0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan69 halaman

Metode Cold Storage

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi, termasuk cold storage, mini pile, urugan pasir, fondasi batu belah mortar, beton footplat, dan pembesian. Setiap bagian mencakup alat, tenaga kerja, material, metode pelaksanaan, dan upaya keselamatan kerja (K3). Proses pelaksanaan diatur dengan langkah-langkah yang jelas dan memerlukan izin serta analisis keselamatan kerja sebelum dimulai.

Diunggah oleh

skpt.adm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan69 halaman

Metode Cold Storage

Dokumen ini menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi, termasuk cold storage, mini pile, urugan pasir, fondasi batu belah mortar, beton footplat, dan pembesian. Setiap bagian mencakup alat, tenaga kerja, material, metode pelaksanaan, dan upaya keselamatan kerja (K3). Proses pelaksanaan diatur dengan langkah-langkah yang jelas dan memerlukan izin serta analisis keselamatan kerja sebelum dimulai.

Diunggah oleh

skpt.adm
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODE PELAKSANAAN

VII. COLD STORAGE

A. PENDAHULUAN`
‘’Cold Storage’’ merupakan salah satu fasilitas dalam SKPT yang mencangkup item pekerjaan
bangunan 1 lantai dan fasilitas yang mendukung lainnya, dapat dilihat pada rincian pekerjaan/ Lingkup
pekerjaan.

B. LINGKUP PEKERJAAN
Lokasi dan letak dapat dilihat sebagai berikut.

LOKASI
C. URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
D. METODE DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR
[Link] Mini Pile
1. Alat
• Alat bantu
• Truck Tonton

2. Tenaga Kerja
• Tim Pabrikasi Tiang Pancang

3. Material
• Tiang Pancang Mini Pile

4. Metode
• Pengajuan Request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job Safety Analisis
• Melakukan uji material sesuai dengan RKS
• Pemesanan tiang pancang ke Vendor Tiang Pancang
• Melaksanakan Pabrikasi / Produksi dengan waktu yang sudah di tentukan
• Mengecek kualitas tiang pancang sebelum dikirim
• Kemudian dilaksanakan pengiriman tiang pancang dari pabrik menuju lokasi pekerjaan,
pengiriman harus disertakan surat jalan pengiriman barang sesuai dengan spesifikasi
dan jumlah yang dipesan untuk memantau proses pengiriman barang
MULAI

Request/Ijin Pelaksanaa Job Safety Analisis

P P

Pengadaan Alat Bantu

Periksa

Proses Pabrikasi

Periksa

Pengecekan Quality / Penurunan Tanah

Periksa

Hasil Monitoring Settlement

Selesai

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Pondasi mIni Pile)

Metode Pemancangan Mini Pile


1. Tahap Persiapan
• Perataan dan pemadatan lokasi proyek (land clearing)
• Pembebasan lokasi proyek dari existing pondasi lama
• Penentuan titik-titik pondasi yang akan dipancang
• Lokasi proyek harus rata, dipadatkan dan layak dilalui oleh trailer serta alat bantu
penurunan material (forclip) karena alat angkut material dan mesin pancang
mempunyai kapasitas angkut 25 ton.
• Jika terdapat perbedaan elevasi antara jalan raya dengan lokasi pemancangan maka
pihak pemberi tugas harus menyediakan jalan turunan (treck) yang memenuhi
persyaratan dilalui oleh truck/tronton kapasitas 25 ton untuk mengangkut material
tiang pancang ataupun mesin pancang.
• Tahapan tersebut di atas menjadi tanggung jawab dan kewajiban dari pihak pemberi
tugas (Main Kontraktor)
• Setelah survey dan tahap persiapan telah terlaksana maka material dan mesin siap
didatangkan ke lokasi proyek.
2. Tahap Pelaksanaan
• PENEMPATAN MATERIAL DAN ALAT PANCANG
- Tahap ini dimulai jika tahap-tahap persiapan telah terlaksana.
- Penempatan material berada di dalam area pemancangan, jumlah dan posisi
disesuaikan dengan kondisi dan luas lahan proyek.
- Mesin pancang harus turun di area proyek dan letaknya tepat di titik awal
pemancangan (titik awal ditentukan bersama antara pelaksana lapangan dan
team pancang).
• MEKANISME PEMANCANGAN
- Pemancangan menggunakan mesin Drop Hammer Kapasitas (1,8 – 2,5 ton)
- Setelah mesin pancang turun dari truk maka siap dirakit secara manual dengan
bantuan mesin itu sendiri.
- Pemancangan diawali dari titik terjauh dari pintu keluar dan nantinya selesai
pada daerah terdekat dengan pintu gerbang keluar lokasi proyek.
- Material yang berada di lokasi proyek jaraknya max. 10 meter (jarak datar) dari
mesin pancang agar memudahkan dalam proses penarikan tiang yang akan
dipancang.
- Jika mesin sudah siap di titik yang akan dipancang maka tiang pancang pertama
siap ditarik dan dimasukkan kedalam Pangkon atau Helmet dan diletakkan
tegak lurus dengan Boom mesin pancang.
- Jika posisi tiang pancang sudah tegak lurus maka tiang pancang tersebut siap
dipancang.
- Penentuan posisi tegak lurusnya tiang pancang menggunakan alat unting-
unting atau thedolit (alat dan pelaksanaannya disediakan oleh Main
Kontraktor).
- Sistematika pemancangan diolakukan dengan proses pemukulan bebas oleh
Hammer mesin pancang (pukulan dengan hammer yang jetuh bebas).
- Tinggi jatuh pukulan Hammer antara 0,8 s/d 1,5 meter dengan berat jatuh
pukulan 1,7 ton dan tinggo Boom mesin pancang sekitar 9 meter.
- Jika panjang tiang melebihi panjang standart yaitu 6 meter maka akan dilakukan
proses penyambungan dimana tiang pancang akan dibagi menjadi beberapa
bagian (misalnya panjang tiang 9 meter maka panjang tiang bias menjadi 5 m –
4 m atau 6 m + 3 m).
- Proses penyambungan tiang pertama dan kedua menggunakan sistem
pengelasan di join sambungan, dimana ujung tiang pertama (finish) dan ujung
tiang kelas (start) sudah dilengkapi dengan plat sambung.
- Setelah proses pengelasan biasanya dilanjutkan dengan proses pengecatan
untuk menghindarikan terjadi korosi.
- Tiang pancang dipukul secara continue dengan tinggi jatuh hammer seperti
yang diatas dan jika tiang pancang sudah tidak bias masuk kedalam tanah
(sudah mencapai tanah keras) maka akan dilakukan pengukuran dengan
pukulan hammer sebanyak 10 pukulan yang dituangkan dalam kertas
millimeter blok yang ditempel pada tiang pancang untuk mengetahui
penurunan tiang pancang yang dihasilkan setelah 10 kali pukulan (system final
set).
- Sistem final set ini berfungsi untuk mengetahui daya dukung tia pancang
terhadap beban aksial bangunan.
- Ruang bebas min. (area pancang yang rata) untuk mesin pancang untuk
melakukan menuver bolak balik adalah seukuran 6 x 6 meter.
- Jarak titik pancang minimal dari tembok tetangga terhadap mesin pancang
adalah:
o Jarak bagian depan mesin pancang antara titik pancang dengan tembok
tetangga adalah 100 cm.
o Jarak bagian depan mesin pancang antara titik pancang dengan tembok
tetangga adalah 225 cm.
- Pemasangan yang pernah dilakukan adalah dengan jarak terdekat 0,5 meter
dari tembok tetangga, dimana setelah selesainya proses pemancangan tidak
terjadi sesuatu terhadap tembok tersebut (aman).
- Mesin pancang tidak bias kembali ke titik yang sudah dipancang karena
dihalangi oleh bekas atau sisa tiang pancang sebelumnya.
- Proses pemancangan selesai dan mesin siap dibongkar.

[Link] Urugan pasir


1. Alat
• Alat bantu pekerjaan
• Dump Truck
• Stamper / Whell Loader Walker
• Excavator

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor
• Operator

3. Material
• Pasir
4. Metode
• Pengajuan Request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job Safety Analisis
• Menentukan lokasi pekerjaan
• Melakukan uji material sesuai dengan RKS
• Mendatangkan material tanah yang akan digunakan
• Meratakan tanah pada lokasi yang telah ditentukan, kemudian didapatkan dengan
Stemper / Whell Loader Walker
• Cek ukuran (posisi, ketegakan, kedataran) dan cek perkuatan
• Lakukan pelaksanaan diatas hingga hasil yang sudah ditetapkan terpenuhi
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai dengan RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (final quality) oleh QS kontraktor
dan QS MK yang disetujui oleh Direksi lapangan.
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS
5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :
• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)

6. ILUSTRASI PEKERJAAN

MULAI

Request/Ijin Pelaksanaa Job Safety Analisis

Menyiapkan Alat Yang Akan digunakan

Periksa

Menyiapkan Material sesuai yang digunakan

Periksa

Pemasangan Material Pasir

Periksa

Melakukan Uji Quality Hasil Pekerjaan

Selesai

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Urugan Pasir)


[Link] Fondasi batu Belah Mortar
1. Alat
• Alat bantu pekerjaan
• Cangkul
• Kotak Takaran
• Benang
• Cetok
• Dan alat bantu lainnya

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor
• Operator

3. Material
• Batu Pecah / Batu Gunung

4. Metode
• Pengajuan Request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job Safety Analisis
• Menentukan lokasi pekerjaan
• Lakukan pengecekan sekali lagi ukuran pemasangan Bouwplank terhadap bentuk
rencana bangunan terhadap ukuran tanah.
• Melakukan uji material sesuai dengan RKS
• Cek ukuran (posisi, ketegakan, kedataran) dan cek perkuatan
• Lakukan pelaksanaan diatas hingga hasil yang sudah ditetapkan terpenuhi
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai dengan RKS
• Batu tidak dipasang pada waktu hujan karena dapat mengikis adukan pasangan batu.
Adukan yang telah dipasang yang menjadi encer karena terkena hujan dibongkar dan
diganti sebelum melanjutkan pekerjaan baru.
• Batu yang dipakai terlebuh dahulu dibasahi dengan air antara 3 – 4 jam sebelum dipakai
• Untuk pasangan batu terdiri dari 1 Pc : 3 Pasir dalam satuan volume dan air secukupnya
sampai menghasilkan kesepakatan yang sesuai dengan keperluan yang diinginkan yaitu
Fc 17 MPa.
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (final quality) oleh QS kontraktor
dan QS MK yang disetujui oleh Direksi lapangan.
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS
• Pembersihan lokasi pekerjaan dari sisa sisa bahan material

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• menyediakan sarana peralatan seperti topi helm, sepatu lapangan, sabuk pengaman
untuk pekerja di tempat yang tinggi, sarung tangan untuk pekerja tertentu, obat-obatan
untuk P3K, pagar pengaman (pagar/tali warna kuning sebagai tanda
pembatas/peringatan) untuk wilayah pekerjaan timbunan.

