LAPORAN PRAKTIKUM
KARTOGRAFI DAN VISUALISASI DATA PERTANAHAN
MINI PROJECT PETA PENGGUNAAN TANAH
DOSEN DAN INSTRUKTUR
1. Susilo Widyantoro, ST., M. Si.
2. Dani Iswahyuni, S.E., [Link]
3. Riska Ayu
MAHASISWA
Nama : Syifa Puspita R
Kelas : L
NIT : 24335763
PROGRAM DIPLOMA IV PERTANAHAN
SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL
TAHUN AKADEMIK 2024/2025
I. LANGKAH KERJA
1. Langkah pertama yang kita lakukan ialah membuka aplikasi Arcgis 10.8 untuk
melakukan georeference
2. Lalu masukkan data yang sudah terdownload dan di extract berupa data
“admin_kota_yogya” dan foto “L_peta penggunaan tanah pringgokusuman”
3. Maka tampilannya akan muncul seperti gambar di bawah ini
4. Langkah selanjutnya lakukan georeferencing rektifikasi pada peta dengan cara klik
tools Add Control Points → klik “Input DMS of lan and lat” sesuai koordinat yang
tertera pada peta
5. Klik kanan pada layer penggunaan tanah →pilih properties→pilih coordinat system
lakukan setting pada menubar geographic coordinat system dengan nama
“ DGN_1955 Indonesia TM-3 zone 49.1” Buat kotak pada tepi peta dengan klik icon
“rectangle” buatlah objek bantuan untuk titik persilangan koordinat yang tertutup
objek. Selanjutnya klik icon “Add Control Point” pilih sudut persilangan garis lintang
dan bujur, lakukan klik sekali lagi lalu klik kanan ( pastikan kursor tidak bergeser ),
maka akan muncul pilihan jenis koordinat, pilih “Input DMS of Lan dan Lat” untuk
system koordinat geografi pilih “Input X dan Y” untuk system koordinat meter
(UTM). Masukkan kootdinat titik pertama hingga keempat, pada jendela “Enter
Coordinates DMS”. Pastikan untuk koordinat lintang selatan (LS) dipilih “S” dan bujur
timur (BT) dipilih “E”OK. Lalu klik kanan layer klik “Zoom to Layer”.
6. Jika sudah melakukan rektifikasi maka langkah selanjutnya ialah mengecek RMS Eror
dengan cara klik View Link Table pada toolbar, maka akan muncul hasil RMS Erornya
