SISTEM INFORMASI PENGADUAN MASYARAKAT
BERBASIS WEB PADA KANTOR DESA LANGKO
Sefila Pebri Ariska
20SI026
SKRIPSI
Untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana
pada Program Studi Sistem Informasi
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS TEKNOLOGI MATARAM
2024
SISTEM INFORMASI LAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT
BERBASIS WEB PADA KANTOR DESA LANGKO
Disusun Oleh:
Sefila Pebri Ariska
20SI026
Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi
Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan dewan penguji pada
tanggal seperti tertera di bawah ini
Mataram, 17 Juli 2024
Pembimbing Utama, Pembimbing Pendamping,
Zaeniah, [Link]., [Link]. Karina Nurwijayanti, [Link].
NIDN.0815018902 NIDN.0804059202
Dekan, Ketua Program Studi,
Dr. Muhammad Multazam, [Link]., [Link]. Dr. Maspaeni, [Link]., [Link].
NIDN.0831128405 NIDN.0831127906
Rektor,
Ir. H. Lalu Darmawan Bakti. [Link]., [Link].
NIDN. 0819086601
ii
SISTEM INFORMASI LAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT
BERBASIS WEB PADA KANTOR DESA LANGKO
Disusun Oleh:
Sefila Pebri Ariska
20SI026
Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi
SKRIPSI
Untuk memenuhi salah satu syarat ujian guna memperoleh gelar Sarjana pada
Program Studi Sistem Informasi
Telah dipertahankan di hadapan Dewan Penguji pada Tanggal
seperti tertera di bawah ini
Mataram, 17 Juli 2024
Susunan Penguji Skripsi:
1. Dr. Dwinita Arwidiarti, [Link],. [Link]. : ……………………………
2. Juhartini, [Link],. [Link]. : ……………………………
Ketua Program Studi :
Dr. Maspaeni, [Link],. [Link]. : ……………………………
Mengesahkan:
Rektor
Ir. H. Lalu Darmawan Bakti, [Link]., [Link].
NIDN.0819086601
iii
PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Sefila Pebri Ariska
Nim : 20SI026
Program Studi : Sistem Informasi
Dengan ini menyatakan bahwa :
1. Skripsi ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan
gelar akademik baik di Universitas Teknologi Mataram maupun di
perguruan tinggi lain.
2. Skripsi ini adalah murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya
sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan Dosen Pembimbing.
3. Dalam skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis
atau di publikasikan ke orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas
di cantumkan sebagai acuan dalam naskah dengan di sebutkan nama
pengarang/nama penulis dan dicantumkan dalam daftar pustaka.
4. Pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian
hari terdapat ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya
bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang
telah di peroleh berkaitan dengan skripsi ini, serta sanksi lainnya
sesuai dengan norma yang berlaku di Universitas Teeknnologi
Mataram.
Mataram, 17 Juli, 2024
Yang membuat pernyataan
(Sefila Pebri Ariska)
NIM : 20SI026
iv
v
MOTTO
“Orang lain tidak akan paham struggle dan masa sulitnya kita yang
mereka ingin tahu hanyalah bagian success stories.
Berjuanglah untuk diri sendiri walaupun tidak ada bantuan dari orang lain
tapi tuhan tidak akan diam saja. Kelak diri kita di masa depan akan sangat
bangga dengan apa yang kita perjuangkan hari ini. Tetap berjuang ya!.”
Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, apabila kamu
telah selesai (dari satu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang
lain)
- QS Al-Insyirah : 6-7 -
vi
PERSEMBAHAN
Puji syukur di panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Tak lupa,
shalawat serta salam selalu tercurahkan kehadirat junjungan alam Nabi
Muhammad S.A.W. Skripsi ini saya persembahkan untuk kedua orang tua,
keluarga, sahabat dan kerabat serta seluruh civitas akademik Universitas
Teknologi Mataram yang terus memberikan dukungan sehingga proses
pengerjaan skripsi ini bisa selesai tepat waktu. Saya sampaikan
terimakasih sebesar-besarnya, semoga kita semua selalu dalam
lindungan Allah S.W.T. Amin, Amin, Ya Rabbalalamin.
vii
SISTEM INFORMASI LAYANAN PENGADUAN LAYANAN
MASYARAKAT BERBASIS WEB PADA KANTOR DESA LANGKO
Sefila Pebri Ariska
Program Studi Sistem Informasi, Universitas Teknologi Mataram
ABSTRAK
Layanan pengaduan masyarakat adalah salah satu bentuk partisipasi
untuk ikut berperan dalam membangun dan pengawasan terhadap kinerja
instansi pemerintahan. Dalam Hal ini peneliti mengambil studi kasus di
Kantor Desa Langko, Kecamatan Lingsar dimana masyarakat di Desa
Langko tersebut sulit untuk menyampaikan keluhan yang ada
dilingkungannya kepada pihak pemerintah terkait. Serta masyarakat yang
tidak paham sering menyampaikan keluhan yang dirasakannya ke tempat
yang tidak tepat. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian
menggunakan metode waterfall, tentang penyampaian aspirasi atas
permasalahan dan keluhan yang terjadi pada masyarakat Desa Langko
yang tidak tersalurkan Kepada Petugas Kantor Desa. Dengan demikian
dibutuhkan sebuah rancangan aplikasi Sistem Informasi Pengaduan
Masyarakat untuk mempermudah masyarakat dalam memnyampaikan
keluhan dan aspirasinya, sehingga dapat tersalurkan kepada Pemerintah.
Kata Kunci: Sistem Informasi, Pengaduan Masyarakat, UML, Web
Mobile.
viii
WEB-BASED PUBLIC COMPLAINT SERVICE INFORMATION SYSTEM
AT LANGKO VILLAGE OFFICE
Sefila Pebri Ariska
Informatics Engineering Study Program, Mataram Technological
University
ABSTRACT
With the increasingly rapid progress of information technology, every
government agency is trying to improve the quality of its services. Public
complaint services are a form of participation in building and monitoring
the performance of government agencies. In this case, the researcher took
a case study at the Langko Village Office, Lingsar District, where it was
difficult for the people in Langko Village to convey complaints in their
environment to the relevant government authorities. And people who don't
understand often convey their complaints to the wrong place. In this case
the researcher conducted research using the waterfall method, regarding
conveying aspirations regarding problems and complaints that occurred in
the Langko Village community which were not channeled to the Village
Office Officer. Therefore, it is necessary to design a Public Complaint
Information System application to make it easier for the public to convey
their complaints and aspirations, so that they can be submitted to the
Government.
Keywords: Information Systems, Public Complaints, UML, Mobile Web
ix
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan atas kehadiran ALLAH SWT yang telah
memberikan kekuatan, semangat dan hidayahnya sehingga Skripsi ini
dapat diselesaikan. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada
Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi panutan umat manusia menuju
keselamatan dunia serta akhirat kelak.
Selanjutnya penulis haturkan ucapan terimakasih seiring do’a,
dukungan dan harapan semua pihak yang telah membantu hingga
terselesaikannya skripsi ini. Ucapan terimakasih ini penulis sampaikan
kepada:
1. Bapak Ir. H. Lalu Darmawan Bakti, [Link]., [Link]. selaku Rektor
Universitas Teknologi Mataram (UTM).
2. Bapak Dr. Maspaeni., [Link],. [Link]. selaku Ketua Program Studi
Teknik Informatika Universitas Teknologi Mataram.
3. Ibu Zaeniah, [Link],. [Link]. Selaku Dosen pembimbing utama yang
telah banyak memberikan masukan dan bimbingan dalam
penyelesaian Skripsi ini.
4. Karina Nurwijayanti, [Link]. selaku pembimbing II yang telah dengan
sabar memberikan bimbingan dan petunjuk dalam menyelesaikan
skripsi ini.
5. Dr. Dwinita Arwidiarti, [Link]., [Link]., penguji utama atas waktu,
perhatian, serta masukan yang telah diberikan guna memperbaiki dan
x
menyempurnakan skripsi ini.
6. Juhartini, [Link]., [Link]., penguji pendamping atas waktu,
perhatian, serta masukan yang telah diberikan guna memperbaiki dan
menyempurnakan skripsi ini.
7. Bapak Ibu dosen pengajar Universitas Teknologi Mataram yang telah
banyak memberikan ilmu pengetahuan dan bimbingannya selama
penulis menuntut ilmu di Universitas Teknologi Mataram.
