0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan18 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas struktur organisasi proyek yang penting untuk mengatur kegiatan proyek agar berjalan lancar melalui kerja sama antar berbagai unsur. Terdapat lima elemen manajemen yang harus diperhatikan yaitu manusia, keuangan, metode, material, dan mesin. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tugas dan tanggung jawab berbagai pihak yang terlibat dalam proyek, termasuk pemilik proyek, pimpinan proyek, konsultan perencana, konsultan pengawas, kontraktor, dan manajer proyek.

Diunggah oleh

Oioi Aje
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan18 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas struktur organisasi proyek yang penting untuk mengatur kegiatan proyek agar berjalan lancar melalui kerja sama antar berbagai unsur. Terdapat lima elemen manajemen yang harus diperhatikan yaitu manusia, keuangan, metode, material, dan mesin. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tugas dan tanggung jawab berbagai pihak yang terlibat dalam proyek, termasuk pemilik proyek, pimpinan proyek, konsultan perencana, konsultan pengawas, kontraktor, dan manajer proyek.

Diunggah oleh

Oioi Aje
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

STRUKTUR ORGANISASI PROYEK

2.1 Tinjauan Umum

Struktur organisasi proyek adalah suatu wadah yang berfungsi mengatur

kegiatan proyek, sehingga proyek dapat berjalan dengan lancar. Dalam organisasi

proyek dibutuhkan kerja sama antar berbagai unsur yang saling terkait, sehingga

masing-masing pihak tahu kedudukannya dan tanggung jawabnya dalam kegiatan

pelaksanaan proyek guna mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Sistem organisasi yang digunakan harus sesuai dengan lingkup dan tujuan

proyek, sehingga masing-masing pihak dapat saling menunjang, serta dalam

pelaksanaannya diperlukan adanya hubungan kerja yang terorganisasi dan

sistematis agar setiap pihak yang terkait mengetahui tugas dan kewajibannya.

Dengan adanya kenyataan tersebut maka diperlukan suatu manajemen yang

pada prinsipnya merupakan suatu proses kegiatan atau usaha untuk mencapai

tujuan tertentu melalui kerjasama dengan orang lain berdasarkan ilmu dan seni.

Untuk mencapai sasaran tersebut diperlukan sejumlah sarana, fasilitas, atau alat

yang disebut juga sebagai unsur-unsur manajemen. Unsur-unsur manajemen

tersebut seringkali dirumuskan oleh ahli manajemen dengan sebutan “The Five M

in Management”.

Elemen-elemen tersebut merupakan faktor yang harus disediakan pada suatu

kegiatan yaitu meliputi :

7
1. Man (manusia)

Manusia menjadi penentu tujuan sekaligus pelaku dalam proses kegiatan

yang telah direncanakan. Tegasnya, faktor manusia itu mutlak. Tak akan ada

manajemen tanpa adanya manusia. Manusia yang merencanakan, melakukan,

menggunakan, melaksanakan, dan merasakan hasil dari manajemen itu.

2. Money (keuangan dan pembiayaan)

Dalam dunia modern, uang sebagai alat tukar dan alat pengukur nilai,

amat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan, disamping unsur manusianya.

3. Methods (metode dan cara-cara kerja)

Metode yaitu cara melaksanakan suatu pekerjaan dalam rangka mencapai

tujuan yang ditetapkan. Cara kerja yang tepat amat menentukan kelancaran

jalannya roda manajemen.

4. Materials (bahan-bahan atau perlengkapan)

Faktor material sangat penting, karena manusia tidak dapat berbuat tanpa

bahan dan perlengkapan.

5. Machines (mesin-mesin)

Peranan mesin dalam jaman modern ini tidak diragukan lagi. Mesin

membawa kemudahan dalam pekerjaan, mempersingkat waktu bekerja untuk

menghasilkan sesuatu sehingga tingkat efisiensi lebih tinggi diharapkan

mendapatkan hasil yang maksimal.

