0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan43 halaman

Java

Diunggah oleh

Fadillah Santi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan43 halaman

Java

Diunggah oleh

Fadillah Santi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MSIM4301

Edisi 1

MODUL 01
Konsep Pemrograman
Berorientasi Objek
Dr. Heni Jusuf, [Link]., [Link].
Daftar Isi

Modul 01 1.1
Konsep Pemrograman
Berorientasi Objek

Kegiatan Belajar 1 1.5


Pengantar Pemrograman
Berorientasi Objek

Latihan 1.15
Rangkuman 1.15
Tes Formatif 1 1.16

Kegiatan Belajar 2 1.19


Instalasi Program Java

Latihan 1.37
Rangkuman 1.37
Tes Formatif 2 1.38

Kunci Jawaban Tes Formatif 1.41


Glosarium 1.42
Daftar Pustaka 1.43
MSIM4301 Modul 01 1.3

P
emrograman Berorientasi Objek (PBO) atau Object Oriented Programming
(OOP) adalah suatu metode pemrograman yang berorientasi kepada objek.
Tujuan dari PBO/OOP diciptakan adalah untuk mempermudah pengembangan
program dengan cara mengikuti model yang telah ada dikehidupan sehari-hari. Jadi
setiap bagian dari suatu permasalahan adalah objek, sedangkan objek itu sendiri
merupakan gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil lagi. Misalkan diambil
contoh Pesawat, sebagai sebuah objek. Pesawat itu sendiri terbentuk dari beberapa
objek yang lebih kecil lagi seperti mesin, roda, baling-baling, kursi, dan lain-lain.
Pesawat sebagai objek yang terbentuk dari objek-objek yang lebih kecil saling
berhubungan, berinteraksi, berkomunikasi dan saling mengirim pesan kepada objek-
objek yang lainnya. Begitu juga dengan program, sebuah objek yang besar dibentuk dari
beberapa objek yang lebih kecil, dimana objek-objek tersebut saling berkomunikasi, dan
saling berkirim pesan kepada objek yang lain.
Pada Modul 1 ini, Anda akan dibekali dengan penjelasan tentang pentingnya
pemrograman berorientasi objek, perbedaan pemrograman prosedural dengan
pemrograman berorientasi objek, dan melakukan install program java.

Setelah mempelajari modul 1 ini, diharapkan mahasiswa dapat


1. membedakan pemrograman berorientasi objek dengan pemrograman prosedural,
2. mengidentifikasi compiler, interpreter dan editor,
3. melakukan install program java dengan benar.

Pembahasan dalam Modul 1 ini terdiri atas 2 kegiatan belajar, yaitu tentang:
1. Konsep Pemrograman Berorientasi Objek.
2. Instalasi Program Java.

Untuk itu Anda diharapkan mengikuti petunjuk belajar sebagai berikut.


1. Bacalah bagian uraian dan contoh dari setiap Kegiatan Belajar dengan baik
sampai dimengerti, dipahami, dan diterapkan.
2. Kerjakan Latihan dengan baik dan jujur, penuh kesungguhan dan tanggung
jawab.
3. Bacalah Rangkuman yang disediakan untuk memberikan ringkasan
pemahaman tentang Konsep Pemrograman Berorientasi Objek.
4. Kerjakan Tes Formatif yang disediakan untuk mengecek seberapa jauh Anda
mencapai tujuan pembelajaran setiap kegiatan belajar tanpa melihat rambu-
rambu jawaban yang tersedia.
5. Bacalah Glosarium yang disediakan untuk menyamakan persepsi tentang istilah
yang dipakai dalam Konsep Pemrograman Berorientasi Objek.
1.4 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

6. Jika Anda merasa telah menjawab Tes Formatif dengan baik dan benar,
bandingkanlah jawaban tersebut dengan kriteria yang tersedia. Apabila setelah
dihitung ternyata Anda telah mencapai tingkat penguasaan minimal 80%, Anda
dapat meneruskan ke Kegiatan Belajar Berikutnya.
MSIM4301 Modul 01 1.5

Kegiatan
Belajar

Pengantar Pemrograman
Berorientasi Objek 1
asar untuk Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) atau Object Oriented