8. Kedua orang tua atas segala bentuk kasih sayang dan doa restu yang
telah diberikan selama ini.
9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Akhir kata diucapkan terima kasih, semoga skripsi ini dapat
memberikan manfaat bagi pembacanya. Tidak ada manusia yang
sempurna, untuk itu mohon kiranya dimaafkan apabila dalam
pembuatan skripsi ini ada yang kurang berkenan di hati baik dari segi
penulisan maupun tata bahasa yang digunakan di dalam skripsi ini.
Mataram, 17 Juli 2024
Penulis,
(Sefila Pebri Ariska)
NIM 20SI026
xi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN......................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................iii
MOTTO.......................................................................................................v
PERSEMBAHAN.......................................................................................vi
ABSTRAK................................................................................................ vii
ABSTRACT.............................................................................................viii
KATA PENGANTAR.................................................................................ix
DAFTAR ISI...............................................................................................xi
DAFTAR GAMBAR.................................................................................xiii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................1
1.1 Latar Belakang Penelitian.............................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................................3
1.3 Batasan Masalah............................................................................................3
1.4 Tujuan Penelitian............................................................................................3
1.5 Manfaat Penelitian.........................................................................................4
1.6 Sistematika Penulisan...................................................................................5
xii
xiii
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................7
2.1 Landasan Teori...............................................................................................7
2.2 Penelitian Terkait..........................................................................................28
BAB III METODOLOGI PENELITIAN......................................................34
3.1 Metode Pengumpulan Data........................................................................34
3.2 Metode Pengembangan Sistem.................................................................35
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.......................................................39
4.1 Perancangan Sistem...................................................................................39
4.2 Pengembangan Sistem...............................................................................56
4.3 Pengujian Sistem.........................................................................................63
BAB V PENUTUP.....................................................................................71
5.1 Kesimpulan...................................................................................................71
5.2 Saran.............................................................................................................72
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................73
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 2 Siklus Pengembangan Metode Waterfall............................................36
Gambar 4. 1 Flowchart sistem lama...........................................................................39
Gambar 4. 2 Flowchart Sistem Baru..........................................................................40
Gambar 4. 3 Use Case Admin.....................................................................................41
Gambar 4. 4 Use Case User........................................................................................42
Gambar 4. 5 Diagram Activity Login Admin...............................................................43
Gambar 4. 6 Diagram Activity Login User..................................................................44
Gambar 4. 7 Diagram Activity Tambah Data/Registrasi Warga..............................45
Gambar 4. 8 Diagram Activity form pengaduan........................................................46
Gambar 4. 9 Diagram Activity form respon/tanggapan............................................47
Gambar 4. 10 Diagram Activity form laporan pengaduan........................................48
Gambar 4. 11 Diagram Activity form logout...............................................................49
Gambar 4. 12 Entity Relationship Diagram (ERD)...................................................50
Gambar 4. 17 Halaman Login Admin.........................................................................53
Gambar 4. 18 Dashboard Admin.................................................................................53
Gambar 4. 19 Registrasi..............................................................................................54
Gambar 4. 20 Pengaduan............................................................................................54
Gambar 4. 21 Respon..................................................................................................55
Gambar 4. 22 User........................................................................................................55
Gambar 4. 23 Laporan..................................................................................................56
Gambar 4. 24 Logout....................................................................................................56
Gambar 4. 25 Halaman utama pada website............................................................57
xv
Gambar 4. 26 Halaman Login Admin.........................................................................57
Gambar 4. 27 Halaman dashboard.............................................................................58
Gambar 4. 28 Halaman Pengaduan...........................................................................58
Gambar 4. 29 Halaman Respon..................................................................................59
Gambar 4. 30 Halaman Registrasi..............................................................................59
Gambar 4. 31 Halaman User.......................................................................................60
Gambar 4. 32 Halaman Dashboard Masyarakat.......................................................60
Gambar 4. 33 Flowchart Program Login....................................................................61
Gambar 4. 34 Flowchart Program Pengaduan..........................................................61
Gambar 4. 35 Flowchart Program User.....................................................................62
Gambar 4. 36 Flowchart Laporan...............................................................................62
xvi
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Simbol Flowchart........................................................................................11
Tabel 2. 2 Simbol Use Case Diagram........................................................................15
Tabel 2. 3 Simbol Activity Diagram.............................................................................18
Tabel 2. 4 Simbol Entity Relationship Diagram.........................................................21
Tabel 4. 1 Tabel Masyarakat.......................................................................................51
Tabel 4. 2 Tabel Pengaduan........................................................................................51
Tabel 4. 3 Tabel Petugas.............................................................................................52
Tabel 4. 4 Tabel Tanggapan.......................................................................................52
Tabel 4. 5 Pengujian Halaman Login..........................................................................63
Tabel 4. 6 Pengujian Halaman Registrasi..................................................................64
Tabel 4. 7 Pengujian Halaman Pengaduan...............................................................64
Tabel 4. 8 Pengujian Halaman Respon......................................................................65
Tabel 4. 9 Pengujian Halaman User...........................................................................65
Tabel 4. 10 Pengujian Halaman Laporan...................................................................66
Tabel 4. 11 Pengujian Halaman Logout.....................................................................66
xvii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Kemajuan teknologi tidak hanya di tingkat Pemerintah
Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan namun juga di wilayah
pedesaanpun sudah dimasuki oleh perkembangan teknologi
informasi, dengan adanya sistem inforamasi maka perangkat desa
bisa melakukan pekerjaaan administrasi desa dengan lebih
mudah (Amin Jaya,2016).
Desa Langko merupakan salah satu desa yang ada di
kecamatan Lingsar, kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa
Tenggara Barat. Desa Langko memiliki visi dan misi terwujudnya
Pemerintah dan Masyarakat Desa yang Maju, Mandiri, Berbudaya,
dan Berdaya saing dengan memperbaiki sektor pendidikan,
keamanan, kebersihan serta meningkatkan fasilitas publik dengan
mengoptimalkan penyampaikan pengaduan Masyarakat.
Salah satu cara untuk mewujudkan visi misi tersebut yaitu
dengan meningkatkan pelayanan publik. Pelayanan publik adalah
segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang maupun
jasa yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan
dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah desa dengan
Pembangunan dan Pengembangan
1
2
Sistem Informasi, Pengembangan dan Pemeliharaan Jaringan
Antar Bidang, Pengelolaan dan Pengembangan Komunikasi
Publik. Beberapa layanan publik yang ada di Desa Langko yaitu
layanan Birokrasi Desa/Administrasi adalah Layanan publik yang
mengurus Pembuatan KTP, Pelatihan Desa, Surat Keterangan
Lahir, Perubahan Data Kartu Keluarga, Pengurusan Surat
Kematian, APBD Desa, Jaringan Aspirasi Rakyat, Lapor
Pemerintah. Masalah yang sering terjadi adalah masayarakat
sering mengeluhkan pelayanan yang lambat dan tidak reponsif
dari kantor desa,terutam terkait pengurusan data-data,
permohonan dokumen atau izin. Layanan public umumnya
menyediakan kotak saran kepada masyarakat yang memiliki
keluhan terhadap masalah-masalah dan tanggapan yang ada
pada Pelayanan Administrasi. Dalam pengaduan keluhan yang
sedang berjalan yaitu masyarakat menggunakan media tertulis
(kotak saran dan keluhan) dan media lisan (bertatap muka
langsung dengan pegawai).
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan Sistem
Informasi yang memudahkan dalam pengaduan keluhan masalah
yang terjadi pada layanan publik. Sistem informasi ini diharapkan
dapat memudahkan pengaduan masalah Masyarakat sehingga
dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
3
Oleh karena itu maka perlu dibangun Sistem Informasi
Layanan Pengaduan Masyarakat Berbasis Web Pada Kantor
Desa Langko.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana merancang Sistem Informasi Pengaduan
Layanan Masyarakat Berbasis Web Pada Kantor Desa
Langko?
1.3 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Keluhan yang dimaksudkan keluhan Pelayanan
Kesehatan Masyarakat, Infratsruktur, Bantuan Pemerintah
Dan Pelayanan Administrasi.
2. Layanan web ini dapat di akses oleh admin kantor desa
dan masyarakat Desa Langko.
3. Ruang lingkup penelitian adalah Kantor Desa Langko.
Pengaduan layanan publik dari masyarakat ke Kantor
Desa Langko.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Merancang sistem informasi layanan pengaduan
masyarakat berbasis web pada Kantor Desa Langko.
