ISII
ISII
PENDAHULUAN
wilayah tersebut. Salah satu faktor yang memicu perkembangan wilayah adalah transportasi,
dengan adanya transportasi suatu wilyah akan mudah untuk berinteraksi dengan wilayah
tersebut maupun antar wilayah. Adanya transportasi ini memerlukan dukungan dari
infrastruktur yang ada berupa jalan. Karena pentingnya infrastruktur jalan dalam
mempengaruhi perkembangan wilayah inilah yang menjadi salah satu alasan bagi pemerintah
untuk membangun akses jalan di daerah-daerah yang belum bisa dikatakan memiliki
kemajuan pembangunan.
Selatan yang membentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Proyek pembangunan JLS ini
diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada diwilayah selatan pantai
Jawa. Sejauh ini proyek JLS di wilayah Serang Kabupatn Blitar masih dalam proses
pembangunan.
Proyek yang dijadikan tempat Praktik Kerja Lapangan adalah Proyek Pembangunan
Jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab. Malag (Lot 7), alasan menjadikan proyek
ini sebagai tempat Praktik Kerja Lapangan dikarenakan proyek tersebut dikerjakan oleh
perusahaan milik BUMN, pembiayaan proyek masuk dalam salah satu syarat dari Program
Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Jember, dan ilmu yang kami dapatkan bisa
peningkatan pertumbuhan volume kendaraan yang sangat tinggi. Dengan maksud yang tertera
diatas, maka penulis dengan referensi buku yang ada dan dibantu dari pembimbing dari PT.
Pada proyek JLS ini box culvert berfungsi sebagai media saluran drainase system
yanah yang serupa dengan gorong-gorong. Pekerjaan box culvert ini dilakukan secara manual
sehingga lebih membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pengerjaannya. Oleh
karena itu pada laporan ini akan dibahas mengenai proses pekerjaan box culvert secara
manual dengan harapan dapat di gunakan dan bermanfaat bagi penulis dan orang yang
Adapun rumusan masalah yang perlu dikaji pada Praktik Kerja Lapangan bagi
jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab. Malang (Lot 7)?
2. Apa saja material yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan box culvert pada
proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab. Malang (Lot
7)?
3. Apa saja alat yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan box culvert pada proyek
pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab. Malang (Lot 7)?
mutu proyek dan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pelaksanaan
pekerjaan box culvert pada proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung –
Maksud dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah sebagai aplikasi langsung dari ilmu
yang diperoleh di bangku kuliah dengan pekerjaan yang terjadi di lapangan sehingga
mahasiswa dapat memahami dan memadukan ilmu dalam lingkup kerja dengan ilmu yang
Adapun tujuan dari Praktik Kerja Lapangan ini sesuai dengan rumusan masalah
adalah:
2. Memperoleh apa saja material yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan box
culvert pada proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab.
Malang (Lot 7)
3. Memperoleh apa saja alat yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan box culvert
pada proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab. Malang
(Lot 7)
pengendalian mutu proyek dan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
pada pelaksanaan pekerjaan box culvert pada proyek pembangunan jalan bts. Kab.
2. Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah dan
dilapangan
langsung
5. Dapat menguji kemampuan pribadi baik dari segi disiplin ilmu maupun sosialisasi
hidup masyarakat
serta mampu memberikan solusi berdasarkan teori atau teknologi yang di dapat dari
sumber-sumber terpercaya
7. Mahasiswa dapat mengolah data-data serta informasi yang didapatnya untuk dijadikan
bahan kajian
8. Mahasiswa dapat mempersipkan diri secaara mental maupun fisik juga kualitas dalam
9. Untuk memenuhi mata kuliah Praktik Kerja Lapangan yang berada pada semester 7
10. Sebagai salah satu kewajiban yang harus di tempuh mahasiswa sebelum menempuh
Tugas Akhir.