6. ILUSTRASI PEKERJAAN
[Link] Beton Mutu Fc 21 (K-250) Footplat
1. Alat
• Alat bantu pekerjaan
• Concrete Pump
• Ceramik
• Truk Mixer

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor
• Operator

3. Material
• Ready Mix K-250

4. Metode
• Pengajuan Request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job Safety Analisis
• Menentukan lokasi pekerjaan
• Melakukan uji material sesuai dengan RKS
• Pembuatan perancah untuk proses pengecoran yang disyaratkan serta akses jalan pada
saat pengecoran
• Sediakan alat-alat pendukung untuk pengecoran
• Sebelum memulai pengecoran Footplat, pastikan pembesian sudah terpasang didalam
tiang dan sudah disetujui oleh pengawas
• Pengambilan benda uji dan test slump dari concrete mixer sebelum dituangkan keisian
tiang
• Pengecoran dilaksanakan setelah adukan beton rata dengan sempurna
• Dilakukan pemadatan dengan concrete vibrator dengan bantuan comporessor agar
tidak ada ronga-ronga undara
• Pengambilan sample beton kubus
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)

6. ILUSTRASI PEKERJAAN
MULAI

Request/Ijin Job Safety


Pelaksanaa Analisis

Menyiapkan Alat Yang


Akan digunakan

Check

Pembuatan Beton Besi


Site Mix K250

Check

Pengecoran

Check

Melakukan Uji
Quality Hasil
Pekerjaan
FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Beton Footplat)


[Link] Pembesian Footplat
1. Alat
• Alat Bantu
• Bar Bender
• Bar Cutter

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor

3. Material
• Besi Tulangan

4. Metode
• Pengajuan request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job safety analisis
• Melakukan uji spesifikasi sesuai RKS
• Menyiapkan material dan peralatan yang akan difunakan
• Pemotongan besi tulangan sesuai dengan yang digunakan
• Pemasangan besi tulangan pada posisi yang telah ditentukan
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)
6. ILUSTRASI PEKERJAAN

MULAI

Request/Ijin Job Safety Analisis


Pelaksanaa

Menyiapkan Alat Yang


Akan digunakan

Check

Pmotongan Besi Sesuai


yang Digunakan

Check

Pemasangan Besi
Tulangan

Check

Melakukan Uji Quality


Hasil Pekerjaan

FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Pembesian Footplat)


[Link] Bekesting Footplat
1. Alat
• Alat Bantu

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor

3. Material
• Baja WF
• Miltiplex
• Kayu Bekisting
• Paku
• Perancah

4. Metode
• Pengajuan request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job safety analisis
• Melakukan uji spesifikasi sesuai RKS
• Pembuatan panel bekisting dasar dilokasi proyek (tempat pabrikasi proyek) dengan
bahan plat baja
• Pemasangan bekisting Footplat di tiang pancang
• Bor beton dtruktur pile cap eksisting untuk dipasang angkur untuk penyambungan
dengan struktur pile cap baru
• Pelaksanaan bekisting sisi poer dengan plywood 12 mm
• Untuk tenaga kerja dapat melalui rakit/ponton mini untuk memudahkan mobilisasi dari
pekerjaan pile cap yang satu ke yang lainnya melakukan uji quality hasil pekerjaan
sesuai dengan RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS
5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :
• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)

6. ILUSTRASI PEKERJAAN

MULAI

Request/Ijin Pelaksanaa Job Safety Analisis

Menyiapkan Alat Yang Akan digunakan

Check

Pembuatan Pola Bekisting

Check

Pemasangan Bekisting

Check

Melakukan Uji Quality Hasil Pekerjaan

FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Bekesting Footplat)


[Link] Beton Mutu Fc 21 (K-250) Sloof
1. Alat
• Alat bantu pekerjaan
• Concrete Pump
• Ceramik
• Truk Mixer

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor
• Operator

3. Material
• Ready Mix K-250

4. Metode
• Pengajuan Request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job Safety Analisis
• Menentukan lokasi pekerjaan
• Melakukan uji material sesuai dengan RKS
• Pembuatan perancah untuk proses pengecoran yang disyaratkan serta akses jalan pada
saat pengecoran
• Sediakan alat-alat pendukung untuk pengecoran
• Sebelum memulai pengecoran Sloof, pastikan pembesian sudah terpasang didalam tiang
dan sudah disetujui [Link] pengawas
• Pengambilan benda uji dan test slump dari concrete mixer sebelum dituangkan keisian
tiang
• Pengecoran dilaksanakan setelah adukan beton rata dengan sempurna
• Dilakukan pemadatan dengan concrete vibrator dengan bantuan comporessor agar
tidak ada ronga-ronga undara
• Pengambilan sample beton kubus
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)

6. ILUSTRASI PEKERJAAN
MULAI

Request/Ijin Job Safety


Pelaksanaa Analisis

Menyiapkan Alat Yang


Akan digunakan

Check

Pembuatan Beton Besi


Site Mix K250

Check

Pengecoran Sloof

Check

Melakukan Uji
Quality Hasil
Pekerjaan
FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Beton Sloof)


[Link] Pembesian Sloof
1. Alat
• Alat Bantu
• Bar Bender
• Bar Cutter

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor

3. Material
• Besi Tulangan

4. Metode
• Pengajuan request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job safety analisis
• Melakukan uji spesifikasi sesuai RKS
• Menyiapkan material dan peralatan yang akan difunakan
• Pemotongan besi tulangan sesuai dengan yang digunakan
• Pemasangan besi tulangan pada posisi yang telah ditentukan
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)
6. ILUSTRASI PEKERJAAN

MULAI

Request/Ijin Job Safety Analisis


Pelaksanaa

Menyiapkan Alat Yang


Akan digunakan

Check

Pmotongan Besi Sesuai


yang Digunakan

Check

Pemasangan Besi
Tulangan

Check

Melakukan Uji Quality


Hasil Pekerjaan

FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Pembesian Sloof)


[Link] Bekesting Sloof
1. Alat
• Alat Bantu

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor

3. Material
• Baja WF
• Miltiplex
• Kayu Bekisting
• Paku
• Perancah

4. Metode
• Pengajuan request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job safety analisis
• Melakukan uji spesifikasi sesuai RKS
• Pembuatan panel bekisting dasar dilokasi proyek (tempat pabrikasi proyek) dengan
bahan plat baja
• Pemasangan bekisting pile cap di tiang pancang
• Bor beton dtruktur pile cap eksisting untuk dipasang angkur untuk penyambungan
dengan struktur pile cap baru
• Pelaksanaan bekisting sisi poer dengan plywood 12 mm
• Untuk tenaga kerja dapat melalui rakit/ponton mini untuk memudahkan mobilisasi dari
pekerjaan pile cap yang satu ke yang lainnya melakukan uji quality hasil pekerjaan
sesuai dengan RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS
5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :
• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)
6. ILUSTRASI PEKERJAAN

MULAI

Request/Ijin Pelaksanaa Job Safety Analisis

Menyiapkan Alat Yang Akan digunakan

Check

Pembuatan Pola Bekisting

Check

Pemasangan Bekisting

Check

Melakukan Uji Quality Hasil Pekerjaan

FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Bekesting Sloof)


[Link] Beton Mutu Fc 21 (K-250) Kolom
1. Alat
• Alat bantu pekerjaan
• Concrete Pump
• Ceramik
• Truk Mixer

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor
• Operator

3. Material
• Ready Mix K-250

4. Metode
• Pengajuan Request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job Safety Analisis
• Menentukan lokasi pekerjaan
• Melakukan uji material sesuai dengan RKS
• Pembuatan perancah untuk proses pengecoran yang disyaratkan serta akses jalan pada
saat pengecoran
• Sediakan alat-alat pendukung untuk pengecoran
• Sebelum memulai pengecoran Kolom, pastikan pembesian sudah terpasang didalam
tiang dan sudah disetujui oleh pengawas
• Pengambilan benda uji dan test slump dari concrete mixer sebelum dituangkan keisian
tiang
• Pengecoran dilaksanakan setelah adukan beton rata dengan sempurna
• Dilakukan pemadatan dengan concrete vibrator dengan bantuan comporessor agar
tidak ada ronga-ronga undara
• Pengambilan sample beton kubus
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)

6. ILUSTRASI PEKERJAAN
MULAI

Request/Ijin Job Safety


Pelaksanaa Analisis

Menyiapkan Alat Yang


Akan digunakan

Check

Pembuatan Beton Besi


Site Mix K250

Check

Pengecoran Kolom

Check

Melakukan Uji
Quality Hasil
Pekerjaan
FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Beton Kolom)


[Link] Pembesian Kolom
1. Alat
• Alat Bantu
• Bar Bender
• Bar Cutter

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor

3. Material
• Besi Tulangan

4. Metode
• Pengajuan request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job safety analisis
• Melakukan uji spesifikasi sesuai RKS
• Menyiapkan material dan peralatan yang akan difunakan
• Pemotongan besi tulangan sesuai dengan yang digunakan
• Pemasangan besi tulangan pada posisi yang telah ditentukan
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)
6. ILUSTRASI PEKERJAAN
[Link] Bekesting Kolom
1. Alat
• Alat Bantu

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor

3. Material
• Baja WF
• Miltiplex
• Kayu Bekisting
• Paku
• Perancah

4. Metode
• Pengajuan request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job safety analisis
• Melakukan uji spesifikasi sesuai RKS
• Pembuatan panel bekisting dasar dilokasi proyek (tempat pabrikasi proyek) dengan
bahan plat baja
• Pemasangan bekisting kolom
• Bor beton Struktur kolom eksisting untuk dipasang angkur untuk penyambungan
dengan struktur Kolom
• Pelaksanaan bekisting sisi kolom dengan plywood 12 mm
• Untuk tenaga kerja dapat melalui rakit/ponton mini untuk memudahkan mobilisasi dari
pekerjaan pile cap yang satu ke yang lainnya melakukan uji quality hasil pekerjaan
sesuai dengan RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS
5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :
• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)

6. ILUSTRASI PEKERJAAN
MULAI

Request/Ijin Pelaksanaa Job Safety Analisis

Menyiapkan Alat Yang Akan digunakan

Check

Pembuatan Pola Bekisting

Check

Pemasangan Bekisting

Check

Melakukan Uji Quality Hasil Pekerjaan

FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Bekesting Kolom)


[Link] Beton Mutu Fc 21 (K-250) Balok
1. Alat
• Alat bantu pekerjaan
• Concrete Pump
• Ceramik
• Truk Mixer

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor
• Operator

3. Material
• Ready Mix K-250

4. Metode
• Pengajuan Request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job Safety Analisis
• Menentukan lokasi pekerjaan
• Melakukan uji material sesuai dengan RKS
• Pembuatan perancah untuk proses pengecoran yang disyaratkan serta akses jalan pada
saat pengecoran
• Sediakan alat-alat pendukung untuk pengecoran
• Sebelum memulai pengecoran Balok, pastikan pembesian sudah terpasang didalam
tiang dan sudah disetujui oleh pengawas
• Pengambilan benda uji dan test slump dari concrete mixer sebelum dituangkan keisian
tiang
• Pengecoran dilaksanakan setelah adukan beton rata dengan sempurna
• Dilakukan pemadatan dengan concrete vibrator dengan bantuan comporessor agar
tidak ada ronga-ronga undara
• Pengambilan sample beton kubus
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)

6. ILUSTRASI PEKERJAAN
MULAI

Request/Ijin Job Safety


Pelaksanaa Analisis

Menyiapkan Alat Yang


Akan digunakan

Check

Pembuatan Beton Besi


Site Mix K250

Check

Pengecoran Balok

Check

Melakukan Uji
Quality Hasil
Pekerjaan
FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Beton Balok)


[Link] Pembesian Balok
1. Alat
• Alat Bantu
• Bar Bender
• Bar Cutter

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor

3. Material
• Besi Tulangan

4. Metode
• Pengajuan request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job safety analisis
• Melakukan uji spesifikasi sesuai RKS
• Menyiapkan material dan peralatan yang akan difunakan
• Pemotongan besi tulangan sesuai dengan yang digunakan
• Pemasangan besi tulangan pada posisi yang telah ditentukan
• Melakukan uji quality hasil pekerjaan sesuai RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)
6. ILUSTRASI PEKERJAAN
[Link] Bekesting Balok
1. Alat
• Alat Bantu

2. Tenaga Kerja
• Pekerja
• Tukang
• Mandor

3. Material
• Baja WF
• Miltiplex
• Kayu Bekisting
• Paku
• Perancah

4. Metode
• Pengajuan request/Ijin pelaksanaan pekerjaan kepada Direksi atau Konsultan
• Job safety analisis
• Melakukan uji spesifikasi sesuai RKS
• Pembuatan panel bekisting dasar dilokasi proyek (tempat pabrikasi proyek) dengan
bahan plat baja
• Pemasangan bekisting Balok
• Pelaksanaan bekisting sisi balok dengan plywood 12 mm
• Untuk tenaga kerja dapat melalui rakit/ponton mini untuk memudahkan mobilisasi dari
pekerjaan pile cap yang satu ke yang lainnya melakukan uji quality hasil pekerjaan
sesuai dengan RKS
• Opname kesesuaian volume terpasang dengan BOQ (Final quality) oleh QS kontraktor
dengan QS Konsultan supervise yang disetujui oleh Direksi lapangan
• Serah terima sesuai hasil opname volume terpasang
• Di masa pemeliharaan, kontraktor menjamin setiap hasil pekerjaan sesuai dengan
kondisi dan syarat pada PHO yang sesuai RKS

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)
6. ILUSTRASI PEKERJAAN
MULAI

Request/Ijin Pelaksanaa Job Safety Analisis

Menyiapkan Alat Yang Akan digunakan

Check

Pembuatan Pola Bekisting

Check

Pemasangan Bekisting

Check

Melakukan Uji Quality Hasil Pekerjaan

FINISH

(Bagan Alir Metode Pelaksanaan Bekesting Balok)


D.16. METODE PEKERJAAN STRUKTUR ATAP
1. Pekerjaan Persiapan
• Menyiapkan gambar kerja rencana atap sebagai panduan perangkaian dan perletakan
kuda kuda atap
• Siapkan semua peralatan yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan kuda kuda atap
• Singkirkan hal hal yang menggangu proses pelaksanaan pekerjaan dari dalam area
kerja.

2. Perangkaian Kuda Kuda Atap


• Perangkaian kuda kuda baja IWF dilakukan pada lokasi terpisah, artinya perangkaian
kuda kuda ini dilakukan di area bawah
• Sebelum dilakukan perangkaian kuda kuda baja IWF. Pastikan terlebih dahulu seluruh
permukaan belahan atas ringbalok dalam keadaan rata dan siku dengan memakai waterpass
dan alat penyiku sebagai alat bantu
• Pastikan pula rangka ring balok sudah mengikat semua belahan bangunan dan
tersambung dengan benar dengan kolom yang ada dibawahnya biar kuda kuda nantinya
sanggup terpasang dengankokoh
• Berikan tanda posisi perletakan kuda kuda sesuai dengan gambar rencana atap
• Kemudian melaksanakan pengukuran jarak antara kuda kuda
• Rangkai terlebih dahulu kaki kuda kuda dengan mengikat batang tarik yang telah
disediakan,yang diikat dengan kaki kuda kuda pada masing masing belahan ujungnya,
lalu berikan moor sebagai pengikat masing masing bagian
• Sebagai penguatan, berikan pula skoor lalu ikat dengan skoor
• Untuk setiap belahan sambungan, beri plat untuk memperkuat dan menjaga kedudukan
posisi tiap sambungan

3. Pengangkatan dan penyetelan kuda kuda


• Angkat kuda kuda kebagian atas dengan memakai katrol secara hati hati biar tidak
mengakibatkan kerusakan pada rangkaian kuda kuda yang telah final dirakit
• Pastikan posisi kiri dan kanan kuda kuda tidak terbalik, sisi kanan dan sisi kiri kuda
kuda sanggup ditentukan dengan teladan posisi ketika pekerjaan melihat kuda kuda.
• Kemudian kontrol kembali posisi berdirinya kuda kuda biar tegak lurus dengan ring
balik memakai unting unting
• Setelah dipastikan kuda kuda dalam posisi sempurna, lakukan pengencangan posisi
kuda kuda biar lebih berpengaruh dan kokoh
4. Pemasangan Gording, Kasau, Rangka Atap dan Penutup Atap
• Setelah kuda kuda baja IWF terpasang, lalu siapkan skor gording yang terbuat dari besi
siku
• Kemudian letakkan gording baja saluran C, dengan jarak masing masingnya sesuai
gambar rencana
• Setelah gording baja saluran terpasang, lalu gres pasang pendel gording besi dengan
diameter 10 yang dikuatkan dengan moor baut dias gording baja saluran tadi
• Setelah susunan gording terpasang, gres sanggup dipasangkan kaso baja ringan box
dengan jarak masing masing sesuai gambar, yang dipasang tegak lurus diatas susunan
gording tadi
• Lalu sebagai daerah perletakan atap
• Setelah pemasangan rangka atap selesai, gres sanggup diletakkan penutup atap
diatasnya yang disusun dan dipasang sesuai dengan rencana kerja.

5. UPAYA KESELAMATAN KERJA (K3) :


• Pekerja memakai APD sesuai kebutuhan (Helm, Rompi, Sepatu Boot, Masker, dll)

6. ILUSTRASI PEKERJAAN
E. METODE PEKERJAAN ARSITEKTUR
1. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
1.1 Lingkup Pekerjaan
Meliputi pengadaan bahan dan pemasangan dinding sisi dalam/luar bangunan dan dinding pembatas
ruangan, pagar atau sesuai gambar.

1.2 Bahan
1.2.1 Bahan dinding untuk bagian dalam bangunan dan dinding luar bangunan
Batu bata ringan ataupun jenis lainnya dapat digunakan untuk dinding jika
disetujui oleh Manajemen Konstruksi. Sebelum pekerjaan dimulai,
memberikan contoh bahan kepada Manajemen Konstruksi Pengawas
untuk dimintakan persetujuannya. Contoh batu bata yang telah disetujui
disimpan di kantor proyek. Apabila bahan yang datang tidak sesuai dengan
contoh yang telah disetujui, maka Manajemen Konstruksi /Pengawas
berhak menolak bahan tersebut dan segera mengeluarkan bahan tersebut dari lokasi proyek dalam
waktu 2 kali 24 jam.

1.2.2 Bahan dinding untuk bagian dalam bangunan dan dinding luar bangunan
Bahan yang dipakai memakai pasir dan semen dengan perbandingan 1:3 untuk pekerjaan pasangan
bata trasraam dan perbandingan 1:5 untuk pekerjaan pasangan bata biasa.

1.3 Pelaksanaan
• Sebelum batu bata dipasang, batu bata tersebut direndam dalam air sampai gelembung udara
tidak terlihat lagi. Batu bata yang dipasang utuh, kecuali untuk pasangan sudut dapat memakai
batu bata pecahan.
• mengerjakan pengukuran bangunan (uitzet) secara teliti dan sesuai gambar.
• Selama 1 (satu) hari pemasangan dinding bata tidak boleh lebih dari 1 (satu) meter dan
pengakhiran pemasangan pada satu hari dibuat bertangga menurun dan tidak tegak bergigi,
untuk menghindari retaknya dinding dikemudian hari.
• Pada semua pasangan bata ½ batu, satu sama lain dapat mengikat dengan sempurna, tidak
dibenarkan menggunakan batu bata pecahan kecuali untuk pasangan sudut/las-lasan.
• Pada pasangan batu bata 1 batu dan pasangan yang lebih tebal disusun sesuai dengan petunjuk/
peraturan yang seharusnya.
• Pada tiap pertemuan tegak lurus terdapat ikatan pemasangan yang sempurna kecuali di tiap-tiap
pertemuan dimana ada tiang-tiang beton yang merupakan bingkai.
• Setiap pertemuan tegak lurus, terdapat ikatan pemasangan yang sempurna, kecuali ditiap-tiap
pertemuan dimana ada tiang-tiang beton merupakan bingkai.
• Bidang dinding yang luasnya lebih dari 10 m2 ditambah kolom dan balok penguat (beton praktis)
dengan ukuran 13x13 cm, pembesian 4 bh Ø 10 mm, beugel (ring) Ø 8 mm tiap jarak 15 cm.
• Seluruh keliling kosen-kosen pintu dan jendela, diberi kolom dan balok beton dengan ukuran
13x13 cm, pembesian 4 bh Ø 10 mm, beugel (ring) Ø 8 mm tiap jarak 15 cm.
• Semua pasangan baru, dijaga tidak terkena sinar matahari langsung dan Pihak Kami
menyediakan karung-karung yang digunakan untuk menutup pasangan serta keadaannya basah,
selain karung goni, juga dapat digunakan kajang bogor atau lainnya untuk menutup pasangan
tersebut.
• Pembuatan lubang pada pasangan dinding untuk steger sama sekali tidak diperkenankan.
• Bagian pasangan dinding yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom,
balok, listplank beton dan lain-lain) diberi stek-stek besi beton Ø 10 mm jarak 60 cm, yang
terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian kolom beton dan pada bagian yang tertanam
dalam pasangan batu bata sekurang-kurangnya 40 cm, kecuali ditentukan lain oleh Manajemen
Konstruksi/ Pengawas, pemasangan stek besi dilakukan sebelum beton dicor.
• Di tempat yang akan terdapat kosen pintu, kosen jendela, lubang ventilasi dan lain-lain,
penempatan pasangan batu bata hendaknya disesuaikan.
• Lubang-lubang untuk instalasi listrik, plumbing, AC atau lain-lain dimana diperlukan adanya
instalasi listrik, plumbing, AC dan lain-lainnya, yang ditanam pada dinding, maka dibuat pahatan
secukupnya, pahatan tersebut setelah dipasang pipa ditutup dengan adukan yang sama, bila
pahatannya untuk diisi lebih dari 1 (satu) pipa, lubang pahatan tersebut dibungkus kawat
nyamuk.

2. PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN DINDING


a. Lingkup Pekerjaan
• Termasuk dalam pekerjaan plesteran ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan
termasuk alat-alat bantu dan alat-alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan
plesteran dinding, sehingga dapat dicapai hasil plesteran yang bermutu baik.
• Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding, kolom-kolom beton, balok-
balok beton, listplank beton, serta bagian lain yang diplester.
• Plesteran boleh dikerjakan apabila seluruh instalasi jaringan listrik, telepon, antenna TV, kabel
data, AC, air bersih, air panas, air kotor/ bekas, air hujan, sudah selesai dipasang.

b. Bahan
Bahan yang dipakai untuk plesteran memakai bahan pasir dan semen dengan komposisi perbandingan
1:2 untuk pekerjaan dindig bata trasraam dan 1:4 untuk pekerjaan dinding bata biasa.

c. Pelaksanaan
• Permukaan dinding yang akan diplester dibersihkan dari kotoran, debu, partikel lain.
• Pencampuran menggunakan mesin mixer.
• Pencampuran air secara bertahap dan diaduk sampai rata selama 3-4 menit.
• Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan pasangan telah selesai dipasang,
kolom dan ring balok telah dicor, bobokan untuk instalasi listrik (pipa), AC, instalasi air bersih
dan instalasi lainnya telah ditanam dalam dinding.
• Dinding pasangan bata yang akan diplester, sebelumnya selalu disirami air sampai jenuh selama
3 hari, agar adukan plesteran dapat melekat dengan baik pada dinding.
• Plesteran halus (acian) dapat dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering benar).
• Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 100 cm, dipasang tegak lurus dan menggunakan
potongan kecil kayu plywood, untuk patokan kerataan dinding, potongan plywood tersebut
dilepas apabila kepala plesteran telah mongering.
• Ketebalan plesteran mencapai ketebalan permukaan dinding/kolom yang dinyatakan dalam
gambar. Tebal plesteran 15-20 mm. Jika ketebalan melebihi dari 2 cm diberi tambahan kawat
ayam (wire mesh), untuk memperkuat daya lekat plesteran.
• Seluruh pertemuan bidang plesteran dengan keliling kosen dibuat tali air ukuran 5 x 5 mm, atau
6 x 6 mm atau sesuai permintaan, hasil pengerjaan lurus, rata, rapih, baik dan tidak
bergelombang.
• Untuk permukaan yang datar, mempunyai toleransi lengkung atau cembung tidak melebihi 5 mm
untuk setiap jarak 200 cm. Jika melebihi, berkewajiban memperbaikinya dengan biaya atas
tanggungan Pihak Kami.
• Kelembaban plesteran dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar, tidak terlalu tiba-tiba dan
membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan dilindungi dari terik matahari
langsung dengan bahan penutup yang dapat mencegah penguapan air secara cepat.
• Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, atau akibat lainnya, maka
plesteran tersebut dibongkar dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Manajemen
Konstruksi/ Pengawas dengan biaya atas tanggungan Pihak Kami. Selama 7 (tujuh) hari setelah
pengacian selesai penyedia selalu menyiram dengan air sampai jenuh sekurangkurangnya 1 kali
sehari.
• Sudut-sudut luar dinding seluruh sudut vertikal, dikerjakan dengan baik, tegak dan lurus.
• Pekerjaan finishing (pengecatan) dapat dilakukan apabila plesteran telah berumur lebih dari 21
(dua puluh satu) hari, dan plesteran tersebut sudah benar-benar dalam keadaan kering.
3. PEKERJAAN PELAPISAN LANTAI DAN DINDING
a. Umum
Sebelum pekerjaan pelapis lantai dilakukan maka:
• Akan diadakan penelitian terhadap peil lantai agar sesuai dengan gambar rencana.
• Lapisan waterproofing untuk daerah basah, KM/WC, toilet, balkon dan ruang-ruang lainnya yang
berhubungan dengan air dan telah diadakan pengetesan dengan hasil tidak bocor disaksikan oleh
Manajemen Konstruksi dengan berita acara hasil pengecekan bersama
• Pekerjaan plafond telah selesai dipasang.
• Membuat gambar kerja (shop drawings)
• Pemasangan pelapis lantai dan dinding dikerjakan tahap akhir, untuk menghindari kerusakan
akibat pekerjaan yang belum selesai.
• Lebar naad untuk lantai 3-4 mm, dan naad untuk dinding maksimal 2 mm.

b. Lingkup Pekerjaan
Meliputi penyediaan bahan, pemasangan, penyedian alat-alat bantu dan pembersihan.

