0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan40 halaman

Modul Ajar Deep Learning

Diunggah oleh

M Siing
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan40 halaman

Modul Ajar Deep Learning

Diunggah oleh

M Siing
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (TINGKAT LANJUT)


BAB 1: BILANGAN KOMPLEKS

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAS RAHMATUL ASRI
Mata Pelajaran : Matematika (Tingkat Lanjut)
Kelas / Fase /Semester : XI.A/ Ganjil
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (6 Pertemuan @2jp)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik kelas XI yang mengambil Matematika Tingkat Lanjut umumnya telah memiliki pemahaman yang
kuat tentang bilangan real, operasi aljabar dasar, fungsi kuadrat, dan akar kuadrat, termasuk akar kuadrat dari
bilangan negatif yang mungkin pernah disinggung sebagai "tidak ada solusi real". Mereka terbiasa dengan
pemecahan masalah matematika dan penalaran logis. Keterampilan yang dimiliki meliputi kemampuan
perhitungan, manipulasi aljabar, dan interpretasi grafik sederhana. Namun, konsep tentang bilangan yang
melibatkan −1 (bilangan imajiner) dan perluasannya menjadi bilangan kompleks mungkin merupakan hal yang
sama sekali baru dan membutuhkan penyesuaian cara berpikir. Mereka mungkin belum terbiasa dengan
representasi geometri bilangan kompleks.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Bilangan Kompleks" mencakup jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan sedikit penalaran abstrak.
Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik mungkin tidak langsung terlihat dalam kegiatan sehari-hari,
namun sangat fundamental dalam berbagai bidang ilmu terapan seperti fisika (listrik, gelombang), teknik
(elektronika, sinyal), dan matematika itu sendiri (persamaan diferensial, analisis fungsional). Tingkat kesulitan
materi ini tergolong tinggi karena memperkenalkan jenis bilangan baru dan konsep-konsep abstrak seperti
argumen dan modulus yang membutuhkan visualisasi. Struktur materi bersifat hierarkis dan spiral, dimulai dari
pengenalan bilangan imajiner, definisi bilangan kompleks, operasi dasarnya, hingga representasi geometri dan
sifat-sifat lanjut. Integrasi nilai dan karakter dapat dilakukan melalui pengembangan ketelitian, ketekunan dalam
memecahkan masalah kompleks, keberanian dalam berpikir di luar kebiasaan (terhadap konsep bilangan), dan
apresiasi terhadap keindahan struktur matematika.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan materi dan tujuan pembelajaran, dimensi lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis konsep bilangan kompleks, membandingkan dengan
bilangan real, dan mengaplikasikannya dalam berbagai operasi dan sifat.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menemukan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah bilangan
kompleks, termasuk representasi visual atau non-konvensional.
● Kemandirian: Peserta didik mampu memahami dan menyelesaikan masalah bilangan kompleks secara
mandiri, serta mencari sumber belajar tambahan jika diperlukan.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan konsep dan solusi masalah bilangan kompleks secara lisan
maupun tertulis dengan jelas dan logis.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi dan memahami konsep bilangan kompleks, melakukan
operasi aljabar pada bilangan kompleks, serta menentukan konjugat, modulus, dan argumen bilangan kompleks
beserta sifat-sifatnya, untuk menyelesaikan permasalahan matematika yang relevan.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Fisika: Analisis rangkaian listrik AC, teori gelombang, optika, dan mekanika kuantum yang banyak
menggunakan bilangan kompleks.
● Teknik: Elektronika, telekomunikasi, kontrol sistem, pemrosesan sinyal.
● Kimia: Beberapa aspek teori orbital molekul dan fisika kuantum.
● Informatika: Algoritma pemrosesan sinyal digital dan grafika komputer.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Pengenalan Bilangan Kompleks dan Operasi Dasar
● Peserta didik dapat menjelaskan pengertian bilangan imajiner dan bilangan kompleks dengan tepat setelah
mengikuti penjelasan guru dan membaca buku.
● Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan kompleks dengan benar
setelah berlatih soal.
● Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian bilangan kompleks dengan akurat setelah memahami konsep
dasar.
Pertemuan 3-4: Konjugat, Modulus, dan Argumen
● Peserta didik dapat menentukan konjugat dari suatu bilangan kompleks dengan tepat.
● Peserta didik dapat menghitung modulus (nilai mutlak) dari suatu bilangan kompleks dengan benar.
● Peserta didik dapat menentukan argumen (sudut) dari suatu bilangan kompleks pada bidang kompleks.
● Peserta didik dapat merepresentasikan bilangan kompleks pada bidang kompleks (bidang Argand) dengan
benar.
Pertemuan 5-6: Sifat-Sifat Bilangan Kompleks dan Pembagian
● Peserta didik dapat mengidentifikasi dan menerapkan sifat-sifat konjugat, modulus, dan argumen bilangan
kompleks dalam perhitungan.
● Peserta didik dapat melakukan operasi pembagian bilangan kompleks dengan benar menggunakan konsep
konjugat.
● Peserta didik dapat menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan operasi dan sifat bilangan kompleks.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Sejarah Penemuan Bilangan Kompleks: Bagaimana bilangan kompleks muncul untuk menyelesaikan
persamaan yang tidak memiliki solusi real (misalnya, persamaan kuadrat dengan diskriminan negatif).
● Visualisasi pada Bidang Argand: Bagaimana bilangan kompleks dapat divisualisasikan sebagai vektor atau
titik pada bidang dua dimensi, mirip dengan koordinat kartesius.
● Aplikasi Sederhana (Konseptual): Diskusi singkat tentang bagaimana bilangan kompleks digunakan dalam
teknik kelistrikan (misalnya, representasi impedansi dalam rangkaian AC) atau pemrosesan sinyal, meskipun
tidak sampai pada perhitungan detail.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Mini Proyek): Peserta didik dalam kelompok akan membuat
"Peta Konsep Interaktif Bilangan Kompleks" yang mencakup definisi, operasi, konjugat, modulus, argumen,
dan sifat-sifatnya, bisa dilengkapi dengan contoh soal dan representasi visual. Proyek ini dapat disajikan
dalam bentuk digital (PowerPoint interaktif, Prezi) atau fisik (poster besar).
● Diskusi Kelompok: Diskusi mendalam untuk memecahkan soal-soal tantangan, menganalisis konsep, dan
saling berbagi pemahaman.
● Eksplorasi Konsep (Bukan Lapangan/Wawancara Langsung): Melalui simulasi interaktif online
(misalnya, Geogebra) untuk memvisualisasikan operasi dan sifat bilangan kompleks pada bidang Argand.
● Presentasi: Menyajikan hasil proyek dan diskusi kelompok di depan kelas, menjelaskan langkah-langkah
penyelesaian masalah.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru Fisika atau mata pelajaran lain yang relevan (jika ada) untuk memberikan
perspektif aplikasi bilangan kompleks.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Tidak ada mitra eksternal langsung yang relevan untuk bab ini,
fokus pada sumber belajar digital dan akademik.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang mendukung diskusi kelompok dan kerja proyek, dengan akses ke papan tulis/layar
untuk visualisasi konsep.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif dalam memecahkan masalah yang kompleks.
Meningkatkan partisipasi aktif melalui tanya jawab dan presentasi. Membangun rasa ingin tahu dengan
menantang peserta didik untuk berpikir di luar batas bilangan real.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom untuk mendiskusikan soal-soal sulit
atau konsep yang membingungkan secara asinkron.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms atau platform kuis daring (misalnya, Quizizz, Kahoot) untuk
asesmen formatif dan diagnostik.
● Software Matematika (Opsional): Penggunaan software seperti GeoGebra, Desmos, atau Wolfram Alpha
untuk visualisasi dan verifikasi perhitungan bilangan kompleks.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai pembelajaran dengan
pertanyaan pemantik yang mengajak peserta didik untuk fokus pada keterbatasan bilangan real. Contoh:
"Bagaimana cara kita mencari solusi untuk 𝑥 2 +1=0?" atau "Apakah semua masalah matematika dapat
diselesaikan hanya dengan bilangan yang sudah kita kenal (bilangan real)?" Guru dapat menayangkan video
singkat tentang sejarah munculnya bilangan imajiner/kompleks.
● Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengaitkan konsep bilangan kompleks
dengan kebutuhan penyelesaian masalah yang lebih luas dalam matematika dan ilmu terapan. Meskipun
aplikasinya di SMA mungkin belum detail, guru bisa memberikan gambaran umum tentang pentingnya di
fisika atau teknik. Contoh: "Ternyata, ada jenis bilangan baru yang sangat penting dalam pengembangan
teknologi modern seperti listrik dan sinyal radio!"
● Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Melakukan kuis singkat (misalnya, dengan
Kahoot) tentang operasi bilangan real dasar yang relevan atau tebak-tebakan matematika untuk membangun
suasana positif.

KEGIATAN INTI (50 MENIT)


Prinsip Pembelajaran Memahami (Bermakna):
● Pengenalan Konsep: Guru menjelaskan konsep bilangan imajiner (i=−1) dan bilangan kompleks (a+bi)
dengan analogi yang mudah dipahami. Penggunaan visualisasi pada bidang Argand sejak awal untuk
membantu pemahaman abstrak.
● Eksplorasi Konsep: Peserta didik secara individu atau berpasangan mengeksplorasi contoh-contoh operasi
penjumlahan, pengurangan, dan perkalian bilangan kompleks dari buku atau sumber digital.
● Studi Kasus Matematika: Memberikan contoh-contoh persamaan yang hanya dapat diselesaikan dengan
bilangan kompleks.
● Diferensiasi Konten: Bagi siswa yang cepat memahami, dapat diberikan materi pengayaan tentang bentuk
polar atau teorema De Moivre. Bagi yang kesulitan, guru dapat memberikan contoh-contoh yang lebih
sederhana dan pendampingan personal.
Prinsip Pembelajaran Mengaplikasi (Menggembirakan):
● Latihan Soal Berjenjang: Menyediakan beragam soal latihan dari tingkat dasar hingga kompleks,
memungkinkan peserta didik memilih tingkat kesulitan yang sesuai atau secara bertahap meningkatkan
kemampuan.
● Permainan Matematika: Mengadakan "pertandingan" kecil antar kelompok dalam menyelesaikan soal-soal
operasi bilangan kompleks dengan cepat dan tepat.
● Mini Proyek "Peta Konsep Interaktif": Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membuat peta konsep
interaktif atau infografis digital yang merangkum semua konsep dan operasi bilangan kompleks yang telah
dipelajari. Ini mendorong kreativitas dan penerapan pemahaman mereka.
Prinsip Pembelajaran Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
● Refleksi Individu: Guru meminta peserta didik untuk menuliskan di buku catatan mereka: "Apa hal tersulit
yang saya pahami tentang bilangan kompleks hari ini?" dan "Bagaimana saya akan mengatasi kesulitan ini di
masa depan?"
● Diskusi Kelas: Memfasilitasi diskusi tentang "Apa yang membuat bilangan kompleks ini 'kompleks' bagi
kita?" dan "Bagaimana pemahaman kita tentang bilangan ini meluaskan cara kita berpikir tentang
matematika?"
● Umpan Balik Cepat: Guru meminta siswa untuk mengangkat jari (1-5) untuk menunjukkan tingkat
pemahaman mereka tentang materi hari itu, lalu memilih beberapa siswa untuk menjelaskan mengapa mereka
memberikan skor tersebut.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik umum mengenai kemajuan belajar,
mengapresiasi upaya siswa dalam menghadapi konsep baru, dan memberikan saran untuk area yang masih
perlu ditingkatkan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum konsep-konsep kunci bilangan
kompleks, termasuk pengertian, operasi, konjugat, modulus, dan argumen, serta pentingnya mereka dalam
konteks matematika yang lebih luas.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat tentang topik berikutnya
atau memberikan tugas rumah yang menantang untuk mempersiapkan siswa. Guru juga bisa meminta ide dari
siswa tentang metode belajar yang paling efektif untuk mereka di pertemuan selanjutnya.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Mengamati respons peserta didik terhadap pertanyaan pemantik tentang akar negatif atau
persamaan kuadrat yang tidak memiliki solusi real.
● Kuesioner/Soal Pra-tes: Memberikan 5 soal singkat untuk mengukur pemahaman dasar tentang bilangan
real, akar kuadrat, dan kemampuan aljabar dasar.
SOAL ASESMEN AWAL CONTOH:
1. Tentukan nilai dari 16!
2. Apakah −4 memiliki solusi dalam bilangan real? Mengapa?
3. Sederhanakan bentuk aljabar (2x+3)−(x−5)!
4. Tentukan solusi real dari persamaan kuadrat 𝑥 2 −4=0!
5. Menurut Anda, apakah ada jenis bilangan lain selain bilangan bulat, pecahan, dan bilangan real yang
mungkin ada dalam matematika? Jika ya, mengapa?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tugas Harian: Penugasan individu berupa latihan soal-soal operasi bilangan kompleks, menentukan
konjugat, modulus, atau argumen.
● Diskusi Kelompok: Penilaian observasi terhadap partisipasi, kualitas argumen, dan kemampuan kolaborasi
dalam memecahkan soal-soal kelompok.
● Presentasi (Mini): Peserta didik mempresentasikan hasil penyelesaian satu atau dua soal yang kompleks
atau menjelaskan konsep tertentu di depan kelas.

SOAL ASESMEN PROSES CONTOH (PERTEMUAN 3-4):


1. Diberikan bilangan kompleks z1=3+2i dan z2=1−4i. Hitunglah z1+z2 dan z1−z2!
2. Jika z=5−3i, tentukan konjugat dari z dan hitunglah modulus dari z!
3. Gambarkan bilangan kompleks z=−2+2i pada bidang Argand dan tentukan argumen utamanya!
4. Jelaskan mengapa 𝑖 2 =−1 adalah konsep kunci dalam memahami bilangan kompleks!
5. Bagaimana representasi bilangan kompleks pada bidang Argand dapat membantu kita memahami operasi
penjumlahan dan pengurangan?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis jurnal reflektif tentang pemahaman mereka terhadap bilangan
kompleks, tantangan yang dihadapi, strategi belajarnya, dan bagaimana konsep ini mengubah pandangan
mereka tentang matematika.
● Tes Tertulis: Tes tertulis komprehensif mencakup semua konsep dan operasi bilangan kompleks, dengan
soal-soal yang membutuhkan penalaran dan pemecahan masalah.
● Tugas Akhir/Proyek: "Peta Konsep Interaktif Bilangan Kompleks" atau "Aplikasi Sederhana Bilangan
Kompleks" (jika memungkinkan, misalnya membuat simulasi visual pergeseran titik pada bidang Argand).