Agar dalam ini masalah tidak meluas dan dapat terarah sesuai dengan tujuan dari
1. Membahas pekerjaan yang dapat diamati selama proses Praktik Kerja Lapangan
berlangsung
2. Tidak membahas RAB karena keterbatasan data yang menjadi rahasia perusahaan.
BAB II
Lokasi proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab.
Malang (Lot7) terletak di ujung selatan pesisir pantai lebih tepatnya di Desa Tambakrejo
Kabupaten Blitar. Berikut peta lokasi proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung –
Serang – bts. Kab. Malang (Lot7) yang terletak pada koordinat 8º18’01.48”S -
112º12’20.24”E.
Proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab. Malang (Lot
7) memiliki data-data umum proyek yaitu Pemberi Tugas adalah Kementrian Pekerjaan
Umum Dan Perumahan Rakyat (Pupr) Direktorat Jendral Bina Marga, Konsultan Perencana
adalah PT. Krida Pratama Adhicipta (Main Road) PT. Mono Heksa Associate dengan PT.
Bikonar Perdana, Konsultan Pengawas adalah PT. Perentjana Djaja In Association with PT.
Aria Jasa Reksatama, PT. Global Profex Synergy PT. Sarana Multi Daya, PT. Delta Tama
Waja Corpor, Kontraktor Utama adalah PT. PP (Persero) Tbk, Mandor adalah Bp. Rusdiana,
Adapun lingkup kerja pada metode pekerjaan box culvert ini adalah area main road:
1. Galian Saluran
tepat dan pasti dari hasil pegukuran, hasil galian ditimbun tidak telalu dekat dengan
lubang galian supaya tanah galian tidak longsor kembali ke lubang galian. Pekerjaan
ini dilakukan menggunakan excavator dan alat bantu lainnya sesuai dengan gambar
rencana.
Metode ini menjelaskan pekerjaan secara umum tentang pekerjaan lantai kerja
untuk elemen struktur Box Culvert. Fungsi dari lantai kerja ini adalah untuk
memudahkan pekerja/alat berdiri diatas lahan datar, merupakan dudukan besi lapis
3. Pembesian
Pada metode kerja ini adalah mengenai siklus pemasangan besi dan
meminimalisir sisa waste / material besi yang tidak dapat digunakan kembali pada
gambar shopdrawing yang sudah di setujui dan di jadikan dasar sebagai bahan untuk
4. Pengecoran
Pekerjaan pengecoran dilaksanakan on site berdasarkan gambar serta Job Mix yang
pembuangan semua bahan dalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah dan
Dalam proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab.
Malang (Lot 7) [Link] (Persero) Tbk, selaku kontraktor utama dalam pelaksanaan proyek ini.
Adapun struktur organisasi pekerja yang ditunjukkan dengan bagan seperti yang diuraikan
dibawah ini:
Berikut merupakan tugas dan tanggung jawab setiap pekerja [Link] (Perseo) Tbk.
pada proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab. Malang (Lot 7)
sebagai berikut:
1. Project Manager
Yang bertanggung jawab sebagai Project Manager adalah Dwi Sutarto, berikut
stakeholders
Yang bertanggung jawab sebagai Quality Control Officer adalah Reza Aulia, berikut
dalam ITP dan memastikan hasil pekerjaan dibuat dan disimpan dengan baik
menindak lanjutinya.
3. Supervisor
a. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja, metode kerja, gambar kerja
Yang bertanggung jawab sebagai Site Engineer Manager adalah Bandi Ismono,
kontrak.