P Programming (OOP) dimulai pada awal tahun 1960-an. Sebuah terobosan yang
melibatkan contoh dan objek telah ditemukan di MIT dengan PDP-1, dan untuk
pertama kalinya digunakan bahasa pemrograman objek yaitu Simula 67. Bahasa Simula
67 dikembangkan oleh Kristen Nygaard dan Ole-Johan Dahl dari Norwegia dan
dirancang untuk tujuan membuat simulasi..
Bahasa Simula 67 digunakan untuk simulasi exploding kapal, karena dapat
membuat sebuah grup yang berbeda pada bagian kapal ke sebuah kategori. Setiap jenis
bagian kapal akan memiliki class, dan class akan menghasilkan perilaku yang unik dan
data. Simula 67 tidak hanya bertanggung jawab untuk memperkenalkan konsep class,
tetapi juga memperkenalkan instance dari class.
Istilah Object Oriented Programming (OOP) pertama kali digunakan oleh Xerox
PARC di luar bahasa pemprograman lainnya. Istilah ini digunakan untuk merujuk
kepada proses yang menggunakan object sebagai dasar untuk penghitungan. Tim
Smalltalk yang telah terinspirasi oleh proyek Simula 67, mereka telah merancang
Smalltalk sehingga menjadi dinamis. Object dapat diubah, diciptakan, atau dihapus, dan
hal ini berbeda dengan sistem statis yang digunakan secara umum. Smalltalk juga
merupakan bahasa pemrograman yang pertama kali memperkenalkan konsep
inheritance. Inheritance adalah fitur dimana sebuah object dapat mempunyai object
turunan. Konsep inheritance menjadikan Smalltalk melebihi Simula 67 dan
pemrograman sistem analog, meskipun sistem yang canggih pada saat itu belum bisa
menggunakan konsep inheritance tersebut .
Simula 67 merupakan sistem yang memberikan inspirasi banyak bahasa
pemrograman lain, termasuk Pascal dan Lips. Pada tahun 1980-an, pemrograman
berorientasi objek telah menjadi dominan, dan faktor utama dalam hal ini yaitu C++.
PBO juga penting untuk pengembangan grafik user interface. Cocoa dengan struktur
yang ada dalam Mac OS X adalah salah satu contoh dari GUI yang dinamis yang bekerja
dengan bahasa pemrograman berorientasi object. Paradigma dari pemrograman ini juga
telah memainkan peranan penting dalam pengembangan event-driven programming.
Niklaus Wirth dan asosiasinya membuat konsep seperti modular programming
dan abstraction dan mengembangkan sistem yang menghimpun dua unsur ini. Kedua
sistem ini adalah Oberon dan Modula-2. Oberon menggunakan pendekatan yang unik
1.6 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

untuk class dan object oriented yang jauh berbeda dibandingkan C++ atau Smalltalk.
Sejak diperkenalkannya PBO, sejumlah besar bahasa pemrograman modern sekarang
menggunakan konsep ini. Beberapa di antaranya adalah Visual basic, Java, C, dan C++.
Ada beberapa masalah kompatibilitas, karena banyak bahasa pemrograman yang tidak
dirancang dengan pendekatan PBO. Pemrograman bahasa berorientasi objek yang
murni tidak memiliki banyak method yang diperlukan oleh programmer.
Untuk memecahkan masalah tersebut, sejumlah peneliti telah mencoba membuat
desain baru untuk bahasa pemrograman yang menggunakan konsep object oriented
yang masih tetap menggunakan method yang diperlukan oleh programmer. Satu contoh
dari sebuah bahasa pemrograman yang telah dicapai adalah Eiffel. Bahasa pemrograman
lain yang telah berusaha untuk memecahkan masalah ini adalah Java. Java menjadi
populer karena menggunakan virtual Machine, dan sangat mirip dengan C++ dan C.
Mesin virtual penting karena memungkinkan kode untuk dijalankan pada berbagai
platform tanpa perlu diubah. Sistem lain yang serupa adalah Microsoft NET. Banyak
pengembang sekarang memahami pentingnya PBO, dan menggunakannya dalam
pembuatan berbagai aplikasinya masing-masing. Banyak peneliti terus membuat
pengembangan dengan menggunakan pendekatan object oriented.

A. PENTINGNYA PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

Metode pemrograman dalam dunia programming terbagi atas 5 jenis, yaitu: (1)
Imperatif, (2) Terstruktur, (3) Prosedural, (4) Objek Oriented, dan (5) Fungsional.
Sebelum membahas tentang Pemrograman Berorientasi Objek akan dibahas terlebih
dahulu tentang Pemrograman Terstruktur dan Pemrograman Prosedural.
Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan
urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program. Selain
pengertian diatas, Pemrograman Terstruktur juga dapat diartikan sebagai suatu aktivitas
pemrograman dengan memperhatikan urutan langkah-langkah perintah secara
sistematis, logis, dan tersusun berdasarkan algoritma yang sederhana dan mudah
dipahami. Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah “Jika suatu proses telah sampai
pada suatu titik/langkah tertentu, maka proses selanjutnya tidak boleh mengeksekusi
langkah sebelumnya/kembali lagi ke baris sebelumnya, kecuali pada langkah – langkah
untuk proses berulang (Loop)”.
Pemrograman Terstruktur memilik sifat-sifat sebagai berikut.
1. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis.
2. Memuat algoritma yang efisien, efektif, dan sederhana.
3. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami.
4. Tidak menggunakan perintah GO-TO.
5. Biaya pengujian program relatif rendah.
6. Memiliki dokumentasi yang baik.
7. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah.
MSIM4301 Modul 01 1.7

Pemrograman Prosedural pada dasarnya adalah metode pemrograman yang


berupa baris-baris perintah yang dieksekusi secara urut mulai dari baris atas hingga
bawah. Pada model Pemrograman tradisional atau prosedural (disebut process-oriented
model) ini, semua data dan kode digabung menjadi satu bagian dalam satu program.
Untuk program – program sederhana yang hanya membutuhkan beberapa buah baris
kode, penggunaan model ini tentu tidak begitu menjadi masalah. Contoh beberapa
Bahasa pemrograman Prosedural adalah: Cobol Turbo Prolog, C, Pascal, Delphi,
Borland Delphi.