Selama tahap pelaksanaan pembangunan proyek hingga selesainya proyek

tersebut akan banyak melibatkan banyak staf ahli, profesi dan disiplin ilmu yang

berbeda tetapi saling menunjang satu sama lain mulai dari struktur yang teratas

sampai struktur yang terbawah. Dimana kelalaian yang dilakukan per orang atau

8
kelompok di dalam suatu proyek akan berdampak pada keseluruhan struktur

sehingga pelaksanaan akan terhambat. Maka dibutuhkan kerja sama antar setiap

bagian sebagai satu tim kerja yang kompak dan solid agar pelaksanaan

pembangunan dapat mencapai tujuan yang tepat sasaran, efektif dan efisien.

Pembentukan organisasi dalam suatu proyek mempunyai tujuan sebagai

berikut:

1. Memudahkan pelaksanaan dan pengawasan baik secara individu maupun

secara keseluruhan kegiatan. Dapat mengontrol kemajuan dan hambatan yang

ada di proyek sehingga proyek dapat berjalan tepat waktu dan selama proses

pelaksanaan dapat dikontrol sesuai jadwal.

2. Penanganan lingkup pekerjaan secara profesional sesuai dengan kemampuan

dan bidangnya masing-masing.

3. Pembagian hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak yang dapat

dipertanggungjawabkan sehingga dapat terwujud keselarasan untuk

menghindari kesimpangsiuran dalam hak, wewenang dan tanggung jawab.

4. Dengan adanya pembagian kerja yang jelas dimaksudkan agar dapat

mendayagunakan barang/fasilitas yang tersedia secara optimal.

2.2 Struktur Organisasi Proyek

Dalam organisasi proyek perlu adanya kejelasan tugas, wewenang, dan

tanggung jawab serta hubungan kerja antar unsur-unsur yang saling berkaitan

dengan memperhatikan hal-hal berikut:

1. Organisasi harus sesederhana mungkin, tetapi harus dapat menunjang

produktifitas kerja semaksimal mungkin.

9
2. Perlu adanya kejelasan bidang kerja dari tiap-tiap personil yaitu mengenai:

a. Tugas dan kewajiban

b. Tanggung jawab

c. Hak-hak tiap personil

d. Hubungan kerja antara personil satu dengan personil yang lain

3. Garis komando dibuat sependek mungkin dan sepraktis mungkin agar

komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan pengambilan keputusan dapat

dilakukan dengan cepat dan tepat.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menunjuk seorang personil untuk

duduk di dalam struktur organisasi proyek adalah:

1. Harus mengetahui dan menguasai pekerjaan yang akan dilakukan.

2. Bertanggung jawab penuh pada pekerjaan yang akan dipercayakan

kepadanya.

3. Harus aktif dan mempunyai inisiatif.

2.2.1 Struktur Organisasi Pelaksana

Struktur organisasi pelaksanana untuk proyek satu dengan yang lainnya

berbeda-beda tergantung pada :

1. Lingkup dan besarnya proyek

2. Sifat hubungan kontraktual dengan klien

3. Potensi perusahaan

4. Anggota staff yang tersedia untuk proyek tersebut

Prinsip-prinsip berikut perlu juga diperhatikan dalam penyusunan organisasi

di lapangan, yaitu :

10
1. Jalur instruksi harus langsung dan sependek mungkin.

2. Masung-masing staf harus memiliki uraian pekerjaan (job description) secara

jelas dan terperinci.

3. Masing-masing individu dibekali dengan wewenang untuk mengambil

keputusan sesuai dengan jabatannya.

11
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Proyek MDC

12
2.2.2 Fungsi, Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab

Tugas dan kewajiban serta wewenang pihak-pihak yang terlibat dalam

pembangunan proyek ini dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pemilik Proyek (owner)

Pemilik proyek (owner) merupakan pihak yang mempunyai ide serta

memiliki prasarana untuk merealisasikan ide tersebut dan menunjuk

konsultan perencana untuk mewujudkan ide dan gagasannya dalam bentuk

persiapan. Pihak ini dapat berasal dari pemerintah, badan hukum

(perusahaan/yayasan) dan swasta atau perorangan. Adapun dalam

pelaksanaan proyek ini yang bertindak sebagai pemilik proyek adalah PT.

Citra Gading Land.

Adapun tugas dan kewajiban pemilik proyek adalah:

a. Menyediakan dana untuk pembangunan proyek tersebut.

b. Memberikan tugas maupun instruksi kepada pihak-pihak yang terlibat

dalam proyek.

c. Mengadakan perubahan dalam pekerjaan bila diperlukan.

d. Mengeluarkan surat perintah kerja.

e. Menuntut perbaikan dan penyempurnaan bangunan dalam masa

pemeliharaan, jika hasil yang didapat tidak sesuai dengan mutu dan

syarat-syarat yang ditetapkan.

f. Memilih dan menunjuk konsultan pengawas untuk membantu pengelola

proyek untuk melaksanakan pengawasan selama masa konstruksi.

g. Memilih dan menunjuk konsultan perencana untuk merealisasikan ide-

ide owner.

13
h. Mengadakan pengawasan berkala untuk mengetahui pelaksanaan

pekerjaan.

2. Pimpinan Proyek (Pengelola Proyek)

Pimpinan proyek bertugas sebagai penanggung jawab pelaksanaan

pembangunan dan bertindak pula sebagai pemberi tugas di lapangan.

Adapun tugas dan wewenang pimpinan proyek adalah:

a. Menandatangani surat perintah kerja dan surat perjanjian dengan pihak

kontraktor pelaksana.

b. Mengambil keputusan mengenai proyek yang berlangsung.

c. Mengeluarkan semua instruksi kepada pihak kontraktor pelaksana.

d. Menyetujui atau menolak penyerahan pekerjaan atau perpanjangan yang

diajukan oleh kontraktor.

e. Menetapkan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.

f. Memonitor jalannya pelaksanaan pekerjaan.

g. Menetapkan pekerjaan tambah/kurang akibat perubahan desain atau

sebab lain.

3. Konsultan Perencana

Konsultan perencana adalah suatu badan hukum yang ditunjuk oleh

owner untuk merencanakan proyek mulai dari perencanaan proyek sampai

finishing arsitektur bangunan sesuai dengan ide pemilik proyek. Dalam suatu

proyek, perencana merupakan suatu tim yang terdiri dari tenaga-tenaga teknik

dari berbagai disiplin ilmu seperti sipil, arsitektur, mesin, elektro, dan lain-

lain. Adapun dalam pelaksanaan proyek ini yang bertindak sebagai konsultan

14
perencana adalah PT. Bikonar Pratama. Tim perencana bertanggung jawab

penuh terhadap hasil perencanaan.

Adapun tanggung jawab konsultan perencana adalah:

a. Bertanggung jawab terhadap hasil perencanaan yang telah dibuat.

b. Bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan bangunan.

c. Bertanggung jawab terhadap owner mengenai kesesuaian rencana dan

pelaksanaan di lapangan.

Fungsi konsultan perencana adalah membantu pengelola proyek, dalam

hal ini pengelola proyek meliputi pemimpin proyek, pengelola administrasi

proyek, pengelola keuangan proyek, pengelola teknis proyek untuk

melaksanakan pengadaan dokumen perencana, dokumen lelang, dokumen

pelaksana konstruksi dan memberikan penjelasan terhadap persoalan-

persoalan perencanaan yang timbul selama tahap pelaksanaan konstruksi.

Kewajiban konsultan perencana adalah:

a. Berperan dalam kegiatan pada tahap perencanaan yang meliputi

pengumpulan data dan informasi lapangan, membuat penafsiran secara

garis besar terhadap arahan penugasan, melakukan konsultasi dengan

pemerintah daerah setempat mengenai segala sesuatu yang berhubungan

dengan rencana pembangunan, ijin-ijin dan lain sebagainya.

b. Menyusun pengembangan rancangan pelaksanaan yang meliputi

pembangunan rancangan arsitektur, uraian dan visualisasi dua atau tiga

dimensi jika diperlukan, membuat rancangan struktur dan utilitas beserta

analisis perhitungan.

15
c. Menyusun rancangan detail yang meliputi penguatan gambar-gambar

detail, rencana kerja dan syarat-syarat, rincian volume pekerjaan,

anggaran biaya serta menyusun dokumen perencanaan.

d. Membantu pimpro dalam menyusun dokumen pelelangan sebanyak

rangkap lima, membantu panitia pelelangan dalam menyusun program

pelelangan.

e. Membantu panitia pelelangan memberikan penjelasan termasuk

menyusun berita acara penjelasan pekerjaan, membantu dalam evaluasi

penawaran, menyusun ulang dokumen pelelangan, dan melaksanakan

tugas-tugas yang sama jika pelelangan harus diulang.

4. Konsultan Pengawas

Konsultan pengawas adalah suatu badan hukum yang membantu owner

dan berperan dalam memberikan pengawasan dan mengontrol pelaksanaan

agar sesuai dengan dokumen kontrak sehingga dapat mengendalikan

pembiayaan dan waktu pelaksanaan serta menjamin kualitas proyek. Adapun

dalam pelaksanaan proyek ini yang bertindak sebagai konsultan pengawas

adalah pemilik proyek sendiri yaitu PT. Citra Gading Land.

Tugas dan kewajiban konsultan pengawas adalah:

a. Memberi penjelasan tentang kegiatan proyek secara menyeluruh pada

kontraktor.

b. Mengawasi dan mengontrol pelaksanaan proyek untuk semua bagian

konstruksi agar sesuai dengan perencanaan.

c. Mengendalikan dan mengontrol pelaksanaan proyek yang menyangkut

aspek kualitas, biaya dan waktu pelaksanaan proyek.

16
d. Mengevaluasi dan mengajukan usul-usul kepada kontraktor pelaksana

untuk semua bagian konstruksi dan pelaksanaannya di lapangan.

e. Memberikan keterangan dan penjelasan jika diadakan perubahan

pelaksanaan maupun tambahan struktur yang dikoordinasikan dengan

kontraktor sesuai dengan permintaan pemilik proyek.

f. Menunjuk satu atau beberapa staff untuk melaksanakan pengawasan di

lapangan terutama untuk bagian-bagian yang membutuhkan pengawasan

lebih teliti dan seksama.

g. Membuat laporan tentang kemajuan pekerjaan di lapangan baik berupa

laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, maupun laporan

tahunan.

h. Membuat catatan-catatan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan

baik yang menyangkut hambatan-hambatan maupun perubahan-

perubahan desain jika ada.

i. Mengadakan pemeriksaan terhadap mutu bahan yang digunakan.

j. Mengadakan pertemuan rutin dengan kontraktor untuk kepentingan

koordinasi di lapangan.

k. Memberikan saran dan teguran/peringatan kepada kontraktor seandainya

pelaksanaan pekerjaan di lapangan terjadi penyimpangan yang dapat

mengakibatkan mutu pekerjaan tidak sesuai dengan standart yang

ditentukan.

l. Membuat berita acara penyelesaian pekerjaan. Adapun tanggung jawab

konsultan pengawas :

17
a. Bertanggung jawab kepada kontraktor mengenai kemajuan proyek secara

berkala berdasarkan gambar rencana.

b. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan di lapangan secara langsung.

c. Memberikan usulan-usulan berdasarkan temuan hal baru atau kendala di

lapangan yang bersifat kemajuan untuk proyek.

5. Kontraktor

Kontraktor adalah orang atau badan yang menerima dan berkewajiban

melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar-gambar kerja, uraian, dan

syarat-syarat pekerjaan (RKS) yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak,

sesuai dengan biaya kontrak yang telah dibuat oleh pemilik proyek.

Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan

sesuai dengan dokumen kontrak yang telah ditetapkan. Dalam proyek ini

yang bertindak selaku kontraktor adalah PT. Citra Gading Asritama.

Tugas dan kewajiban kontraktor adalah:

a. Mengawasi dan memimpin jalannya pelaksanaan pekerjaan sehingga

dapat dipenuhinya tahapan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan gambar

rencana, syarat-syarat dan ketentuan yang telah direncanakan.

b. Menyediakan segala bahan, alat dan perlengkapan yang diperlukan

selama pelaksanaan proyek.

c. Kontraktor wajib mengikuti dan mentaati segala petunjuk dari pemilik

proyek dan konsultan pengawas.

d. Kontraktor wajib hadir dalam setiap rapat yang diselenggarakan yang

berkaitan dengan pekerjaan di lapangan.

18
e. Memberi teguran dan arahan kepada pengawas lapangan jika terjadi

penyimpangan jadwal pelaksanaan dan keterlambatan pelaksanaan di

lapangan.

f. Kontraktor wajib memberikan laporan mengenai perkembangan proyek

di lapangan.

Kontraktor berkewajiban memenuhi :

a. Pengamanan secara wajar dan sehat atas semua orang, tenaga kerja juga

pengunjung yang berkepentingan terhadap proyek.

b. Pencegahan terhadap kerusakan, kebakaran, atau hilangnya sebagian atau

semua hasil pekerjaan, bahan dan peralatan yang berada di lokasi proyek.

c. Penyediaan perlengkapan P3K serta meminta semua tenaga kerja untuk

bekerja menggunakan alat-alat keselamatan kerja.

Tanggung jawab kontraktor :

a. Bertanggung jawab kepada pemilik atas proyek pembangunan yang

dipercayakan baik waktu pelaksanaannya maupun kualitas sesuai dengan

rencana.

b. Bertanggung jawab atas keselamatan pekerja pada waktu pelaksanaan

pekerjaan.

c. Bertanggung jawab terhadap penyediaan peralatan pekerjaan.

d. Bertanggung jawab dalam pemeliharaan fisik yang terhitung sejak

tanggal penyerahan sampai waktu yang ditentukan.

19
6. Manajer Proyek (Site Manager)

Manajer proyek adalah orang yang duduk dalam proyek yang

bertanggung jawab atas:

a. Tercapainya sasaran proyek sebagaimana yang ditetapkan.

b. Efektifitas dan efesiensi pemanfaatan sumber daya milik perusahaan

yang dipercayakan kepadanya.

c. Upaya untuk mendapatkan hasil yang lebih dari proyek tersebut untuk

kepentingan bersama.

Tugas dan wewenang manajer proyek adalah:

a. Mengupayakan rencana kerja dan anggaran pelaksanaan proyek sesuai

dengan prosedur yang berlaku.

b. Mengupayakan kualitas dan pelaksanaan kerja, pemanfaatan sumber

daya keuangan dan waktu penyelesaian proyek secara optimal.

c. Memilih metode kerja yang handal dan efektif.

d. Menandatangani surat menyurat sehubungan dengan pelaksanaan proyek.

e. Mengupayakan pemilihan kemampuan dan kedisiplinan bawahannya

untuk mendapatkan hasil yang optimal.

7. Pelaksana Sipil/Struktur (Site Engineer)

Site engineer adalah bagian teknisi yang mengkoordinasikan pekerjaan

struktur di lapangan.

Tugas dan wewenang site engineer adalah:

a. Bertanggung jawab atas tersedianya program kerja harian dari setiap

tahap pekerjaan sesuai dengan bidangnya berdasarkan program

mingguan.

20
b. Menghitung jumlah kebutuhan yang dipakai sekaligus menghitung upah

kerja setiap minggu.

c. Memberi petunjuk kepada mandor berdasarkan gambar kerja.

d. Memberi laporan yang benar dan terperinci setiap hari atau sedikitnya

seminggu sekali kepada pelaksana mengenai perkembangan volume

pekerjaan yang telah dikerjakan.

8. Koordinator Lapangan

Koordinator lapangan merupakan wakil dari pimpinan proyek dalam

menjalankan tugas. Tugas dan tanggung jawab koordinator lapangan antara

lain:

a. Bertanggung jawab kepada pimpinan proyek.

b. Mengawasi jalannya proyek agar sesuai dengan jadwal yang telah

ditentukan.

c. Mengambil tindakan-tindakan cepat bila diperlukan dan

mempertanggungjawabkan kepada pimpinan proyek.

d. Membawahi langsung dan mengawasi pelaksanaan, mekanik, dan

logistik.

9. Pelaksana

Pelaksana berfungsi membantu koordinator lapangan dalam memeriksa

hasil pekerjaan setiap hari serta member instruksi kepada mandor.

Tugas utama dari pelaksana adalah:

a. Mengadakan pengawasan rutin setiap hari terhadap setiap unit pekerja

sehingga diharapkan dicapai hasil yang maksimal dengan menggunakan

bahan yang seefisien mungkin.

21
b. Mengevaluasi rencana kebutuhan alat, material, dan tenaga kerja yang

diusulkan oleh mandor. Rencana tersebut nantinya disampaikan kepada

koordinator lapangan untuk disetujui.

c. Memberi instruksi kepada mandor tentang pekerjaan yang harus

dikerjakan.

d. Mengontrol revisi-revisi pekerjaan sesuai dengan yang diinstruksikan

oleh koordinator lapangan.

e. Membuat rencana kerja setiap hari.

f. Membuat laporan kemajuan fisik proyek setiap hari, setiap minggu,

setiap bulan, serta mengevaluasi bersama-sama pimpinan proyek dan

koordinator lapangan untuk disesuaikan pada rencana dan jadwal proyek.

10. Logistik

Bagian logistik adalah bagian dari proyek yang bertanggung jawab

terhadap persediaan dan pengaturan material seperti semen, kerikil, pasir, dan

lain-lain sesuai dengan permintaan pelaksana proyek agar dapat berjalan

dengan lancar.

Tanggung jawab bagian logistik adalah:

a. Bertanggung jawab terhadap penerimaan dan pengeluaran barang dari

dan ke dalam gudang.

b. Bertanggung jawab terhadap banyaknya persediaan barang dalam gudang

dan melaporkannya kepada pengawas lapangan.

11. Mandor

Dalam suatu proyek, mandor berfungsi untuk mengawasi secara langsung

pekerjaan di lapangan. Mandor memberi instruksi kepada para tukang agar

22
bekerja sesuai dengan gambar rencana atau menurut instruksi dari pelaksana.

Mandor bertanggung jawab kepada pelaksana dan mempunyai tugas untuk

mengontrol kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan proyek. Apabila

jumlah pekerja diperhitungkan masih kurang, maka mandor berhak

mengajukan kepada pelaksana untuk menambah jumlah tenaga kerja.

Tugas dan kewajiban mandor adalah:

a. Mengkoordinir para tukang agar mempermudah pelaksanaan pekerjaan.

b. Mengawasi langsung pekerjaan kepala tukang dan pekerja.

c. Menghitung bahan dan alat dari pekerjaan yang akan dilakukan,

kemudian mengajukan permintaan bahan kepada pelaksana.

12. Kepala Tukang

Kepala tukang adalah orang yang ditunjuk oleh mandor untuk

mengepalai suatu pekerjaan. Hak dan kewajiban kepala tukang adalah

mengkoordinir para pekerja sesuai dengan keahliannya masing-masing untuk

melaksanakan tugas yang diberikan oleh mandor. Tanggung jawab kepala

tukang yaitu mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada mandor.

13. Tukang

Tukang adalah tenaga kerja ahli menurut bidangnya masing-masing.

Tugas tukang adalah melaksanakan apa yang diperintahkan mandor sesuai

dengan gambar rencana atau menurut instruksi gambar.

a. Tukang batu mempunyai tugas:

- Memasang batu kosong, urugan pasir, lantai kerja dan pondasi.

- Mengecor sloof, plat lantai, balok, kolom, tangga, core/inti dan plat

atap.

23
- Memasang pasangan batu-bata untuk tembok dan plesteran tembok

dan lain-lain.

b. Tukang besi mempunyai tugas:

Merakit/merangkai serta memasang besi tulangan untuk sloof, pile

cap, plat lantai, balok, tangga, atap, kolom dan lain-lain yang

berhubungan dengan pembesian.

c. Tukang kayu mempunyai tugas:

- Membuat penyangga (perancah), bekisting balok, kolom, plat lantai,

dinding geser.

- Membuat plafon, dinding partisi dan lain-lain.

d. Tukang alumunium mempunyai tugas:

- Membuat kusen pintu dan jendela, serta daun pintu dan jendela.

- Memasang kuda-kuda.

e. Tukang cat mempunyai tugas:

Melakukan pengecatan terhadap semua sisi yang perlu di cat sesuai

dengan bestek.

14. Pekerja

Pekerja adalah orang yang melaksanakan pekerjaan di lapangan secara

langsung. Tugas dan kewajiban pekerja yaitu melaksanakan seperti yang

diinstruksikan oleh kepala tukang. Tanggung jawab pekerja adalah

mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya kepada kepala tukang.

24

Anda mungkin juga menyukai