0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan62 halaman

Fraud Risk Assessment

Dokumen ini membahas tentang penilaian risiko fraud, termasuk konsep, tujuan, dan penerapan simulasi. Fraud Risk Assessment bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi risiko fraud dalam organisasi, serta memberikan manfaat dalam pencegahan dan deteksi fraud. Proses ini melibatkan identifikasi risiko pada berbagai tingkat dan penerapan strategi anti-fraud yang terstruktur.

Diunggah oleh

Rakhma Tika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan62 halaman

Fraud Risk Assessment

Dokumen ini membahas tentang penilaian risiko fraud, termasuk konsep, tujuan, dan penerapan simulasi. Fraud Risk Assessment bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi risiko fraud dalam organisasi, serta memberikan manfaat dalam pencegahan dan deteksi fraud. Proses ini melibatkan identifikasi risiko pada berbagai tingkat dan penerapan strategi anti-fraud yang terstruktur.

Diunggah oleh

Rakhma Tika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FRAUD RISK

ASSESSMENT
KONSEPSI, TUJUAN &
SIMULASI PENERAPAN

Nurharyanto, [Link]
AGENDA – Hari 1

1 Fraud Risk Universe & Fraud Risk


Management

2 Proses Identifikasi & Asesmen Risiko


Fraud Tingkat Entitas

3 Proses Identifikasi & Asesmen Risiko


Fraud Pada Tingkat Bisnis Proses

4 Simulasi Identifikasi Fraud, Fraud Risk &


Fraud Schemes
Fraud Risk Assessment (FRA)

❖ Merupakan Proses Manajemen Risiko untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menilai potensi risiko
terjadinya Fraud
❖ Bertujuan untuk mengidentifikasi risiko terjadinya Fraud yang melekat pada setiap aktivitas yang
berpotensi merugikan Korporasi/Institusi/Organisasi
❖ Hasil identifikasi didokumentasikan, diinformasikan, monev

Manfaat Fraud Risk Assessment (FRA)


Memberikan bukti Menghindari kejutan-
Menciptakan sarana Mengamankan aset Meminimalkan
penerapan tata nilai kejutan terjadinya
deteksi dini dan dan Reputasi potensi timbulnya
dan integritas insiden fraud yang
Pencegahan Fraud korporasi/Org tuntutan hukum
korporasi tidak dikehendaki

2
Tujuan Fraud Risk Assessment

1. Langkah mengidentifikasi secara sistematis dimana dan bagaimana fraud dapat terjadi.
2. Mengidentifikasi siapa pelaku potensial.
3. Mengenali ancaman yang berasal dari internal dan eksternal
4. Membangun proses terstruktur yang mengidentifikasi skema fraud dan pengendalian yang
harus dibangun untuk mencegah dan mendeteksi terjadinya skema fraud.
5. Menetapkan desain pedeteksian dan pengendalian pencegahan telah berjalan efektif.
6. Secara Proaktif mengidentifikasi dan memetakan risiko fraud organisasi.
7. Mengacu pada praktik-praktik yang ada pada organisasi dan industri sejenis.
8. Proses terus menerus selama organisasi ada.

3
Tahapan Penerapan SNI ISO 37001:2016

Sertifikasi
- Pemilihan lembaga
sertifikasi
- Pelaksanaan audit sertifikasi
- Perbaikan hasil audit
- Keputusan sertifikasi
- Surveilan di tahun berikutnya
5
Implementasi
-Sosialisasi Penerapan
4
Review Sistem -Implementasi sistem
-Audit Internal
-Tinjauan Manajemen 3
-Persiapan sertifikasi Pe rsi a pan
P e n g e mb a n g a n 2 -Tra ining Awa re ne s s
S is te m terhadap standar
-Gap Analysis
- Pengembangan kebijakan dan
dokumentasi
1