Pemrograman Prosedural memiliki kelebihan-kelebihan, yaitu:


1. memiliki algoritma pemecahan masalah yang sederhana, standar, dan efektif,
2. penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami,
3. program hanya terdiri dari 3 (tiga) struktur dasar, yaitu struktur berurutan struktur
seleksi, dan struktur perulangan,
4. memiliki dokumentasi yang baik,
5. menghindari penggunaan pernyataan GO TO, yang akan menjadikan program
tidak terstruktur dengan baik.

Sedangkan kekurangan dari Pemrogaman Prosedural adalah:


1. program cukup sulit untuk proses perawatan,
2. method yang tersedia sulit untuk diubah tanpa harus mempengaruhi method
sistem secara keseluruhan,
3. butuh usaha yang keras untuk menterjemahkan Business Models dalam
programming models,
4. mungkin dapat bekerja dengan baik pada saat terisolasi tetapi tidak pada saat
terintegrasi dengan sistem lain.

OOP (Object Oriented Programming) atau dalam bahasa indonesia dikenal


dengan Pemrograman Berorientasikan Objek (PBO) merupakan sebuah paradigma atau
metode pemrograman yang berorientasikan objek. PBO mendefinisikan semua data dan
method ke dalam beberapa class atau objek-objek agar bisa saling bekerja sama dalam
memecahkan masalah. Model data berorientasi objek memberikan lebih banyak
fleksibilitas, seperti kemudahan dalam mengubah program, dan secara luas bisa
digunakan dalam pemrograman skala besar.

Kelebihan dari metode PBO sendiri adalah sebagai berikut.


1. Maintenance program lebih mudah dan program yang dibuat dapat lebih mudah
dibaca dan dipahami. Selain itu, PBO dapat mengontrol kerumitan program
hanya dengan cara mengizinkan perincian-perincian yang dibutuhkan oleh
programmer.
1.8 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

2. Mudah dalam pengubahan program, bisa berupa penambahan atau penghapusan


fitur atau objek tertentu. Contoh pengubahan yang bisa dilakukan antara lain
penambahan dan penghapusan data di dalam suatu database.
3. Objek-objek di dalam program dapat digunakan sesering mungkin oleh
programmer untuk menyimpan objek-objek yang dirancang ke dalam sebuah
module, yang dapat disisipkan ke dalam baris kode baru. Penambahan bisa
dilakukan dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode program
utama.

Pada PBO, method dan variabel dibungkus dalam sebuah objek atau class yang
dapat saling berinteraksi, sehingga membentuk sebuah program. Variabel dalam objek
akan menyimpan data dari objek, sedangkan method akan menentukan operasinya.
untuk lebih jelasnya pada Gambar 1.1 berikut ini.

Gambar 1.1
Konsep PBO
MSIM4301 Modul 01 1.9

Contoh objek dalam dunia nyata: mobil, burung, drone, meja, pohon, dan lainnya.

Semua objek di dunia nyata yang memiliki sifat dan tingkah laku, bisa kita
representasikan dalam kode.
Kata kunci yang perlu diingat:
“Objek isinya data dan method”

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang PBO, sebaiknya kita mengetahui


terlebih dahulu istilah – istilah dalam PBO berikut ini.
a. Class, adalah kerangka dasar dari objek yang akan diciptakan, bisa berupa
struktur yang mendefinisikan data atau method dari objek. Contoh penamaan
class adalah: motor, laptop, anggota, dan lainnya.
b. Property, adalah data yang dimiliki oleh class. Contohnya pada class Motor,
memiliki property sebagai berikut.
1) Tipe.
2) Warna.
3) Produsen.
c. Method, adalah perilaku dari sebuah class. Bisa juga disebut sebagai tindakan
yang bisa dilakukan oleh suatu class.
d. Contoh method-method pada class motor, antara lain adalah sebagai berikut.
1) Start, method untuk menjalankan motor,
2) Stop, method untuk menghentikan laju motor,
3) Ganti Gigi, method untuk ganti gigi, dan
4) Turn, method untuk belok kiri atau kanan.
e. Variabel class, merupakan variabel yang dibagikan oleh semua turunan dari
class. Variabel class didefinisikan di dalam class, tapi di luar method yang ada di
dalam class tersebut.
f. Data member, merupakan variabel penyimpan data yang berhubungan dengan
class dan objek.
1.10 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

g. Overloading Method, merupakan method yang namanya sama di dalam class,


tetapi jumlah dan tipe argumennya berbeda, sehingga bisa dilakukan beberapa hal
yang berbeda.
h. Overloading Operator, merupakan pembuatan beberapa method untuk satu
operator.
i. Variabel Instansiasi, merupakan variabel yang didefinisikan di dalam suatu
method dan hanya menjadi milik dari satu class.
j. Pewarisan, merupakan pewarisan karakteristik dari sebuah class kepada class
lain yang menjadi turunannya.
k. Instansiasi, merupakan pembuatan objek dari suatu class.

