STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
HIPNOTERAPI
PROSEDUR TETAP NO DOKUMEN NO REVISI: HALAMAN:
TANGGAL DITETAPKAN OLEH:
TERBIT
1. PENGERTIAN Hypnotherapy adalah suatu metode dimana pasien dibimbing untuk
melakukan relaksasi, dimana setelah kondisi relaksasi dalam ini
tercapai maka secara alamiah gerbang pikiran bawah sadar
sesesorang akan terbuka lebar, sehingga yang bersangkutan
cenderung lebih mudah untuk menerima sugesti penyembuhan
yang diberikan.
2. TUJUAN Saat ini hipnoterapi dapat digunakan untuk mengatasi masalah –
masalah sebagai berikut:
1. Fisik
2. Masalah Emosi
3. Masalah Perilaku
3. INDIKASI 1. Meningatkan mental klien (kepercayaan diri, menghilangkan
trauma, mengurangi phobia)
2. Menyembuhkan psikosomatis klien (alergi, asma)
3. Membantu proses penyembuhan klien(kanker, aids)
4. KONTRA 1. Seseorang yang dalam kondisi tidak tenang, gaduh gelisah,
INDIK ASI misalnya pada psikosisakut sehingga tidak dapat dilakukan
kontak psikis dengan subjek.
2. Seseorang yang dalam keadaan tidak mengerti apa yang akan
dilakukan,
misalnya pada orang imbesil atau dimensia. Pada mereka tidakd
apat dilakukan hipnotis dengan cara apapun.
3. Pada orang yang tidak tahu atau belum mengerti tentang apa
yang kita katakan,sugesti verbal tidak akan berpengaruh pada
subjek.
4. Subjek yang memiliki kesulitan dengan kepercayaan dasar
seperti pasien paranoidatau yang memiliki masalah
pengendalian seperti obsesi-kompulsif.
5. Penggunaan hipnosis oleh operator yang tidak terlatih dengan
baik.
6. Penggunaan hipnosis untuk tujuan yang tidak baik.
5. PERSIAPAN 1. Pasien sebagai subjek.
PASIEN 2. Terapis sebagai fasislitator
3. Bersedia dengan sukarela.
4. Memiliki kemampuan untuk fokus
5. Memahami komunikasi verbal.
6. PERSIAPAN 1. Kursi
ALAT 2. Bantal jika diperlukan
7. CARA KERJA
A. Pre induction
1. Klien dan penghipnotis memperkenalkan diri
2. Menganjurkan klien untuk menceritakan keluhan yang sedang dialami
3. Memberikan berbagai pemecahan masalah yang dapat diambil
4. Menjelaskan hipnoterapi secara singkat, jelas, dan mudah dipahami
5. Meminta persetujuan klien dan memberikan inform consent pada klien untuk
dilakukan hipnoterapi
6. Melakukan tes subjektifitas
a. Anjurkan klien duduk dengan nyaman
b. Mengajarkan klien tarik napas dalam
c. Menganjurkan klien untuk melakukan hand clasp test yaitu dengan meminta
subjek menangkupkan kedua tangan, kemudian merekatkan kedua jari
telunjuk dan sugestikan bahwa pada kedua telunjuk terdapat lem yang akan
merekatkan jari telunjuk tersebut. Sugestikan bahwa semakin klien ingin
memisahkan telunjuknya maka jari telunjuknya akan semakin lengket.
Selanjutnya minta klien untuk menyatakan apakah jarinya semakin lengket
atau tidak.
d. Anjurkan klien untuk rileks dan menarik napas dalam
e. Lepaskan jari tangan tersebut.
