0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan12 halaman

Panduan K3RS RSCM

Dokumen ini adalah panduan tentang Kesehatan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit Umum Madani, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua pihak yang terlibat. Panduan ini mencakup berbagai aspek, termasuk pencegahan kebakaran, keamanan pasien, dan pengelolaan limbah, serta didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang relevan. Tujuan utama dari K3RS adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan melindungi kesehatan pekerja serta pasien.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan12 halaman

Panduan K3RS RSCM

Dokumen ini adalah panduan tentang Kesehatan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit Umum Madani, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua pihak yang terlibat. Panduan ini mencakup berbagai aspek, termasuk pencegahan kebakaran, keamanan pasien, dan pengelolaan limbah, serta didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang relevan. Tujuan utama dari K3RS adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan melindungi kesehatan pekerja serta pasien.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN KESEHATAN KESELAMATAN KERJA

(K3RS)

RUMAH SAKIT UMUM MADANI


TAHUN 2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahamat serta
karunia-Nya kepada Kami sehingga Kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“Panduan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3RS)”. Sholawat dan salam juga kami panjatkan
kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah
satu Elemen Penilaian Akreditasi Rumah Sakit.

Alhamdulillah berkat kerja sama dan semangat yang tiada henti, Kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Walaupun pada kenyataan Kami menemukan beberapaa kendala,
diantaranya sulit memperoleh sumber data dan minimnya pengetahuan Kami mengenai tema
makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu kritik atau
saran yang bersifat membangun selalu Kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak, khususnya yang telah
berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhoi segala usaha kita. Amiin.

Deli Serdang, 06 Juli 2022


Ketua Pokja MFK

dr. Fahmi Syahputra


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dengan meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh masyarakat maka
tuntutan pengelolaan program keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana di
Rumah Sakit (K3RS) semakin tinggi karena Sumber daya manusia Rumah Sakit,
pengunjung/pengantar pasien, pasien dan masyarakat sekitar rumah sakit ingin mendapatkan
perlindungan dari gangguan keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana, baik
sebagai dampak proses kegiatan pemberian pelayanan maupun karena kondisi sarana dan
prasarana yang ada di rumah sakit yang tidak memenuhi satandar.
Di dunia Internasional program K3 telah lama diterapkan diberbagai sector industry (akhir
abad 18), kecuali disektor kesehatan. Perkembangan K3RS tertinggal dikarenakan focus pada
kegiatan kuratif, bukan preventif. Focus pada kualitas pelayanan pada pasien, tenaga profesi di
bidang K3 masih terbatas, organisasi kesehatan yang dianggap pasti telah melindungi diri
dalam bekerja.
Rumah Sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik
tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan
teknilogi, dan kehidupan social ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan
pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya. Selain dituntut mampu memberikan pelayanan dan pengobatan yang
bermutu, Rumah Sakit juga dituntut harus melaksanakan dan mengembangkan program K3 di
Rumah Sakit (K3RS).
Upaya penerapan Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana di Rumah
Sakit (K3RS) telah diatur dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja, Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-undang Nomor 44
tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Permenkes Nomor 1204 tahun 2004 dan dipertegas dalam
Permenkes Nomor 1087 tahun 2010 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
Rumah Sakit.
Oleh karena itu, Rumah Sakit dituntut untuk melaksanakan Upaya Keselamatan Kerja,
Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana (K3) yang dilaksanakan secara terintegrasi dan
menyeluruh sehingga resiko terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK), Kecelakaan Akibat Kerja
(KAK), bahaya kebakaran dan kewaspadaan bencana di Rumah Sakit dapat dihindari. Sehingga
upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit khususnya dalam hal kesehatan dan
keselamatan bagi SDM Rumah Sakit, pasien, pengunjung/pengantar pasien dan masyarakat
sekitar Rumah Sakit dapat dilaksanakan.