5. Site Operation Manager
SOM akan menjelaskan kepada timnya jenis pekerjaan dan urutan pekerjaan
utama dari aspek keselamatan dan keamanan kerja. SOM harus memastikan bahwa
i. Melaporkan bila ada penyimpangan dan kendala yang terjadi di lapangan selama
pelaksanaan
Yang bertanggung jawab sebagai POP 1 adalah Tedjo Yodyanto sedangkan POP 2
7. Metode
Yang bertanggung jawab dalam hal metode ini adalah Rizki Hari Yudo, berikut tugas
a. Menyiapkan metode kerja yang digunakan sebagai acuan di lapangan berupa alat,
dan material
8. Drafter
Yang bertanggung jawab sebagai Drafter adalah Dodi Maulana, berikut tugas dan
tanggung jawabnya:
9. Quantity Surveyor
Yang bertanggung jawab sebagai Quantity Surveyor adalah Fikri Amirullah, berikut
10. Logistik
Yang bertanggung jawab sebagai Logistik adalah Surya Handoko, berikut tugas dan
tanggung jawabnya:
11. Laborat
Yang bertanggung jawab sebagai Laborat adalah Arief dan Benny, berikut tugas dan
tanggung jawabnya:
lapangan
Yang bertanggung jawab sebagai BIM Engineer / BIM Manager adalah Rizky Wahyu,
a. Sebagai perantara antara desainer, klien dan arsitek agar proyek tetap efisien dan
efektif.
b. Mengelola produksi gambar dan file digital.
model.
rekan kerja dalam menangani dan menguasai program perangkat lunak tertentu.
e. Memastikan para staf memiliki akses kepada alat dan perlengkapan yang mereka
butuhkan.
tersebut memiliki kemampuan yang cukup dan efektif untuk berbagai sistem dan
i. Memimpin rapat untuk mengidentifikasi tugas pada proyek dan juga memecahkan
13. Pelaksana
Yang bertanggung jawab sebagai Pelaksana adalah Herry dan Eko, berikut tugas dan
tanggung jawabnya:
a. Pelaksana proyek harus bisa membaca gambar shopdrawing ataupun gambar
b. Bisa mengendalikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pekerjaan atau schedule yang
sudah di rencanakan
14. Surveyor
Yang bertanggung jawab sebagai Surveyor adalah Basuni, berikut tugas dan tanggung
jawabnya:
15. HSE
a. Mengatur dan mengawasi pekerjaan agar sesuai dengan metode pelaksanaan dan
17. Mandor
utama
utama
tahun 1960. Terakhir, berdasarkan PP no. 39 tahun 1971, statusnya berubah kembali
dengan membentuk cabang UNK (Usaha Non Konstruksi) yang terdiri dari unit developer
dan unit properti. Diantaranya penyewaan gedung Plaza PP, Perumahan Otorita Jatiluhur dan
tahun 1995, PT PP (Persero) mengubah cabang UNK menjadi Unit UNK. Proyek-proyek
Permata Puri II
membuat unit UNK dibawah Divisi Pengembangan Usaha (DVB). Kemudian pada
tahun 2010, Unit UNK dikembangkan divisi properti yang menjalankan kegiatan usaha
pengembangan properti dan realti dengan fokus pada tiga segmen (Hospitality, Residential,
dan Commercial). Pada tahun 2012, statusnya berubah menjadi Divisi Property dan pada 12
Desember 2013 kembali dilakukan perubahan status menjadi PT PP Properti sebagai anak
Investment) adalah salah satu BUMN yang bergerak di bidang perencanaan dan konstruksi
Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya (49%) dipegang karyawan dan manajemen PT
PP. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia, mayoritas (51%) saham dipegang pemerintah,
45,36% saham publik dan 3,64% saham dipegang karyawan dan manajemen PT PP.
Berikut merupakan anak perusahaan diantaranya:
PT. PP Properti Tbk didirikan Tahun 2013 sesuai Akta Pendirian Perseroan
Terbatas No.18 tanggal 12 Desember 2013 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, S.H. yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan
("PP Properti") yang merupakan pemisahan divisi properti dari PT PP (Persero) Tbk
yang telah ada sejak tahun 1991. PP Properti resmi melantai di Bursa Efek
Indonesia pada bulan Mei 2015. PP Properti juga mengakuisisi Limasland Realty dan
- Hospitality
menciptakan produk inovatif untuk hotel di indonesia. Didirikan pada tahun 2012,
PP Hospitality saat ini mengelola 4 Hotel yaitu Prime Park Hotel Bandung, Hotel
bintang 4 yang beroperasi pada tahun 2014, Prime Park Hotel Pekanbaru, Hotel
bintang 4 yang resmi dibuka pada April 2019, Prime Park Cawang - Jakarta, Hotel
bintang 3 plus yang beroperasi pada tahun 20019, dan Prime Park Hotel Surabaya,
Hotel bintang 3 yang resmi dibuka pada April 2019. PP Hospitality juga
& Convention Lombok, Hotel bintang 4 yang rencananya dibuka pada tahun 2020.
pendapatan.
2. PT PP Urban
sejarahnya pada tahun 1989 dengan nama PT Prakarsa Dirga Aneka yang dimiliki
konstruksi.
Pracetak dengan fokus bisnis di bidang konstruksi, manajemen gedung, dan beton
menjadi PT PP Urban pada 2017. Dengan menjadi entitas baru, perseroan mulai
merambah bisnis pengembangan kota, terutama pengembangan perumahan untuk
3. PT PP Presisi Tbk.
diferensiasi produk yaitu: jasa konstruksi sipil dan gedung sehingga terbentuk 6 lini
bisnis utama yaitu pekerjaan sipil, ready mix, pekerjaan pondasi, erector, formwork,
dan rental alat berat. Perusahaan ini memulai sejarahnya dengan nama PT Prima Jasa
Aldodua (PT PJA) pada 6 Mei 2004 berdasarkan Akta Notaris Muhammad Chotib SH
No.02 tanggal 26 Mei 2004 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Ham tanggal 1
Juli 2005. Selama 2004 hingga 2012, fokus bisnis utama PT PJA yaitu jasa sewa
peralatan konstruksi skala kecil dengan berfokus pada pengembangan alat ringan,
(Persero) Tbk dan berganti nama menjadi PT PP Alat Konstruksi (PP Alkon) pada
Konstruksi pada Juli 2014. Pada Maret 2017, PT PP Peralatan Konstruksi berganti
nama menjadi PT PP Presisi. Pada bulan Juli 2017, PP Presisi resmi mengakuisisi
konstruksinya. Pada bulan November 2017, PP Presisi resmi melantai di Bursa Efek
Indonesia.
BAB IV
Kabupaten Blitar merupakan daerah yang dilalui mega proyek Jawa Timur yaitu Jalur
Lintas Selatan (JLS). Jalur Lintas Selatan ini direncanakan menghubungkan Kabupaten
Pacitan hingga Kabupaten Banyuwangi sepanjang sekitar 680.13 kilometer (KM) membujur
di selatan Pulau Jawa. Proyek Jalur Lintas Selatan ini sudah mulai dikerjakan sejak tahun
2002 lalu. Pada tahun 2019 lalu, proyek pembangunan JLS lot 7 dimulai yang meliputi Bts.
Kab. Tulungagung - Serang - Bts Kab. Malang dengan panjang 12.85 Km. yang ditargetkan
Pada proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) terdapat beberapa proyek
pembangunan namun pembangunan box culvert ini yang akan menjadi tinjauan dalam
pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dan akan diuraikan dalam laporan ini meliputi metode
pelaksanaan, sumber daya manusia, alat dan material serta alat dan material yang digunakan
Dalam pelaksanaan pekerjaan box culvert ini akan dibagi menjadi beberapa tahapan
Fungsi dari flowchart ini adalah memberikan gambaran jalannya sebuah pekrjaan dari
satu proses ke proses lainnya. Sehingga, alur pekerjaan menjadi mudah dipahami.
Pekerjaan ini untuk menentukan pematokan rencana box dan patok referensi serta
sebagai pemeriksaan level dan kontur tanah eksiting. Dilakukan pengamatan kondisi
Setelah dipasang patok-patok koordinat oleh tim survey, maka dilakukan galian
mengunakan excavator. Dengan kedalaman dan lebar galian sesuai gambar rencana
shopdrawing. Lalu pasang patok untuk membentuk lereng dengan kemiringan 1:2. Buat
sudetan air atau menggunakan pompa air jika diperlukan agar kondisi galian tetap kering.