SOAL ASESMEN AKHIR CONTOH:


1. Diberikan dua bilangan kompleks z1=4−3i dan z2=−1+2i. Hitunglah: a) z1.z2 dan b) z2.z1!
2. Jika z=−3−i, tentukan: a) modulus dari z, b) argumen utama dari z, dan c) gambarkan z pada bidang
kompleks!
3. Jelaskan secara komprehensif mengapa bilangan kompleks diperlukan dalam penyelesaian persamaan
kuadrat 𝑎𝑥 2 +bx+c=0 ketika diskriminannya negatif! Berikan contoh persamaan tersebut.
4. Bagaimana konsep bilangan kompleks dapat diaplikasikan secara konseptual dalam bidang fisika, khususnya
dalam menganalisis rangkaian listrik arus bolak-balik (AC)? Jelaskan peran bagian real dan imajiner dalam
konteks ini!

Enrekang ,01 Juli 2025

Mengetahui,
Kepala sekolah Guru Mata pelajaran

[Link] Ikbal Malik,S.S.,[Link] Fitriani Syukur,[Link]


NIP :197711252011006 NIP : -
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (TINGKAT LANJUT)
BAB 2: POLINOMIAL

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAS RAHMATUL ASRI
Mata Pelajaran : Matematika (Tingkat Lanjut)
Kelas / Fase /Semester : XI.A/ Ganjil
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (5 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik diharapkan telah memiliki fondasi yang kuat dalam aljabar dasar, meliputi operasi hitung bilangan
bulat dan pecahan, pemahaman tentang variabel dan konstanta, operasi dasar aljabar (penjumlahan, pengurangan,
perkalian, pembagian ekspresi aljabar sederhana), pemangkatan, serta penyelesaian persamaan linear dan
kuadrat. Mereka juga seharusnya sudah familiar dengan konsep fungsi dan grafik fungsi sederhana.
Keterampilan yang sudah dimiliki mencakup manipulasi aljabar, berpikir logis dalam menyelesaikan masalah
matematis sederhana, dan kemampuan untuk belajar mandiri dari buku teks. Namun, pemahaman mendalam
tentang struktur polinomial, manipulasi aljabar yang lebih kompleks (seperti pembagian polinomial), serta
aplikasi konsep-konsep tersebut dalam pemodelan matematis, masih perlu dikembangkan secara bertahap.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Polinomial" pada Bab 2 ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
● Jenis Pengetahuan: Materi ini dominan pada pengetahuan konseptual (definisi polinomial, derajat,
koefisien, identitas polinomial) dan prosedural (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian
polinomial, mencari faktor dan pembuat nol). Ada juga aspek pemecahan masalah dan penalaran matematis.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Meskipun tampak abstrak, polinomial memiliki aplikasi luas dalam
berbagai bidang seperti rekayasa (desain jembatan, kurva jalan), ekonomi (model pertumbuhan ekonomi,
analisis biaya), fisika (gerak proyektil, gelombang), ilmu komputer (kriptografi, algoritma), hingga desain
grafis (kurva Bezier). Relevansi akan ditekankan melalui contoh dan kasus yang dapat dimodelkan dengan
polinomial.
● Tingkat Kesulitan: Cukup tinggi karena melibatkan banyak langkah sistematis dalam manipulasi aljabar
yang kompleks dan memerlukan ketelitian tinggi. Konsep teorema sisa, teorema faktor, dan identitas
polinomial membutuhkan pemahaman yang abstrak dan penalaran deduktif yang kuat.
● Struktur Materi: Materi terstruktur secara hierarkis, dimulai dari pengenalan dasar polinomial, kemudian
operasi aljabar pada polinomial (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian), dilanjutkan dengan
konsep faktor dan pembuat nol polinomial, dan diakhiri dengan identitas polinomial. Setiap sub-bab
membangun pemahaman untuk sub-bab berikutnya.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini mengintegrasikan nilai-nilai seperti ketelitian, ketekunan, berpikir
logis, disiplin, kemandirian dalam belajar, dan kolaborasi saat bekerja dalam kelompok.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran ini adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan menganalisis sifat-sifat polinomial, menerapkan teorema-teorema, dan
mengevaluasi kebenaran langkah-langkah dalam penyelesaian masalah polinomial.
● Kreativitas: Peserta didik akan merumuskan strategi penyelesaian masalah polinomial yang beragam dan
mungkin mengaplikasikan polinomial untuk memodelkan fenomena sederhana.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan soal-soal kompleks atau
memecahkan masalah aplikasi polinomial.
● Kemandirian: Peserta didik akan mampu memahami dan mengerjakan soal-soal polinomial secara mandiri
setelah dibimbing, serta berinisiatif mencari sumber belajar tambahan.
● Komunikasi: Peserta didik akan mengkomunikasikan ide, langkah-langkah penyelesaian, dan hasil kerja
mereka secara jelas dan logis.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase F, peserta didik dapat menerapkan konsep dan operasi polinomial (penjumlahan, pengurangan,
perkalian, pembagian) serta teorema-teorema terkait (teorema sisa dan teorema faktor) untuk menentukan
pembuat nol polinomial, memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan polinomial, dan membuktikan
identitas polinomial.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Fisika: Aplikasi polinomial dalam gerak proyektil, osilasi, atau pemodelan fenomena alam lainnya.
● Kimia: Pemodelan kurva reaksi, atau hubungan konsentrasi zat dengan waktu.
● Ekonomi: Pemodelan fungsi biaya, fungsi pendapatan, atau fungsi keuntungan, serta analisis tren ekonomi.
● Teknik/Rekayasa: Desain kurva (misalnya kurva Bezier dalam desain otomotif atau grafis komputer),
analisis sinyal, optimasi.
● Ilmu Komputer: Algoritma komputasi, kriptografi, kompresi data.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 JP): Polinomial dan Fungsi Polinomial, Penjumlahan, Pengurangan, dan Perkalian
Polinomial
● 2.1 Peserta didik mampu mengidentifikasi pengertian, derajat, koefisien, dan konstanta pada polinomial.
● 2.2 Peserta didik mampu menentukan nilai suatu fungsi polinomial untuk nilai variabel tertentu.
● Pertemuan 2 (2 JP): Polinomial dan Fungsi Polinomial, Penjumlahan, Pengurangan, dan Perkalian
Polinomial
● 2.3 Peserta didik mampu melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pada dua atau lebih polinomial
dengan tepat.
● 2.4 Peserta didik mampu melakukan operasi perkalian dua polinomial dengan benar.
Pertemuan 3 (2 JP): Pembagian Polinomial
● 2.5 Peserta didik mampu melakukan pembagian polinomial dengan metode bersusun (porogapit) secara
akurat.
● 2.6 Peserta didik mampu melakukan pembagian polinomial dengan metode Horner.
● 2.7 Peserta didik mampu menyatakan hasil pembagian polinomial dalam bentuk
P(x)=H(x)⋅ Pembagi(x)+Sisa.
Pertemuan 4 (2 JP): Faktor dan Pembuat Nol Polinomial
● 2.8 Peserta didik mampu menjelaskan konsep teorema sisa dan teorema faktor.
● 2.9 Peserta didik mampu menggunakan teorema sisa untuk menentukan sisa pembagian polinomial.
● 2.10 Peserta didik mampu menggunakan teorema faktor untuk menentukan faktor-faktor dari suatu
polinomial.
● 2.11 Peserta didik mampu menentukan pembuat nol dari suatu polinomial.
Pertemuan 5 (2 JP): Identitas Polinomial & Aplikasi
● 2.12 Peserta didik mampu menjelaskan pengertian identitas polinomial.
● 2.13 Peserta didik mampu membuktikan suatu identitas polinomial.
● 2.14 Peserta didik mampu memecahkan masalah kontekstual yang melibatkan konsep polinomial.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● "Bagaimana insinyur mendesain lintasan jembatan lengkung atau roller coaster?" (Memodelkan kurva
dengan polinomial).
● "Bagaimana data pertumbuhan ekonomi bisa diprediksi menggunakan model matematika?" (Pemodelan tren
dengan polinomial).
● "Jika sebuah pabrik memproduksi X unit barang, bagaimana kita menghitung total biaya dan keuntungan
maksimumnya?" (Fungsi biaya/keuntungan polinomial).
● "Bagaimana cara sistem komputer mengenali pola atau mengamankan data?" (Aplikasi polinomial dalam
algoritma dan kriptografi).
● "Bagaimana para ilmuwan memprediksi ketinggian maksimum sebuah roket mainan yang diluncurkan?"
(Persamaan gerak proyektil sebagai fungsi polinomial).

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dan Diskusi Kelompok.
● Eksplorasi Lapangan (Simulasi/Observasi Data): Mengamati fenomena yang dapat dimodelkan secara
matematis (misalnya, bentuk lintasan bola, data pertumbuhan populasi/ekonomi sederhana) melalui simulasi
digital atau data sekunder.
● Wawancara (Simulasi/Studi Kasus Ahli): Mencari tahu bagaimana para profesional (insinyur, ekonom,
ilmuwan data) menggunakan model matematis (termasuk polinomial) dalam pekerjaan mereka melalui video
wawancara, artikel, atau studi kasus.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek pemodelan atau analisis kasus yang
melibatkan polinomial.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru Fisika (untuk aplikasi gerak), Guru Ekonomi (untuk fungsi biaya/keuntungan),
Guru Teknologi Informasi/Informatika (untuk aplikasi di komputasi).
● Lingkungan Luar Sekolah: Sumber belajar daring dari universitas atau lembaga penelitian, platform
edukasi matematika.
● Masyarakat: Data statistik dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang dapat dimodelkan, contoh-contoh kasus
nyata dari industri.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Ruang kelas (diskusi, latihan soal), laboratorium komputer (menggunakan software
matematika seperti GeoGebra, WolframAlpha), perpustakaan (literatur matematika).
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi, forum diskusi daring,
mengumpulkan tugas. Situs web edukasi matematika (misalnya Khan Academy), video pembelajaran,
kalkulator polinomial online.
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan soal-soal kompleks,
melakukan eksplorasi, atau merancang proyek.
● Berpartisipasi Aktif: Peserta didik didorong untuk bertanya, berdiskusi, mencoba berbagai strategi
penyelesaian masalah, dan mempresentasikan temuan mereka.
● Rasa Ingin Tahu: Guru memancing rasa ingin tahu melalui aplikasi nyata polinomial dalam kehidupan
sehari-hari dan tantangan masalah yang memerlukan pemikiran kreatif.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur diskusi di Google Classroom atau platform lain untuk bertanya,
berbagi strategi penyelesaian, dan memberikan umpan balik.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan sebagai kuis interaktif, ice-breaker, atau untuk menguji pemahaman
konsep dasar secara cepat.
● Software Matematika (misalnya GeoGebra, Desmos, WolframAlpha): Untuk memvisualisasikan grafik
polinomial, melakukan operasi polinomial, atau mengecek hasil perhitungan.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Mindful Learning (Berkesadaran):
● Guru menampilkan grafik atau visualisasi dari suatu fenomena nyata yang dapat dimodelkan dengan kurva
(misalnya, lintasan bola basket, fluktuasi saham, bentuk kubah).
● Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bisakah kita menjelaskan bentuk kurva ini dengan persamaan
matematika? Apa hubungannya dengan yang sudah kita pelajari tentang fungsi?" (Memicu kesadaran akan
pentingnya memahami pola matematis).
Meaningful Learning (Bermakna):
● Guru mengaitkan bentuk kurva tersebut dengan konsep polinomial yang akan dipelajari, menjelaskan bahwa
polinomial adalah alat penting untuk memodelkan banyak hal di dunia nyata.
● Guru menekankan bahwa penguasaan polinomial akan membuka pintu ke pemahaman lebih lanjut dalam
matematika dan aplikasinya.
Joyful Learning (Menggembirakan):
● Guru dapat memutar video singkat yang menunjukkan aplikasi polinomial secara visual menarik (misalnya,
animasi desain grafis yang menggunakan polinomial).

KEGIATAN INTI (40-50 MENIT)


PERTEMUAN 1: POLINOMIAL DAN FUNGSI POLINOMIAL, PENJUMLAHAN, PENGURANGAN,
DAN PERKALIAN POLINOMIAL
Memahami (Mindful Learning):
● Peserta didik secara individu membaca materi Bab 2 Sub-bab A & B dari buku teks atau sumber digital
lainnya tentang definisi polinomial, derajat, koefisien, dan operasi dasar. (Diferensiasi Konten: Guru
menyediakan ringkasan konsep, infografis, atau video penjelasan tambahan bagi peserta didik yang
membutuhkan).
● Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk memastikan pemahaman konsep dasar.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik dalam kelompok kecil mengerjakan latihan soal identifikasi, evaluasi nilai fungsi, serta
penjumlahan, pengurangan, dan perkalian polinomial. (Diferensiasi Proses: Guru menyediakan latihan soal
dengan tingkat kesulitan bervariasi. Peserta didik yang sudah mahir dapat mengerjakan soal tantangan atau
membantu teman sebaya).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Guru meminta peserta didik menuliskan satu tantangan terbesar yang mereka hadapi dalam operasi aljabar
polinomial dan bagaimana mereka akan mengatasinya.

PERTEMUAN 2: PEMBAGIAN POLINOMIAL


Memahami (Mindful Learning):
● Guru menjelaskan konsep pembagian polinomial dengan metode bersusun dan metode Horner, menekankan
langkah-langkah yang sistematis dan rapi.
● Meaningful Learning: Peserta didik secara individu mencoba contoh soal pembagian polinomial
menggunakan kedua metode. Guru memberikan umpan balik langsung.
Mengaplikasi (Meaningful Learning):
● Peserta didik dalam kelompok mengerjakan soal-soal pembagian polinomial yang lebih kompleks, termasuk
soal yang memerlukan penentuan hasil bagi dan sisa. (Diferensiasi Proses: Guru memberikan scaffolding
berupa contoh soal yang dipecah langkah-langkahnya untuk kelompok yang kesulitan, atau soal kontekstual
sederhana untuk kelompok yang cepat memahami).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Peserta didik diminta membandingkan efisiensi metode bersusun dan Horner dalam kasus tertentu dan
merefleksikan kapan sebaiknya menggunakan masing-masing metode.