B. FALSAFAH
Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana (K3) di rumah sakit, adalah
suatu upaya pengelolaan resiko di lingkungan kerja untuk meminimalkan dampak di tempat
kerja dan tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat, sehingga dapat meningkatkan mutu
pelayanan Rumah Sakit.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif untuk SDM Rumah Sakit,
aman dan sehat bagi pasien, pengunjung/pengantar pasien, masyarakat dan lingkungan
sekitar Rumah Sakit sehingga proses pelayanan Rumah Sakit berjalan baik dan lancaar.
2. Tujuan Khusus
a. Terwujudnya organisasi kerja yang menunjang tercapainya K3RS;
b. Meningkatnya profesionalisme dalam hal K3 bagi manajemen, pelaksana dan
pendukung program;
c. Terpenuhi syarat-syarat K3 di setiap unit kerja;
d. Terlindunginya pekerja dan mencegah terjadinya PAK, KAK, bahaya kebakaran dan
bencana;
e. Terselenggaranya program K3RS secara optimal dan menyeluruh;
f. Peningkatan mutu, citra dan produktivitas Rumah Sakit.

D. SASARAN
1. Pengelola Rumah Sakit;
2. Pekerja Rumah Sakit;
3. Pengunjung dan Pasien Rumah Sakit.
E. UPAYA KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT
Upaya K3 di Rumah Sakit menyangkut tenaga kerja, cara /metode kerja, alat kerja, proses
kerja dan lingkungan kerja. Upaya ini meliputi peningkatan, pencegahan, pengobatan dan
pemulihan. Kinerja setiap petugas kesehatan dan non kesehatan merupakan resultan dari
tiga komponen K3, yaitu kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja. Agar K3RS
dapat dipahami secara utuh, perlu diketahui pengertian tiga komponen yang saling
berinteraksi, yaitu :
1. Kapasitas kerja adalah kemampuan seorang pekerja untuk menyelesaikan
pekerjaannya dengan baik pada suatu tempat kerja dalam waktu tertentu dengan
memperhatikan status kesehatan kerja dan gizi kerja yang baik serta kemampuan fisik
yang prima setiap pekerja agar dapat melakukan pekerjaannnya dengan baik;
2. Beban kerja adalah beban fisik dan mental yang harus ditanggung oleh pekerja dalam
melaksanakan pekerjaannya yang dipengaruhi dengan kondisi lingkungan krjanya;
3. Lingkungan kerja adalah kondisi lingkungan tempat kerja yagn meliputi factor fisik,
kimia, biologi, ergonomi dan psikososial yang mempengaruhi pekerja dalam
melaksanakan pekerjaannya.

F. PENGERTIAN
1. Kesehatan Kerja Menutrut WHO/ILO (1995), kesehatan kerja bertuuan untuk
peningkatan dan pemeliharaan derajat kesehatan fisik, mental dan social yang setinggi-
tingginya bagi pekerja di semua jenis pekerjaan, pencegahan terhadap gangguan
kesehatan pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan; perlindungan bagi pekerja
dalam pekerjaannya dari resiko akibat factor yang merugikan kesehatan; dan
penempatan serta pemeliharaaan pekerja dalam suatu lingkungan kerja yang
disesuaikan dengan kondisi fisiologi dan psikologisnya. Secara ringkas merupakan
penyesuaian pekerjaan kepada manusia dan setiap manusia kepada pekerjaan atau
jabatannya;
2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja adala upaya untuk memberikan jaminan
keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan pekerja dengan cara pencegahan
kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK), pengendalian bahaya di tempat kerja,
promosi kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi;
3. Konsep dasar K3RS adalah upaya terpadu seluruh pekerja rumah sakit, pasien,
pengunjung/pengantar pasien untuk menciptakan lingkungan kerja, tempat kerja
rumah sakit yang sehat, aman dan nyaman baik bagi pekerja rumah sakit, pasien,
pengunjun/pengntar pasien maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar rumah
sakit;
4. Pengelola K3RS adalah organisasi yang menyelenggarakan program Kesehatan dan
Keselamatan Kerja secara menyeluruh di Rumah Sakit;
5. Sertifikasi dalam bidang K3 adalah pengetahuan dan keahlian yang didapat baik secara
formal melalui jenjang pendidikan resmi di perguruan tinggi maupun secara informal
melalui pelatihan, workshop, seminar, pertemuan ilmiah dll;
6. Pelatihan khusus yang terakreditasi mengenai K3 Rumah Sakit adalah pelatihan
tentang K3 Rumah Sakit yang diakreditasi oleh pusat Pendidikan dan Pelatihan
Kesehatan;

G. RUANG LINGKUP PROGRAM


Standar Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana di Rumah Sakit
(K3RS) mencakup beberapa aspek, yaitu :
1. Disaster program;

2. Pencegahan dan pengendalian kebakaran;

3. Keamanan pasien, pengunjung dan petugas;

4. Keselamatan dan kesehatan pegawai;

5. Pengelolaan bahan dan barang berbahaya


6. Kesehatan lingkungan kerja;
7. Sanitasi rumah sakit;
8. Sertifikasi/kalibrasi sarana, prasarana dan peralatan;
9. Pengelolaan limbah padat, cair dan gas;
10. Pendidikan dan pelatihan K3;
11. Pengumpulan, pengelolaan dan pelaporan data.

