Peningkatan Hasil Belajar Materi Rukun Islam Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif
Tipe Think-Pair-Share pada Siswa Kelas III SD
PENYUSUN : UMI FARIQOH, S. Pd.I.
NIP 198710152023212013
SEKOLAH : SD N TRANGKIL 01
KECAMATAN : TRANGKIL
KABUPATEN : PATI
PROVINSI : JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN
PATI
2026
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peran
penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan keimanan peserta didik. Salah satu
materi dasar yang wajib dipahami oleh siswa sekolah dasar adalah Rukun Islam.
Berdasarkan hasil pengamatan di kelas II SD Trangkil 01, masih ditemukan siswa yang
belum mampu menyebutkan lima Rukun Islam secara urut dan memahami maknanya.
Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa sebagian siswa memperoleh nilai di bawah
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Pembelajaran yang berlangsung selama ini masih didominasi metode ceramah sehingga
siswa kurang aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu diperlukan suatu metode
pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Think-Pair-Share. Metode ini
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, berdiskusi dengan teman, dan
menyampaikan hasil diskusi kepada kelas. Dengan penerapan metode tersebut diharapkan
hasil belajar siswa dapat meningkat.
B. Identifikasi Masalah
1. Rendahnya hasil belajar siswa pada materi Rukun Islam.
2. Siswa kurang aktif selama pembelajaran.
3. Metode pembelajaran kurang bervariasi.
4. Siswa mudah bosan saat pembelajaran berlangsung.
C. Rumusan Masalah
Apakah penerapan metode Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa
kelas II SD Trangkil 01 pada materi Rukun Islam?
D. Tujuan Penelitian
Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Trangkil 01 pada materi Rukun
Islam melalui metode Think-Pair-Share.
E. Manfaat Penelitian
Bagi Siswa
Meningkatkan pemahaman tentang Rukun Islam.
Meningkatkan motivasi belajar.
Meningkatkan keberanian mengemukakan pendapat.
Bagi Guru
Menambah wawasan penggunaan metode pembelajaran.
Meningkatkan profesionalisme guru.
Bagi Sekolah
Meningkatkan mutu pembelajaran.
Meningkatkan prestasi belajar siswa.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Hakikat Belajar
Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman dan
latihan. Dalam proses belajar, siswa diharapkan memperoleh pengetahuan, keterampilan,
dan sikap yang lebih baik.
B. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman
belajar. Hasil belajar dapat diukur melalui tes maupun non-tes.
C. Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
PAI bertujuan membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak
mulia. Materi Rukun Islam merupakan bagian penting dalam pembelajaran PAI di sekolah
dasar.
D. Materi Rukun Islam
Rukun Islam terdiri atas lima perkara:
1. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
2. Mendirikan salat.
3. Menunaikan zakat.
4. Berpuasa pada bulan Ramadan.
5. Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.
Materi ini menjadi dasar bagi siswa untuk memahami ajaran Islam.
E. Metode Think-Pair-Share
Think-Pair-Share merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan
untuk meningkatkan aktivitas siswa.
Langkah-Langkah:
1. Think (Berpikir)
2. Pair (Berpasangan)
3. Share (Berbagi)
Kelebihan
Melatih kerja sama.
Meningkatkan keberanian berbicara.
Membantu siswa memahami materi.
F. Kerangka Berpikir
Penggunaan metode Think-Pair-Share akan meningkatkan aktivitas siswa sehingga berdampak
pada peningkatan hasil belajar materi Rukun Islam.
G. Hipotesis Tindakan
Jika metode Think-Pair-Share diterapkan dalam pembelajaran materi Rukun Islam, maka hasil
belajar siswa kelas II SD Trangkil 01 akan meningkat.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat:
SD Trangkil 01
Waktu:
Semester Tahun Pelajaran 2025
C. Subjek Penelitian
Siswa kelas II SD Trangkil 01.
D. Desain Penelitian
Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang meliputi:
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Observasi
4. Refleksi
E. Teknik Pengumpulan Data
1. Tes
2. Observasi
3. Dokumentasi
F. Instrumen Penelitian
Soal evaluasi
Lembar observasi guru
Lembar observasi siswa
G. Teknik Analisis Data
Nilai Individu
Nilai = (Skor Perolehan ÷ Skor Maksimal) × 100
Ketuntasan Klasikal
Ketuntasan = (Jumlah Siswa Tuntas ÷ Jumlah Siswa) × 100%
KKM = 75
Indikator keberhasilan ≥ 85% siswa tuntas.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Kondisi Awal
Hasil tes awal menunjukkan:
Keterangan Hasil
Jumlah Siswa 25
Rata-rata 68
Tuntas 12
Tidak Tuntas 13
Ketuntasan 48%
B. Siklus I
Perencanaan
Menyusun RPP.
Menyiapkan media gambar.
Menyiapkan lembar observasi.
Pelaksanaan
Guru menerapkan Think-Pair-Share dalam pembelajaran Rukun Islam.
Hasil Siklus I
Keterangan Hasil
Rata-rata 76
Tuntas 18
Tidak Tuntas 7
Ketuntasan 72%
Refleksi
Masih ada siswa yang kurang aktif sehingga perlu perbaikan pada siklus II.
C. Siklus II
Perencanaan
Guru memperbaiki strategi pembelajaran dan menambah media visual.
Pelaksanaan
Pembelajaran dilakukan lebih interaktif dengan permainan edukatif.
Hasil Siklus II
Keterangan Hasil
Rata-rata 86
Tuntas 23
Tidak Tuntas 2
Ketuntasan 92%
D. Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.
Tahap Rata-rata Ketuntasan
Awal 68 48%
Siklus I 76 72%
Siklus II 86 92%
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode Think-Pair-Share efektif digunakan dalam
pembelajaran Rukun Islam.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penerapan metode Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Trangkil
01 pada materi Rukun Islam.
Ketuntasan belajar meningkat dari 48% menjadi 92%.
B. Saran
1. Guru hendaknya menggunakan metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
2. Sekolah perlu mendukung penyediaan media pembelajaran.
3. Siswa perlu lebih aktif mengikuti kegiatan belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kurikulum Pendidikan
Agama Islam Sekolah Dasar.