PERTEMUAN 3: FAKTOR DAN PEMBUAT NOL POLINOMIAL


Memahami (Mindful Learning):
● Guru memperkenalkan teorema sisa dan teorema faktor, menjelaskan konsep di baliknya.
● Meaningful Learning: Peserta didik secara mandiri atau berpasangan mengerjakan soal-soal untuk
menentukan sisa pembagian dan mencari faktor/pembuat nol polinomial menggunakan teorema yang relevan.

Mengaplikasi (Joyful & Meaningful Learning):


● Guru memberikan "tantangan detektif polinomial": mencari pembuat nol dari polinomial derajat tinggi yang
diberikan, mirip dengan memecahkan kode. Peserta didik menggunakan teorema faktor dan sisa untuk
menemukan "petunjuk" (faktor-faktor).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Peserta didik menuliskan bagaimana pemahaman teorema sisa dan faktor memudahkan proses faktorisasi
polinomial dibandingkan metode coba-coba.

PERTEMUAN 4: IDENTITAS POLINOMIAL & APLIKASI


Memahami (Mindful Learning):
● Guru menjelaskan konsep identitas polinomial dan teknik pembuktiannya.
● Meaningful Learning: Peserta didik mengkaji contoh-contoh identitas polinomial dan mencoba
membuktikannya.
Mengaplikasi (Joyful & Meaningful Learning):
● Proyek: Guru menjelaskan tugas proyek "Polinomial dalam Kehidupan Nyata". Peserta didik dalam
kelompok memilih satu fenomena nyata (misalnya, bentuk busur jembatan, kurva pertumbuhan, lintasan
benda) yang dapat dimodelkan dengan fungsi polinomial. Mereka akan:
1. Mencari data/informasi terkait fenomena tersebut.
2. Mencoba membangun model polinomial sederhana.
3. Melakukan perhitungan atau analisis (misalnya, mencari titik balik, memprediksi nilai).
4. Mempresentasikan temuan mereka, termasuk relevansi dan keterbatasan modelnya. (Diferensiasi Produk:
Peserta didik dapat memilih format presentasi yang paling sesuai: slide, poster, video singkat, atau
laporan tertulis dengan simulasi di GeoGebra).
Merefleksi (Mindful Learning):
● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik terhadap proyek dan presentasi setiap kelompok,
menyoroti kekuatan analisis dan kreativitas.
● Peserta didik secara individu mengisi jurnal reflektif mengenai seluruh proses pembelajaran Bab 2, termasuk:
1. Bagian mana dari polinomial yang paling menantang dan bagaimana saya mengatasinya?
2. Bagaimana pemahaman polinomial mengubah pandangan saya tentang matematika sebagai alat untuk
memecahkan masalah nyata?
3. Keterampilan apa yang paling penting yang saya kembangkan selama pembelajaran ini?
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi area lain di
mana polinomial dapat diterapkan.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


Umpan Balik Konstruktif & Menyimpulkan (Mindful Learning):
● Guru memberikan penguatan konsep inti polinomial dan memberikan umpan balik umum terhadap partisipasi
dan pemahaman peserta didik.
● Peserta didik secara kolaboratif merumuskan kesimpulan utama dari pembelajaran Bab 2, menyoroti
pentingnya ketelitian dan penalaran dalam matematika.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Meaningful Learning):
● Guru menginformasikan materi atau topik selanjutnya dan memberikan tantangan berpikir untuk
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Apresiasi & Penutup (Joyful Learning):
● Guru memberikan apresiasi atas ketekunan, kolaborasi, dan usaha peserta didik dalam menguasai materi
yang menantang.
● Doa penutup.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang aljabar dasar yang relevan dengan
polinomial.
Metode:
● Kuesioner Singkat (Google Forms): Berisi pertanyaan tentang pengalaman mereka dengan operasi aljabar,
fungsi, atau grafik.
● Tes Diagnostik Singkat (Isian Singkat/Pilihan Ganda):
 Soal 1: Jika f(x)=2𝑥 2 −3x+5, berapakah nilai f(2)?
 Soal 2: Sederhanakan bentuk aljabar (3x−2)(x+4)!
 Soal 3: Apa yang Anda ketahui tentang "derajat" suatu fungsi?
 Soal 4: Sebutkan satu contoh penerapan fungsi dalam kehidupan sehari-hari!
 Soal 5: Jika 𝑥 2 −5x+6=0, berapakah nilai-nilai x yang memenuhi?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tujuan: Memantau kemajuan belajar, memberikan umpan balik berkelanjutan, dan mengidentifikasi area
yang membutuhkan dukungan.
Metode:
● Diskusi Kelompok: Observasi keaktifan, kualitas argumen, dan kolaborasi peserta didik dalam memecahkan
soal-soal latihan.
 Soal 1: Apakah setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan operasi polinomial?
 Soal 2: Bagaimana kelompok Anda menerapkan metode Horner dalam pembagian polinomial?
 Soal 3: Apakah kelompok Anda mampu menjelaskan langkah-langkah penggunaan teorema sisa/faktor
dengan benar?
 Soal 4: Apakah kelompok Anda memberikan umpan balik yang membangun kepada kelompok lain saat
diskusi?
 Soal 5: Sejauh mana kelompok Anda berkolaborasi dalam menganalisis kasus aplikasi polinomial?
● Tugas Harian: Observasi pengerjaan lembar kerja latihan soal (misalnya, hasil operasi polinomial, sisa
pembagian, faktor polinomial).
● Presentasi (Bagian dari Proyek): Penilaian terhadap kejelasan penjelasan konsep, analisis data/model, dan
kemampuan menjawab pertanyaan.
 Soal 1: Seberapa jelas dan akurat presentasi kelompok Anda dalam menjelaskan aplikasi polinomial pada
fenomena yang dipilih?
 Soal 2: Apakah model polinomial yang Anda usulkan relevan dengan data atau fenomena yang diamati?
 Soal 3: Apakah kelompok Anda mampu mengidentifikasi dan menjelaskan keterbatasan model
polinomial yang digunakan?
 Soal 4: Bagaimana kelompok Anda menjawab pertanyaan dari teman atau guru terkait proyek Anda?
 Soal 5: Apakah presentasi kelompok Anda menunjukkan pemahaman mendalam tentang hubungan antara
polinomial dan dunia nyata?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Tujuan: Mengukur pemahaman komprehensif dan kemampuan peserta didik dalam menerapkan konsep
polinomial.
● Metode: Proyek (Polinomial dalam Kehidupan Nyata): Penilaian holistik terhadap seluruh proses proyek,
dari analisis masalah, perumusan ide model, hingga presentasi.
1. Soal 1: (Rubrik Penilaian Proyek) Apakah laporan proyek Anda menunjukkan pemahaman yang
mendalam tentang bagaimana polinomial dapat memodelkan fenomena nyata?
2. Soal 2: (Rubrik Penilaian Proyek) Apakah model polinomial yang Anda kembangkan logis dan didukung
oleh data/informasi yang relevan?
3. Soal 3: (Rubrik Penilaian Proyek) Seberapa akurat perhitungan dan analisis yang Anda lakukan dalam
proyek ini?
4. Soal 4: (Rubrik Penilaian Proyek) Apakah presentasi Anda mampu mengkomunikasikan ide dan temuan
dengan jelas dan meyakinkan?
5. Soal 5: (Soal Reflektif Individu) Setelah menyelesaikan proyek ini, bagaimana pemahaman Anda tentang
kekuatan dan keterbatasan matematika (khususnya polinomial) dalam memecahkan masalah di dunia
nyata?
● Jurnal Reflektif Individu: Penilaian terhadap kemampuan refleksi diri, kesadaran akan proses belajar, dan
pemaknaan materi.

TES TERTULIS:
1. Soal 1: Diberikan polinomial P(x)=2𝑥 4 −3𝑥 3 + 𝑎𝑥 2 −5x+7. Jika P(2)=15, tentukan nilai a.
2. Soal 2: Tentukan hasil bagi dan sisa pembagian polinomial 𝑥 3 −4𝑥 2 + 5x−2 oleh (x−1). Gunakan dua metode
berbeda (bersusun dan Horner)!
3. Soal 3: Jika (x−2) adalah faktor dari polinomial Q(x)= 𝑥 3 −𝑘𝑥 2 +7x−6, tentukan nilai k. Kemudian, faktorkan
Q(x) secara lengkap!
4. Soal 4: Buktikan bahwa (𝑥 + 𝑦)3 = 𝑥 3 +3𝑥 2 y+3𝑥𝑦 2 +𝑦 3 adalah sebuah identitas polinomial.
5. Soal 5: Sebuah roket mainan diluncurkan dengan ketinggian (dalam meter) yang dapat dimodelkan oleh
fungsi h(t)= 5𝑡 2 +20t+25, di mana t adalah waktu dalam detik. Kapan roket mainan tersebut akan mencapai
tanah kembali? (Petunjuk: Saat mencapai tanah, h(t)=0).

Enrekang ,01 Juli 2025

Mengetahui,
Kepala sekolah Guru Mata pelajaran

[Link] Ikbal Malik,S.S.,[Link] Fitriani Syukur,[Link]


NIP. 197711252011006 NIP.-
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (TINGKAT LANJUT)
BAB: 3. MATRIKS

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAS RAHMATUL ASRI ..
Mata Pelajaran : Matematika (Tingkat Lanjut)
Kelas / Fase /Semester : XI.A / GENAP
Alokasi Waktu : 2 X 40 Menit (5 Pertemuan @2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik diasumsikan telah memiliki pengetahuan dasar tentang bilangan real, sistem persamaan linear dua
atau tiga variabel, serta konsep dasar tentang pola dan susunan bilangan. Mereka juga diharapkan memiliki
kemampuan dasar dalam melakukan operasi hitung aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian) dengan teliti. Pemahaman tentang pentingnya ketelitian dalam perhitungan akan menjadi modal awal
yang baik untuk memahami konsep matriks.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi Matriks merupakan jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan sedikit metakognitif. Materi ini relevan
dengan kehidupan nyata dalam berbagai bidang seperti ekonomi (analisis input-output), teknologi informasi
(grafika komputer, pengolahan citra), dan fisika (transformasi ruang). Tingkat kesulitan materi ini bersifat
menengah, membutuhkan pemahaman konsep yang kuat sebelum beralih ke operasi yang lebih kompleks.
Struktur materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari pengenalan konsep dasar, jenis-jenis, operasi dasar, hingga
aplikasi yang lebih mendalam seperti determinan dan invers. Nilai dan karakter yang diintegrasikan meliputi
ketelitian, ketekunan, berpikir logis, dan kolaborasi dalam memecahkan masalah.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


● Penalaran Kritis: Peserta didik akan diajak untuk menganalisis berbagai masalah matematika dan
kehidupan nyata yang dapat dimodelkan dengan matriks, mengevaluasi solusi, dan menyimpulkan secara
logis.
● Kreativitas: Peserta didik didorong untuk menemukan berbagai cara dalam menyelesaikan masalah matriks
dan mengaplikasikan konsep matriks dalam situasi baru.
● Kolaborasi: Melalui diskusi kelompok dan proyek, peserta didik akan belajar bekerja sama, berbagi ide, dan
membangun pemahaman bersama.
● Kemandirian: Peserta didik akan dilatih untuk bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri, mencari
sumber belajar tambahan, dan memecahkan masalah secara mandiri.
● Komunikasi: Peserta didik akan mengkomunikasikan ide, proses, dan hasil penyelesaian masalah matriks
secara lisan maupun tertulis dengan jelas dan sistematis.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan konsep matriks dan operasi matriks (penjumlahan,
pengurangan, perkalian), menentukan determinan dan invers matriks persegi berordo 2x2 dan 3x3, serta
menggunakan matriks untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear
dan transformasi geometri.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Fisika: Transformasi geometri (rotasi, translasi, dilatasi) dan sistem persamaan linear dalam analisis
rangkaian listrik.
● Ekonomi: Analisis input-output, teori permainan.
● Informatika: Grafika komputer, kriptografi sederhana, pengolahan citra digital.
● Teknik: Pemecahan sistem persamaan linear dalam berbagai aplikasi rekayasa.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Menemukan Konsep dan Jenis-Jenis Matriks (Alokasi Waktu: 2 JP)
● Peserta didik mampu menjelaskan pengertian matriks dan elemen-elemennya dengan tepat setelah melakukan
eksplorasi data tabel (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu mengidentifikasi ordo suatu matriks dan posisi elemennya dengan benar setelah
mengamati contoh-contoh di sekitar (Mindful Learning).
● Peserta didik mampu mengklasifikasikan jenis-jenis matriks (matriks baris, kolom, persegi, identitas, nol,
diagonal, segitiga) berdasarkan karakteristiknya melalui diskusi kelompok (Kolaborasi, Joyful Learning).
Pertemuan 2: Kesamaan Dua Matriks serta Penjumlahan dan Pengurangan Antarmatriks (Alokasi
Waktu: 2 JP)
● Peserta didik mampu menentukan kesamaan dua matriks dengan memeriksa ordo dan elemen-elemen yang
bersesuaian setelah memahami konsep dasar (Penalaran Kritis).
● Peserta didik mampu melakukan operasi penjumlahan matriks dengan benar setelah memahami syarat dan
langkah-langkahnya (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu melakukan operasi pengurangan matriks dengan benar setelah memahami syarat dan
langkah-langkahnya (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual sederhana yang melibatkan penjumlahan dan
pengurangan matriks dengan cermat (Kemandirian).
Pertemuan 3: Perkalian Matriks (Alokasi Waktu: 2 JP)
● Peserta didik mampu menjelaskan syarat perkalian dua matriks dengan tepat setelah mengamati pola
(Penalaran Kritis).
● Peserta didik mampu melakukan perkalian skalar dengan matriks dengan benar (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu melakukan perkalian dua matriks dengan ordo 2x2 dan 2x3 dengan teliti (Mindful
Learning).
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perkalian matriks dengan akurat
(Kreativitas).
Pertemuan 4 & 5: Determinan dan Invers Matriks (Alokasi Waktu: 2 x 2 JP)
● Peserta didik mampu menentukan determinan matriks ordo 2x2 dan 3x3 dengan metode Sarrus atau kofaktor
secara mandiri (Penalaran Kritis, Kemandirian).
● Peserta didik mampu menentukan invers matriks ordo 2x2 dan 3x3 dengan benar setelah memahami konsep
dan rumus (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu menggunakan determinan dan invers matriks untuk menyelesaikan sistem persamaan
linear dua dan tiga variabel dengan tepat (Penalaran Kritis).
● Peserta didik mampu memecahkan masalah kontekstual yang melibatkan determinan dan invers matriks
dalam kehidupan sehari-hari (Kreativitas).
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Aplikasi Matriks dalam Penjadwalan: Bagaimana matriks dapat digunakan untuk mengatur jadwal piket
kelas, jadwal pelajaran, atau susunan tim dalam suatu perlombaan.
● Matriks dalam Kode Rahasia (Kriptografi Sederhana): Penggunaan operasi matriks untuk menyandikan
dan menguraikan pesan.
● Simulasi Pergerakan Objek: Penggunaan matriks dalam menggambarkan pergeseran (translasi), putaran
(rotasi), atau perubahan ukuran (dilatasi) suatu objek dalam grafika komputer.
● Analisis Data Keuangan Sederhana: Penggunaan matriks untuk mengelola data penjualan, pembelian, atau
stok barang.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Modifikasi): Untuk materi awal, peserta didik dapat diajak
mengidentifikasi data-data yang dapat disajikan dalam bentuk tabel (misalnya, jadwal pelajaran, daftar nilai,
data belanja harian). Ini bisa dilakukan di lingkungan sekolah atau melalui observasi data sederhana yang
mereka temui.
● Wawancara (Opsional/Modifikasi): Peserta didik dapat "mewawancarai" atau mengumpulkan informasi
dari buku atau sumber digital tentang bagaimana matriks digunakan di bidang ekonomi atau teknologi.
(Misalnya, mencari contoh kasus nyata penggunaan matriks dalam grafika komputer atau analisis ekonomi).
● Presentasi: Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil proyek atau diskusi mereka mengenai
pemahaman konsep, penyelesaian masalah, atau aplikasi matriks.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Fisika, Ekonomi, Informatika) sebagai narasumber singkat
atau pemberi contoh aplikasi matriks di bidang mereka. Perpustakaan sekolah untuk mencari sumber belajar.
● Lingkungan Luar Sekolah: Ahli teknologi informasi atau praktisi ekonomi (melalui video tutorial, artikel,
atau wawancara daring jika memungkinkan) untuk menunjukkan aplikasi nyata matriks.
● Masyarakat: Data-data sederhana dari lingkungan masyarakat (misalnya data sensus, data penjualan di
warung) yang dapat diolah menggunakan matriks.

LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang diatur secara fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi. Tersedia papan
tulis/whiteboard untuk menjelaskan konsep dan menyelesaikan soal.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi, penugasan, dan
pengumpulan proyek. Forum diskusi daring (misalnya di Google Classroom atau grup chat khusus) untuk
pertanyaan dan berbagi ide di luar jam pelajaran.
● Budaya Belajar: Mendorong suasana kolaboratif di mana peserta didik aktif berpartisipasi, berani bertanya,
berbagi pengetahuan, dan mengembangkan rasa ingin tahu terhadap aplikasi matriks.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mencari referensi tambahan tentang matriks dari
perpustakaan digital nasional atau platform edukasi lainnya.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau grup chat untuk diskusi materi, tanya jawab,
dan berbagi sumber belajar antarpeserta didik dan guru.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms atau platform kuis online (seperti Kahoot atau Quizizz) untuk
asesmen formatif dan sumatif.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau survei cepat untuk mengecek pemahaman dan
menjaga suasana belajar yang menyenangkan.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk pengelolaan materi, tugas, pengumuman, dan
komunikasi.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan mengajak peserta didik untuk
melakukan peregangan ringan atau teknik pernapasan singkat (misalnya 1-2 menit) untuk membantu mereka
fokus dan menenangkan pikiran sebelum memulai pembelajaran. Guru dapat bertanya, "Apa yang kalian
rasakan saat ini? Mari kita hadir sepenuhnya di kelas ini."
● Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang
menghubungkan materi matriks dengan pengalaman sehari-hari peserta didik atau contoh aplikasi sederhana.
Misalnya, "Pernahkah kalian melihat data yang disusun dalam bentuk tabel di koran atau internet? Apa
fungsi penyusunan data seperti itu?" atau "Bagaimana cara kita mengatur barang-barang di rak agar mudah
ditemukan?". Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan materi sebelumnya (sistem persamaan linear
sederhana) dengan topik matriks.
● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menampilkan video singkat atau gambar-gambar
menarik yang menunjukkan aplikasi matriks dalam kehidupan nyata (misalnya grafika game, efek film).
Guru memberikan fun fact atau tebak-tebakan ringan yang berkaitan dengan bilangan atau pola. Guru
mengumumkan tujuan pembelajaran hari ini dengan antusias dan menjelaskan bagaimana pembelajaran akan
dilakukan secara interaktif.

KEGIATAN INTI (BERDIFERENSIASI)


MENEMUKAN KONSEP DAN JENIS-JENIS MATRIKS (PERTEMUAN 1)
Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil heterogen (berdasarkan gaya belajar atau minat).
● Setiap kelompok diberikan studi kasus nyata (misalnya data harga barang di beberapa toko, data absensi
kelas, data hasil survei sederhana) yang disajikan dalam bentuk tabel.
● Diferensiasi Konten: Kelompok dengan kesiapan awal yang lebih tinggi bisa diberikan data yang lebih
kompleks, sementara kelompok lain diberikan data yang lebih sederhana.
● Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi pola penyusunan data, jumlah baris dan kolom, serta informasi
yang terkandung dalam setiap "sel" tabel.
● Guru membimbing diskusi untuk menarik kesimpulan tentang pengertian matriks dan elemen-elemennya.
● Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih cara mereka mendokumentasikan hasil temuan: mencatat di
buku, membuat peta konsep, atau membuat presentasi singkat.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
● Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta untuk membuat 3 contoh matriks dari data-data
sederhana di sekitar mereka (misalnya data nilai ulangan, data stok alat tulis di tas, data jumlah anggota
keluarga).
● Mereka diminta untuk menentukan ordo dan menyebutkan posisi elemen-elemen tertentu.
● Diferensiasi Produk: Beberapa peserta didik dapat menyajikan contoh matriks mereka di papan tulis, yang
lain bisa menggunakan alat digital sederhana (misalnya slide presentasi).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru meminta peserta didik untuk merangkum secara lisan atau tulisan tentang apa yang mereka pelajari
mengenai konsep dan jenis matriks.
● Guru memberikan kuis singkat (misalnya 3 soal) menggunakan Kahoot atau Google Forms untuk mengecek
pemahaman cepat.
● Guru memberikan umpan balik langsung dan mengidentifikasi area yang masih perlu diperkuat.
KESAMAAN DUA MATRIKS SERTA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN ANTARMATRIKS
(PERTEMUAN 2)
Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru memberikan contoh pasangan matriks dan meminta peserta didik untuk menganalisis kapan dua matriks
dikatakan sama.
● Guru menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan matriks, menekankan syarat ordo yang sama.
● Diferensiasi Konten: Peserta didik yang kesulitan bisa diberikan "cheat sheet" langkah-langkah
penjumlahan/pengurangan.

Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:


● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan latihan soal yang bervariasi (dari mudah hingga
kompleks) tentang kesamaan matriks, penjumlahan, dan pengurangan.
● Diferensiasi Proses: Setiap kelompok dapat diberikan peran berbeda (misalnya, kelompok A fokus pada
penyelesaian soal, kelompok B membuat soal dan menyelesaikannya, kelompok C membuat rangkuman
konsep).
● Guru menyediakan "challenge zone" berupa soal-soal aplikasi matriks dalam konteks yang lebih menarik
(misalnya, menghitung total biaya belanja dari beberapa toko).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
● Setiap kelompok mempresentasikan salah satu hasil kerja mereka.
● Guru mendorong peserta didik untuk berani bertanya atau mengoreksi jawaban teman.
● Guru memberikan kasus "matriks yang tidak dapat dijumlahkan/dikurangkan" dan meminta peserta didik
menjelaskan alasannya.

PERKALIAN MATRIKS (PERTEMUAN 3)


Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru memulai dengan perkalian skalar dengan matriks, kemudian secara bertahap menjelaskan perkalian dua
matriks dengan visualisasi (misalnya, menggunakan warna untuk menyoroti baris dan kolom yang dikalikan).
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan video tutorial alternatif untuk peserta didik yang membutuhkan
penjelasan visual tambahan.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
● Peserta didik diberikan "proyek mini" untuk membuat tabel data sederhana dan mengaplikasikan perkalian
matriks (misalnya, menghitung total pendapatan dari penjualan beberapa jenis produk dalam beberapa hari).
● Diferensiasi Produk: Hasil proyek bisa berupa infografis, presentasi slide, atau laporan singkat.
● Guru menggunakan Mentimeter untuk mengumpulkan pertanyaan atau kesulitan yang dihadapi peserta didik
secara anonim, kemudian membahasnya bersama.
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
● Peserta didik menuliskan satu tantangan terbesar dalam perkalian matriks dan bagaimana mereka
mengatasinya.
● Guru memberikan umpan balik individual atau klasikal berdasarkan hasil proyek mini.

DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS (PERTEMUAN 4 & 5)


Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru menjelaskan konsep determinan dan invers matriks (ordo 2x2 dan 3x3), mengaitkannya dengan
penyelesaian sistem persamaan linear.
● Diferensiasi Konten: Guru menyiapkan lembar kerja dengan panduan langkah-langkah yang berbeda tingkat
detailnya sesuai kebutuhan peserta didik.

Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:


● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah-masalah kontekstual yang dimodelkan
dengan sistem persamaan linear dan diselesaikan menggunakan determinan atau invers matriks (misalnya,
masalah campuran barang, harga tiket, atau masalah gerak).
● Diferensiasi Proses: Kelompok dapat memilih metode penyelesaian SPL (misalnya, eliminasi/substitusi dulu
baru dibandingkan dengan matriks).
● Peserta didik yang sudah mahir dapat membantu teman-temannya (peer teaching).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
● Peserta didik diminta untuk menuliskan mengapa determinan dan invers matriks itu penting dalam
matematika dan kehidupan nyata (Jurnal Reflektif).
● Diskusi kelas tentang kesulitan yang dihadapi dan strategi untuk mengatasinya.
● Guru memberikan penguatan materi dan meluruskan miskonsepsi.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru mengajak peserta didik untuk berbagi pengalaman belajar yang paling
berkesan hari ini. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan partisipasi peserta didik. Guru memberikan
umpan balik spesifik terhadap performa kelompok atau individu, menyoroti kekuatan dan area yang perlu
ditingkatkan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik dan guru secara kolaboratif merangkum poin-poin penting dari
materi yang telah dipelajari. Guru dapat menggunakan Mentimeter untuk membuat word cloud dari kata
kunci yang mereka pelajari.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mengarahkan peserta didik untuk mengidentifikasi topik yang
masih menarik atau yang ingin mereka dalami lebih lanjut terkait matriks. Guru memberikan gambaran
singkat tentang materi selanjutnya (misalnya, aplikasi matriks dalam transformasi geometri) dan tugas
mandiri untuk mempersiapkan pertemuan berikutnya.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama diskusi awal dan kegiatan
pemantik untuk melihat pengetahuan dasar mereka tentang penyusunan data dan operasi hitung sederhana.
● Kuesioner: Memberikan kuesioner singkat berisi pertanyaan: "Seberapa yakin Anda dengan kemampuan
Anda dalam operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian)?" atau "Apa yang Anda ketahui
tentang penyajian data dalam bentuk tabel?".
● Tes Diagnostik: 3-5 soal pilihan ganda atau isian singkat tentang pengetahuan prasyarat (misalnya,
menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel sederhana, mengidentifikasi baris dan kolom pada
tabel).

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


TUGAS HARIAN:
● Pertemuan 1: Masing-masing kelompok membuat contoh matriks dari data sehari-hari dan menentukan ordo
serta elemennya. (Penilaian: kelengkapan, ketepatan, kreativitas).
● Pertemuan 2: Lembar kerja kelompok tentang kesamaan matriks, penjumlahan, dan pengurangan matriks.
(Penilaian: ketepatan perhitungan, kerja sama kelompok).
● Pertemuan 3: Proyek mini perkalian matriks (misalnya, menghitung total bahan baku yang dibutuhkan dari
beberapa jenis masakan). (Penilaian: ketepatan perhitungan, pemahaman konsep, penyajian).
● Diskusi Kelompok: Guru mengamati keaktifan setiap anggota kelompok, kemampuan berargumen, dan
kontribusi dalam diskusi. (Penilaian: rubrik diskusi kelompok).
● Presentasi: Penilaian terhadap kemampuan kelompok dalam menyampaikan konsep, menjawab pertanyaan,
dan mengkomunikasikan hasil kerja. (Penilaian: rubrik presentasi).

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Jurnal Reflektif (setelah seluruh bab selesai): Peserta didik menuliskan pengalaman belajar mereka selama
mempelajari bab matriks, tantangan yang dihadapi, strategi mengatasinya, dan bagaimana mereka akan
menggunakan pengetahuan matriks di masa depan. (Penilaian: kedalaman refleksi, keterkaitan dengan
materi).
TES TERTULIS (6 SOAL ESAI/URAIAN):
1. Sebuah tabel menunjukkan data jumlah siswa laki-laki dan perempuan di kelas A, B, dan C. Sajikan data
tersebut dalam bentuk matriks! (Menemukan Konsep Matriks)
2. Carilah hasil operasi matriks berikut : [3 − 1] + [−5 − 6] = (Penjumlahan Antar matriks)
2 0 2 4
3. Sebuah perusahaan memproduksi dua jenis roti, A dan B. Biaya bahan baku untuk roti A adalah Rp 5.000
per buah dan roti B adalah Rp 7.000 per buah. Biaya tenaga kerja untuk roti A adalah Rp 2.000 per buah
dan roti B adalah Rp 3.000 per buah. Jika pada hari Senin perusahaan memproduksi 100 roti A dan 80
roti B, serta pada hari Selasa memproduksi 120 roti A dan 90 roti B, buatlah matriks biaya dan matriks
produksi, lalu gunakan perkalian matriks untuk menghitung total biaya bahan baku dan total biaya tenaga
kerja untuk hari Senin dan Selasa! (Perkalian Matriks Kontekstual)
−1 2 − 3
4. Tentukan determian dari matriks Z = [ 0 5 − 4] ! (Determinan Matriks)
1 4 0
5. Dua siswa membeli alat tulis. Siswa A membeli 2 buku dan 3 pensil seharga Rp 15.000. Siswa B
membeli 3 buku dan 1 pensil seharga Rp 12.000. Dengan menggunakan konsep matriks, tentukan harga 1
buku dan 1 pensil! (Aplikasi Matriks SPL Kontekstual)
6. Jelaskan mengapa matriks dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam memecahkan masalah di
berbagai bidang! (Penalaran Kritis)

TUGAS AKHIR / PROYEK:


● Peserta didik dalam kelompok merancang sebuah proyek mini yang mengaplikasikan konsep matriks dalam
permasalahan nyata yang mereka temui di lingkungan sekitar atau bidang minat mereka (misalnya, perencanaan
anggaran sederhana, optimasi rute, atau modifikasi citra digital sederhana). Proyek ini dapat disajikan dalam bentuk
laporan, presentasi, atau prototipe sederhana. (Penilaian: relevansi, kreativitas, ketepatan aplikasi konsep, kolaborasi,
komunikasi).