H. DASAR PERUNDANG-UNDANGAN
Agar penyelenggaraan Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana di
Rumah Sakit (K3RS) lebih efektif, efisien, terpadu dan menyeluruh maka diperlukan
peraturan perundang-undangan sebagai dasar hukum dalam pelaksanaan K3 di Rumah
Sakit adalah sebagai berikut :
1. Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 2918) pasal 3 yang memuat persyaratan keselamatan kerja adalah
sebagai berikut :
a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan;
b. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;
c. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;
d. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau
kejadian-kejadian lain yang berbahaya;
e. Memberi pertolongan pada kecelakaan;
f. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;
g. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban,
debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan
getaran;
h. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physic
maupun phychis, peracunan, infeksi dan penularan;
i. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai;
j. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;
k. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;
l. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;
m. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan
proses kerjanya;
n. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau
barang;
o. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;
p. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan
penyimpanan barang;
q. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;
r. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang berbahaya
kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.
2. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5063);

3. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5072);

4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan


Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit;

5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 432/Menkes/SK/IV/2007 tentang pedoman


Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit;

6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 147/Menkes/Per/I/2010 tentang Perizinan Rumah


Sakit; dan

7. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang Standar


Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
BAB II
PENGORGANISASIAN K3

A. STRUKTUR ORGANISASI
Pelaksanaan K3 di RS sangat tergantung dari rasa tanggung jawab manajemen dan petugas,
terhadap tugas dan kewajiban masing-masing serta kerja sama dalam pelaksanaan K3.
Tanggung jawab ini harus ditanamkan melalui adanya aturan yang jelas. Pola pembagian
tanggung jawab, penyuluhan kepada semua petugas, bimbingan dan latihan serta penegakkan
disiplin. Ketua organisasi/satuan pelaksana K3RS secara spesifik harus mempersiapkan data
dan informasi pelaksanaan K3 di semua tempat kerja, merumuskan permasalahan serta
menganalisis penyebab timbulnya masalah bersama unit-unit kerja, kemudian mencari jalan
pemecahannya dan mengkomunikasikannya kepada unit-unit kerja, sehingga dapat
dilaksanakan dengan baik. Selanjutnya memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan program,
untuk menilai sejauh mana program yang dilaksanakan telah berhasil. Kalau masih terdapat
kekurangan, maka perlu diidentifikasi penyimpangannya serta dicari pemecahannya.
Struktur organisasi Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana di Rumah
Sakit (K3RS) berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 432/Menkes/SK/IV/2007
adalah :
1. Organisasi K3 berada 1 tingkat di bawah direktur, bukan kerja rangkap dan merupakan unit
organisasi yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Rumah Sakit, karena
berkaitan langsung dengan regulasi, kebijakan, biaya, logistik dan Sumber Daya Manusia.
Nama organisasinya adalah unit pelaksana K3RS, yang dibantu oleh unit K3 yang
beranggotakan seluruh unit kerja di Rumah Sakit.
2. Keanggotaan organisasi/unit pelaksana K3RS beranggotakan unsur-unsur dari petugas dan
jajaran Direksi Rumah Sakit. Organisasi/unit pelaksana K3RS terdiri dari sekurang-
kurangnya ketua, sekretaris dan anggota. Organisasi/unit pelaksana K3 RS dipimpin oleh
ketua. Pelaksanaan tugas ketua dibantu oleh wakil ketua dan sekretaris serta anggota.
Ketua organisasi/unit pelaksana K3RS sebaiknya adalah salah satu manajemen tertinggi di
Rumah Sakit atau sekurang-kurangnya manajemen dibawah langsung Direktur Rumah
Sakit. Sedang sekretaris organisasi/unit pelaksana K3RS adalah seorang tenaga profesional
K3RS, yaitu manajer K3RS atau ahli K3.
Berikut Struktur Organisasi K3RS

