0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Bab Ii

Diunggah oleh

Juliadi Indra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Bab Ii

Diunggah oleh

Juliadi Indra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teoritis


2.1.1 Pengertian Belajar
Belajar merupakan suatu peroses perubahan di dalam kepribadian
manusian, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas
dan kuantitas tingkah laku seperti pengetahuan sikap kebiasaan, pemahaman,
keterampilan, daya pikir, kemampuan dan lain-lain.
Menurut khuluqo (2017:1) “belajar adalah proses yang dilakukan seseorang
untuk memperoleh perubahan, baik dalam aspek kognitif, aspek kognitif salah satu
dimensi dalam proses belajar yang berkaitan dengan kemampuan berpikir,
memahami, dan mengolah informasi. afektif, aspek afektif yaitu dimensi yang
berkaitan dengan emosi, perasaan, sikap, minat, dan nilai seseorang. maupun
psikomotorik aspek berkaitan dengan keterampilan fisik dan kemampuan motorik
seseorang dalam melakukan gerakan atau Tindakan melalui pengalaman dan
interaksi dengan lingkungan.”.
Menurut IsmaildanAflahah (2019:1) “belajar adalah proses perubahan
perilaku yang relatif permanen sebagai hasil dari pengalaman. Perubahan tersebut
mencakup aspek pengetahuan, kumpulan informasi, pemahaman, dan keterampilan
yang dimiliki seseorang tentang berbagai hal, yang diperoleh melalui pengalaman,
pendidikan, atau pembelajaran. sikap, dan keterampilan yaitu keterampilan
komunukasi, keterampilan teknis, keteramoilan berpikir keritis yang terjadi setelah
seseorang berinteraksi dengan lingkungannya, baik melalui pengalaman langsung
maupun tidak langsung”.
Menurut Darman (2020:9) menyatakan bahwa “belajar pada hakikatnya
adalah proses intraksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu.
Perubahan ini dapat berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun
pemahaman yang berdampak pada perilaku individu secara keseluruhan. Proses

6
7

belajar melibatkan aktivitas aktif dari individu dalam menerima, memahami, dan
menginternalisasi informasi atau pengalaman baru. S. Nasution (2023:1) Belajar
adalah mencari informasi atau pengetahuan baru dari sesuatu yang sudah ada di
alam. Belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar.
Bukan hanya pengetahuan yang berubah, tetapi juga bentuk kecakapan,
keterampilan, sikap, harga diri, pengertian, minat, watak dan penyesuaian diri (S.
Nasution 2023:1).
Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa belajar adalah suatu proses
usaha untuk mengubah aktivitas mental seseorang dengan lingkungan dan
menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan.

2.1.2 Pengertian Mengajar


Mengajar berasal dari kata dasar ajar. Kata ajar berarti memberi petunjuk
atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan, dan sejenisnya kepada
subjek tertentu untuk diketahui atau dipahami. Mengajar merupakan kegiatan yang
dilakukan oleh guru, dosen atau instruktur dalam mengatur dan mengelola
lingkungan belajar untuk mendorong aktivitas belajar siswa.
Mengajar adalah proses penyampaian atau mentransfer ilmu dari seorang
pendidik kepada siswa. Mengajar adalah bagian dari pada adanya serangkaian
aktivitas atau kegiatan kompleks yang dilakukan guru unutk menyampaikan
menurut Hamalik Omear (2014:44) “Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan
kepada siswa didik atau murid di sekolah”. Sedangkan Menurut Ahmad Susanto
(2016:26) “Mengajar adalah aktivitas kompleks yang dilakukan guru untuk
menciptakan lingkungan agar siswa mau melakukan proses pembelajaran”.
pengetahuan kepada siswa, sehingga terjadi proses belajar.
Berdasarkan pengetahuan di atas dapat di simpulkan di atas bahwa
pengertian mengajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang untuk
menanamkan pengetahuan kepada siswa dengan cara menciptakan kondisi
lingkungan yang kondusif untuk melakukan proses belajar.
8