B. Induction
1. Pada tahap induksi hypnotherapist harus mahir dalam menyusun variasi kalimat
Pacing–Leading (Physical mirroring yaitu pencerminan fisik, Match the voice
yaitu penyelarasan kualitas suara, Match the breathing yaitu penyelarasan irama
nafas, Match the size of the pieces of information yaitu penyelarasan
pengelompokan informasi, Match their common experience yaitu penyelarasan
pengalaman umum)
2. Posisikan klien lebih rileks lagi dari Normal State ke Hypnosis State (suasana
sangat rileks dan sugestif)
3. Latih klien untuk nafas dalam lagi untuk merilekskan tubuh dan pikiran klien
4. Bawa klien pada satu titik focus atau tanamkan sugesti yang berkebalikan pada
masalah klien (contoh kalimat “sekarang lihat telapak tangan saya, bayangkan
bahwa ditelapak tangan ini ada rokok dan rokok ini digantikan dengan
petis/makanan yang tidak disukai oleh klien”)
5. Pastikan klien sudah pada posisi yang benar-benar focus dan rileks
6. Apabila sudah, tepuk kedua tangan hypnoterapist secara cepat dan keras
C. Deepening dan dept level test
1. Pada tahap Deepening hypnotherapist akan membimbing klien untuk berimajinasi
melakukan suatu kegiatan atau berada di suatu tempat yang mudah dirasakan oleh
subjek untuk memasuki trance level yang lebih dalam.
2. Pastikan bahwa klien hanya mendengarkan suara hypnotherapist dengan
memegang tubuh klien dan memberikan perintah untuk mendengarkan suara
hypnotherapist saja.
3. Pastikan bahwa klien mengerti perintah yang diberikan oleh hypnotherapist
dengan memerintahkan klien untuk menggerakkan bagian tubuhnya.
4. Bimbing klien untuk berimajinasi ke suatu tempat yang nyaman untuk klien
dengan menggunakan 5 tahap.
a. Lima, perintahkan agar tubuh dan pikiran anda memasuki relaksasi lebih
dalam, total, semakin tenang, semakin lelap.
b. Empat, biarkan tubuh dan pikiran anda memasuki tidur yang lebih dalam lagi,
bahkan saat ini anda dapat membayangkan berada di suatu tempat lain yang
menurut anda adalah tempat yang nyaman, tempat yang indah, dimanapun itu,
buatlah semakin jelas, semakin riel, semakin nyata, bahkan anda dapat
merasakan detailnya, emosinya.
c. Tiga, semakin lelap, lebih dalam lagi, rasakan tubuh anda semakin ringan,
bahkan anda dapat melupakannya.
d. Dua, masuki tidur lelap berkali lipat lebih dalam, dan rasakan suasana menjadi
sangat hening, bahkan anda benar-benar tidak menghiraukan suara apapun
juga, begitu tenang, fisik anda terlelap, fikiran anda bersitirahat, bahkan
seluruh panca-indra anda benar-benar beristirahat.
e. Satu, silakan nikmati relaksasi yang sangat luar biasa ini, silakan anda
membayangkan diri anda di suatu tempat yang nyaman dan indah, dan saat
yang sama biarkan fisik dan pikiran anda beristirahat total, nyaman, tenang,
damai.
D. Suggestion
1. Sampaikan pada klien untuk merilekskan seluruh tubuhnya hingga merasa rileks
dan nyaman.
2. Setelah pasien sudah merasa nyaman mulailah dengan rangkaian kata menjadi
kalimat yang indah dan mudah difahami klien
3. Kemudian Sampaikan sugesti dengan rangkaian kata yang sudah biasa di dengar,
agar pasien akan mudah memahami dan mudah mengimajinasikannya seperti
“bayangkan oleh anda bahwa anda sedang berada di tempat yang paling nyaman”
dengan kalimat ini si pasien pasti dapat dengan mudah membayangkannya,
karena bahasa tersebut sudah biasa di dengar dan di lakukan.
4. Tegaskan ke klien untuk memfokuskan hanya pada perkataan terapis. Contoh
“dengarkan kata-kata saya, jika anda menemui rokok anda membayangkan roko
adalah petis. Sesuatu yang menjijikan”.
5. Kata-kata tersebut diulang beberapa kali sampai klien benar-benar memahami
6. Berikan reinforcement positif pada klien
E. Termination
1. Kaji respon klien
Membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang Client lebih segar dan
rileks, kemudian diikuti dengan proses hitungan beberapa detik untuk membawa
Client ke kondisi normal kembali. Contoh: “Kita akan mengakhiri sesi
Hypnotherapy ini … saya akan menghitung dari 1 sampai dengan 5, dan tepat
pada hitungan ke-5 nanti, silakan anda bangun dalam keadaan sehat dan segar,
dst.