/ R0 / 2 017
1. Fraud Risk Universe & Fraud Risk
Management

1.1 FRAUD & FRAUD UNIVERSE


• Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja Sektor Publik dan
Korporasi di Indonesia dalam upaya memerangi fraud sangat
rendah
– Praktik fraud, dan tindak pidana korupsi terjadi secara sistematis,
terstruktur dan kian meluas pada beberapa Korporasi
Data Tindak Pidana Korupsi

Sumber: Data KPKtahun 2004 s.d September 2017

Sumber: Databooks Kata Data Indonesia

/ R0 / 2 017
Bribery : Rose by any other name…
ISO 37001:2016

29
Date:
FRAUD – Prinsip Dasar

“Any intentional act or omission Fraud dapat diprediksi terjadinya


designed to deceive others, resulting in pada situasi tertentu, namun tidak
the victim suffering a loss and/or the penting perbuatannya terealisasi atau
perpetrator achieving a gain.” tidak

“setiap tindakan yang disengaja atau


penghilangan yang dirancang untuk Yang melakukan fraud adalah
mengelabui pihak lain, yang orang, bukan Internal Control
mengakibatkan korban menderita
kerugian dan/atau pelaku meraih
keuntungan”
Perbedaan Risiko Fraud dan
Pengendalian Fraud terletak pada
❖ACFE-AICPA-IIA unsur niat dan upaya
Managing the Business Risk of Fraud penyembuanyiannya
2008
Teori-Teori Tentang Fraud
Donald R • Pressure
Cressey • Opportunity
• Rationalization
(Fraud Triangle)

Steve Albrecht • Situational Pressure (High-Low)


• Opportunity to Commit (High-Low)
(Fraud Scale) • Personal Integrity (Low-High)

• Greed
Jack Bologna
N
• Opportunity E C O
• Need
(GONE Theory) • Exposes G
PREMISES MENGENAI FRAUD TRIANGLE

Terdapat 6 Premises yang harus dipahami mengenail Fraud Triangle :


1. Ketiga Unsur pada Fraud Triangle, Kesempatan, Tekanan dan
Rasionalisasi memiliki kadar keterkaitan yang berbeda antara satu
pelaku dengan pelaku lainnya
2. Titik mulai perbuatan fraud berbeda antara satu pelaku dengan yang
lainnya.
3. Keyakinan akan kekuatan salah satu dari unsur akan mendorong
seseorang untuk melakukan perbuatan fraud.

4. Kekuatan salah satu unsur menghilangkan ketakutan atas


pebuatannya akan terdeteksi
5. Mengidentifikasi keberadaan ketiga unsur fraud triangle lebih
mudah dilakukan daripada mengukur dampaknya
6. Faktor risiko fraud bisa berasal dari internal maupun eksternal
KOLUSI
TECHNOLOGY TRUST & REPUTATIONS

CONCEALMENT
KARAKTERISTIK
▪ Hidden
▪ Adanya Niat FRAUD
(Intentionally) CONTROL
▪ Deception/Trickery
▪ Damage

CRIMINAL ACT
CROSS BORDER &
GLOBALIZATION BEHAVIOUR

LAW & REGULATION


FINANCIAL SYSTEMS
The Fraud Triangle

Pressure/
Incentive

Opportunity Rationalization/
Concealment

12
Tiga Bentuk Kategori Fraud – Tekait Kewenangan

Penyalahgunaan Rekayasa
Wewenang/Asset
Korupsi/
Pelaporan/Financial
Misappropriation
Corruption
Statement Fraud

Source: ACFE 2014 Report to the Nations

13
Pohon Kecurangan – Fraud Tree

Source: ACFE 2016 Report to the Nations


14
Faktor yang Mempengaruhi
Risiko Fraud
Studi Terkait Penggelapan – Faktor Pendorong *
Motivasi Kasus %
Gaya Hidup 394 57.5%
Pasangan 199 29.1%
Tekanan Keungan 30 4.4%
Kebutuhan Dasar 17 2.5%
Ketergantungan Obat/Rokok 11 1.6%
Percintaan 9 1.3%
Dorongan Anggota Keluarga 9 1.3%
Pangkat/Jabatan/Kedudukan 7 1.0%
Hobby Belanja 7 1.0%
Tekanan atasan/jabatan 2 0.3%
Total 685 100.0%