2.1.3 Pengertian Pembelajaran


Pembelajaran merupakan bantuan yang di berikan agar dapat terjadi
perolehan ilmu dan pengetahuan serta pembentukan sikap dan kepercayaan kepada
peserta didik. Pembelajaran merupakan sutau kegiatan yang melibatkan seseorang
dalam Upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai positif dengan
memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar
Menurut Ngalimun (2016:29) menyatakan bahwa “Pembelajaran adalah
sarana untuk memungkinkan terjadinya proses belajar dalam arti perubahan
perilaku individu melalui proses mengalami sesuatu yang diciptakan dalam
rancangan proses pembelajaran.
Menurut Daryanto dkk (2015:38) menyatakan bahwa “Pembelajaran
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan
ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap
dan kepercayaan pada peserta didik.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran adalah adalah adanya hubungan interaksi antara guru dan siswa pada
saat proses pembelajaran berlangsung dengan baik secara aktif dalam
pengembangan potensi peserta didik yang didukung oleh ketersediaan media atau
sumber belajar.

2.1.4 Pengertian Hasil Belajar


Hasil belajar adalah perubahan prilaku siswa akibat belajar. Perubahan
prilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang
diberikan dalam proses belajar mengajar. Purwanto (2017:46) menyatakan bahwa
“Hasil belajar adalah pencapaian tujuan Pendidikan pada siswa yang mengikuti
proses belajar mengajar
Sudjana dalam Asep Jihad dan Abdul Haris (2017:15) menyatakan bahwa
“hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia
menerima pengalaman belajarnya Ahmad Susanto (2016:5) “Hasil belajar adalah
perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek
9

kognitif dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belaja Berdasarkan pendapat
para ahli di atas dapat disimpulkan hasil
Belajar adalah pencapaian dari tujuan yang diikuti oleh siswa dalam proses
belajar mengajar. Hasil belajar merupakan alat ukur berhasil tidaknya seorang guru
dalam pelaksanaan pembelajaran. Hasil belajar bukan hanya terkait tentang
kecerdasan saja namun juga keterampilan, dan sikap.

2.1.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar


Faktor-Faktor yang mempengaruhi hasil belajar di bagi menjadi dua bagian
sebagai berikut:
1. Faktor Internal Minat
a. Minat merupakan sesuatu yang penting, dan harus dimiliki Ketika kita
aka melakukan sesuatu. Jika seseorang tidak memiliki minat yang tinggi
dalam suatu hal, maka ia kesulitan dan tidak tertarik untuk melakukanya.
b. Bakat
Pada dasarnya setiap manusia memiliki bakat pada suatu dalam bidang
tertentu memngkinkan mencapai prestasi pada bidang ini (Anggraini et
al., 2020) namun pada kenyataanya tidak semua siswa memiliki bakat
yang baik.
c. Motivasi
Motivasi merupakan serangkaian usaha untuk menyiapkan kondisi-
kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu.
Motivasi merupakan hal yang penting dan harus memiliki oleh setiap
siswa agar seorang siswa semangat dalam belajar.
2. Faktor Eksternal
a. Lingkungan Sekolah
Dalyono menyatakan bahwa sekolah merupakan suatu faktor yang turut
Mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama untuk
kecerdasan(sari,2016). Hal ini dapat dikatakan bahwa lingkungan
sekolah sangat berpengaru Terhadap hasil belajar siswa.
10

b. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan pengaruh utama bagi kehidupan,
pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Menurut Hurlock salah satu
sumbangan keluarga pada perkembangan anak adalah sebagai
perangsang kemampuan untuk mencapai keberhasilan di sekolah dan
kehidupan sosial.