4
2. Untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh
gelar sarjana pada Program Studi Sistem Informasi.
5
1.5 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Bagi Perangkat Desa
Mempermudah petugas admin dalam mengelola dan
pengarsipan data sehingga dapat meningkatkan efektifitas
pelayanan kepada Masyarakat
2. Manfaat Bagi Peneliti
Menambah wawasan dalam hal membuat rancangan sistem
informasi layanan Pengaduan Masyarakat Desa Langko
Berbasis Web di Kantor Desa Langko. Adapun penelitian ini
dilakukan untuk persyaratan dalam mengikuti sekripsi.
3. Manfaat Bagi Masyarakat
Dengan adanya sistem informasi layanan pengaduan
masyarakat berbasis web, Masyarakat tidak perlu datang ke
kantor desa untuk melakukan pengaduan dan juga bisa
lebih efisien dalam memanfaatkan waktu dan teknologi.
4. Manfaat Bagi Universitas Teknologi Mataram
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi tolak ukur bagi pihak
Universitas untuk mengetahui kemampuan yang dicapai
oleh mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan
yang dimiliki kedalam produk-produk berbasis teknologi
yang bermanfaat bagi masyarakat.
6
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan berisi struktur isi skripsi yang terdiri
dari bab dan sub-sab serta penjelasan ringkas isi masing-
masing bab sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisikan tentang penjelasan latar belakang
masalah, identifikasi masalah, maksud dan tujuan,
batasan masalah, manfaat penelitian serta sistematika
penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan teori-teori yang menjadi dasar dan
acuan dalam penelitian ini.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini berisi objek penelitian, alat dan bahan,
metode pengumpulan data, prosedur penelitian,
pengukuran variabel dan metode analisis (metode-
metode pendekatan penyelesaian permasalahan yang
dipakai dan metode analisis data).
7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini disajikan hasil, implementasi, analisis dan
pembahasan penelitian. Hasil dan implementasi dapat
berupa gambar alat/program dan aplikasinya. Untuk
penelitian lapangan hasil dapat berupa data (kualitatif
maupun kuantitatif). Analisis dan pembahasan berupa
hasil pengolahan data.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh pembahasan
dan juga memuat saran-saran untuk pengembangan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Konsep Dasar
1. Pengertian Sistem
Secara umum, sistem berasal dari bahasa Latin
(systema) dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu
kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,
materi, atau energi untuk mencapai tujuan. Sistem juga
merupakan sebuah kesatuan bagian-bagian yang saling
memiliki hubungan yang berbeda dalam suatu wilayah,
serta memiliki item-item sebagai penggerak (Setyaningsih :
2023).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sistem
adalah perangkat unsur yang secara teratur saling
berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Sistem juga
diartikan sebagai susunan yang teratur dari pandangan,
teori, asas, dan sebagainya. KBBI juga mendefinisikan
pengertian sistem sebagai sebuah metode.
7
8
2. Pengertian Informasi
Informasi adalah hasil pengolahan data yang telah
diberi makna dan dapat digunakan untuk berbagai
keperluan (Dian Sano, 2020).
3. Pengertian Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah proses yang berlangsung
secara periodik dan beroperasi dalam suatu siklus yang
bergerak secara teratur. Oleh karena itu, suatu system
informasi lebih berorientasi pada informasi yang bersifat
rutin (Soufitri, 2021).
4. Pelayanan Publik
Pelayanan publik merupakan aspek pelayanan pokok
bagi aparatur negara sesuai dengan UUD 1945 alenia 4,
yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial (Tirka Widanti ,
2022).
5. Pengaduan Masyarakat
9
Pengaduan Masyarakat merupakan suatu sumber
informasi yang sangat penting bagi upaya-upaya
pihak penyelenggara pelayanan untuk memperbaiki
kesalahan yang mungkin terjadi, sekaligus secara
konsisten menjaga dan meningkatkan pelayanan yang
dihasilkan agar selalu sesuai dengan standar yang
ditetapkan (Wijayanti, Nugraha, & Utomo, 2022 ).
6. Pengertian Website
Website dapat diartikan sebagai Kumpulan halaman-
halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi,
tentang data teks, data gambar, data animasi, audio, video,
dan semua kombinasi baik statis maupun dinamis yang
terhubung ke jaringan internet. Secara garis besar web
adalah perangkat lunak yang menampilkan dokumen di
web yang memungkinkan pengguna untuk mengakses
internet melalui pe`rangkat lunak dengan koneksi internet
(Efniasari et al., 2022).
7. Desa Langko
Langko merupakan salah satu desa yang ada di
kecamatan Lingsar, kabupaten Lombok Barat, provinsi
Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa merupakan satu
10
dari 10 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan
Lingsar. Desa ini memiliki semboyang geger girang genem.
Dalam hal upaya memberikan pelayanan kepada
masyarakat, pihak desa. selalu berusaha mempermudah
dan mempercepat pelayanan dengan baik. Berbagi inovasi
pelayanan diberikan untuk meningkatkan kualitas
pelayanan yang efektif dan efisien. Misalnya, dengan
membuat pamflet terkait persyaratan pengajuan, layanan
berbasis aplikasi WhatsApp dan lain sebagainya.
2.1.2 Pemodelan Sistem
Adapun pemodelan sistem yang digunakan adalah sebagai
berikut:
1. Flowchart
Flowchart sendiri sebagai representasi grafis dari suatu
proses atau algoritma meng-gunakan symbol – symbol
tententu. Biasanya digunakan dalam pemrograman komputer,
ma-najemen proyek dan bisnis untuk menggambarkan
langkah – langkah secara visual dan logis. Dalam konteks
pemrograman komputer flowchart digunakan untuk
merancang dan meng-analisis algoritma, membantu
programmer memahami logika dan urutan operasi yang diper-
lukan (Latifah et al., 2020).
11
Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan
yang bersifat mutlak, karena flowchart merupakan gambaran
hasil pemikiran dalam menganalisis suatu masalah dengan
computer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat
bervariasi antara satu pemograman dengan pemograman
lainnya. Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu
terdiri tadi tiga bagian utama, yaitu;
a. Input berupa bahan mentah.
b. Proses pengolahan.
c. Output berupa bahan jadi.
Tabel 2. 1 Simbol Flowchart
Simbol Deskripsi
Flow Direction Symbol menghubungkan
symbol yang satu dengan simbol lainnya,
simbol ini juga di sebut connecting line
Terminator Symbol Untuk permulaan (start)
atau akhir (stop) dari suatu kegiatan
Connector Symbol untuk keluar – masuk atau
penyambungan proses dalam lembar /
halaman yang sama
12
Connector symbol untuk keluar – masuk atau
penyambungan proses / halaman yang
berbeda
Processing symbol yang menunjukkan
pengolahan yang di lakakukan oleh komputer
Symbol Manual Operation yang menunjukkan
pengolahan yang tidak di lakukan oleh
computer
Symbol Decision pemilihan proses
berdasarkan dengan kondisi yang ada
Symbol Input – Output yang menyatakan
proses input dan output tanpa
tergantung dengan jenis peralatannya
Symbol Mnual Input untuk pemasukan data
secara manual on-line keyboard
Symbol Predefine Proses untuk pelaksanaan
suatu bagian (sub-program)/prosedure
Symbol Display Symbol Display menyatakan
peralatan output yang di gunakan yaitu
layar,plotter,printer dan sebagainya
13
Symbol Punch Card yang menyatakan bahwa
input berasal dari kartu atau output ditulis di
kartu
Symbol Dokument yang menyatakan input
berasal dari dokumen dalam bentuk kertas
atau output di cetak ke kertas
Untuk pengolahan data dengan computer, dapat dirangkum
urutan dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu:
a. Start : berisi instuksi untuk persiapan peralatan yang
diperlukan sebelum menangani pemecahan masalah
b. Read : berisi instruksi untuk membaca data dari suatu
peralatan input.
c. Proses : berisi kegiatan yang berkaitan dengan
pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
d. Write : berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan ke
peralatan
e. output. End : mengakhiri kegiatan pengolahan
2. Unified Modeling Language (UML)
14
Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah “bahasa”
yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi,
merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak.
UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model
sebuah sistem. Dengan menggunakan UML kita dapat
membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak,
dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras,
sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam
bahasa pemrograman apapun.