PBO dikenal juga sebagai metode pemrograman modern yang lebih efisien dan
banyak digunakan pada Framework.

B. PERBEDAAN PEMROGRAMAN PROSEDURAL DENGAN


PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

Untuk membedakan antara pemrograman prosedural dan pemrograman


berorientasi objek bisa menggunakan kriteria-kriteria yang ada pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1
Perbedaan Antara Pemrograman Prosedural dengan PBO

Prosedural PBO
Diselesaikan dalam bentuk prosedur atau method Method dan data menjadi satu kesatuan
Program merupakan urut-urutan instruksi yang disebut objek
Program dipecah-pecah ke dalam subprogram Objek-objek dalam PBO bersifat aktif
yang lebih sederhana
Fokus utama pada prosedur dan method Cara pandang: program bukan
Method dan prosedur digunakan untuk merupakan urut-urutan instruksi saja,
memanipulasi data tapi diselesaikan oleh objek-objek yang
Data bersifat pasif bekerja sama untuk menyelesaikan
masalah

1. Mengidentifikasi Compiler, Interpreter dan Editor


Compiler adalah sebuah perangkat lunak (software) yang menerjemahkan kode
sumber (source code) sebuah program komputer ke dalam kode objek (object code) atau
file biner. Jadi compiler menghasilkan file baru, yaitu file objek atau file biner dari file
kode sumber. Program yang dibangun oleh compiler berjalan lebih cepat dibanding
program yang di produksi oleh interpreter, di samping itu juga bersifat independent.
Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan compiler adalah Visual Basic, Visual
Delfi, dan Pascal.
MSIM4301 Modul 01 1.11

Secara umum tahap-tahap kompilasi dapat dilihat pada Gambar 1.2, dengan
penjelasan berikut :
a. membaca source code program yang ditulis dari memori komputer,
b. mengubah source code tersebut menjadi object code (bahasa assembly).
c. menghubungkan (linked) object code dengan library yang dibutuhkan untuk
membentuk file yang bisa dieksekusi.

Gambar 1.2
Tahap Kompilasi

Adapun tahapan proses kompilasi yang dilakukan oleh compiler dapat dilihat pada
Gambar 1.3 berikut.

Gambar 1.3
Urutan Proses Compiler
1.12 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Untuk dapat menampilkan hasil, baik itu hasil yang sesuai maupun hasil yang
salah diperlukan urutan kode program yang akan dieksekusi, seperti terlihat pada
Gambar 1.4.

Gambar 1.4
Urutan Source Code ke Running Program

Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program


(yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin,
sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer. Perintah-perintah
yang dibuat oleh programmer dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika
yang terdapat di dalam kode tersebut. Interpreter akan menterjemahkan kode sumber
ke dalam kode sasaran secara langsung atau orally, kemudian translator akan
menerjemahkan kode sumber ke kode sasaran secara tertulis. Java dijalankan
menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan
source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada
platform yang berbeda-beda.
Proses pada interpreter sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler,
hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin,
yang proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.
Program dalam bahasa mesin adalah kumpulan kode biner yang merupakan instruksi
yang bisa dijalankan oleh komputer atau sering disebut sebagai kode objek.
Bahasa assembly adalah sebuah software yang terdiri dari instruksi-instruksi yang
menggantikan kode-kode biner dari bahasa mesin dengan “mnemonik” yang mudah
diingat. Misalkan sebuah instruksi penambahan dalam bahasa mesin dengan kode
“10110011” yang dalam bahasa assembly dapat dibuat dalam instruksi mnemonik ADD,
sehingga mudah diingat dibandingkan dengan angka 0 dan 1. Dalam setiap instruksi
bahasa assembly membutuhkan suatu operand, baik berupa data langsung maupun suatu
lokasi memori yang menyimpan data yang bersangkutan. Bahasa assembly sering juga
disebut kode sumber atau kode simbolik yang tidak dapat dijalankan oleh prosesor,
sedangkan assembler adalah software yang dapat menerjemahkan program bahasa
assembly ke program bahasa mesin.
MSIM4301 Modul 01 1.13

