ECONOMIC VALUATION
OF THE FATUMNASI
NATURAL TOURISM
AREA, latan
se ngah
or te
tim
KELOMPOK 7
SALSABILA A’ZAHRA 230310220024
ANGGOTA RESYH INDY FORTUNA 230310220035
KELOMPOK
NAUFAL HALIEM 230310220050
IQBAL SAEFULLOH 230310220053
TUJUAN PENELITIAN
TUJUAN UTAMANYA
01
Menganalisis nilai ekonomi kawasan wisata alam Fatumnasi
menggunakan metode biaya perjalanan dan surplus konsumen.
02 TUJUAN UTAMANYA
Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kunjungan
wisatawan, seperti pendapatan, biaya transportasi, jarak, konsumsi,
tiket, dan suvenir.
METODE
TRAVEL COST PARAMETER
METHOD
Untuk menilai nilai ekonomi dari objek Parameter yang digunakan
wisata berdasarkan biaya perjalanan yang meliputi:
dikeluarkan pengunjung 1. tingkat pendapatan
2. jarak tempuh
REGRESI LINEAR 3. biaya transportasi
BERGANDA 4. biaya konsumsi
Digunakan untuk mengetahui faktor- 5. tiket masuk
faktor yang mempengaruhi jumlah 6. pembelian souvenir
kunjungan wisatawan
HASIL ANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA
KUNJUNGAN WISATAWAN KE FATUMNASI
PERHITUNGAN
REGRESI LINEAR BERGANDA
REGRESI LINIER BERGANDA
NILAI F HITUNG : 10.533 > F TABEL
VARIABEL TINGKAT PENDAPATAN DAN BIAYA
TRANSPORTASI MEMILIKI PENGARUH SIGNIFIKAN
NILAI KOEFISIEN DETERMINASI : 0,819
VARIABEL INDEPENDEN MAMPU MENJELASKAN
VARIASI PERUBAHAN
HASIL
Ciri-Ciri Wisatawan
Variabel latar belakang responden meliputi usia, tingkat pendidikan formal, jenis pekerjaan, dan
tingkat pendapatan ratarata.
Usia rata-rata wisatawan adalah 38,58 ± 13,58 tahun, dengan usia minimum 18 tahun dan usia
maksimum 61 tahun. Berdasarkan distribusi usia responden, terlihat bahwa persentase tertinggi
terdapat pada rentang usia 26-35 tahun (29,09%), diikuti oleh rentang usia <= 25 tahun (23,64%),
kelompok wisatawan berusia > 55 tahun (20,00%), rentang usia 46-55 tahun (16,36%), dan
terendah pada rentang usia 36-45 tahun.
Dari segi tingkat pendidikan, persentase wisatawan didominasi oleh mereka yang memiliki gelar
sarjana atau lebih tinggi (S1, S2, dan S3) sebesar 60%, diikuti oleh mahasiswa dan setara SMA
(20%), lulusan diploma (14,55%), dan yang terendah adalah kelompok mahasiswa sebesar 5,45%.
Pekerjaan wisatawan bervariasi, dan jika dikelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan, mayoritas
adalah mereka yang bekerja di sektor swasta (47,27%), diikuti oleh mereka yang bekerja sebagai
pegawai negeri (23,64%), yang masih berstatus mahasiswa, dan mahasiswa sebanyak 16,36%,
serta mereka yang bekerja di berbagai jenis pekerjaan lain sebanyak 12,73%.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat penghasilan dominan responden berada dalam
kelompok penghasilan IDR. 5-7 juta/bulan (40,00%), diikuti oleh mereka yang memiliki pendapatan
IDR 3-5 juta/bulan (16,36%); 14,55% adalah mereka yang memiliki pendapatan < IDR 1 juta/bulan;
dan yang terendah adalah mereka yang memiliki pendapatan IDR 1-3 juta/bulan (4,54%). Secara
total, 63,64% responden memiliki tingkat pendapatan di atas IDR 5 juta/bulan, dan
sisanya36,36% adalah mereka yang memiliki pendapatan < IDR 1 juta/bulan.
HASIL
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Kunjungan Wisatawan
Tingkat pendapatan (X1 ) Nilai F yang dihitung dari model adalah 10.533
Biaya transportasi (X2 ) Uji t menunjukkan bahwa ada dua variabel
independen yang memiliki pengaruh signifikan (α =
Jarak ke lokasi wisata (X3 )
0,05) terhadap jumlah kunjungan ke Fatumnasi.
Tiket dan izin penggunaan Kedua variabel tersebut adalah tingkat pendapatan
Fasilitas umum (X4 ) dan biaya transportasi.
Biaya konsumsi (X5 ) Nilai koefisien determinasi (R²) yang diperoleh adalah
Pembelian suvenir (X6 ) 0,819
HASIL
Nilai Ekonomi Objek Wisata Alam Fatumnasi
Variabel biaya perjalanan Nilai surplus konsumen : Rp. 663.630.600
BIaya terendah Rp. 50.000 Jumlah kunjungan 2020 : 1.750 orang
Biaya Tertinggi Rp. 600.000 Dengan rata-rata Nilai surplus : RP. 370.217
KESIMPULAN
Faktor tingkat pendapatan wisatawan
Nilai total surplus konsumen sebagai proxy
memiliki pengaruh yang signifikan dan ber
untuk nilai ekonomi kawasan alam Fatumnasi
tanda positif, sedangkan faktor biaya
adalah IDR. 663.630.600. Berdasarkan
perjalanan memiliki pengaruh negatif
jumlah kunjungan wisatawan sebesar 1.750.
terhadap tingkat kunjungan wisatawan. Hal
orang pada tahun 2020, nilai rata-rata
ini berarti semakin tinggi tingkat
surplus konsumen yang dapat dicapai oleh
pendapatan wisatawan, semakin besar
setiap pengunjung adalah IDR. 379.217,-.
pengaruhnya terhadap keputusan mereka
Dengan demikian, nilai kawasan wisata alam
untuk meningkatkan frekuensi kunjungan,
ini dapat terus meningkat jika dikelola secara
dan sebaliknya, peningkatan biaya
profesional, atau sebaliknya, akan kehilangan
perjalanan akan mengurangi tingkat
nilai surplus konsumen jika pengelolaannya
kunjungan ke kawasan wisata alam
gagal.
Fatumnasi.
THANK
!
You
KELOMPOK 7