BAB II
STRUKTUR ORGANISASI PROYEK
2.1 Tinjauan Umum
Struktur organisasi proyek adalah suatu wadah yang berfungsi mengatur
kegiatan proyek, sehingga proyek dapat berjalan dengan lancar. Dalam organisasi
proyek dibutuhkan kerja sama antar berbagai unsur yang saling terkait, sehingga
masing-masing pihak tahu kedudukannya dan tanggung jawabnya dalam kegiatan
pelaksanaan proyek guna mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Sistem organisasi yang digunakan harus sesuai dengan lingkup dan tujuan
proyek, sehingga masing-masing pihak dapat saling menunjang, serta dalam
pelaksanaannya diperlukan adanya hubungan kerja yang terorganisasi dan
sistematis agar setiap pihak yang terkait mengetahui tugas dan kewajibannya.
Dengan adanya kenyataan tersebut maka diperlukan suatu manajemen yang
pada prinsipnya merupakan suatu proses kegiatan atau usaha untuk mencapai
tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang lain berdasarkan ilmu dan seni.
Untuk mencapai sasaran tersebut diperlukan sejumlah sarana, fasilitas, atau alat
yang disebut juga sebagai unsur-unsur manajemen. Unsur-unsur manajemen
tersebut seringkali dirumuskan oleh ahli manajemen dengan sebutan “The Five M
in Management”.
Elemen-elemen tersebut merupakan faktor yang harus disediakan pada suatu
kegiatan yaitu meliputi :
7
1. Man (manusia)
Manusia menjadi penentu tujuan sekaligus pelaku dalam proses kegiatan
yang telah direncanakan. Tegasnya, faktor manusia itu mutlak. Tak akan ada
manajemen tanpa adanya manusia. Manusia yang merencanakan, melakukan,
menggunakan, melaksanakan, dan merasakan hasil dari manajemen itu.
2. Money (keuangan dan pembiayaan)
Dalam dunia modern, uang sebagai alat tukar dan alat pengukur nilai,
amat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan, disamping unsur manusianya.
3. Methods (metode dan cara-cara kerja)
Metode yaitu cara melaksanakan suatu pekerjaan dalam rangka mencapai
tujuan yang ditetapkan. Cara kerja yang tepat amat menentukan kelancaran
jalannya roda manajemen.
4. Materials (bahan-bahan atau perlengkapan)
Faktor material sangat penting, karena manusia tidak dapat berbuat tanpa
bahan dan perlengkapan.
5. Machines (mesin-mesin)
Peranan mesin dalam jaman modern ini tidak diragukan lagi. Mesin
membawa kemudahan dalam pekerjaan, mempersingkat waktu bekerja untuk
menghasilkan sesuatu sehingga tingkat efisiensi lebih tinggi diharapkan
mendapatkan hasil yang maksimal.
Selama tahap pelaksanaan pembangunan proyek hingga selesainya proyek
tersebut akan banyak melibatkan banyak staf ahli, profesi dan disiplin ilmu yang
berbeda tetapi saling menunjang satu sama lain mulai dari struktur yang teratas
sampai struktur yang terbawah. Dimana kelalaian yang dilakukan per orang atau
8
kelompok di dalam suatu proyek akan berdampak pada keseluruhan struktur
sehingga pelaksanaan akan terhambat. Maka dibutuhkan kerja sama antar setiap
bagian sebagai satu tim kerja yang kompak dan solid agar pelaksanaan
pembangunan dapat mencapai tujuan yang tepat sasaran, efektif dan efisien.
Pembentukan organisasi dalam suatu proyek mempunyai tujuan sebagai
berikut:
1. Memudahkan pelaksanaan dan pengawasan baik secara individu maupun
secara keseluruhan kegiatan. Dapat mengontrol kemajuan dan hambatan yang
ada di proyek sehingga proyek dapat berjalan tepat waktu dan selama proses
pelaksanaan dapat dikontrol sesuai jadwal.
