SKENARIO CODE BLUE
TALENT :
Dokter Leader: dr. Septian
Perawat 1 : Putra IGD
Perawat 2 : Perawat ICU
Perawat 3 : Perawat OK
Perawat 4: Perawat IGD
Perawat Poliklinik : Puspita
NaRator : dr. Melisa
Korban : Febri
IStri korban : Wina
Security :
Operator : Riyan
Adegan 1 : Suami istri masuk ke RS , mendaftar ke pendaftaran dan naek ke Poliklinik melalui
Lift dan menunggu di ruang tunggu Poliklinik
Narasi :
Pasien , Pengunjung rumah sakit dapat mengalami kondisi gawat darurat medis yang
berpotensi mengancam nyawa seperti serangan jantung
Code Blue Adalah kode untuk keadaan darurat yang mengancam nyawa di rumah sakit
Rumah Sakit Mitra Plumbon Kanci berkomitmen pada keselamatan pasien dan kepuasan
pelanggan dengan menyediakan layanan kegawatdaruratan yang tersedia setiap saat di
seluruh bagian rumah sakit .
Berikut ini Adalah ilustrasi kondisi kegawatdarudatan dan respon tim code blu dalam
menyelamatkan nyawa korban
Adegan 2 : suami merasakan nyeri dada kiri dan terjatuh, istri memanggil2 suami dan meminta
pertolongan
Adegan 3: perawat mengecek respon korban dan meminta bantuan security
Perawat memeriksa nadi karotis Korban < 10 detik , nadi tidak teraba “ tidak ada
nadi, tolong aktifkan code blue!” → Perawat Melakukan kompresi ( Hands only CPR dengan
kedalaman 5 cm dan kecepatan 100-120x/mnt
Adegan 4 : Security menghubungi Operator dengan menekan 1000 untuk menyatakan Code
Blue”
Adegan 5 : Operator menerima telfon
Riyan : “ Selamat Siang dengan Operator Ruyan bisa di bantu “
Security: ( sebut nama lengkap ), dan memberitahukan Lokasi code blue dengan lengkap
Saya ….. security lantai 2 melaporkan ada code blue di Poliklinik lantai 2 ( sebut 2x)
Riyan : baik laporan saya terima, dengan bapak …..security saat ada ada code blue di lantai 2
poliklinik
( Operator kembali mengkorfirmasi laporan code blue kepada security dan mengumumkan
code blue via pengeras suara.
Operator menginformasikan code blue di Pengerasa suara : “ Code blue di Poliklinik lantai 2
(2x) “
Dokter, Perawat IGD dan ICU , mendengar pemberitahuan code blue menuju Lokasi kejadian,
perawat ICU membawa responder bag, perawat IGD membawa defibrillator
Lokasi IGD : Perawat dan Dokter menuju Lokasi kejadian code blue dengan membawa
defibrillator
Lokasi ICU : Perawat ICU berlari ke Lokasi kejadian dengan membawa responder bag
Tim Code Blue tiba di Lokasi. Dokter menyatakan bahwa Tim Code Blue akan mengambil alih
resusitasi
Dokter : “ Tim Code Blue datang resusitasi kami ambil alih “ → gunakan APD
Perawat poliklinik menceritakan secara singkat kepada Tim Code Blue waktu kejadian ,
Kronologis dan apa yang sudah di kerjakan
Perawat Poli “ dok 3 menit yang lalu saya menemukan pasien tidak sadarkan diri , sudah cek
respon dan meraba nadi tidak ada, sudah dilakukan CPR “
Dokter : “ terima kasih, silahkan bagi tugas, compresi 30: 2 , passang monitor , dan mencatat
setiap tahap RJP yang lakukan “ → dokter IGD bagging pasien
Perawat ICU : Kompresi dada 30 banding 2
Perawat IGD :pasang elektroda di dada korban
Dokter : stop RJP saya akan cek irama → saya menemukan irama jantung ventrikel fibrilasi
Siapkan defibrillator→ berikan shock
(Kompre Kembali dilakukan dan memasang akses intravena kepada korban )
Dokter : pasang akses IV line
Perawat ICU : RJP sudah 2 menit
Dokter : “cek Irama → masih Ventikular febrilasi → siapkan defib “ cerging full , stop RJP , Iam
clear , you clear every body clear →shock diberikan → lanjutkan compresi
Tolong berikan epinefin 1 A bolus dengan NAcl 20 cc tangannya diangat ya.. kemudian tolong
siapkan alat ETT dan Laringoskop”
( Dokter melakukan intubasi Endotracheal Tube (ETT))
Dokter : “ alat bantu nafas sudah terpasang “
Perawat : “RJP sudah 2 menit “
Setelah RJP 2 menit , dokter melakukan cek irama jantung
Dokter : Stop RJP, Tukar posisi ,cek irama → rama menunjukan sinus → nadi teraba pasien
ROSC
Irama jantung Kembali sinus dan nasi teraba silanjutnta dilakukan pemindahan korban ke IGD
Adegan 6 : Securty dan Perawat ICU membawa brankar ke Poliklinik
Dokter “: siapkan pasien untuk di transfer ke IGD “
Narator : “Aktivasi dini memungkinkan pasien segera mendapatkan tatalaksana yang cepat
dan tepat pada fase awal perburukan kondisi , deteksi dini , kecepatan dan ketepatan respon
klinik Adalah factor penentu dalam meningkatkan keselamatan pasien “
“ RAPID EMERGENCY RESPONSE IS LIFE SAVING”