0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan10 halaman

Admin, 2

Diunggah oleh

Dedek Wulan Zaki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan10 halaman

Admin, 2

Diunggah oleh

Dedek Wulan Zaki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH PEMBIASAAN PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK

TERHADAP LINGKUNGAN MASYARAKAT DI DESA


BUNGBULANG

Pendi Khoer Ependi, Evi Siti Rofiah


IAIC Tasikmalaya
pendikhoerependi@[Link]

Abstract
Habit is an educational process that takes place by accustoming
children to behaving, speaking, thinking and carrying out certain
activities according to good habits. Habit has an effect on the
individual, if he is used to doing things or behavior well then he will get
used to doing it and vice versa if he is accustomed to doing bad
behavior then he will get used to it too. But in this case enlightenment
or education needs to accompany the habituation so that it becomes
stronger and [Link], giving religious education to children is very
important. That will affect
character and personality of the child for the future. And it is also more
useful especially in the community.

Keywords :Habituation, Religious Education, Community Environment

Abstrak
Pembiasaan adalah proses pendidikan yang berlangsung dengan
jalan membiasakan anak untuk bertingkah laku, berbicara, berpikir dan
melakukan aktivias tertentu menurut kebiasaan yang baik. Pembiasaan
memiliki efek terhadap individu, jika ia sudah terbiasa melakukan hal-
hal atau perilaku dengan baik maka ia akan terbiasa melakukannya dan
sebaliknya jika ia terbiasa melakukan perilaku tidak baik maka akan
terbiasa pula. Namun dalam hal ini perlu pencerahan atau pendidikan
yang membarengi pembiasaan tersebut agar semakin kokoh dan kuat.

21
Thoriqotuna | Jurnal Pendidikan Islam

Jadi, memberikan pendidikan Agama kepada anak sangat penting. Itu


akan mempengaruhi karakter dan kepribadian anak untuk masa depan.
Dan lebih bermanfaat juga khususnya di lingkungan Masyarakat.

Kata Kunci: Pembiasaan, Pendidikan keagamaan, Lingkungan


Masyarakat.

1. PENDAHULUAN
Secara istilah, dalam KBBI Pengaruh diartikan sebagai daya
yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk
watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.1 Sedangkan menurut
Wiryanto, pengaruh adalah tokoh formal dan informal di masyarakat
yang memiliki ciri-ciri kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel
dibandingkan dengan pihak yang dipengaruhi.
Norman Barry, menyatakan bahwa pengaruh adalah suatu tipe
kekuasaan agar bertindak dengan cara tertentu, terdorong untuk
bertindak demikian, sekalipun ancama sanki yang terbuka tidak
merupakan motivasi yang mendorongnya”. Berdasarkan dari beberapa
pengertian, pengaruh merupakan sebuah dorongan dari kekuasaan suatu
pemikiran yang dapat menggantikan ciri atau keaslian sesorang yang
menimbulkan sebuah perubahan baik ataupun buruk bertahap maupun
signifikan.
Pembiasaan adalah proses pendidikan yang berlangsung dengan
jalan membiasakan anak didik untuk bertingkah laku, berbicara, berpikir
dan melakukan aktivias tertentu menurut kebiasaan yang baik.
Pembiasaan memiliki efek terhadap individu, jika ia sudah terbiasa
melakukan hal-hal atau perilaku dengan baik maka ia akan terbiasa
melakukannya, dan sebaliknya jika ia terbiasa melakukan perilaku tidak
baik maka akan terbiasa pula. Namun dalam hal ini perlu pencerahan
atau pendidikan yang membarengi pembiasaan tersebut agar semakin
kokoh dan kuat.
Agama merupakan suatu faktor terpenting dalam hidup dan
kehidupan manusia, karena Agama mampu memberikan makna, arti dan
1
Hasan Alwi, dkk, Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional Balai Pustaka, 2005), hlm.849

22
Pendi Khoer Ependi, Evi Siti Rofiah | Pengaruh Pembiasaan Pendidikan...

tujuan hidup dan kehidupan manusia itu sendiri. Sehubungan dengan


agama sangat penting dalam hidup dan kehidupan seseorang maka
penanaman nilai nilai ajaran Agama itu harus dilaksanakan sedini
mungkin.
Pendidikan Agama yang diberikan kepada anak -anak pada masa
kecil, akan bersifat menentukan bagi kehidupan Agama mereka
dikemudian hari. Apabila seorang anak sudah menerima didikan Agama
sejak kecil yang diberikan dengan sabar dan teliti oleh orang tuanya,
maka hal ini berarti bahwa anak tersebut telah dilengkapi dengan
sesuatu kekuatan rohani untuk menghadapi pengaruh-pengaruh anti
agama yang akan dijumpainya di kemudian hari. Betapa besar
malapetaka yang akan menimpa kehidupan seorang anak pada masa
pertumbuhan sampai menjadi dewasa, apabila sama sekali tidak
diberikan pelajaran agama pada masa kecilnya.
Sehubungan dengan itu Allah SWT telah mengingatkan kepada
kita sebagai mana firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 9:
َ  ‫خ ُاف ْوا َع َل ۡهۡي ۡم َف ۡل َي ت ُقُ ْوا‬
‫ٱهَّلل‬ ُ
َ ً َٰ ٗ  ّ ُ ۡ # ۡ َ ۡ ْ ُ َ َ( ۡ َ َ#  َ ۡ َ ۡ َ
‫وليخش ٱل ِذ ني لُُو رَتكُ وا ِمن خل ِ ِهِفم ذ ِرية ِض ُعفا‬
ِ
ٗ َ ْ ُ ُ ۡ
‫َول َيقولوا ق ۡواٗل َس ِد ًيدا‬
artinya: “Dan hendaklah kamu merasa cemas bila meninggalkan
anak-anakmu dalam keadaan lemah serta khawatir atas kesejahteraan
mereka, dan bertakwalah kepada Allah, katakanlah perkataan yang
mulia”. (Q.S An-Nisa’ : 9).
Yang dimaksud dengan anak anak yang lemah dalam ayat
iniadalah anak-anak yang lemah ilmunya, lemah fisiknya, lemah
ketrampilannya, lemah ekonominya, lemah akhlaknya dan lebih
parahlagi adalah lemah imannya. Dan akibat dari kelemah ini dapat
disaksikandalam kehidupan sehari-hari begitu maraknya kriminalitas,
kezalimandan kemaksiatan seperti perampokan, pembunuhan,
perzinahan,pemerkosaan pelacuran, perjudian, penyalah gunaan
obat/narkotika,minum-minuman keras, pergaulan bebas, prostitusi,
penggugurankandungan, timbulnya generasi yang menyia-nyiakan
sholat dan jauh dari Agama, semuanya itu karena lemahnya anak-anak
kita. Oleh karena itu pendidikan Agama sejak masa kanak –kanak
sangat penting, jangan sampai orang tua melalaikan pendidikan

23
Thoriqotuna | Jurnal Pendidikan Islam

anaknya. Kabanyakan anak jatuh dalam kerusakan disebabkan


kesalahan orangtuanya yang tidak atau kurang memberikan perhatian
untuk mendidik anaknya dengan ajaran-ajaran Agama semenjak kecil,
sehingga anak tidakdapat memberikan manfaat kepada diri sendiri,
keluarga dan masyarakat. Dengan dorongan dari orang tua benar-benar
memperhatikan masalah pendidikan anak terutama pendidikan Agama
kepada anak-anak mereka. Begitu pentingnya fungsi dan peran keluarga
dan dukungan dari lingkungan masyarakat dalam menanamkan nilai-
nilai Agama pada anak, maka dalam artikel ini penulis mencoba untuk
mengangkat masalah tentang pengaruh pembiasaan pendidikan Agama
pada anak terhadap lingkungan masyarakat.

2. METODE
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
deskriptif fenomenologi dengan lokasi penelitian di Desa Bungbulang
kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut. Subyek penelitian dalam
penelitian ini adalah Pengaruh Pembiasaan Pendidikan Agama Pada
Anak Terhadap Lingkungan Masyarakat Di Desa Bungbulang. Sebagai
penambah informasi untuk melengkapi data yang diperlukan, maka
digali informasi dari informan yang terdiri dari Anak-anak, Orang tua
dan Masyarakat. Pengumpulan data dan informasi dalam penelitian ini
menggunakan teknik wawancara, observasi dan [Link]
data melalui tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan.