UML memiliki beberapa permodelan diagram-diagram,
antara lain Use case Diagram dan Activity Diagram. Berikut
adalah penjelasan dari masing-masing diagram yang ada
pada UML.
a) Use Case Diagram
Use case merupakan permodelan untuk mengambarkan
behavior sistem informasi yang akan dibuat . Usecase
digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di
dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak
(Efniasari et al., 2022).
menggunakan fungsi-fungsi tersebut
Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat
disimpulkan bahwa Use Case menggambarkan
fungsionalitas sistem atau persyaratan yang harus dipenuhi
15
sistem dari pandangan dan sebuah interaksi antara satu
atau lebih actor dengan aplikasi yang akan dibuat.
Sebuah use case dapat mengextend use case lain
berdasarkan sifat dari case tersebut. Dan juga dapat
include dengan use case lain ketika sebuah use case
dijalankan secara normal maka use case lain akan
dieksekusi. Dalam use case diagram terdapat beberapa
elemen yang digunakan yaitu aktor, use case, sistem,
association, dependency, dan generalization.
Tabel 2. 2 Simbol Use Case Diagram
16
Simbol Keterangan
Actor mempresentasikan seorang atau pelaku
dalam sistem.
Use Case menggambarkan fungsi atau
pekerjaan dalam sistem.
Generalisation Menunjukkan spesialisasi aktor
untuk dapat berpartisipasi dengan use case.
Include Relationship Menggambarkan kegiatan
yang dibutuhkan sebelum kegiatan sebelumnya
terjadi atau terlaksana.
Extend Relationship Menggambarkan kegiatan
yang bisa dilakukan setelah kegiatan
sebelumnya.
Association Menghubungkan antara elemen.
1) Aktor adalah pegguna atau sistem lain yang
berinteraksi dengan sistem yang dibangun.
2) Use case adalah fungsionalitas yang tersedia dalam
sistem.
17
3) Sistem adalah proses yang sudah dibatasi sesuai
dengan apa yang dibangun.
4) Association adalah sebuah garis yang menggambarkan
interaksi atau hubungan antar aktor dengan sistem.
5) Dependency adalah sebuah garis yang
menghubungkan antara dua buah use case. Interaksi
ada dua macam yaitu include dan extend. Include
adalah sebuah garis yang dimana menghubungkan
satu use case membutuhkan use case lain, sedangkan
extends adalah sebuah garis yang dimana
menghubungkan satu use case ketika dibutuhkan atau
tergantung dengan keadaan use case tersebut.
6) Generalization adalah konsep pewarisan dimana aktor
pada sistem tersebut bisa mewariskan kepada aktor
lain. Pewarisan ini berlaku aktor kepada use case
maupun use case kepada aktor.
b) Activity Diagram
Activity diagram adalah diagram yang mengambarkan
workflow atau aliran kerja dari sebuah sistem atau proses
bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak.
(Efniasari et al., 2022)
18
Berdasarkan beberapa teori diatas disimpulkan bahwa
Activity Diagram ialah aktivitas utama dari user pada sistem
informasi yang dibuat dan merupakan teknik untuk
mendeskripsikan logika prosedural, proses bisnis dan aliran
kerja dalam banyak kasus
19
Tabel 2. 3 Simbol Activity Diagram
Simbol Nama Keterangan
Status awal Sebuah diagram aktivitas
memiliki sebuah status
awal
Aktivitas Aktivitas yang dilakukan
sistem, aktivitas
biasanya diawali dengan
kata kerja.
Percabangan / Percabangan dimana
Drcis[ion ada pilihan aktivitas yang
lebih dari satu
Penggabungan / Join Penggabungan dimana
yang mana lebih dari
satu aktivitas lalu
digabungkan jadi satu
Status Akhir Status akhir yang
dilakukan sistem, sebuah
diagram aktivitas
memiliki sebuah status
akhir.
20
Swimlane Swimlane memisahkan
organisasi bisnis yang
bertanggung jawab
terhadap aktivitas yag
terjadi
a) Start Point atau Initial State (Titik Mulai/Status Awal)
Start Point adalah lingkaran hitam kecil. Biasanya
digunakan untuk menandakan status awal, tindakan
awal, atau titik awal aktivitas untuk setiap Activity
diagram.
b) Activity (Aktivitas)
Activity merupakan aktivitas yang dilakukan atau sedang
terjadi dalam sistem. Biasanya diawali dengan “kata
kerja” dari aktivitas yang dilakukan.
c) Decision atau Percabangan merupakan suatu titik
atau poin yang mengindikasikan suatu kondisi di mana
adanya kemungkinan dalam perbedaan transisi. Hal
tersebut diperlukan ketika sistem yang dimiliki memiliki
beberapa kemungkinan atau jalan alternatif.
d) Synchronization
21
Synchronization dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fork dan
join.
Fork (percabangan) digunakan untuk memecah
behaviour (tingkah laku) menjadi actifity atau action
(aksi) secara paralel.
Join (penggabungan) digunakan untuk menghubungkan
kembali Activity dengan action secara paralel.
e) Merge
Menggabungkan flow yang sudah dipecah menjadi
beberapa bagian oleh suatu flow.
f) Swimlanes
Memecah Activity diagram menjadi kolom dan baris
untuk membagi tanggung jawab objek-objek yang
melakukan suatu aktivitas.
g) Transition
Digunakan untuk menunjukan aktivitas selanjutnya dan
sebelumnya.
h) Notasi akhir (end state)
Notasi akhir digunakan untuk menandakan proses
tersebut berakhir. Pada UML, notasi akhir dapat
22
digambarkan dengan simbol sebuah bull’s eye (mata
sapi)
23
c) Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram (ERD) memiliki dua
komponen utama yaitu Entitas (Entity) dan Relasi
(Relation). Kedua komponen ini ,masing-masing dilengkapi
dengan sejumlah atribut yang mempresentasikan seluruh
(Iswandy, 2015).
fakta yang ada di dunia nyata
Berdasarkan pengertian dari ahli di atas, maka Entity
Relationship Diagram (ERD) dapat disimpulkan sebagai
sebuah model jaringan yang menggunakan susunan data,
serta perincian yang merupakan reprentasi logika dari data
suatu organisasi atau area tertentu.
Tabel 2. 4 Simbol Entity Relationship Diagram
Simbol Nama Keterangan
Entity Entitas, yang diwakili oleh
(Entitas) persegi panjang. Entitas
Entitas adalah objek atau konsep
yang ingin Anda simpan
informasinya.
Atribut Simbol yang menjelaskan
Atribut karakteristik suatu entitas
dan juga relasinya.
Digambarkan dengan
24
elips.
Connection Simbol untuk merangkai
keterkaitan antara
notasinotasi yang berupa
garis penghubung yang
digunakan seperti entitas,
relasi dan atribut.
Relationship Simbol yang digunakan
Relationship (Relasi) untuk menghubungkan
beberapa entitas
berdasarkan fakta pada
suatu lingkungan.
Digambarkan dengan
simbol belah ketupat.
2.1.3 Bahasa Pemrograman dan Analisis Pemrograman
Bahasa pemrograman yang digunakan dalam membuat
aplikasi berbasis web terdiri dari hypertext preprocessor
(PHP), Visual Studio Code, MySQL,Bootstrap, XAMPP.
1. Hypertext Preprocessor (PHP)
PHP adalah singkatan dari PHP Hypertext
Preprocessor. Bahasa yang ditafsirkan memiliki kesamaan
25
dengan bahasa C dan Perl, yang memiliki perintah
sederhana yang digunakan untuk membangun aplikasi
web. PHP/F1 adalah nama awal untuk PHP (Personal
(Efniasari et al., 2022).
Home Page/Form Interface)
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa hypertext preprocessor (PHP)
merupakan bahasa pemrograman yang mengolah
database, content website sehingga website yang dibuat
merupakan web dinamis, dan PHP merupakan bahasa
pemograman yang dikombinasikan dengan HTML.
2. MySQL
MySQL adalah Relational Database Management
System (RDBMS) di distribusikan secara gratis di bawah
GPL (General Public License). Dimana setiap orang dapat
menggunakan MySQL secara gratis, tetapi tidak boleh
digunakan kepentingan komersial. MySQL sebenarnya
merupakan turunan salah satu konsep utama dalam
database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query
Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian
database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan
pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian
26
data dikerjakan dengan mudah secara otomatis
(Efniasari et al., 2022).
Dapat ditarik kesimpulan bahwa MySQL merupakan
aplikasi yang digunakan untuk mengolah basis data yang
banyak digunakan untuk membangun aplikasi yang
menggunakan database.