2. Penanganan lingkup pekerjaan secara profesional sesuai dengan kemampuan
dan bidangnya masing-masing.
3. Pembagian hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak yang dapat
dipertanggungjawabkan sehingga dapat terwujud keselarasan untuk
menghindari kesimpangsiuran dalam hak, wewenang dan tanggung jawab.
4. Dengan adanya pembagian kerja yang jelas dimaksudkan agar dapat
mendayagunakan barang/fasilitas yang tersedia secara optimal.
2.2 Struktur Organisasi Proyek
Dalam organisasi proyek perlu adanya kejelasan tugas, wewenang, dan
tanggung jawab serta hubungan kerja antar unsur-unsur yang saling berkaitan
dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Organisasi harus sesederhana mungkin, tetapi harus dapat menunjang
produktifitas kerja semaksimal mungkin.
9
2. Perlu adanya kejelasan bidang kerja dari tiap-tiap personil yaitu mengenai:
a. Tugas dan kewajiban
b. Tanggung jawab
c. Hak-hak tiap personil
d. Hubungan kerja antara personil satu dengan personil yang lain
3. Garis komando dibuat sependek mungkin dan sepraktis mungkin agar
komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan pengambilan keputusan dapat
dilakukan dengan cepat dan tepat.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menunjuk seorang personil untuk
duduk di dalam struktur organisasi proyek adalah:
1. Harus mengetahui dan menguasai pekerjaan yang akan dilakukan.
2. Bertanggung jawab penuh pada pekerjaan yang akan dipercayakan
kepadanya.
3. Harus aktif dan mempunyai inisiatif.
2.2.1 Struktur Organisasi Pelaksana
Struktur organisasi pelaksanana untuk proyek satu dengan yang lainnya
berbeda-beda tergantung pada :
1. Lingkup dan besarnya proyek
2. Sifat hubungan kontraktual dengan klien
3. Potensi perusahaan
4. Anggota staff yang tersedia untuk proyek tersebut
Prinsip-prinsip berikut perlu juga diperhatikan dalam penyusunan organisasi
di lapangan, yaitu :
10
1. Jalur instruksi harus langsung dan sependek mungkin.
2. Masung-masing staf harus memiliki uraian pekerjaan (job description) secara
jelas dan terperinci.
3. Masing-masing individu dibekali dengan wewenang untuk mengambil
keputusan sesuai dengan jabatannya.
11
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Proyek MDC
12
2.2.2 Fungsi, Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab
Tugas dan kewajiban serta wewenang pihak-pihak yang terlibat dalam
pembangunan proyek ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Pemilik Proyek (owner)
Pemilik proyek (owner) merupakan pihak yang mempunyai ide serta
memiliki prasarana untuk merealisasikan ide tersebut dan menunjuk
konsultan perencana untuk mewujudkan ide dan gagasannya dalam bentuk
persiapan. Pihak ini dapat berasal dari pemerintah, badan hukum
(perusahaan/yayasan) dan swasta atau perorangan. Adapun dalam
pelaksanaan proyek ini yang bertindak sebagai pemilik proyek adalah PT.
Citra Gading Land.
Adapun tugas dan kewajiban pemilik proyek adalah:
a. Menyediakan dana untuk pembangunan proyek tersebut.
b. Memberikan tugas maupun instruksi kepada pihak-pihak yang terlibat
dalam proyek.
c. Mengadakan perubahan dalam pekerjaan bila diperlukan.
d. Mengeluarkan surat perintah kerja.
e. Menuntut perbaikan dan penyempurnaan bangunan dalam masa
pemeliharaan, jika hasil yang didapat tidak sesuai dengan mutu dan
syarat-syarat yang ditetapkan.
f. Memilih dan menunjuk konsultan pengawas untuk membantu pengelola
proyek untuk melaksanakan pengawasan selama masa konstruksi.
g. Memilih dan menunjuk konsultan perencana untuk merealisasikan ide-
ide owner.
13
h. Mengadakan pengawasan berkala untuk mengetahui pelaksanaan
pekerjaan.
2. Pimpinan Proyek (Pengelola Proyek)
Pimpinan proyek bertugas sebagai penanggung jawab pelaksanaan
pembangunan dan bertindak pula sebagai pemberi tugas di lapangan.
Adapun tugas dan wewenang pimpinan proyek adalah:
a. Menandatangani surat perintah kerja dan surat perjanjian dengan pihak
kontraktor pelaksana.
b. Mengambil keputusan mengenai proyek yang berlangsung.
c. Mengeluarkan semua instruksi kepada pihak kontraktor pelaksana.
d. Menyetujui atau menolak penyerahan pekerjaan atau perpanjangan yang
diajukan oleh kontraktor.
e. Menetapkan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.
f. Memonitor jalannya pelaksanaan pekerjaan.
g. Menetapkan pekerjaan tambah/kurang akibat perubahan desain atau
sebab lain.
3. Konsultan Perencana
Konsultan perencana adalah suatu badan hukum yang ditunjuk oleh
owner untuk merencanakan proyek mulai dari perencanaan proyek sampai
finishing arsitektur bangunan sesuai dengan ide pemilik proyek. Dalam suatu
proyek, perencana merupakan suatu tim yang terdiri dari tenaga-tenaga teknik
dari berbagai disiplin ilmu seperti sipil, arsitektur, mesin, elektro, dan lain-
lain. Adapun dalam pelaksanaan proyek ini yang bertindak sebagai konsultan
14
perencana adalah PT. Bikonar Pratama. Tim perencana bertanggung jawab
penuh terhadap hasil perencanaan.
Adapun tanggung jawab konsultan perencana adalah:
a. Bertanggung jawab terhadap hasil perencanaan yang telah dibuat.
b. Bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan bangunan.
c. Bertanggung jawab terhadap owner mengenai kesesuaian rencana dan
pelaksanaan di lapangan.
Fungsi konsultan perencana adalah membantu pengelola proyek, dalam
hal ini pengelola proyek meliputi pemimpin proyek, pengelola administrasi
proyek, pengelola keuangan proyek, pengelola teknis proyek untuk
melaksanakan pengadaan dokumen perencana, dokumen lelang, dokumen
pelaksana konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalan-
persoalan perencanaan yang timbul selama tahap pelaksanaan konstruksi.
Kewajiban konsultan perencana adalah:
a. Berperan dalam kegiatan pada tahap perencanaan yang meliputi
pengumpulan data dan informasi lapangan, membuat penafsiran secara
garis besar terhadap arahan penugasan, melakukan konsultasi dengan
pemerintah daerah setempat mengenai segala sesuatu yang berhubungan
dengan rencana pembangunan, ijin-ijin dan lain sebagainya.
b. Menyusun pengembangan rancangan pelaksanaan yang meliputi
pembangunan rancangan arsitektur, uraian dan visualisasi dua atau tiga
dimensi jika diperlukan, membuat rancangan struktur dan utilitas beserta
analisis perhitungan.
15
c. Menyusun rancangan detail yang meliputi penguatan gambar-gambar
detail, rencana kerja dan syarat-syarat, rincian volume pekerjaan,
anggaran biaya serta menyusun dokumen perencanaan.
d. Membantu pimpro dalam menyusun dokumen pelelangan sebanyak
rangkap lima, membantu panitia pelelangan dalam menyusun program
pelelangan.
e. Membantu panitia pelelangan memberikan penjelasan termasuk
menyusun berita acara penjelasan pekerjaan, membantu dalam evaluasi
penawaran, menyusun ulang dokumen pelelangan, dan melaksanakan
tugas-tugas yang sama jika pelelangan harus diulang.
4. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas adalah suatu badan hukum yang membantu owner
dan berperan dalam memberikan pengawasan dan mengontrol pelaksanaan
agar sesuai dengan dokumen kontrak sehingga dapat mengendalikan
pembiayaan dan waktu pelaksanaan serta menjamin kualitas proyek. Adapun
dalam pelaksanaan proyek ini yang bertindak sebagai konsultan pengawas
adalah pemilik proyek sendiri yaitu PT. Citra Gading Land.
Tugas dan kewajiban konsultan pengawas adalah:
a. Memberi penjelasan tentang kegiatan proyek secara menyeluruh pada
kontraktor.
b. Mengawasi dan mengontrol pelaksanaan proyek untuk semua bagian
konstruksi agar sesuai dengan perencanaan.
c. Mengendalikan dan mengontrol pelaksanaan proyek yang menyangkut
aspek kualitas, biaya dan waktu pelaksanaan proyek.
16
d. Mengevaluasi dan mengajukan usul-usul kepada kontraktor pelaksana
untuk semua bagian konstruksi dan pelaksanaannya di lapangan.
e. Memberikan keterangan dan penjelasan jika diadakan perubahan
pelaksanaan maupun tambahan struktur yang dikoordinasikan dengan
kontraktor sesuai dengan permintaan pemilik proyek.
f. Menunjuk satu atau beberapa staff untuk melaksanakan pengawasan di
lapangan terutama untuk bagian-bagian yang membutuhkan pengawasan
lebih teliti dan seksama.
g. Membuat laporan tentang kemajuan pekerjaan di lapangan baik berupa
laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, maupun laporan
tahunan.
h. Membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan
baik yang menyangkut hambatan-hambatan maupun perubahan-
perubahan desain jika ada.
i. Mengadakan pemeriksaan terhadap mutu bahan yang digunakan.
j. Mengadakan pertemuan rutin dengan kontraktor untuk kepentingan
koordinasi di lapangan.
k. Memberikan saran dan teguran/peringatan kepada kontraktor seandainya
pelaksanaan pekerjaan di lapangan terjadi penyimpangan yang dapat
mengakibatkan mutu pekerjaan tidak sesuai dengan standart yang
ditentukan.
l. Membuat berita acara penyelesaian pekerjaan. Adapun tanggung jawab
konsultan pengawas :
17
a. Bertanggung jawab kepada kontraktor mengenai kemajuan proyek secara
berkala berdasarkan gambar rencana.
b. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan di lapangan secara langsung.
c. Memberikan usulan-usulan berdasarkan temuan hal baru atau kendala di
lapangan yang bersifat kemajuan untuk proyek.
5. Kontraktor
Kontraktor adalah orang atau badan yang menerima dan berkewajiban
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar-gambar kerja, uraian, dan
syarat-syarat pekerjaan (RKS) yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak,
sesuai dengan biaya kontrak yang telah dibuat oleh pemilik proyek.
Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan
sesuai dengan dokumen kontrak yang telah ditetapkan. Dalam proyek ini
yang bertindak selaku kontraktor adalah PT. Citra Gading Asritama.
Tugas dan kewajiban kontraktor adalah:
a. Mengawasi dan memimpin jalannya pelaksanaan pekerjaan sehingga
dapat dipenuhinya tahapan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan gambar
rencana, syarat-syarat dan ketentuan yang telah direncanakan.
b. Menyediakan segala bahan, alat dan perlengkapan yang diperlukan
selama pelaksanaan proyek.
c. Kontraktor wajib mengikuti dan mentaati segala petunjuk dari pemilik
proyek dan konsultan pengawas.
d. Kontraktor wajib hadir dalam setiap rapat yang diselenggarakan yang
berkaitan dengan pekerjaan di lapangan.
18
e. Memberi teguran dan arahan kepada pengawas lapangan jika terjadi
penyimpangan jadwal pelaksanaan dan keterlambatan pelaksanaan di
lapangan.
f. Kontraktor wajib memberikan laporan mengenai perkembangan proyek
di lapangan.