(Sumber: Dokumentasi 2021)
Metode ini menjelaskan pekerjaan secara umum tentang pekerjaan lantai kerja untuk
elemen struktur Box Culvert. Fungsi dari lantai kerja ini adalah untuk memudahkan
pekerja/alat berdiri diatas lahan datar, merupakan dudukan besi lapis bawah, dan menahan
3. Pasang bekisting menggunakan profil canal C 100 tiap sisi kanan dan sisi kiri box
4. Cor lean concrete (LC) dengan mutu class E setebal 10 cm diatas blinding stone.
4.2.4 Pembesian
Pada metode kerja ini adalah mengenai siklus pemasangan besi dan meminimalisir
sisa waste / material besi yang tidak dapat digunakan kembali pada pelaksanaan pekerjaan
Box Culvert. Pekerjaan pembesian dilaksanakan menurut gambar shopdrawing yang sudah di
setujui dan di jadikan dasar sebagai bahan untuk membuat bestat / BBS (Bar Bending
Schedule).
Inspeksi:
1. Persiapkan beton decking yang berfungsi untuk memberi jarak dari besi ke LC dan
3. Permukaan halus dan licin, tidak ada lubang atau luka, dan diberi minyak
Down dengan pemakaian Plywood tebal 18 mm, type plywood yang dipakai adalah phenol
film atau phenolic 2 lapis. Sedang elemen horizontal lantai menggunakan bekisting yang
terbuat dari hollow disupport dengan tierod dengan ditopang support besi disampingnya.
Sedangkan untuk lantai atas dipakai bekisting hollow disupport dengan scaffolding
dahulu, sehingga dilokasi pekerjaan tinggal memasang perkuatan dari scaffolding disisi
scaffolding. Tireod berfungsi agar ketebalan dinding tetap terjaga serta tidak terjadi
lendutan atau pemekaran dinding. Untuk plat atas sistem bekisting yang digunakan
menggunakan enol film system. Yaitu bekisting yang terbuat dari hollow dan phenol
Tahapan pekerjaan:
bekisting. Bila sewaktu bongkar bekisting permukaan beton tidak menempel kuat
Pekerjaan pengecoran dilaksanakan on site berdasarkan gambar serta Job Mix yang
sudah disepakati bersama antara Owner dan Konsultan Pengawas. Dalam pekerjaan
2. Dilakukan check list pekerjaan (bekisting, besi, dimensi struktur, kekuatan peancah)
3. Siapkan alat bantu pengecoran (vibrator, terpal antisipasi jika cuaca hujan)
4. Dll.
Keterangan:
Inspeksi:
Quality:
Permukaan LC rata sesuai elevasi shop drawing
Warna seragam
Tinggi jatuh maksimal 1.5 m untuk menghindari pemisahan material, jika lebih
memakai talang/tremi
berlangsung begitupula untuk bekisting dinding. Sedangkan untuk plat atas bisa di bongkar
Umur beton
Aktivitas
(hari)( x 24 jam)
0 Pengecoran
I. Persiapam Pembongkaran
- Ijin pembongkaran secara tertulis dari yang
berwenang (Direksi pengawas, Site Manajer)
MULAI - Lokasi penempatan hasil bongkaran dan balo
tatakan
- Alat-alat bongkar: linggis, tambang, safety belt
- Tenaga bongkar minimal 2 orang.