3. Bootstrap
Bootstrap adalah front-end framework yang bagus dan
luar biasa yang mengedapankan tampilan untuk
mobiledevice (Handphone, smartphone dll.) guna
mempercepat dan mempermudah pengembangan
website. Bootstrap menyediakan HTML, CSS dan
Javascript siap pakai dan mudah untuk dikembangkan.
Bootstrap merupakan framework untuk membangun
desain web secara responsif. Artinya, tampilan web yang
dibuat oleh bootstrap akan menyesuaikan ukuran layar
dari browser yang kita gunakan baik di desktop, tablet
ataupun mobile device. Fitur ini bisa diaktifkan ataupun
dinon-aktifkan sesuai dengan keinginan kita sendiri.
Sehingga, kita bisa membuat web untuk tampilan desktop
saja dan apabila dirender oleh mobile browser maka
tampilan dari web yang kita buat tidak bisa beradaptasi
27
sesuai layar. Berdasarkan kutipan ahli, dapat disimpulkan
bahwa bootstrap merupakan sebuah aplikasi yang
dijadikan sebagai alat bantuk untuk mendesain halaman
(Suprayogi & Rahmanesa, 2019).
web yang menarik
4. Visual Studio Code
Visual Studio Code adalah perangkat lunak penyunting
kode-sumber buatan Microsoft untuk Linux, macOS, dan
Windows. Visual Studio Code menyediakan fitur seperti
penyorotan sintaksis, penyelesaian kode, kutipan kode,
merefaktor kode, pengawakutuan, dan Git.
28
5. XAMPP
Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (sistem
operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl.
Program ini tersedia dalam GNU General Public License
dan bebas, merupakan web server yang mudah
digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web
yang dinamis.
XAMPP merupakan tool yang menyediakan paket
perangkat lunak ke dalam satu buah paket. Dengan
menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan
instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan
(Ridwan et al., 2018).
MySQL secara manual
Berdasarkan pengertian dari para ahli di atas, dapat
disimpulkan bahwa XAMPP merupakan software yang
digunakan sebagai server untuk mengeksekusi fungsi
website tanpa jaringan internet.
6. Framework CodeIgniter (CI)
CodeIgniter merupakan framework PHP yang dibuat
berdasarkan model view Controlleer (MVC). CI memiliki
library yang lengkap untuk mengerjakan operasi-operasi
yang umum dibutuhkan oleh aplikasi berbasis web
misalnya mengakses database, memvalidasi form
29
sehingga sistem yang dikembangkan mudah. CI juga
menjadi satu-satunya Framework dengan dokumentasi
yang lengkap dan jelas. Source code CI yang dilengkapi
dengan comment didalamnya sehingga lebih memperjelas
fungsi sebuah kode program dan CI yang dihasilkan
sangat Bersih (clean) dan search Engine Friendly (SEF).
(Sallaby & Kanedi, 2020).
CodeIgniter menawarkan kemudahan serta standrisasi
dalam proses pengembangan website dan aplikasi
bebasis web. Dengan CodeIgniter proses pengembangan
website menjadi lebih cepat dan terstandarkan. Standar ini
sangat berguna dalam pengembangan [Link] di
kerjakan oleh tim.
CodeIgniter menggunakan konsep MVC yaitu:
1. Models adalah class PHP yang didesain untuk
beroperasi dalam menambah, mengubah,
menghapus, dan menampilkan informasi yang ada di
dalam basis data.
2. Views adalah bagian presentasi yang berisi code
HTML, views merupakan sebuah tampilan informasi
yang diperoleh dari database/models. Ketika
30
pengembang ingin mengubah tampilan yang dibuat
cukup mengubah bagian views.
3. Controller adalah bagian utama dalam aplikasi web
yang dibuat, controller merupakan logika bisnis yang
mengatur agar model dapat mengambil informasi
basis data lalu ditampilkan.
2.2 Penelitian Terkait
Terdapat bebrapa penelitian terdahulu yang memiliki kesesuaian
dengan penelitian yang akan dilakukan, yaitu:
a. Penelitian yang dilakukan oleh Anggun Titah Islamiyah ,
Wina Witanti , Asep Id Hadiana (2019) “Sistem Informasi
Pengaduan Pelanggaran di SPBU pada Direktorat Metrologi
Bandung Berbasis Mobile”. metode pengembangan yang
digunakan untuk mengembangkan system informasi pengaduan
ini adalah RAD. Karena penyampaian pelanggaran melalui
pesan singkat atau telepon ini dirasa kurang efektif karena jika
terlalu banyak pesan singkat akan terjadi penumpukan pesan
yang akibatnya pesan pertama masuk tidak terlihat oleh
penerima pesan. Jika pengaduan dilakukan melalui telepon,
ketika dua pengaduan melakukan pengaduan secara bersamaan
mengakibatkan sulitnya tersambung dengan penerima
pengaduan. Oleh sebab itu peneliti bertujuan untuk membuat
31
Aplikasi berbasis mobile dapat di akses menggunakan
smartphone pribadi masyarakat untuk melaporkan informasi
terkait pelayanan publik, mengetahui informasi dan kebijakan
pemerintah dan dapat juga di akses oleh pemerintah dan
stakeholder di pemerintahan yang dapat memberikan feedback
secara langsung kepada Masyarakat. Sistem informasi
pengaduan pelanggaran ini dapat melakukan proses pengaduan
oleh masyarakat melalui mobile dan sistem dapat melakukan
pelacakan lokasi pelanggaran menggunakan tag lokasi yang
dimasukkan oleh masyarakat. Pengaduan pelanggaran yang
dikirimkan oleh masyarakat akan diterima oleh petugas melalui
sistem informasi pengaduan pelanggaran dan akan
ditindaklanjuti oleh petugas. Sistem pengaduan pelanggaran ini
menghasilkan laporan kegiatan untuk setiap penanganan yang
dilakukan oleh petugas.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Amelia Sahfitri , Donny
Apdian , Rukmanta Jayawiguna , Yahya Suherman (2023)
dengan judul “Rancang Bangun Sistem Informasi Layanan
Pengaduan Masyarakat Berbasis Web Pada Desa
Karyasari”. dalam penelitiannya bertujuan untuk membuat
rancang bangun sistem informasi layanan pengaduan
masyarakat berbasis web pada desa karyasari. Metode
penelitian yang digunakan adalah Design Science Research
32
Methodology (DSRM), tujuannya adalah untuk memberikan
pengetahuan yang baik dan pemahaman yang mendasar
mengenai proses pengembangan sistem sehingga dapat terjadi
komunikasi yang baik antara pengembang sistem dan pengguna.
Rancang bangun layanan pengaduan masyarakat pada Desa
Karyasari ini merupakan suatu sistem informasi berbasis website
yang menyediakan informasi layanan pengaduan masyarakat.
Sistem informasi ini selain mendukung pengelolaan data
masyarakat, data pengaduan dari masyarakat serta akan
membantu juga dalam pembuatan laporan. Sistem ini akan
digunakan oleh dua kategori pengguna/masyarakat yaitu input
pengaduan layanan dan staf Desa dalam melihat status
pengaduan masyarakat yang masuk, untuk akses pengguna ini
memiliki tugas berbeda-beda.
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan untuk
mengembangkan sistem informasi yang melakukan transaksi
secara terstruktur, atau dapat digunakan untuk menjelaskan
proses transaksi kepada pengguna dan pihak-pihak yang tertarik
untuk menggunakan sistem informasi.
c. Penelitian yang dilakukan oleh Qitfirul Dwi Cahyono, Ade
Eviyanti1, Metatia Intan Mauliana, Yulian Findawati1 (2024)
dengan judul “Perancangan Sistem Informasi Layanan Surat
Menyurat dan Pengaduan Masyarakat Berbasis WEB”. Pada
33
penelitian ini penulis menyusun sebuah sistem informasi untuk
membantu masyarakat dalam mengurus surat pada
pemerintahan dan melakukan pengaduan agar masyarakat tidak
perlu datang ke kantor pemerintah desa. Penulis menggunakan
framework Codeigniter, bahasa pemrograman PHP dan
database mysql dalam perancangan sistem informasi surat
menyurat. Untuk melakukan pengerjaan artikel ini menggunakan
metode waterfall karena pada metode tersebut memiliki tahapan-
tahapan yang terstruktur dalam perancangan sistem informasi
ini.