Kajian Literatur Penelitian


Manusia lahir ke dunia ini dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatu. Kemudian Alloh SWT memberikan potensi berupa
pendengaran, penglihatan dan hati supaya manusia memperoleh
pengetahuan. ُ َ
‫ٱلسُُُ ۡم َع‬ ُ ُ ‫ون َشُُُ ۡٔٗيا َو َج َعُُُ َل َل‬
 ‫مُك‬ َ ُ َ ۡ َ َ ۡ ُ َٰ  ُ ُ ۡ ُ َ
ِ ُُُ‫ٱهَّلل ُأخُُُ َر َ َج ٔمُك ِّم ۢن ُبط‬
ُُُ‫ون ُأهَّم ِتمُك اٗل تعمَل‬ ‫و‬
َ ُ ُ ۡ َ ۡ ُ  َ َ َ َ ۡ J ۡ َ َ َٰ ۡ َ J ۡ َ
‫وٱاٗلبرَٰص وٱاٗل ِفدة لعلمُك تشكرون‬
Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam
keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

24
Pendi Khoer Ependi, Evi Siti Rofiah | Pengaruh Pembiasaan Pendidikan...

Dengan potensi yang diberikan Alloh SWT maka manusia


mampu mengetahui sesuatu. Mengetahui tugas dan kewajibannya.
Selanjutnya dengan potensi itu pula manusia diwajibkan untuk terus
menuntut ilmu melalui pendidikan.
Kata pendidikan sudah tidak asing lagi didengar ditelinga kita,
karena semua manusia yang hidup pasti membutuhkan pendidikan, agar
tujuan hidupnya tercapai dan dapat menghilangkan kebodohan. Menurut
Prof. H. Mahmud Yunus pendidikan ialah suatu usaha yang dengan
sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang
bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak
sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan
cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang
bahagia dan apa yang dilakukanya dapat bermanfaat bagi dirinya
sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan Agamanya.
Madrasah Diniyah adalah salah satu lembaga pendidikan
keagamaan pada jalur luar sekolah yang diharapkan mampu secara terus
menerus memberikan pendidikan Agama Islam kepada anak didik yang
tidak terpenuhi pada jalur sekolah yang diberikan melalui sistem
klasikal serta menerapkan jenjang pendidikan yaitu: Madrasah Diniyah
Takmiliyah.
Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dan Peraturan
Pemerintah, Madrasah Diniyah adalah bagian terpadu dari pendidikan
nasional untuk memenuhi Permintaan masyarakat tentang pendidikan
Agama. Madrasah Diniyah termasuk ke dalam pendidikan yang
dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam
penguasaan terhadap pengetahuan Agama Islam. UU No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang ditindaklanjuti dengan
disyahkannya PP No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan Agama dan
keagamaan memang menjadi babak baru bagi dunia pendidikan Agama
dan keagamaan di Indonesia. Karena itu berarti negara telah menyadari
keanekaragaman model dan bentuk pendidikan yang ada di Indonesia.
Keberadaan peraturan perundangan tersebut telah menjadi ”tongkat
penopang” bagi madrasah diniyah yang sedang mengalami krisis
identitas. Karena selama ini, penyelenggaraan pendidikan diniyah ini
tidak banyak diketahui bagaimana pola pengelolaannya. Tapi

25
Thoriqotuna | Jurnal Pendidikan Islam

karakteristiknya yang khas menjadikan pendidikan ini layak untuk


dimunculkan dan dipertahankan eksistensinya. Sebagian Madrasah
Diniyah khususnya yang didirikan oleh organisasi-organisasi Islam,
memakai nama Sekolah Islam, Islamic School, Norma Islam dan
sebagainya. Setelah Dalam perkembangannya, Madrasah Diniyah yang
didalamnya terdapat sejumlah mata pelajaran umum disebut Madrasah
lbtidaiyah. Sedangkan Madrasah Diniyah khusus untuk pelajaran
Agama. Seiring dengan munculnya ide-ide pembaruan pendidikan
Agama, Madrasah Diniyah pun ikut serta melakukan pembaharuan dari
dalam. Beberapa organisasi penyelenggaraan Madrasah Diniyah
melakukan modifikasi kurikulum yang dikeluarkan Departemen Agama,
namun disesuaikan dengan kondisi lingkungannya, sedangkan sebagian
Madrasah Diniyah menggunakan kurikulum sendiri menurut
kemampuan dan persepsinya masing-masing.
Indonesia merdeka dan berdiri Departemen Agama yang tugas
utamanya mengurusi pelayanan keagamaan termasuk pembinaan
lembaga-lembaga pendidikan agama, maka penyelenggaraan Madrasah
Diniyah mendapat bimbingan dan bantuan Departemen Agama.
Disamping itu semua sangat diperlukan motivasi yang kuat dari
berbagai pihak, karena motivasi sangatlah berpengaruh bagi berbagai
kegiatan.