Dalam tahapan compile, terdapat Linker yaitu software yang menerjemahkan


program objek (berekstensi .obj) ke bentuk program tereksekusi (berekstensi .exe atau
.com), sedangkan untuk membuat file object ke bentuk file yang dapat dieksekusi
(berekstensi .com atau .exe) bisa digunakan file [Link].
Dalam Java terdapat editor yang digunakan untuk menuliskan source code bahasa
pemrograman Java. Editor tersebut harus mampu menyimpan file dengan ekstensi .java
yang merupakan ekstensi dari file untuk menyimpan source code bahasa pemrograman
Java. Terdapat dua kelompok editor dalam Java, yaitu Text editor dan Integrated
Development Environment (IDE).
Beberapa contoh editor yang bisa dipakai, yaitu:
a. Notepad
Notepad++ adalah salah satu enhanced Text Editor yang sangat populer di OS
Windows, lightweight, dengan dukungan plug-in yang banyak sehingga membuat
Notepad++ menjadi aplikasi Text Editor yang powerful.
b. NetBeans
NetBeans adalah IDE yang bagus. Dalam NetBeans terdapat GUI Builder yang
sudah built-in yang dikembangkan dalam Java dan kompatibel untuk berbagai
platform. Untuk mengunduh dapat mengunjungi situs resminya di
[Link]
c. Eclipse
Eclipse adalah IDE yang bagus juga open source. Eclipse dikembangkan dengan
Java yang banyak digunakan untuk kepentingan komersial dan individu, juga
kompatibel untuk berbagai platform, selain punya banyak dukungan plugin
tambahan untuk memperluas pengembangan yang dibutuhkan, juga terdapat
highlight untuk compiling error. Untuk mengunduh dapat mengunjungi situs
resminya di [Link]
d. JCreator
JCreator adalah IDE yang bagus dan mudah digunakan. Berbeda dengan
sebelumnya, IDE ini dikembangkan dalam C++ bukan dengan Java.
JCreator hanya tersedia untuk platform Windows. Untuk mengunduh dapat
mengunjungisitus resminya di [Link]
e. BlueJ
BlueJ adalah IDE yang sederhana. Banyak digunakan untuk konsep
pemrograman Java dan juga terdapat kakas UML. Untuk mengunduh dapat
mengunjungi situs resminya di [Link]

Java terbagi atas 2 bagian utama, yaitu:


1) Java Virtual Machine (JVM).
2) Java Application Programming Interface (JavaAPI).
1.14 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

SUN Microsystem sebagai pengembang software Java membagi arsitektur Java


membagi tiga bagian, yaitu:
1) Enterprise Java (J2EE) untuk aplikasi berbasis web.
2) Standard Java (J2SE), ini adalah yang biasa dikenal sebagai bahasa Java.
3) Micro Java (J2ME) merupakan subset dari J2SE dan salah satu aplikasi yang
banyak dipakai adalah untuk wireless device/mobile device.

Terdapat beberapa fitur yang disediakan oleh Java, yakni:


1) JVM
JVM adalah sebuah mesin imajiner (maya) yang bekerja dengan menyerupai
aplikasi pada sebuah mesin nyata. JVM menyediakan spesifikasi hardware dan
platform perangkat keras yang dapat meng-compile semua program Java.
Program ini dikompilasi menghasilkan satu berkas bytecode.
2) Garbage collection
Bertanggung jawab untuk mengosongkan memori. Pengosongan memori terjadi
otomatis selama masa aktif dari program java. Programmer dibebaskan dari
beban untuk mengalokasikan kembali memori itu sendiri.
3) Code security
Code Security terimplementasi pada Java melalui penggunaan Java Runtime
Environment (JRE).

Java menggunakan model pengamanan 3 lapis untuk melindungi system dari


untrusted Java Code, yang terdiri atas berikut ini.
1) Pertama, class-loader menangani pemuatan class Java ke runtime interpreter.
2) Kedua, byte code verifie rmembaca byte code sebelum dijalankan dan menjamin
byte code memenuhi aturan-aturan dasar bahasa Java.
3) Ketiga, manajemen keamanan yang menangani keamanan tingkat aplikasi
dengan mengendalikan apakah program berhak mengakses sumberdaya seperti
system file, port jaringan, proses eksternal dan system windowing.

Java SDK dan NetBeans diperlukan ketika mulai membuat program dengan
bahasa pemrograman Java. Java SDK adalah platform dasar Java yang diperlukan agar
komputer atau laptop dapat digunakan untuk mengeksekusi kode-kode program bahasa
Java, sedangkan NetBeans adalah aplikasi editor terpadu (IDE atau Integrated
Develepment Environment) yang akan banyak mempermudah dalam membuat aplikasi
karena menyediakan kontrol-kontrol visual yang penting dalam pemrograman desktop
(atau lebih dikenal sebagai pemrograman visual).
MSIM4301 Modul 01 1.15

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah


latihan berikut!

1) Jelaskan mengapa kita memerlukan konsep pemrograman berorientasi objek!

Jawab :
..............................................................................................................................
..............................................................................................................................

2) Sebutkan perbedaan pemrograman berorientasi objek dengan pemrograman


procedural.

Jawab :
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

3) Jelaskan cara kerja dari compiler!

Jawab :
............................................................................................................................
............................................................................................................................

4) Jelaskan apa yang dimaksud dengan Interpreter!

Jawab :
............................................................................................................................
............................................................................................................................

Petunjuk Jawaban Latihan

Untuk mengerjakan latihan tersebut, silakan pelajari kembali materi pada


Kegiatan Belajar 1 ini.