dengan jumlah maksimal 0,2
7. Setelah langkah selanjutnya ialah lakukan Georefresing dengan cara klik
Georefresing pada Toolbar lalu klik Update Georefresing
8. Langkah selanjutnya ialah lakukan digitasi batas kelurahan pada peta dengan cara klik
Editor pada toolbar lalu klik Start Editing → pada menu Catalog klik kanan pada
folder data → klik New → pilih menu Shapefile → pada kolom Create New Shapefile
isi Name : BATAS_KELURAHAN, Feature Type : Polygon → Description : pilih
DGN_1995_Indonesia_TM-3_Zone_49.1 → lalu mulai digitasi pada batas kelurahan
dan batas pada bidang
9. Maka hasil digitasi batas kelurahan dan batas bidang seperti gambar di bawah ini.
10. Setelah mendigitasi batas kelurahan dan batas bidang lakukan digitasi pada jalan
dengan cara pada menu Catalog klik kanan pada folder data → klik New → pilih
menu Shapefile → pada kolom Create New Shapefile isi Name : JALAN, Feature Type
: Poline → Description : pilih DGN_1995_Indonesia_TM-3_Zone_49.1 → mulai
digitasi pada jalan
11. Maka tampilannya seperti gambar dibawah ini
12. Lalu lakukan digitasi pada sungai jika ada sungai dengan cara pada menu Catalog klik
kanan pada folder data → klik New → pilih menu Shapefile → pada kolom Create
New Shapefile isi Name : SUNGAI, Feature Type : Poline → Description : pilih
DGN_1995_Indonesia_TM-3_Zone_49.1 →lakukan digitasi pada sungai
13. Langkah selanjutnya adalah labeling pada Open Attribute Table dengan cara klik
kanan pada layer BATAS_KELURAHAN → klik Open Attribute Table
14. Pada kolom Open Attribute Table pilih Add Field. Pada kolom Add Field isi kolom
Name : PENGGUNAAN, Type : Double → klik OK. Maka akan muncul kolom baru
berupa PENGGUNAAN, lalu masukkan nama bidang sesuai dengan peta yang sudah
digitasi
15. Selanjutnya munculkan SHAPE AREA dengan cara pada kolom Add Field isi kolom
Name : SHAPE AREA, Type : Double → klik OK. Maka akan muncul kolom baru berupa
SHAPE AREA, lalu klik kanan pada kolom SHAPE AREA pilih Calculate Geometry → klik
OK. Maka akan muncul luas bidangnya
16. Selanjutnya munculkan kolom PTN ID sesuai dengan NSPK dengan cara pada kolom
Add Field isi kolom Name : PTN ID, Type : Text→ klik OK. Maka akan muncul kolom
baru berupa PTN ID, lalu klik kanan pada kolom PTN ID→ klik OK. Maka akan muncul
kolom baru, selanjutnya isi kolom pada PTN ID dengan menyesuaikan kode dengan
kode pada NSPK
17. Selanjutnya munculkan kolom ptnObjName sesuai dengan NSPK dengan cara pada
kolom Add Field isi kolom Name : ptnObjName, Type : Text→ klik OK. Maka akan
muncul kolom baru berupa ptnObjName, lalu klik kanan pada kolom ptnObjName →
klik OK. Maka akan muncul kolom baru, selanjutnya isi kolom pada ptnObjName
dengan menyesuaikan nama dengan nama pada NSPK
18. Pada catalog klik kanan pada folder file yang disimpan pilih New → klik File
Geodatabase
19. Lalu akan muncul file baru kemudian klik kanan pada file tersebut klik New → klik
New Feature Dataset → pada kolom New Feature Dataset isi Name :
KODE703_PENGGUNAANTANAH_UTM49_1 → klik Next → pada kolom selanjutnya
pilih DGN 1995 Indonesia TM-3 Zone 49.1 → klik Finish
20. Pada folder akan muncul file KODE49_PENGGUNAANTANAH_UTM49_1 lalu klik
kanan → pilih New → pilih Feature Class
21. Pada kolom Feature Class isi Name : PTN3434711K2018, Alias : PTN3434711K2018,
typenya pilih Polygone Features → klik Next → pada kolom berikutnya masukkan
shapefile berupa batas kelurahan klik Add → klik Finish
22. Pada kolom Feature Class isi Name : GBA3434711K2018, Alias : GBA3434711K2018,
Buat juga pada layer GBA3434711K2018_2 dan GBA3434711K2018_3 typenya pilih
Line Features → klik Next → pada kolom berikutnya masukkan shapefile berupa
batas administrasi kelurahan klik Add → klik Finish
23. Pada kolom Feature Class isi Name : TPT3434711K2018, Alias : TPT3434711K2018,
typenya pilih Point Features → klik Next → pada kolom berikutnya masukkan
shapefile berupa ibukota kecamatan klik Add → klik Finish
24. Selanjutnya lakukan topology dengan cara klik kanan pada file
KODE49_PENGGUNAANTANAH_UTM49_1 → klik New → klik Topology → klik Next
25. Pada kolom New Topology klik Next → pada kolom selanjutnya pilih Select All → klik
Next → klik Add Rule → masukkan semua kode lalu klik Next → klik Finish
26. Untuk melihat hasil topology klik kanan pada layers
KODE49_PENGGUNAANTANAH_UTM49_1 klik Properties → klik Erors. Maka akan
muncul hasil topology dilanjutkan symbology,grid dan layout
II. HASIL PRAKTIKUM
RMS ERROR
TOPOLOGY ERROR
HASIL TOPOLOGY
HASIL PETA PENGGUNAAN TANAH