3. TEMUAN DAN PEMBAHASAN


Pengaruh Pembiasaan Pendidikan Agama Pada Anak Terhadap
Lingkungan Masyarakat Di Desa Bungbulang
1. Kehidupan Sosial
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu tokoh
masyarakat yang ada di Desa bungbulang, mengenai pembiasaan
pendidikan Agama pada anak yaitu perlu adanya sorotan yang utama
dan motivasi yang kuat terhadap masyarakat sekitar umumnya, dan
khususnya dari orang tua anak tersebut dalam kepentingan pendidikan
keagamaan. Menurut pendapat beliau sebagian masyarakat masih
menganggap bahwa pendidikan keagamaan adalah suatu yang sepele
dan tidaklah penting, namun sebaliknya pada saat ini pendidikan adalah
hal yang sangat penting bagi masyarakat khususnya dalam bidang

26
Pendi Khoer Ependi, Evi Siti Rofiah | Pengaruh Pembiasaan Pendidikan...

keagamaan. Dan banyak sekali manfaatnya yang terasa untuk anak-anak


apabila di biasakan belajar pendidikan agama sejak dini. Sebagai contoh
MDT Mesjid Babussalam, Mujahidin dan Al Islah Garut anak-anak
sudah dibiasakan belajar Agama dari guru atau ulama setempat yang
berada di desa Bungbulang. Antusiasnya ketika ada kami Khususnya
KKNT dari Cipasung, MDT tersebut terlihat kondusif, karena dorongan,
support, perhatian dan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan
keagamaan.
2. Perkembangan Agama Pada Masa Anak
Rasa keagamaan yang dimiliki oleh anak-anak mengalami adanya
perkembangan seiring dengan terjadinya perkembangan pada diri
mereka secara menyeluruh. Manusia sebagai satu kesatuan, maka satu
bagian tidak akan bisa dipisahkan dengan bagian yang lainnya.
Perkembangan manusia bukan merupakan proses yang berdiri sendiri
terlepas dari bagian yang lain, tetapi merupakan rentetan yang tidak
putus dan saling terkait dalam satu mekaniske saling mempengaruhi.
Sehubungan dengan perkembangan agama pada anak-anak. Menurut
Prof. Dr. Zakiah Darajat, perkembangan Agama pada anak sangat
ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya, terutama
pada masa pertumbuhan. Seorang anak yang pada masa anak itu tidak
mendapat didikan Agama dan tidak pula mempunyai pengalaman
keagamaan, maka ia nanti setelah dewasa akan cenderung kepada sikap
negatif terhadap Agama. Dari pernyataan Prof. Dr. Zakiah darajat
tersebut dapat dipahami bahwa perkembangan Agama seseorang itu
sangat dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman dan latihan-latihan
yang dilaluinya pada masa kecilnya dahulu. Seorang anak yang pada
waktu kecilnya tidak pernah mendapatkan didikan agama, maka pada
masa dewasanya nanti anak tersebut tidak akan merasakan pentingnya
Agama dalam kehidupanya. Sebaliknya bila seorang anak yang diwaktu
kecilnya mempunyai pengalaman-pengalaman Agama, mendapatkan
didikan Agama dari orangtuanya karena orangtuanya mengetahui
Agama, lingkungan sosial dan teman-temanya juga hidup menjalankan
Agama, ditambah pula dengan pendidikan Agama secara sengaja
dirumah, sekolah dan masyarakat, maka anak tersebut pada masa
dewasanya nanti akan dengan sendirinya mempunyai kecendrungan

27
Thoriqotuna | Jurnal Pendidikan Islam

kepada hidup dalam aturan-aturan Agama. Ia terbiasa menjalankan


ibadah, senantiasa beramal sholeh, dan takut melakukan hal-hal yang
dilarang Agamanya. Sehingga ia merasakan betapa pentingnya Agama
dalam kehidupanya dan dapat merasakan betapa nikmatnya hidup
beragama.
3. Peran Lingkungan
Lingkungan dalam lapangan pendidikan, yaitu segala sesuatu yang
berada di luar diri anak, dalam alam semesta [Link] lingkungan dan
manusia memiliki hubuungan timbal balik, lingkungan mempengaruhi
manuasia, manusia juga mempengaruhi lingkungan di sekitarnya.
Lingkungan tempat anak mendapatkan pendidikan di sebut dengan
lingkungan pendidikan. Untuk memperjelas pengertian tentang
lingkungan, sebaiknya tidak terlalu terkait pada kata “tempat”, batasan
lingkungan yang di maksudkan adalah pada “peranan” orang-orang
dalam lingkungan tersebut.
Pengaruh yang di terima anak dari dunia luarnya atau dari
lingkungannya, ada yang di kenakan secara sengaja seperti usaha
memimpin atau membimbing anak dan ada pula yang di peroleh anak
tanpa kesengajaan, yakni dunia luar tanpa sengaja memberikan
pendidikan. Lingkungan dapat kita jadikan sumber alat-alat pendidikan
dan faktor pendidikan, yang sangat di butuhkan pendidik demi
terlaksananya pendidikan.
4. Lingkungan Masyarakat
Masyarakat dapat di artikan sebagai suatu kelompok manuasia
yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang
sama-sama di taati dalam lingkungannya. Pendidikan kemasyarakatan
bertumpu pada landasan afeksi masyarakat. Dalam arti ini masyarakat
adalah wadah dan wahana pendidikan, medan kehidupan manusia yang
majemuk (plural: suku, agama, ekonomi dan lain sebagainya). Manusia
berada dalam multi kompleks antar hubungan dan antar aksi
masyarakat.
Pendidikan masyarakat di katakan sebagai pendidikan secara
tidak langsung. Pendidikan yang di laksanakan tidak sadar oleh
masyarakat. Dan anak didik sendiri secara sadar atau tidak mendidik
dirinya sendiri, mencari pengetahuan dan pengalaman sendiri,

28
Pendi Khoer Ependi, Evi Siti Rofiah | Pengaruh Pembiasaan Pendidikan...

mempertebal keimanan dan keyakinan sendiri akan nilai-nilai kesusilaan


dan keagamaan di dalam masyarakat.
Masyarakat yang di maksud adalah masyarakat Islam, yaitu sekelompok
orang-orang Islam yang hidup dalam satu jamaah pada suatu daerah,
contohnya Masyarakat yang berada di Desa Bungbulang Garut, yang
mengamalkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari seoptimal
mungkin. Semua kegiatan tersebut terpusat di masjid sebagai pusat
pendidikan Islam. Masjid harus merupakan manisfestasi iman dan takwa
serta dalam rangka mencari ridho Allah SWT. Anak-anak haruslah
terdidik dan melakukan berbagai aktivitas di masjid, belajar dan
bermain di sekitar masjid di bawah bimbingan dan pengawasan Ulama.

SIMPULAN
a. Pembiasaan adalah proses pendidikan yang berlangsung dengan
jalan membiasakan anak didik untuk bertingkah laku, berbicara,
berpikir dan melakukan aktivias tertentu menurut kebiasaan yang
baik. Pembiasaan memiliki efek terhadap individu, jika ia sudah
terbiasa melakukan hal-hal atau perilaku dengan baik maka ia akan
terbiasa melakukannya dan sebaliknya jika ia terbiasa melakukan
perilaku tidak baik maka akan terbiasa pula. Namun dalam hal ini
perlu pencerahan atau pendidikan yang membarengi pembiasaan
tersebut agar semakin kokoh dan kuat.
b. Ilmu pendidikan Agama begitu penting untuk diberikan kepada
anak. Karena pendidikan Agama merupakan pondasi untuk
menjadikan seorang anak tetap kokoh pada pendiriannya dan tidak
mudah goyah dengan segala perbuatan negatif yang akan dihadapi
jika dewasa kelak.
c. Lingkungan masyarakat desa bungbulang dalam upaya
meningkatkan pendidikan Agama pada anak sudah baik harus di
pertahankan dan harus di tingkatkan lagi agar bisa di contoh oleh
desa yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Hasan Alwi, dkk, 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka,

29
Thoriqotuna | Jurnal Pendidikan Islam

Pidarta, Prof. Dr. Made. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia.


Jakarta: PT Rineka Cipta.
Kuntowijoyo, 2006. Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi,
dan Etika, Yogyakarta: Tiara Wacana.
Roqib, 2009. Ilmu Pendidikan Islam: Pengembangan Pendidikan
Integratif di Sekolah,Keluarga, dan Masyarakat, Yogyakarta:
Lkis.
[Link]
%[Link]?sequence=1&isAllowed=y
[Link]
[Link]
[Link]
pustaka%281%[Link]

30

Anda mungkin juga menyukai