Balok 1
Langkah-langkah Menampilkan Diagram Batang Tunggal
1. Analisis Selesai: Pastikan Anda sudah menjalankan analisis (Run Analysis/tekan F5) sehingga gembok pada toolbar
dalam posisi terkunci.
2. Buka Diagram Gaya Dalam: Klik menu Display > Show Forces/Stresses > Frames/Cables/Tendons... (atau tekan
shortcut F8).
3. Pilih Kombinasi & Komponen: * Pada kolom Case/Combo Name, pilih Comb. 3 (sesuai gambar Anda).
o Pada bagian Component, pilih Shear 2-2 (untuk geser) atau Moment 3-3 (untuk momen).
o Klik OK.
4. Klik Kanan pada Batang: Pada tampilan model 3D atau 2D, arahkan kursor ke batang (Frame Object 875) yang ingin
dilihat detailnya, lalu Klik Kanan.
5. Pengaturan Jendela Detail: Jendela "Diagrams for Frame Object" akan muncul (seperti di foto Anda):
o Untuk Tampilan Lapangan (B1 LAPANGAN): Pilih opsi Scroll for Values, lalu geser slider atau ketik angka 4 pada
kotak Location untuk melihat nilai di tengah bentang (4 meter).
o Untuk Tampilan Tumpuan (B1 TUMPUAN): Pilih opsi Show Max untuk melihat nilai maksimum yang biasanya
terjadi di ujung tumpuan (titik 0 m atau 8 m).
Langkah-langkah Menampilkan Diagram Detail
1. Analisis Selesai: Pastikan model Anda telah di-run (F5) dan gembok di toolbar sudah terkunci.
2. Akses Menu Gaya: Klik menu Display > Show Forces/Stresses > Frames/Cables/Tendons... atau tekan tombol F8.
3. Pilih Parameter Sesuai Gambar:
o Case/Combo Name: Pilih Comb. 11 (untuk gambar B2 LAPANGAN) atau Comb. 3 (untuk gambar B2
TUMPUAN).
o Component: Pilih Shear 2-2 atau Moment 3-3 (biasanya otomatis terpilih keduanya jika memilih opsi Major).
o Scaling: Pilih Auto.
o Options: Pastikan mencentang Show Values on Diagram jika ingin melihat angka di layar utama, lalu klik
OK.
4. Klik Kanan Objek: Arahkan kursor pada batang balok nomor 563 di jendela model, lalu Klik Kanan.
5. Pengaturan Jendela Detail:
o Items: Pilih Major (V2 and M3) dan Max/Min Env agar muncul diagram amplop berwarna hijau
(positif/negatif).
o Display Options:
Pilih Show Max untuk melihat nilai gaya geser (Shear) dan momen (Moment) terbesar di titik tumpuan
(titik 0 m atau 2 m pada gambar Anda).
Pilih Scroll for Values jika Anda ingin mencari nilai spesifik di sepanjang bentang balok.
Balok 2
Gempa dan Load Pattern
1. Definisi Fungsi Spektrum Respons
Buka menu Define > Functions > Response Spectrum.
Pilih jenis fungsi ASCE 7-16 dan klik Add New Function.
Masukkan nilai parameter percepatan gempa: $S_s$ = 0,8514, $S_1$ = 0,4, dan Site Class D.
Beri nama fungsi tersebut "RS KOTA MALANG".
2. Definisi Load Patterns & Mass Source
Load Patterns: Tambahkan beban DEAD, SIDL, LIVE, serta gempa statik Static Ex dan Static Ey dengan tipe Quake sesuai ASCE 7-
16.
Mass Source: Buka Define > Mass Source, pilih Specified Load Patterns, dan masukkan nilai multiplier: DEAD (1), SIDL (1), dan
LIVE (0,25).
3. Konfigurasi Load Cases (Analisis Dinamis)
Buka Define > Load Cases dan buat case baru bernama Spec x dan Spec y.
Ganti Load Case Type menjadi Response Spectrum.
Masukkan beban Accel U1 (untuk Spec x) atau Accel U2 (untuk Spec y) dengan fungsi "RS KOTA MALANG" dan Scale Factor
1,2263.
Gunakan kombinasi modal CQC dan kombinasi arah SRSS.
4. Kombinasi Beban & Hasil
Buat kombinasi pembebanan (misal Comb. 1 s/d Comb. 18) melalui menu Define > Load Combinations.
Jalankan analisis (Run Analysis/F5).
Untuk melihat diagram seperti pada gambar, Klik Kanan pada batang balok (Frame 563 atau 875), pilih kombinasi yang sesuai, dan atur
tampilan pada opsi Show Max atau Scroll for Values.
Hasil Running
Input Beban
Model
Mutu
Kolom 1 dan 1.2
Kolom 2 da. 2.2
Ukuran Penampang