 Pekerjaan Lantai Granit


1. Pemasangan
Pemasangan mengacu pada:
• Gambar kerja telah disetujui Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana.
• Bahan granit yang akan dipasang diajukan kepada Manajemen Konstruksi/Pengawas.
• Peil lantai telah diteliti kebenarannya dan telah dilaporkan kepada Manajemen Konstruksi/
Pengawas.
• Peil lantai yang akan dipasang telah bersih dari berbagai macam kotoran.
• Pemasangan memakai perekat granit merk/jenis Drymix Tile.
• Sebelum pemasangan granit dimulai, seluruh permukaan lantai beton diratakan/ discreed
memakai Drymix Screed tebal + 3,5 cm.
• Siar-siar (naad) dibuat sekecil mungkin, rata dan sama besar.
• Pemasangan dikerjakan oleh pekerja yang ahli dan terampil dalam pemasangan.
• Seluruh pertemuan lantai dengan dinding diberi plint setara tinggi 10 cm dan di finish cat
plint, ini Pihak Kami dikerjakan walaupun tidak dijelaskan dalam gambar.
• Adukan yang menempel pada permukaan lantai harus segera dibersihkan sebelum
mengering.
• Pengisian naad/ grouting setelah pemasangan lantai selesai dipasang dan telah mengering.
• Setelah selesai dipasang dan digrouting, maka lantai tersebut dijaga kebersihannya sampai
penyerahan pertama.
• Bahan-bahan yang dapat merusak lantai granit harus segera dijauhkan dan tidak
diperkenankan disimpan pada ruang-ruang yang telah selesai dipasang granit.
4. PEKERJAAN SANITARY/ UTILITAS
a. Umum
Pekerjaan pemasangan sanitair dapat dilakukan apabila seluruh instalasi air bersih dan
instalasi air kotor telah selesai dikerjakan dan telah dilakukan pengetesan, serta pekerjaan
finising pada ruang KM/WC telah selesai dikerjakan. Semua bahan yang dipasang sesuai dengan
contoh yang telah disetujui oleh Manajemen Konstruksi/ Pengawas/ Pemberi Tugas. Bahan-bahan dan
peralatan sanitair dapat dipasang apabila telah mendapat ijin dari Manajemen konstruksi/ Pengawas/
Perencana. Bahan-bahan dan peralatan sanitair dicek ulang sebelum dipasang. Bila terdapat
cacat/rusak, dikeluarkan dari proyek dan diganti dengan yang baru. Pemasangan sanitair beserta
perlengkapannya dilakukan oleh pekerja yang ahli di bidangnya. Perletakan perlengkapan sanitair
terletak diantara persimpangan atau pertemuan naad-naad pelapis dinding. Sanitair yang telah dipasang
diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan hasil pemasangan. Pihak kami akan
memperbaiki dan mengganti bila ada kerusakan atas bahanbahan/peralatan sanitair yang terjadi selama
masa pemeliharaan dan biayanya menjadi tanggung jawab Pihak Kami. Seluruh brosur sanitair dan
perlengkapannya diserahkan kepada pemberi tugas selepas masa pemeliharaan.

b. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan-bahan, peralatan, pemasangan, alat-alat bantu lainnya yang
diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan ini, sehingga tercapai pekerjaan yang bermutu dan
sempurna. Pengadaan dan pemasangan sanitair beserta peralatannya sesuai dengan ketentuan yang
telah ditetapkan dalam gambar dan perincian pekerjaan. Kami akan membuat gambar kerja (shop
drawings) dan mengecek semua ukuran-ukuran. Mengajukan brosur beserta contoh warna dan
mengajukan contoh peralatan sanitair sesuai dengan type-type yang tertera dalam gambar/perincian
biaya pekerjaan.

c. Bahan
Bahan-bahan sanitair memakai merk dengan type/model dan accessoriesnya seperti yang diuraikan
dalam bill of item (perincian biaya pekerjaan). Seluruh sanitair dan perlengkapan yang dipasang dalam
keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya, sesuai dengan type-type sanitair serta komplit dengan
fitting yang dikeluarkan oleh Pabrik Surya Toto Indonesia.

d. Pemasangan
a. Pasang closet duduk type standart (lengkap terpasang)
• Buat lubang pada lantai kamar mandi yang mengarah pada saluran pipa pembuangan yang ada
dibawahnya. Sambungkan saluran pipa bawah tanah dengan pipa tikungan toilet.
• Siapkan tempat pemasangan dudukan kloset (toilet flange) agar cocok dengan ukuran dan posisi
pada lubang yang merupakan saluran pembuangan air kotor (closet bend).
• Pasang dudukan kloset. Gunakan lem agar menempel pada pipa pembuangan.
• Kemudian bor lubang dudukan kloset dan lakukan pemasangan baut.
• Pasang head dan seal karet.
• Pasang secara menempel stop valve, kawat tembaga dan perangkatnya di dinding kamar mandi.
• Pasang Kloset Duduk dan sesuaikan posisinya dengan seal karet dengan menggunakan pedoman
baut yang terpasang.
• Kencangkan baut. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan memasang baut terlalu kencang
karena akan menyebabkan bagian bawah kloset duduk akan menjadi retak. S
• sebelum memasang tangki di atas kloset duduk, gunakan karet penahan tangki (bila ada).
• Pasang Tangki dan kencangkan bautnya.
• Kemudian pasang tutup tangki.
• Lakukan penyambungan saluran air bersih menuju tangki dengan menggunakan flexible

b. Pasang kran 0,5" stainless (lengkap terpasang)


• Hal yang harus di perhatikan dalam pemasangan kran adalah tekanan air.
• Dalam proyek konstruksi ini, bangunan adalah gedung berlantai 3 dan memiliki ketinggian
tandon sekitar 15 meter. Sehingga tekanan air berkisar antara 1 sampai 1.5 kg/cm2.
• Pada titik yang telah ditentukan, dibuat lubang pada dinding sebagai tempat pemasangan kran
ya g mana pipa instalasi telah terpasang sebelumnya.
• Langkah berikutnya adalah menentukan gate valve induk. Agar lebih mudah, tutup terlebih
dahulu valve (kran putar) yang berada di instalasi tangki tandon di bagian out bow (Biasanya
sebagai pipa penyuplai air ke seluruh bangunan.
• Selanjutnya lilitkan seal tape pada kran tersebut searah jarum jam. Jumlah lilitan antara 7 sampai
12 lilit (atau menyesuaikan kerapatan kran tersebut).

c. Pasang shower dinding + stop kran + kran (lengkap terpasang)


• Pelaksanaan pekerjaan pemasangan shower dinding dan asseccoriesnya dapat dikerjakan
bersamaan dengan pekerjaan pengecatan atau pada saat bangunan pada tahap penyelesaian
untuk serah terima, hal ini dilakukan untuk menjaga alat-alat sanitair tersebut tidak rusak/hilang
sebelum bangunan digunakan.
• Beri tanda (marking area) untuk penempatan posisi shower.
• Pastikan posisi titik inlet untuk connect ke alat sanitair sudah terpasang sesuai dengan gambar
kerja.
• Untuk inlet berupa drat, penyambungan terlebih dahulu menggunakan seal tape.
• Pasang alat sanitary pada posisi yang telah diberi tanda.
• Proteksi alat sanitair yang sudah terpasang.
• Untuk testing pada pekerjaan sanitair adalah test fungsi alat sanitair

d. Pasang jet washer (lengkap terpasang)


• Lepaskan 2 baut pengikat cover dan cover sit closet.
• Setelah cover and cover sit closet terlepas, pasang jet washer.
• Pasang karet jet washer di bawah plat stainless jet washer.
• Setelah itu, pasang lagi cover and cover sit closet. Tentunya 2 baut pengikatnya masuk ke lubang
stainless dan packingnya ya.
• Kencangkan kembali 2 baut tersebut hingga covernya tidak bergerak ketika di buka tutup.
• Lalu pasang flexible hose pada stop kran yang menempel di stainless steelnya.
• Setelah selesai, pasang juga ujung dari flexible hose besi yang lain ke kran supply utama.

e. Pasangan floor drain stainless, termasuk coring beton urutan Pekerjaan Sbb:
• Floor Drain dikerjakan bersamaan dengan Pekerjaan Pasangan Keramik Lantai KM.
• Pada titik yang telah ditentukan, dipersiapkan lubang untuk floor drain, yang telah terhubung
dengan pipa pembuangan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
• Buat adukan semen-pasir, dan dengan menggunakan sendok semen, tempelkan adukan ke
seputar bibir lubang saluran pembuangan.
• Ambil bagian mangkok floor drain dan masukkan bagian bawahnya ke lubang pembuangan.
Tekan dan rekatkan ke adukan semen. Sebelumnya, singkirkan dulu kertas penghalang material
tadi.
• Tutup bagian pinggir floor drain dengan adukan semen. Rapikan. Sewaktu semen setengah
kering, taburkan semen kering ke atas hingga semen betul-betul kering.

5. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT (PLAFOND)


a. Umum
• Pekerjaan langit-langit ini (plafond) baru boleh dilakukan setelah seluruh pekerjaan instalasi seperti
kabel-kabel, pipa-pipa dan peralatan lainnya yang berada didalam plafond sudah selesai dipasang
dan telah diuji coba (ditest).
• Bahan yang dipasang baru, baik, tidak cacat dan telah mendapatkan persetujuan dari Perencana.
• Seluruh pekerjaan langit-langit sudah termasuk pembuatan lubang lampu (armature), grille exhaust
dan lubang-lubang lainnya yang berada pada plafond. Biaya pembuatan lubang tersebut dimasukkan
pada harga pekerjaan langit-langit (plafond).
• Lokasi Man Hole pada langit-langit (plafond) mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Manajemen
konstruksi.

b. Lingkup Pekerjaan
• Meliputi penyediaan bahan dan pemasangan langit-langit (plafond), alat-alat Bantu, rangka dan
penggantung, list sudut, koef plafond dan pekerjaan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan langit-
langit.
• Membuat gambar kerja (shop drawing) untuk disetujui perencana.
• Menyediakan contoh-contoh bahan dan diajukan kepada Manajemen Konstruksi/ Pengawas/
Perencana untuk disetujui/ di ACC.
• Membuat mock-up untuk disetujui/ di ACC Manajemen Konstruksi/ Pengawas/ Perencana.

c. Bahan
a. Rangka
- Rangka plafond memakai Furring Boral Metal System
- Modul 60 x 120 cm
- Finishing Ctat tembok (Acrylic emulsion) setara danabrite

b. Penutup langit-langit
Penutup langit-langit memakai panel gypsum board setara Jaya Board dengan tebal 9 mm.

d. Pelaksanaan
• Sebelum rangka dipasang kami akan mengajukan contoh bahan kepada Manajemen
Konstruksi/Pengawas untuk disetujui.
• Seluruh instalasi M&E yang berada di atas plafond telah terpasang dan telah ditest.
• Setelah seluruh rangka plafond terpasang, bidang permukaan harus rata, waterpass dan tidak
bergelombang.
• Penggantung untuk rangka plafond tiap jarak 120 x 120 cm atau sesuai gambar.
• Bahan penutup langit-langit memakai gypsum board, naad mati/ tanpa naad, sambungan-
sambungan panel ditutup dengan compound dan dilapisi kain kassa kualitas baik.
• Lembaran gypsum direkatkan pada rangka plafond dengan menggunakan sekerup tiap jarak 20
cm atau sesuai gambar, ditanam sedalam 1-2 mm dari permukaan panel gypsum, agar dapat terisi
oleh compound.
• Dalam pengerjaan plafond ini, sudah termasuk pembuatan lubang armature, biayanya dimasukan
ke dalam harga satuan plafond

6. PEKERJAAN PENGECATAN
Lingkup Pekerjaan:
a. Meliputi penyediaan bahan-bahan, alat-alat bantu dan penyediaan tenaga kerja.
b. Seluruh permukaan dinding telah difinish, plafond telah selesai dikerjakan, kosen-
kosen/pintu/jendela telah selesai dipasang.
c. Mengajukan brosur-brosur cat dinding/cat plafond/politur melamik dan bahan-bahan lainnya
yang diperlukan.
d. Membuat mock-up pada dinding/plafond untuk dipilih dan disetujui warnanya.

a) Pekerjaan Cat Dinding/ Tembok untuk Interior


a. Bahan
- Jenis
Cat Dasar : Setara dana Paint (Danabrite)
Cata Akhir : Setara dana paint (Danabrite)
- Produksi : Setara dana Paint
- Warna : Sesuai rencana

b. Metode Pengecatan
• Dinding yang akan dicat sudah diplester dan diaci dengan baik, dan telah mengering dengan
sempurna.
• Warna cat telah disetujui Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana.
• Permukaan dinding diamplas sampai halus, abu-abu yang melekat dibersihkan.
• Setelah dibersihkan, lalu diberi lapisan cat Dasar Setara dana Paint (Danabrite)
• sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata. Setelah lapisan alkali resisting primer mengering, lalu
diamplas halus. Setelah seluruh permukaan dinding diamplas halus, lalu diberi lapisan cat Setara
dana Paint (Danabrite)
• sampai benar-benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen
Konstruksi/Pemberi Tugas.
• Cara pengecatan mengikuti technical data dari Danabrite
• Pengecatan halus menggunakan roller, sedangkan kuas hanya pada tempat tempat tertentu saja.
• Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik cat.
• Aplikasi pengecatan, dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan
rekomendasi dari Manajemen Konstruksi/Pengawas atau dari produksi cat.
• Melampirkan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari
cat dasar dan cat akhir adalah benar dari produksi yang sama.

b) Pekerjaan Cat Dinding/ Tembok untuk Eksterior


a. Bahan
- Jenis
Cat Dasar : Setara dana Paint (Dana Shild)
Cata Akhir : Setara dana paint (Dana Shild)
- Produksi : Setara dana Paint
- Warna : Sesuai rencana

b. Metode Pengecatan
• Dinding yang akan dicat sudah diplester dan diaci dengan baik, dan telah mengering dengan
sempurna.
• Warna cat telah disetujui Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana.
• Permukaan dinding diamplas sampai halus, abu-abu yang melekat dibersihkan.
• Setelah dibersihkan, lalu diberi lapisan cat Dasar Setara dana Paint (Dana Shild) sebanyak 1 lapis
sampai benar-benar rata.
• Setelah lapisan alkali resisting primer mengering, lalu diamplas halus.
• Setelah seluruh permukaan dinding diamplas halus, lalu diberi lapisan cat Setara dana Paint
(Dana Shild) sampai benar-benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen
Konstruksi/Pemberi Tugas/Perencana.
• Cara pengecatan dan pengecatan cat mengikuti technical data dari Setara dana Paint (Dana Shild).
• Pengecatan halus menggunakan roller, sedangkan kuas hanya dilakukan pada tempat-tempat
tertentu saja
• Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik cat.
• Aplikasi pengecatan dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan
rekomendasi dari MK/Pengawas atau dari produksi cat.
• Melampirkan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari
cat dasar dan cat akhir adalah benar dari produksi yang sama.
c) Pekerjaan Cat Langit-langit (Plafond)
a. Bahan
Jenis bahan yang digunakan adalah:
Cat Dasar : Setara dana Paint (Danabrite)
Cata Akhir : Setara dana paint (Danabrite)
Produksi : Setara dana Paint
Warna : Sesuai rencana

b. Metode Pengecatan
Pengecatan langit-langit meliputi:
- Plafond beton;
- Plafond gypsum; dan
- Plafond lainnya sesuai gambar.
Sedangkan metode pengecatan langit-langit (plafond) meliputi:
• Setelah bahan langit-langit terpasang, permukaan langit-langit (plafond) dibersihkan dari
berbagai macam kotoran, lubang-lubang paku/skrup telah diisi dan diratakan serta telah
diamplas sampai halus, lalu diberi lapisan cat dasar Dulux sebanyak 1 lapis sampai benar-benar
rata.
• Setelah lapisan alkali resisting primer dan telah mengering lalu diamplas halus.
• Setelah seluruh permukaan plafond diamplas halus, lalu diberi lapisan cat Dulux sampai benar-
benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh Manajemen Konstruksi/ Pemberi Tugas/
Perencana.
• Cara pengecatan dan pengecatan cat mengikuti technical data dari Dulux.
• Pengecatan halus menggunakan roiler, sedangkan kuas hanya dilakukan pada tempat-tempat
tertentu saja.
• Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik cat.
• Aplikasi pengecatan, dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan
rekomendasi/ pengawasan dari produksi cat.
• Melampirkan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang dipakai, mulai dari
meni/ cat dasar/ cat akhir adalah benar dari produksi Dulux.

7. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA


a. Lingkup Pekerjaan:
Pekerjaan ini meliputi penyediaan kusen-kusen, pintu-pintu/jendela kayu maupun UPVC yang sesuai
yang ditunjukan dalam gambar dan spesifikasi ini, aksesories yang diperlukan untuk pemasangan
dan kelengkapannya, penyimpanan dan perawatan, serta pembangunannya sesuai yang telah
ditunjukan dalam gambar. Bagian ini menjelaskan “Commercial Quality” kusen dan pintu-pintu kayu
dan UPVC untuk pintu dan buka-bukaan yang berhubungan.
Bagian yang terkait:
• Pekerjaan pasangan dinding & plesteran
• Pekerjaan pengecatan
• Pekerjaan kusen dan daun pintu/ jendela
• Pekerjaan alat penggantung dan pengunci
Pengadaan dan Pemasangan kaca Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, pengerjaan, pemasangan
alat-alat bantu, alat-alat angkut dari gudang ke lokasi proyek dan peralatan lainnya. Pemasangan
Material kosen, pintu, jendela adalah material yang berkaitan erat dengan arsitekturnya dan
termasuk material halus, finishing yang perlu diperhatikan prosedurnya baik mulai dari pemasangan
sampai pemeliharaannya. Untuk menghindari resiko salah pemasangan, ukuran dan material kosen
maupun accesoriesnya, kami memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
• Dilakukan pemeriksaan pengukuran di lapangan, agar ukuran kosen yang dipasang telah
disesuaikan dengan ukuran di lapangan dan membuat shop drawing, lalu diajukan kepada
Manajemen Konstruksi dan Perencana untuk dimintakan persetujuannya.
• Mengajukan contoh-contoh bahan yang digunakan pada proyek ini.
• Tidak menggunakan bahan yang cacat dan bernoda, bahan yang dipasang sesuai dengan contoh
bahan yang sudah disetujui Perencana/Manajemen Konstruksi.
• Sebelum kosen dibuat/dipesan, kami akan membuat mock-up kosen, pintu, jendela dengan skala
1 : 1, lengkap dengan kunci, engsel, kaca dan finishing melamik di proyek untuk diperiksa dan di
ACC terlebih dahulu oleh Manajemen Konstruksi dan Perencana Arsitektur.
• Pemasangan kosen dilakukan paling akhir setelah dinding diplester dan diaci, naad/pertemuan
kosen dengan dinding diberi sealent.
• Pemasangan Pintu
- Kunci pintu dipasang pada ketinggian 100 cm dari lantai.
- Pemasangan engsel atas berjarak maksimal 28 cm dari tepi atas daun
- pintu dan engsel bawah berjarak maksimal 33 cm dari tepi bawah daun
- pintu, sedang engsel tengah dipasang di antara kedua engsel tersebut.
- Semua pintu memakai lockcase lengkap dengan pegangan, pelat penutup muka dan pelat kunci.
- Pada pintu yang terdiri dari dua daun, salah satu daunnya yang tidak
- berhendel maka harus dipasang gerendel tanam atau setara yang ditanam pada sisi ketebalannya,
baik bagian atas ataupun bawah sebagaimana mestinya dan lihat lampiran material.
• Pemasangan Jendela
- Pemasangan engsel atas daun jendela berjarak maksimal 15 cm dari tepi atas, dan berjarak 10
cm dari tepi bawah, harus benar-benar menutup sempurna, kuat dan kokoh.
- Setiap daun jendela diberi hak angin, yang pemasangannya di tepi bawah, dan bila dibuka
memungkinkan sampai tegak lurus.
- Pengunci jendela berada ditengah-tengah sisi vertikal yang berseberangan dengan engsel.