Sistem informasi yang sudah dibuat dapat dijalankan sesuai
dengan apa yang direncanakan. User sudah dapat melakukan
permohonan surat menyurat dan pengaduan secara online
terhadap fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, dan juga
dapat melakukan. Begitupun dengan petugas pemerintahan
desa juga dapat melakukan pengecekan data masyarakat yang
telah melakukan pengaduan dan kepengurusan surat pribadi
Sistem informasi yang dirancang dibuat untuk
mempermudah dalam melakukan proses surat menyurat dan
pengaduan pada fasilitas. User sudah dapat melakukan
permohonan surat menyurat dan pengaduan secara online
terhadap fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, dan juga
dapat melakukan.
34
35
d. Penelitian yang dilakukan oleh Rohmat Taufik dan Salman
Alfarizi (2021) dengan judul “Rancang Bangun Sistem
Informasi Pengaduan Masyarakat Berbasis Web Pada Desa
Sukadamai Kabupaten Tangerang”. Dalam melakukan
penelitian ini peneliti menggunakan Analisis PIECES
(Performance,information, Economy, Control, Eficiency, dan
Service). Menurut Suyono (2016), Metode PIECES digunakan
untuk mengidentifikasi kelemahan sistem yang menjadi
rekomendasi untuk perbaikan-perbaikan yang harus dibuat pada
sistem yang akan dikembangkan. PIECES ini sangat penting
untuk dilakukan sebelum mengembangkan sebuah sistem
informasi karena dalam Analisa ini biasanya akan ditemukan
beberapa masalah utama maupun masalah yang sifatnya gejala
dari masalah utama.
Perangkat lunak mampu menampung pengaduan secara
online yang dapat digunakan oleh masyarakat dalam
memberikan keluhan berdasarkan kategori, Sistem Informasi
Pengaduan Pelayanan Masyarakat Berbasis Web ini
menampilkan daftar pengaduan, pengaduan dalam proses, bukti
pengaduan, serta dapat mencetak laporan pengaduan
masyarakat.
Dimana penelitian ini menghasilakn sistem yang dapat
memudahkan proses pengaduan masyarakat terutama dalam
36
mengklasifikasikan kategori pengaduan. Berdasarkan hal
tersebutlah yang melatar belakangi penulis mengambil judul
“Rancang Bangun Sistem Informasi Pelayanan Pengaduan
Masyarakat Berbasis Web Pada Desa Sukadamai Kabupaten
Tangerang”.
e. Penelitian yang dilakukan oleh Mitha Amara, Andy Hidayat
Jatmika, Lalu Miftahul Ulum (2021) dengan judul “Sistem
Informasi Pengaduan Layanan Pada Bpkad Provinsi Nusa
Tenggara Barat Berbasis Web”. Dalam pengelolaan data
keluhan masyarakat di Badan Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, proses
penanganan keluhan dan monitoring data masih dilakukan
secara manual sehingga kurang efektif. Dengan adanya
permasalahan tersebut, maka penulis membuat “Sistem
Informasi Pengaduan Layanan BPKAD Provinsi Nusa Tenggara
Barat Berbasis Web” dengan menggunakan bahasa
pemrograman PHP dan database MySQL.
Pada tampilan halaman data penanganan berisi data-data
dari keluhan yang telah ditangani oleh admin, pada halaman ini
admin dapat mengelola data penanganan serta mengunduh data
penanganan yang terdapat pada system. dimana terdapat form
untuk menangani data keluhan. Pada form yang muncul tersebut
admin dapat memindahkan data dari keluhan yang dipilih ke data
37
penanganan dengan mengisi keterangan, tanggal penanganan,
serta status dari keluhan yang dipilih untuk kemudian data
tersebut ditangani. Dengan adanya Sistem Informasi Pengaduan
Layanan Pada Bpkad Provinsi Nusa Tenggara Barat Berbasis
Web, diharapkan dapat membantu pegawai BPKAD Provinsi
NTB dalam pengelolaan data keluhan masyarakat secara lebih
efektif dan efisien.
Dari beberapa uraian hasil penelitian terdahulu terdapat
beberapa kesamaan namun belum ada halaman cetak laporan
sehingga dartar pengaduan masyarakat masih di buat secara
manual.
Setelah melihat kelebihan dan kekurangan dari penelitian
sebelumnya, maka peneliti berusaha untuk menggali dan terus
mencari guna memberikan solusi yang terbaik yang bersumber
dari penelitian sebelumnya. Maka dari itu peneliti ingin
menambahkan beberapa menu yang berupa tampilan dari
halaman cetak laporan, Dimana berisi daftar laporan pengaduan
yang masuk yang dapat di download dan di cetak.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Pengumpulan Data
Dalam membangun sistem informasi layanan pengaduan
masyarakat pada kantor desa langko, ada beberapa metode yang
digunakan untuk mendapatkan data tersebut antara lain:
1. Pengamatan (Observasi)
Observasi adalah pengamatan secara langsung kegiatan yang
sedang dilakukan di lokasi dimana peneliti mencatat informasi
sebagaimana peneliti saksikan selama melakukan penelitian.
Penyaksian terhadap peristiwa-peristiwa itu bisa dengan melihat,
mendengar, kemudian dicatat seperti tentang melihat pelayanan
kinerja staf kantor desa serta cara dalam menyampaikan
pengaduan oleh Masyarakat.
Penelitian ini melakukan tinjauan langsung ke Desa Langko
sebagai objek penelitian untuk memperoleh informasi yang tepat
dan akurat. Dari hasil observasi di dapatkan gambaran umum
pelayanan kinerja staf kantor desa serta cara kerja dalam
memberikan pengaduan.
2. Wawancara (interview)
Teknik memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan
cara tanya jawab sambil bertatap muka dan tanya jawab langsung
kepada pegawai Kantor Desa Langko Kecamatan Lingsar. Teknik
34
35
wawancara dilakukan dengan menyiapkan beberapa pertanyaan
yang akan ditanyakan kepada narasumber.
Wawancara dilakukan di lokasi penelitian dengan pihak yang
berhubungan dengan topik penelitian yang diangkat yaitu Bapak
Sekdes Kantor Desa Langko. Dari hasil wawancara di dapatkan
gambaran umun pelayanan kinerja karyawan serta cara kerja
dalam memberikan pengaduan. sehingga data ini akan menjadi
acuan dalam proses perancangan dan pembuatan Sistem
Informasi Layanan Pengaduan Masyarakat Pada Kantor Desa
Langko.
3. Studi Literatur
Studi Literatur Studi Literartur adalah teknik pengumpulan data
yang dilakukan dengan membaca referensi literature buku, jurnal,
dan penelitian terdahulu. Dalam hal ini beberapa buku dari
perpustakaan dan bersumber dari internet sebagai pendukung
untuk memperkuat landasan teori dalam penelitian ini. Teori
tersebut antara lain sistem informasi kependudukan dan teori
perancangan sistem.
3.2 Metode Pengembangan Sistem
Metode Waterfall merupakan metode yang sering digunakan oleh
penganalisa sistem pada umumnya. Inti dari metode waterfall adalah
pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara
linear. Jadi jika langkah ke-1 belum dikerjakan, maka langkah 2 tidak
36
dapat dikerjakan. Jika langkah ke-2 belum dikerjakan maka langkah
ke-3 juga tidak dapat dikerjakan, begitu seterusnya. Secara otomatis
langkah ke-3 akan bisa dilakukan jika langkah ke-1 dan ke-2 sudah
dilakukan. Menurut Wahid (2020) Metode waterfall adalah
metode yang paling banyak digunakan untuk tahap
pengembangan. Metode Waterfall merupakan pendekatan System
Development Life Cycle (SDLC) paling awal yang digunakan untuk
pengembangan perangkat lunak. Model waterfall ini juga
dikenal dengan nama model tradisional atau model klasik.
Gambar 3. 1 Siklus Pengembangan Metode Waterfall
1. Analisa Kebutuhan
Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem.
Pengumpulan data dalam tahap ini bisa melakukan sebuah
penelitian, wawancara atau studi literatur. Sistem analis akan
menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan
37
tercipta sebuah sistem komputer yang bisa melakukan tugas-tugas
yang diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan
dokumen user requirment atau bisa dikatakan sebagai data yang
berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan sistem.
Analisa kebutuhan ini lah yang akan menjadi acuan sistem analis
untuk menerjemahkan ke dalam bahasa pemrogram.
