0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan17 halaman

ASPAL

Dokumen ini membahas aspal sebagai material konstruksi, termasuk sejarah, definisi, komposisi kimia, kelebihan, dan berbagai jenis aspal seperti aspal alam dan buatan. Selain itu, dijelaskan juga tentang campuran aspal panas, aditif yang digunakan, serta parameter pengujian untuk memastikan kualitas campuran aspal. Informasi ini penting untuk memahami penggunaan aspal dalam konstruksi jalan raya.

Diunggah oleh

Dani AS
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan17 halaman

ASPAL

Dokumen ini membahas aspal sebagai material konstruksi, termasuk sejarah, definisi, komposisi kimia, kelebihan, dan berbagai jenis aspal seperti aspal alam dan buatan. Selain itu, dijelaskan juga tentang campuran aspal panas, aditif yang digunakan, serta parameter pengujian untuk memastikan kualitas campuran aspal. Informasi ini penting untuk memahami penggunaan aspal dalam konstruksi jalan raya.

Diunggah oleh

Dani AS
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEMA

ASPAL
Disusun untuk memenuhi tugas

Mata kuliah:

TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI

Disusun oleh :

1. Efry Rahman Sumantri (120523400103)

2. Gigih Adi Wahana (120523417720)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK SIPIL

PRODI S1 TEKNIK SIPIL


2012
ASPAL
Aspal bukan material baru dalam sejarah manusia. Dalam catatan sejarah, orang
Sumeria (3000 SM) sudah menggunakannya untuk perekat batu perhiasan, kerang atau
mutiara. Selain itu, orang zaman dulu menggunakannya pula untuk mengawetkan mayat,
waterproofing (antirembes/bocor) di kapal misalnya, dan juga untuk menggantikan fungsi
semen di bangunan. Aspal digunakan untuk melapisi permukaan jalan mulai tahun 1830-an.
Sementara aspal hot mix mulai dikenal tahun 1900.

Definisi: Aspal adalah material utama pada konstruksi lapis perkerasan lentur jalan
raya, yang berfungsi sebagai campuran bahan pengikat agregat.

Aspal pada umumnya terdiri dari bitumen dan mineral. Secara kimiawi bitumen
terdiri dari gugusan aromat, napthen dan alkan sbg bagian-bagian terpenting. Secara kimia
fisika merupakan campuran colloid, dimana butir-butir yang merupakan bagian-bagian yang
padat (asphaltene) berada dlm fase cairan yang disebut malten.

Kelebihan dari Aspal :

· Mempunyai daya lekat yang kuat

· Bersifat adhesif

· Tidak larut dalam air

· Merupakan bahan yg plastis yang dengan kelenturannya mudah diawasi utk dicampur
dengan agregat

· Sangat tahan terhadap asam, alkali dan garam-garaman

· Mudah dicairkan jika dipanaskan

· Larut dalam CS2 dan CCI4

Kimia aspal

Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi
dengan baik.

Kandungan utama aspal adalah

· senyawa karbon jenuh dan tak jenuh

· alifatik dan aromatik yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul.
· Karbon (80%)

· Hydrogen (10%)

· Belerang ( 6%)

· Nitrogen, Oksigen, renik besi, nikel & vanadium, dan beberapa atom lain. (4%)

Massa molekul aspal bervariasi, dikelaskan atas : aspalten (yang massa molekulnya
kecil) dan malten (yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25
persen aspalten.

Aditif aspal

Pada aspal dapat ditambahkan beberapa aditif untuk berbagai keperluan, misalnya :

§ untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan untuk jalan yang sering dilalui
kendaraan berat

§ meningkatkan viskositas saat pengolahannya,dan sebagainya.

§ Polimer karet yang ada di ban-ban bekas kendaraan telah digunakan juga sebagai
aditif untuk meningkatkan kekuatan ikatan aspal dengan agregat.

Macam – Macam Aspal

1) ASPAL ALAM

Aspal alam di Indonesia ditemukan di [Link] sehingga dikenal dengan sebutan


Asbuton (Aspal Buton). Selain itu juga ditemukan di Trinidad, Perancis, Swiss dan Amerika.