B. SUSUNAN KETIMAN
1. TIM K3RS
NAMA JABATAN
Penanggung Jawab K3RS
Penanggung Jawab Kewaspadaan
Bencana
Penanggung Jawab Penanggulangan
Kebakaran
Penanggung Jawab Kesehatan
Lingkungan Kerja

2. Tenaga Pendukung Tim K3RS


a. Managemen = 3 orang
b. Kepala Unit = 16 Orang

C. URAIAN TUGAS
1. Tugas pokok TIM K3RS
a. Memberi rekomendasi dan pertimbangan kepada Direktur Rumah Sakit mengenai
masalah-masalah yang berkaitan dengan K3;

b. Merumuskan kebijakan, peraturan, pedoman, petunjuk pelaksanaan dan prosedur;

c. Membuat program K3RS

2. Fungsi Tim K3RS


a. Mengumpulkan dan mengolah seluruh data dan informasi serta permasalahan yang
berhubungan dengan K3;

b. Membantu direktur RS mengadakan dan meningkatkan upaya promosi K3; pelatihan


dan penelitian K3 di Rumah Sakit;

c. Pengawasan terhadap pelaksanaan program K3;

d. Memberikan saran dan pertimbangan berkaitan dengan tindakan korektif;

e. Koordinasi dengan unit-unit lain yang menjadi anggota K3RS;

f. Memberi nasehat tentang manajemen K3 di tempat kerja, kontrol bahaya,


mengeluarkan peraturan dan inisiatif pencegahan;

g. Investigasi dan melaporkan kecelakaan, dan merekomendasikan sesuai kegiatannya;


h. Berpartisipasi dalam perencanaan pembelian peralatan baru, pembangunan gedung dan
proses.

3. Uraian Tugas TIM K3RS


a. Ketua Tim K3RS
NAMA JABATAN : Ketua Tim K3RS
TUGAS POKOK : Mengawasi pelaksanaan kegiatan K3 di RSU Citra Medika
WEWENANG : 1. Menyusun program kerja PK3RS.
2. Memberikan usulan kepada Direktur RSU Citra Medika
tentang perbaikan masalah K3.

URAIAN TUGAS : 1. Menentukan langkah, kebijakan demi tercapainya


pelaksanaan program Tim K3 RSU Citra Medika
2. Memimpin semua rapat pleno Tim K3 RSU Citra Medika
atau menunjuk anggota untuk memimpin rapat pleno.
3. Melakukan rapat dan evaluasi program Keselamatan dan
Kesehatan Kerja RSU Citra Medika

PERSYARATAN : Minimal Sarjana yang memiliki sertifikat K3.


JABATAN
TANGGUNG : Bertanggung jawab kepada Direktur RSU Citra Medika
JAWAB

b. Wakil Ketua Tim K3RS


NAMA JABATAN : Wakil Ketua Tim K3RS
TUGAS POKOK : Membantu ketua dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan K3
di RSU Citra Medika
WEWENANG : Membantu ketua dalam menyusun program kerja Tim K3
RSU Citra Medika
URAIAN TUGAS : Menggantikan ketua dalam memimpin semua rapat Tim K3
RSU Citra Medika jika ketua berhalangan hadir.
PERSYARATAN Minimal pendidikan S1 dari segala jurusan.
JABATAN
TANGGUNG Bertanggung jawab kepada Ketua Tim K3 RSU Citra
JAWAB Medika

c. Sekretaris Tim K3RS


NAMA JABATAN : Sekretaris Tim K3RS.
TUGAS POKOK : Melakukan pencatatan dan pengumpulan dokumen yang
berkaitan dengan K3 di RSU Citra Medika
WEWENANG : Membantu Ketua dalam menyusun program kerja Tim
K3RS.
URAIAN TUGAS :
1. Mencatat notulen rapat rutin.
2. Mengumpulkan dokumen yang berkaitan dengan K3RS.

PERSYARATAN : Pendidikan minimal SLTA dari segala jurusan.


JABATAN
TANGGUNG : Bertanggung jawab kepada Ketua Tim K3 RSU Citra
JAWAB Medika.

Anda mungkin juga menyukai