2. Simpulkan hasil kegiatan
3. Berikan reinforcement positif
4. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
5. Akhiri kegiatan dengan cara yang baik.
8. HASIL
Dokumentasikan tindakan:
1. Respon responden selama Hypnosis (respon subyektif dan obyektif).
2. Tanggal dan waktu pelaksaan tindakan.
3. Nama dan paraf peneliti.
9. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Klien bersedia untuk dilakukan hypnosis
2. Pastikan klien benar-benar focus saat dilakukannya hypnosis
HIPNOTERAPI
(EXTENDED PROGRESSIVE RELAXATION)
PROSEDUR TETAP NO DOKUMEN NO REVISI: HALAMAN:
TANGGAL TERBIT DITETAPKAN OLEH:
1. PENGERTIAN Extended progressive relaxation adalah teknik induksi hipnosis
yang dibawakan dengan cara relaksasi. Artinya secara
bertahap tapi pasti, hipnoterapis membimbing klien masuk ke
dalam kondisi hipnosis yang jauh lebih dalam. Progressive
Relaxation adalah salah satu teknik relaksasi yang
menggunakan induksi otot syaraf.
2. TUJUAN 1. Memperdalam kondisi hipnosis klien yang bersugestivitas
mudah, sedang sampai yang sulit.
2. Meningkatkan relaksasi.
3. Mengurangi stress psikis dan fisik
3. INDIKASI 1. klien yang mengalami kesulitan untuk memasuki relaksasi
2. klien yang mengalami ketegangan psikis
3. klien yang mengalami ketegangan fisik fisik.
4. KONTRAINDIKASI 1. tidak diperbolehkan untuk pasien penderita penyakit
syaraf
2. klien tidak mengalami gangguan jiwa
5. PERSIAPAN 1. Pastikan identitas klien
PASIEN 2. Kaji kondisi klien
3. Beritahu dan jelaskan pada klien/keluarganya tindakan
yang dilakukan
4. Posisikan klien senyaman mungkin
6. PERSIAPAN ALAT 1. Kursi
2. Bantal (jika diperlukan)
7. CARA KERJA
1. Klien dan penghipnotis memperkenalkan diri
2. Menganjurkan klien untuk menceritakan keluhan yang sedang dialami
3. Memberikan berbagai pemecahan masalah yang dapat diambil
4. Menjelaskan tentang Extended Progressive Relaxation (EPR) secara singkat,
jelas, dan mudah dipahami
5. Meminta persetujuan klien dan memberikan inform consent pada klien untuk
dilakukan Extended Progressive Relaxation
6. Anjurkan klien dalam posisi yang nyaman
7. Mengajarkan klien teknik tarik napas dalam agar klien lebih rileks
8. Menganjurkan klien untuk menutup mata, melemaskan bagian kelopak mata,
dahi, kening, dan seluruh wajah menjadi rileks, malas dan sangat lemas.
Berikan penjelasan kepada klien bahwa:
a. Dikarenakan oleh kondisi yang rileks, ketika klien mencoba untuk
menggerakkan kelopak mata, bahkan mata anda benar-benar tidak mau
bergerak karena malas dan lemasnya. Semakin klien mencoba untuk
membuka mata, maka mata klien justru akan tertarik memasuki relaksasi
yang lebih dalam dan lebih sempurna.
9. Bagi petugas kesehatan: Pada tahapan ini, amati apakah mata klien sudah
benar-benar lemas ? Jika klien masih dapat membuka matanya dengan mudah,
maka segeralah minta klien untuk menutup kembali, dan ulangi mulai langkah
no. 8 yang memandu klien untuk menutup mata.
10. Anjurkan pada klien mempertahankan matanya tertutup dan melemaskan
kelopak matanya, memberikan pernyataan pada klien bahwa klien dapat
mengendalikan bagian tubuh klien.
11. Menganjurkan klien untuk merasakan adanya getaran relaksasi yang turun
secara halus dan perlahan ke daerah leher dan membuat bagian leher menjadi
benar-benar nyama
12. Menganjurkan klien untuk memusatkan perhatiannya ke daerah leher dan
menganjurkan klien untuk memerintahkan bagian lehernya memasuki relaksasi
sempurna sehingga leher akan menjadi sangat lemas dan malas.
13. Menganjurkan klien untuk memerintahkan leher dengan mengatakan : “wahai
leher.. aku perintahkan saat ini juga engkau memasuki relaksasi sempurna,
sehingga saat ini juga engkau menjadi sangat malas, sangat lemas, dan benar-
benar engkau beristirahat secara sempurna, benar-benar malas dan sangat
malas”
14. Berikan pernyataan pada klien bahwa saat ini leher klien benar-benar lemas dan
sangat lunglai seakan-akan tulang-tulangnya menghilang sehingga tidak mampu
untuk menyangga kepala.
15. Berikan pernyataan pada klien bahwa semakin klien ingin menggerakkan
lehernya maka klien semakin tertarik memasuki relaksasi yang lebih dalam lagi,
lebih sempurna, lebih sempurna, lebih nyaman dan lelap
16. Perintahkan pada klien untuk menoba menggerakkan lehernya. Pada tahap ini,
petugas kesehatan amati apakah leher klien benar-benar lemas. Jika klien masih
dapat menggerakkan lehernya dengan mudah, maka ulang bagian script yang
memandu klien untuk memerintahkan lehernya agar menjadi benar-benarlemas
tanpa daya.
17. Anjurkan klien untuk tetap merilekskan lehernya dan perintahkan klien untuk
merasakan getaran relaksasi turun secara halus dan perlahan ke daerah bahu,
punggung belakang, kemudian dada dan tentu saja membuat bagian-bagian
yang terlewati getaran tersebut menjadi benar-benar nyaman dan sangat rileks.
18. Perintahkan klien untuk merasakan relaksasi melewati kedua belah tangan
mulai dari lengan atas, siku, pergelangan dan akhirnya mengalir ke jari-jemari.
Perintahkan klien untuk merasakan seluruh bagian tangan benar-benar menjadi
sangat rileks, nyaman dan santai
19. Anjurkan klien untuk memerintahkan kedua tangannya dan kesepuluh jari-
jemarinya untuk memasuki relaksasi, anjurkan klien untuk memerintahkan
tangan dan jari jemarinya : “wahai tangan dan jari jemari, aku perintahkan saat
ini engkau memasuki relaksasi sempurna, sehingga saat ini juga engkau
menjadi sangat malas, sangat lemas, dan benar-benar engaku beristirahat secara
sempurna, benar-benar malas dan sangat lemas”
20. Berikan pernyataan pada klien bahwa saat ini tangan klien benar-benar
merasakan relaksasi yang sangat dalam di kedua tangannya sehingga kedua
tangannya tidak berminat untuk bergerak, semakin klien menggerakkan
tangannya maka klien semakin memasuki rileksasi sempurna.
21. Perintahkan klien untuk mencoba menggerakkan tanggannya
22. Pada tahap ini, petugas kesehatan mengamati apakah tangan klien benar-benar
lemas, jika klien masih dapat menggerakkan tangannya dengan mudah, maka
segera ulangi bagian sript yang memandu client untuk memerintahkan tangan
dan jari jemarinya agar menjadi benar-benar lemas dan tanpa daya.
23. Anjurkan kepada klien untuk melemaskan kedua tangan dan jari-jemari
24. Anjurkan klien merasakan getaran relaksasi turun secara halus ke daerah
pinggang kemudian perut, turun ke paha, lutut, betis dan kemudian menjalar ke
telapak kaki
25. Anjurkan klien untuk memerintahkan kedua kaki memasuki relaksasi dengan
mengatakan “Wahai kaki …. aku perintahkan saat ini juga engkau memasuki
relaksasi sempurna, sehingga saat ini juga engkau menjadi sangat malas,
sangat lemas, dan benar-benar engkau beristirahat secara sempurna, benar-
benar malas dan sangat lemas”.
26. Berikan pernyataan pada klien bahwa saat ini kedua kaki klien benar-benar
lemas dan sangat lunglai seakan-akan tulang-tulangnya menghilang sehingga
tidak mampu untuk menggerakkan kedua kakinya.
27. Berikan pernyataan pada klien bahwa semakin klien ingin menggerakkan kedua
kakinya maka klien semakin tertarik memasuki relaksasi yang lebih dalam lagi,
lebih sempurna, lebih sempurna, lebih nyaman dan lelap
28. Perintahkan pada klien untuk mencoba menggerakkan kedua kakinya. Pada
tahap ini, petugas kesehatan amati apakah kedua kaki klien benar-benar lemas.
Jika klien masih dapat menggerakkan kedua kakinya dengan mudah, maka
ulang bagian script yang memandu klien untuk memerintahkan kedua kakinya
agar menjadi benar-benarlemas tanpa daya.
29. Anjurkan kepada klien untuk melemaskan seluruh tubuhnya
30. Anjurkan klien untuk memerintahkan tubuhnya memasuki relaksasi dengan
mengatakan “Wahai tubuh …. dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki
…. aku perintahkan saat ini juga engkau memasuki relaksasi sempurna,
sehingga saat ini juga engkau menjadi sangat malas, sangat lemas, dan
benar-benar engkau beristirahat secara sempurna, benar-benar malas dan
sangat lemas”.
31. Berikan pernyataan pada klien bahwa saat ini tubuh klien benar-benar lemas
dan sangat lunglai seakan-akan tulang-tulangnya menghilang sehingga tidak
mampu untuk menggerakkan bagian dari tubuhnya
32. Berikan pernyataan pada klien bahwa semakin klien ingin
menggerakkantubuhnya maka klien semakin tertarik memasuki relaksasi yang
lebih dalam lagi, lebih sempurna, lebih sempurna, lebih nyaman dan lelap
33. Perintahkan pada klien untuk menoba menggerakkan tubuhnya. Pada tahap ini,
petugas kesehatan amati apakah tubuh klien benar-benar lemas. Jika klien
masih dapat menggerakkan tubuhnya dengan mudah, maka ulang bagian script
yang memandu klien untuk memerintahkan tubuhnya agar menjadi benar-
benarlemas tanpa daya
34. Sampaikan pada klien untuk merilekskan seluruh tubuhnya hingga sangat rileks
dan nyaman.
35. Minta klien untuk benar-benar beristirahat dengan melemaskan seluruh tubuh
hingga terasa ringan
36. Minta klien untuk merasakan setiap hembusan nafasnya. Setiap hembusan nafas
akan menarik klien memasuki relaksasi yang lebih dalam sehingga semakin
merasa tenang, damai, dan nyaman sekali
37. Sugestikan pada klien untuk memerintahkan pikiran dan otaknya untuk
beristirahat
38. Berikan aba-aba kepada klien untuk mengatakan dalam hati kepada pikiran dan
otak untuk memasuki alam relaksasi yang sempurna
39. Beri reinforcemen positif pada klien dan dukung klien untuk semakin rileks dan
mulai memasuki penghayatan rasa
1. Dalam suasana yang semakin nyaman, sugestikan pada klien agar
memerintahkan agar tubuh fisik dan juga otaknya benar-benar memasuki
istirahat yang sangat total, bahkan hingga tertidur
2. Beritahukan pada klien bahwa yang tidur hanya tubuh fisik dan pikiran,
sedangkan alam bawah asadr akan tetap terjaga
3. Tuntun klien memerintahkan tubuh dan pikirannya untuk beristirahat lebih
dalam
4. Beri aba-aba pada klien bahwa tindakan akan segera dilakukan.
5. Mulailah menuntun klien hingga beristirahat total dengan 5 hitungan mundur
a. Hitungan Lima, perintahkan klien untuk relaksasi dalam, tenang, dan lelap
b. Hitungan Empat, minta klien membayangkan sedang berada di suatu
tempat yang tenang
c. Hitungan Tiga, Minta klien untuk merasakan tubuhnya mulai ringan
d. Hitungan Dua, Perintahkan klien untuk memasuki tidur yang semakin lelap
dan merasakan suasana yang hening
e. Hitungan Satu, Biarkan klien menikmati relaksasi yang sangat luar biasa,
tertidur dengan nyaman dan indah
6. Untuk mengakhiri katakan pada klien bahwa dalam hitungan 1-5 pada hitungan
ke 5 klien akan bangun membuka mata dalam keadaan segar, sehat, dan positif
8. HASIL
Dokumentasikan tindakan:
1. Respon responden selama Hypnosis (respon subyektif dan obyektif).
2. Tanggal dan waktu pelaksaan tindakan.
3. Nama dan paraf peneliti.
9. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1. Klien bersedia untuk dilakukan hypnosis
2. Pastikan klien benar-benar focus saat dilakukannya hypnosis