasikan fenomena sosial di Indonesia dan/atau dunia baik dari realitas
sosial maupun dari media digital sebagai respon atas perubahan yang disajikan secara
logis dan sistematis dengan pendekatan pembelajaran mendalam; Atas pemahaman dan
refleksi yang dilakukan, murid mampu merancang projek kolaboratif yang solutif atas
masalah sosial, konflik sosial dan kekerasan akibat perbedaan, integrasi sosial, perubahan
sosial budaya, dan hubungannya dengan globalisasi dalam pendekatan pemberdayaan;
dan hasil kerja kolaboratif dalam mengkaji objek Sosiologi murid mampu melahirkan
pengalaman bermakna dan berkesadaran kolektif dalam membangun masyarakat yang
harmonis..
Mengetahui, ..........., ......................... 20..
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
.......................................... ..........................................
NIP. ................................ NIP. ................................