0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan15 halaman

Aspek Manajemen Organisasi Kasmir Manajemen Proyek

Aspek manajemen karir

Diunggah oleh

winartiwina2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan15 halaman

Aspek Manajemen Organisasi Kasmir Manajemen Proyek

Aspek manajemen karir

Diunggah oleh

winartiwina2003
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KELAYAKAN BISNIS

Aspek Manajemen
dan Organisasi
Menurut Kasmir & Jakfar dalam konteks
manajemen proyek

Contoh proyek: Pendirian Café Kampus

Materi presentasi kelas / mahasiswa


Landasan Teori Menurut Kasmir & Jakfar

Studi kelayakan bisnis adalah kegiatan mempelajari secara mendalam suatu usaha atau
bisnis yang akan dijalankan untuk menentukan layak atau tidaknya usaha tersebut
dilaksanakan.

Posisi aspek manajemen dan organisasi Tujuan dalam studi kelayakan

Aspek ini menilai kesiapan pengelolaan usaha/proyek, mulai dari Agar proyek tidak dijalankan secara sia-sia, tidak membuang
perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pembagian tugas, uang, tenaga, dan pikiran, serta tidak menimbulkan masalah di
sampai pengawasan. masa depan.

Makna sederhananya: proyek bisnis layak bukan hanya karena ada peluang pasar, tetapi juga karena mampu
dikelola dengan sistem manajemen yang jelas.

02
Pengertian Aspek Manajemen dan Organisasi

Aspek Manajemen Aspek Organisasi

Menilai bagaimana proyek direncanakan, dilaksanakan, diawasi, Menilai bagaimana struktur kerja dibentuk, siapa yang terlibat,
dan dikendalikan agar tujuan usaha tercapai secara efektif dan bagaimana pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab
efisien. ditetapkan.

Dalam konteks manajemen proyek, aspek ini tidak hanya membahas usaha setelah
berjalan, tetapi juga kesiapan proyek sejak awal sampai usaha siap beroperasi.

03
Pertanyaan Kunci dalam Analisis Proyek

1
Siapa yang bertanggung jawab terhadap proyek? 5
Berapa lama proyek dilaksanakan?

2
Bagaimana proyek direncanakan? 6
Bagaimana pengawasan proyek dilakukan?

3
Siapa tenaga kerja yang dibutuhkan? 7
Bagaimana risiko proyek dikendalikan?

4
Bagaimana pembagian tugas dilakukan?

Jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi dasar penilaian apakah proyek dapat dijalankan dengan tertib,
realistis, dan terkendali.

04
Ruang Lingkup Aspek Manajemen dan Organisasi

A Perencanaan B Pengorganisasia C Pelaksanaan D


Jadwal Proyek
Proyek n Proyek Proyek

E Anggaran F G Pengawasan H Manajemen


Kebutuhan SDM
Proyek Proyek Risiko

Delapan ruang lingkup ini membantu peneliti menjelaskan kesiapan proyek dari awal sampai siap
dijalankan.

05
A. Perencanaan Proyek: Contoh Café Kampus

Komponen Penjelasan

Nama proyek Pendirian Café Kampus

Tujuan proyek Membuka usaha café untuk mahasiswa dan masyarakat sekitar

Lokasi proyek Dekat lingkungan kampus

Waktu pelaksanaan 3 bulan

Anggaran proyek Rp150.000.000

Sumber daya Modal, tenaga kerja, peralatan, bahan bangunan, perlengkapan café

Target akhir Café siap beroperasi sesuai jadwal

Perencanaan penting agar proyek memiliki arah, target, kebutuhan sumber daya, dan batas waktu yang jelas.

06
B. Pengorganisasian Proyek Café
PEMILIK
PROYEK

Manajer Tim Tim Tim


Proyek Teknis Keuangan Operasional

Mengatur dan mengoordinasi Renovasi, desain, instalasi Anggaran dan laporan biaya Persiapan operasional café

Pengorganisasian membuat alur kerja jelas sehingga pekerjaan tidak tumpang tindih.