Aspal alam dpt ditemukan dlm bentuk:

§ Padat atau batuan dan disebut sebagai batu aspal

§ Plastis yang ditemukan di Trinidad

§ Cair yang ditemukan di Bermuda dan dikenal sebagai Bermuda Lake Asphalt

Aspal alam memiliki 2 jenis yaitu:

[Link] (LAPIS ASBUTON AGREGAT)

[Link] (LAPIS TIPIS ASBUTON MURNI)


a) LASBUTAG (LAPIS ASBUTON AGREGAT)

merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran antara
agregat, asbuton dan bahan pelunak yang diaduk, dihamparkan dan dipadatkan secara
dingin.

b) LATASBUM (LAPIS TIPIS ASBUTON MURNI)

merupakan lapisan penutup yang terdiri dari campuran asbuton dan bahan pelunak dengan
perbandingan tertentuyang dicampur secara dingin dan menghasilkan tebal padat
maksimum 1 cm.

ª KLASIFIKASI ASBUTON:

-Asbuton 10 (B 10) = mempunyai kadar bitumen 9,0 – 11,4%

-Asbuton 13 (B 13) = mempunyai kadar bitumen 11,5 – 14,5%

-Asbuton 16 (B 16) = mempunyai kadar bitumen 14,6 – 17,9%

-Asbuton 20 (B 20) = mempunyai kadar bitumen 18,0 – 22,5%

-Asbuton 25 (B 25) = mempunyai kadar bitumen 22,6 – 27,4%

-Asbuton 30 (B 30) = mempunyai kadar bitumen 27,5 – 32,5%

2) ASPAL BUATAN

Aspal buatan adalah bitumen yang merupakan jenis aspal hasil penyulingan minyak
bumi yang mempunyai kadar parafin yang rendah dan disebut dengan paraffin base crude
oil. Aspal buatan terdiri dari berbagai bentuk, yaitu padat, cair dan emulsi.

a) Aspal Padat

merupakan hasil penyulingan minyak bumi yang kemudian disuling sekali lagi pada suhu
yang sama tetapi dengan tekanan rendah (hampa udara), sehingga dihasilkan bitumen yang
disebut dengan “straightrun bitumen”.

Perawatan Aspal Padat : Untuk memperbaiki beberapa sifat bitumen, antara lain
peningkatan kadar asphaltene, sifat lekat dan sifat kepekaan terhadap udara maka
diperlukan suatu proses tambahan berupa pencampuran dgn udara pada suhu 400o C dan
disebut dengan proses “blowing”.
Keuntungan dari proses blowing : - Penetrasi akan berkurang

- Kadar asphaltene akan bertambah

Kekurangan dari proses blowing adalah kemungkinan terjadi retak (cracking) akibat
adanya proses kimia.

b) Aspal Cair

Aspal cair adalah aspal keras yang dicampur dengan pelarut. Jenis aspal cair
tergantung dari jenis pengencer yang digunakan untuk mencampur aspal keras tersebut.

c) Aspal Emulsi

Aspal emulsi merupakan aspal cair yang lebih cair dari aspal cair pada umumnya dan
mempunyai sifat dapat menembus pori-pori halus dalam batuan yang tidak dapat dilalui
oleh aspal cair biasa.

Aspal emulsi terdiri dari butir-butir aspal halus dalam air yang diberikan muatan
listrik sehingga butir-butir aspal tersebut tidak bersatu dan tetap berada pada jarak yang
sama.

Faktor yang dapat mempengaruhi aspal emulsi:

1. Jenis dan konsentrasi zat emulsi yang digunakan

2. Kekerasan dan jml aspal semen yang digunakan

3. Ukuran partikel aspal dlm emulsi

4. Muatan ion pada partikel emulsi

5. Sifat zat emulsi, dll.

Faktor yang harus dipertimbangkan dlm memilih aspal emulsi:

1. Keadaan cuaca yg diperkirakan selama pelaksanaan

2. Jenis dan ketersediaan agregat

3. Lokasi geografis

4. Pengawasan lalu lintas

5. Pertimbangan lingkungan
Campuran Aspal Panas ( HOTMIX )

Campuran Aspal Panas adalah Suatu campuran perkerasan jalan lentur yang terdiri
dari agregat kasar, agregat halus , filler dan bahan pengikataspal dengan perbandingan
tertentu dan untuk mengeringkan agregat dan mencairkan aspal agar dapat dengan mudah
dicampur dengan baik maka sebelum pencampuran bahan tersebut harus dipanaskan.

Pada rentang suhu 85 dan 150o C, aspal cukup encer dan dapat berperilaku seolah
pelumas di antara kerikil atau agregat dalam campuran hot mix. Jadi, adonan atau
campuran aspal panas dan kerikil atau agregat dibuat

pada rentang suhu ini. Campuran ini segera dituangkan ke permukaan jalan yang
hendak dilapisi untuk selanjutnya dipadatkan. Pemadatan harus diselesaikan sebelum aspal
mendingin di bawah 85oC.

Pemadatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kontak antar agregat dan aspal,
mengoptimumkan lubang-lubang udara dalam badan jalan, dan memuluskan permukaan
jalan.

Peningkatan kontak antaragregat dan aspal akan meningkatkan kestabilan dan


kekuatan badan jalan. Lubang udara dalam badan jalan harus optimum: karena kalau terlalu
banyak lubang udara akan menyediakan tempat merembesnya air dan mengurangi
kekuatan ikatan, sementara kalau tidak ada lubang udara sama sekali jalan akan mudah
pecah akibat sukarnya badan jalan memuai.

Beberapa jenis Campuran Aspal Panas yang dikenal di Indonesia :

a. Latasir (HRSS) Kelas A dan B

Campuran ini ditunjukkan untuk jalan dengan lalu lintas ringan khususnya pada
daerah dimana agregat kasar tidak tersedia . Pemilihan kelas A dan B terutama tergantung
pada gradasi pasir yang akan digunakan. Campuran Latasir biasanya memerlukan
penambahan filler agar memenuhi kebutuhan sifat-sifat yang disyaratkan. Campuran-
campuran ini khusus mempunyai ketahanan rutting yang

rendah oleh sebab itu tidak boleh digunakan lapis yang tebal pada jalan-jalan dengnan lalu
lintas yang berat dan pada daerah tanjakan .

b. HRS (Hot Rolled Sheet)

Hot Rolled Sheet adalah salah satu jenis campuran aspal panas yang terdiri dari
campuran agregat halus, agregat kasar, filler dan aspal yang membentuk mortar atau spesi
dengan aspal sebagai pengikat. Susunan agregatnya bergradasi terbuka atau senjang
dimana ada satu bagian fraksi yang tidak terdapat dalam campuran. Sifat-sifat HRS secara
umum yaitu:
- memiliki tingkat keawetan tinggi

- tidak begitu boros

- tahan terhadap oksidasi

- ketahanan kelelahan tinggi

- fleksibel ( lentur )

- tahan terhadap temperatur tinggi

- kedap air dan tingkat keseragaman yang tinggi.

c. Aspal beton (Laston)

Campuran Aspal Beton adalah suatu campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai
gradasi menerus dengan material penyusun agregat kasar, agregat halus, filler dan aspal.
Sifat-sifat dari Aspal Beton antara lain: tahan terhadap keausan lalu lintas, kedap air dan
mempunyai nilai structural, mempunyai stabilitas yang tinggi dan peka terhadap
penyimpangan perencanaan dan pelaksanaan. Oleh karena itu untuk menghasilkan
campuran aspal beton yang bermutu baik maka campuran aspal beton tersebut harus
memenuhi sifat-sifat campuran antara lain:

ª Kadar aspal cukup untuk memberikan kelenturan.

ª Stabilitas yang cukup untuk memberikan kemampuan agar dapat memikul beban
deformasi yang disebabkan oleh beban lalu lintas.

ª Kadar Rongga yang cukup untuk menampung penambahan kekuatan.

ª Workabilitas yang cukup untuk memudahkan pengerjaan dan tidak terjadi segresi.

ª Dapat menghasilkan campuran yang akhirnya menghasilkan lapis film perkerasan yang
sesuai dengan persyaratan.

Laston yang direncanakan di Indonesia setara dengan spesifikasi Laston Bina Marga
( Spesifikasi Bina Marga 13 / PT/B/1983). Dan digunakan untuk jalan-jalan dengan lalu lintas
berat, tanjakan, pertemuan jalan dan daerah-daerah lainnya dimana permukaan
menanggung beban roda yang berat.

d. Asphalt TreatedBase (ATB)

ATB adalah khusus diformulasikan untuk meningkatkan keawetan dan ketahanan


kelelahan. Penting diketahui bahwa setiap penyimpangan dari spesifikasi yang telah
ditetapkan khususnya pengurangan dalam bitumen memungkinkan tidak berlakunya
rancangan perkerasan proyek dan memerlukan pelapisan ulang yang lebih tebal.
g. Split Mastic Asphalt ( SMA )

Split Mastic Asphalt adalah salah satu aspal campuran panas yang

bergradasi terbuka dengan material yang terdiri dari :

a) Split / agregat kasar, dgn jumlah fraksi yang tinggi yakni 70 %

b) Mastic Asphalt yang merupakan campuran terdiri dari agregat halus, filler dan aspal.

c) Additive berfungsi sebagai bahan yang mampu menstabilkan aspal

Sifat - sifat khusus yang dimiliki oleh campuran Split Mastic Asphalt yaitu :

a) Gradasi Terbuka

Gradasi terbuka dari memberikan sifat antara lain :

s tahan terhadap alur

s tahan terhadap proses pengausan oleh roda kendaraan

s memiliki tekstur permukaan yang kasar dan seragam

s digunakan aspal dengan kadar yang cukup tinggj

s dapat dilaksanakan dengan pelapisan yang tipis.

s gradasi Terbuka mempunyai luas permukaan spesifik yang lebih kecil jika dibandingkan
dengan gradasi menerus maupun senjang, sehingga mampu memberikan lapis aspal yang
lebih tinggi.

b) Kadar Aspal yang Tinggi

Kadar aspal yang tinggi memberikan sifat - sifat antara lain :

s Memberikan lapisan aspal yang tebal sehingga memberikan ketahanan terhadap proses
oksidasi dan kelekatan yang lebih baik terhadap campuran

s Tidak peka terhadap perubahan kadar aspal campuran

s Menghasilkan kelekatan yang lebih baik antara lapisan SMA sebagai wearing coursen
dengan lapisan bawahnya, lebih fleksibel.

c) Memerlukan bahan aditif

Kadar aspal yang tinggi memerlukan suatu stabilisasi dengan bahan aditif . Stabilitas
terhadap bitumen bertujuan untuk :
s Meningkatkan viskositas bitumen sehingga mampu mencegah terjadinya pengaliran
aspal ( drain out ) dari campuran, segregesi campuran, kelelehan, kegemukan ( bleeding)
setelah SMA dihampar.

s Meningkatkan titk lembek dari bitumen. Dengan demikian SMA akan mampu bertahan
terhadap panasnya temperatur permukaan pada siang hari.

s Meningkatkan gaya adhesi bitumen terhadap agregat karena adanya penulangan tiga
dimensi oleh bahan aditif.

Ø SMA banyak digunakan untuk jalan dengan beban lalu lintas berat, persimpangan,
kondisi geometric jalan dengan kemiringan yang berjenjang (tanjakan, turunan, tikungan
tajam), pada kondisi dimana lapis permukaan akan mengalami tekanan roda kendaraan
secara berlebihan.

Parameter Marshall Untuk memastikan suatu campuran aspal panas sudah memenuhi
persyaratan - persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Direktorat Jendral Bina Marga atau
Departemen Pekerjaan Umum, maka perlu dilakukan test dengan alat Marshall. Parameter -
parameter yang di peroleh dari test marshall antara Iain :

* Stabilitas

Pengukuran stabilitas dengan test Marshall diperlukan untuk mengetahui kekuatan


tekan geser dari contoh / sampel yang ditahan dua sisi kepala penekan (porsi tahanan
kohesi lebih dominan dari porsi tahanan penguncian butir) dengan nilai stabilitas yang
cukup tinggi diharapkan perkerasan dapat menahan lalu lintas tanpa terjadi kehancuran
geser.

* Rongga Udara dalam Campuran / Voidln Mix (VIM)

Void in Mix atau disebut juga rongga dalam campuran digunakan untuk
mengetahui besarnya rongga campuran, sedemikian sehingga rongga tidak terlalu kecil
(menimbulkan bleeding ) atau terlalu besar (menimbulkan oksidasi / penuaan aspal dengan
masuknya udara dan sinar ultra violet).