Istilah “object oriented programming” pertama kali digunakan oleh Xerox PARC
diluar bahasa pemprograman lainnya. Metode pemrograman dalam dunia programming
terbagi atas 5 jenis, yaitu (1) Imperatif, (2) Terstruktur, (3) Prosedural, (4) Object
1.16 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Oriented, dan (5) Fungsional. Pada model pemrograman tradisional atau prosedural
yang dikenal dengan process-oriented model, semua data dan kode digabung menjadi
satu bagian dalam satu program. Object Oriented Programming (OOP) atau
Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) adalah metode pemrograman yang
berorientasikan kepada objek, yaitu semua data dan method didefinisikan ke dalam
beberapa class atau objek-objek agar bisa saling bekerja sama dalam memecahkan
masalah.
Java adalah suatu teknologi di dunia software komputer, yang merupakan suatu
bahasa pemrograman, dan sekaligus suatu platform. Pada pemrograman Java terbagi
menjadi dua yaitu Java Virtual Machine (JVM) dan Java Application Programming
Interface (JavaAPI). Java SDK dan NetBeans diperlukan jika anda hendak mulai
membuat program dengan bahasa pemrograman Java. Java SDK adalah platform dasar
Java yang diperlukan agar komputer atau laptop dapat digunakan untuk mengeksekusi
kode-kode program bahasa Java, sedangkan NetBeans adalah aplikasi editor terpadu
atau Integrated Develepment Environment (IDE) yang akan banyak mempermudah
dalam membuat aplikasi karena menyediakan kontrol-kontrol visual yang penting
dalam pemrograman desktop (atau lebih dikenal sebagai pemrograman visual).

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) Bahasa pertama yang menggunakan konsep PBO/OOP adalah ....


A. simule
B. simula
C. simalu
D. simale

2) Istilah object oriented programming (OOP) pertama kali digunakan oleh Xerox
PARC di luar bahasa pemrograman lainnya, merujuk pada proses yang
menggunakan objek sebagai dasar ....
A. perhitungan
B. class
C. objek
D. metode

3) Metode pemrograman yang mengeluarkan perintah yang akan dieksekusi oleh


komputer. Biasanya berupa baris-baris program yang dieksekusi secara urut
mulai dari baris atas hingga bawah disebut dengan ....
A. terstruktur
B. prosedural
MSIM4301 Modul 01 1.17

C. object oriented
D. text base

4) Model data berorientasi objek dapat memberikan fleksibitas yang lebih banyak,
karena ....
A. memberikan kemudahan dalam mengubah program
B. digunakan dalam program berskala kecil
C. terdiri dari sub-sub modul
D. setiap bagian mengandung class

5) Pada pemrograman berorientasi objek, dimana sebuah objek dapat mempunyai


objek turunan disebut ….
A. inheritance
B. polimorphism
C. encapsulation
D. abstraction

6) Setiap object memiliki property. Berikut yang bukan termasuk property dari
laptop adalah ....
A. merk
B. warna
C. tipe
D. charger

7) Suatu program yang menterjemahkan bahasa program ke dalam bahasa objek


adalah ....
A. interpreter
B. editor
C. compiler
D. translator

8) Untuk menulis source code maka kita memerlukan ....


A. aplikasi
B. linker
C. editor
D. assembly
1.18 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

9) Ketika kita melakukan proses compile suatu kode program, posisi Loader
setelah ....
A. editor
B. linker
C. CPU
D. compiler

10) Perangkat lunak yang mampu mengeksekusi kode program (yang ditulis oleh
programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin
melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut ....
A. translator
B. compiler
C. interpreter
D. assembly

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat
di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus
berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan
dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi
materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.
MSIM4301 Modul 01 1.19

Kegiatan
Belajar

Instalasi Program Java 2

P ada Kegiatan Belajar 2 ini, masing-masing mahasiswa diharapkan untuk


mempersiapkan komputer dengan software Java dan Eclipse sebagai editornya,
agar proses pembelajar dapat berjalan dengan optimal. Untuk instalasi software
Java ini, digunakan versi Java terbaru yaitu JDK 12. Apabila versi Java yang diinstal
berbeda, cara instalasinya hampir sama.
Proses install Java di Windows terdiri dari dua bagian utama, yaitu instalasi Java
dan pengaturan (setting) variabel-variabel sistem (system variables) dan path pada
Windows.
Persyaratan-persyaratan sebelum install Java adalah harus sudah tersedia file
penginstal java (Java installer). Jika belum memiliki file tersebut, silakan kunjungi
terlebih dahulu di website resminya dan download file Java installer . Setelah Anda
kunjungi link tersebut maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah

A. LANGKAH INSTALASI JAVA

Gambar 1.5
Halaman Utama Web Download Java
1.20 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Untuk bisa download file instalasi Anda harus setuju dengan license agreement
Java, dengan cara klik radio button yang memiliki tulisan Accept License Agreement.
Selanjutnya silakan download file installasi Java sesuai OS Anda. Jika untuk Windows
64 bit, maka silakan memilih file yang bernama jdk-12.0.1_windows-x64_bin.

Gambar 1.6
Persetujuan untuk Install Java

Setelah file Java selesai di download maka untuk menginstalnya cukup dengan
klik 2 kali pada file Java hasil download tersebut.

Gambar 1.7
File Java yang Sudah di Download
MSIM4301 Modul 01 1.21

Jika muncul popup UAC (User Account Control) seperti Gambar 1.8 dibawah
silakan klik Yes.

User Account Control x

Do you want to allow this app to make


Changes to your device?

Gambar 1.8
Persetujuan Memasang Java di Komputer

Kemudian akan tampil Java SE setup seperti Gambar 1.9 di bawah, pada langkah
ini klik Next.