Enrekang ,01 Juli 2025

Mengetahui,
Kepala sekolah Guru Mata pelajaran

[Link] Ikbal Malik,S.S.,[Link] Fitriani Syukur,[Link]


NIP. 197711252011006 NIP.-
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (TINGKAT LANJUT)
BAB: 4. TRANSFORMASI GEOMETRI

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAS RAHMATUL ASRI
Mata Pelajaran : Matematika (Tingkat Lanjut)
Kelas / Fase /Semester : XI.A / GENAP
Alokasi Waktu : 2 X 40 Menit (8 pertemuan @ 2jp )
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik diharapkan sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar sebagai berikut:
● Pengetahuan: Memahami konsep dasar koordinat Kartesius (titik, garis), operasi aljabar dasar (penjumlahan,
pengurangan, perkalian), dan konsep matriks sederhana (ordo, operasi penjumlahan dan perkalian matriks).
● Keterampilan: Mampu menentukan posisi titik pada bidang Kartesius, melakukan perhitungan aljabar
sederhana, dan menggambar grafik garis pada bidang Kartesius.
● Pemahaman: Memahami bahwa matematika adalah alat untuk memecahkan masalah dalam kehidupan
sehari-hari.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan: Konseptual (pemahaman definisi transformasi), Prosedural (langkah-langkah
melakukan transformasi dan operasi matriks), dan Pemecahan Masalah (menerapkan transformasi untuk
menyelesaikan masalah kontekstual).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Transformasi geometri banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang
seperti grafika komputer (animasi, desain grafis), arsitektur (perancangan bangunan), robotika, hingga
fotografi (efek kamera). Materi ini akan menghubungkan konsep abstrak matematika dengan visualisasi
nyata di sekitar peserta didik.
● Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan sedang, di mana konsep dasarnya mudah dipahami
namun aplikasinya (terutama komposisi transformasi dengan matriks) membutuhkan penalaran dan ketelitian
yang lebih tinggi.
● Struktur Materi: Materi disusun secara berjenjang, dimulai dari transformasi dasar (translasi, refleksi,
rotasi, dilatasi) secara terpisah, kemudian dikaitkan dengan representasi matriks, dan diakhiri dengan
komposisi transformasi menggunakan matriks yang lebih kompleks.
Integrasi Nilai dan Karakter:
● Kemandirian: Mendorong peserta didik untuk mencari solusi permasalahan secara mandiri.
● Penalaran Kritis: Mengajak peserta didik berpikir logis dalam menganalisis jenis transformasi dan
dampaknya.
● Kreativitas: Mendorong peserta didik untuk menemukan cara-cara baru dalam memvisualisasikan
transformasi atau memecahkan masalah.
● Kolaborasi: Membiasakan peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek.
● Ketelitian dan Ketekunan: Melatih peserta didik untuk cermat dalam perhitungan dan penggambaran.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis jenis-jenis transformasi, mengidentifikasi pola
perubahan koordinat, dan mengevaluasi keakuratan hasil transformasi.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan hasil transformasi secara visual, baik secara manual maupun
menggunakan aplikasi, serta merancang proyek yang memanfaatkan konsep transformasi.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas proyek, berbagi
ide, dan saling membantu dalam memahami konsep yang kompleks.
● Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi tambahan, mencoba berbagai metode penyelesaian,
dan bertanggung jawab atas proses belajarnya.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mempresentasikan hasil kerjanya dengan jelas dan argumen yang logis.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu:
● Menganalisis konsep transformasi geometri (translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi) pada bidang Kartesius.
● Memahami kaitan antara transformasi geometri dengan operasi matriks.
● Menerapkan komposisi transformasi geometri menggunakan matriks untuk menyelesaikan masalah
kontekstual.
● Menggunakan teknologi (misalnya Geogebra atau aplikasi lain) untuk memvisualisasikan dan memverifikasi
hasil transformasi.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Seni Rupa/Desain Grafis: Konsep transformasi sangat fundamental dalam menciptakan efek visual,
animasi, dan manipulasi gambar.
● Fisika: Gerak benda (translasi, rotasi), optika (refleksi), dan perubahan skala (dilatasi) adalah contoh aplikasi
fisika yang erat kaitannya dengan transformasi.
● Informatika/Ilmu Komputer: Transformasi geometri adalah dasar dalam grafika komputer, robotika, dan
pengolahan citra.
● Arsitektur/Teknik Sipil: Konsep transformasi digunakan dalam perancangan struktur, perspektif, dan skala
model bangunan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: A. Transformasi pada Bidang Kartesius (Translasi dan Refleksi) (2x2JP)
● Peserta didik dapat menjelaskan definisi dan sifat-sifat translasi dan refleksi pada bidang Kartesius dengan
bahasa sendiri. (Keterampilan: Menjelaskan)
● Peserta didik dapat menentukan koordinat bayangan titik, garis, dan bangun datar hasil translasi dan refleksi
pada bidang Kartesius dengan akurat. (Keterampilan: Menentukan)
● Peserta didik dapat menggambar bayangan hasil translasi dan refleksi pada bidang Kartesius dengan tepat.
(Keterampilan: Menggambar)
Pertemuan 3-4: A. Transformasi pada Bidang Kartesius (Rotasi dan Dilatasi)(2x2 JP)
● Peserta didik dapat menjelaskan definisi dan sifat-sifat rotasi dan dilatasi pada bidang Kartesius dengan
bahasa sendiri. (Keterampilan: Menjelaskan)
● Peserta didik dapat menentukan koordinat bayangan titik, garis, dan bangun datar hasil rotasi dan dilatasi
pada bidang Kartesius dengan akurat. (Keterampilan: Menentukan)
● Peserta didik dapat menggambar bayangan hasil rotasi dan dilatasi pada bidang Kartesius dengan tepat.
(Keterampilan: Menggambar)
Pertemuan 5-6: B. Kaitan Matriks dengan Transformasi ( 2 x 2JP)
● Peserta didik dapat menjelaskan representasi matriks untuk masing-masing jenis transformasi (translasi,
refleksi, rotasi, dan dilatasi) dengan benar. (Keterampilan: Menjelaskan)
● Peserta didik dapat menentukan bayangan suatu titik atau bangun hasil transformasi dengan menggunakan
perkalian matriks dengan tepat. (Keterampilan: Menentukan)
● Peserta didik dapat memverifikasi hasil transformasi secara geometris dan aljabar (dengan matriks) dengan
benar. (Keterampilan: Memverifikasi)
Pertemuan 7-8: C. Komposisi Transformasi dengan Menggunakan Matriks (2X 2JP)
● Peserta didik dapat menentukan matriks komposisi transformasi dari dua atau lebih transformasi yang
berurutan. (Keterampilan: Menentukan)
● Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan komposisi transformasi geometri
menggunakan matriks dengan tepat. (Keterampilan: Menyelesaikan masalah)
● Peserta didik dapat merancang dan mempresentasikan proyek sederhana yang mengaplikasikan komposisi
transformasi geometri dalam konteks nyata. (Keterampilan: Merancang, Mempresentasikan)
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
● Desain Pola Batik/Anyaman: Mengaplikasikan translasi dan refleksi untuk menciptakan pola-pola
berulang.
● Animasi Sederhana: Membuat pergerakan objek (rotasi, translasi, dilatasi) dalam aplikasi sederhana atau
presentasi.
● Fotografi dan Efek Kamera: Menganalisis bagaimana efek cermin (refleksi), zoom (dilatasi), atau
pergeseran kamera (translasi) menggunakan prinsip transformasi.
● Perancangan Denah Rumah/Bangunan: Memanfaatkan konsep skala (dilatasi) dan penempatan objek
(translasi, rotasi).

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Virtual): Mengamati objek-objek di lingkungan sekitar (bangunan, pola
lantai, cermin) yang menunjukkan konsep transformasi. Jika tidak memungkinkan, eksplorasi dapat
dilakukan secara virtual melalui gambar atau video.
● Wawancara (Opsional/Simulasi): Jika ada, mewawancarai desainer grafis, arsitek, atau seniman tentang
bagaimana mereka menggunakan konsep pergeseran, perputaran, pencerminan, atau pembesaran/pengecilan
dalam karya mereka. Jika tidak memungkinkan, dapat berupa simulasi wawancara dengan skenario kasus.
● Diskusi Kelompok: Peserta didik akan secara aktif berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis kasus,
memecahkan masalah, dan merancang proyek.
● Presentasi: Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil analisis dan proyek mereka.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran seni rupa atau desain grafis (untuk integrasi proyek).
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Desainer grafis lokal, arsitek, atau seniman (untuk
wawancara/simulasi).
● Orang Tua/Wali: Dapat dilibatkan dalam mendukung penyediaan alat dan bahan sederhana untuk proyek,
jika diperlukan.

LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Kelas diatur untuk memfasilitasi diskusi kelompok, demonstrasi menggunakan papan tulis
interaktif, dan presentasi. Tersedia alat peraga geometri (cermin, mistar, jangka).
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama tim, saling menghargai pendapat, dan belajar dari satu sama lain.
● Berpartisipasi Aktif: Memotivasi setiap peserta didik untuk berani bertanya, menjawab, dan
mengemukakan ide.
● Rasa Ingin Tahu: Memicu keingintahuan peserta didik untuk menjelajahi lebih jauh aplikasi transformasi
dalam kehidupan nyata.
● Berkesadaran (Mindful Learning): Membimbing peserta didik untuk fokus pada proses belajar, memahami
setiap langkah, dan menghubungkan konsep dengan pengalaman pribadi.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain sebagai wadah diskusi, tanya jawab, dan
berbagi sumber.
● Penilaian Daring: Menggunakan Kahoot! atau Mentimeter untuk kuis interaktif atau asesmen formatif
cepat. Google Forms untuk kuesioner asesmen awal.
● Software Geometri Dinamis: Geogebra atau Desmos untuk eksplorasi visual transformasi dan
memverifikasi hasil perhitungan.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning):
● Guru memulai pembelajaran dengan suasana yang tenang dan positif, misalnya dengan mengajak peserta
didik menarik napas dalam-dalam.
● Guru mengajak peserta didik untuk sejenak merenungkan tentang "gerakan" atau "perubahan posisi" dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, gerakan pintu, bayangan di cermin, putaran roda). Apa hubungannya
dengan matematika? (Mengaktifkan pra-pengetahuan secara mindful).
Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning):
● Guru menunjukkan gambar atau video singkat yang relevan dengan transformasi geometri (misalnya, animasi
sederhana, pola batik, atau efek cermin).
● Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian melihat pola yang berulang pada kain batik? Atau
bagaimana sebuah objek bisa 'terbang' dan 'berputar' di film animasi? Itu semua berkaitan dengan matematika
yang akan kita pelajari hari ini: Transformasi Geometri!" (Menghubungkan materi dengan relevansi nyata).
Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning):
● Guru memberikan teka-teki visual sederhana terkait pergeseran atau pencerminan objek.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan antusias dan menjelaskan bahwa akan ada banyak aktivitas
menarik dan proyek kreatif.
● Kesiapan Belajar: Guru melakukan asesmen awal berupa kuesioner singkat (Google Forms) atau pertanyaan
lisan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman awal peserta didik tentang koordinat Kartesius dan matriks
sederhana.

KEGIATAN INTI (40-50 MENIT PER PERTEMUAN)


Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning) & Menggembirakan (Joyful Learning):
Memahami (Understanding):
● Guru memaparkan konsep dasar transformasi (translasi, refleksi, rotasi, dilatasi) dengan contoh-contoh visual
menggunakan Geogebra atau alat peraga fisik.
● Peserta didik diberikan kesempatan untuk eksplorasi mandiri menggunakan Geogebra untuk melihat
bagaimana perubahan koordinat terjadi pada setiap jenis transformasi.
● Diskusi interaktif untuk memastikan pemahaman konsep. Guru memberikan pertanyaan yang mendorong
peserta didik untuk menjelaskan mengapa suatu transformasi menghasilkan bayangan seperti itu.
Mengaplikasi (Applying):
● Aplikasi Langsung: Peserta didik mengerjakan soal-soal latihan dari buku cetak atau LKS secara
individu/kelompok.
● Studi Kasus: Guru memberikan studi kasus kontekstual (misalnya, "Bagaimana perancang game
memindahkan karakter?", "Bagaimana arsitek membuat denah tampak dari berbagai sudut?") yang harus
dipecahkan menggunakan konsep transformasi.
ProUyek Berkelompok:
● Pertemuan 1-4 (Dasar Transformasi): Proyek "Desain Pola Kreatif". Setiap kelompok diminta membuat
pola kreatif (misalnya, motif batik sederhana, ornamen, atau logo) menggunakan kombinasi translasi,
refleksi, rotasi, dan dilatasi pada kertas milimeter atau aplikasi desain sederhana.
● Pertemuan 5-8 (Matriks dan Komposisi): Proyek "Simulasi Animasi Sederhana" atau "Desain Objek 2D".
Setiap kelompok diminta merancang pergerakan objek 2D (misalnya, robot sederhana, kendaraan, atau
karakter) yang melibatkan komposisi transformasi dan merepresentasikan pergerakan tersebut dengan
matriks. Hasilnya dapat dipresentasikan dalam bentuk poster digital, slide show, atau bahkan animasi
sederhana menggunakan tools yang tersedia.
Merefleksi (Reflecting) & Berkesadaran (Mindful Learning):
● Setelah setiap sesi latihan atau diskusi, guru membimbing peserta didik untuk melakukan refleksi singkat:
"Apa yang paling sulit dari konsep ini?" "Bagian mana yang paling menarik?" "Bagaimana saya bisa
menggunakan konsep ini di kehidupan sehari-hari?"
● Peserta didik menuliskan jurnal reflektif singkat tentang kesulitan yang dihadapi dan strategi yang digunakan
untuk mengatasinya.
● Guru mendorong peserta didik untuk saling memberikan umpan balik konstruktif terhadap hasil kerja
kelompok atau presentasi.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Memberikan Umpan Balik yang Konstruktif:
● Guru memberikan penguatan terhadap konsep-konsep kunci yang telah dipelajari.
● Guru memberikan umpan balik secara umum terhadap kinerja kelas, menyoroti keberhasilan dan area yang
perlu peningkatan. Umpan balik spesifik juga diberikan kepada kelompok atau individu yang menonjol.
● Peserta didik diajak untuk merefleksikan kembali perjalanan belajar mereka selama bab ini melalui
pertanyaan: "Apa yang paling berkesan dari pembelajaran Transformasi Geometri?" "Apa yang kalian
rasakan saat berhasil memecahkan masalah yang sulit?"
Menyimpulkan Pembelajaran:
● Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dari pembelajaran hari itu.
● Peserta didik menyampaikan satu hal baru yang mereka pelajari atau satu tantangan yang berhasil mereka
atasi.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
● Guru memberikan gambaran singkat tentang topik selanjutnya atau tugas yang perlu disiapkan untuk
pertemuan berikutnya.
● Guru memberikan motivasi untuk terus berlatih dan menjelajahi lebih jauh tentang aplikasi matematika
dalam kehidupan.
● Menutup pembelajaran dengan salam atau doa.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan kemampuan mereka dalam
menjawab pertanyaan pemantik.
● Kuesioner (Google Forms): Berisi pertanyaan singkat tentang pengetahuan prasyarat (koordinat, operasi
matriks sederhana) dan ekspektasi mereka terhadap bab ini.
● Tes Diagnostik Sederhana: 3-5 soal pilihan ganda atau isian singkat tentang konsep dasar koordinat dan
identifikasi transformasi visual sederhana.
SOAL TES DIAGNOSTIK:
1. Jika titik A(2, 3) digeser 4 satuan ke kanan dan 1 satuan ke bawah, di manakah posisi titik A sekarang?
2. Apa yang terjadi pada sebuah objek jika dicerminkan terhadap sumbu Y?
3. Sebuah segitiga memiliki koordinat titik sudut (0,0), (3,0), dan (0,4). Jika segitiga tersebut didilatasi dengan
faktor skala 2 dari titik pusat (0,0), gambarlah bayangannya.
4. Jelaskan secara singkat apa itu matriks dan contoh penggunaannya dalam matematika!
5. Gambarlah sebuah objek dan bayangannya setelah mengalami translasi.

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tugas Harian: Penyelesaian soal latihan dari buku atau lembar kerja.
● Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi aktif, kemampuan berargumen, dan kolaborasi dalam diskusi
kelompok.
● Presentasi Kelompok: Penilaian kejelasan presentasi, penguasaan materi, dan kemampuan menjawab
pertanyaan.
● Observasi Guru: Mengamati pemahaman peserta didik selama kegiatan inti, kemampuan mereka dalam
menggunakan alat bantu (Geogebra), dan interaksi dalam kelompok.
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menuliskan refleksi menyeluruh tentang proses belajar, pemahaman konsep,
kesulitan yang dihadapi, dan manfaat yang diperoleh dari materi Transformasi Geometri.
PERTANYAAN JURNAL REFLEKTIF:
1. Tuliskan 3 hal paling penting yang kamu pelajari dari bab Transformasi Geometri!
2. Bagian mana dari Transformasi Geometri yang menurutmu paling menantang? Bagaimana kamu
mengatasinya?
3. Bagaimana Transformasi Geometri bisa kamu lihat atau manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan
contohnya!
4. Apa yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan pemahamanmu di topik ini?
5. Jika kamu adalah seorang guru, bagaimana kamu akan menjelaskan konsep komposisi transformasi kepada
temanmu?
● Tes Tertulis: Soal-soal yang mencakup pemahaman konsep, perhitungan, dan aplikasi transformasi geometri
secara individu.
SOAL TES TERTULIS (5 SOAL):
1. Tentukan bayangan titik P(-3, 5) jika ditranslasikan oleh T=(4−2), kemudian direfleksikan terhadap garis
y=x.
2. Sebuah garis 2x−y+3=0 dirotasikan sebesar 90 derajat searah jarum jam dengan pusat O(0,0). Tentukan
persamaan bayangan garis tersebut.
3. Matriks transformasi M=(2002) mewakili jenis transformasi apa? Jelaskan alasannya.
4. Jika sebuah segitiga ABC dengan titik A(1,1), B(4,1), C(1,3) didilatasi dengan faktor skala 3 dan pusat (-2, -
1), tentukan koordinat bayangan titik-titik segitiga tersebut.
5. Sebuah objek mengalami transformasi T1 yang merupakan refleksi terhadap sumbu X, dilanjutkan dengan
transformasi T2 yang merupakan rotasi 180 derajat terhadap titik pusat (0,0). Tentukan matriks komposisi
transformasi T2.T1 dan gunakan matriks tersebut untuk menemukan bayangan titik (5, -2).
● Tugas Akhir/Proyek: Penilaian terhadap proyek kelompok yang telah dirancang dan dilaksanakan, termasuk
kreativitas, ketepatan aplikasi konsep, dan kualitas presentasi. Rubrik penilaian proyek akan digunakan.

Enrekang ,01 Juli 2025

Mengetahui,
Kepala sekolah Guru Mata pelajaran

[Link] Ikbal Malik,S.S.,[Link] Fitriani Syukur,[Link]


NIP. 197711252011006 NIP.-
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (TINGKAT LANJUT)
BAB 5: FUNGSI DAN PEMODELANNYA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMAS RAHMATU ASRI
Mata Pelajaran : Matematika (Tingkat Lanjut)
Kelas / Fase /Semester : XI.A/ GENAP
Alokasi Waktu : 2 X 40 MENIT (6 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Sebelum memulai pembelajaran Bab 5 Fungsi dan Pemodelannya, peserta didik diharapkan telah memiliki
pemahaman dasar dan keterampilan sebagai berikut:
Pengetahuan Matematika Dasar:
● Fungsi Aljabar: Konsep dasar fungsi (domain, kodomain, range), jenis-jenis fungsi aljabar sederhana
(linear, kuadrat, kubik), operasi pada fungsi, serta kemampuan menggambar grafik fungsi aljabar dasar.
● Trigonometri (Dasar): Konsep sudut dalam radian dan derajat, nilai-nilai fungsi trigonometri (sin, cos, tan)
untuk sudut istimewa dan di berbagai kuadran, identitas trigonometri dasar, serta konsep grafik fungsi dasar
y=sinx, y=cosx.
● Eksponen dan Logaritma (Dasar): Konsep eksponen dan sifat-sifatnya, pengertian logaritma sebagai invers
eksponen, serta sifat-sifat dasar logaritma.
● Persamaan dan Pertidaksamaan: Kemampuan menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linear dan
kuadrat.
Keterampilan:
● Kemampuan aljabar dasar (manipulasi ekspresi, faktorisasi).
● Keterampilan menggambar grafik pada bidang Kartesius.
● Kemampuan menafsirkan informasi dari grafik.
● Kemampuan menggunakan kalkulator ilmiah untuk perhitungan trigonometri dan logaritma.
● Pemahaman Konseptual: Peserta didik diharapkan memahami bahwa matematika bukan hanya tentang
perhitungan, tetapi juga alat untuk memodelkan fenomena dunia nyata.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Fungsi dan Pemodelannya" merupakan jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan pengetahuan
metakognitif.
● Jenis Pengetahuan: Peserta didik akan memahami konsep dan karakteristik berbagai jenis fungsi
(trigonometri, logaritma, aljabar kompleks) (konseptual). Mereka akan belajar bagaimana memanipulasi
fungsi, menggambar grafik, dan menerapkan fungsi tersebut untuk memecahkan masalah dunia nyata
(prosedural). Selain itu, mereka akan didorong untuk merefleksikan bagaimana matematika dapat digunakan
sebagai alat pemodelan yang kuat (metakognitif).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi ini sangat relevan karena fungsi dan pemodelan digunakan di
berbagai bidang seperti:
 Fisika: Gerak harmonik sederhana (gelombang), pertumbuhan dan peluruhan radioaktif.
 Biologi: Pertumbuhan populasi, penyebaran penyakit.
 Ekonomi: Pertumbuhan investasi, amortisasi pinjaman.
 Teknik: Desain jembatan, sinyal elektronik.
 Bidang lainnya: Data sains, analisis tren. Pemahaman ini akan mempersiapkan peserta didik untuk studi
lanjutan di berbagai disiplin ilmu.
● Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan tinggi. Perluasan konsep fungsi trigonometri,
logaritma, dan aljabar ke arah yang lebih kompleks, termasuk transformasi grafik, pemecahan masalah
kontekstual, dan pemodelan, membutuhkan penalaran abstrak dan keterampilan pemecahan masalah yang
mendalam.
● Struktur Materi: Materi dibagi menjadi tiga bagian utama: fungsi trigonometri (grafik, persamaan), fungsi
logaritma (grafik, sifat, persamaan), dan fungsi aljabar (jenis-jenis fungsi aljabar, operasi, invers,
pemodelan). Pendekatan akan berfokus pada pemahaman konsep dan aplikasi pemodelan untuk setiap jenis
fungsi.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi ini akan mengintegrasikan nilai-nilai seperti Penalaran Kritis (dalam
menganalisis grafik dan masalah pemodelan), Kreativitas (dalam merancang model matematika),
Kolaborasi (saat diskusi kelompok atau proyek), Kemandirian (dalam menyelesaikan soal dan
mengeksplorasi konsep), dan Komunikasi (dalam menyampaikan hasil analisis dan presentasi).