2. Desain Sistem
Tahapan dimana dilakukan penuangan pikiran dan
perancangan sistem terhadap solusi dari permasalahan yang ada
dengan menggunakan perangkat pemodelan sistem seperti
diagram alir data (data flow diagram), diagram hubungan entitas
(Entity Relationship Diagram) serta struktur dan bahasan data
3. Penulisan Kode Program
Penulisan kode program atau coding merupakan penerjemahan
design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Dilakukan
oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang diminta
oleh user. Tahapan ini lah yang merupakan tahapan secara nyata
dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan
komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah
pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem
yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan
kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut dan kemudian bisa
diperbaiki.
38
39
4. Pengujian Program
Tahapan akhir dimana sistem yang baru diuji kemampuan dan
keefektifannya sehingga didapatkan kekurangan dan kelemahan
sistem yang 24 kemudian dilakukan pengkajian ulang dan
perbaikan terhadap aplikasi menjadi lebih baik dan sempurna.
5. Penerapan Program dan Pemeliharaan
Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan
pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena
mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan
dengan lingkungan (periperal atau sistem operasi baru) baru, atau
karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Perancangan Sistem
4.1.1 Analisis Kebutuhan
A. Flowchart Sistem
Perbedaan flowchart sistem lama dan flowchart sistem baru
sebagai berikut:
1. Flowchart sistem lama
Gambar 4. 1 Flowchart sistem lama
39
40
2. Flowchart sistem baru
Gambar 4. 2 Flowchart Sistem Baru
Keterangan:
1. Mulai
2. Masuk ke landing page
3. Lalu memilih login
4. Sesudah login akan masuk ke dashboard
5. Mengisi form pengaduan
41
6. Dan sistem akan menerima pengaduan
7. Pengaduan akan di proses
8. Laporan di terima
9. Apabila laporan di terima akan di teruskan ke kades
10. Kades menerima laporan
11. Kepala desa melakukan Tindakan pengaduan
12. Selesa
B. Unified Modeling Language (UML)
1. Use Case Diagram Admin
Gambar 4. 3 Use Case Admin
42
Dapat di lihat bahwa admin dapat menerima pengaduan, mengelola
pengaduan warga, mengelola registrasi, Mengelola user dan mengelola
laporan pengaduan
2. Use case user
Gambar 4. 4 Use Case User
Dapat di lihat bahwa warga dapat menginput pengaduan, melihat
pengaduan, menghapus pengaduan.
C. Activity Diagram
1) Diagram Activy Login Admin
Pada diagram Activity ini admin melakukan login terlebih dahulu
untuk dapat mengakses ke menu utama.
43
Gambar 4. 5 Diagram Activity Login Admin
Keterangan :
1. Mulai
2. Lalu sistem menampilkan halaman utama website
3. Dan sistem melakukan login
4. Lalu admin menginputkan username & password
44
5. Apabila benar maka dashboard admin apabila salah akan muncul
notif gagal
6. Dashboard admin
7. Selesai
2) Diagram Activity Login User
Pada diagram Activity ini user melakukan login terlebih dahulu
untuk dapat mengakses ke menu utama.
Gambar 4. 6 Diagram Activity Login User
45
Keterangan :
1. Mulai
2. Menampikan Halaman utama website
3. Melakuan login
4. Lalu admin menginputkan username & password
5. Apabila tidak valid maka akan muncul notif gagal dan melakuan
login
6. Apabila valid akan muncul dashboarad admin
7. Selesai
3) Diagram Activity Tambah Data/Registrasi Warga
Gambar 4. 7 Diagram Activity Tambah Data/Registrasi Warga
46
Keteranagn :
1. Mulai
2. Menampilkan halaman dashboard
3. Lalu admin memilih menu registrasi
4. Llau mengkelik tambah data warga
5. Menampilkan tambah data warga
6. Mengisi mengisi data warga
7. Dan simpan data warga
8. Data berhasil di simapan
9. Menampilkan data warga yang berhasil di simpan
10. Selesai
4) Diagram Activity form pengaduan
47
Gambar 4. 8 Diagram Activity form pengaduan
Keterangan :
1. Mulai
2. Membuka halaman utama
3. Membaca prosedur penghaduan online
4. Menambahkan pengaduan
5. Mengisi form pengaduan
6. Database
7. Selesai
5) Diagram Activity form respon/tanggapan
Gambar 4. 9 Diagram Activity form respon/tanggapan
48
Keterangan :
1. Mulai
2. Menampilkan halaman dashboard
3. Memilih menu respon
4. Menampilkan daftar pengaduanpengaduan dan tanggal tanggapan
5. Mengkelik tombol more untuk menampilkan detail tanggapan
6. Menampilkan detailtanggapan dan pengaduan
7. Mengkelik tombol close
8. Kembali ke halaman respon
9. Selesai
6) Diagram Activity form laporan pengaduan
Gambar 4. 10 Diagram Activity form laporan pengaduan
49
Keterangan :
1. Mulai
2. Menampilkan halaman dashboard
3. Memilih laporan
4. Menampilkan laporan daftar pengaduan
5. Mengkelik tombol print
6. Menampilkan tab baru print preview
7. Mengkelik tombol cetak
8. Melakukan proses cetak
9. Selesai
7) Diagram Activity form logout
Gambar 4. 11 Diagram Activity form logout
50
Keterangan :
1. Mulai
2. Menampilkan Halman dashboard
3. Memilih menu laporan
4. Menerapkan laporan daftar pengaduan
5. Mencetak tombol cetak
6. Melakukan preses cetak
7. Selesai
D. Entity Relationship Diagram (ERD)
Gambar 4. 12 Entity Relationship Diagram (ERD)
51
Sistem Informasi Pengaduan Layanan Masyarakat Berbasis Web
memiliki beberapa tabel yang saling berkaitan dan ber relasi satu
sama lain pada gambar dibawah ini.
E. Struktur Database
1. Tabel Masyarakat
Tabel 4. 1 Tabel Masyarakat
Field Type Size
nik varchar 16
nama varchar 35
username varchar 25
password varchar 255
telp varchar 13
2. Tabel Pengaduan
Tabel 4. 2 Tabel Pengaduan
Field Type Size
id_pengaduan int 5
tgl_pengaduan varchar 20
nik varchar 16
isi_laporan text
52
foto varchar 255
status enum
3. Tabel Petugas
Tabel 4. 3 Tabel Petugas
Field Type Size
id_petugas Int 5
nama_petugas Varchar 30
username Varchar 30
password Varchar 255
telp_petugas Varchar 13
4. Tabel Tanggapan
Tabel 4. 4 Tabel Tanggapan
Field Type Size
id_tanggapan int 5
id_pengaduan int 5
tgl_tanggapan varchar 20
tanggapan text
53
id_petugas int 5
54
F. Desain Rancangan
1. Halaman Login Admin
Gambar 4. 13 Halaman Login Admin
Pada halaman login admin merupakan halaman admin
yang berfungsi untuk menentukan pihak yag dapat
menggunakan sistem dan tidak dapat di gunaka oleh pihak-
pihak yang tidak berhubungan dengan sistem ini.
2. Dashboard admin
Gambar 4. 14 Dashboard Admin
55
Pada halaman dashboard yang memperlihatkan berapa
jumlah laporan masuk dan laporan selesai.
3. Registrasi
Gambar 4. 15 Registrasi
Pada halaman registrasi admin bisa melihat data
Masyarakat yang terdaftar dalam sistem ini dan admin juga
bisa menambah atau menghapus data yang ada pada menu
registrasi.
4. Pengaduan
Gambar 4. 16 Pengaduan
56
Pada halaman pengaduan admin bisa melihat pengaduan
yang di ajukan oleh Masyarakat.
5. Respon
Gambar 4. 17 Respon
Pada halaman respon admin bisa melihat pengaduan yang
di ajukan oleh warga dan juga bisa memberikan status,
apakah pengaduan tersebut di terima, tahan atau di tolak.
6. User
Gambar 4. 18 User
57
Pada halaman user ini terdapat info tentag pengguna user
yang sudah terdaftar.
7. Laporan
Gambar 4. 19 Laporan
Pada halaman laporan, admin bisa mencetak laporan yang
beri tentang pengaduan yang di lakukan oleh masyrakat.