*2016 Marquet Report on Embezzlement is based on 6 years of data in which the motivating factor could be
guessed in 685 cases.
16
FAKTA & DATA EMPIRIS MENGENAI FRAUD
18 Months

Annual
Revenues

annual revenue

$150,000 Indirect
Median Loss Costs

Source: ACFE’s 2016 Report To The Nations On Occupational Fraud and Abuse
Copyright 2016 by the Association of Certified Fraud Examiners, Inc.

Page 17
ENTITAS - KORBAN

7.6% Jenis Entitas - Korban


9.0%

37,7%

28,6% 33.4%

36.8%

18,7%

86.7%

10,1% 85.4%

5,0%

Private Company Public Company Government Not-For-Profit Other

Source: ACFE’s 2016 Report To The Nations On Occupational Fraud and Abuse
Copyright 2016 by the Association of Certified Fraud Examiners, Inc.

Page 18
Fraud Tanggungjawab Siapa?
KONTRIBUSI KELEMAHAN PENGENDALIAN THDP FRAUD

Source: ACFE’s 2016 Report To The Nations On Occupational Fraud and Abuse
Copyright 2016 by the Association of Certified Fraud Examiners, Inc.

Page 20
1.2 Fraud Risk Management

Fraud Risk Commitment


Anti-fraud Roles and Continuous
Governance policies responsibility improvement

Fraud Risk Assessment Pengendalian


Assessment risiko fraud risiko fraud

Kode Etik Komunikasi


Prevention Perusahaan
HR Policies
dan training

Symptoms dan Proactive


Detection Process Whistleblowing detection
Controls mechanism

Fraud Response
Investigation
Corrective
Investigation protocol action

Fraud Risk Governance


4 PILAR Strategi Anti Fraud Korporasi

Pillar-1 Pillar-2 Pillar-3 Pillar-4

PENCEGAHAN DETEKSI INVESTIGASI PEMANTAUAN

PELAPORAN EVALUASI
Anti Fraud Awareness Whistleblower
Identifikasi Kerawanan Surprise Audit SANKSI TINDAK
Know Your Employee Surveillance System LANJUT
Pilar, Kebijakan & Program Anti - Fraud
Keterkaitan Kebijakan, Program & Strategi
“We build 10 foot walls to protect
ourselves from people who have
15 foot ladders.”
Keterkaitan Prinsip Dasar vs Fraud
Rerangka Fraud
2. Proses Identifikasi & Asesmen Risiko Fraud

FRAUD RISK ASSESSMENT DILAKUKAN PADA TIGA


JENJANG

1. Macro Risk Level – Enterprise Wide Fraud


Risk Assessment
2. Micro Risk Level – Operasional Fraud Asesmen
pada Business Process
3. Mega Risk Level - Fraud Penetration Risk
Assessment
Tujuan FRA
TAHAPAN UNTUK MELAKSANAKAN
ENTERPRISE –WIDE FRAUD RISK ASSESSMENT

1. Tetapkan Kategori Fraud Risk Factor pada tataran


Enterprise-Wide
2. Identifikasi Jenis-Jenis Fraud yang Berkaitan
dengan Kategori EW
3. Tetapkan Jenis-Jenis Fraud Pada Unit Operasi
Utama, Departemen dan Anak Perusahaan
4. Tetapkan Jenis Fraud pada Aktivitas Utama,
Seperti Pendapatan, Pendanaan, Investasi,
Pengadaan, SCM.
Assessment Company Fraud Risk
Fraud Risk Assessment Process