Gambar 1.9
Setup Program Java

Pada langkah Custom Setup seperti Gambar 1.10 di bawah, biarkan default saja,
lalu klik Next.
1.22 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Gambar 1.10
Proses Install Java

Apabila muncul Custom Setup lagi seperti Gambar 1.11 di bawah, klik Next.

Gambar 1.11
Proses Install Java 2

Setelah muncul tampilan seperti di Gambar 1.11 maka Anda telah berhasil meng-
install Java. Pada langkah ini silakan klik Close.
Sampai di sini Anda telah berhasil install Java di PC Windows Anda, namun ini
belum selesai. Kita masih perlu menambahkan system variabel dan path pada windows.
MSIM4301 Modul 01 1.23

B. SETTING SYSTEM VARIABLE DAN PATH JAVA PADA WINDOWS

Langkah pertama untuk setting system variable dan path Java pada Windows 10
silakan buka menu control panel di PC Anda. Dengan cara klik Start (logo Windows)
dan tulis control panel, maka akan muncul hasil pencarian seperti Gambar 1.12.
Kemudian silahkan pilih Control Panel.

Gambar 1.12
Setting System Variable dan Path

Setelah menu Control Panel dibuka seperti pada Gambar 1.13, maka selanjutnya pilih
System.

Gambar 1.13
Menu Control Panel
1.24 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Setelah menu System dibuka Gambar 1.14, maka selanjutnya pilih Advanced
system settings.

Gambar 1.14
Menu System

Maka akan muncul tampilan seperti Gambar 1.15, lalu klik Environment
Variables.

Gambar 1.15
System Properties

Pada langkah selanjutnya, seperti Gambar 1.16 silahkan alihkan perhatian Anda
ke frame bernama System variables. Pada frame tersebut dan klik tombol New.
MSIM4301 Modul 01 1.25

Gambar 1.16
Menu Environment Variables

Maka akan muncul tampilan New System Variable seperti Gambar 1.16 berikut

Gambar 1.17
Menu System Variable

Silakan isi Variable name dengan nama JAVA_HOME seperti pada


Gambar 2.17. Selanjutnya klik Browse Directory….

Gambar 1.18
Gambar Menu System Setelah Diisi
1.26 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Selanjutnya, cari path folder intalasi Java sesuai Gambar 1.19, dan pilih folder
jdk-12.0.1. Pada contoh ini path jdk Java saya berada di directory “C:\Program
Files\Java\jdk-12.0.1“. Kemudian klik OK

Gambar 1.19
Lokasi Program Java pada Komputer

Setelah itu Variabel value pada Gambar 1.20 akan terisi path jdk Java Anda,
lanjutkan dengan klik OK

Gambar 1.20
Tampilan New System Variabel

Langkah selanjutnya pilih Path dan klik Edit (lihat Gambar 1.21).
MSIM4301 Modul 01 1.27

Gambar 1.21
Lokasi Path

Maka akan muncul sebuah tampilan Edit environment variable seperti Gambar 1.22

Gambar 1.22
Edit Environment Variable
1.28 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Klik menu Browse pada Gambar 1.22, maka akan tampil Gambar 1.23

Gambar 1.23
File JDK

Setelah itu buka File Explorer, dan cari folder bin pada instalasi Java. Biasanya
terletak di dalam directory C:\Program Files\Java\. Tampilan Gambar 1.24
memperlihatkan hasil dari isi folder bin berikut.

Gambar 1.24
Edit Environment Variable
MSIM4301 Modul 01 1.29

Klik Browse, seperti pada Gambar 1.25

Gambar 1.25
Edit Environment Variable

Ketik cmd pada menu search Gambar 1.26, kemudian double klik Command Prompt

Gambar 1.26
Lokasi Command Prompt
1.30 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Pada prompt ketikan tulisan Java kemudian tekan tombol enter, maka akan
tampil path Java seperti Gambar 1.27 berikut ini.

Gambar 1.27
Tampilan Command Prompt

Demikian tata cara instalasi Java di Windows 10 64 bit.

■ Instalasi Eclipse, untuk menginstal Eclipse terlebih dahulu download IDE di


link berikut [Link]

Selanjutnya akan ditampilkan langkah-langkah instalasi Eclipse sampai dengan


tampilan lembar kerja.
MSIM4301 Modul 01 1.31

Gambar 1.28
Tampilan Web Install Eclipse

Gambar 1.29
Menu Install Eclipse
1.32 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Gambar 1.30
Proses Install

Gambar 1.31
Tampilan Install Eclipse
MSIM4301 Modul 01 1.33

Gambar 1.32
Pilihan Eclipse Installer

Gambar 1.33
Instalasi

Setelah klik INSTALL, akan muncul tampilan untuk User Agreement seperti pada
Gambar 1.34. Selanjutnya pilih Accept Now.
1.34 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Gambar 1.34
Tampilan User Agreement

Gambar 1.35
Install IDE for Java
MSIM4301 Modul 01 1.35

Gambar 1.36
Tampilan Setelah Install Selesai

Gambar 1.37
Tampilan Pemilihan Lokasi Aplikasi Eclipse Hasil Instalasi

Gambar 1.38
Tampilan Pilihan Aplikasi Eclipse
1.36 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Jika kita pilih Create a new Java Project pada tampilan Gambar 1.38, maka
akan muncul tampilan-tampilan berikut.
MSIM4301 Modul 01 1.37

Gambar 1.39
Lembar Kerja Eclipse

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah


latihan berikut!

■ Lakukan instalasi software Java berserta editornya sebelum kita memasuki


Modul 2!

Petunjuk Jawaban Latihan

Untuk mengerjakan latihan tersebut, ikuti petunjuk dan langkah-langkah yang


telah disampaikan pada materi Kegiatan Belajar 2.
1.38 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Salah satu faktor yang mengakibatkan tidak lancarnya proses install Java adalah
spesifikasi komputer yang tidak sesuai, karena untuk menjalankan program Java
dibutuhkan spesifikasi komputer yang cukup tinggi.
Java Development Kit atau biasa di sebut JDK adalah software yang digunakan
untuk melakukan proses kompilasi. Langkah pertama install adalah men-download JDK
dari situs resminya.

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

1) JDK merupakan singkatan dari ....


A. Java Desain Kit
B. Java Design Kit
C. Java Developer Kit
D. Java Development Kit

2) Saat melakukan install Java, ada beberapa point yang harus dilakukan, kecuali ....
A. Install Java
B. Setting system
C. Setting computer
D. Setting path

3) Jdk-12.0.1_windows-x64_bin artinya adalah ....


A. Java versi 12
B. Java versi 12 untuk Windows
C. Java versi 12 untuk Windows 64
D. Java versi 12 untuk Windows bin

4) Langkah untuk install Java ....


A. download file java – accept license agreement – double klik file hasil
download – ikuti klik next-close
B. download file java-double klik file hasil download – accept license
agreement - ikuti langkah dengan klik next-close
MSIM4301 Modul 01 1.39

C. download file java – ikuti langkah dengan klik next-accept license


agreement – close
D. download file java – double klik file hasil download – ikuti langkah dengan
klik next-close

5) Langkah untuk setting System Variabel ....


A. klik control panel – system – advance setting-environement variabel–new–
si data – browse directory – cari lokasi file jdk – OK
B. klik control panel – advance setting- environement variabel- new- system
C. klik control panel – new–system–advance setting–environement variabel-
new-isi data- browse directory-cari lokasi file jdk
D. klik control panel – browse directory – advance setting– nvironement
variabel–new – isi data – browse directory – cari lokasi file jdk

6) Berikut ini adalah editor yang dapat digunakan untuk menuliskan program Java,
kecuali ....
A. JCreator
B. Notepad
C. Eclipse
D. JavaBeans

7) Sintaks java untuk melakukan kompilasi terhadap berkas program adalah ....
A. Java
B. Javac
C. Javaclass
D. Javax

8) Hasil kompilasi dari berkas Java adalah ....


A. file BAK
B. file Bytecode
C. file executable
D. file class

9) Editor yang berbasis text adalah ....


A. JCreator
B. Notepad
C. Eclipse
D. JavaBeans
1.40 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

10) Arsitektur Java yang digunakan untuk membuat aplikasi berbasis web adalah ….
A. J2EE
B. J2SE
C. J2ME
D. JVM

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat
di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus
berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan
dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi
materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.
MSIM4301 Modul 01 1.41

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1
1) B
2) A
3) B
4) A
5) A
6) D
7) C
8) C
9) A
10) C

Tes Formatif 2
1) D
2) C
3) C
4) A
5) A
6) D
7) B
8) B
9) A
10) B
1.42 Konsep Pemrograman Berorientasi Objek

Glosarium

Compiler : Suatu program yang menerjemahkan bahasa program (source


code) kedalam bahasa objek.
Install : Memasang program (perangkat lunak) ke dalam komputer.
Interpreter : Perangkat lunak yang mampu mengeksekusi kode program
(yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke
dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi
yang diminta oleh programmer tersebut.
Java SDK : Platform dasar java yang diperlukan agar komputer atau
laptop dapat digunakan untuk mengeksekusi kode-kode
program bahasa java.
JVM : Singkatan dari Java Virtual Machine.
Linker : Suatu program yang menterjemahkan program objek
(berekstensi OBJ) ke bentuk program eksekusi.
Objek : Entitas dasar run-time dalam suatu sistem berorientasi objek.
OOP/PBO : Singkatan dari Object Oriented Programming/ Pemrograman
Berorientasi Objek.
Pemrograman
Berorientasi Objek:
Metode pemrograman yang berorientasikan kepada objek.
Pemrograman : Metode pemrograman yang mengeluarkan perintah yang akan
Prosedural
dieksekusi oleh komputer.
Uninstal : Melepaskan hasil instalasi program yang ada.
MSIM4301 Modul 01 1.43

Daftar Pustaka

Hosrtmann, C. (2015). Big Java early objects. USA: Wiley.


[Link]
[Link]
berorientasi-objek-pbo-dengan-pemograman-prosedural/
[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai