0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan19 halaman

Program MFK RSCM

Dokumen ini membahas Program Manajemen Risiko di Rumah Sakit Umum Citra Medika tahun 2022, yang bertujuan untuk meminimalisasi dan mengeliminasi risiko terkait fasilitas rumah sakit. Manajemen risiko diimplementasikan melalui identifikasi, analisis, dan penanganan risiko yang meliputi keselamatan, keamanan, dan bencana. Selain itu, dokumen ini juga mencakup rencana kegiatan dan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan bagi karyawan, pasien, dan pengunjung.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan19 halaman

Program MFK RSCM

Dokumen ini membahas Program Manajemen Risiko di Rumah Sakit Umum Citra Medika tahun 2022, yang bertujuan untuk meminimalisasi dan mengeliminasi risiko terkait fasilitas rumah sakit. Manajemen risiko diimplementasikan melalui identifikasi, analisis, dan penanganan risiko yang meliputi keselamatan, keamanan, dan bencana. Selain itu, dokumen ini juga mencakup rencana kegiatan dan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan bagi karyawan, pasien, dan pengunjung.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM MANAJEMEN RESIKO FASILITAS

RUMAH SAKIT UMUM CITRA MEDIKA


TAHUN 2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahamat
serta karunia-Nya kepada Kami sehingga Kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang
berjudul “Program Manajemen Resiko”. Sholawat dan salam juga kami panjatkan kepada
Nabi Muhammad SAW. Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah
satu Elemen Penilaian Akreditasi Rumah Sakit.

Alhamdulillah berkat kerja sama dan semangat yang tiada henti, Kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Walaupun pada kenyataan Kami menemukan beberapaa
kendala, diantaranya sulit memperoleh sumber data dan minimnya pengetahuan Kami
mengenai tema makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu kritik
atau saran yang bersifat membangun selalu Kami harapkan demi kesempurnaan makalah
ini.

Akhir kata, Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak, khususnya yang
telah berperan dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amiin.

Deli Serdang, 06 Juli 2022


Ketua Pokja MFK

dr. Fahmi Syahputra


DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………..

Daftar Isi…………………………………………………………………………1

1. Pendahuluan………………………………………………………………3
2. Latar Belakang……………………………………………………………3
3. Tujuan …………………………………………………………………….4
3.1. Tujuan
Umum………………………………………………………..4
3.2. Tujuan
Khusus……………………………………………………….4
4. Kegiatan Pokok dan Rencana Kegiatan………………………………….5
5. Cara Melaksanakan Kegiatan……………………………………………11
6. Sasaran…………………………………………………………………...12
7. Jadwal Pelaksanaan………………………………………………………12
8. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan………………………….13
9. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi Kegiatan………………………..….13
10. Penutup………………………………………………….…………….....13
1. PENDAHULUAN

Manajemen risiko merupakan disiplin ilmu yang luas. Seluruh bidang pekerjaan di
dunia ini pasti menerapkannya sebagai sesuatu yang sangat penting. Sebut misalnya:
perminyakan, perbankan, penerbangan, IT, ekspedisi luar angkasa, dan lain-lain. Makin
besar risiko suatu pekerjaan, maka makin besar perhatiannya pada aspek manajemen risiko
ini.

Pengertian dari risiko adalah peluang terjadinya sesuatu yang akan mempunyai
dampak pada pencapaian tujuan. Sedangkan manajemen risiko adalah budaya, proses dan
struktur yang diarahkan untuk mewujudkan peluang peluang sambil mengelola efek yang
tidak diharapkan atau kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan
organisasi berkaitan dengan risiko.

Referensi utama manajemen risiko adalah standar Australia dan New Zealand
AS/NZS 4360:2004 yang kemudian diadopsi oleh lembaga ISO dengan standar ISO
31000:2009. ISO pun menerbitkan standar pendukungnya, yaitu ISO Guide 73:2009 dan
ISO/IEC 31010:2009. Dan sudah barang tentu, seluruh aktifitas manajemen risiko di dunia
ini merujuk pada standar-standar tersebut.

Manajemen risiko bertujuan untuk minimisasi kerugian dan meningkatkan


kesempatan ataupun peluang. Bila dilihat terjadinya kerugian dengan teori accident model
dari ILCI, maka manajemen risiko dapat memotong mata rantai kejadian kerugian
tersebut, sehingga efek dominonya tidak akan terjadi. Pada dasarnya manajemen risiko
bersifat pencegahan terhadap terjadinya kerugian maupun ‘accident’.

2. LATAR BELAKANG

Tuntutan terhadap kelalaian kepada institusi kesehatan di dunia semakin meningkat


jumlahnya sejak tahun 1980-an. Hal ini mendesak departemen kesehatan berbagai
negara, seperti Inggris dan negara-negara persemakmurannya untuk berpikir ekstra.
Sampai awal tahun 1990-an tuntutan hukum yang diterima institusi kesehatan seperti
rumah sakit mencapai 75 milyar ponsterling. Jumlah yang sangat besar ini
memaksa departemen kesehatan Inggris merombak keseluruhan sistem pelayanan
kesehatan, utamanya budaya kerja para pemberi layanan kesehatan.

Maka mulai diperkenalkan dan dibuat manajemen risiko dalam kerangka kerja
departemen kesehatan di Inggris, diberlakukan untuk seluruh trust dan board yang
menjadi afiliasinya. Kita menyadari bahwa tidak hanya penanggulangan risiko saja yang
dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakatnya.
Perlunya evaluasi berkelanjutan, fokus pada kepentingan pasien, dan komponen-
komponen lain membentuk sebuah kerangka kerja baru yang disebut clinical governance.
Manajemen risiko merupakan salah satu pilar penerapan clinical governance dalam
institusi pelayanan kesehatan.

Manajemen risiko dapat digambarkan sebagai proses berkelanjutan dari identifikasi


risiko secara sistemik, evaluasi dan penatalaksanaan risiko dengan tujuan mengurangi
dampak buruk bagi organisasi maupun individu, dengan penekanan pada perubahan
budaya kerja dari yang reaksioner dan penanggulangan menjadi pencegahan dan
pengelolaan. Risiko yang dicegah dalam pengelolaan manajemen risiko berupa risiko
klinis dan non klinis.

3. TUJUAN
3.1 Tujuan umum

Meminimalisasi dan meniadakan risiko yang ditimbulkan oleh berbagai potensi bahaya
yang ada Rumah Sakit Umum Madani Medan.

3.2 Tujuan Khusus


1. Mengurangi risiko kegagalan fasilitas yang ada di rumah sakit.
2. Mengawasi dan memonitor risiko terkait fasilitas dan lingkungan di Rumah Sakit
Umum Madani Medan
3. Meningkatkan keamanan dan keselamatan fungsi fasilitas yang ada di Rumah Sakit
Umum Madani Medan bagi karyawan, pasien dan pengunjung.

4. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


A. IDENTIFIKASI RESIKO
1. KESELAMATAN DAN KEAMANAN RUMAH SAKIT
IDENTIFIKASI BAHAYA
 Penculikan Bayi
 Penyanderaan
 Kehilangan barang milik pasien

KEAMANAN LINGKUNGAN RS dan keluarga


 Kehilangan kendaraan bermotor
 Kehilangan sarana prasarana RS
 Keselamatan saat ada
renovasi/pembangunan

KEAMANAN PASIEN,  Terjatuh/terpeleset di

PENGUNJUNG DAN RAM/tangga

KARYAWAN  Terpeleset di kamar mandi


 Tersengat listrik
2. BAHAN DAN LIMBAH BERBAHAYA
IDENTIFIKASI BAHAYA

 Penanganan B3 yang salah


 Penyimpanan B3 tidak pada

BAHAN BERACUN BERBAHAYA tempatnya


 B3 yang tidak diberi label
 Tidak memakai APD saat
penanganan B3.

3. BENCANA
KEJADIAN IDENTIFIKASI BAHAYA

 Wabah penyakit
 Gempa bumi
 Kebocoran gas
INSIDEN WABAH DAN BENCANA  Ledakan bom
 Banjir
 Tanah longsor
 Kecelakaan transportasi

4. KEBAKARAN
KEJADIAN IDENTIFIKASI BAHAYA

 Hubungan pendek arus listrik


 Ledakan gas
 Kebocoran gas
INSIDEN KEBAKARAN  Ledakan kompor gas
 Percikan api dari colokan listrik
 Kebakaran akibat puntung
rokok

5. PERALATAN MEDIS
KEJADIAN IDENTIFIKASI BAHAYA

PERALATAN MEDIS  Kesalahan pembacaan hasil pada


alat medis karena belum
terkalibrasi
 Kesalahan penggunaan alat
karena belum terkalibrasi
 Kesalahan penggunaan alat
medis yang baru karena belum
dilakukan pelatihan alat baru.

6. SISTEM UTILITAS
KEJADIAN IDENTIFIKASI BAHAYA

 Pemadaman listrik
 Kerusakan/meledaknya pompa
air
 Saluran air / IPAL mampet

SISTEM UTILITAS  Lift Macet


 Kerusakan SIRUS
 Kerusakan telepon
 Kebocoran gas
 Meledaknya tabung gas medis
 Meledaknya sistem gas sentral

B. ANALISA RESIKO
Tabel Analisis risiko berdasarkan tingkat bahaya
Skor Keterangan
1 Kegagalan yang tidak disadari oleh pasien dan tidak menimbulkan dampak dalam
pelayanan kesehatan
2 Kegagalan dapat mempengaruhi proses pelayanan kesehatan tetapi menimbulkan
kerugian minor
3 Kegagalan menyebabkan kerugian yang lebih besar terhadap pasien

4 Kegagalan menyebabkan kematian atau kecacatan

Tabel Analisis risiko berdasarkan tingkat probabilitas


Skor Keterangan
1 Hampir tidak pernah (remote) jarang terjadi (dapat terjadi dalam > 5 sampai 30 tahun)

2 Jarang (uncommon) kemungkinan akan muncul (dapat terjadi dalam > 2 sampai 5
tahun)
3 Kadang-kadang (occasional), kemungkinan akan muncul (dapat terjadi beberapa kali
dalam 1 sampai 2 tahun)

ANALISA RESIKO FASILITAS DI RSU MADANI MEDAN


RISIKO TINGKAT TINGKAT SKOR
BAHAYA PROBABILITAS TOTAL
(SKOR) (SKOR)
KESELAMATAN DAN KEAMANAN RUMAH SAKIT
Penculikan Bayi 4 1 4

Penyanderaan 4 1 4

Kehilangan barang milik 3 4 12


pasien dan keluarga

Kehilangan kendaraan 3 1 3
bermotor

Kehilangan sarana prasarana 3 1 3


RS

Keselamatan saat ada 4 1 4


renovasi/pembangunan

Terjatuh/terpeleset di 4 2 8
RAM/tangga

Terpeleset di kamar mandi 2 2 4

Tersengat listrik 4 1 4

BAHAN DAN LIMBAH BERBAHAYA


Penanganan B3 yang salah 2 4 8

Penyimpanan B3 tidak pada 1 1 1


tempatnya

B3 yang tidak diberi label 2 4 8

Tidak memakai APD saat 2 4 8


penanganan B3.

BENCANA
Wabah penyakit 4 1 4

Gempa bumi 4 1 4

Kebocoran gas 4 1 4

Ledakan bom 4 1 4

Banjir 4 1 4

Tanah longsor 4 1 4

Kecelakaan transportasi 4 1 4
KEBAKARAN
Hubungan pendek arus listrik 4 1 4

Ledakan gas 4 1 4

Kebocoran gas 4 1 4

Ledakan kompor gas 4 1 4

Percikan api dari colokan 4 1 4


listrik

Kebakaran akibat puntung 4 1 4


rokok

PERALATAN MEDIS
Kesalahan pembacaan hasil 4 1 4
pada alat medis karena belum
terkalibrasi

Kesalahan penggunaan alat 4 1 4


karena belum terkalibrasi

Kesalahan penggunaan alat 4 1 4


medis yang baru karena
belum dilakukan pelatihan
alat baru.

SISTEM UTILITAS
Pemadaman listrik 2 2 4

Kerusakan/meledaknya 2 2 4
pompa air

Saluran air / IPAL mampet 2 1 2

Lift Macet 2 2 4

Kerusakan SIRUS 2 2 4

Kerusakan telepon 2 1 2

Kebocoran gas 4 1 4

Meledaknya tabung gas medis 4 1 4

Meledaknya sistem gas 4 1 4


sentral

C. PROGRAM KERJA MANAJEMEN RESIKO

No Kegiatan Lokasi Pelaksana Waktu Kegiatan


J F M A M J J A S O N D
KESELAMATAN DAN KEAMANAN RUMAH SAKIT
1 Penambahan NICU, UPSRS √
CCTV pada area- RUANG
area yang beresiko
No Kegiatan Lokasi Pelaksana Waktu Kegiatan
J F M A M J J A S O N D
terjadinya ancaman BAYI
keamanan
2 Pemeriksaan dan Seluruh UPSRS √ √ √
pemeliharaan ruangan
CCTV
3 Pemberlakuan Seluruh Unit √ √ √
pemakaian tanda ruangan Keamanan
pengenal (badge)
untuk pengunjung
pasien rawat inap.
4 Melakukan data Seluruh Perawat √ √
ulang mengenai ruangan Ruangan
kebutuhan
keselamatan pasien
5 Melengkapi sumber Panel Listrik UPSRS √ √
listrik dengan
penutup
6 Melakukan Bangunan UPSRS √ √ √
monitoring dan yang
evaluasi Renovasi dibangun/ren
dan Pembangunan ovasi
Gedung di Rumah
Sakit
BAHAN DAN LIMBAH BERBAHAYA
1 Pembuatan tempat Seluruh UPSRS √
khusus untuk Ruangan
penyimpanan B3
2 Sosialisasi Seluruh Tim K3RS √
mengenai prosedur ruangan
penyimpanan dan
pengelolaan B3 ke
semua unit
3 Melengkapi Seluruh Tim K3RS √
MSDS/LDKB B3 Ruangan
serta
didokumentasikan
dan dibagikan
kepada unit-unit
yang menggunakan
bahan tersebut
4 Penyediaan APD Seluruh UPSRS √ √ √
pada setiap unit Ruangan
yang memiliki B3
5 Pelatihan mengenai DIKLAT Tim K3RS √
Keselamatan dan
kesehatan kerja,
No Kegiatan Lokasi Pelaksana Waktu Kegiatan
J F M A M J J A S O N D
Pencegahan dan
Penanggulangan
Kebakaran,
keadaan darurat
bencana, cara
melakukan
evakuasI,
penanganan lImbah
dan B3
BENCANA
1 Membentuk Tim Seluruh Tim K3RS √
Siaga Bencana Ruangan
2 Membuat standar - Tim K3RS √
prosedur
operasional tentang
pencegahan dan
penanggulangan
bencana
3 Melakukan DIKLAT Tim K3RS √
pelatihan siaga
bencana dan
evakuasi
4 Menyediakan Seluruh UPSRS √
fasilitas : rambu – Gedung
rambu penunjuk
arah lokasi
pelayanan, jalan
keluar, jalan
masuk, arah
evakuasi bencana,
pintu emergency,
denah dan gambar
arah evakuasi
5 Melakukan DIKLAT Tim K3RS √
simulasi keadaan
darurat bencana
KEBAKARAN
1 Menyediakan Seluruh UPSRS √
APAR yang Gedung
mencukupi
kwalitas dan
kwantitasnya
2 Melakukan - UPSRS √ √ √
pemeliharaan
APAR secara
berkala
No Kegiatan Lokasi Pelaksana Waktu Kegiatan
J F M A M J J A S O N D
3 Melakukan Patroli Seluruh Unit √ √ √
Asap secara rutin Gedung Keamanan,
Perawat
Ruangan
4 Melakukan Seluruh Unit √
pemasangan Gedung Keamanan
larangan merokok
5 Mengusulkan alat Seluruh UPSRS √
deteksi asap/ api Gedung
pada tempat –
tempat yang rawan
kebakaran
7 Pemasangan arah Lobi UPSRS √
dan denah evakuasi
bencana kebakaran,
banjir dan gempa
8 Melakukan Seluruh Tim K3RS √
sosialisasi Ruangan
mengenai
pencegahan,
pengendalian
kebakaran
9 Membentuk Tim di Seluruh [Link] √
masing – masing Ruangan
ruangan untuk
pencegahan.
Pengendalian
Kebakaran
10 Melakukan DIKLAT Tim K3RS √
simulasi kebakaran
dan keadaan
darurat bencana
secara
berkesinambungan

D. EVALUASI RESIKO
Evaluasi resiko dilihat dari analisa resiko yang dilakukan sehingga dapat dibuatkan suatu
prioritas penanganan resiko sebagai berikut:
N
RISIKO
O
1 Kehilangan barang milik pasien dan keluarga
2 Terjatuh/terpeleset di RAM/tangga
3 Penanganan B3 yang salah
4 B3 yang tidak diberi label
5 Tidak memakai APD saat penanganan B3.
6 Penculikan Bayi
7 Penyanderaan
8 Keselamatan saat ada renovasi/pembangunan
9 Terpeleset di kamar mandi
10 Tersengat listrik
11 Wabah penyakit

12 Gempa bumi

13 Kebocoran gas

14 Ledakan bom

15 Banjir

16 Tanah longsor

17 Kecelakaan transportasi

18 Hubungan pendek arus listrik

19 Ledakan gas

20 Kebocoran gas

21 Ledakan kompor gas

22 Percikan api dari colokan listrik

23 Kebakaran akibat puntung rokok

24 Kesalahan pembacaan hasil pada alat medis


karena belum terkalibrasi

25 Kesalahan penggunaan alat karena belum


terkalibrasi

26 Kesalahan penggunaan alat medis yang baru


karena belum dilakukan pelatihan alat baru.

27 Kebocoran gas

28 Meledaknya tabung gas medis

29 Meledaknya sistem gas sentral

30 Pemadaman listrik

31 Kerusakan pompa air

32 Lift Macet

33 Kerusakan SIRUS

34 Kehilangan kendaraan bermotor

35 Kehilangan sarana prasarana RS

36 Saluran air / IPAL mampet

37 Kerusakan telepon
E. TATA KELOLA RESIKO
1. KESELAMATAN DAN KEAMANAN RUMAH SAKIT
Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan dengan
keamanan lingkungan RS adalah:
A. Penambahan CCTV pada area-area yang beresiko terjadinya ancaman keamanan
seperti ruang Bayi/NICU untuk mencegah penculikan bayi, Tempat parkir untuk
mencegah pencurian kendaraan bermotor dan tempat beresiko lainnya.

B. Pemeriksaan dan pemeliharaan CCTV


C. Pemberlakuan pemakaian tanda pengenal (badge) untuk pengunjung pasien rawat
inap, penunggu pasien rawat inap, dan tamu di RS
D. Melakukan data ulang mengenai kebutuhan keselamatan pasien ( mis : pegangan di
setiap tangga dan dinding termasuk kamar mandi, tempat tidur dengan penahan
pada tepinya dll ).
E. Melengkapi sumber listrik dengan penutup.
F. Menyediakan rol hole pada ram/ jalan miring.
G. Melakukan monitoring dan evaluasi Renovasi dan Pembangunan Gedung di
Rumah Sakit.

2. BAHAN DAN LIMBAH BERBAHAYA


Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan dengan
Bahan dan Limbah Berbahaya adalah:
A. Pembuatan tempat khusus untuk penyimpanan B3
B. Sosialisasi mengenai prosedur penyimpanan dan pengelolaan B3 ke semua unit.
C. Melengkapi MSDS/LDKB B3 serta didokumentasikan dan dibagikan kepada unit-
unit yang menggunakan bahan tersebut.
D. Penyediaan APD pada setiap unit yang memiliki B3 dan menerapkan kebiasaan
penggunaan APD bagi petugas menggunakan B3.
E. Pelatihan mengenai Keselamatan dan kesehatan kerja, Pencegahan dan
Penanggulangan Kebakaran, keadaan darurat bencana, cara melakukan evakuasi,
penanganan limbah dan B3.

3. BENCANA
Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan dengan
keadaan darurat bencana adalah:
A. Membentuk Tim Siaga Bencana.
B. Membuat standar prosedur operasional tentang pencegahan dan penanggulangan
bencana.
C. Melakukan pelatihan siaga bencana dan evakuasi ( Jadwal pelatihan, peserta,
pelaporan ), yang melibatkan semua unsur di Rumah Sakit.
D. Menyediakan fasilitas : rambu – rambu penunjuk arah lokasi pelayanan, jalan
keluar, jalan masuk, arah evakuasi bencana, pintu emergency, denah dan gambar
arah evakuasi di setiap gedung.
E. Melakukan simulasi keadaan darurat bencana.

4. KEBAKARAN
Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan dengan
kebakaran adalah:
A. Menyediakan APAR yang mencukupi kwalitas dan kwantitasnya, terutama di
ruang khusus.
B. Melakukan pemeliharaan APAR secara berkala.
C. Melakukan pemasangan larangan merokok dan penegakan aturan larangan
merokok.
D. Pemasangan arah dan denah evakuasi bencana kebakaran, banjir dan gempa.
E. Melakukan sosialisasi mengenai pencegahan, pengendalian kebakaran.
F. Membentuk Tim di masing – masing ruangan untuk pencegahan. Pengendalian
Kebakaran.
G. Melakukan simulasi kebakaran dan keadaan darurat bencana secara
berkesinambungan.

5. PERALATAN MEDIS
Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan dengan
Sarana dan Prasarana adalah:
A. Melakukan Kalibrasi alat secara berkala
B. Membuat dan menerapkan SPO tentang pelatihan bagi tenaga medis yang
mendapatkan alat baru.
6. SISTEM UTILITAS
Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan dengan
sistem utilisasi adalah:

A. Melakukan pemantauan secara rutin pompa sumur air, panel-panel listrik, dan
sistem gas medis.
B. Penempatan gas medis (tabung) di ruangan khusus dan diberikan pengaman agar
tidak terjatuh.

F. DIKLAT MANAJEMEN RESIKO


Diklat manajemen risiko bertujuan untuk memberikan informasi kepada pegawai RSU
baik medis maupun non medis tentang pentingnya manajemen risiko, pengendalian atau
pencegahan risiko serta bahaya yang mungkin terjadi akibat risiko yang ada. Diklat
manajemen risiko akan diadakan setiap tahun sekali pada bulan ketiga.
F. PELAPORAN INSIDEN
Pelaporan insiden dilakukan oleh masing-masing unit. Jika terjadi insiden di salah satu
unit, maka unit yang bersangkutan wajib melaporkan insiden tersebut ke TIM K3RS yang
nantinya akan dilakukan investigasi dan evaluasi dari kejadian tersebut. Hasil investigasi
dan evaluasi akan dijadikan acuan penyusunan program berikutnya dan disampaikan ke
direktur RSU Madani Medan.

5. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Koordinasi antara UPSRS dengan tim K3RS


2. Koordinasi antara Unit Kerja, UPSRS dan Tim K3RS.
3. Sosialisasi Program Manajemen resiko saat laporan pagi.

6. SASARAN

1. KESELAMATAN DAN KEAMANAN RUMAH SAKIT


A. Penambahan CCTV pada area-area yang beresiko terjadinya ancaman keamanan
seperti ruang Bayi/NICU untuk mencegah penculikan bayi, Tempat parkir untuk
mencegah pencurian kendaraan bermotor dan tempat beresiko lainnya
B. Monitoring CCTV
C. Pemberlakuan pemakaian tanda pengenal (badge) untuk pengunjung pasien rawat
inap, penunggu pasien rawat inap, dan tamu di RS
D. Melakukan data ulang mengenai kebutuhan keselamatan pasien ( mis : pegangan di
setiap tangga dan dinding termasuk kamar mandi, tempat tidur dengan penahan
pada tepinya dll )
E. Melengkapi sumber listrik dengan penutup
F. Menyediakan rol hole pada ram/ jalan miring
G. Melakukan monitoring dan evaluasi Renovasi dan Pembangunan Gedung di
Rumah Sakit