8. Logout
Gambar 4. 20 Logout
4.2 Pengembangan Sistem
Pada bab ini akan membahas mengenai implementasu yang
merupakan tolak ukur atau pengujian dar program yang telah di buat,
58
serta mengetahui bahwa program yang telah di buat sesuai dengan
perancanganya
A. Tampil User Interface
a) Halaman utama pada website
Halaman utama pada website menampilkan pilihan untuk
pengguna Dimana pengguna bisa memilih cetak surat sendiri
atau memilih permohonan surat.
Gambar 4. 21 Halaman utama pada website
b) Halaman login admin
Halaman login di gunakan untuk menginputkan username
dan password yang telah di tentukan.
59
Gambar 4. 22 Halaman Login Admin
c) Halaman dashboard
Halaman dashboard merupakan halaman yang di
tampilkan setelah admin login. Fungsi dari Halaman ini yaitu
admin dapat melihat jumlah laporan masuk dan laporan
selesai.
Gambar 4. 23 Halaman dashboard
d) Halaman Pengaduan
Pada halaman pengaduan admin bisa melihat
pengaduan yang masuk serta bisa menghapus dan melihat
pegaduan dengan detail.
60
Gambar 4. 24 Halaman Pengaduan
e) Halaman Respon
Pada Halaman Responi admin bisa memberikan respon
terhadap pengaduan yang masuk ke dalam sitem sepertii
memberikan status dan menghapus pengaduan.
Gambar 4. 25 Halaman Respon
f) Halaman Registrasi
Pada Halaman user admin bisa menndaftarkan warga
agar bisa mengakses sistem pengaduan dan memberikan
akun pada warga yang suda di daftarkan.
Gambar 4. 26 Halaman Registrasi
61
g) Halaman User
Pada halaman user terdapat beberapa fitur di antaranya
untuk menentukan level petugas atau admin yang mengelola
sistem pada layanan pengaduan Masyarakat Desa
Gambar 4. 27 Halaman User
h) Halaman Dashboard Masyarakat
Pada halaman Dashboard Masyarakat, Masyarakat bisa
langsung meberikan laporan serta mengupload foto sesuai
laporan yang di masukan, dan bisa melihat daftar laporan
yang sudah di ajukan sebelumnya.
Gambar 4. 28 Halaman Dashboard Masyarakat
62
B. Flowchart Program
1. Flowchart program Login
Gambar 4. 29 Flowchart Program Login
2. Flowchart program pengaduan
Gambar 4. 30 Flowchart Program Pengaduan
63
3. Flowchart Sistem User
Gambar 4. 31 Flowchart Program User
4. Flowchart Laporan
Gambar 4. 32 Flowchart Laporan
64
4.3 Pengujian Sistem
Pengujian Program ini merupakan tahapan untuk melihat
apakah sistem yang di bangun apakah sesuai dengan konsep
yang di buat atau belum. Adapun metode pengujian program
pada layanan pengaduan online Masyarakat ini adalah metode
Blacx Box Testing. Metode ini di lakukan untuk mengetahui
apakah fitur yang di buat sudah berfungsi dengan baik sehingga
menghasilkan output yang seharusnya atau belum.
1. Halaman Login
Tabel 4. 5 Pengujian Halaman Login
NO Fungsi Skenario Validasi
1. Form Login Admin Password dan username Benar
Benar
2. Form Login user Username dan password Benar
salah
65
2. Pengujihan halaman registrasi
Tabel 4. 6 Pengujian Halaman Registrasi
No Fungsi Skenario Validasi
1. Form resgistrasi Mengklik menu Benar
registrsi
2 Form tambah data Mengklik menu Benar
masyarakat tambah
3 Form edit data Mengklik menu edit Benar
3. Pengujian halaman pengaduan
Tabel 4. 7 Pengujian Halaman Pengaduan
No Fungsi Skenario Validasi
1. Form pengaduan Mengklik menu pengaduan Benar
2. Form hapus Mengklik menu hapus Benar
66
4. Pengujian halaman respon
Tabel 4. 8 Pengujian Halaman Respon
No Fungsi Skenario Validasi
1 From Mengklik menu pengaduan Benar
pengaduan
2 Form Klik more untuk melihat pengaduan dan Benar
tanggapan menanggapi
3. Form hapus Klik menu hapus untuk menghapus Benar
tanggapan tanggapan
5. Halaman pengujian user
Tabel 4. 9 Pengujian Halaman User
No Fungsi Skenario Validasi
1. Form user Mengklik menu user Benar
2. Form tambah Mengklik menu tambah Benar
data user
3 Form edit Mengklik menu edit Benar
data
67
6. Pengujian halaman laporan
Tabel 4. 10 Pengujian Halaman Laporan
Noo Fungsi Skenario Bukti
1 Form laporan Mengklik menu laporan Benar
2 Form cetak Klik menu print untuk mencetak Benar
laporan laporan
7. Pengujian halaman logout
Tabel 4. 11 Pengujian Halaman Logout
Noo fungsi Keterangan bukti
1 Form Mengklik menu logout Benar
Logout
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan implementasi yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat Berbasis Web yang
dibangun dapat memfasilitasi proses penyampaian keluhan
masyarakat secara lebih cepat, efisien, dan terstruktur tanpa
harus datang langsung ke kantor desa.
2. Sistem ini menyediakan berbagai fitur seperti pendaftaran
pengguna, pengajuan pengaduan, respon dari petugas,
pengelolaan data oleh admin, dan pencetakan laporan
pengaduan. Hal ini membantu meningkatkan kualitas
pelayanan publik di Desa Langko.
3. Pengujian sistem dengan metode Black Box Testing
menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai dengan
fungsinya. Sistem mampu menangani input, proses, dan output
pengaduan dengan benar.
4. Penerapan sistem ini memberikan manfaat nyata baik bagi
masyarakat sebagai pengguna layanan, admin kantor desa
sebagai pengelola data, maupun bagi instansi pendidikan
sebagai sarana implementasi ilmu mahasiswa dalam bidang
sistem informasi.
71
72
5.2 Saran
Penulis menyadari banyak kekurangan dalam pembuatan
skripsi ini, oleh sebab itu diharapkan kedepannya untuk peneliti
selanjutnya dapat mengembangkan sistem ini diantaranya:
1. Membuat dalam bentuk mobile, sehingga lebih mudah di akses
oleh masyarakat dimana saja.
2. Program yang telah dirancang saat ini harapannya dapat
dikembangkan lebih baik terutama pada fitur program sehingga
fitur tidak hanya membuat pengaduan, namun juga bisa
mengakses ke fitur evaluasi layanan masyarakat dengan
memberikan rating.
3. Desain program dan laporan yang masih sederhana agar terus
dikembangkan sehingga mempunyai banyak pilihan model atau
desain laporan.
73
DAFTAR PUSTAKA
Amelia S. , Donny A., Rukmanta J., & Yahya S. (2023). RANCANG
BANGUN SISTEM INFORMASI LAYANAN PENGADUAN
MASYARAKAT BERBASIS WEB PADA DESA
KARYASARI. iterasi Digital dalam Penanganan dan
Pencegahan Cyberbullying dan Cybercrime.
Fauyhi E. N., Rohmat, T, & mohamad S. A. (2021). RANCANG
BANGUN SISTEM INFORMASI PELAYAN PENGADUAN
MASYARAKAT BERBASIS WEB PADA DESA SUKADAMAI
KABUPATEN TANGERANG. Jurnal dinamika universitas
tangerang.
Mitha A., Andy H. J., & Lalu M. U. (2021). SISTEM INFORMASI
PENGADUAN LAYANAN PADA BPKAD PROVINSI NUSA
TENGGARA BARAT BERBASIS WEB. Jurnal Begawe
Teknologi Informasi (JBegaTI),
Muhammad R. W., Mokhamad R. R., & Muhammad E. R., (2023).
PELATIHAN SISTEM INFORMASI LAYANAN PENGADUAN
DAN SURVEI KEPUASAN DARING PADA DISDUKCAPIL
KOTA MARABAHAN. Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat Vol.3, ,Hal. 58 – 66
74
Olha M., Satriadi D. A., & Siti A. U., (2022). SISTEM INFORMASI
LAYANAN PENGADUAN PERJUDIAN BERBASIS WEB.
Jurnal Informatika Upgris Vol. 8 Hal. 77-6.
Qitfirul D. C., Ade Eviyanti, Metatia I. M., & Yulian Findawati. (2024)
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN SURAT
MENYURAT DAN PENGADUAN MASYARAKAT BERBASIS
WEB Journal of Technology and System Information,
Volume: 1, Nomor 1 , 2024, Hal : 86-102.