• Pemasangan Partisi dan Pintu Dorong


- Setiap satu daun panel partisi berdiri sendiri, yang dipegang/digantung dengan 1 roda atas pada
lajur rel. Hubungan antara panel satu dengan panel yang lain saling bertaut, sehingga bila seluruh
panel dirapatkan dan dikunci pada salah satu satu sisi, maka panel partisi tersebut dapat rapat
berdiri, kokoh, lurus dan kokoh tidak dapat diputar atau dibuka.
- Pada bagian bawah panel partisi juga diberi roda bawah yang berjalan pada rel bawah.
Pemasangan rel, roda-roda serta aksessoris lainnya dipasang sesuai dengan petunjuk pabrik
yang memproduksi dan dilakukan oleh tenaga ahlinya. Seluruh perlengkapan tersebut harus
kuat, kokoh dan benar, sertalurus. Overlaping antar panel yang ditengah dan tepi harus benar-
benar diperhatikan. Sedangkan perlengkapan pengunci seperti Lockcase dari jenis pintu dorong
dan pull handle yang berjarak 100 cm dari muka lantai serta dilengkapi dengan grendel.

8. PEKERJAAN WATERPROOFING ATAP BETON


a. Umum
Sebelum pekerjaan finishing atap dilakukan, maka:
• Kami akan mengadakan penelitian terhadap kemiringan atap agar sesuai gambar rencana.
• Sebelum pekerjaan dimulai, Kami akan memeriksa bagian-bagian terkait seperti roof floor drain,
dan semua peralatan terkait untuk memastikan, rencana kemiringan, maupun koordinasi dalam
membuat rencana pekerjaan screed.
• Memeriksa saluran atap untuk membuat rencana kemiringan dan tali air pada area atap.
• Pengerjaan waterproofing harus sesuai dengan petunjuk dan syarat-syarat yang dijelaskan
dalam pasal waterproofing.

Referensi
• Bagian ini mencakup ketentaun/syarat-syarat (pembayaran, pengiriman, penyimpanan,
pemasangan) untuk pekerja, material, dan peralatan .
• Meliputi pekerjaan penyiapan lapisan screed dan leveling, mengerjakan waterproofing dan
wiremesh sebelum finishing atap dikerjakan, menyiapkan saringan-saringan dan pipa-pipa air
hujan, membuat jalur tali air yang tepat dan terencana. Semua pekerjaan harus merefer ke
standar: SII-0013-81, SII-007-75, dan referensi-referensi pekerjaan waterproofing.
• Quality Assurance:
Kualifikasi manufaktur: Produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang
sudah terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh Konsultan
Manajemen Konstruksi dan Pemberi Tugas.
• Kualifikasi pekerjan:
Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama
pelaksanaan, paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta metode
yang dibutuhkan selama pelaksanaan.
Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skiil yang dibutuhkan.
Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, Konsultan Manajemen Konstruksi, dan Pemberi
Tugas tidak mengijikan tenaga kerja tanpa atau kurang skillnya.
• Submittals/Pengiriman
Kontraktor harus mengirimkan kepada Konsultan Manajemen Konstruksi, Perencana, dan
Pemberi Tugas hal-hal berikut:
- Contoh bahan yang akan dipakai khususnya untuk waterproofing harus persetujuan
Konsultan Manajemen Konstruksi, Perencana, dan Pemberi tugas (PPK).
- Shop drawing yang menunjukan rencana-rencana kemiringan screed atap, lay out tali air,
detail-detail dan potongan yang menunjukan ketebalan screed pada area-area sulit, parapet,
sambungan-sambungan untuk persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi dan
Perencana.
- Membuat schedule rencana kerja yang menunjukan tahapan pekerjaan yang telah
terkoordinasi dengan bagian-bagian yang terakit pada atap dak.
- Kami akan menyediakan mock-up potongan lantai atap yang menunjukan susunan lapisan
yang benar termasuk untuk area dan sambungan-sambungan yang sulit.
• Penyimpanan dan Perawatan
Semua material yang akan dipakai untuk pekerjaan penyelesaian/screed atap harus tersimpan
pada tempat yang aman, kering, dan terhindar dari kerusakan-kerusakan.
• Garansi. Harus diberikan garansi tertulis dari pabrik untuk waterproofing. Penyelesaian finishing
harus digaransi untuk system waterproofing maupun kualitas pekerjaan screed yang bebas dari
kebocoran dan kerusakan selama 5 tahun dari saat penyelesaian pekerjaan.
F. METODE PEKERJAAN MEKANIKAL
a. LINGKUP PEKERJAAN
Meliputi penyediaan air bersih, air panas beserta instalasinya, pengelolaan air kotor dan drainasi air
hujan termasuk: Pemilihan, pengadaan, pemasangan serta pengujian material maupun sistem
keseluruhan sehingga sistem plambing dapat berjalan dan beroperasi dengan baik dan benar sesuai
gambar rencana dan persyaratan ini.
Setiap instalasi plambing kami akan meminta persetujian dari Konsultan/ Pemberi Tugas.
Pengukuran terhadap ketinggian site terutama untuk kemiringan saluran dan peil banjir.
Sistem dan unit unitnya meliputi:
• Jaringan pipa air bersih untuk di luar dan di dalam bangunan.
• Jaringan pipa pipa air kotor dan bekas di dalam dan di luar bangunan.
• Jaringan pipa pipa vent untuk sistem pembuangan air kotor dan air bekas
• Jaringan pipa pipa dan saluran pembuangan halaman (drainase site) dan disalurkan menuju drainasi
kota
• Pompa pompa untuk menjalankan sistem air bersih lengkap dengan panel kontrolnya.

b. PENJELASAN SISTEM
a. Air Bersih
• Untuk memenuhi kebutuhan ini, air disupplai dari PDAM dan Deep Well.
• Air dari PDAM dan Deep Weel terlebih dahulu di tampung ke dalam bak bawah (Ground
reservoir). Selanjutnya air dipompakan dengan pompa transfer ke roof tank kemudian dari roof
tank air didistribusikan secara gravitasi ke masing-masing fixture unit. Untuk lantai 3 ke atas
direncanakan menggunakan pompa booster packged untuk mendistribusikan air bersih ke
fixture unit.

b. Air Buangan
• Air buangan mencakup air bekas dan air kotor.
• Air bekas adalah air buangan tidak tercemar dari bak cuci tangan, kamar mandi, pengering lantai
dan kitchen sink.
• Air kotor adalah untuk jenis air buangan dari urinal dan water closet

c. Air Hujan dan Drainase


• Air Hujan yang jatuh di atap bangunan disalurkan melalui pipa-pipa tegak menuju ke dalam
saluran air hujan halaman/drainase site secara gravitasi menuju saluran kota.
c. PENJELASAN SISTEM
• Material yang dipakai harus baru serta memenuhi persyaratan teknis dan gambar rencana.
Untuk itu pelaksana harus menyediakan contoh contoh sebelum pemasangan guna
mendapatkan persetujuan Konsultan Manajemen Konstruksi dan Konsultan Perencana

• Pompa-Pompa
- Semua pompa harus dilengkapi dengan pondasi pompa, peredam getaran, serta manometer.
Pada pipa tekan harus dilengkapi dengan Gate valve, Check Valve, Flexible joint, dan
perlengkapan lainnya sehingga sistem pompa dapat berjalan sesuai dengan fungsinya.
- Selain itu dilengkapi pula dengan pipa pemeriksa aliran berikut gate valve & pipa
pembuangan dari lubang drain pompa ke saluran pembuangan.
- Unit dilengkapi dengan starter panel pompa dan pressure switch untuk menjalankan pompa
secara otomatis.
• Floor Drain
Floor drain yang dipergunakan di sini harus jenis Bucket Trap, Waterproofed type dengan
50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap.
Floor Drain terdiri dari:
- Chromium plated bronze cover and ring
- PVC neck
- Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for waterproofing
- Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb. Outlet diameter 3” Cover diameter 6"

G. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1. PEKERJAAN LISTRIK
1.1 Spesifikasi Umum Pekerjaan Listrik
a. Kabel Daya Tegangan Rendah
• Kabel daya. tegangan rendah yang dipakal adalah berdasarkan ukuran dan type yang sesuai
dengan gambar. Kabel daya tegangan rendah ini harus sesual standar SIl atau standar PLN.
• Sebelum dan sesudah dipasang, kabel TR harus ditest dengan pengujian-penguiian sebagai
berikut:
- Test insulasi
- Test kontinuitas
- Test tahanan pentanahan
b. Panel Tegangan Rendah
• Umum
Type panel adalah tertutup (metal enclosed), wall mounting, lengkap dengan semua komponen
komponen pasangan dalam panel sesuai gambar rencana.
• Accessories
Bus bar, terminal terminal, isolator switch dan perlengkapan lainnya harus sesuai SNI dan
dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar.