07
C. Pelaksanaan Proyek

Kegiatan Pelaksana

Survei lokasi Pemilik proyek dan manajer proyek

Desain café Tim teknis

Renovasi tempat Tim teknis

Pembelian alat café Manajer proyek dan tim keuangan

Rekrutmen karyawan Tim operasional

Promosi awal Tim operasional dan pemasaran

Persiapan pembukaan Seluruh tim

Pada tahap pelaksanaan, seluruh kegiatan dijalankan sesuai rencana. Jika terjadi penyimpangan, manajer proyek
perlu segera melakukan perbaikan.
08
D. Penyusunan Jadwal Proyek

Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu

Survei Pembelian Peralatan


Pelatihan Pembukaan
lokasi bahan café

1 2 3 4-7 6-8 9 10 11 12

Minggu Minggu Minggu Minggu

Desain Renovasi Rekrut


Promosi
konsep tempat karyawan

Keterlambatan satu kegiatan dapat memengaruhi kegiatan berikutnya, sehingga jadwal harus dipantau
secara rutin.

09
E. Penyusunan Anggaran Proyek

Kebutuhan Perkiraan Biaya

Sewa tempat Rp30.000.000

Renovasi Rp50.000.000

Peralatan café Rp35.000.000

Meja dan kursi Rp15.000.000

Bahan baku awal Rp10.000.000

Promosi Rp5.000.000

Dana cadangan Rp5.000.000

Total Rp150.000.000

Anggaran menjadi dasar untuk menilai apakah proyek realistis sesuai kemampuan dana.

10
F. Kebutuhan Sumber Daya Manusia

Posisi Jumlah Kualifikasi

Manajer proyek 1 Mampu mengatur proyek dan membuat keputusan operasional

Tim teknis 3 Menguasai pekerjaan bangunan, desain, atau instalasi

Tim keuangan 1 Teliti mencatat biaya dan membuat laporan

Tim operasional 2 Mampu menyiapkan kebutuhan usaha dan pelayanan

Karyawan café 3 Ramah, disiplin, dan mampu melayani pelanggan

Jumlah tenaga kerja disesuaikan dengan skala proyek. Pada proyek kecil, beberapa tugas dapat dirangkap; pada
proyek besar, pembagian tugas harus lebih rinci.

11
G. Pengawasan dan Pengendalian Proyek

Waktu pelaksanaan Agar proyek selesai tepat waktu

Biaya proyek Agar pengeluaran tidak melebihi anggaran

Kualitas pekerjaan Agar hasil proyek sesuai standar

Tenaga kerja Agar setiap orang bekerja sesuai tugas

Risiko proyek Agar masalah dapat segera diselesaikan

Contoh: jika renovasi direncanakan selesai minggu ke-7 tetapi baru 60%, manajer proyek harus mencari penyebab
dan menentukan solusi.

12
H. Manajemen Risiko Proyek

Risiko Dampak Solusi

Biaya renovasi meningkat Anggaran membengkak Menyediakan dana cadangan

Bahan terlambat datang Proyek terlambat Mencari pemasok alternatif

Tenaga kerja kurang disiplin Kualitas pekerjaan menurun Membuat aturan kerja yang jelas

Cuaca buruk Pekerjaan tertunda Menyusun jadwal fleksibel

Peralatan café mahal Modal bertambah Membandingkan harga dari beberapa pemasok

Manajemen risiko membantu proyek lebih siap menghadapi kendala sebelum menimbulkan kerugian besar.

13
Narasi Siap Pakai untuk Presentasi

Menurut Kasmir dan Jakfar, salah satu aspek penting dalam studi kelayakan bisnis adalah aspek
manajemen dan organisasi. Aspek ini digunakan untuk menilai apakah suatu usaha atau proyek memiliki
sistem pengelolaan yang baik, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai
pengawasan.

Dalam konteks manajemen proyek, aspek ini berperan memastikan proyek dapat berjalan sesuai waktu,
biaya, kualitas, dan tujuan yang telah ditentukan. Contohnya pada proyek pendirian Café Kampus, pihak
manajemen harus menentukan pemilik proyek, manajer proyek, tim teknis, tim keuangan, dan tim
operasional. Dengan pembagian tugas yang jelas, proyek dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mudah
diawasi.

14
Kesimpulan

Berdasarkan pendapat Kasmir dan Jakfar, aspek


manajemen dan organisasi berfungsi untuk
menilai kesiapan pengelolaan suatu usaha atau
proyek.

Mencakup perencanaan proyek, organisasi, jadwal,


anggaran, SDM, pengawasan, dan risiko.
Proyek layak apabila memiliki manajemen jelas dan
organisasi terstruktur.
Sistem pengawasan diperlukan agar proyek berjalan
sesuai rencana.
Contoh café menunjukkan bahwa proyek usaha
membutuhkan koordinasi antarbagian.

Proyek bisnis yang layak adalah proyek yang dapat dikelola, dijalankan, dan dikendalikan dengan baik.

15

Anda mungkin juga menyukai