Kontraktor berkewajiban memenuhi :
a. Pengamanan secara wajar dan sehat atas semua orang, tenaga kerja juga
pengunjung yang berkepentingan terhadap proyek.
b. Pencegahan terhadap kerusakan, kebakaran, atau hilangnya sebagian atau
semua hasil pekerjaan, bahan dan peralatan yang berada di lokasi proyek.
c. Penyediaan perlengkapan P3K serta meminta semua tenaga kerja untuk
bekerja menggunakan alat-alat keselamatan kerja.
Tanggung jawab kontraktor :
a. Bertanggung jawab kepada pemilik atas proyek pembangunan yang
dipercayakan baik waktu pelaksanaannya maupun kualitas sesuai dengan
rencana.
b. Bertanggung jawab atas keselamatan pekerja pada waktu pelaksanaan
pekerjaan.
c. Bertanggung jawab terhadap penyediaan peralatan pekerjaan.
d. Bertanggung jawab dalam pemeliharaan fisik yang terhitung sejak
tanggal penyerahan sampai waktu yang ditentukan.
19
6. Manajer Proyek (Site Manager)
Manajer proyek adalah orang yang duduk dalam proyek yang
bertanggung jawab atas:
a. Tercapainya sasaran proyek sebagaimana yang ditetapkan.
b. Efektifitas dan efesiensi pemanfaatan sumber daya milik perusahaan
yang dipercayakan kepadanya.
c. Upaya untuk mendapatkan hasil yang lebih dari proyek tersebut untuk
kepentingan bersama.
Tugas dan wewenang manajer proyek adalah:
a. Mengupayakan rencana kerja dan anggaran pelaksanaan proyek sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
b. Mengupayakan kualitas dan pelaksanaan kerja, pemanfaatan sumber
daya keuangan dan waktu penyelesaian proyek secara optimal.
c. Memilih metode kerja yang handal dan efektif.
d. Menandatangani surat menyurat sehubungan dengan pelaksanaan proyek.
e. Mengupayakan pemilihan kemampuan dan kedisiplinan bawahannya
untuk mendapatkan hasil yang optimal.
7. Pelaksana Sipil/Struktur (Site Engineer)
Site engineer adalah bagian teknisi yang mengkoordinasikan pekerjaan
struktur di lapangan.
Tugas dan wewenang site engineer adalah:
a. Bertanggung jawab atas tersedianya program kerja harian dari setiap
tahap pekerjaan sesuai dengan bidangnya berdasarkan program
mingguan.
20
b. Menghitung jumlah kebutuhan yang dipakai sekaligus menghitung upah
kerja setiap minggu.
c. Memberi petunjuk kepada mandor berdasarkan gambar kerja.
d. Memberi laporan yang benar dan terperinci setiap hari atau sedikitnya
seminggu sekali kepada pelaksana mengenai perkembangan volume
pekerjaan yang telah dikerjakan.
8. Koordinator Lapangan
Koordinator lapangan merupakan wakil dari pimpinan proyek dalam
menjalankan tugas. Tugas dan tanggung jawab koordinator lapangan antara
lain:
a. Bertanggung jawab kepada pimpinan proyek.
b. Mengawasi jalannya proyek agar sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
c. Mengambil tindakan-tindakan cepat bila diperlukan dan
mempertanggungjawabkan kepada pimpinan proyek.
d. Membawahi langsung dan mengawasi pelaksanaan, mekanik, dan
logistik.
9. Pelaksana
Pelaksana berfungsi membantu koordinator lapangan dalam memeriksa
hasil pekerjaan setiap hari serta member instruksi kepada mandor.
Tugas utama dari pelaksana adalah:
a. Mengadakan pengawasan rutin setiap hari terhadap setiap unit pekerja
sehingga diharapkan dicapai hasil yang maksimal dengan menggunakan
bahan yang seefisien mungkin.
21
b. Mengevaluasi rencana kebutuhan alat, material, dan tenaga kerja yang
diusulkan oleh mandor. Rencana tersebut nantinya disampaikan kepada
koordinator lapangan untuk disetujui.
c. Memberi instruksi kepada mandor tentang pekerjaan yang harus
dikerjakan.
d. Mengontrol revisi-revisi pekerjaan sesuai dengan yang diinstruksikan
oleh koordinator lapangan.
e. Membuat rencana kerja setiap hari.
f. Membuat laporan kemajuan fisik proyek setiap hari, setiap minggu,
setiap bulan, serta mengevaluasi bersama-sama pimpinan proyek dan
koordinator lapangan untuk disesuaikan pada rencana dan jadwal proyek.
10. Logistik
Bagian logistik adalah bagian dari proyek yang bertanggung jawab
terhadap persediaan dan pengaturan material seperti semen, kerikil, pasir, dan
lain-lain sesuai dengan permintaan pelaksana proyek agar dapat berjalan
dengan lancar.
Tanggung jawab bagian logistik adalah:
a. Bertanggung jawab terhadap penerimaan dan pengeluaran barang dari
dan ke dalam gudang.
b. Bertanggung jawab terhadap banyaknya persediaan barang dalam gudang
dan melaporkannya kepada pengawas lapangan.
11. Mandor
Dalam suatu proyek, mandor berfungsi untuk mengawasi secara langsung
pekerjaan di lapangan. Mandor memberi instruksi kepada para tukang agar
22
bekerja sesuai dengan gambar rencana atau menurut instruksi dari pelaksana.
Mandor bertanggung jawab kepada pelaksana dan mempunyai tugas untuk
mengontrol kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek. Apabila
jumlah pekerja diperhitungkan masih kurang, maka mandor berhak
mengajukan kepada pelaksana untuk menambah jumlah tenaga kerja.
Tugas dan kewajiban mandor adalah:
a. Mengkoordinir para tukang agar mempermudah pelaksanaan pekerjaan.
b. Mengawasi langsung pekerjaan kepala tukang dan pekerja.
c. Menghitung bahan dan alat dari pekerjaan yang akan dilakukan,
kemudian mengajukan permintaan bahan kepada pelaksana.
12. Kepala Tukang
Kepala tukang adalah orang yang ditunjuk oleh mandor untuk
mengepalai suatu pekerjaan. Hak dan kewajiban kepala tukang adalah
mengkoordinir para pekerja sesuai dengan keahliannya masing-masing untuk
melaksanakan tugas yang diberikan oleh mandor. Tanggung jawab kepala
tukang yaitu mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada mandor.
13. Tukang
Tukang adalah tenaga kerja ahli menurut bidangnya masing-masing.
Tugas tukang adalah melaksanakan apa yang diperintahkan mandor sesuai
dengan gambar rencana atau menurut instruksi gambar.
a. Tukang batu mempunyai tugas:
- Memasang batu kosong, urugan pasir, lantai kerja dan pondasi.
- Mengecor sloof, plat lantai, balok, kolom, tangga, core/inti dan plat
atap.
23
- Memasang pasangan batu-bata untuk tembok dan plesteran tembok
dan lain-lain.
b. Tukang besi mempunyai tugas:
Merakit/merangkai serta memasang besi tulangan untuk sloof, pile
cap, plat lantai, balok, tangga, atap, kolom dan lain-lain yang
berhubungan dengan pembesian.
c. Tukang kayu mempunyai tugas:
- Membuat penyangga (perancah), bekisting balok, kolom, plat lantai,
dinding geser.
- Membuat plafon, dinding partisi dan lain-lain.
d. Tukang alumunium mempunyai tugas:
- Membuat kusen pintu dan jendela, serta daun pintu dan jendela.
- Memasang kuda-kuda.
e. Tukang cat mempunyai tugas:
Melakukan pengecatan terhadap semua sisi yang perlu di cat sesuai
dengan bestek.
14. Pekerja
Pekerja adalah orang yang melaksanakan pekerjaan di lapangan secara
langsung. Tugas dan kewajiban pekerja yaitu melaksanakan seperti yang
diinstruksikan oleh kepala tukang. Tanggung jawab pekerja adalah
mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya kepada kepala tukang.
24