SELESAI
Gambar 4.12 Flowchart Pembongkaran Bekisting dan Perancah
(Sumber: Dokumentasi 2021)
1. Pembongkaran dimulai dari clam terlebih dahulu sehingga tidak terjadi goyang pada
2. Setelah clam lepas semua barulah pipe supportnya dilepas satu persatu dengan hati-
hati
5. Susun sisa material bebas bongkaran bekisting dan perancah di lokasi yang telah
direncanakan sebelumnya.
ditentukan dalam gambar atau petunjuk Konsultan Pengawaas dan mencakup pembuangan
semua bahan dalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah dan perkerasan lama yang
Tahapan Pekerjaan:
1. Tahap pertama dilakukan pekerjaan timbunan tanah terlebih dahulu setinggi ±30 cm
3. Apabila timbunan tanah sudah dipastikan masuk untuk hasil tes kepadatannya (sand
cone, speddy test). Dilanjutkan dengan pekerjaan granular backfill setinggi ±25 cm
5. Metode tersebut dilakukan secara berulang s.d top elevasi granular backfill.
proyek agar dapat mencapai tujuan dan sasaran proyek secara efektif dan efisien. Pada proyek
pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts. Kab. Malang (Lot 7) terdapat tiga
macam sumber daya yaitu sumber daya alat, sumber daya material dan sumber daya tenaga
4.3.1 Alat
dahulu agar sesuai dengan kondisi di lapangan. Tingkat kebutuhan pemakaian alat
dapat direncanakan secara efektif dan efisien. Berikut merupakan rincian kebutuhan
untuk
menentukan
Alat tinggi tanah
Survey dengan
1 1 set
(Theodolite sudut
) mendatar
dan sudut
tegak.
untuk
memberi
Patok tanda
2 12 buah
Kayu setelah
dilakukan
survey
Galian Struktur
untuk
menggali
tanah sesuai
dengan
1 Excavator 1 unit
kedalaman
dan lebar
yang telah
ditentukan
untuk
memindahkan
2 Dump Truck 1 unit
tanah hasil
dari galian
untuk
menjaga agar
3 Pompa Air 1 unit
kondisi galian
tetap kering
mengangkut
beton dari
1 Truk Mixer bathing plant 1 Ls
ke lokasi
konstruksi
alat bantu
untuk
meratakan
pekerjaan
2 Jidar 1 buah
plesteran
agar
ketebalannya
sama rata
untuk
meratakan
beton dengan
cara
3 Palu 1 buah
memukulkan
palu di
bagian
bekisting
Pekerjaan Pembesian
alat untuk
1 Bar Cutter memotong 1 unit
besi tulangan
alat untuk
membengkok
kan besi
2 Bar Bender tulangan 1 unit
dalam
berbagai
sudut
Pekerjaan Bekisting
trafo
berfungsi
mengubah
1 Trafo Las tegangan 1 unit
arus listrik
pada mesin
las
alat bantu
Tape untuk
2 2 unit
Measurement mengukur
panjang
untuk
memotong
3 Gerinda atau 1 unit
mengasah
benda tajam
untuk
membantu
memotong
4 Gergaji Kayu 2 unit
atau
membelah
kayu
untuk
menyangga
Perancah/ manusia dan
5 1 Ls
Scaffolding material
dalam
konstruksi
alat bantu
Set Perkakas
untuk
7 (palu,,tang, 1 set
keperluan
dll)
lainnya
Pekerjaan Pengecoran
mengangkut
beton dari
1 Truk Mixer bathing plant 1 Ls
ke lokasi
konstruksi
alat yang
digunakan
untuk
mendorong
Concrete
2 hasil cairan 1 unit
Pump
beton yang
sudah diolah
dari mixer
truck
memadatkan
adonan beton
Vibrator dan yang
3 1 unit
Genset dimasukkan
kedalam
bekisting
Timbunan Granular Backfill
alat untuk
membantu
1 Excavator pengangkut 1 unit
an tanah ke
dump truk
untuk
megangkut
2 Dump Truck 1 unit
material
tanah
alat untuk
pemerataan
tanah yang
3 Bulldozer memiliki 1 unit
kemampuan
dorong yang
tinggi
alat untuk
pemadat
Vibrator tanah yang
4 1 unit
Roller dilengkapi
dengan
getaran
4.3.2 Material
Dalam hal manajemen sumber daya material, material harus dikelola dengan sebaik-
baiknya agar kebutuhannya mencukupi pada waktu dan tempat yang di inginkan. Oleh