* Rongga Terisi Aspal Void Filled Bitumen (V F B)

Parameter VFB diperlukan untuk mengetahui apakah perkerasan memiliki


keawetan ( durability ) dan tahan air (impermeability ) yang cukup memadai.
* Ronggapada Campuran Agregal / VoidMineral Aggregate (VMA)

Void mineral agregat atau rongga pada campuran agregat adalah rongga antar butiran
agregat, terdiri dari rongga udara serta aspal effektif yang dinyatakan dalam prosentase
volume total campuran. Bila rongga udara serta kadar aspal telah diketahui, maka hanya
tingkat absorbsi agregat yang belum terungkap.

Dengan pertimbangan bahwa penilaian agregat sudah dilakukan pada tahap perencanaan,
maka parameter VMA dapat dianggap tidak diperlukan lagi.

* Kelelehan / Flow

Parameter flow diperlukan untuk mengetahui deformasi vertikal campuran saat


dibebani hingga hancur ( pada stabilitas maksimum ). Flow akan meningkat seiring dengan
meningkatnya kadar aspal. Campuran berkadar aspal rendah lebih tahan terhadap
deformasi jika ditempatkan di as jalan, sedangkan campuran berkadar aspal tinggj akan
lebih kuat menahan deformasi jika ditempatkan di bagian tepi perkerasan (tanpa tahanan
samping).

* Hasil Bagi Marshall / Marshall Ouotient (MO)

Parameter Marshall Cmotient diperlukan untuk dapat mengetahui tingkat kekakuan (


stiffness ) campuran. Pada lapisan overlay tebal > 5 cm, maka kekakuan yang tinggi dapat
menahan deformasi dan mendistribusikan beban lalu lintas ke daerah yang lebih luas pada
tanah dasar, sedangkan pada pelapisan yang tipis ( < 5 cm ), maka nilai kekakuan perlu
dibatasi agar lapisan tambahan tersebut tidak mudah retak. Batasan kekakuan lapisan tipis
lebih diperketat bila lendutan yang ada ( kondisi jalan lama ) cukup besar (> 2 mm).

Stabilitas setelah rendaman

Parameter ini pada dasarnya mengukur tingkat adhesi antara agregat dengan
bitumen. Dengan pertimbangan bahwa penilaian agregat dan bitumen telah dilakukan pada
tahap awal perencanaan ( persyaratan agregat dan bitumen ) Maka parameter stabilitas
setelah rendaman dapat dianggap tidak diperlukan lagi.

Ø Pada umumnya Hotmix digunakan sebagai konstruksi perkerasan lentur, yang mana
mempunyai syarat- syarat yang harus dipenuhi dipandang dari segi kekuatan dan segi
kenyamanan, (The Asphalt Institute, 1985), kondisi yang harus dipenuhi sebagai berikut:

a. Kekakuan (stiffiies)

Kemampuan untuk menahan deformasi serta mendistribusikan beban lalu lintas ke daerah
yang lebih luas.
b. Stabilitas

Kemampuan campuran aspal untuk menahan deformasi akibat beban lalu lintas tanpa
mengalami keruntuhan ( plastic flow )

c. Fleksibel

Kemampuan untuk mengabsorbsi regangan tarik akibat deformasi/ lendutan oleh beban lalu
lintas tanpa mengalami retak (fatigue cracking)

d. Keawetan ( Durability)

Kemampuan untuk mempertahankan umur perkerasan dari pengaruli buruk cuaca dan lalu
lintas antara lain oksidasi dan penguapan fraksi ringan dari aspal.

e. Tahan Air (Impermeability )

Kemampuan untuk melindungi perkerasan dari masuknya air dan udara yang bisa
memperlemah lapisan dibawahnya.

f. Kekesatan

Tersedianya permukaan yang cukup kasar sehingga terjadi gesekan yang baik antara ban
kendaraan dengan permukaan jalan , tidak mudah terjadi selip.

Ø Dalam perkerasan jalan usia pakai hasil pelaksanaan tidak seperti

yang diharapkan yaitu terjadi kerusakan dini berupa retak, gelombang, alur.

Ø Beberapa kendala dalam pembangunan jalan di Indonesia antara lain :

a. Iklim tropis (suhu relatif tinggi)

b. Beban kendaraan sukar dikendalikan

c. Sebagian struktur jalan relatif kurang mantap

Ø Banyak faktor penyebab terjadinya kerusaka pada jalan-jalan di

Indoneia antara lain campuran yang dipakai di lapangan belum memenuhi spesifikasi
yang ada selain itu adanya kendala dalam penggunaan aspal minyak penetrasi 60/70 dan
80/100 sebagai bahan pengikat campuran.

Oleh karena itu perlu adanya usaha untuk meningkatkan mutu aspal minyak.
Sehingga diperlukan Aspal campuran panas yang mempunyai sifat antara lain:

a) Tahan oksidasi

b) Tahan cuaca panas/temperatur


c) Tahan deformasi pada temperatur tinggi (60° C)

d) Fleksibel

e) Aman untuk lalu lintas

Untuk mendapatkan sifat-sifat tersebut di atas secara optimal harus

dirancang campuran aspal panas antara lain dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Kadar aspal relatif tinggi dengan tujuan agar film aspal relatif tebal sehingga tahan
oksidasi.

2) Mengandung bahan tambah yang dapat menstabilkan aspal sehingga


mengurangi/menahan flow pada kadar tinggi dan tidak peka terhadap cuaca
panas/temperature.

3) Mampu mengurangi / mencegah terjadinya pemisahan daricampuran.

4) Memenuhi spesifikasi campuran aspal panas untuk lalu lintas berat.

o Komposisi Campuran Aspal Panas

Komposisi dari campuran aspal panas terdiri dari komponen utama, yaitu: agregat ,
filler, aspal dan faktor panas .Disamping itu untuk meningkatkan kemampuan Campuran
Aspal Panas dapat juga digunakan bahan tambahan.

1. Agregat

Agregat yaitu sekumpulan butir - butir batu pecah, kerikil, pasir ataumineral lainnya
baik merupakan hasil alam atau buatan ( Hermanus, 2001 ). Secara umum agregat dapat
dibagi dengan istilah yang umum yaitu agregat kasar agregat halus dan filler.

a) Agregat kasar

Agregat yang secara umum mempunyai ukuran lebih besar dari 0,234 mm. Dimana
untuk Campuran Aspal Panas secara umum baik itu Aspal Beton , Hot Rolled Sheet maupun
Split Masric Asphalt mempunyai gradasi umum yang dapat dipakai untuk semua jenis
Hotmix. Agregat kasar yang digunakan bisa berupa batu pecah atau kerikil yang
kering ,kuat ,awet dan bebas dari bahan lainyang mengganggu. Agregat bergradasi kasar
adalah agregat yang mempunyai butir yang berukuran dari yang kasar sampai yang halus
tetapi agregat kasamya masih tetap dominan. Menurut ASTM agregat kasar mempunyai
ukuran > 4,75mm sedangkan menurut AASHTO agregat kasar mempunyai ukuran lebih
besar dari 2 mm, ukuran tersebut lebih kecil dari ASTM.
b) Agregat Halus

Agregat yang secara umum mempunyai ukuran antara 0,234 - 0,075 mm. Untuk
agregat halus Campuran Aspal Panas juga mempunyai spesikasi umum yang dapat
digunakan unruk Aspal Beton, Hot Rolled Sheet dan Split Mastik Asphalt. Agregat Halus
terdiri dari bahan-bahan yang berbidang kasar , bersudut tajam dan bersih dari kotoran-
kotoran atau bahan-bahan lain yang tidakdikehendaki. Agregat bergradasi halus adalali
agregat yang mempunyai butir yang berukuran dari yang kasar sampai yang halus tetapi
agregat halusnya dominan.

c) Filler

Filler ialah bahan pengisi rongga dalam campuran (void in mix) yang berbutir halus
yang lolos saringan No. 30 dimana persentase berat yang lolos saringan No. 200 minimum
65% (SKBI-2.4.26.1987). Sebagai filler dapat dipergunakan debu batu kapur, debu dolomits
atau semen portland. Fungsi filler pada perkerasan iaiah untuk meningkatkan stabilitas dan
mengurangi rongga udara dalam campuran.

2. Jenis Bahan Tambahan

I. Polymer

Polymer adalah bahan yang terdiri dari banyak molekul molekul yang disebut
[Link] dengan polymer

menaikkan sifat-sifat secara nyata antara lain :

a) Dapat digunakan pada kondisi lalu lintas tinggi sehingga dapat mengurangi deformasi
pada suhu ringgi karena aspal + polymer mempunyai titik leleh lebih tinggi dari aspal biasa.

b) Tahan terhadap gaya geser karena aspal plus polymer akan menaikkan ketahanan
terhadap gaya geser, ini terutama pada penempatan atau tikungan.

c) Dapat menaikkan umur pakai karena aspal makin tinggi kekentalan maka lapisan akan
makin tebal.

d) Tahan pada suhu tinggi, karena aspal + polymer mempunyai titik leleh yang tinggi lebih
dari 50° C sehingga polymer + aspal dapat menahan bleeding (tidak meleleh).
Sifat polymer adalah:

- lebih kental disbanding aspal

- memiliki titik lembek pasti

macam-macam polymer:

ü Lateks KKK-60

ü Karet Alam atau Lateks SIR 20

ü Poly Ethylene

ü Polypropylene

ü Vestoplasl

ü Ban Bekas

Asbuton secara alami terbentuk dari batu aspal yang mangandung

bitumen kira-kira sampai 20%. Asbuton ini diproduksi dalam bentuk bubuk ,

mastic dan Aspal yang telah disaring. Dan bahan penyusun dari

asbuton adalah kadar aspal 9-11 %

PEMANFAATAN ASPAL BUTON

Aspal Buton dapat digunakan untuk :

Perkerasan/lapisan permukaan sebagai pengganti aspal minyak.

Asbuton Tile (Tegel Asbuton).

Block Asbuton untuk trotoar dan lain-lain.

Mengekstraksi bitumen dari Asbuton.

Melapis bendung/embung agar kedap air.

Cocok untuk konstruksi berat karena aspal hasil ekstraksi dari asbuton tidak mengandung
parafin dan sedikit kadar sulfur sehingga kualitasnya lebih tinggi.
PENUTUP

Kesimpulan

Aspal dalam bahasa yang umum dikenal juga dengan “tar”. Untuk kata “tar” atau
“aspal” sering digunakan secara bergantian, mereka memiliki arti yang berbeda. Aspal
adalah material yang berbentuk padat dan bersifat termoplastis. Jadi, aspal akan mencair
jika dipanaskan sampai dengan temperatur tertentu, dan kembali membeku jika temperatur
turun.

sifat-sifat senyawa penyusun dari aspal :

 Asphaltene

 Maltene

 Resin

 Aromatis

 Saturate

Kebutuhan Aspal di Indonesia Sekitar 1.300.000 ton/tahun

Produksi Aspal Pertamina dewasa ini 600.000 ton/tahun

Kekurangannya 700.000 ton/tahun


Pertanyaan :

1. Nizam Nur Rohman : Bagaimana cara menggabungkan aspal yang apabila proyeknya
belum selesai dan kehabisan bahan baku?

Jawab:

 Maka proyek tersebut harus di hentikan sementara dan menunggu bahan bakunya
tersedia lagi. Apabila bahan baku aspal di campur dengan bahan lain seperti semen atau
yang lainnya tidak akan semurna seperti aspal itu sendiri, dan proyeknya akan menjadi
berantakan serta akan menuai kegagalan pada akhirnya.

2. Deris Tri Laksono : Hal apa saja yang di lakukan untuk perawatan aspal kota agar
tidak terjadi berlubang?

Jawab:

 Yaitu harus selalu di cek keadaan aspalnya, apabila ada tanda-tanda mau terjadi
lubang harus secepanya dibenahi agar tidah terjadi lubang. Apa bila sudah ada lubang harus
segera ditutup kembali, caranya : 1. Bersihkan lubang nya sampai tanah dan pasirnya tidak
ada. 2. Siram dengan aspal cair. 3. Masukkan campuran aspal seperti kerikil yang sudah
dilumuri aspal (aspal Urea). Dan 4. Haluskan jalan yang berlubang tadi dengan alat berat
yang seukuran.
Daftar Rujukan

[Link]
[Link]

[Link]
jenis-jenis-aspal/

[Link]

Anda mungkin juga menyukai