2.1.6 Pembelajaran Konvensional


Pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional yang
sering digunakan di kelas-kelas formal, di mana pengajar berperan sebagai sumber
utama informasi, dan siswa cenderung pasif sebagai penerima pengetahuan.
Pendekatan ini biasanya berbasis pada ceramah, penjelasan, dan presentasi yang
dilakukan oleh guru, sementara siswa mendengarkan, mencatat, dan menghafal
materi. Beberapa ciri khas pembelajaran konvensional antara lain:
1. Pengajaran berpusat pada guru: Guru memegang kendali penuh atas alur
pembelajaran, termasuk materi yang disampaikan dan cara
penyampaiannya.
2. Penggunaan buku teks dan modul standar: Sumber belajar umumnya berasal
dari buku teks atau materi cetak lainnya yang sudah ditetapkan sebelumnya.
3. Evaluasi berbasis tes: Penilaian prestasi siswa sering kali dilakukan melalui
tes tertulis atau ujian yang mengukur kemampuan kognitif dan hafalan.
4. Interaksi satu arah: Interaksi antara guru dan siswa umumnya bersifat satu
arah, di mana siswa menerima informasi tanpa banyak berpartisipasi dalam
diskusi aktif atau pemecahan masalah.
5. Ruang kelas fisik: Pembelajaran dilakukan di ruang kelas secara tatap muka,
dengan aturan waktu yang kaku dan terstruktur.
Meskipun efektif dalam beberapa konteks, pembelajaran konvensional
sering dikritik karena kurangnya interaksi, kreativitas, dan kesempatan bagi
siswa untuk belajar secara kolaboratif atau mandiri. Kini, pendekatan yang
lebih inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek (project-based learning),
pembelajaran aktif, dan pembelajaran daring (online learning)
11

semakin diminati karena memberikan peluang lebih bagi siswa untuk


berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran.

2.1.7 Model Pembelajaran


Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang dugunakan
sebagai pedoman dalam merencanakan pemeblajaran di kelas atau pembelajaran
dalam tutorial. Asep jihad dan Abdul Haris (2017:25) menyatakan bahwa “Model
pembelajaran adalah sebagai suatu rencana pola yang digunakan dalam Menyusun
kurikulum, mengatur materi peserta didik, dan memberi petunjuk kepada pengajar
dikelas”.
Joyce & Weil dalam Rumusan (2014:133) berpendapatan bahwa “Model
pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk
membentuk kurikulim (rencana pembelajaran jangka Panjang), merancang bahan-
bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain”
Berdasarkan teori-teori di atas, dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran
adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar ayang meliputi segala fasilitas dan
aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran. Menurut Arend (dalam Mulyono,
2018:89) memilih istilah model pembelajaran didasarkan pada dua alasan yang
sangat penting. Pertama, istilah model memilki makna yang lebih luas dari pada
pendekatan, strategi, metode/model dan teknik.
Asep Jihan dan Abdul (2017:25) menyatakan bahwa “ Model pembelajaran
adalah sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam Menyusun
kurikulum, mengatur materi peserta didik , dan memberi petunjuk kepada pengajar
dikelas”.Joyce & weil dalam Rusman (2014:133) berpendapat bahwa “Model
pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk
memebentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka Panjang ), merancang
bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang
lain”.
Berdasarkan teori-teori di atas, dapat di simpulkan bahwa model
pembelajaran adalah seluruh rangkain pengajian materi ajar yang meliputi segala
fasilitas dan aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran.
12

2.1.8 Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning)


[Link] Pengertian Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning)
Model pembelajaran PBL selain dapat diterapkan di dalam pendidikan dan
dapat juga diterapkan di dalam kelas, model ini dapat diterapkan atau digunakan
oleh pihak sekolah untuk menggembangkan kurikulum. Kurikulum yang
melibatkan model pembelajaran problembased learning meliputi masalah-masalah
yang dipilih dalam desain dengan cermat yang menuntut siswa berpikir kritis dalam
mendapatkan pengetahuan, menyelesaikan masalah-masalah dalam belajar, belajar
secara mandiri, dan mempunyai kemampuan dalam berpartisipasi yang sangat baik.
Menurut Huda (2016) menyatakan bahwa PBL adalah suatu proses dalam
pendekatan secara sistemartis yang sudah banyak digunakan dalam menyelesaikan
masalah atau memenuhi tuntutan-tuntutan dalam kehidupan dan karir.
Pembelajaran dengan menggunakan model problembased learning dapat
mendukung siswa untuk mengembangkan keterampilan dengan berpikir dalam
mengatasi masalah. Model Problem Based learning adalah suatu pembelajaran yang
dilakukan dengan cara menyajikan suatu permasalahan, mengajukan pertanyaan-
pertanyaan kepada siswa, menfasilitasi dalam penyelidikan, dan membuka dialog
(Amuludi, L,.2022:1)
Menggunakan masalah dalam dunia nyata adalah suatu kondisi bagi siswa
untuk belajar dalam berpikir kritis dan keterampilan dalam pemecahan masalah,
serta untuk mendapatkan pengetahuan dan rancangan dasar dalam mata pelajaran.
Siswa berperan dalam memecahkan masalah yang menghubungkan antara
keterampilan dan rancangan dari beragam isi mata pelajaran. Menurut Komalasari
(2017) menyatakan pendapat model adalah suatu pengumpulan informasi yang
berhubungan dengan pertanyaan dan memperesentasikan penemuannya kepada
orang lain (Amuludin, La,. 2022:16).
Berdasarkan pengertian para ahli model problem based learning maka dapat
disimpukan bahwa, model pembeajaran problem based learning merupakan suatu
model pembelajaran yang mendasarkan pembelajaran kepada siswa untuk
memecahkan suatu masalah dalam suatu topik tertentu untuk belajar berpikir kritis
13

dalam suatu pemecahan masalah-masalah dengan lngkah-langkah pembelajaran


ialah memecahkan masalah dengan suatu masalah, berbagai informasi yang
mengenai suatu masalah dan mereview apa yang teah dipelajari oleh siswa yang
telah diberikan oleh guru (Amaludin, La,. 2022:16).

[Link] Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran Problem Based Learning


Menurut hasil penelitian Trianto Apitra Anggun Pradana, 2023; Wardhani Ikawati,
2023; Yurnengsih, 2023 memyebutkan kelebihan dan kekurangan problem based learning
yaitu:
1. Kelebihan Problem Based Learning
a. Meningkatkan hasil belajar siswa
b. Terbiasa dengan penyelesaian permasalahan dalam kehidupan sehari-hari
c. Meningkatkan kemampuan siswa dalam berinisiatif, kreatif, dan inovatif
d. Mengembangkan kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan kerja tim
dalam sebuah kelompok
2. Kekurangan Problem Based Learning
a. Siswa memiliki rasa kurang percaya diri dan sulit untuk mencoba
b. Sulit untuk menemukan strategi atau cara dalam menyelesaikan
permasalahan yang ada
c. Membutuhkan banyak waktu menemukan jawaban yang tepat

Sejalan dengan itu, kelebihan dan kekurangan dari model Problem


Based Learning menurut hasil penelitian Yulianti dan Gunawan 2019 adalah:

1. Kelebihan
a. Suatu pemecahan masalah dalam memahami isi pelajaran dengan PBL
cukup bagus
b. Pemecahan masalah berjalan selama berlangsungnya proses aktivitas
belajar dapat merangsang siswa dan diberikannya kepuasan kepada siswa
14

c. PBL meningkatkan aktivitas belajar siswa


d. Membantu proses transfer siswa untuk memberikan pemahaman mengenai
masalah-masalah dalam kehidupan kesehariannya

e. Mmembantu memperluas wawasan pada pengetahuan siswa dan melatih


siswa agar bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri

f. Membantu pemahaman belajar siswa sebagai cara berpikir bukan hanya


sekedar mengerti pembelajaran oleh dari buku teks

g. PBL tercipta lingkungan belajar yang menyenangkan sesuai kesukaan


siswa

h. Memungkinkan pengaplikasian dalam dunia nyata

i. Merangsang siswa agar belajar secara lanjut

2. Kekurangan
a. Apabila siswa gagal atau kurangnya rasa percaya diri dan rendahnya minat
maka siswa malas mencoba kembali

b. Dalam persiapannya PBL banyak digunakannya waktu

c. Kurangnya pahaman terhadap permasalahan yang dipecahkan menjadikan


siswa kurang termotivasi untuk belajar.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti dapat
menyimpulkan bahwa kelebihan dari model pembelajaran problem based
learning adalah siswa diminta untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran,
berfikir kritis, dan meningkatkan kemampuan memecahkan permasalahan
pada peserta didik dengan mandiri. Sedangkan kelemahan model
pembelajaran problem based learning siswa memiliki rasa kurang percaya diri
.
15

[Link] Langkah-langkah Dalam Penerapan Model Pembelajaran Problem


Based Learning (PBL)
Langkah-langkah model PBL menurut pendapat Sani (2017) menyatakan
bahwa lima tahap dalam pembelajaran PBL dan perilaku yang dibutuhkan oleh
guru. Berikut ini adalah langkah-langkah PBL adalah sebagai berikut: (Asustik,
Fidiana,.2023:17):
1. Memberikan orientasi permasalahan kepada siswa (memberikan
peramasalahan, menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan hal-
hal yang dibutuhkan siswa selama proses pembelajaran serta
memberikanmotivasi dan hasil belajar kepada siswa untuk aktif mengikuti
kegiatan pembelajaran).
2. Mengorganisasikan siswa untuk menyelidiki (membantu
siswadalammembagi tugas belajar atau penyelidikan untuk menyelesaikan
permasalahan).
3. Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok. Pada tahap ini peserta
didik melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam
rangka menjawab atau menyelesaikan masalah yang dikaji.
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Peserta didik
mengasosiasikan data yang ditemukan dari percobaan dengan berbagai data
lain dari berbagai sumber.

5. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Setelah peserta didik


mendapat jawaban terhadap masalah yang ada, selanjutnya dianalisis dan
dievaluasi.
16

Tabel 2.1 Sintak Pembelajaran PBL (Asustik, Fidiana, 2023:18)


Langkah Aktivitas Guru Aktivitas Siswa
Kerja
Orientasi 1. Guru menjelaskan dan Semua kelompok
siswa pada menyampaikan masalah yang mengamati dan memahami
masalah akan dipecahkan secara yang di sampaikan oleh
kelompok terhadap siswa. guru atau sumber belajar
2. Masalah yang diangkat lainnya, serta yang
hendaknya kontekstual. diperoleh dari bahan
bacaan yang disarankan
oleh guru kepada siswa.
Mengorganis Guru memastikan setiap anggota Siswa berdiskusi dan
asikan siswa kelompok memahami tugas membagi-bagi tugas untuk
untuk belajar masingmasing kelompok. mencari alat atau bahan
yang diperlukan dalam
menyelesaikan masalah.
Membimbing Guru memantau keterlibatan siswa Siswa melakukan
pengalaman dalam pengumpulan tugas atau penyelidikan untuk bahan
individu atau bahan sedang dalam proses yang akan diskusi dalam
kelompok penyelidikan. kelompok.
Mengemban Guru mamantau kegiatan diskusi Kelompok meakukan
gkan dan membimbing dan membantu dalam diskusi untuk
menyajikan menghasilkan solusi dalam
hasil karya pemecahan maslah
pembuatan laporan sehingga untuk
karya/hasil setiap kelompok siap dipresentasikan/dipaparkan
untuk dipresentasikan di depan kelas. di depapan kelas.
Menganalisis Guru membimbing dan mendorong Setiap kelompok
dan agar peresentasikan kelompok dapat melakukan presentasi,
mengevaluas memberikan penghargaan serta kelompok yang lainnya
i proses masukan kepada setiap kelompok memberikan apresiasi.
pemecahan yang lainnya.
masalah
17

2.1.9 Hakikat IPAS


[Link].9 Pengertian IPAS
IPAS adalah satu mata pelajaran Kurikulum Merdeka yang mempelajari
ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup, benda, mati, dan interaksinya dalam
semesta ini. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah ilmu pengetahuan
yang mengaji tentang makhluk hidup di alam semesta serta interaksinya, dan
mengkaji kehidupan manusia sebagai individu sekaligus sebagai makhluk sosial
yang berintraksi dengan lingkunganya.
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah ilmu pengetahuan yang
mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta serta interaksinya,
dan mengkaji kehidupan manusia sebagai individu sekaligus sebagai makhluk
sosial yang berintraksi dengan lingkungannya. Pada pembelajaran ini, peserta didik
diharapakan mampu mengembangakan rasa ingin tahuanya untuk mnegkaji
fenomena yang ada di sekitar hidup mereka.
IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) adalah salah satu mata pelajaran
dalam Kurikulum Merdeka yang mempelajari ilmu pengetahuan tentang makhluk
hidup, benda mati, dan interaksinya dalam alam semesta ini. Melalui IPAS, para
pelajar diharapkan dapat mengenali lebih jauh kekayaan Indonesia dan
memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk menjaga serta mengembangkan
lingkungan dan alam. IPAS mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di
alam semesta serta interaksinya. Selain itu, IPAS juga mempelajari kehidupan
manusia sebagai individu dan makhluk sosial yang berinteraksi dengan
lingkungannya.

[Link] Tujuan Pembelajaran IPAS di SD


Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah
Dasar (SD) mencakup beberapa aspek penting yang bertujuan untuk
mengembangkan pengetahuan dasar serta keterampilan berpikir kritis pada siswa.
Berikut adalah beberapa tujuan utama pembelajaran IPAS di SD
18

1. Memahami Konsep Dasar Ilmu Alam dan Sosial Siswa


diharapkan memahami konsep-konsep dasar tentang alam, lingkungan, dan
masyarakat yang meliputi sains, biologi, geografi, sejarah, dan sosial budaya.
2. Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Analitis Melalui
pembelajaran IPAS, siswa dilatih untuk berpikir kritis, memecahkan masalah,
dan membuat keputusan berdasarkan pengamatan serta data yang ada.
3. Menanamkan Kesadaran dan Kepedulian Terhadap Lingkungan Pembelajaran
IPAS juga bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga
dan melestarikan lingkungan.
4. Mengembangkan Sikap Sosial dan Tanggung Jawab
Pada aspek sosial, IPAS bertujuan untuk mengembangkan sikap kerja sama,
empati, dan tanggung jawab sosial.
5. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Ilmiah dan Rasa Ingin Tahu
Pembelajaran IPAS dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir
ilmiah, seperti mengamati, merumuskan hipotesis, bereksperimen, dan
menarik kesimpulan.

[Link] Hasil Belajar IPAS


Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar
(SD) mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan
tercapai pada siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Berikut adalah
beberapa hasil belajar yang diharapkan:
1. Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di Sekolah Dasar (SD)
mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan
tercapai pada siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Berikut adalah
beberapa hasil belajar yang diharapkan:
2. Kemampuan Mengamati dan Menganalisis
Siswa memiliki keterampilan dasar dalam mengamati dan menganalisis objek,
peristiwa, atau fenomena di sekitar mereka.
19

2.1.9. 4 Materi Indonesia Kaya Raya


Topik A: Indonesiaku Kaya Hayatinya
Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia bisa dibagi menjadi tiga
wilayah, yaitu wilayah Indonesia Barat (Asiatis), tengah, dan Timur (Australis).
Wilayah tengah disebut juga dengan wilayah peralihan yang memiliki ciri khas
tersendiri. Wilayah Timur memiliki kemiripan dengan flora dan fauna di Australia.
Adapun wilayah Barat memiliki kemiripan dengan flora dan fauna di Asia.
Flora di Indonesia Barat Wilayah ini memiliki curah hujan yang tinggi
sehingga floranya beraneka ragam. Pada wilayah ini terdapat hutan lebat yang
ditumbuhi tanaman, seperti meranti, keruing, rotan, dan jati yang bisa dijadikan
kayu pertukangan. Selain itu, ada tanaman kemuning, hutan bakau, dan rawa
gambut.
Fauna di Indonesia Barat Mamalia: umumnya memiliki karakteristik
berbadan besar, seperti gajah, badak, rusa, banteng, kerbau, dan sebagainya.
Terdapat juga berbagai primata, seperti bekantan, owa jawa, dan orang utan. Reptil:
ular, kadal, biawak, buaya, dan sebagainya. Burung: burung hantu, elang, merak,
dan sebagainya. Ikan: berbagai macam ikan tawar, seperti pesut mahakam, ikan
arwana, dan sebagainya.
Flora di Indonesia Tengah Curah hujan yang rendah dan relatif kering
membuat flora di wilayah ini didominasi oleh stepa tropis dan sabana. Contoh flora
tipe peralihan, antara lain anggrek, cengkeh, cendana, pala, dan eboni. Flora di
daerah pantai akan mirip dengan flora di wilayah Timur sedangkan flora di gurun
memiliki kemiripan dengan yang ada di Kalimantan.
Fauna di Indonesia Tengah Jumlahnya tidak sebanyak wilayah Barat dan
Timur. Mamalia: anoa, babi rusa, monyet hitam, kuskus, tarsius, dan sebagainya.
Reptil: komodo, buaya, biawak, ular, dan sebagainya. Burung: maleo, kakatua, nuri,
rangkong, dan sebagainya Flora di Indonesia Timur Didominasi oleh hutan hujan
tropis, hutan musim, dan hutan bakau di daerah pesisir. Contohnya, matoa, pohon
sagu, ficus, jati, merbau, dan sebagainya.
Fauna di Indonesia Timur Memiliki karakteristik ukuran tubuh yang tidak
terlalu besar dan mamalianya berkantong. Mamalia: kuskus, kanguru, walabi,
1
10

landak irian, dan kelelawar. Reptil: kadal, buaya, biawak, ular, dan sebagainya.
Burung: cendrawasih, kasuari, nuri, maleo, dan sebagainya.

Gambar 2.1 Keanekaragaman Flora Dan Fauna Indonesia

[Link] Kerangka Berpikir


Hasil belajar siswa dapat dilihat dari adanya perubahan tingkah laku dalam
diri siswa yang merupakan hasil proses belajar mengajar yang mereka alami. Salah
satu cara yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan
menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Adapun tujuan model
Problem Based Learning bertujuan untuk Meningkatkan kepercaya diri yang tinggi
bagi pendidik maupun perserta didik, membuat anka didik bersemangat mengikuti
pembelajaran sehingga masuk kelas tepat waktu, membagun hubungan positif
antara siswa melalui diskusi dan kerja sama, prilaku anak didik lebih teratur dalam
mengikuti pemebelajaran, meminimalisir konflik atau permasalahan, siswa
semakin memahami materi menumbuhkan sikap saling mengahrgai meningkatkan
hasil belajar anak didik.

[Link] Hipotesis Penelitian


Berdasarkan kerangka teoritis dan kerangka berpikir maka hipotesis
penelitian ini adalah Adanya Pengaruh Yang Signitifikan dari Penerapan Model
Pembelajaran PBL Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Di
Kelas V SD Negeri 060938 Medan Johor 2024/2025.
20

[Link] Defenisi Operasional


Agar tidak terjadi kesalahan persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu
didefinisikan hal-hal sebagai berikut:
1. Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang dialami oleh
peserta didik saat menggunakan model pembelajaran dalam proses kegiatan
KBM berlangsung.
2. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan Pendidikan
dengan menggunakan media pembelajaran baik secara langsung maupun
tidak langsung.
3. Hasil belajar adalah sebuah nilai yang di peroleh peserta didik dari kegiatan
evaluasi berupa tes setelah menggunakan model/metode pembelajaran.
Model pembelajaran adalah suatu penelitian yang menggunakan model
pembelajaran PBL sebagai sarana mencari informasi atau pesan dan sarana
penanaman Pendidikan karakter bagi peserta didik. PBL adalah model
pembelajaran yang meningkatkan.
4. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang dugunakan
sebagai pedoman dalam merencanakan pemeblajaran di kelas atau
pembelajaran dalam tutorial.
5. Model Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang
menekankan pada pemberian masalah nyata sebagai stimulus bagi siswa
untuk belajar. Dalam PBL, siswa diajak untuk memahami, menganalisis,
dan menyelesaikan masalah dengan cara berpikir kritis, kolaboratif, dan
kreatif. Model ini mendorong siswa untuk aktif dalam proses belajar, karena
mereka harus mencari informasi dan solusi secara mandiri atau
berkelompok, mirip dengan situasi yang mungkin mereka hadapi di dunia
nyata.
6. Pembelajaran IPAS adalah pembelajaran yang membuat siswa memperoleh
pengalaman langsung sehingga dapat menambah kekuatan siswa untuk
menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya.
Pada hakikatnya IPAS dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah,
dan sikap ilmiah.

Anda mungkin juga menyukai