karena itu, dikenal sebagai dengan istilah just in time dimana pemesanan, pengiriman, serta
ketersediaan material saat dilokasi sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Berikut
rangka utama
penyusun
1 Besi Beton
strukturbatu
pasangan
Blinding bangunan
1 kosong untuk
Stone
podasi struktur
untuk
penyambung
4 Joint Pin
antar mainframe
dengan jack base
Kawat sebagaipengikat
sebagai lantai
2 kerja tulangan
agar air
Bendrat
Lean antar
semen tidak
2 Concrete
meresap
Class E
kelapisan
bawahnya
Pekerjaan Bekisting sebagai
5 U-Head penyimpan balok-
balok
bagian
untuk utama
membuat
Bekisting Scaffolding
bentuk dan
Main frame
13 Hollow sebagai penyalur
dimensi pada
1.8 m
Profil C bebankonstruksi
suatu dari atas
ke jack
betonbase
sebagai pengaku
3 Cross Bracing dan pengikat
antar mainframe
sebagai tempat
Cat Walk/
7 berpijak antar
Platform
mainframe
sebagai
8 Tangga penyangga
peralatannya
untuk
mendapatkan
9 Phenol Film
permukaan hasil
cor yang halus
alat untuk
mengunci
10 Tie Rod
bekisting pada
kolom
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang penting dan tidak
dapat dilepaskan dari sebuah struktur organisasi, baik institusi maupun peusahaan. Sumber
daya manusia juga merupakan penentu perkembangan perudahaan. Pada hakikatnya, sumber
daya manusia yang dipekerjakan dalam sebuah organisasi sebagai penggerak untuk mencapai
tujuannya.
Berikut merupakan tabel kebutuhan tenaga kerja dalam pekerjaan box culvert:
Quantit
No. Jenis Personil (Jabatan)
y
1 Site Oprational Manager 1
2 General Superitendent 1
3 Superitendent 1
4 Pelaksana 1
5 ARK 1
6 Surveyor 3
7 Mandor 1
mensyaratkan dan menjamin bahwa proyek tersebut akan memenuhi kebutuhan yang
disyaratkan termasuk di dalamnya semua aktivitas yang melibatkan fungsi manajemen secara
keseluruhan, antara lain kebijakan mutu, obyektifitas dan tanggung jawab dan
yang relevan. Berikut cara untuk memenuhi standar penjaminan mutu yang relevan:
1. Memastikan metode kerja yang telah disetujui tersedia dan pekerjaan dilaksanakan
2. Metode kerja harus diketahui oleh setiap orang yang telah terlibat dalam pekerjaan
3. Memberikan Inspection Test Plan (ITP) dan memastikan ceck list internal persiapan
4. Melakukan identifikasi semua material, alat, prosedur, sumber daya dan manajemen
proyek yang spesifik untuk memeriksa apakah sudah memenuhi standar kualitas yang relevan
yang sudah disepakati dan mengidentifikasi cara untuk meningkatkan kualitas secara
menyeluruh. Berikut merupakan cara untuk memenuhi standar kualita yang relevan:
1. Ijin pekerjaan telah disetujui sesuai dengan metode, area, material dan peralatan
6. Melakukan kontrol mutu terhadap hasil pekerjaan sesuai dengan ITP dan memastikan
Sasaran mutu (Quality Target) adalah goal atau target dari suatu perusahaan
dalam melakukan suatu proses yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Setiap
perusahaan mempunyai target dalam setiap pekerjaannya. Berikut taebel target pada setiap
Item
No. Kriteria Penilaian Satuan
Pekerjaan
1 Pengecoran 1. Campuran beton telah di trial mix unit
2. Mutu beton sesuai spesifikasi teknik unit
3. Beton tidak boleh di tambah air unit
4. Elevasi sesuai shop drawing unit
5. Stop cor direncanakan sesuai spesifikasi teknik dan shop
unit
drawing
6. Beton deking terpasang sesuai dengan shop drawing unit
7. Jumlah dan kondisi vibrator memenuhi unit
8. Lokasi pengecoran bersih dari sampah, serbuk, kawat, dll. unit
9. Cara pemadatann dilakukan dengan benar sesuai
spesifikasi teknik