2. BAHAN DAN LIMBAH BERBAHAYA

A. Pembuatan tempat khusus untuk penyimpanan B3


B. Sosialisasi mengenai prosedur penyimpanan dan pengelolaan B3 ke semua unit..
C. Melengkapi MSDS/LDKB B3 serta didokumentasikan dan dibagikan kepada unit-
unit yang menggunakan bahan tersebut
D. Penyediaan APD pada setiap unit yang memiliki B3 dan menerapkan kebiasaan
penggunaan APD bagi petugas menggunakan B3
E. Pelatihan mengenai Keselamatan dan kesehatan kerja, Pencegahan dan
Penanggulangan Kebakaran, keadaan darurat bencana, cara melakukan evakuasi,
penanganan limbah dan B3.

3. BENCANA
A. Membentuk Tim Siaga Bencana terlaksana
B. Membuat standar prosedur operasional tentang pencegahan dan penanggulangan
bencana.
C. Melakukan pelatihan siaga bencana dan evakuasi ( Jadwal pelatihan, peserta,
pelaporan ), yang melibatkan semua unsur di Rumah Sakit terlaksana 100 %
dalam waktu 3 bulan.
D. Menyediakan fasilitas : rambu – rambu penunjuk arah lokasi pelayanan, jalan
keluar, jalan masuk, arah evakuasi bencana, pintu emergency, denah dan gambar
arah evakuasi di setiap gedung terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.
E. Melakukan simulasi keadaan darurat bencana terlaksana 100 % dalam waktu 3
bulan.

4. KEBAKARAN
A. Menyediakan APAR yang mencukupi kwalitas dan kwantitasnya, terutama di
ruang khusus terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.
B. Melakukan pemliharaan APAR secara berkala terlaksana 100 % dalam waktu 3
bulan.
C. Melakukan Patroli Asap secara rutin terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.
D. Melakukan pemasangan larangan merokok dan penegakan aturan larangan
merokok terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.
E. Pemasangan arah dan denah evakuasi bencana kebakaran, banjir dan gempa
terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.
F. Melakukan sosialisasi mengenai pencegahan, pengendalian kebakaran terlaksana
100 % dalam waktu 3 bulan.
G. Membentuk Tim di masing – masing ruangan untuk pencegahan. Pengendalian
Kebakaran terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.
H. Melakukan simulasi kebakaran dan keadaan darurat bencana secara
berkesinambungan terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.

5. PERALATAN MEDIS
A. Melakukan Kalibrasi alat secara berkala terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.
B. Membuat dan menerapkan SPO tentang pelatihan bagi tenaga medis yang
mendapatkan alat baru terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.

6. SISTEM UTILITAS
A. Melakukan pemantauan secara rutin pompa sumur air, panel-panel listrik, dan
sistem gas medis terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.
B. Penempatan gas medis (tabung) di ruangan khusus dan diberikan pengaman agar
tidak terjatuh terlaksana 100 % dalam waktu 3 bulan.

7. JADWAL PELAKSANAAN
Jadwal pelaksanaan yang telah disusun dapat dilihat di lampiran

8. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi program kerja dilakukan setiap 3 bulan sekali

9. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dilakukan saat pelaksanaan kegiatan. Pelaporan dilakukan paling lambat 1


minggu setelah pelaksanaan kegiatan. Evaluasi dilakukan paling lambat 1 minggu setelah
laporan diterima.

Deli Serdang, 06 Juli 2022


RSU Citra Medika
Direktur

(dr. Henfra Taufiq Hasibuan)


NIK.11217001

Anda mungkin juga menyukai