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Dalam pembelajaran Bab 5 Fungsi dan Pemodelannya, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik akan dilatih untuk menganalisis sifat-sifat fungsi, menginterpretasikan
grafik, mengevaluasi model matematika, dan memecahkan masalah kompleks dengan argumen matematis
yang logis.
● Kreativitas: Peserta didik akan didorong untuk berpikir kreatif dalam membangun model matematika dari
situasi nyata dan menemukan berbagai pendekatan untuk menyelesaikan masalah pemodelan.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan konsep, menyelesaikan
soal pemodelan, dan menyiapkan presentasi hasil proyek.
● Kemandirian: Peserta didik akan mengembangkan kemampuan belajar mandiri, mengeksplorasi konsep
matematika secara lebih dalam, dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks.
● Komunikasi: Peserta didik akan mengembangkan kemampuan untuk mengkomunikasikan ide-ide matematis
mereka secara jelas dan tepat, baik secara lisan maupun tulisan, terutama saat mempresentasikan hasil
pemodelan.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir Fase F, peserta didik mampu menganalisis berbagai jenis fungsi (termasuk fungsi trigonometri,
logaritma, dan aljabar), memahami karakteristik grafik dan sifat-sifatnya, serta mampu menerapkan konsep
fungsi untuk memodelkan dan menyelesaikan masalah kontekstual dalam berbagai bidang ilmu.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Fisika: Gerak harmonik sederhana, gelombang suara dan cahaya (Fungsi Trigonometri), peluruhan radioaktif
(Fungsi Logaritma), gerak parabola (Fungsi Kuadrat).
● Biologi: Pertumbuhan populasi bakteri atau virus (Fungsi Eksponen/Logaritma), pola sirkadian (Fungsi
Trigonometri).
● Kimia: Laju reaksi, pH larutan (Fungsi Logaritma).
● Ekonomi: Pertumbuhan investasi, bunga majemuk (Fungsi Eksponen/Logaritma), analisis biaya/pendapatan
(Fungsi Aljabar).
● Geografi: Pemodelan iklim atau gelombang laut (Fungsi Trigonometri).
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Visualisasi data, penggunaan perangkat lunak matematika
(Geogebra, Desmos) untuk menggambar grafik dan simulasi.
● Seni: Pola dan simetri yang terkait dengan fungsi periodik.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 JP): Fungsi Trigonometri: Grafik dan Karakteristik
● Melalui eksplorasi interaktif dengan perangkat lunak grafik (misalnya Geogebra/Desmos), peserta didik
dapat mengidentifikasi pengaruh perubahan konstanta pada amplitudo dan periode grafik fungsi sinus dan
kosinus.
● Dengan menganalisis berbagai contoh, peserta didik dapat menggambar grafik fungsi trigonometri
y=Asin(Bx+C)+D dan y=Acos(Bx+C)+D secara mandiri.
● Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menentukan amplitudo, periode, frekuensi, pergeseran fase,
dan pergeseran vertikal dari fungsi trigonometri yang diberikan.
Pertemuan 2 (2 JP): Fungsi Trigonometri: Persamaan dan Pemodelan Fenomena Periodik
● Dengan menggunakan grafik dan identitas trigonometri, peserta didik dapat menyelesaikan persamaan
trigonometri sederhana (sinx=k,cosx=k,tanx=k).
● Melalui studi kasus masalah kontekstual (misalnya ketinggian air pasang surut, suhu harian), peserta didik
dapat membangun model fungsi trigonometri untuk menggambarkan fenomena periodik.
● Dengan menerapkan pemahaman konsep, peserta didik dapat menafsirkan hasil pemodelan fungsi
trigonometri dalam konteks dunia nyata.
Pertemuan 3 (2 JP): Fungsi Logaritma: Grafik, Sifat, dan Persamaan
● Melalui eksplorasi dengan perangkat lunak grafik, peserta didik dapat menggambar grafik fungsi logaritma
y=alogb(cx+d)+e dan mengidentifikasi karakteristiknya (domain, range, asimtot).
● Dengan latihan soal, peserta didik dapat menerapkan sifat-sifat logaritma untuk menyederhanakan ekspresi
logaritma.
● Dengan berbagai strategi penyelesaian, peserta didik dapat menyelesaikan persamaan logaritma sederhana.
Pertemuan 4 (2 JP): Fungsi Logaritma: Pemodelan Pertumbuhan dan Peluruhan
● Melalui studi kasus masalah kontekstual (misalnya pertumbuhan populasi, peluruhan radioaktif, skala
pH/Richter), peserta didik dapat membangun model fungsi logaritma untuk menggambarkan fenomena
pertumbuhan atau peluruhan.
● Dengan menerapkan konsep, peserta didik dapat menafsirkan hasil pemodelan fungsi logaritma dalam
konteks dunia nyata.
Pertemuan 5 (2 JP): Fungsi Aljabar: Jenis, Operasi, dan Invers
● Melalui diskusi dan contoh, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai jenis fungsi aljabar (linear,
kuadrat, kubik, rasional, akar) dan karakteristik umumnya.
● Dengan latihan soal, peserta didik dapat melakukan operasi aljabar pada fungsi (penjumlahan, pengurangan,
perkalian, pembagian, komposisi fungsi).
● Melalui demonstrasi dan latihan, peserta didik dapat menentukan fungsi invers dari suatu fungsi aljabar.
Pertemuan 6 (2 JP): Fungsi Aljabar: Pemodelan Berbagai Situasi
● Melalui studi kasus masalah kontekstual (misalnya biaya produksi, pendapatan, kecepatan, jarak), peserta
didik dapat membangun model fungsi aljabar untuk berbagai situasi.
● Dengan menerapkan pemahaman fungsi, peserta didik dapat menganalisis dan menginterpretasikan hasil
pemodelan fungsi aljabar dalam konteks dunia nyata.
● Melalui proyek akhir, peserta didik dapat mengkomunikasikan proses dan hasil pemodelan mereka secara
jelas dan sistematis.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran kontekstual akan diambil dari fenomena nyata yang dapat dimodelkan menggunakan
berbagai jenis fungsi, mendorong peserta didik untuk melihat relevansi matematika. Contoh topik:
Fungsi Trigonometri:
● "Memodelkan Gerakan Bandul Jam Dinding"
● "Variasi Suhu Rata-rata Harian di Tegal Sepanjang Tahun"
● "Grafik Gelombang Suara dari Alat Musik"
● "Ketinggian Titik Tertentu pada Roda Bianglala"
Fungsi Logaritma:
● "Pertumbuhan Jumlah Kasus COVID-19 Awal Pandemi"
● "Penurunan Intensitas Gempa Bumi Berdasarkan Skala Richter"
● "Waktu yang Dibutuhkan untuk Peluruhan Sampel Radioaktif"
● "Perhitungan pH Larutan Asam Basa"
Fungsi Aljabar:
● "Optimalisasi Keuntungan Penjualan Produk UMKM"
● "Pemodelan Lintasan Bola Basket yang Dilempar"
● "Menentukan Harga Paling Efisien untuk Produksi"
● "Hubungan antara Kecepatan dan Jarak Tempuh Kendaraan"
Peserta didik akan memilih atau merancang ide proyek/diskusi yang sesuai dengan minat mereka dan
ketersediaan data/fenomena.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dan Diskusi Kelompok.
● Eksplorasi Lapangan (Mini-Observasi/Pengumpulan Data Sederhana): Peserta didik didorong untuk
mengamati fenomena di sekitar mereka (misalnya, gerakan ayunan, pertumbuhan tanaman, variasi suhu)
yang bisa dihubungkan dengan konsep fungsi. Jika memungkinkan, mereka dapat mengumpulkan data
sederhana.
● Wawancara (Opsional/Sederhana): Jika memungkinkan, peserta didik dapat melakukan wawancara
singkat dengan ahli di bidang terkait (misalnya, guru Fisika, Biologi, atau ahli IT) untuk mendapatkan
perspektif praktis tentang aplikasi fungsi.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek atau analisis studi kasus mereka di depan
kelas.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Informatika),
perpustakaan sekolah, lab komputer, komunitas siswa (misalnya, klub Sains/Matematika) untuk kolaborasi.
● Lingkungan Luar Sekolah: Universitas/lembaga riset (melalui artikel ilmiah atau video edukasi), platform
edukasi online (Khan Academy, Coursera, edX) sebagai sumber belajar tambahan.
● Masyarakat: Ahli di bidang terkait (insinyur, ilmuwan, ahli statistik) melalui artikel atau video, atau jika
memungkinkan, wawancara daring.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Ruang kelas yang dapat diatur untuk diskusi kelompok dan presentasi. Lab komputer atau
ruang dengan akses internet untuk penggunaan perangkat lunak grafik.
● Ruang Virtual: Google Classroom sebagai pusat pengumuman, distribusi materi, pengumpulan tugas, dan
forum diskusi. Aplikasi grafik online seperti GeoGebra atau Desmos. Situs web sumber data ilmiah
(misalnya, situs BMKG untuk data suhu).
Budaya Belajar:
● Kolaboratif: Mendorong kerja sama dalam kelompok untuk menganalisis isu, merancang model, dan
memecahkan masalah.
● Berpartisipasi Aktif: Memotivasi semua peserta didik untuk aktif dalam diskusi, riset, dan presentasi.
● Rasa Ingin Tahu: Memicu minat peserta didik untuk menjelajahi fenomena alam dan sosial secara
matematis, memahami bagaimana fungsi dapat menjelaskan dunia di sekitar mereka, dan mencari solusi
inovatif.

PEMANFAATAN DIGITAL:
● Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain untuk diskusi asinkron, berbagi tautan
video/simulasi, troubleshooting pemahaman konsep, dan mengunggah progres proyek.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau platform kuesioner online untuk asesmen awal atau
umpan balik.
● GeoGebra/Desmos: Alat esensial untuk visualisasi grafik fungsi, eksplorasi parameter, dan verifikasi
pemahaman konsep.
● Video Pembelajaran: Saluran YouTube edukasi (misalnya Khan Academy, 3Blue1Brown, atau video dari
universitas) yang menjelaskan konsep fungsi dan aplikasinya.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1: FUNGSI TRIGONOMETRI: GRAFIK DAN KARAKTERISTIK
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
● Ice Breaker (10 menit - Joyful): Guru menampilkan video singkat atau GIF animasi tentang fenomena
periodik (misalnya, ombak di laut, bandul berayun, gelombang suara). Guru bertanya, "Pola apa yang kalian
lihat? Bisakah matematika menjelaskan pola ini?". Ini memicu rasa ingin tahu.
● Apersepsi (5 menit - Mindful): Guru mengaitkan fenomena periodik dengan konsep fungsi trigonometri
yang telah dipelajari di SMP/SMA. Guru menjelaskan bahwa pada pelajaran ini, mereka akan mendalami
bagaimana fungsi trigonometri dapat memodelkan pola-pola tersebut secara lebih kompleks. Guru
menyampaikan relevansi pembelajaran ini dalam memahami dunia sekitar.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING):


Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan konsep dasar grafik fungsi sinus dan kosinus, serta pengaruh perubahan amplitudo (A) dan
periode (B).
● Eksplorasi Interaktif (Joyful): Peserta didik menggunakan laptop/HP untuk mengakses GeoGebra atau
Desmos. Guru membimbing mereka untuk mengeksplorasi perubahan grafik y=A sin (Bx) atau y= A cos
(Bx) ketika nilai A dan B diubah.
● Guru merujuk pada BS 11 - Matematika Tingkat [Link] halaman 133-138.
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan panduan eksplorasi GeoGebra/Desmos yang berbeda tingkat
kesulitannya. Untuk siswa yang cepat, ada tantangan untuk mengeksplorasi pergeseran fase dan vertikal lebih
awal.
Mengaplikasi (20 menit - Joyful, Meaningful):
● Latihan Terbimbing (Kolaboratif): Peserta didik dalam kelompok kecil (3-4 orang) mengerjakan soal-soal
menggambar grafik fungsi trigonometri dengan berbagai parameter (A,B,C,D).
● Setiap kelompok diminta untuk:
 Menggambar grafik fungsi yang diberikan.
 Menentukan amplitudo, periode, dan pergeseran yang terjadi.
 Mengecek hasil gambar mereka menggunakan perangkat lunak grafik.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan umpan balik langsung.
Bagi kelompok yang kesulitan, guru memberikan contoh langkah demi langkah. Bagi kelompok yang sudah
mahir, guru menantang mereka untuk menciptakan fungsi trigonometri dengan karakteristik tertentu.
Merefleksi (5 menit - Mindful, Meaningful):
● Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan grafik dan analisis mereka.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu hal yang paling mengejutkan
mereka tentang bagaimana fungsi trigonometri dapat diubah hanya dengan mengubah beberapa angka.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK, SUMMARIZE, PLANNING):


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan pujian atas partisipasi dan kemampuan awal peserta didik
dalam memahami karakteristik grafik.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang
pengaruh parameter A,B,C,D pada grafik fungsi trigonometri.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat tentang kegiatan di
pertemuan berikutnya (pemodelan fenomena periodik). Guru dapat memberikan tugas ringan untuk mencari
contoh fenomena periodik di sekitar mereka.
● Doa dan salam penutup.

PERTEMUAN 2: FUNGSI TRIGONOMETRI: PERSAMAAN DAN PEMODELAN FENOMENA


PERIODIK
KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
● Review dan Kuis Singkat (10 menit - Joyful): Guru menggunakan Kahoot! atau Mentimeter untuk kuis
singkat tentang karakteristik grafik fungsi trigonometri dari pertemuan sebelumnya.
● Membangkitkan Rasa Ingin Tahu (5 menit - Mindful): Guru menampilkan data suhu harian selama
sebulan dan bertanya, "Bisakah kita memprediksi suhu besok atau lusa menggunakan data ini? Apa
hubungannya dengan grafik yang kita pelajari?". Guru mengarahkan jawaban ke pemodelan.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING):


Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan langkah-langkah penyelesaian persamaan trigonometri sederhana (sinx=k,cosx=k,tanx=k)
dengan menggunakan grafik dan konsep unit lingkaran.
● Guru menjelaskan konsep pemodelan fungsi trigonometri dan bagaimana menentukan parameter (A,B,C,D)
dari data nyata.
● Guru merujuk pada BS 11 - Matematika Tingkat [Link] halaman 139-142.
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan contoh-contoh persamaan trigonometri dengan tingkat kesulitan
bervariasi.
Mengaplikasi (25 menit - Joyful, Meaningful):
● Proyek Mini Pemodelan (Kolaboratif/Kreativitas): Peserta didik dalam kelompok (3-4 orang) diberikan
studi kasus data periodik sederhana (misalnya, data ketinggian air pasang surut di pelabuhan atau suhu rata-
rata bulanan).
Setiap kelompok diminta untuk:
 Menentukan jenis fungsi trigonometri yang sesuai.
 Menghitung parameter A,B,C,D dari data yang diberikan.
 Menuliskan persamaan fungsi trigonometri yang memodelkan data tersebut.
 Membuat prediksi berdasarkan model yang mereka buat.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling membimbing peserta didik.
● Bagi yang kesulitan: Guru memberikan panduan terstruktur atau template.
● Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk mencari data periodik mereka sendiri dari
internet (misalnya, data gelombang suara) dan mencoba memodelkannya.
Merefleksi (5 menit - Mindful, Meaningful):
● Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan model dan prediksi mereka.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan bagaimana mereka bisa
menggunakan kemampuan memodelkan fenomena periodik dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, untuk
jadwal tidur, olahraga, dll.).

KEGIATAN PENUTUP (5 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK, SUMMARIZE, PLANNING):


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kemampuan peserta didik dalam
memodelkan fenomena.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum bagaimana fungsi trigonometri dapat digunakan untuk
menyelesaikan persamaan dan memodelkan fenomena periodik.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan
fokus pada fungsi logaritma. Peserta didik diminta untuk mengingat kembali sifat-sifat logaritma.
● Doa dan salam penutup.

PERTEMUAN 3: FUNGSI LOGARITMA: GRAFIK, SIFAT, DAN PERSAMAAN


KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
● Pemanasan Konsep (10 menit - Joyful): Guru menampilkan contoh pertumbuhan eksponensial (misalnya,
video tentang pertumbuhan bakteri atau penyebaran rumor) dan bertanya, "Bagaimana kita bisa menghitung
berapa lama waktu yang dibutuhkan agar jumlahnya mencapai sekian? Apa hubungannya dengan
logaritma?".
● Koneksi ke Tujuan (5 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa logaritma adalah kebalikan dari
eksponen, dan akan sangat berguna untuk memecahkan masalah terkait pertumbuhan atau peluruhan. Guru
menekankan pentingnya memahami grafik dan sifat logaritma.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING):


Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan konsep dasar grafik fungsi logaritma, domain, range, dan asimtot vertikalnya.
● Eksplorasi Interaktif (Joyful): Peserta didik menggunakan GeoGebra/Desmos untuk mengeksplorasi
perubahan grafik fungsi logaritma y=alogb(x) ketika nilai a dan b diubah.
● Guru mengulang dan menjelaskan sifat-sifat logaritma yang esensial untuk penyelesaian persamaan.
● Guru merujuk pada BS 11 - Matematika Tingkat [Link] halaman 143-148.
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan rangkuman sifat-sifat logaritma dalam berbagai format (tabel, kartu
kilat) untuk membantu siswa menghafal dan memahami.
○ Mengaplikasi (20 menit - Joyful, Meaningful):
● Latihan Berjenjang (Kemandirian): Peserta didik mengerjakan latihan soal penyederhanaan ekspresi
logaritma dan penyelesaian persamaan logaritma. Soal-soal diberikan dalam tingkat kesulitan bertahap.
Diferensiasi Proses:
● Bagi yang kesulitan: Guru memberikan soal-soal dasar dengan petunjuk jelas, dan membimbing secara
personal.
● Bagi yang sudah mahir: Guru memberikan soal-soal tantangan yang memerlukan kombinasi beberapa sifat
logaritma atau persamaan yang lebih kompleks.
Merefleksi (5 menit - Mindful, Meaningful):
● Guru membahas beberapa soal yang sulit dan strategi penyelesaiannya.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan kesulitan terbesar mereka dalam
memahami logaritma dan bagaimana mereka berencana untuk mengatasinya.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK, SUMMARIZE, PLANNING):


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dalam menguasai sifat dan
penyelesaian persamaan logaritma.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum karakteristik grafik fungsi logaritma, sifat-sifat kunci, dan
teknik penyelesaian persamaan logaritma.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan
fokus pada pemodelan dengan fungsi logaritma.
○ Doa dan salam penutup.