2 Bekisting 1. Material sesuai dengan metode unit
2. Dimensi dan Pemasangan sesuai shop drawing unit
3. Dudukan bekisting kuat dan kokoh unit
4. Joint bekisting rata dan tidak plin unit
5. Pelumas/minyak bekisting telah dioles rata unit
6. Sambungan/joint rapat dan tidak berongga unit
7. Stop cor kuat/kokoh dan tidak berongga unit
4.5 Manajemen K3
Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah bagian dari sistem
jawab, pelaksanaan, prosedur proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan
pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam
rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat
orang yang terlibat di proyek sebelum pekerjaan konstruksi dimulai melalui induksi
K3
peralatan, material maupun metode kerja harus dijelaskan dalam tahap awal dan pada
tool box meeting/pre start meeting. Hal ini dituangkan secara detail dalam Job Safety
Analysis (JSA)
3. Semua orang yang terlibat dalam pekerjaan harus memakai alat pelindung diri selama
dalam area proyek. Pemberian rambu-rambu keamanan dan keselamatan kerja selalu
4. Petugas mekanik bersama safety harus selalu memeriksa peralatan yang sedang
dipakai dan yang akan dipakai dalam proses konstruksi secara berkala
Penempatan material
Gunakan sling dalam kondisi yang baik, panjang yang direncanakan, dan
Helm
Safety shoe
Safety glove
Safety vest
Safety glasses
Masker.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
pekerjaan box culvert pada proyek pembangunan jalan bts. Kab. Tulungagung – Serang – bts.
Kab. Malang (Lot 7) yang dikerjakan oleh kontraktor utama PT. PP (Persero) Tbk, dapat
Pada pekerjaan lantai kerja material yang digunakan berupa blinding stone,
lean concrete class E, bekisting hollow profil C. Kemudian pada pekerjaan pembesian
material yang digunakan yaitu besi beton dan kawat bendrat. Pada pekerjaan bekisting
material yang dibutuhkan berupa main frame 1,8 m, frame 0,7-0,8 m, cross bracing,
joint pint, U-head, jack base, cat walk/platform, tangga, phenol pilm, besi hollow, besi
CNP, tierod dan multipleks phenol film. Selanjutnya pekerjaan pengecoran material
yang dibutuhkan berupa concrete class C dan terpal dan pada timbunan granular
Pada pekerjaan persiapan (alat survey dan patok kayu), galian struktur
(excavator , dump truck, pompa air), pekerjaan lantai kerja (truk mixer, jidar, palu
karet), pekerjaan pembesian (bar cutter dan bar bender), pekerjaan bekisting (trafo
kualitas control, dan kualitas target. Adapun manajemen K3 yang harus diterapkan
pada setiap proyek karena pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja untuk
Saran
Dikarenakan waktu pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) hanya 1,5 bulan,
maka sangatlah kurang untuk mahasiswa. Disamping itu, dengan keterbatasan waktu selama
dilapangan (terbentur dengan adanya perkuliahan), mahasiswa perlu mengatur waktu untuk
belajar aplikasi dilapangan dengan para pekerja proyek. Oleh karena itu mahasiswa benar-
benar memanfaatkan waktunya dengan baik selama pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
(PKL).
DAFTAR PUSTAKA
Adinta, R., & Wijaya, U. F. (2015). Manajemen Proyek Pembangunan Box Culvert Saluran
Bachtiar, E., Mahyuddin, M., Nur, N. K., Tumpu, M., Rosyidah, M., Setiawan, A. M., ... &
GRESIK. In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan (pp. 9-14).
Maghfiroh, L. (2021). Kajian produktivitas dan pelaksanaan pekerjaan box culvert pada
Gadjah Mada).
(PERSERO) TBK.
Penusa, 1(1).