Assess and Establish Fraud


Respond Risk Assessment
Residual Risk Team
Fraud Risk Assessment A fraud risk
assessment is a dynamic and iterative process
for identifying and assessing fraud risks
relevant to the organization. Fraud risk
Identify Existing Understanding assessment addresses the risk of fraudulent
Control Business Process
financial reporting, fraudulent non-financial
reporting, asset misappropriation, and illegal
acts (including corruption). Organizations can
tailor this approach to meet their individual
Determine all needs, complexities, and goals
Personnel and Identify Fraud
Department Schemes and
potentially Fraud Risk
involved in fraud
Triangle
Estimate
Likelihood and
Significance
Fraud Risk

Fraud Risk Assessment Step


ALUR FRAUD RISK ASSESMENT

IDENTIFIKASI & ASESMEN RISIKO FRAUD RKAP BERBASIS RISIKO


ASSESEMENT LEVEL
ALUR PROSES IDENTIFIKASI, RCPS & RISIKO PETA
RENCANA MITIGASI/
BISNIS CTRL EKSISTING RISIKO PENANGANAN RISIKO

Teknik assesment Risiko


ENTRI IDENTIFIKASI al. Brainstorming/
MULAI Judgement Expert PETA
RISIKO
MITIGASI
ENTRI MITIGASI

PROFIL RISIKO FRAUD

5. ALUR PROSES
BISNIS 4. Kriteria Dampak
AKHIR

3. Kriteria
6. OUTPUT 1
Kemungkinan POS WORKPLAN
ANGGARAN (PIC, Waktu, Biaya)
10. PEMANTAUAN
FRA PROSES BISNIS
7. PETA RISIKO 2. KONTEKS

Output:
9. PETA MITIGASI 8. OUTPUT 2 1. COVER RKAP/RKAU

34
Identifikasi Alur Proses Bisnis

“Identifikasi 1. Tetapkan proses bisnis yang akan

Alur Proses diidentifikasi risiko fraud.


2. Penentuan Proses bisnis yang di ases
Bisnis yang
dengan memprioritaskan bisnis inti
akan dilakukan dengan persetujuan Manajemen
Fraud Risk 3. Gambarkan sedetail mungkin alur
Assesment” proses prosesnya

35
Identifikasi Risiko Fraud

1. Identifikasi risiko fraud dan tetapkan apakah


“Identifikasi risiko fraud tersebut terjadi pada sebagian
Risiko besar organisasi atau pada unit tertentu saja.
2. Diskusikan skema fraud tertentu apakah
Kecurangan yang
memiliki dampak yang lebih besar.
dapat terjadi, 3. Identifikasi apakah yang mungkin terlibat
Skema dan dalam skema fraud dengan mengacu pada
Triangle Fraud, antara lain faktor Incentives
Skenario fraud /pressure (Pendorong), opportunities
(Peluang), attitudes & rationalizations
yang dilakukan”
(Rasionalisasi).

36
Klasifikasi Jenis Risiko Fraud

Deskripsi fraud di tentukan ke dalam 3


“Tentukan jenis klasifikasi fraud yang tersedia, yaitu
Corruption (korupsi), Asset
risiko fraud Misappropriation(penyalahgunaan
aset/wewenang), dan Fraudlent Statement
berdasarkan (manipulasi dokumen).
fraud tree yang Dari ketiga klasifikasi fraud tersebut
tersedia” diperjelas lagi masuk kedalam jenis risiko
fraud apa

37
Kenali Indikasi / Red Flag

“Red flag adalah 1. Accounting anomalies (keanehan akunting)


2. Internal control weakness (kelemahan internal
tanda- tanda
control)
terdapat sesuatu 3. Analytical anomalies (analisa terhadap
yang tidak biasa keanehan)
4. Extravagant lifestyles (gaya hidup boros)
dan mungkin perlu
5. Unusual behaviors (perilaku yang tidak biasa)
diselidiki lebih 6. Tips and complaints (pemberian uang tip dan
lanjut” keluhan)

38
Kontrol Eksisting

“Lengkapi Kontrol eksisting internal dapat berupa


Peraturan Direksi, Surat Keputusan Direksi,
dengan kontrol Surat Edaran Direksi, Petunjuk
Pelaksana/Petunjuk Teknis, SOP, Surat Edaran
eksisting baik GM, Audit SPI, dll.

dari internal
Kontrol eksisting eksternal dapat berupa
maupun Undang-Undang, Perpres, Permen, Perma,
Perda, Audit Eksternal (BPK, KPK, Kejaksaan),
eksternal” dll.

39
Mengukur Tingkat Kemungkinan & Besarnya Dampak yang Timbul

Tetapkan Skala Prioritas setiap fraud yang teridentifikasi berdasarkan tingkat


KEMUNGKINAN dan DAMPAK
Peta Risiko Pemetaan Tingkat Risiko Fraud (Controlled/Current Risk)
“Tetapkan Sangat
E
Besar

Prioritas Besar D
E.1 E.2 E.3 E.4 E.5

TINGKAT KEMUNGKINAN
Risiko Fraud D.1 D.2 D.3 D.4 D.5

Sedang C

yang C.1 C.2 C.3 C.4 C.5

Kecil B

teridentifikasi” B.1 B.2 B.3 B.4 B.5

Sangat
A
Kecil
A.1 A.2 A.3 A.4 A.5
1 2 3 4 5
EKSTREM Tidak Signifikan Minor Medium Signifikan Malapetaka
TINGGI TINGKAT DAMPAK
MODERAT
RENDAH
40
Mitigasi Risiko Fraud

✓ Pengendalian Pencegahan di-desain untuk memitigasi


“Aktivitas risiko fraud secara spesifik dan diarahkan untuk
mencegah terjadinya fraud
pengendalian Anti- ✓ Pengendalian Deteksi di-desain untuk mengidentifikasi
keberadaan fraud. Pengendalian deteksi juga digunakan
fraud pada untuk memonitor kegiatan dalam menilai effectivitas
pengendalian anti-fraud melalui langkah pembuktian
dasarnya pendeteksian

mencakup langkah ✓Yang harus ditangani terlebih dahulu adalah Risiko Fraud
dengan Level Risiko yang Paling Tinggi (Ekstrem / Tinggi).
pencegahan atau ✓Peringkat Risiko Fraud yang berada pada level rendah, tidak
pendeteksian” harus diselesaikan semuanya. Meskipun dapat diatasi dengan
mudah/berbiaya murah.

41
Fraud Risk Identification

• 51

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA


Fraud Risk Identification

• 52

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA


Fraud Risk Identification
Identifikasi Risiko Fraud

Penyalahgunaan
Tekanan, kesempatan
wewenang oleh Populasi risiko fraud
& rationalisasi
manajemen

Evaluasi Risiko Fraud

Personil dan/atau
Kemungkinan Dampak
departemen
Fraud Risk Assessment
Focus Assessment ?

Branch Product

Division
KETERKAITAN FRAUD RISK ASSESSMENT PADA
KORPORASI DAN BISNIS PROSES
IDENTIFIKASI TITIK RAWAN TERJADINYA FRAUD
DALAM BISNIS PROSES KORPORASI

1. Pendanaan (Funding)
2. Pemberian pinjaman (Loan)
3. Pemberian Jasa
4. Operasional Akuntansi
5. Pengadaan & SCM
6. Operasional Lainnya
5. Aktivitas Operasional lainnya, antara lain :

➢ Sengaja melakukan mark up nilai pengadaan shg terjadi


penggelembungan biaya pengadaan & supplier yg ditunjuk milik
pegawai bagian pengadaan;
➢ Pengadaan barang di bawah kualitas yg ditetapkan, namun dgn harga
yg lebih mahal dgn cara memanipulasi spesifikasi barang & selisih
harga diambil untuk keuntungan pribadi;
➢ Staf yg menangani promosi menentukan vendor dgn penetapan yg
didasari komisi untuk kepentingan pribadi;
➢ Melakukan promosi melalui media scr berlebihan di luar kebutuhan dgn
tujuan untuk mendapatkan komisi dr stp kegiatan tsb;
➢ Melakukan penggelapan pajak pd transaksi pengadaan maupun pajak
bunga yg seharusnya disetor ke kas negara tetapi diambil untuk
keperluan pribadi.
Mengukur Peluang Keterjadian