PERTEMUAN 4: FUNGSI LOGARITMA: PEMODELAN PERTUMBUHAN DAN PELURUHAN


KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
● Koneksi ke Dunia Nyata (10 menit - Joyful): Guru menampilkan berita atau infografis tentang penyebaran
wabah penyakit atau tingkat gempa bumi. Guru bertanya, "Bagaimana ilmuwan atau ahli dapat memprediksi
atau mengukur fenomena ini secara matematis?".
● Membangkitkan Rasa Ingin Tahu (5 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa fungsi logaritma (dan
eksponen) adalah alat yang sangat ampuh untuk memodelkan pertumbuhan dan peluruhan di berbagai bidang
ilmu.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING):


Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan bagaimana fungsi logaritma dan eksponen saling terkait dalam pemodelan pertumbuhan
dan peluruhan.
● Guru memberikan contoh model matematika untuk pertumbuhan populasi, peluruhan radioaktif, dan skala
logaritmik (pH, Richter).
● Guru merujuk pada BS 11 - Matematika Tingkat [Link] halaman 149-152.
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai formula model pertumbuhan/peluruhan dan contoh
konkret untuk membantu pemahaman siswa.
Mengaplikasi (25 menit - Joyful, Meaningful):
● Studi Kasus Pemodelan (Kolaboratif/Kreativitas): Peserta didik dalam kelompok (3-4 orang) diberikan
studi kasus masalah kontekstual yang melibatkan pertumbuhan atau peluruhan (misalnya, data pertumbuhan
penjualan online, data peluruhan obat dalam tubuh).
● Setiap kelompok diminta untuk:
 Mengidentifikasi jenis fungsi yang sesuai (eksponen atau logaritma).
 Membangun model matematika dari data yang diberikan.
 Menggunakan model untuk memprediksi atau menafsirkan informasi.
 Menyajikan hasil analisis mereka.
● Diferensiasi Proses: Guru memberikan bimbingan, fokus pada proses penalaran dan interpretasi hasil.
● Bagi yang kesulitan: Guru dapat memberikan sebagian model atau petunjuk awal.
● Bagi yang sudah mahir: Guru dapat menantang mereka untuk membandingkan beberapa model atau
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan/peluruhan.
Merefleksi (5 menit - Mindful, Meaningful):
● Beberapa perwakilan kelompok mempresentasikan model dan interpretasi mereka.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan bagaimana pemahaman tentang
pertumbuhan/peluruhan ini dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan di masa depan (misalnya,
investasi, kesehatan, dll.).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK, SUMMARIZE, PLANNING):


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik atas kemampuan peserta didik dalam
menerapkan konsep logaritma untuk pemodelan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum pentingnya fungsi logaritma dan eksponen dalam
memodelkan fenomena pertumbuhan dan peluruhan.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan
fokus pada fungsi aljabar yang lebih kompleks.
○ Doa dan salam penutup.

PERTEMUAN 5: FUNGSI ALJABAR: JENIS, OPERASI, DAN INVERS


KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
● Apersepsi (10 menit - Joyful): Guru menampilkan beberapa grafik fungsi aljabar yang berbeda (linear,
kuadrat, kubik, rasional sederhana) dan bertanya, "Apa yang membedakan grafik-grafik ini? Bagaimana kita
bisa menghasilkan grafik yang lebih kompleks?". Ini mengarahkan ke operasi fungsi.
● Koneksi ke Tujuan (5 menit - Mindful): Guru mengingatkan peserta didik bahwa mereka sudah familiar
dengan fungsi aljabar dasar dan hari ini akan memperdalam pemahaman tentang jenis-jenisnya, bagaimana
melakukan operasi antar fungsi, dan konsep fungsi invers.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING):


Memahami (20 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru menjelaskan review singkat jenis-jenis fungsi aljabar dasar (linear, kuadrat, kubik, rasional, akar) dan
domain/range-nya.
● Guru menjelaskan operasi pada fungsi (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, komposisi fungsi).
● Guru menjelaskan konsep fungsi invers dan bagaimana menentukannya secara aljabar dan grafis.
● Guru merujuk pada BS 11 - Matematika Tingkat [Link] halaman 153-160.
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan contoh-contoh operasi fungsi dan fungsi invers dengan tingkat
kesulitan bervariasi.
Mengaplikasi (20 menit - Joyful, Meaningful):
● Latihan Terstruktur (Kemandirian): Peserta didik mengerjakan latihan soal operasi fungsi (komposisi,
aljabar biasa) dan menentukan fungsi invers.
● Diferensiasi Proses: Guru memberikan dukungan individual.
● Bagi yang kesulitan: Guru memberikan contoh lebih banyak atau langkah-langkah detail.
● Bagi yang sudah mahir: Guru memberikan soal-soal komposisi fungsi yang melibatkan lebih dari dua
fungsi atau menentukan invers dari fungsi rasional.
Merefleksi (5 menit - Mindful, Meaningful):
● Guru membahas beberapa soal yang representatif.
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu aplikasi potensial dari
komposisi fungsi atau fungsi invers dalam konteks yang mereka kenal.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK, SUMMARIZE, PLANNING):


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas ketelitian peserta didik dalam melakukan
operasi aljabar dan menentukan fungsi invers.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru merangkum konsep operasi fungsi dan fungsi invers.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menginformasikan bahwa pertemuan terakhir akan fokus
pada pemodelan menggunakan fungsi aljabar dan persiapan proyek akhir bab.
● Doa dan salam penutup.

PERTEMUAN 6: FUNGSI ALJABAR: PEMODELAN BERBAGAI SITUASI DAN PROYEK AKHIR


KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING):
● Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa, dan memeriksa kehadiran.
● Pemanasan Pemodelan (5 menit - Joyful): Guru menampilkan studi kasus sederhana yang bisa dimodelkan
dengan fungsi aljabar (misalnya, biaya taksi berdasarkan jarak, hubungan antara sisi persegi dan luasnya).
Guru bertanya, "Bagaimana kita bisa menuliskan hubungan ini dalam bentuk fungsi?".
● Koneksi ke Tujuan (5 menit - Mindful): Guru menjelaskan bahwa pemahaman tentang fungsi aljabar dapat
digunakan untuk memodelkan banyak situasi praktis dan hari ini akan menjadi puncak dari pemahaman
fungsi secara keseluruhan melalui proyek.
● Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (MEANINGFUL LEARNING, JOYFUL LEARNING, MINDFUL LEARNING):


Memahami (10 menit - Meaningful, Mindful):
● Guru me-review singkat tentang proses pemodelan matematika: identifikasi variabel, tentukan hubungan,
bangun fungsi, interpretasi hasil.
● Guru memberikan contoh singkat pemodelan situasi dengan fungsi aljabar.
Mengaplikasi (40 menit - Joyful, Meaningful):
● Proyek Akhir Bab (Kolaboratif, Kreativitas, Penalaran Kritis): Peserta didik dalam kelompok (3-4
orang) memilih satu dari beberapa topik pemodelan yang disediakan guru atau mengusulkan topik sendiri
(misalnya, memodelkan keuntungan bisnis UMKM, lintasan proyektil, pola pertumbuhan tanaman, atau
situasi lain yang relevan).
● Setiap kelompok diminta untuk:
 Mengidentifikasi variabel dan data yang relevan.
 Membangun model fungsi aljabar (atau campuran dengan trigonometri/logaritma jika relevan) untuk
memodelkan situasi.
 Menganalisis dan menginterpretasikan model mereka.
 Menyajikan hasil proyek mereka dalam bentuk presentasi yang jelas dan menarik.
● Diferensiasi Proses: Guru berkeliling memberikan konsultasi individual untuk setiap kelompok.
● Bagi yang kesulitan: Guru memberikan panduan lebih terstruktur, membantu identifikasi variabel kunci,
atau memberikan contoh struktur presentasi.
● Bagi yang sudah mahir: Guru mendorong mereka untuk mengeksplorasi model yang lebih kompleks,
mempertimbangkan batasan model, atau menggunakan lebih banyak alat digital untuk visualisasi.
Merefleksi (5 menit - Mindful, Meaningful):
● Setiap kelompok mempresentasikan proyek mereka (maksimal 5-7 menit per kelompok).
● Refleksi Diri (Mindful): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan pelajaran terbesar yang mereka
dapatkan dari mengerjakan proyek ini tentang pentingnya matematika dalam memecahkan masalah dunia
nyata.

KEGIATAN PENUTUP ( 5 MENIT - CONSTRUCTIVE FEEDBACK, SUMMARIZE, PLANNING):


● Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik menyeluruh tentang proyek dan presentasi
peserta didik, menyoroti pemahaman konsep, kemampuan pemodelan, dan keterampilan presentasi.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan capaian pembelajaran Bab 5
secara keseluruhan, menekankan bagaimana berbagai jenis fungsi dapat digunakan sebagai alat yang ampuh
untuk memodelkan dan memahami dunia.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat tentang bab pembelajaran
berikutnya.
● Doa dan salam penutup.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang fungsi dasar (linear, kuadrat, trigonometri
sederhana, eksponen/logaritma dasar), operasi fungsi, dan kemampuan menggambar grafik sederhana.
JENIS ASESMEN:
● Kuesioner/Polling Opini (Menggunakan Google Forms/Mentimeter): Pertanyaan tentang pengalaman
mereka dengan fungsi, kesulitan yang pernah dihadapi, atau aplikasi fungsi yang mereka ketahui.
● Observasi: Guru mengamati respon dan partisipasi peserta didik saat kegiatan ice breaker atau pertanyaan
pemicu di awal pertemuan.
● Tes Diagnostik (Singkat): Soal pilihan ganda atau isian singkat tentang konsep dan grafik fungsi dasar.

SOAL (KUESIONER/TES DIAGNOSTIK):


1. Jika f(x)=2x+1 dan g(x)=x2, berapakah nilai dari f(g(2))?
2. Apa yang terjadi pada grafik y=sinx jika Anda mengubahnya menjadi y=2 sinx?
3. Manakah dari fungsi berikut yang memiliki asimtot vertikal? A. y=x2, B. y=logx, C. y=2x.
4. Berikan satu contoh fenomena di sekitar Anda yang menurut Anda bergerak secara periodik.
5. Sederhanakan ekspresi log 28!

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, kemampuan berkolaborasi,
menganalisis, dan memodelkan.
● Jenis Asesmen:
● Tugas Harian (Worksheet/Catatan Eksplorasi): Penilaian terhadap hasil eksplorasi GeoGebra/Desmos,
penyelesaian latihan soal di kelas, atau catatan diskusi kelompok tentang studi kasus.
● Diskusi Kelompok: Observasi guru terhadap partisipasi, kontribusi, dan kemampuan berargumentasi dalam
diskusi kelompok (misalnya saat menganalisis parameter grafik atau membangun model).
● Mini-Presentasi/Presentasi Proyek (Formatif): Penilaian terhadap kemampuan menyampaikan hasil
analisis atau model secara singkat.

SOAL/RUBRIK (UNTUK TUGAS HARIAN/OBSERVASI):


1. Analisis Grafik Trigonometri: Gambarlah grafik fungsi y=3cos(2x) untuk 0≤x≤2π. Tentukan amplitudo dan
periodenya.
2. Penerapan Sifat Logaritma: Selesaikan persamaan log3(x+1)+log3(x−1)=log38.
3. Pemodelan Sederhana: Suhu udara di suatu kota mengikuti pola periodik. Suhu terendah adalah 20∘ C pada
pukul 03.00 dan suhu tertinggi 30∘ C pada pukul 15.00. Tuliskan satu model fungsi trigonometri yang
mungkin untuk suhu harian ini.
4. Operasi Fungsi: Jika f(x)=x1 dan g(x)=𝑥 2 −4, tentukan (f ° g)(x) dan domainnya.
5. Partisipasi Diskusi: Berikan skor 1-4 (1=jarang, 4=sangat aktif) untuk partisipasi siswa dalam diskusi
kelompok tentang pemilihan fungsi yang tepat untuk memodelkan suatu fenomena. (Rubrik sederhana:
Apakah siswa mengajukan pertanyaan? Apakah siswa menanggapi ide teman? Apakah siswa memberikan
argumen matematis yang relevan?).
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara komprehensif, meliputi pemahaman konsep,
keterampilan pemodelan, dan kemampuan mengaplikasikan fungsi dalam konteks.

JENIS ASESMEN:
● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi pribadi tentang proses belajar mereka di unit ini, tantangan
terbesar dalam memahami konsep fungsi dan pemodelannya, dan bagaimana mereka mengatasi masalah
tersebut, serta bagaimana pemahaman ini mengubah pandangan mereka tentang relevansi matematika.
○ Tugas Akhir (Proyek): Laporan tertulis dan Presentasi Proyek Analisis Pemodelan Fungsi.
● Tes Tertulis (Essay/Soal Pemecahan Masalah): Menguji pemahaman konseptual, analitis, dan kemampuan
memodelkan serta menyelesaikan masalah.

SOAL (UNTUK TES TERTULIS/JURNAL REFLEKTIF):


1. Aplikasi Logaritma: Populasi bakteri berlipat ganda setiap 3 jam. Jika pada awalnya ada 100 bakteri, berapa
lama waktu yang dibutuhkan agar populasi mencapai 100.000 bakteri? (Gunakan log2=0.301 dan log10=1).
2. Fungsi Invers dan Komposisi (Aljabar): Diberikan fungsi f(x)=x−12x+3 dan g(x)=x2+5. a. Tentukan
fungsi invers dari f(x), yaitu f−1(x). b. Tentukan (g∘ f)(x).
3. Pemodelan Keuntungan (Aljabar): Sebuah perusahaan memproduksi sepatu. Biaya tetap produksi adalah
Rp10.000.000,- dan biaya variabel per sepatu adalah Rp50.000,-. Harga jual per sepatu adalah Rp150.000,-.
a. Buatlah fungsi biaya total (C(x)) dan fungsi pendapatan total (R(x)), di mana x adalah jumlah sepatu yang
diproduksi. b. Buatlah fungsi keuntungan (P(x)). c. Berapa jumlah sepatu minimal yang harus diproduksi
agar perusahaan tidak rugi (titik impas)?
4. Jurnal Reflektif: Pilih satu fenomena alam atau sosial di sekitar Anda. Jelaskan bagaimana Anda
membayangkan fungsi matematika (aljabar, trigonometri, atau logaritma) dapat digunakan untuk
memodelkan fenomena tersebut. Sebutkan setidaknya dua tantangan yang mungkin Anda hadapi dalam
membangun model tersebut.

Enrekang ,01 Juli 2025

Mengetahui,
Kepala sekolah Guru Mata pelajaran

[Link] Ikbal Malik,S.S.,[Link] Fitriani Syukur,[Link]


NIP. 197711252011006 NIP.-

Anda mungkin juga menyukai