c. Penerangan dan Stop Kontak


• Lampu dan armaturenya harus sesuai dengan dimaksudkan, seperti pada gambar.
• Semua armature lampu vang terbuat dari metal harus mempunval terminal pentanahan
(grounding)
• Pasang titik lampu NYM 2 x 2.5 mm2
• Pasang titik stop kontak NYM 3 x 2.5 mm2
• Kabel Power NYY 4 x 6 mm2
• Kabel Gruping 3 x 2,5 mm2 untuk penerangan
• Kabel Gruping 3 x 4 mm2 untuk Stop kontak
• Lampu TL 2 x 20watt lengkap dengan box & grill stainless
• Lampu down light
• Lampu baret.
• Panel lengkap
• Pasang kembali panel dan meteran lengkap

d. Saklar Dinding
a. Saklar seri merk Panasonic/ setara

e. Kabel Instalasi
Kabel instalasi penerangan dan instalasi stop kontak harus sesuai dengan standar PLN, kabel inti
dari tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA/NYM).
Kode warna insulasi kabel harus menglkuti ketentuan PUIL sebagai berikut:
- Fasa 1 merah
- Fasa 2 kuning
- Fasa. 3 hitam
- Netral biru
- Tanah (ground) hijau kuning
- Merek kabel Kabelindo, Kabel metal, Supreme/ standar PLN

f. Pipa Instalasi Pelindung Kabel


Adalah pipa PVC kelas AW, elbow, socket, Junction box, clamp dan accessories lainnya harus
sesual yang satu dengan lainnya, yaitu tidak kurang dari ¾”. Pipa fleksible harus dipasang untuk
melindungi kabel antara kotak sambung (Junction box) dan amature lampu. Sedangkan pipa
untuk instalasi penerangan dan. stop kontak menggunakan pipa PVC.

g. Lain lain
Pengetesan:
• Pemborong pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua. testing dan pengukuran pengukuran
yang dianggap perlu untuk memeriksa/mengetahui apakah seluruh instalasi telah dapat
berfungsi dengan balk dan memenuhi semua persyaratan
• Semua tenaga, bahan dan perlengkapannya yang perlu untuk testing tersebut merupakan
tanggung jawab Pemborong. Termasuk peralatan khusus yang perlu untuk testing dari seluruh
sistim ini, seperti dianjurkan oleb pabrik, harus disediakan Pemborong.
• Semua pengetesan dan atau. pengukuran tersebut harus disaksikan oleh team pelaksana.
pembangunan

2. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
a. Umum
a. Lingkup Kerja
Menyiapkan seluruh buruh, material, peralatan dan pengangkutan juga instalasi dan test yang
mesti dilakukan untuk kelengkapan dan pengoperasian system kelistrikan secara lengkap sesuai
persyaratan dari gambar atau Spesifikasi.
• Layanan kelistrikan secara lengkap termasuk system penyambungan ke PLN.
• Sistem kabel listrik (Power wiring system) dan system grounding nya.
• Lampu penerangan dan panel board, distribution board, unit sekering saklar, Termasuk juga
fixture lampu, stop kontak, conduit, junction box. dll.
• Harus disediakan pembungkus kabel (conduit) dalam dinding bata, pasangan batu, batako,
dll. guna penginstalasian yang semestinya sesuai dengan persyaratan di gambar dan
spesifikasi.
• Sediakan juga penginstalasian kabel listrik lainnya yang dibutuhkan untuk perkakas mesin,
alat elektronik secara lengkap sesuai dengan yang ada di gambar atau sesuai spesifikasi.
• Apabila pekerjaan kelistrikan berhubungan dengan pekerjaan penyedia lain atau dengan
pihak UnMuha maka berkoordinasi guna mendapatkan informasi yang diperlukan, gambar
kelistrikan pihak lain, dimensi dan lain sebagainya yang diperlukan untuk pekerjaan ini.

b. Bahan-Bahan
Sebelum instalasi, mengajukan contoh bahan (MAR = Material Approval Request) ke MK untuk
persetujuan pemakaian. Seluruh bahan-bahan dan peralatan yang baru dan sesuai dengan
standard yang berlaku seperti: PUIL 2000 (SNI 04-0225-2000) atau standard yang berlaku
secara umum di Indonesia. Apabila jenis bahan sudah ditentukan dalam spesifikasi maka bahan
tersebut digunakan atau dapat digunakan bahan yang setara dengan itu.

c. Pelaksanaan kerja
Tata laksana kerja dan tampilan yang baik dari penginstalasian agar sama pentingnya dengan
efisiensi secara elektrikal dan mekanis, seluruh instalasi secara umum mempunyai kualitas yang
setara dan tampak rapi. mengecek secara keseluruhan dari gambar jumlah kuantitas kelistrikan.
Material yang kurang atau rusak selama penginstalasian harus diperbaiki atau diganti oleh
dengan biaya sendiri. Seluruh pekerjaan pemotongan, pengeboran, penyambungan yang
diperlukan untuk instalasi dilakukan sedemikian rupa dan disetujui oleh MK. Setiap kerusakan
atas finishing dinding, pelat baja, kayu, pasangan batu, pasangan bata. Yang diakibatkan dari
pelaksanaan instalasi diganti atau diperbaiki dengan biaya sendiri dari Pihak Kami. Selama
pelaksanaan Pihak Kami memperbaharui data rinci penginstalasian untuk informasi kepada MK
apabila diminta dan sebagai penyiapan gambar terlaksana.

d. Pengetesan dan Jaminan


Seluruh peralatan dan instalasi secara keseluruhan dijamin atas kerusakan material dan tampak
instalasi (ketatalaksanaan kerja) selama kurun waktu 12 bulan dari saat serah terima awal
(PHO) sampai serah terima akhir (FHO). Selama kurun waktu masa pemeliharaan ini seluruh
kerusakan dan cara instalasi yang tidak bagus diperbaiki oleh atas tanggungan biaya sendiri.

e. Pentanahan (Grounding)
Menginstalasi grounding utama keseluruh titik listrik dengan menggunakan ukuran kawat
tembaga sesuai dengan yang disyaratkan
b. Kabel
Seluruh kabel diinstalasi didalam pembungkus yang standard apabila kabel masuk kedalam beton
atau dinding bata, panel kayu, kolom dll. Ukuran minimum kabel NYA 1 x 2.5 mm + Pipa Conduit.
Apabila tidak ditentukan lain, maka seluruh saklar dan stop kontak dipasang dengan ketinggian dari
permukaan lantai seperti berikut:
- Saklar di dinding ---------------------------- 1.40 m
- Stop kontak ---------------------------- 0.40 m

c. Pelengkap Penerangan
Pihak Kami menyiapkan dan menginstalasi pelengkap penerangan secara lengkap untuk setiap
saklar lampu dan stop kontak dengan jenis, kualitas dan ukuran yang sesuai yang ditunjukkan dalam
gambar atau BOQ.

d. Lampu-Lampu
Jenis dan bentuk lampu penerangan ini berikut pelengkapnya yang dipasang di beberapa lokasi
sesuai dengan yang ada dalam gambar. Pelengkap penerangan (rumah lampu), condenser, ballast,
tabung dan starter sesuai dengan persyaratan spesifikasi teknis. Ketinggian pemasangan lampu
seragam.

3. PEKERJAAN AC
Pemasangan AC usahakan jarak antara indoor dan outdoor diatur sedemikian rupa, disesuaikan
dengan panjang pipa sehingga menghemat penggunaan pipa berarti menghemat
penggunaan pendingin. Pastikan pipa refrigeran terbungkus dengan armaplek yang disertakan
kabel dan selang pembuangan antara indoor ke outdoor.

a. Penyambungan Pipa Unit Luar ke Unit Dalam (outdoor ke indoor)


• Hubungkan kedua ujung samvungan dari pioa dalam satu garis lurus dan kencangkan
mur napple secukupnya dengan tangan.
• Kemudian kencangkan napple sambungan tersebut dengan kunci inggris ataupun kunci pas.

b. Memasukkan Pipa ke Unit Dalam (evapulator)


• masukan pipa dan kabel penghubung oebagian dalam indoor melalui lubangchasis
indoor evapulator melalui lubang belakang.
• jangan dulu menyambungkan kabel keunit dalam, bila pemasangan instalasi pipa belum selesai.
Buatlah lingkaran kecil dengan kabel untuk memudahkan penyambungan [Link] kabel
listrik lebih panjang dari pipa [Link] pipa, selang pembuangan dan kabel listrik
penghubung dengan isolasi harmaplek sehingga tidak ada kebocoran.

4. PENANGKAL PETIR
a. Umum
Pada pekerjaan ini, yang dimaksud dengan penangkal petir adalah pekerjaan pengadaan unit air
terminal tipe elektostatik beserta down konduktornya berikut supporting dan pembuatan sistem
grounding sampai dengan pengetesan, beserta sertifikat dari Depnaker.

• Lingkup Kerja
Menyiapkan seluruh buruh, material, peralatan dan pengangkutan juga instalasi dan test yang
mesti dilakukan untuk kelengkapan dan pengoperasian system kelistrikan secara lengkap sesuai
persyaratan dari gambar atau Spesifikasi.

• Bahan-bahan
Sebelum instalasi, mengajukan contoh bahan (MAR = Material Approval Request) ke MK untuk
persetujuan pemakaian. Seluruh bahan-bahan dan peralatan yang baru dan sesuai dengan
standard yang berlaku. Apabila jenis bahan sudah ditentukan dalam spesifikasi maka bahan
tersebut digunakan atau dapat digunakan bahan yang setara dengan itu.

• Pemasangan
- Handling, material pekerjaan tidaklah terlalu berat, sehingga bisa menggunakan tenaga
manusia dalam pemasangannya.
- Pemasangan/ Pelaksanan pekerjaan tersebut perlu dikoordinasikan dengan pihak sipil
khususnya untuk kesiapan lahan dimana titik air terminal berada.

Anda mungkin juga menyukai