Pertimbangkan, misalnya:
• Insiden sebelumnya yg terjadi di industri dan orgainsasi
• Lingkungan pengendalian intern
• Dukungan manajemen terkait pencegahan
• Standar etika
• Jumlah transaksi yang ada
• Kompleksitas proses bisnis
• Keluhan pelanggan atau pemasok
Klasifikasi:
• Jarang terjadi
• Mungkin terjadi
• Sering terjadi
Mengukur Dampak

Pertimbangkan :
• Dampak terhadap laporan keuangan
• Dampak terhadap kondisi keuangan
• Nilai aset yg hilang
• Pendapatan yg diperoleh dari aset yg hilang
• Dampak terhadap operasi, reputasi dan nilai ekonomi atas merek
perusahaan/produk
• Dampak pidana dan perdata
Klasifikasi:
• Tidak material
• Material
• Sangat material
Evaluasi atas Pengendalian

Preventive Controls Detective Controls


• Apakah ada mekanisme utk • Apakah ada sistem
mengangkat kesadaran atas pelaporan yg konfidensial?
risiko fraud?
• Apakah ada proses deteksi
• Apakah ada mekanisme
background-checks atas proaktif thd risiko fraud?
pegawai?
• Apakah ada:
– Anti-fraud training?
– Prosedur & kebijakan? PERHATIKAN!!
Fraud Risks
– Pemisahan fungsi?
– Keselarasan Apakah perangkat
kewenangan &
tanggung jawab?
pengendalian yg ada
– Independence checks?
berfungsi efektif & efisien?
Pemetaan Risiko Fraud
Fraud risk mapping in terms of significance and likelihood.

High
❑ Fraudulent ❑ Misappropriation Mapping Dot Description
statements
❑ Espionage ❑ Illegal comm. ❑ Kickbacks ❑Collusion ❑Fraudulent
-Conflict of interest Statements
❑ Forgery ❑ Fraudulent -Bribery -Asset/revenue
❑ Manipulation ❑ Embezzlement disbursements -Kickbacks overstatements

❑ Cyber crime ❑ Skimming -Illegal Comm. .Timing Difference


❑ Bid rigging -Bid rigging .Fictitious
Significance

❑ I/P fraud ❑ Bribery


.Concealed
❑ Theft ❑Asset .Impropriety
Misappropriation -Understatements
❑ Credit card
❑ Lapping -Skimming
❑ Ghost -Larceny/Theft ❑Manipulation
employee ❑ Petty cash fraud -Misuse -Data manipulation
-Forgery
❑Fraudulent Disbursement
-Ghost employee ❑Cyber crime
❑ Conflict of interest -Petty cash fraud -Electronic eaves-
-Reimbursement dropping
-Shell company ❑I/P fraud
-Personal purchase -Counterfeiting
-Credit card ❑Espionage
Low

Low Likelihood High

Copyright© KPMG 2002. All rights reserved.


Mengkomunikasikan Hasil Pemetaan

o Laporkan secara obyektif


“Making an Impact”
o “Keep it simple”
• Dialog terbuka di lingkungan
o Fokus pada aspek penting perusahaan
o Identifikasi saran: jelas & terukur • Fokus pada “high-risk areas”
• Peroleh komitmen dari pemilik
o Untuk “Leadership Risk Profile” risiko untuk tindak lanjutnya
• Perlakuan khusus, isu sensitif • Jaga proses pemetaan dapat
• Diskusikan dengan sponsor berjalan berkesinambungan
terkait penyajian &
penyampaian yg terbaik
Responding to Residual Fraud Risks
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai